Wali Kota Metro menghadiri kegiatan Safari Dakwah dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Taqwa Kota Metro. Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Menyambut Ramadhan, Menjemput Ampunan” dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Metro, Jumat, 13 Februari 2026. Acara Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan Komunitas Ayo Cinta Masjid (ACM) Kota Metro yang menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Abdul Somad, yang dikenal luas dengan dakwahnya yang menyejukkan dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Hal ini diselenggarakan dalam kegiatan agenda pembinaan keagamaan masyarakat. Kehadiran Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan nilai-nilai ke islaman di tengah masyarakat. Pada kesempatan ini, Wali Kota Metro juga turut menyambut langsung kedatangan Ustadz Abdul Somad di Rumah Dinas Wali Kota Metro, sebelum rangkaian kegiatan utama dilaksanakan. Penyambutan tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam membangun kehidupan religius yang harmonis di Kota Metro. Selain itu juga masyarakat Kota Metro menyambut hangat kedatangan Ustadz Abdul Somad yang telah lama dinantikan untuk mengisi tausiyah menjelang bulan suci Ramadhan. Sebelum pelaksanaan Tabligh Akbar, Ustadz Abdul Somad dijadwalkan singgah di salah satu masjid di wilayah Metro Pusat. Sekira pukul 07.00 WIB, Ustadz Abdul Somad menghadiri agenda peresmian Masjid Nurus Sholihin yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo. Masjid tersebut berada di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, dan diresmikan sebagai sarana ibadah serta pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Peresmian masjid berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai lingkungan sekitar. Dalam kesempatan ini, Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan akhlak dan ukhuwah. Setelah peresmian masjid, dilanjutkan dengan Safari Dakwah dan Tabligh Akbar yang menjadi puncak acara. Ustadz Abdul Somad mengingatkan jamaah pentingnya persiapan spiritual dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, serta mengingatkan jamaah agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial. “Mari kita sebagai umat Islam perbanyak amal ibadah, menjaga lisan, serta mempererat persaudaraan antar sesama,” kata Abdul Somad. Tak luput Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat semakin tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Metro. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin menjelang Ramadhan. Dengan terselenggaranya Safari Dakwah dan Tabligh Akbar ini, Pemerintah Kota Metro berharap suasana religius dan kondusif dapat terus terjaga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kota Metro dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. (Yd/Sr)
Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih
Pemerintah Kota Metro menggelar pasar murah menjelang Bulan Suci Ramadan di Pasar Cendrawasih Kota Metro. Kegiatan ini merupakan upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Jumat (13/02/2026). Pasar murah tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro tersebut juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang sejak pagi hari telah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai komoditas dengan harga subsidi. Kepala Bidang Perdagangan Disdag Kota Metro, Eni Purwati, mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan guna mengendalikan inflasi pada tahun 2026 dengan menggelar pasar murah. “Menjelang bulan puasa ini, kami sudah mengintervensi beberapa harga barang kebutuhan pokok yang sudah mengalami kenaikan. Contohnya daging ayam broiler, telur ayam ras , cabai rawit, cabai rawit japlak, bawang merah dan putih, serta minyak gula pun sudah mengalami kenaikan ,” ujar Eni Purwati. Menurutnya, selisih harga antara pasar murah dan harga eceran di pasaran terbilang cukup signifikan karena adanya subsidi dari pemerintah, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Kalau di tingkat pengecer, selisih per item yang dijual di pasar murah bisa mencapai Rp6.000 sampai Rp10.000 dibandingkan harga yang kami jual hari ini,” jelasnya. Eni menambahkan, total kuota komoditas yang disediakan pada pasar murah kali ini mencapai kurang lebih 1,5 ton. “Insya Allah kuotanya hampir kurang lebih kita 1 ton setengah, karena memang untuk tahun ini cukup efisiensi tetap tidak semua komoditi,” terangnya. Untuk cabai dan bawang, Eni menuturkan bahwa Dinas Perdagangan Kota Metro menyediakan 200 hingga 300 Piece sesuai dengan efisiensi anggaran tahun ini. Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani, berharap kegiatan pasar murah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini membawa kebahagiaan bagi kita semua. Pemerintah Kota Metro hadir membantu masyarakat melalui subsidi untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Kusbani. Ia menambahkan, berbagai komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut antara lain minyak goreng Rp. 13.000,- bawang putih Rp. 12.000,- bawang merah Rp. 14.000,- beras Rp. 57.000,-, gula pasir Rp. 14.000,- tepung terigu Rp. 6.000, serta telur Rp.22.500. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Bulog dan para pedagang serta distributor yang turut berpartisipasi untuk membantu masyarakat. Melihat ramainya antusiasme masyarakat, Kusbani berharap pada tahun 2026 Pemerintah Kota Metro dapat terus mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program serupa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karena Bapak dan Ibu sudah antre sejak jam enam pagi, kami mohon bisa antre satu per satu,” ujarnya. Tak hanya itu, Kusbani juga mengingatkan dan menghimbau para petugas untuk melayani masyarakat dengan baik, khususnya para orang tua yang turut hadir agar dapat menyiapkan uang pas agar proses transaksi berjalan lebih cepat dan menghindari antrean agar tidak terlalu panjang. (Yl/Tm/Sr)
Pemkot Metro Rotasi Jabatan, Dua Pejabat Eselon III Diambil Sumpahnya
Pemerintah Kota Metro melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi pejabat administrator Eselon III di lingkungan Pemerintah Kota Metro yang berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro. Kamis (12/02/2026), pelantikan dua pejabat ini dilantik oleh wali Kota yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Suwandi. Dalam sambutannya, Suwandi menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran, penyesuaian organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Metro. “Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta loyalitas kepada negara dan masyarakat,” ujarnya. Dirinya juga menekankan pentingnya peran sebagai motor penggerak dalam pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah danmeminta agar para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja secara cepat, tepat, dan berorientasi pada pelayanan publik. Selain itu, Asisten Administrasi umum juga mengingatkan seluruh pejabat untuk terus meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah serta menjaga etika dan disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN)yang dinilai penting guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Adapun pejabat yang di lantik yairu Omega Iriyani, S.STP., M.I.P menjadi Sekertaris pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Madya pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Metro. Selanjutnya Abdul Kadir Shofari, S.STP., MPA menjadi Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi pada Inspektorat Kota Metro yang sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro. (Tm/Bsr/Sr)
Metro Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
Pemerintah Kota Metro menggelar acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang OR Setda Kota Metro pada Kamis (12/02/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi potensi gejolak harga menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Ia menyebutkan bahwa momentum besar keagamaan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi stabilitas ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa Ramadan dan Idul Fitri merupakan periode strategis yang secara konsisten memberikan tekanan terhadap pergerakan harga. Hal ini dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat yang sering kali tidak sebanding dengan ketersediaan stok. “Meningkatnya permintaan masyarakat pada masa tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan gangguan distribusi,” ujar Bambang Iman Santoso di hadapan para peserta rapat. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Metro sehingga upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif di bawah naungan TPID guna melindungi daya beli warga. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk memastikan keterjangkauan harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah konkret terus diperkuat agar warga tidak merasa terbebani oleh lonjakan harga yang mendadak. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pangan secara berkala. “Kami akan memperkuat pengamanan pasokan serta kelancaran distribusi barang di pasar-pasar,” tegasnya. Selain pemantauan, skema operasi pasar dan pasar murah kembali akan diaktifkan di berbagai titik strategis sehingga diharapkan menjadi instrumen efektif untuk mengintervensi harga jika terjadi tren kenaikan yang signifikan. “Koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci, di mana Pemkot menggandeng BUMN, BUMD, serta para distributor besar. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan rantai pasok dari produsen ke konsumen tetap berjalan tanpa hambatan, “paparnya. Bambang berharap melalui sinergi yang solid, pengendalian inflasi dapat terjaga secara berkelanjutan masyarakat Kota Metro dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dikhawatirkan oleh urusan kebutuhan pokok. “Mudah-mudahan kerja TPID hari ini benar-benar menghasilkan sesuatu yang dapat mengendalikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri,” harap Wali Kota menutup arahannya. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, memberikan pemaparan terkait kondisi makro ekonomi, dimana capaian inflasi Kota Metro yang menunjukkan tren positif dibanding daerah lain. Achmad menjelaskan bahwa inflasi di Kota Metro berada di angka 2,09 persen, lebih rendah dibandingkan Bandar Lampung yang mencapai 2,44 persen. Hal ini mencerminkan pengelolaan ekonomi di Metro berjalan cukup baik sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data BI, emas perhiasan menjadi komoditas yang paling sering muncul dalam indeks inflasi selama delapan bulan di tahun 2025 yang diikuti oleh cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan cabai merah yang berfluktuasi antara 4 hingga 6 kali setahun. Menariknya, Achmad mencatat adanya peningkatan frekuensi pada komoditas mobil yang menunjukkan kenaikan indeks kesejahteraan masyarakat. “Ini menunjukkan indeks kesejahteraan Kota Metro meningkat,” paparnya singkat. Namun, ia juga memberikan catatan khusus pada komoditas hortikultura yang sering menjadi langganan pemicu inflasi saat hari besar yaitu Terkait produksi bawang merah dan cabai besar secara provinsi dilaporkan mengalami penurunan luas lahan. Sebagai solusi, BI mengapresiasi inovasi smart farming yang mulai diterapkan di Kota Metro untuk meningkatkan produktivitas lahan terbatas. “Pilot project yang awalnya hanya satu hektar, kini telah berkembang menjadi dua hektar lahan produktif, ” tuturnya. Achmad berharap ke depannya produktivitas cabai dan bawang merah semakin meningkat melalui sentuhan teknologi yang dianggap sebagai langkah jangka panjang untuk memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah. Terkait kondisi awal tahun, Achmad memaparkan bahwa Metro mengalami deflasi sebesar 0,34 persen pada Januari. Fenomena ini unik karena berkaitan erat dengan status Kota Metro sebagai kota pelajar. “Kondisi Kota Metro itu miniaturnya Jogja. Pada saat Januari, mahasiswa pada mudik sehingga tekanan terhadap komoditas makanan relatif berkurang,” jelas Achmad mengenai penyebab deflasi tersebut. Berbeda dengan daerah produsen seperti Mesuji dan Lampung Timur, tekanan inflasi di sana berkurang karena sedang musim panen. Kondisi ini membantu menjaga stabilitas harga pangan di wilayah sekitarnya. Menghadapi Ramadan, BI menyarankan penerapan strategi 4K yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif kepada masyarakat diperlukan agar tidak terjadi aksi borong atau panic buying. Achmad juga memberikan evaluasi terkait pelaksanaan pasar murah yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurut analisanya, efektivitas pasar murah sangat bergantung pada lokasi pelaksanaannya. “Alangkah efektifnya apabila operasi pasar itu langsung dipusatkan di pasar-pasar dibandingkan di wilayah lainnya seperti kantor kecamatan,” saran Achmad secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa operasi pasar di lokasi yang jauh dari pusat perdagangan membutuhkan waktu lebih lama untuk menstabilkan harga pasar secara umum. Adanya intervensi langsung di titik pasar, diharapkan dampak kestabilan harga dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh masyarakat. (Yl/Sr)
Pemkot Metro Apresiasi Komitmen PT Maybank Indonesia Finance dalam Mendukung Program Sosial melalui Baznas
Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengapresiasi komitmen dan kepedulian PT Maybank Indonesia Finance bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Apresiasi tersebut disampaikan Walikota Metro Bambang Iman Santoso, saat menghadiri penyerahan bantuan CSR berupa sumur bor yang disalurkan melalui Baznas RI dan diperuntukkan bagi RA TPQ Baitul Qur’an, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro. “Alhamdulillah, hari ini kita menghadiri penyerahan CSR dari PT Maybank Indonesia Finance melalui Baznas RI. Kota Metro mendapatkan bantuan berupa sumur bor yang telah diserahkan dan sudah dapat digunakan,” ujar Bambang. Menurut Bambang, Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dana zakat dan program sosial seperti bedah rumah, bantuan UMKM, serta program kesejahteraan lainnya. “Baznas memiliki otoritas sendiri dalam menjalankan programnya. Dana yang disalurkan tidak hanya berasal dari muzaki di Kota Metro, tetapi juga dari Baznas RI. Semua itu tentunya untuk masyarakat,” katanya. Walikota juga mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para pengusaha di Kota Metro untuk mempercayakan penyaluran zakat dan infak melalui Baznas. “Baznas adalah lembaga yang amanah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan zakat ini bukan hanya tanggung jawab dunia, tetapi juga akhirat,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Metro, Joko Suroso, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Wali Kota Metro terhadap program-program Baznas. “Pak Walikota selalu hadir dalam setiap kegiatan kami jika tidak ada agenda luar kota. Bahkan Baznas Kota Metro dipinjamkan satu unit mobil plat merah selama lima tahun sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah,” ujarnya. Joko menjelaskan, dalam periode kemarin Baznas Kota Metro telah menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya bantuan tunai sebesar Rp40 juta lebih untuk TK Khodijah di Mulyojati yang terdampak kebakaran. Selain itu, terdapat program ternak bergulir kambing bagi 10 kepala keluarga, masing-masing menerima dua ekor kambing senilai Rp2.000.000,- per keluarga. Baznas juga memberikan bantuan modal bergulir sebesar Rp. 2.000.000,- kepada 20 pelaku UMKM. “Untuk program bedah rumah, kami memberikan bantuan senilai Rp.30.000.000 kepada Bapak Rudi Anto. Kami juga mengajak pemerintah kelurahan dan masyarakat untuk bergotong royong agar rumah tersebut segera terwujud,” jelasnya. Di waktu yang sama, Branch Manager Maybank Indonesia Finance Cabang Lampung, Okta, mengatakan program CSR ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan yang saat ini dilaksanakan di delapan provinsi, termasuk Lampung. “Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan seremoni CSR di Kota Metro. Ke depan, diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta berkolaborasi dengan Baznas dan pemerintah daerah,” ungkapnya. Ia menambahkan, bantuan sumur air bersih di Metro merupakan bagian dari program sosial yang akan terus berlanjut ke kota-kota lain. “Harapannya program ini berkelanjutan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Bsr/Sr)
Pemkot Metro dan Kodim 0411/KM Bersinergi dengan Gerakan Korve, Jaga Kebersihan Lingkungan
METRO –Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama Kodim 0411/KM menggelar Gerakan Bersih-Bersih Serentak (korve) yang dipusatkan di fasilitas umum. Kali ini, kegiatan dilaksanakan bersama Kodim 0411/KM di Terminal Mulyojati 16C. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia serta arahan Gubernur Lampung dalam menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas publik. Dimana kegiatan ini diawali dengan apel besar yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, serta diikuti jajaran Forkopimda, personel TNI, ASN, camat, lurah, dan masyarakat, Rabu (11/02/2026). Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar kegiatan insidental atau ceremonial. “Saya instruksikan kepada seluruh jajaran perangkat daerah, camat, hingga lurah untuk memastikan gerakan korve ini tidak berhenti hari ini saja. Jadikan ini agenda rutin minimal satu kali dalam seminggu. Kita harus menjemput bola, jangan menunggu lingkungan kotor baru bergerak,” tegas Bambang Iman Santoso di hadapan peserta apel. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan menjaga wajah kota. Keterlibatan TNI, kata dia, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan. “Sinergi lintas elemen, terutama dukungan penuh dari personel Kodim 0411/KM, adalah kunci. Saya minta seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dan pelajar, ikut terlibat aktif dalam menjaga estetika dan kesehatan lingkungan kita, budayakan dalam diri budaya malu membuang sampah sembarangan” ujarnya. Personel Kodim 0411/KM bersama ASN dan warga terlihat bahu-membahu membersihkan sejumlah titik strategis, mulai dari saluran drainase, bahu jalan, dan lingkungan di sekitar terminal, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pemkot Metro berharap gerakan serentak tersebut dapat mendukung terwujudnya Kota Metro yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) seperti program Presiden serta menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan gerakan berkelanjutan, pemerintah optimistis kualitas lingkungan hidup di Kota Metro akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta kenyamanan masyarakat. (Bsr/Sr)
Forum Silaturahmi Kamtibmas, Pemkot dan Polres Metro Perkuat Sinergi Keamanan Berbasis Masyarakat
Pemerintah Kota Metro bersama Polres Metro menggelar Forum Silaturahmi Kamtibmas di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Metro, Selasa (10/02/2026). Forum tersebut dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Wakapolres Metro Kompol Agung Ferdika, jajaran Forkopimda, Ketua Pokdar Kamtibmas Kota Metro, camat dan lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Satkamling se-Kota Metro. Wakapolres Metro, Kompol Agung Ferdika menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata produk hukum maupun tanggung jawab Polri, melainkan hasil dari partisipasi aktif masyarakat dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Meskipun situasi kamtibmas di Kota Metro relatif stabil namun tetap dinamis, tetapi berdasarkan data terlihat tindak pidana pada tahun 2024 terdapat 720 kasus, baik konvensional maupun transnasional. “Pada tahun 2025, angka tersebut meningkat menjadi 753 kasus. Dengan demikian, artinya terdapat kenaikan sekitar 33 kasus yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak, ” ungkapnya. Peningkatan yang terjadi, menurutnya harus disikapi dengan langkah pencegahan yang lebih terukur dan kolaboratif, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta regulasi terkait Pengamanan Swakarsa. “Dalam regulasi tersebut, Satkamling dan Pokdarkamtibmas memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis masyarakat, “terangnya. Kompol Agung, menekankan bahwa Polri menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pemeliharaan harkamtibmas yaitu dalam keamanan dan ketertiban, dimana dua aspek tersebut saling mendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman dan tenteram. Data menunjukkan, dari 208 Satkamling yang ada di Kota Metro, baru 55 yang aktif sehingga kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan masyarakat. Di sisi lain, potensi kriminalitas seperti pencurian, pencurian kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkotika, judi online, hingga ancaman terorisme memerlukan kewaspadaan sejak tingkat RT dan RW. “Melalui revitalisasi ini, kita mengaktifkan kembali Satkamling sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban lainnya,” tegasnya. Revitalisasi Satkamling dan Pokdarkamtibmas periode 2025–2026 disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat keamanan berbasis masyarakat sebagai benteng pertama menjaga stabilitas wilayah. Upaya tersebut juga selaras dengan konsep Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan prediktif dalam sistem perpolisian modern. “Satkamling diharapkan mampu mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini dan mencegah kejahatan sebelum terjadi,” tambah Kompol Agung. Selain deteksi dini, penguatan pengamanan swakarsa dilakukan dengan mendorong partisipasi aktif warga melalui pengaktifan ronda malam secara rutin dan berkesinambungan. Untuk itu bersama Pemerintah Kota Metro, Polres Metro berencana melaksanakan Safari Kamtibmas dengan mengunjungi seluruh pos ronda di 22 kelurahan se-Kota Metro yang akan melibatkan unsur Forkopimda dan dijadwalkan secara terkoordinasi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Idul fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Wakapolres juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi Tiga Pilar, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah, sebagai ujung tombak keamanan di tingkat kelurahan. Bhabinkamtibmas diharapkan menjadi jembatan informasi yang efektif antara masyarakat dan kepolisian, serta mengedepankan pendekatan humanis dan problem solving dalam penyelesaian persoalan sosial. Selain itu, ia juga menyampaikan tujuh poin penting kepada jajaran Tiga Pilar yaitu Pokdarkamtibmas, dan Satkamling, antara lain mengaktifkan kembali pos ronda dengan patroli rutin berbasis buddy system, memperkuat sinergitas, melakukan deteksi dini dan respons cepat, serta menolak aksi main hakim sendiri. Kompol Agung, juga meminta seluruh elemen diminta menjadi cooling system di tengah masyarakat dengan meredam hoaks dan konflik sosial, serta mengutamakan koordinasi atas setiap temuan yang mencurigakan. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan merupakan ruang strategis untuk mempererat komunikasi, memperkuat sinergi, serta menyamakan persepsi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif. Bambang juga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah. “Tanpa adanya rasa aman, maka roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan secara optimal, ” ungkapnya. Oleh karena itu, upaya menjaga kamtibmas harus dilakukan secara berkelanjutan, terencana, dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. “Saya percaya bahwa melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah sejak dini. Budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta komunikasi yang baik antarwarga harus terus kita hidupkan sebagai jati diri masyarakat Kota Metro, “ujarnya. Lebih lanjut, bambang mengungkapkan bahwa Forum Silaturahmi Kamtibmas ini juga menjadi sarana yang tepat untuk saling bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. “Saya berharap forum ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dengan diskusi yang konstruktif, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan bersama, “kata Bambang. Wali Kota Metro juga turut mengingatkan kembali pernyataan Wakapolres Metro mengenai pentingnya peningkatan kewaspadaan menjelang bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, mengingat periode tersebut biasanya dibarengi dengan peningkatan potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh faktor tekanan ekonomi serta tingginya kebutuhan masyarakat. “Dan kami betul-betul kepingin di Kota Metro ini yang sudah dikenal sebagai kota yang nyaman dan aman, dapat melakukan Safari Kamtibmas bersama seluruh Forkopimda yang ada untuk terus saling mengingatkan dan menjalankan dengan seluruh perangkat yang ada,” pintanya. Sebagai Wali Kota Metro, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya dibebankan kepada petugas struktural seperti aparat keamanan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Linmas, melainkan juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing. “Saya yakin, dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, Kota Metro akan senantiasa menjadi kota yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Yl/Sr)
Wali Kota Metro Berpesan ke 276 Calon Jamaah Haji, Pentingnya Manasik untuk Persiapan Mental dan Fisik Jamaah
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso secara resmi buka kegiatan manasik haji yang terintegritas tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 2026. Acara yang berlangsung di Masjid Agung Taqwa Kota Metro diikuti sebanyak 276 calon jamaah haji, Selasa (10/02/2026). Selaku leading sektor, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Metro mengatakan, pelaksanaan manasik haji bertujuan untuk memberikan pembekalan penget tahuan, pemahaman tata cara ibadah haji, serta kesiapan fisik dan mental bagi para jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Metro, Raisan Sudiatama, menjelaskan bahwa manasik haji tahun 2026 dilaksanakan dalam dua zona. “Pelaksanaan manasik haji tahun ini diikuti oleh 276 jemaah dan dibagi dalam dua zona, yaitu Zona 1 yang berlokasi di Masjid Al-Anwar dan Zona 2 di Masjid Al-Hidayah,” ujar Raisan. Raisan juga merinci jumlah jemaah berdasarkan wilayah kecamatan di Kota Metro. Ia menyebutkan bahwa Kecamatan Metro Pusat berjumlah 122 jemaah, Kecamatan Metro Utara 30 jemaah, Kecamatan Metro Barat 55 jemaah, dan Kecamatan Metro Selatan sebanyak 20 jemaah. Selain berdasarkan wilayah, Raisan menambahkan bahwa jumlah jemaah juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin. “Jumlah jemaah laki-laki sebanyak 125 orang dan perempuan sebanyak 151 orang,” jelasnya. Pada kesempatan ini juga, Raisan menambahkan bahwa manasik tingkat kota dilaksanakan selama satu hari, sementara manasik tingkat kecamatan berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 14 Februari 2026. “Selama pelaksanaan manasik haji juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh jemaah calon haji. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah agar siap secara fisik dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup panjang dan menguras tenaga,” paparnya. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa materi manasik haji merupakan bekal yang sangat penting bagi para jemaah. “Tentunya apa yang akan disampaikan nanti menjadi bekal dan sangat berguna bagi jemaah haji, karena keberangkatan ibadah haji ini bukan seperti ibadah biasa,” ujar Bambang. Dimana orang nomor satu di Kota Metro ini juga menegaskan bahwa, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki proses pelaksanaan cukup berat dan memerlukan persiapan matang. “Oleh karena itu, melalui kegiatan manasik haji ini, diharapkan para jemaah dapat memahami seluruh rangkaian ibadah dengan baik, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji secara sempurna dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ucap Bambang .(Tm/Yd/Sr)
Pemkot Metro Raih Penghargaan Kualitas Tinggi Ombudsman
Pemerintah Kota Metro kembali menorehkan capaian positif di bidang pelayanan publik. Dalam penilaian Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2025, Pemerintah Kota Metro berhasil meraih opini kualitas tinggi dengan nilai akhir 84,43 dengan kategori kualitas pelayanan baik. Capaian tersebut ditandai dengan penerima penghargaan terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025, pada periode observasi September- November 2025. Penghargaan diterima oleh Walikota Metro yang terwakili oleh Wakil Walikota Metro Rafieq Adi Pradana di Gedung Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, pada Senin (9/2/2026). Tiga OPD di lingkungan Pemerintah Kota Metro yang berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A. Yani, Dinas Sosial Kota Metro, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Selain Pemerintah Kota Metro terdapat 6 Pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung berhasil meraih opini kualitas tinggi, diantaranya Pemerintah Kota Metro dengan nilai tertinggi 84,43 kemudian disusul dengan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan nilai 84,09. Pemerintah kabupaten Mesuji dengan nilai 82,97. Pemerintah kabupaten Lampung Tengah dengan nilai 81,10. Pemerintah kabupaten Lampung Selatan dengan nilai 80,51. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan nilai 80,21. Usai menyerahkan penghargaan, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa patut disyukuri Kabupaten/Kota yang mendapat penghargaan, namun belum menjadi tujuan akhir. “Ini baru 7 kabupaten/kota yang berhasil meraih opini kualitas tinggi sementara daerah lain masih perlu didorong dan dikawal bersama. Ini juga bukan garis akhir justru ini harus menjadi standar minimal pelayanan publik di provinsi Lampung. Penghargaan ini harus menjadi kebiasaan kerja bukan sekedar prestasi sesaat,” ujar Jihan. Pada kesempatan ini, Jihan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung bersama Ombudsman RI, akan terus memfasilitasi dan mengawal kabupaten/kota yang belum memperoleh hasil optimal, terutama dalam penentuan instrumen penilaian pelayanan publik yang masih belum lengkap di beberapa daerah. Menurutnya, penilaian Ombudsman bukan hanya laporan kinerja, melainkan cerminan sejauh mana pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanan publik saat ini juga harus dilakukan dengan prinsip cepat, dekat, transparan dan manusiawi. “Pelayanan publik hari ini tidak bisa lagi lambat dan berbelit. Masyarakat ingin dilayani dengan jelas ramah dan pasti. Di era keterbukaan informasi semua bisa diawasi baik oleh ombudsman maupun oleh publik,” ungkapnya. Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya integritas sebagai pondasi Pembangunan Daerah. Tanpa integritas program sebesar apapun tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menekankan perbaikan tata kelola dan kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama, melalui percepatan digitalisasi, inovasi berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas aparatur. Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah menjadi pelayanan publik sebagai budaya kerja, bukan sekedar kewajiban administratif. “Jangan berhenti setelah menerima penghargaan lalu kembali ke pola lama. Jadilah capaian ini sebagai standar kerja dan terus lakukan perbaikan,” tegasnya. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, saat di mintai tanggapan terkait penghargaan ini mengatakan, rasa syukur atas pencapaian yang ada. Ia juga mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, cepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Sementara itu dilokasi berbeda, Wakil Walikot Metro menyampaikan harapannya, agar capaian Kota Metro dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada penilaian tahun 2026. “Meski mendapat penghargaan ini, mari kita jangan merasa cepat puas. Dengan ini juga saya minta semua OPD untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkap Rafiq. (Sr)
Wali Kota Metro Pimpin Gerakan Bersih-Bersih Serentak (Korve) Kota Metro
Pemerintah Kota Metro menggelar Gerakan Bersih-Bersih Serentak (Korve) sebagai upaya nyata menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan di seluruh wilayah Kota Metro. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Metro dan diikuti oleh jajaran pemerintah serta berbagai unsur masyarakat. Pembukaan kegiatan berlangsung dengan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, Anggota Forkopimda Kota Metro, Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian Setda Kota Metro, Camat Metro Pusat, serta Lurah se-Kecamatan Metro Pusat. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa Gerakan Bersih-Bersih Serentak (Korve) merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden serta arahan Gubernur Lampung yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Bamnbang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah bersama untuk mewujudkan Indonesia, Provinsi Lampung, dan khususnya Kota Metro yang ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Menurutnya, korve tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Lebih lanjut, Wali Kota Metro berharap adanya partisipasi aktif dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat umum di lingkungan tempat tinggal, pelaku usaha melalui dukungan kebersihan di area usahanya, pelajar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan, hingga pemerintah yang berperan dalam koordinasi, pembinaan, dan fasilitasi kegiatan. “Sinergi lintas elemen ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Wali Kota Metro. Pelaksanaan kerja bakti bersama (korve) direncanakan dilakukan minimal satu kali dalam seminggu sebagai kegiatan rutin. Penentuan waktu dan lokasi pelaksanaan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah agar kegiatan dapat berjalan secara efektif. Melalui Gerakan Bersih-Bersih Serentak ini, Pemerintah Kota Metro berharap kegiatan korve dapat menjadi budaya bersama yang konsisten dilakukan, bukan hanya bersifat sesaa. Sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, sehat, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Kota Metro. (Md/Sr)