0 Comments

Kota Metro Bergerak Cepat Mewujudkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo pimpin Rapat Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Metro sebagai bentuk tindaklanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Prabowo Subianto Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditandatangani pada tanggal 27 Maret 2025. Dalam paparanya, Bangkit menjelaskan bahwa di dalam Inpres tersebut, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kepala daerah untuk dibentuknya 80.000 koperasi desa/kelurahan sebagai langkah strategis, terpadu, terintegrasi, dan terkoordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna melakukan optimalisasi dan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) adalah bagian dari Asta Cita dan upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan dan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya, di OR Setda Kota Metro, Rabu (30/04/2025). Bangkit mengingatkan seluruh camat dan lurah yang hadir bahwa sebelum program diluncurkan pada 12 Juli 2025, mengharuskan setiap desa dan kelurahan untuk mendaftar terlebih dahulu melalui situs resmi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yaitu https://kopdesmerahputih.kop.id/. Sekertaris Daerah Kota Metro tersebut, juga menerangkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih merupakan lembaga ekonomi yang mempunyai payung hukum dan beranggotakan masyarakat desa untuk memperkuat perekonomian lokal sehingga lembaga ini diwajibkan memiliki unit usaha seperti klinik, apotek, pengadaan sembako, dan lain sebagainya. “Pendirian koperasi dilakukan secara Legalitas yang nanti akan disahkan oleh notaris yang punya komitmen untuk membantu masyarakat dan koordinasi dengan Pemkot, dengan anggaran yang disediakan tidak lebih dari 2,5 juta dan punya sertifikat dari kementerian, ” Jelasnya. Sementara itu, Staf Analisis Dinas Koperasi, UMK, UM dan Perindustrian Kota Metro, Dalianto saputra,SE memaparkan bahwa program percepatan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas lokal. Langkah ini merujuk pada sejumlah regulasi penting, seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan, serta Surat Edaran dan surat dukungan dari Kementerian Koperasi. “Koperasi Kelurahan Merah Putih merupakan koperasi yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasar azas kekeluargaan yang berdomisili di Desa/Kelurahan yang sama dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk, “tuturnya. Program tersebut dijalankan dengan mengunakan tiga pendekatan utama yaitu pendirian koperasi baru, pengembangan koperasi aktif, dan revitalisasi koperasi yang tidak aktif. “Untuk sumber modal koperasi berasal dari APBN, APBD, APBDes, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada, ” ungkapnya. Tak hanya itu, Pengelola koperasi juga nantinya akan ditetapkan dalam Musyawarah Desa Khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha yang dikembangkan meliputi gerai sembako, apotek murah, klinik kelurahan, unit simpan pinjam, gudang logistik, hingga usaha lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. “Time Line Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025, pembentukannya akan dimulai April sampai Mei 2025 sebelum dilakukan launching 70 ribu Kopdes Merah Putih pada 12 juli 2025 pada Puncak Hari Koperasi Nasional, ” jelas Dalianto saat pemaparan. Kemudian dilanjutkan dengan masa pengembangan pada bulan Agustus sampai oktober 2025 dengan melakukan Pendampingan Usaha dan SDM, Proses Bisnis, Akses Pembiayaan, Tata Kelola Kelembagaan dan Jaringan Usaha. “Sementara monitoring dan evaluasi akan kita, laksanakan pada bulan November hingga Desember 2025,”tambahnya. (Yl/Sr)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Hadiri Rapat Koordinasi Provinsi Lampung, Bahas Langkah Darurat Menghadapi Banjir

Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana, menghadiri rapat koordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam rangka membentuk satuan tugas (satgas) mitigasi dan pengendalian banjir. Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 30 April 2025, dan bertempat di ruang rapat utama Gubernur Lampung. Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah darurat menghadapi bencana hidrometeorologi yang akhir-akhir ini melanda wilayah Lampung. Selain Wakil Wali Kota Metro, rapat juga diikuti oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur, dan Sekda Lampung Selatan. Instansi vertikal seperti Danrem, Kepolisian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga turut hadir mendukung upaya kolaborasi ini. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menangani banjir secara menyeluruh. “Kita akan melakukan kolaborasi bersama pemerintah kota, Lampung Selatan, Pesawaran, instansi vertikal, Danrem, Kepolisian, BBWS, BPJN, dan lainnya,” ujar Gubernur Mirza. Ia menyampaikan bahwa hasil rapat menyepakati pembentukan Satgas Mitigasi dan Pengendalian Bencana yang akan mulai aktif pada Senin, 5 Mei 2025.Tugas utama satgas ini mencakup pengerukan saluran air yang mengalami penyempitan agar kembali ke ukuran semula. Selain itu, dilakukan reboisasi di tiga bukit bekas tambang ilegal di Kota Bandar Lampung untuk mengurangi risiko banjir dari wilayah hulu. Gubernur Mirza menekankan bahwa banjir yang terjadi bukan hanya karena kesalahan pemerintah atau masyarakat, melainkan kesalahan kolektif yang harus diselesaikan bersama.Dalam rapat tersebut juga ditemukan titik-titik penyebab banjir di berbagai wilayah. Mirza meminta Wali Kota Bandar Lampung untuk segera menertibkan saluran air yang semula selebar dua meter namun kini menyempit menjadi hanya 30 cm. Ia juga meminta warga yang tinggal di sekitar saluran air untuk segera dipindahkan melalui pendekatan sosialisasi. Gubernur mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung yang telah bekerja keras mengatasi persoalan banjir di wilayahnya. Tak hanya itu ia juga menyoroti kondisi di Pringsewu dan Lampung Selatan, di mana terdapat sejumlah tanggul yang jebol. “Tercatat sebanyak 29 tanggul jebol di Lampung Selatan yang memperburuk dampak banjir di wilayah tersebut. Sementara di Pesawaran, ditemukan adanya penggundulan hutan yang menyebabkan daerah tersebut menjadi rentan banjir,” ungkapnya. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban bangunan liar di atas saluran air sejak beberapa bulan lalu. Serta telah dilakukan penertiban itu kini memiliki dukungan penuh dari pemerintah provinsi, sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaannya. “Penertiban sudah kita lakukan dari sebulan lalu dan InsyaAllah kalau Pak Gubernur sudah menginstruksikan, walaupun ada warga yang agak keras nanti camat akan turun kembali,” ujarnya. Eva menyebutkan bahwa terdapat sekitar 400 bangunan liar di atas aliran air dan sebanyak 30 di antaranya telah ditertibkan. Ia juga mengatakan bahwa setelah penertiban, drainase diperbaiki dan dirapikan agar dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. (Yd/Sr).

0 Comments

Audiensi Pemkot Metro Bersama PDPM Kota Metro Bahas Peningkatan Mutu Akademik dan Pengolahan Sampah

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menerima audiensi dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Metro. Audiensi tersebut berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif di kantor Wali Kota Metro, Selasa (29/04/2025) Pertemuan ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Metro beserta jajaran sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran strategis pemuda dalam pembangunan. Ketua PDPM Kota Metro, Joni Wuryanto, dalam pertemuan menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. “Pemuda Muhammadiyah merupakan generasi penerus semangat kebangsaan Muhammadiyah. Kami siap mendorong, mendukung, dan mengawal semua program kerja Pemerintah Kota Metro dalam bingkai nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan,” katanya. Joni juga menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak sekadar hadir sebagai pengamat, melainkan sebagai aktor perubahan yang siap berkontribusi nyata di berbagai sektor pembangunan, termasuk pendidikan. “Kami mendorong agar Pemerintah Kota Metro lebih fokus pada peningkatan mutu akademik, penguatan karakter, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang ramah, adil, dan beradab,” ujarnya. Selain pendidikan, PDPM juga menyoroti dan mengapresiasi isu lingkungan hidup, terutama pengelolaan sampah sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan dan langkah cepat Pemerintah Kota Metro dalam merespons persoalan tersebut.PDPM menilai pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Metro merupakan langkah maju, terlebih Kota Metro menjadi lokasi prioritas kedua secara nasional setelah Kota Padang. “Audiensi kami diakhiri dengan kesepahaman bahwa pembangunan Kota Metro tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah semata. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, terutama kekuatan pemuda seperti Pemuda Muhammadiyah, menjadi syarat mutlak untuk menciptakan perubahan yang nyata,” jelas Joni. PDPM Kota Metro berkomitmen tidak hanya mendukung, tetapi juga terlibat aktif dalam mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kota Metro. “Kami percaya, dengan semangat kolaborasi yang kuat, Metro akan menjadi kota yang maju, ramah, beradab, dan menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, Dr. Rafieq menyampaikan penghargaan kepada Pemuda Muhammadiyah yang aktif menjalin komunikasi dan turut mengambil bagian dalam pembangunan daerah dimana kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan Metro yang berkemajuan. “Pemerintah Kota Metro menyambut baik audiensi ini. Kami membutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Rafieq. Ia menambahkan bahwa pelibatan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan adalah hal penting untuk menciptakan hasil yang berdaya guna dan berkeadilan sebagai kekuatan sosial yang solid dan progresif, serta menjadi mitra penting pemerintah. Tak hanya itu saja, Rafieq juga mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Metro tengah memperkuat regulasi terkait penerimaan siswa baru di sekolah, guna menjaga integritas sistem pendidikan dan mewujudkan visi Metro sebagai kota cerdas. “Pemuda Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis sekaligus motor penggerak perubahan sosial, politik, dan ekonomi, termasuk pendidikan di Kota Metro,” ungkap Rafieq. Rafieq juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membuka dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan pendidikan, termasuk kepala sekolah negeri dan swasta. “Saya berharap kita bisa duduk bersama untuk membahas isu pendidikan secara mendalam. Ini penting karena pendidikan adalah fondasi utama dalam mewujudkan Metro sebagai kota yang beradab,” ujarnya. Sebagai Wakil Wali Kota, Rafieq juga menjelaskan bahwa Kota Metro saat ini menjadi salah satu kandidat kuat untuk lokasi pembangunan TPST berdasarkan kunjungan dan survei dari Tim BPPN sampah (Bank Pengolahan Sampah Non-Organik). “Berdasarkan audiensi dan hasil survei Tim BPPN kemarin, Kota Metro dinilai layak menjadi lokasi sistem pengelolaan sampah di mana sampah non-organik yang memiliki nilai ekonomis yang dikumpulkan, dipilah, dan ditabung seperti di bank,” katanya. Dirinya berharap pembangunan TPST dapat dilakukan di Karangrejo sebagai tempat pemilahan sampah otomatis yang menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti paving block, atap, bata, pupuk kompos, hingga biji plastik, sebagaimana telah diterapkan di daerah Banyumas. (Yd/Sr).

0 Comments

Pemkot Metro dan Pedagang Kaki Lima Bersinergi untuk Penataan Kawasan Masjid Taqwa

Pemerintah Kota Metro mengadakan rapat koordinasi dengan para perwakilan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar kawasan Masjid Taqwa. Rapat yang digelar di Ruang Kerja Wakil Walikota ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Kepala BPPRD, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Bagian Hukum, Dinas UMKM, serta perwakilan dari pedagang kaki lima (PKL) Metro, (29/04/2025). Dalam sambutannya, Wakil Walikota Metro Rafieq Adi Pradana, menekankan pentingnya menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan kawasan Masjid Taqwa, yang merupakan ikon kota sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Metro. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak bermaksud melarang aktivitas perdagangan, melainkan mengupayakan penataan yang lebih baik, agar area tersebut tetap nyaman bagi semua pihak, baik jamaah masjid maupun pengunjung kota. “Masjid Taqwa adalah simbol Kota Metro. Karena itu, kita perlu menjaga suasana di sekitarnya tetap bersih, tertib, dan indah. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat umum. Pemerintah mendukung kegiatan ekonomi para pedagang, namun perlu pengaturan yang seimbang,” ujar Rafieq. Dalam rapat tersebut, beberapa agenda utama yang dibahas meliputi, Penataan lokasi berdagang agar tidak mengganggu akses pejalan kaki dan kendaraan. Penyesuaian jam operasional pedagang, terutama saat hari besar keagamaan atau acara khusus di Masjid Taqwa. Para perwakilan pedagang yang hadir dalam rapat tersebut mengapresiasi langkah pemerintah yang mengutamakan dialog. Mereka juga menyampaikan aspirasi, antara lain permohonan agar disediakan zona khusus berjualan yang tidak mengganggu aktivitas masjid, serta dukungan dalam bentuk pelatihan kebersihan lingkungan. Salah satu perwakilan pedagang mengatakan dukungannya atas upaya pemerintah untuk menata kawasan ini. “Namun kami berharap, dalam penataan nanti, kami tetap diberikan tempat yang strategis untuk berjualan dan tetap bisa mencari nafkah,” ungkapnya. Menanggapi masukan dari para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Elmanani, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan survei lapangan untuk menentukan zona-zona berjualan yang lebih teratur, serta mengkaji kemungkinan pembangunan area khusus PKL di dekat kawasan tersebut tanpa mengganggu aktivitas keagamaan. Rapat ini diakhiri dengan penempatan area perdagangan yang bisa di tempati oleh para pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah Kota Metro menetapkan tempat perdagangan yang dapat di tempati antara lain pada area Samber Park dan Dekranasda Kota Metro. Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Metro berharap bisa mewujudkan keseimbangan antara pengembangan ekonomi masyarakat kecil dengan pelestarian lingkungan kawasan ibadah yang lebih tertib, aman, dan nyaman untuk semua. Serta mewujudkan kota yang nyaman dan aman. (Md/Sr)

0 Comments

Kota Metro Optimis Jaga Stabilitas Ekonomi Masyarakat di Tengah Dinamika Harga Pangan Nasional

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat pemantauan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah, serta perkembangan inflasi dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) di OR Setda Kota Metro, Senin (28/4/2025). Rapat yang dilaksanakan melalui video conference tersebut diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Kota Metro sebagai upaya memperkuat koordinasi dalam melaksanakan langkah konkret pengendalian inflasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya pelaksanaan tugas pengendalian inflasi oleh pemerintah daerah, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan turun langsung ke pasar secara rutin untuk memantau fluktuasi harga di tengah masyarakat. “Informasi yang diperoleh dari lapangan harus dianalisis secara mendalam. Dengan begitu, upaya-upaya pengendalian inflasi yang dilakukan akan tepat sasaran, sehingga stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dapat terus terjaga,” ujar Tomsi. Tomsi juga mengungkapkan bahwa masih banyak daerah yang belum optimal dalam mengendalikan inflasi.Hal tersebut disampaikannya berdasarkan data dari 552 kabupaten/kota di Indonesia, tercatat baru ada 44 pemerintah daerah yang melakukan sidak pasar, 30 daerah mencanangkan gerakan menanam, dan hanya 10 daerah yang melakukan koordinasi dengan daerah penghasil. Ia mengingatkan meskipun angka inflasi nasional sejak September 2023 menunjukkan tren positif, kewaspadaan dan kerja keras dari seluruh pemerintah daerah tetap diperlukan.“Apa yang kita lakukan sejak September 2023 memang sudah menghasilkan angka-angka inflasi yang baik bagi Indonesia. Namun demikian, kita harus tetap menjaga capaian ini dengan bekerja maksimal di daerah masing-masing,” ujarnya. Tomsi meminta seluruh pemerintah daerah untuk rutin turun ke pasar, mengecek perubahan harga, dan segera melaksanakan langkah-langkah konkret pengendalian inflasi.Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, memaparkan bahwa pada minggu keempat bulan April 2025, terdapat 18 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dan 20 provinsi mengalami penurunan IPH dibanding bulan sebelumnya. Pudji menjelaskan, komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di 18 provinsi tersebut adalah bawang merah dan cabai merah yang disusul oleh komoditas lain seperti bawang putih, minyak goreng, beras, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras juga tercatat mengalami kenaikan harga di beberapa daerah. “Komoditas penyumbang utama IPH di wilayah Pulau Sumatera dan Jawa pada minggu keempat April 2025, menunjukkan kenaikan tertinggi di Kabupaten Padang Pariaman sebesar 6,32% dan di Kabupaten Jombang sebesar 1,09%, dengan cabai merah dan bawang merah sebagai penyumbang utama,” jelas Pudji. Lebih lanjut, berdasarkan data SP2KP Kemendagri per 26 April 2025, rata-rata harga bawang merah pada minggu keempat April 2025 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional dengan kenaikan sebesar 8,09% dibandingkan bulan Maret 2025. “Bawang merah mengalami kenaikan harga di sekitar 78,89% wilayah Indonesia, dengan harga tertinggi mencapai Rp100.000 per kilogram, terutama di daerah-daerah seperti Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang,” ungkapnya. Kenaikan tertinggi juga terjadi pada cabai merah M4 April 2025 secara nasional dengan rata-rata berada di atas rentang Harga Acuan Penjualan (HAP) naik 5,04% dibanding Maret 2025 dan kenaikan berdasarkan kabupaten sebesar 61,67% wilayah di Indonesia. “Catatan M4 April 2025 Harga Tertinggi Rp.172.500 dan Harga Terendah Rp.20.923. Kabupaten/Kota dengan Harga Tertinggi terjadi di Kab. Mappi (Rp.172.500), Kab. Puncak Jaya (Rp.130.000), Kab. Kepulauan Aru (Rp.126.153), paparnya. Menyikapi arahan yang disampaikan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Metro, Yerri Ehwan, menegaskan bahwa TPID Kota Metro harus terus melakukan penguatan meskipun Kota Metro termasuk dalam kabupaten/kota yang mendapat apresiasi oleh Kemendagri karena rutin melakukan sidak dan gerakan menanam. “Melalui kolaborasi dan inovasi daerah, kita memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan distribusi, serta menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal. Ini adalah hal penting yang harus dilakukan bersama-sama,” ujar Yerri. Selain itu, Yerri juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan semua pihak adalah kunci. Selain itu, inovasi dalam sistem distribusi pangan juga harus terus dikembangkan agar pasokan tetap lancar dan harga terkendali di pasar,” tambahnya. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk lebih aktif memantau harga bahan pokok, melakukan intervensi pasar bila diperlukan, serta memastikan seluruh program pengendalian inflasi daerah berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, Yerri optimistis Kota Metro mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga pangan nasional. (Yl/Sr)

0 Comments

Pemerintah Kota Metro Siap Mendukung SPMB, Targetkan Proses Penerimaan Murid Baru yang Lancar dan Tertib

Senin, (28/04/2025) Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Keputusan Walikota Metro tentang Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, dan dihadiri oleh seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD SMP Se-Kota Metro, perwakilan komite sekolah. “Kita menyadari bersama bahwa setiap tahun pelaksanaan penerimaan murid baru menjadi momentum penting dalam menjamin akses pendidikan yang merata, adil, dan transparan bagi seluruh anak-anak Kota Metro. Oleh karena itu, Keputusan Wali Kota mengenai petunjuk teknis ini hadir sebagai pedoman resmi yang wajib kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wakil Wali Kota Metro. Dalam sambutan, Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana menyampaikan rapat koordinasi hari ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperjelas mekanisme, serta memastikan bahwa seluruh pihak memahami secara utuh peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan sistem pendidikan yang akuntabel dan inklusif. “Saya berharap koordinasi ini dapat memperkuat sinergi antara sekolah, dinas pendidikan, serta seluruh elemen pelaksana di lapangan. Mari kita pastikan proses penerimaan murid baru berjalan tanpa hambatan, tanpa diskriminasi, serta mengedepankan prinsip keadilan bagi semua,” ungkapnya. Selanjutnya Rafieq juga menegaskan bahwa Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan juknis terbaru SPMB yang telah ditetapkan melalui Keputusan Walikota Metro. Dalam juknis tersebut, dijabarkan secara rinci mekanisme, jalur penerimaan, jadwal pelaksanaan, serta kriteria seleksi murid baru yang mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan keadilan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Suwandi, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB harus berjalan sesuai aturan yang berlaku dan menjunjung tinggi integritas. “Kami mengharapkan seluruh satuan pendidikan melaksanakan proses penerimaan murid baru secara profesional dan bertanggung jawab, demi memberikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak di Kota Metro,” ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan, serta memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat Kota Metro. (Md/Sr)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro Hadiri Tasyakuran Hari Bakti Permasyarakatan, Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menggelar kegiatan tasyakuran yang berlangsung di Aula Umum Usman Pokok Ratoe, Senin (28/4/2025). Kegiatan ini terhubung secara daring dengan acara puncak yang dipusatkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Acara tasyakuran tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafiq Adi Pradana, serta segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bukti kuatnya dukungan dan sinergitas antara Lapas Metro dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan di Kota Metro. Dalam rangkaian acara, dilakukan juga pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diberikan sebagai wujud nyata kepedulian jajaran Pemasyarakatan terhadap masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran sosial Pemasyarakatan di tengah masyarakat. Selain itu, Lapas Metro juga memberikan penghargaan kepada Puskesmas Iringmulyo atas kontribusinya yang luar biasa dalam mendukung pelayanan kesehatan di Lapas Metro. Melalui sambutan yang disampaikan secara daring, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengajak seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk melakukan refleksi mendalam atas tugas dan fungsi yang telah dijalankan selama ini. “Apa yang sudah kita capai? Apa yang belum? Dan lebih penting lagi, apa yang bisa kita lakukan bersama untuk menjadikan Pemasyarakatan sebagai bagian integral dari pembangunan hukum nasional? Refleksi ini harus melahirkan aksi. Bukan hanya evaluasi di atas kertas, tapi langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan warga binaan,” tegas Agus. Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa salah satu program strategis yang menjadi fokus utama jajaran Pemasyarakatan adalah ketahanan pangan berbasis kegiatan pembinaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma pembinaan warga binaan, dari sekadar objek pembinaan menjadi subjek aktif pembangunan. “Di balik tembok-tembok Lembaga Pemasyarakatan, kita punya potensi besar tenaga kerja yang bisa dilatih dan lahan yang bisa digarap. Kita ingin menjadikan Pemasyarakatan sebagai centre of excellence dalam produksi pangan. Kita ingin mengubah Lembaga Pemasyarakatan menjadi sentra produksi pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Inilah wajah baru Pemasyarakatan, bukan hanya mengurung, tapi membangun! Bukan hanya mengekang, tapi memberdayakan,” lanjut Agus. Menanggapi arahan Menteri, Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti semua arahan tersebut di lingkungan Lapas Metro. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan mendukung kelancaran acara ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan dari Pemerintah Kota Metro, Forkopimda, serta seluruh stakeholder yang telah hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan ini. Dukungan dan sinergi seperti inilah yang membuat kami di Lapas Metro semakin semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi pembinaan kepada warga binaan, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tunggul dalam keterangannya. Tunggul menegaskan bahwa momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ini akan dijadikan sebagai titik untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi, khususnya dalam pembinaan warga binaan agar mampu kembali menjadi bagian produktif dari masyarakat setelah masa pidana mereka berakhir.(Yd/Sr).

0 Comments

STQ Kota Metro 2025 Dimulai, Walikota : Bila Kota Metro Juara Umum Pertama, Seluruh Peserta Berangkat Umroh Tanpa APBD

Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, secara resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kota Metro Tahun 2025 di Aidia Grande Hotel, Minggu (27/4/2025). Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur atas kesempatan dapat melaksanakan STQ sebagai bagian dari persiapan menuju MTQ ke-52 Provinsi Lampung tahun ini. “Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan nikmat-Nya sehingga kita bisa hadir dalam keadaan sehat wal’afiat,” ucap Bambang. Ia juga mengajak seluruh peserta dan hadirin untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an melalui kegiatan tilawah, tahfidz, dan pemahaman isi kandungannya. Menurut Bambang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat Metro yang berakhlakul karimah. “LPTQ harus terus meningkatkan kualitas umat, terutama dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” tegasnya. Wali Kota menambahkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan itu, Bambang mengucapkan selamat kepada LPTQ Kota Metro atas prestasinya meraih peringkat kedua dalam MTQ Provinsi Lampung 2024. “Prestasi ini patut dibanggakan. Namun, kita harus berusaha lebih keras agar tahun ini mampu meraih juara umum pertama pada perlombaan MTQ 2025,” katanya. Untuk memotivasi para peserta, Wali Kota Metro menjanjikan hadiah istimewa bagi peraih juara pada MTQ tingkat provinsi tahun ini. “Saya pastikan, bila Kota Metro meraih juara umum pertama pada perlombaan tahun ini, seluruh peserta akan diberangkatkan hadiah umrah tanpa menggunakan dana APBD,” ujar Bambang disambut tepuk tangan meriah. Bambang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh persiapan peserta, termasuk kebutuhan akan pelatih dan fasilitas latihan melalui APBD Perubahan dan menggandeng CSR perusahaan yang ada di Kota Metro. “Kita yakin, anak-anak Metro adalah anak-anak hebat. Mengingat tahun kemarin dengan jumlah peserta yang hanya 30 orang Kota Metro berhasil meraih juara II Tingkat Provinsi Lampung. Insya Allah, tidak ada kesulitan bila kita berikhtiar bersama,” kata Bambang dengan penuh optimisme. Pada akhir sambutannya, Bambang mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta STQ, seraya berharap seleksi berlangsung lancar dan sukses. Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro yang juga Ketua Umum LPTQ Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana dalam laporannya, menjelaskan dasar hukum pelaksanaan STQ 2025 berlandaskan pada Keputusan Musyawarah Daerah XXVIII LPTQ Provinsi Lampung serta Keputusan Ketua Umum LPTQ Kota Metro. “Peserta STQ Tingkat Kota Metro Tahun 2025 kali ini diikuti oleh 66 peserta yang merupakan putra-putri asli Kota Metro yang dibagi dalam berbagai cabang lomba, yakni tilawah sebanyak 19 peserta, qira’at 4 peserta, tahfidz 24 peserta, tafsir 2 peserta, KTIQ 4 peserta, khot 7 peserta, serta tahfidz hadits 6 peserta, ” paparnya. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia juga menghadirkan 11 dewan hakim profesional dari berbagai latar belakang keilmuan Al-Qur’an yang pelaksanaannya dilakukan serentak di tiga mimbar yang tersedia di Aidia Grande Hotel, memastikan proses seleksi berjalan lancar dan terorganisasi. Rafiq juga menegaskan, bahwa peserta yang mengikuti lomba STQ 100 persen berasal dari Kota Metro, sebagai bentuk komitmen dalam membina potensi lokal. “Kami berharap para peserta yang terpilih menjadi kafilah terbaik Kota Metro di MTQ tingkat provinsi mendatang,” ujar Wakil Wali Kota. Sebagai penutup, Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap semangat, menjaga sportivitas, dan terus mengasah kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Dengan pelaksanaan STQ ini, Pemerintah Kota Metro berharap mampu mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi, sekaligus mengharumkan nama Kota Metro di kancah provinsi maupun nasional.(Yl/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro : Budaya dan Adat Istiadat Kekayaan Tak Ternilai

Acara Halal Bihalal Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) dan Bundo Kanduang Kota Metro serta Pemberian Gelar oleh Ninik Mamak berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi seluruh warga KBSB Kota Metro untuk mempererat tali silaturahmi dan melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau, Minggu ( 27/04/2025 ). Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan penuh makna, bukan hanya bagi individu yang menerima gelar adat, tetapi juga bagi kita semua yang menjadi saksi dari warisan budaya yang terus dilestarikan. Menerima gelar adat dari Ninik Mamak bukanlah sekadar menerima penghargaan. Gelar ini adalah amanah besar, sebuah kepercayaan luhur yang harus dijaga, dan sebuah pengingat akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai adat di tengah arus perubahan zaman. Penerimaan gelar adat ini menjadi simbol dari sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terus kita jaga dan rawat bersama-sama. “Kami menyadari bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, kekuatan budaya, identitas, dan karakter masyarakatnya menjadi penentu utama,” ungkapnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Metro berkomitmen penuh untuk mendukung segala bentuk pelestarian adat dan budaya. Ini adalah bagian dari investasi besar bagi masa depan generasi kita. “Budaya dan adat istiadat adalah kekayaan tak ternilai yang harus diwariskan, dipelihara, dan dikembangkan, agar tetap hidup di tengah tantangan globalisasi. Maka melalui acara seperti ini, kita mengajarkan kepada anak cucu kita untuk menghargai warisan leluhur dan mencintai identitas bangsanya sendiri,” ajaknya. Selanjutnya, Bambang juga menegaskan bahwa kebanggaan terhadap adat dan budaya menjadi benteng utama dalam menjaga jati diri, sekaligus modal besar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat kita. “Mari kita jadikan momentum Halal Bihalal dan Pemberian Gelar ini sebagai penguat semangat untuk terus bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik,” ucapnya. Tak sampai disitu, Wali Kota Metro juga mengucapkan trima kasih kepada seluruh panitia, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini dengan penuh semangat dan dedikasi. “Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kita kesehatan, kekuatan, dan petunjuk-Nya, agar kita mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mari terus kita rawat persaudaraan ini, jaga adat dan budaya kita, serta kobarkan semangat membangun Kota Metro yang lebih gemilang,” pungkasnya ( Yd/Sr ).

0 Comments

PWRI Kota Metro Gelar Halal Bihalal, Wali Kota Metro Tekankan Pentingnya Hidup Sehat

Halal bihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Metro berlangsung semarak. Dengan menggelar kegiatan senam bersama menjadi momentum penting, tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga mempererat silaturahmi antar anggota, Minggu (27/04/2025 ). Senam bersama yang digelar di Kota Metro ini menjadi simbol komitmen PWRI untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran meski telah memasuki masa purna tugas. Dalam suasana penuh keakraban, para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu oleh instruktur. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, terutama bagi anggota PWRI yang rata-rata telah berusia lanjut. “Dengan tetap aktif, kita bisa menjaga vitalitas tubuh dan menjalani hari-hari dengan semangat yang tinggi,” ujarnya. Kota Metro sendiri dikenal sebagai kota yang sangat peduli terhadap kesehatan warganya. Dengan angka harapan hidup tertinggi di Provinsi Lampung, Metro menjadi contoh kota yang nyaman dan aman untuk dihuni hingga usia lanjut. Pemerintah Kota Metro pun terus mendorong warganya untuk menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya melalui dukungan terhadap kegiatan-kegiatan seperti senam bersama yang rutin digelar, termasuk oleh organisasi seperti PWRI. Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara seluruh anggota PWRI. “Semoga ini menjadi tradisi yang mempererat persaudaraan kita. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan pula kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas di Kota Metro untuk semakin giat berolahraga,” ungkapnya. Hidup sehat, menurutnya, adalah kunci untuk menikmati masa tua dengan bahagia. Maka dengan kesempatan ini, beliau minta maaf yang ditujukan agar hubungan silaturahmi semakin erat dan penuh ketulusan. “Dalam pergaulan kita sehari-hari mungkin ada khilaf dan kekurangan, untuk itu kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya,” ujarnya penuh haru di hadapan para peserta yang hadir. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa berjiwa besar dan ikhlas dalam memberikan maaf kepada sesama. Sikap saling memaafkan menurutnya adalah pondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat. Lebih jauh, ia mengajak seluruh anggota PWRI dan masyarakat untuk saling mengingatkan dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Dengan iman yang kuat, kita akan mampu menjalani hidup dengan penuh ketenangan,” ungkapnya. Suasana halal bihalal kali ini pun berlangsung penuh kehangatan. Canda tawa dan keakraban mengiringi seluruh rangkaian acara, mulai dari senam, sambutan, hingga ramah tamah yang diadakan setelahnya. Acara ini juga menjadi bukti bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari kehidupan baru yang tetap aktif dan penuh makna. Pada kesempatan yang sama para anggota PWRI Kota Metro menunjukkan semangat itu dengan begitu nyata. Diakhir kesempatan, Bambang berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan secara rutin dan berkesinambungan. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua, memperkuat silaturahmi, menjaga kesehatan, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tutupnya. ( Yd/Sr ).