0 Comments

Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Safari Ramadan perdana Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali digelar oleh Pemerintah Kota Metro. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Senin (23/02/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Metro dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Safari Ramadan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Metro, DPRD Kota Metro, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang telah memadati area masjid sejak waktu berbuka puasa. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Margorejo melalui momentum Ramadan. “Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan,” ujar Bambang Iman Santoso. Ia juga mengapresiasi pengurus dan jamaah Masjid Nurul Huda atas persiapan yang matang sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan khidmat. Pada tahun ini, Tim Safari Ramadan Pemerintah Kota Metro dibagi menjadi dua kelompok guna menjangkau lebih banyak wilayah secara bersamaan. Kelompok I dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro di Masjid Nurul Huda, sementara Kelompok II dipimpin oleh Wakil Wali Kota Metro yang melaksanakan kegiatan di Mushola Nurul Iman, Kelurahan Purwosari. Pembagian tim tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan silaturahmi serta memastikan pemerataan kunjungan ke masjid dan musala di seluruh wilayah Kota Metro. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro juga menyerahkan bantuan hibah berupa pagar stanlis senilai Rp18.200.000 kepada pengurus Masjid Nurul Huda. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan sarana dan prasarana ibadah bagi masyarakat. “Dukungan terhadap sarana dan prasarana ibadah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat,” tambahnya. Kegiatan Safari Ramadan turut diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jamal, yang mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Wali Kota Metro berharap Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana introspeksi diri serta momentum memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan antar warga. “Pembangunan Kota Metro tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan spiritual masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus melaksanakan Safari Ramadan sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.(Bsr)

0 Comments

Gubernur Lampung Tinjau Jalan Pattimura, 10 Miliar Siap Digunakan untuk Perbaikan

Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan warga, Jalan Pattimura di Metro Utara akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djauzal, turun langsung meninjau kondisi jalan penghubung vital antara Kota Metro dan Kabupaten Lampung Tengah tersebut pada Senin (23/2/2026). Kunjungan Gubernur yang didampingi Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, ini menjadi angin segar bagi ribuan pengguna jalan yang setiap hari yang harus berjuang melewati lubang dan aspal mengelupas. Dalam peninjauannya, Gubernur mengidentifikasi akar masalah utama kerusakan jalan tersebut. Rahmat Mirzani Djauzal, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kerusakan parah Jalan Pattimura yaitu, tidak optimalnya sistem drainase atau saluran irigasi di sepanjang ruas jalan. “Sebelumnya ini sudah diperbaiki, dan setelah kita lihat lagi, Jalan Pattimura ini banyak permasalahan. Salah satunya saluran drainase yang pernah dibersihkan oleh warga. Coba lihat, drainase yang buruk pasti jalannya buruk. Tapi di bagian drainase yang masih baik, jalannya tidak buruk,” ujar Gubernur di lokasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur jalan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan pendukungnya. Drainase yang tersumbat menyebabkan air menggenang dan merusak struktur jalan dari dalam, terutama di musim penghujan seperti saat ini. Kabar gembira juga datang dari komitmen Gubernur yang langsung mengumumkan alokasi anggaran perbaikan. Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membenahi total Jalan Pattimura. “Kita anggarkan Rp10 miliar. InsyaAllah rencananya akan kita perbaiki berupa rigid beton, nanti sehabis Lebaran ini,” tegas Rahmat Mirzani Djauzal. Penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, mengingat material ini lebih tahan terhadap beban kendaraan berat dan genangan air dibandingkan aspal biasa. Jalan Pattimura sendiri kerap dilintasi truk pengangkut hasil pertanian dan industri, sehingga membutuhkan spesifikasi yang lebih kuat. Gubernur juga menekankan bahwa perbaikan fisik saja tidak cukup tanpa ada kesadaran kolektif untuk memelihara. Ia meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar Jalan Pattimura, untuk turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. “Harus dipelihara. Pemkot Metro juga harus memberikan edukasi, terutama dalam merawat saluran irigasi,” pesannya. Ia mengingatkan bahwa drainase yang terpelihara dengan baik akan memperpanjang umur jalan dan mencegah kerusakan dini yang selama ini terjadi. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang mendampingi langsung kunjungan tersebut, menyambut antusias komitmen Gubernur. Selama ini, Pemkot Metro terus berkomunikasi dan mendorong provinsi untuk segera menindaklanjuti perbaikan Jalan Pattimura yang merupakan kewenangan provinsi. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan langkah cepat Pak Gubernur. Ini adalah wujud sinergi yang baik antara provinsi dan kota untuk menjawab keluhan masyarakat. Tadi juga sudah kita dengarkan semua, pengerjaan akan dilakukan sehabis lebaran. Kami juga akan ikut membantu dalam memperbaiki drainase.”tandanya. Dengan jadwal perbaikan setelah Lebaran, warga berharap proyek ini tidak molor dan dikerjakan dengan kualitas terbaik. Selama ini, Jalan Pattimura tidak hanya menjadi akses utama mobilitas warga, tetapi juga jalur distribusi ekonomi yang vital. Kehadiran Gubernur dan komitmen anggaran Rp10 miliar menjadi bukti bahwa keluhan masyarakat didengar. Kini, tinggal menunggu realisasi di lapangan agar warga Metro Utara dan sekitarnya dapat merasakan kembali kenyamanan berkendara di jalan yang mulus dan aman.(Bsr/Yd/Sr)

0 Comments

Perombakan Besar Pemkot Metro, 17 Pejabat Resmi Dilantik Wali Kota

Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, kembali melakukan perombakan besar di lingkungan birokrasi pemerintah kota. Sebanyak 17 pejabat eselon II resmi dilantik dalam sebuah upacara di Aula Pemerintah Daerah (Pemda) setempat pada, Senin (23/2/2026). Wali Kota Metro Bambang tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menyelipkan pesan moral yang mendalam tentang esensi dari sebuah jabatan. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang baru diemban adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan loyalitas. “Kepada pejabat yang baru dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan amanah baru. Jabatan yang saudara emban adalah bentuk kepercayaan dari pimpinan dan masyarakat. Oleh karena itu, bekerjalah dengan penuh integritas, loyalitas, serta berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Bambang di hadapan para pejabat baru. Orang nomor satu di Kota Metro itu juga melontarkan filosofi menarik tentang hakikat kekuasaan. Menurutnya, jabatan duniawi itu pada dasarnya hanya sementara “Jabatan itu sebenarnya, ya kayak hidup ini, cuma gantian-gantian saja. Hari ini kita pegang jabatan, besok bisa berganti. Tapi yang paling penting, kita harus sadar bahwa jabatan adalah bagian dari amanah yang akan kita jalankan. Pertanggungjawabannya bukan hanya kepada manusia, tetapi ada yang lebih penting, yaitu di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya dengan nada serius. Ia mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk memanfaatkan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya, yaitu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan masyarakat. Wali Kota juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah tuntutan zaman yang semakin maju. Ia secara spesifik menyinggung pelayanan di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pendidikan, rumah sakit, kecamatan, dan kelurahan. “Masyarakat hari ini begitu kritis. Mereka mempercayakan jabatan-jabatan di pemerintahan ini kepada kita. Maka, layanilah mereka dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada kelalaian atau kesalahan yang merugikan masyarakat. Jika ada kesalahan, kita harus berbenah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” paparnya. Ia meminta jajarannya untuk terus mengontrol dan mengevaluasi setiap bentuk pelayanan, termasuk di sektor pembangunan fisik, agar masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik. Wali Kota yang juga dikenal religius ini mengingatkan bahwa bulan suci Ramadan yang baru saja dimulai, bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru semangat berpuasa harus dijadikan momentum untuk memperbaiki diri dan pelayanan. “Di suasana Ramadan ini, jangan sampai kita beralasan lemas lalu melambatkan pelayanan. Justru kita harus mempersiapkan diri dengan lebih baik. Tanggung jawab melayani masyarakat ini tidak bisa ditawar,” pungkasnya. Dengan komposisi baru ini, Wali Kota berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih dinamis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kota Metro. Berikut daftar 17 nama-nama pejabat yang menerima amanah baru dalam rotasi dan promosi kali ini:

0 Comments

Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan Serahkan Bantuan Hibah ke Masjid Al Watoniah

Safari Ramadan perdana Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali digelar. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Watoniah, Kelurahan Banjar Sari, Metro Utara, Jumat (20/02/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Metro dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Safari Ramadan kali ini dihadiri jajaran Pemerintah Kota Metro, DPRD Kota Metro, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang telah memadati area masjid sejak waktu berbuka puasa. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Banjar Sari melalui momentum ibadah Ramadan.“Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperkuat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan,” ujar Bambang Iman Santoso. Ia juga mengapresiasi pengurus dan jamaah Masjid Al Watoniah atas persiapan yang matang sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan khidmat. Diketahui tahun ini, Tim Safari Ramadan Pemerintah Kota Metro dibagi menjadi dua kelompok guna menjangkau lebih banyak wilayah secara bersamaan. Kelompok I dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro di Masjid Al Watoniah Banjar Sari. Sementara Kelompok II dipimpin Wakil Wali Kota Metro yang melaksanakan kegiatan di Masjid Al Falah, Jalan Way Seputih, Yosorejo. Pembagian tim tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan silaturahmi serta memastikan pemerataan kunjungan ke masjid-masjid di Kota Metro. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro turut menyerahkan bantuan hibah berupa satu set perangkat pengeras suara (speaker) senilai Rp10 juta kepada pengurus Masjid Al Watoniah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kelancaran kegiatan ibadah, seperti salat tarawih, ceramah agama, serta kegiatan pembinaan umat. “Dukungan terhadap sarana dan prasarana ibadah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat,” tambahnya. Kegiatan Safari Ramadan juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Buya Zakaria, yang mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Wali Kota Metro berharap Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana introspeksi diri serta momentum memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan antarwarga. “Pembangunan Kota Metro tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan spiritual masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kita ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” tegas Bambang. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus melaksanakan Safari Ramadan sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. (Bsr/ydha)

0 Comments

Pemkot Metro Serahkan Bantuan 7 Bentor dan 22 Unit Bin Kontainer Sampah Organik untuk SPPG

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan penyerahan bantuan sarana dan prasarana persampahan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 di Halaman Kantor DLH Kota Metro, Jumat (20/02/2026) Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung tema nasional HPSN tahun ini, yakni “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”. Kepala DLH Kota Metro, Yerri Ehwan, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HPSN 2026 menekankan pentingnya sinergi multipihak dalam tata kelola persampahan yang sesuai dengan kebijakan nasional melalui Kementerian Lingkungan Hidup mendorong transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan peran pemerintah daerah. “Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis mulai dari pemilahan di sumber, pengurangan sampah organik, hingga pemanfaatan kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular,” ujar Yerri. Menurutnya, pendekatan tersebut mendorong penyelesaian persoalan sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan, guna mengurangi beban pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), salah satunya dengan melakukan penguatan teknologi pengolahan skala mikro yang ramah lingkungan sebagai strategi untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Dalam laporannya, Yerri menjelaskan bahwa pada kegiatan hari ini DLH menyerahkan 7 unit kendaraan roda tiga (bentor) yang terdiri dari enam unit untuk kelurahan dan satu unit untuk Satgas Kebersihan DLH.“Enam bentor kami serahkan kepada enam kelurahan yang tersebar di Metro Utara, Metro Barat, Metro Selatan, dan Metro Pusat, sedangkan satu unit digunakan untuk Satgas DLH,” jelasnya. Berdasarkan data, bentor diberikan di Metro Utara kepada Kelurahan Banjarsari dan Karangrejo, di Metro Selatan untuk Margodadi, di Metro Barat untuk Mulyosari dan Ganjarasri, serta di Metro Pusat untuk Hadimulyo Barat. Bantuan tersebut, lanjut Yerri, bertujuan meningkatkan jangkauan layanan pengangkutan sampah di wilayah yang belum optimal terlayani armada truk. “Bentor ini juga akan memperkuat peran Satuan Operasi Penggerak Lingkungan (SOKLI) dalam pengangkutan sampah rumah ke rumah secara terjadwal,” katanya. Selain bentor, DLH juga menyerahkan 22 unit bin kontainer sampah organik kepada pengelola SPPG MBG/Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) MBG yang bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan diperuntukkan bagi pengelolaan sisa makanan serta limbah dapur secara higienis. “Sampah organik dari dapur MBG nantinya dikelola melalui pengomposan atau budidaya maggot , sehingga tidak terbuang ke TPA dan bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya. Ia juga memaparkan bahwa lima unit bentor berasal dari CSR Bank Lampung yang diserahkan pada akhir tahun 2025, sementara dua unit lainnya bersumber dari DLH Kota Metro. Terkait mekanisme retribusi, Yerri menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memperbaiki sistem penarikan dengan mendorong pembayaran non-tunai melalui kerja sama dengan Dinas Kominfo. “Ke depan, retribusi akan menggunakan aplikasi e-billing yang kami beri nama e-Metro Asri. Jadi tidak ada lagi setoran tunai, cukup bukti penyetoran ke rekening retribusi,” tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa tanggal 20 Februari menjadi momen istimewa karena tepat satu tahun dirinya dan Wakil Wali Kota dilantik di Istana Negara oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan rasa syukur atas satu tahun kepemimpinan yang telah dijalani dengan berbagai capaian kinerja, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang membuat, salah satunya kinerja fisik kurang maksimal. Pada kesempatan yang sama, Bambang berpesan kepada para penerima bentor, manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk menunjang penyelesaian persoalan sampah yang tidak akan pernah berhenti sehingga kita harus terus berusaha melakukan inovasi dan kreasi bersama camat, lurah dan masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih. Selanjutnya, Bambang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan budaya malu membuang sampah sembarangan dan memperkuat semangat gotong royong sebagaimana digaungkan dalam Gerakan Indonesia ASRI. “Sampaikan kepada siapa saja, mari kita bangun budaya malu membuang sampah sembarangan. Lingkungan dapur MBG harus bersih agar Kota Metro terhindar dari keracunan makanan, zero kasus,” tegasnya. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada pasukan oranye dan seluruh petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Metro. (Yl/Sr)

0 Comments

Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr Kusbani Resmi Gantikan Dra Bayana

Pemerintah Kota Metro melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Sekretaris Daerah Kota Metro, dalam suasana khidmat dan penuh rasa kebersamaan ini berlangsung di ruang kerja Wali Kota Metro, Jumat (20/02/2026) Jabatan Sekretaris Daerah yang sebelumnya diemban oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro, Dra. Bayana, M.Si., selanjutnya digantikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Dr. Kusbani, S.Pd., M.Pd. Peralihan tugas ini merupakan bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi pemerintahan guna memastikan kesinambungan tata kelola administrasi serta pelayanan publik tetap berjalan optimal. Dra. Bayana diketahui mendapat penugasan dari Gubernur Lampung untuk kembali berfokus menjalankan amanah sebagai Inspektur Provinsi Lampung. Atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. “Terimakasih selama masa tugasnya, berbagai agenda strategis pemerintahan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik dan kondusif,” ujarnya. Sementara itu, dengan ditunjuknya Dr. Kusbani,S.Pd., M.Pd. sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, diharapkan roda pemerintahan tetap berjalan efektif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus menjaga profesionalisme aparatur, memperkuat sinergi antar perangkat daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Bsr/Sr)

0 Comments

OJK Lampung dan Pemkot Metro Luncurkan EPIK untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Santri

Peluncuran EPIK (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah) resmi digelar di Pondok Pesantren Al Muhsin Kota Metro Provinsi Lampung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pemerintah Kota Metro, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, hingga sektor perbankan syariah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis lingkungan di kalangan santri. Direktur Pondok Pesantren Al Muhsin Ahmad Nurwahid, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, kepada Pemerintah Kota Metro, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga hari ini launching EPIK dapat terlaksana,” ujarnya. Ia menjelaskan program EPIK yang diluncurkan di lingkungan pesantren merupakan hasil pembinaan dari tim Bank Sampah Sahabat Gajah Provinsi Lampung. Berbagai produk hasil pengelolaan sampah telah dipamerkan seperti kursi dari ecobrick dan aromaterapi berbahan minyak jelantah. “Di bawah pohon sawo itu ada kursi dari ecobrick, ada aromaterapi dari minyak jelantah, dan masih banyak karya lainnya,” kata Ahmad Nurwahid. Menurutnya keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran para ustaz dan ustazah serta tenaga pendidik yang membina para santri. Ia menegaskan, mimpi besar Pondok Pesantren Al Muhsin adalah mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkontribusi dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Metro. “Kami bermimpi pondok ini bisa mengelola sampah secara mandiri dan membantu menyelesaikan persoalan sampah di Kota Metro,” ucapnya. Sementara itu Deputi Direktur PEPK dan LMS Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Ety Elyati, menjelaskan bahwa peluncuran EPIK merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan EPIK mengintegrasikan nilai keislaman, literasi keuangan syariah, dan kepedulian lingkungan. “Program EPIK bukan sekadar tentang menabung, tetapi membangun ekosistem keuangan syariah yang holistik di lingkungan pesantren,” ujar Ety Elyati. Ia menambahkan santri diajak memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomis dan dapat mendukung ekonomi sirkular berbasis syariah. Ety juga memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah masih berada pada angka 43,42% dan inklusi 13,41%. Kondisi tersebut menurutnya masih memerlukan upaya peningkatan melalui berbagai program edukasi terutama menyasar kelompok usia muda 15–25 tahun. Program bank sampah di lingkungan pesantren lanjutnya, diintegrasikan dengan produk Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Santri yang aktif mengumpulkan sampah dapat memanfaatkan produk keuangan tersebut sebagai sarana menabung dan belajar mengelola keuangan sejak dini. Plt. Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Ir. August Riko, S.A., yang hadir mewakili Ketua TPAKD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai aktivitas harian pesantren dengan ratusan hingga ribuan santri berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi sumber nilai ekonomi. “Jika satu hari menghasilkan 300 hingga 500 kilogram sampah, maka dalam satu bulan bisa mencapai 9 hingga 15 ton. Kalau dibuang selesai tetapi kalau dikelola akan menjadi nilai ekonomi,” ujarnya. Ia menegaskan sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan ternak sedangkan sampah anorganik dapat dipilah dan ditabung sebagai modal usaha kecil santri. Sambutan Wali Kota Metro yang diwakili Asisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusbani, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung pengembangan pesantren. Ia menyebut Kota Metro dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota pondok pesantren yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah. “Kami mendukung penuh hadirnya EPIK di Kota Metro. Ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun budaya menabung, disiplin, dan peduli lingkungan,” kata Kusbani. Melalui peluncuran EPIK di Pondok Pesantren Al Muhsin, seluruh pihak berharap terbentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam literasi keuangan syariah, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan inklusi keuangan syariah berbasis pesantren di Kota Metro dan Provinsi Lampung secara luas.(Md/Sr)

0 Comments

Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos, Ini Keuntungannya

Kota Metro menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2026. Penunjukan tersebut menandai langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat reformasi tata kelola perlindungan sosial berbasis digital. Informasi itu disampaikan Wali Kota Metro yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rosita, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (19/02/2026). Dalam sambutannya, Rosita menyebut penunjukan tersebut sebagai prestasi yang patut dibanggakan. “Suatu prestasi yang patut kita banggakan, Kota Metro menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang akan menjadi pilot project digitalisasi program ini. Artinya, nama Kota Metro dipandang mampu mengemban tugas ini,” ujar Rosita. Ia menambahkan, pelaksanaan teknis program akan dijelaskan lebih lanjut oleh Dinas Sosial. Rosita berharap implementasi digitalisasi bansos di Kota Metro dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan warga kurang mampu. Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Di sini sudah ada Bappeda, Disdukcapil, juga Kominfo. Nanti kita siasati agar program ini dapat berjalan tanpa menggunakan dana APBD. Rencananya, pada bulan Oktober kegiatan ini akan diresmikan,” tambahnya. Secara nasional, Pemerintah Indonesia memperluas piloting digitalisasi bansos ke 41 kabupaten/kota pada 2026, menyusul keberhasilan uji coba di Banyuwangi sejak September 2025. Sistem ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biometrik guna meningkatkan akurasi data penerima serta menekan inclusion dan exclusion error. Pendaftaran bantuan dilakukan melalui portal Perlinsos yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone, disiapkan agen perlinsos seperti pendamping PKH, TKSK, dan operator desa untuk membantu proses pendaftaran. Kepala Dinas Sosial Kota Metro, AC Yuliwati, menjelaskan bahwa di Provinsi Lampung, hanya Kota Metro yang ditunjuk sebagai lokasi piloting. “Secara nasional awalnya 41 daerah dan dalam perkembangannya menjadi 44 piloting. Ini mengacu pada suksesnya piloting tahun 2025 di Banyuwangi, meskipun hasilnya baru terlihat dari sisi data dan akan diketahui lebih lanjut setelah sensus ekonomi oleh BPS pada Februari 2026,” jelasnya. Ia memaparkan, manfaat digitalisasi bansos antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui akses data daring, mengurangi potensi penyalahgunaan, mempercepat distribusi bantuan, menjangkau daerah terpencil, serta memudahkan keluarga penerima manfaat. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirangkum oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik, digitalisasi dengan perbaikan akurasi data dinilai lebih efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Simulasi menunjukkan perbaikan akurasi target hingga 50–70 persen berpotensi menyumbang penurunan kemiskinan sebesar 0,53 persen serta penghematan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Rp16,6 triliun. Dalam simulasi tersebut, ketika akurasi target masih 41 persen, tingkat kemiskinan tercatat 8,47 persen dengan anggaran PKH sebesar Rp29 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat. Namun, saat akurasi meningkat menjadi 70 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 7,85 persen dengan anggaran Rp23 triliun dan sasaran 8 juta keluarga penerima, berdasarkan hasil simulasi sensus ekonomi nasional. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Metro, Sri Amanto, menyatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan digitalisasi bansos. “Kami memastikan layanan internet tidak mengalami blind spot, khususnya di kantor-kantor kelurahan, agar pelayanan digitalisasi berjalan optimal. Sosialisasi juga akan kami lakukan melalui website resmi, media sosial pemerintah, dan Radio Metropolis agar masyarakat memahami program ini,” pungkasnya.(Tm/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, memimpin Rapat Koordinasi Bulanan yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (18/02/2026). Rapat tersebut dihadiri para asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Metro. Dalam arahannya, Wali Kota Metro menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset milik pemerintah provinsi maupun kementerian pusat untuk pembangunan Koprasi Merah Putih yang ada di kelurahan agar dapat di pinjam pakai guna mendukung program Presiden RI prabowo Subianto yaitu Koperasi Merah Putih. “Terkait Koperasi Merah Putih, aset yang dimiliki provinsi ataupun kementerian pusat yang dipergunakan dengan sistem pinjam pakai harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bambang. Ia menegaskan, rapat koordinasi kali ini memiliki titik tekan pada kesiapan Pemerintah Kota Metro dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri yang membutuhkan perhatian bersama, baik dari sisi stabilitas ekonomi maupun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Besok kita memasuki bulan suci Ramadan. Tentunya dari Ramadan sampai Idul Fitri banyak hal yang harus kita perhatikan bersama,” tegasnya. Wali Kota Metro menjelaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP, TNI, dan Polri, tetapi merupakan kewajiban seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat kelurahan yang memiliki peran dalam menghidupkan kembali kerja sama kamtibmas hingga ke tingkat RW dan RT di wilayah masing-masing agar tercipta situasi yang aman dan kondusif. Selain aspek keamanan, Bambang juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Metro selama Ramadan dengan mengantisipasi potensi kenaikan harga melalui langkah konkret. “Operasi pasar harus menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, terutama pada minggu ketiga hingga akhir Ramadan,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menginstruksikan Kabag Perekonomian untuk berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti Bulog dan Dinas terkait, khususnya dalam pemanfaatan stok beras yang masih tersedia di gudang Bulog agar dapat disalurkan kepada masyarakat dengan harga subsidi. Menurutnya, hal itu penting dilakukan dalam fokus pengendalian kebutuhan masyarakat pada setiap pekan Ramadan, mengingat pola kebutuhan masyarakat berbeda antara awal hingga akhir bulan suci. “Jika persoalan Ramadan dan Idul Fitri tidak ditangani secara serius, berbagai permasalahan sosial dan ekonomi dapat muncul dan berdampak luas bagi masyarakat, ” ujarnya. Wali Kota Metro juga mengingatkan seluruh jajaran untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi pada Februari hingga Maret, termasuk ancaman angin puting beliung yang tidak dapat diprediksi, agar nantinya dapat segera disampaikan dan diinformasikan kepada pihak terkait agar turun langsung ke lokasi kejadian. “Saya meminta camat dan lurah aktif melaporkan setiap kejadian di wilayahnya melalui grup komunikasi maupun berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk melakukan pendataan terhadap masayarakat yang terkena dampak bencana agar dapat bantuan sesuai ketentuan, “ungkapnya. Sebagai Wali kota Metro, Bambang menegaskan bahwa pemerintah harus peduli terhadap bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem dan data korban termasuk tingkat kerusakan yang terjadi agar segera dihimpun untuk penanganan cepat. “Pemerintah harus peduli terhadap bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Data korban dan tingkat kerusakan harus segera dihimpun untuk penanganan cepat,” tegasnya. Menjelang Idul Fitri, Bambang juga mengingatkan adanya potensi peningkatan angka kriminalitas sehingga seluruh OPD terkait diharapkan dapat turut serta dalam kegiatan Safari Siskamling bersama Kejaksaan, TNI, Polri, dan Forkopimda dari awal hingga akhir Ramadan. Sementara itu, Asisten II Setda Kota Metro, Kusbani, melaporkan perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di 5 kecamatan yang beberapa beberapa kelurahan telah memasuki tahap pengerjaan, seperti Purwosari yang mencapai 25 persen, serta Tejosari dan Yosomulyo yang telah masuk tahap pemasangan batu bata. “Untuk beberapa Kelurahan lainnya seperti Tejo Agung, Iringmulyo, Rejomulyo, Imopuro, dan Karangrejo, pembangunan baru memasuki tahap penggalian pondasi,” paparnya. Namun dalam laporannya, Kusbani juga mengungkapkan sejumlah lokasi masih terkendala pengukuran ulang lahan dan penyesuaian ukuran minimal 2 x 30 meter yang ditentukan oleh Komite Nasional Koperasi Merah Putih (KMPI) dan aset yang berstatus milik provinsi. “Kita juga telah berkoordinasi dengan aset Bappeda dan dinas Koperasi dan Kecamatan yang terlibat dan kelurahan untuk menyikapi berkenaan dengan lokasi, guna menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan terkait lokasi pembangunan koperasi merah putih yang sesuai dengan standar,” jelasnya. Selain pembangunan koperasi merah putih, Kusbani juga melaporkan tentang perkembangan pembangunan fisik yang dilakukan Pemkot Metro pada tahun 2025 di 3 OPD yaitu, Dinas PUTR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Kesehatan Kota Metro. “Kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Metro pada tahun 2025 terhadap pembangunan fisik untuk 5 Kecamatan yang ada di PUTR ada 104 paket di Metro Pusat, 44 paket di Metro Utara, 85 paket Metro Timur, 29 paket di Metro Barat dan 35 paket di Metro Selatan dengan total 297 paket kegiatan,” terangnya. Lebih lanjut, Kusbani juga memaparkan capaian pembangunan fisik tahun 2025 yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro yaitu, 40 paket di Metro Pusat , 22 paket di Metro Utara, 24 paket ada di Metro Timur, 15 paket di Metro Barat, 20 paket di Metro Selatan dengan total paket yaitu total 121 paket. “Sementara itu, di Dinas Kesehatan ada 54 paket di Metro Pusat, 3 paket di Metro Utara, 4 paket di Metro Timur, 4 paket di Metro Barat, 32 paket di Metro Selatan dengan total paket yang ada di Dinas Kesehatan yaitu 97 paket kegiatan, ” ungkapnya. Kusbani berharap laporan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar seluruh program yang telah dilaksanakan benar-benar terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kemajuan Kota Metro.(Yl/Sr)

0 Comments

Walikota Metro Turun Langsung Pimpin Gotong Royong Membersihkan Pohon Tumbang

Metro – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kota Metro pada Sabtu malam, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menutup akses jalan masyarakat (14/02/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Metro bergerak cepat turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Di tengah guyuran hujan yang masih berlangsung, Wali Kota Metro bersama jajaran perangkat daerah dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan pohon-pohon tumbang yang menutup badan jalan. Langkah cepat tersebut dilakukan guna menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan akses lalu lintas. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana maupun kondisi darurat. Ia memastikan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan respons cepat dan solusi nyata. “Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah harus hadir dan bergerak cepat ketika warga membutuhkan. Malam ini kita bersama-sama bergotong royong agar akses jalan segera kembali normal,” ujar Wali Kota Metro di sela-sela kegiatan pembersihan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang. “Terima kasih kepada seluruh warga yang dengan penuh kepedulian ikut membantu. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Kota Metro dalam menghadapi setiap tantangan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati mengingat cuaca akhir-akhir ini curah hujan sangatlah tinggi. “Selalu buang sampah pada tempatnya dan pastikan tidak ada genangan air di lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dikhawatirkan hal tersebut dapat memicu meningkatnya kasus demam berdarah (DBD),” ujarnya. Pemerintah Kota Metro melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal. (Bsr/rma)