Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, mengikuti pelaksanaan Panen Raya Jagung Tahun 2025 secara virtual melalui Zoom Meeting di Ruang Vicon Polres Metro, Kamis (5/6/2025). Acara ini merupakan bagian dari kegiatan panen raya jagung serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas kelanjutan keberhasilan sektor pangan nasional pada jagung, setelah sebelumnya berhasil dengan panen raya beras. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat, khususnya institusi Polri yang menjadi penggerak utama kegiatan ini.“Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian. Hari ini, Polri menjadi tuan rumah dalam panen raya jagung ini,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya. Didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah menteri kabinet, Prabowo menyatakan bahwa panen raya ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Prabowo menggarisbawahi bahwa keberhasilan panen jagung ini menjadi sinyal positif bagi masa depan kedaulatan pangan Indonesia. Keberhasilan ini, menurutnya harus disambut semua pihak tetap rendah hati dan tidak cepat puas dengan capaian sementara ini.“Kita sudah lihat tanda-tanda keberhasilan awal. Ini bukan waktunya untuk berpuas diri, tapi justru menjadi dasar untuk terus bekerja keras membangun sektor pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya. Sementara itu, Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo, dalam laporannya memaparkan bahwa total panen jagung nasional pada kuartal II tahun 2025 mencapai angka fantastis, yaitu sekitar 2,54 juta ton, dari lahan seluas 344.524,37 hektare. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding panen jagung kuartal I yang hanya menghasilkan 118.975 ton dari luas lahan 16.656 hektare. Dalam paparannya, Listyo Sigit Prabowo, menjelaskan bahwa khusus untuk Provinsi Kalimantan Barat, panen dilaksanakan di lahan seluas 2.054,3 hektare dengan estimasi hasil antara 10.102 hingga 20.136,6 ton. “Melihat potensi ini, kami juga membangun gudang penyimpanan sekaligus pabrik pengolahan jagung di Kalimantan Barat melalui PT. Pangan Merah Putih. Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan 1.000 ton dan kapasitas produksi mencapai 300 ton per hari,” ungkap Jenderal Sigit. Kegiatan panen raya virtual ini juga diikuti oleh jajaran kepolisian daerah, TNI, DPRD,serta instansi terkait lainnya dari seluruh Indonesia, sebagai bentuk keterlibatan kolektif dalam mendukung swasembada pangan sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor pertanian, keamanan, dan industri dapat menghasilkan dampak positif yang konkret bagi kesejahteraan masyarakat. (Yl)
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemkot Metro Gelar Operasi Pasar dan Pasar Murah
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perdagangan mengadakan Operasi Pasar dan Pasar Murah di Halaman Parkir Pasar Cendrawasih. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya. Rabu (04/06/2025). Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. Beliau menekankan pentingnya menjaga harga agar tetap terjangkau, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang dan bahagia, pungkasnya. Operasi pasar murah ini mencakup subsidi untuk tujuh komoditas utama, seperti minyak goreng, gula, tepung terigu, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam. Misalnya, harga minyak goreng disubsidi menjadi Rp3.000 per liter, dan harga cabai merah mendapatkan subsidi sebesar Rp8.000 per kilogram. Langkah ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Wakil Wali Kota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk menekan inflasi di Kota Metro yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap harga dan stok barang, serta berkoordinasi dengan agen dan distributor untuk memastikan distribusi yang lancar dan harga yang stabil, paparnya. Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro Elmanani, turut menjelaskan bahwa penurunan harga beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang putih, dan bawang merah, merupakan hasil dari stabilisasi pasokan dan distribusi yang baik. “Pemerintah daerah akan terus memantau dan menjaga kestabilan harga sembako agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat”, jelasnya. Selanjutnya, Elmanani berharap dengan adanya operasi pasar murah, masyarakat Kota Metro dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga dapat merayakan Idul Adha dengan lebih nyaman dan bahagia. (Md/Sr)
Provinsi Lampung Luncurkan Program Unggulan Peningkatan Ekonomi Desa
Provinsi Lampung resmi meluncurkan program unggulan “Kick Off Program Ekosistem Ekonomi Berbasis Desa” pada Selasa, (03/06/2025). Peluncuran program yang juga dikenal sebagai “Membangun Desa untuk Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” ini dilaksanakan secara daring dan luring, melibatkan seluruh kepala daerah di Provinsi Lampung, termasuk Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, turut berpartisipasi secara virtual dari Ruang Wali Kota Metro. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan diluncurkan di dua lokasi berbeda. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya mengungkapkan keperihatinan atas angka kemiskinan yang masih mencapai 12 persen yang sebagian besar berasal dari kalangan petani. Melihat kondisi tersebut, dirinya berharap program yang diluncurkan ini nantinya akan dapat menopang hasil komoditi pertanian seperti Padi, jagung dan singkong dan akan meningkatkan ekonomi 6 juta masyarakat Lampung. “Ketika harga bagus, tinggi, maka 6 juta masyarakat Lampung akan mengalami kecukupan, ini merupakan komoditas vital yang harus dijaga dalam pembinaannya, “ungkapnya. Mirzani juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan program untuk membangun desa-desa di Lampung menjadi desa-desa yang maju dan sejahtera, seperti Desa Wonomerto, mengingat kekuatan Provinsi Lampung terletak pada desa-desa. Sebagai bentuk dukungan nyata kepada para petani, Gubernur Provinsi Lampung tersebut juga menyerahkan bantuan berupa alat pengering hasil pertanian (dryer) dan sarana pendukung lainnya. “Dengan dryer, hasil pertanian dapat dikeringkan dengan baik, meningkatkan nilai tambah, memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan harga jual,” jelasnya. Namun dirinya mengakui keterbatasan APBD Provinsi Lampung dalam penyediaan bantuan dryer. “Oleh karena itu, saya mendorong perbankan untuk memberikan pinjaman kepada petani, kelompok tani, dan koperasi agar mereka dapat membeli dryer sendiri,” imbuhnya. Hal tersebut mengingat, kebutuhan alat-alat pertanian yang dibutuhkan sekitar 900 unit combine harvester, 500 unit dryer untuk jagung dan padi, serta 300-400 unit mesin penggiling padi. Ia optimistis program ini akan membawa perubahan signifikan dalam jangka waktu menengah apabila alat-alat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, Provinsi Lampung dalam 2-3 tahun ke depan akan mampu mengolah komoditas pertanian kita menjadi produk berbasis industri. “Kita akan memproduksi konsentrat jagung sendiri, tepung ikan sendiri, dan mengembangkan peternakan sendiri. Ini juga akan membuka ribuan lapangan kerja bagi anak-anak muda Lampung dimulai dengan melakukan inovasi dan pelatihan kepada anak-anak muda di Desa Wonomarto dan desa-desa lainnya untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas mereka,” kata Gubernur Rahmad Mirzani. Sementara itu, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menyampaikan dukungannya terhadap program ini. “Daerah kami memiliki banyak desa potensial seperti Wonomarto yang siap dikembangkan,” ujarnya. Ia juga menegaskan keselarasan program ini dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Pusat dan RPJMD Provinsi Lampung 2025-2029 yang menjadikan ekonomi desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. “Pemilihan Desa Wonomerto sebagai lokus peluncuran program ini bukan tanpa alasan. Desa Wonomerto adalah contoh desa yang memiliki pamong kreatif, masyarakat aktif, dan potensi ekonomi yang besar, serta mencerminkan semangat kerja keras dan inovasi,” tambahnya. Pada paparannya, Hamartoni mengungkapkan bahwa Kabupaten Lampung Utara sendiri telah memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB daerah. “Kabupaten Lampung Utara telah berkontribusi sebesar 30% terhadap PDRB Kabupaten Lampung Utara,” ungkapnya. Hal tersebut dapat dibuktikan berdasarkan dari salah satu produksi komoditas utama di Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2024 menunjukkan dominasi ubi kayu (1.022.000 ton), jagung (192.570 ton), padi sawah (122.925 ton), dan padi gogoh (5.407 ton). Untuk itu, dirinya beriharap program ini dapat meningkatkan luas lahan tanam padi gogoh yang ada diwilayahnya. Peluncuran program ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama inklusi keuangan dan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Desa Wonomarto. (Yl/Srr)
Pemerintah Kota Metro Gelar Festival Pancasila, Tumbuhkan Nasionalisme Pelajar
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Fedtival Pancasila yang dipusatkan di Rumah Informasi Sejarah, Senin (02/06/2025). Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang juga turut menyapa para peserta pelajar tingkat SMP yang mengikuti Walking Tour Sejarah di sejumlah situs cagar budaya di Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menginisiasi kegiatan edukatif tersebut. “Saya melihat dengan bangga, anak-anak kita mengenakan seragam merah putih, siap mengikuti Festival Pancasila yang akan membawa mereka menyusuri tempat-tempat bersejarah di Kota Metro,” ujar Bambang. Adapun rute Walking Tour dimulai dari Rumah Informasi Sejarah, menuju Santa Maria, kemudian ke Sumur Hibah, dan berakhir di Rumah Asisten Wedana. Sepanjang rute, peserta akan mendapatkan penjelasan sejarah dari para pemandu yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Wali Kota berharap nilai-nilai luhur Pancasila dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda. “Semoga momen Hari Lahir Pancasila ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat mempertahankan ideologi bangsa, serta mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Suwandi, menjelaskan bahwa Festival Pancasila merupakan kegiatan perdana yang digelar di tahun 2025 dan bertepatan pula dengan Pekan Kebudayaan Daerah serta HUT ke-88 Kota Metro. “Kegiatan ini merupakan inisiasi dari para pemerhati budaya dan sejarah, dan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Metro. Kami ingin menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dengan upacara, tetapi juga melalui kegiatan yang bersifat edukatif, kreatif, dan partisipatif,” ujar Suwandi. Festival Pancasila berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Juni 2025, menghadirkan berbagai rangkaian acara seperti walking tour sejarah, pentas seni, diskusi publik, hingga lomba-lomba yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Adapun kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari antara lain, Walking Tour Cagar Budaya pada tangga 2 Juni. Diskusi Publik bersama pakar hukum dari Universitas Lampung dan perwakilan legislatif. Lomba Pidato Kebangsaan untuk tingkat SMP pada tanggal 3 Juni. Lomba Mewarnai untuk tingkat TK dan SD, serta Lomba Fashion Show untuk pelajar pada tanggal 4 Juni. Pentas seni yang menampilkan menampilkan keroncong, gitar tunggal, stand up comedy, dan kuda lumping. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat rasa nasionalisme dan memperkenalkan warisan budaya Kota Metro kepada generasi muda secara lebih menyenangkan dan mendalam,” tutup Suwandi. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sejarah serta budaya bangsa, Festival Pancasila diharapkan menjadi momentum penting bagi generasi muda Kota Metro untuk semakin mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (Md/Sr)
Aisyiyah Rayakan Milad ke-108 dan Resmikan Perubahan Nama Pondok Pesantren
Organisasi Aisyiyah, yang telah berusia lebih dari satu abad, kembali merayakan perjalanan panjangnya dalam memperjuangkan pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan umat, Minggu (01/06/2025). Pada kesempatan istimewa ini, Aisyiyah menggelar peringatan Milad ke-108 dan Haflah Takhorrujiah Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting ini juga menjadi momen penting bagi para santri yang telah berhasil menuntaskan pendidikannya di Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad. Dalam acara tersebut, Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, memberikan sambutan hangat yang penuh apresiasi terhadap kontribusi Aisyiyah dalam pembangunan Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Aisyiyah, sejak awal berdiri, telah menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa, memberdayakan perempuan, serta memajukan sektor pendidikan dan kesehatan. “Kami sangat bangga dengan prestasi Aisyiyah yang telah mencapai usia ke-108 tahun ini. Perjalanan panjang organisasi ini, yang diawali oleh para tokoh perempuan Indonesia yang visioner, menjadi bukti nyata akan ketangguhan dan semangat juang yang tak kenal lelah,” ujar Wali Kota dalam sambutannya. Acara juga dilanjutkan dengan Haflah Takhorrujiah Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad, yang menjadi momen bersejarah bagi para santri yang telah menuntaskan pendidikan di pondok pesantren ini. Direktur Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad, dalam sambutannya, mengungkapkan kebanggaannya terhadap para santri yang telah berhasil meraih keberhasilan akademik dan moral.“Pendidikan yang kami berikan bukan hanya untuk mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman, ucapnya. Dengan perubahan nama menjadi Aisyiyah Boarding School, kami berharap dapat lebih berkembang dan memberi dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” imbuhnya. Perubahan Nama Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad menjadi Aisyiyah Boarding SchoolSebagai bagian dari perkembangan dan transformasi pendidikan, Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad resmi berubah nama menjadi Aisyiyah Boarding School. Perubahan ini menjadi simbol dari kemajuan pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren tersebut, dengan harapan untuk menciptakan generasi yang lebih baik lagi. Selain itu, Aisyiyah juga meluncurkan program baru yakni Rumah Ngaji, yang akan memberikan wadah untuk pengembangan pendidikan agama di masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih modern dan inklusif, Rumah Ngaji bertujuan untuk mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan belajar agama yang bermanfaat. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kustono, juga turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian Aisyiyah dan seluruh program yang diusung. Dalam sambutannya, Kustono menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai tema utama dalam peringatan Milad Aisyiyah kali ini. “Tema ketahanan pangan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Kami bangga dengan Aisyiyah yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui program-program yang telah dijalankan,” ujar Kustono. Dr. Enizar, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap kemajuan Aisyiyah di Kota Metro. Ia mengungkapkan bahwa pondok pesantren yang kini telah bertransformasi menjadi Aisyiyah Boarding School diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat. “Dengan adanya perubahan nama dan berbagai program baru yang diluncurkan, kami yakin Aisyiyah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Kami juga mendukung penuh upaya Aisyiyah dalam mengembangkan program-program ketahanan pangan dan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tuturnya. Acara yang penuh khidmat ini ditutup dengan doa bersama, yang diharapkan dapat membawa berkah dan keberhasilan bagi Aisyiyah, para santri, serta masyarakat Kota Metro. Seluruh hadirin mengharapkan agar Aisyiyah terus dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan negara. Dengan berakhirnya peringatan Milad ke-108 Aisyiyah dan Haflah Takhorrujiah Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad, Aisyiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. (Md/Sr)
SMAN 1 Metro Audiensi dengan Pemkot, Bahas Peningkatan Mutu dan Infrastruktur Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Metro, M. Kholid, M.Pd., bersama jajaran Komite Sekolah yang terdiri dari Ketua Komite Bapak Irianto, Sekretaris Komite Mas Budi, dan perwakilan wali murid sekaligus konsultan Mas Uud, melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Metro untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur sekolah, Senin (27/05/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah melaporkan bahwa SMA Negeri 1 Metro sejak lama dikenal sebagai sekolah unggulan dan menjadi kebanggaan warga Kota Metro. Meskipun saat ini sistem zonasi telah dihapuskan SMAN 1 Metro tetap menjadi magnet utama masyarakat Kota Metro hingga saat ni. Namun demikian, pihak sekolah menyampaikan keprihatinan atas menurunnya tren prestasi sekolah negeri secara umum dibandingkan sekolah swasta dalam beberapa tahun terakhir, dimana salah satu penyebabnya adalah sistem penerimaan siswa baru yang tidak fleksibel dan dimulai lebih lambat dibandingkan sekolah swasta. “Untuk tahun ini, sekolah berharap dapat menjaring siswa berprestasi lebih awal melalui jalur prestasi sebesar 35% dengan sistem tes, sehingga mutu akademik tetap terjaga,” ungkapnya. Dalam audiensi juga Kholid membahas kondisi infrastruktur sekitar sekolah yang memerlukan perhatian, terutama pada akses jalan dan parkir di sekitar area sekolah yang menyebabkan kemacetan dan kerusakan jalan sehingga kerap menyulitkan mobilitas siswa dan orang tua. Pihak sekolah dan komite berharap ada dukungan dari Pemerintah Kota, meskipun status lahan dan jalan merupakan milik provinsi maupun nasional. “Kami berharap, Pemerintah Kota Metro bisa membantu memperjuangkan penanganan akses jalan ini demi kelancaran dan keamanan siswa,” ujar Kholid. Wali Kota Metro yang menerima langsung kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa banyak aspirasi yang masuk akan menjadi perhatian serius pemerintah, namun segala bentuk penggunaan anggaran daerah tetap harus sesuai dengan prosedur dan waktu penganggaran yang telah ditetapkan. “Saya ingin kerja cepat, tapi dalam sistem pemerintahan kita tidak bisa seperti dunia usaha, semua ada aturannya,” terang beliau. Ia juga menambahkan, keterlibatan CSR dari pihak swasta dalam mendukung sarana pendidikan menjadi peluang baik yang harus dikelola secara akuntabel,seperti pembangunan dan renovasi fasilitas publik yang telah dilakukan dan akan terus diperluas. Bambang juga menilai audiensi ini menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pihak sekolah, komite, wali murid, dan pemerintah kota demi kemajuan pendidikan di Kota Metro. “Diharapkan SMA Negeri 1 Metro dapat terus menjadi simbol pendidikan berkualitas dan unggul di tengah tantangan zaman,” tegasnya. (Md/Sr)
Wali Kota Metro Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas Program Strategis Koperasi Merah Putih
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang berlangsung pada Senin (26/05/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dari Ruang Kerja Wali Kota Metro sebagai bagian dari agenda rutin mingguan Pemerintah Pusat bersama seluruh pemerintah daerah dalam upaya pemantauan dan pengendalian inflasi di daerah, sekaligus menyampaikan informasi terkini terkait kondisi perekonomian nasional. Dalam kesempatan itu, Mendagri menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pusat dan daerah guna menjaga stabilitas harga serta mendukung implementasi program-program prioritas nasional. “Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini bertujuan memperkuat struktur ekonomi masyarakat akar rumput melalui pembentukan koperasi berbasis komunitas yang efisien dan berdaya saing,” katanya. Menurut Tito, koperasi tersebut harus mampu menyederhanakan rantai distribusi barang kebutuhan pokok, menjaga kestabilan harga, serta meningkatkan pendapatan masyarakat serta target pemerintah untuk membentuk 80.000 koperasi aktif di seluruh Indonesia dalam waktu dekat. “Koperasi Merah Putih bukan hanya soal formalitas administratif. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang sehat, mandiri, dan mampu memberdayakan masyarakat. Saya minta kepala daerah memberikan dukungan penuh,” tegas Tito dalam arahannya. Sementara itu, Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, turut memberikan paparan terkait peran Bappenas dalam perencanaan pembangunan nasional menyampaikan bahwa sesuai Keppres No. 23 Tahun 2017, Bappenas bertanggung jawab atas penyusunan RPJMN, RKPN, serta koordinasi pembangunan lintas sektor. Rachmat juga membeberkan kondisi inflasi nasional per April 2025, di mana sektor makanan, minuman, tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang utama sehingga tren inflasi saat ini harus diawasi ketat agar tidak membebani masyarakat. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2025 tercatat 4,87% dan angka tersebut masih jauh dari target 8% yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan, Provinsi Maluku Utara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 34%, sementara Papua Tengah mengalami kontraksi hingga -25,53%. “Selain itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menjadi sorotan karena mencatat pertumbuhan negatif sebesar -1,47%. Menurut Bappenas, daerah tersebut masih dalam tahap pengawasan karena arah pertumbuhan ekonominya belum pasti, ” bebernya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, juga melaporkan bahwa inflasi (year-on-year/y-o-y) hingga April 2025 sebesar 1,56% ini lebih rendah dibandingkan 2022, namun masih lebih tinggi dari tahun 2023 dan 2024. “Berdasarkan data, ada lima provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), yakni Papua Tengah, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur, “papar puji. Saat ini berdasarkan data, komoditas utama penyumbang inflasi di Indonesia adalah bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah. (Yl/Sr)
Sidang Senat Terbuka UNISLA Metro dalam Rangka Wisuda Magister dan Sarjana Tahun Akademik 2025
Universitas Islam Lampung (UNISLA) Metro dengan penuh kebanggaan menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister dan Sarjana Tahun Akademik 2025. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen bersejarah, karena menjadi wisuda perdana setelah perubahan status dari Institut Agama Islam Agus Salim (IAI Agus Salim) menjadi Universitas Islam Lampung (UNISLA), pasca diterimanya SK Alih Status dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 17 Juli 2024. Acara yang digelar di Wisma Haji Al Khairiyah Metro ini dihadiri oleh para wisudawan dan wisudawati beserta keluarga, civitas akademika, serta pejabat penting daerah. Turut hadir dan memberikan sambutan inspiratif, Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, yang mengapresiasi pencapaian UNISLA dalam membina generasi intelektual yang berakhlak mulia. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan pelaksanaan wisuda bukan hanya momentum akademik, tetapi juga refleksi dari keberhasilan pendidikan tinggi dalam mencetak kader-kader bangsa yang siap berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Ia mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik yang diraih membawa tanggung jawab moral dan sosial yang besar. “Keberhasilan saudara-saudara menjadi sarjana harus disyukuri dan diingat, karena kini saudara-saudara adalah bagian dari masyarakat intelektual. Maka tindak tanduk kalian akan menjadi sorotan dan contoh di lingkungan masyarakat,” ujar Wali Kota. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner), karena tantangan dunia kerja ke depan membutuhkan kemampuan adaptasi, keuletan, kejujuran, dan profesionalisme. Sementara itu, Rektor UNISLA Metro Dr. Muslim, M. Pd. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian akademik yang diraih para wisudawan. Ia mengajak para lulusan untuk terus menempuh kehidupan di jalur ilmu, baik melalui penguasaan soft skill maupun hard skill, dan menekankan pentingnya mengamalkan ilmu dengan integritas dan tanggung jawab. “Ilmu adalah fondasi utama. Tidak penting dari mana ilmu itu didapat, yang paling penting adalah apa yang kita lakukan dengan ilmu itu,” tegas Rektor. Rektor UNISLA juga menyoroti transformasi penting lembaga pendidikan ini, dari IAI Agus Salim menjadi Universitas Islam Lampung, sebagai tonggak kemajuan yang akan membuka lebih banyak peluang dalam meningkatkan mutu pendidikan, daya saing kampus, dan jangkauan layanan kepada masyarakat.Di hadapan para wisudawan, Rektor mengingatkan bahwa perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari sejauh mana kebermanfaatan mereka di tengah masyarakat. “Perilaku kalian di masyarakat adalah cermin kampus ini. Jaga nama baik almamater kalian, berbuatlah yang terbaik, dan teruslah menjadi manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab,” pesan beliau. Senada dengan itu, Ketua Yayasan Pusat Pendidikan Islam Lampung H. Faishal Hafidz Adi Wibowo., lembaga yang menaungi UNISLA, menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan wisuda perdana di bawah nama Universitas Islam Lampung. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa UNISLA saat ini tengah membangun kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Metro, termasuk MoU yang memungkinkan warga Kota Metro kuliah secara gratis di UNISLA. “Kami berkomitmen untuk menyediakan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, terutama yang berdomisili di Kota Metro. Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga benar dalam akhlaknya,” ujar Ketua Yayasan. Ia juga mengajak seluruh wisudawan untuk membawa nama baik UNISLA ke manapun mereka melangkah, karena kesuksesan dan citra universitas ke depan juga bergantung pada kiprah para alumninya di masyarakat. “Kebaikan, kepercayaan, dan kesuksesan nama Universitas Islam Lampung saat ini berada di tangan panjenengan semua. Jika kalian membawa nama baik kampus ini, insya Allah nama UNISLA akan terus harum,” pungkasnya. Acara wisuda ini merupakan simbol keberhasilan UNISLA dalam mengemban amanah pendidikan tinggi berbasis keislaman, kebangsaan, dan keilmuan. Para lulusan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberi kontribusi positif bagi bangsa dan negara, serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan selama masa studi. UNISLA Metro terus berkomitmen untuk menjadi kampus unggul yang menghasilkan lulusan berkualitas, berintegritas, dan siap menjawab tantangan zaman. Melalui kerja sama lintas sektor, peningkatan sarana-prasarana, serta inovasi kurikulum, UNISLA siap melangkah menuju masa depan pendidikan tinggi yang lebih cerah. (Md/Sr)
Pemilihan Duta Genre UM Metro Berlangsung Kompetitif, Menuju Gelar Duta Genre 2025
Suasana Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) tahun 2025 dipenuhi semangat dan antusiasme. Dimana acara ini diikuti sebanyak 18 finalis dari 10 program studi untuk beradu bakat dan gagasan dan meraih gelar Duta Genre. Acara yang berlangsung kompetitif ini menandai puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Maret lalu digelar di Universitas Muhamadiyah Metro, Minggu (25/05/2025). Wali Kota Metro yang diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPAPPKB) Kota Metro, Wahyu Ningsih, S.K.M., M.Kes., menyampaikan apresiasi tinggi kepada UM Metro atas penyelenggaraan pemilihan Duta Genre yang memiliki peran penting. “Kegiatan ini sangat penting, karena para Duta Genre terpilih akan menjadi mitra Pemerintah Kota Metro dalam mengimplementasikan program-program untuk perempuan dan anak di Kota Metro,” ujarnya. Wahyu Ningsih menekankan tentang besarnya tantangan yang dihadapi Pemerintah Kota Metro dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak, termasuk bullying, pelecehan seksual dan stunting. “Tugas kami sangat berat, terutama dalam mendampingi keluarga beresiko stunting. Kami memiliki 390 kader yang tersebar di 22 kelurahan. Untuk itu, dukungan dari generasi muda sangat dibutuhkan karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” tegasnya Wahyu saat memberikan sambutan. Ia juga berharap para Duta Genre dapat berperan aktif dalam pendampingan keluarga beresiko stunting yang meliputi calon pengantin, remaja, ibu hamil, ibu pasca salin, dan balita. Dalam paparannya, Wahyu Ningsih juga mengungkapkan bahwa Kota Metro memiliki sekolah-sekolah siaga penduduk yang memiliki jumlah terbanyak dan terbaik di Provinsi Lampung. “Ini menunjukkan bahwa pembentukan generasi tangguh dimulai dari usia remaja, dan ini akan menjadi tantangan bonus demografi yang dihadapi Kota Metro. Jika bonus demografi tidak diiringi dengan hal-hal positif, maka akan menimbulkan permasalahan sosial,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Umum PIK R PILAR UM Metro 2024/2025, Manda Abelia, berharap pemilihan Duta Genre ini dapat memotivasi remaja untuk menjadi kreatif, inovatif, dan berkemajuan. “Masa remaja adalah masa peralihan dan kreativitas sangat penting agar remaja terhindar dari hal-hal negatif,” pungkasnya. Ia menjelaskan bahwa program Genre bertujuan untuk mempersiapkan remaja dalam menghadapi lima transisi kehidupan: pendidikan, karier, perkawinan, kesehatan reproduksi, dan kehidupan bermasyarakat. Manda juga menuturkan bahwa PIK R PILAR UM Metro sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mewadahi program Genre, merasa bangga dipercaya menyelenggarakan pemilihan Duta Genre. “Harapan kami, para Duta Genre terpilih dapat memberikan manfaat bagi remaja di sekitar mereka, dan membantu menciptakan Kota Metro yang sehat, cerdas, dan ceria, terbebas dari kejahatan seksual dan HIV/AIDS,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana pemilihan Duta Genre, Nur Azizah, melaporkan bahwa terdapat 35 peserta terdaftar, yang kemudian diseleksi menjadi 18 finalis dari 10 program studi di Universitas Muhammadiyah Metro. Rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran gelombang pertama yaitu 18 Maret 2025 sampai pada puncaknya, Grand Final yaitu hari ini 25 Mei 2025. “Kompetisi ini sangat ketat, namun kami berharap para Duta Genre terpilih dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi aktif dalam program Genre, khususnya dalam sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui program ‘Genre Goes to School’ yang berdampak positif bagi masyarakat,” harapnya. (Yl/Sr)
Pemerintah Kota Metro Gelar Lomba Inovasi KWT, Sebagai Wujud Komitmen Membangun Kemandirian Pangan Berbasis Masyarakat
Pemerintah Kota Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan berbasis masyarakat melalui kegiatan Lomba Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Metro Utara. Kegiatan Lomba Inovasi Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Metro Utara Tahun 2025 resmi ditutup dengan pengumuman para pemenang dan penyerahan hadiah pada Rabu, (21/5/2025). Acara yang diselenggarakan di Kelurahan Karang Rejo ini disambut antusias oleh para peserta dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Metro, Heri Wiratno. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh KWT yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat, kreativitas, dan inovasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi lebih dari itu, merupakan cerminan nyata dari peran aktif masyarakat terutama para ibu dalam memperkuat ketahanan pangan dari level rumah tangga. “Urban farming hari ini bukan lagi sekadar tren, namun sudah menjadi kebutuhan terutama dalam menghadapi tantangan pangan dan perubahan iklim. Program ini merupakan strategi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan secara produktif, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Rafieq dalam sambutannya. Menurutnya, KWT telah menjadi ujung tombak gerakan pertanian kota, yang mampu menggerakkan masyarakat dari bawah dengan semangat gotong royong. Ia berharap hasil-hasil inovatif yang ditunjukkan oleh para KWT dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain dan mendorong lahirnya lebih banyak praktik pertanian berkelanjutan di wilayah urban. Wakil Wali Kota Metro mengajak seluruh masyarakat untuk terus berinovasi dan memperkuat peran serta dalam gerakan kemandirian pangan. “Kepada para pemenang lomba, saya ucapkan selamat dan sukses. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berkarya. Semoga semangat ini menyebar ke seluruh wilayah Kota Metro dan menjadikan kita kota yang tangguh, sehat, dan berbudaya,” pungkas Rafieq. Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Metro Heri Wiratno, memaparkan potensi besar yang dimiliki wilayah Metro Utara, khususnya dalam pemanfaatan lahan pekarangan.“Metro memiliki total lahan sekitar 2.588 hektare, dengan 700 hektare di antaranya berupa lahan pekarangan dan lahan kosong yang sangat potensial. Di masing-masing kecamatan, termasuk Metro Utara kita sudah memiliki Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang berfungsi sebagai pusat perencanaan dan pelaksanaan program pertanian,” jelas Heri. Ia menambahkan bahwa Karang Rejo, lokasi kegiatan lomba telah berkembang menjadi sentra sayuran dataran rendah yang hasilnya tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau wilayah luar provinsi hingga ke Bandar Lampung. Namun demikian, ia juga melaporkan adanya tantangan dalam pengolahan lahan sawah di musim gadu tahun ini. Dari 789 hektare lahan yang ada di Metro Utara, sebagian masih dalam proses pengolahan akibat sistem pengairan giliran (gilir). Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan koordinasi dengan pihak balai irigasi guna mengatasi permasalahan tersebut. Dalam bidang peternakan, Heri juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Kota Metro mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia. Dimana dua ekor sapi dari Kota Metro telah dibeli oleh pemerintah pusat untuk keperluan kurban di Bandar Lampung dan Kota Metro. Bahkan, satu ekor sapi Metro dibeli oleh petani dari Jawa Barat untuk mengikuti kontes ternak, menandakan kualitas ternak lokal semakin diakui di tingkat nasional. Heri Wiratno menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun roadmap urban farming jangka menengah dengan target pada tahun 2027, Kota Metro mampu menjadi daerah pengolah hasil pertanian, bukan sekadar daerah produksi. “Kami ingin Metro tidak hanya memproduksi, tapi juga mengolah. Inovasi dan kegiatan harus terus didorong agar pertanian kota menjadi lebih mandiri dan bernilai tambah tinggi,” tegas Heri. Pada kesempatan yang sama Ketua Pelaksana Lomba Teguh Setiawan S.P, juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak pendukung. “Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi anggota KWT dalam menerapkan pertanian berkelanjutan, memperkuat solidaritas antar kelompok, serta memperkenalkan inovasi pertanian berbasis rumah tangga,” ujarnya. Lomba ini diikuti oleh 14 kelompok wanita tani dari berbagai kelurahan di Kecamatan Metro Utara. Penilaian dilakukan langsung di lokasi masing-masing KWT dan mencakup berbagai aspek, seperti administrasi kelompok, kebun percontohan, keberagaman tanaman, tata letak tanaman, penerapan inovasi teknologi, hingga pengolahan hasil pangan lokal.Peserta Lomba KWT 2025 meliputi :