0 Comments

Pemkot Metro Buka Seleksi Terbuka Eselon II dan Sekda, Dorong Penguatan Antisipasi Bencana di Kecamatan

Pemerintah Kota Metro kembali melakukan seleksi terbuka untuk posisi Eselon 2 dan posisi Sekretaris Daerah, hal ini disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah, Kusbani pada saat menjadi pembina apel pagi di Halaman Pemkot Metro,Senin (06/04/2026). Dirinya meminta kepada para ASN yang ingin mengikuti selter tersebut untuk segera melengkapi kelengkapan administrasi dan megumpulkan persyaratan yang diperlukan. Dalam apel, Kusbani juga mengusulkan penempatan beberapa personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing kecamatan, untuk bertugas sebagai relawan antisipasi penanggulangan bencana. “Saya mengusulkan penempatan sejumlah personel dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup di setiap kecamatan dengan dibentuk posko untuk bertugas sebagai relawan dalam upaya antisipasi dan penanggulangan bencana, seperti pencegahan pohon tumbang dan pembersihan drainase. Hal ini guna mengurangi risiko banjir di masing-masing kecamatan,” ungkapnya. Menurut Kusbani, penanganan bencana tidak hanya dilakukan saat kejadian, melainkan juga melalui upaya pencegahan. Selain itu juga, dirinya menyampaikan dua wacana,yaitu terkait pembatasan penggunaan kendaraan dinas di tengah efisiensi anggaran dan perubahan sistem pemungutan retribusi sampah untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Tm/Sr)

0 Comments

Atensi Kesehatan Anak: Pemkot Metro Lepas Pengobatan Pasien Jantung di RS Harapan Kita

Pemerintah Kota Metro kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam bidang kesehatan anak. Pada Minggu (05/04/2026), Wali Kota Metro melepas sekaligus memberikan bantuan kepada dua anak penderita penyakit jantung yang akan menjalani pengobatan lanjutan di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Metro sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moril bagi warga yang membutuhkan penanganan medis intensif. Dalam arahannya, Wali Kota Metro menekankan bahwa penanganan kasus jantung pada anak memerlukan sinergi lintas sektor. Ia mengakui bahwa keterbatasan alat kesehatan di daerah masih menjadi tantangan besar, sehingga pasien harus dirujuk ke luar daerah. “Penanganan penyakit jantung pada anak butuh perhatian serius. Kami akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat maupun berbagai sektor agar fasilitas medis di Kota Metro ke depan bisa lebih lengkap,” ujar Wali Kota. Beliau menegaskan, bahwa langkah ini merupakan perhatian jangka panjang bagi seluruh anak di Kota Metro yang mengalami kondisi serupa agar mendapatkan sistem penanganan yang lebih terstruktur. Koordinator Rumah Singgah FIKI Kota Metro, Eka Kurniasih, menjelaskan bahwa keberangkatan kedua pasien ini difasilitasi oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Metro untuk dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Kedua pasien tersebut adalah Danu yang akan menjalani tindakan kateterisasi jantung. Kemudian Nabil, yang akan menjalani pemeriksaan pertama kali untuk tindakan penutupan jantung. “Proses pengobatan jantung ini bukan perjalanan singkat, bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Karena itu, dukungan moril bagi orang tua sangat penting agar mereka merasa tidak berjuang sendirian,” tambah Eka. Ibu Suliah, orang tua dari Nabil, menyampaikan rasa harunya atas dukungan yang diberikan. Putranya didiagnosis menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) sejak usia tujuh hari. Setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Ahmad Yani pada usia 9 bulan akibat sesak napas, kini di usia 2 tahun, Nabil memerlukan tindakan medis lanjutan di Jakarta. “Alhamdulillah, dengan bantuan dari Pemerintah Kota Metro dan Rumah Singgah FIKI, anak saya bisa berangkat ke Jakarta. Kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu dan tidak merasa sendirian lagi,” ungkap Suliah dengan penuh syukur. Acara pelepasan diakhiri dengan doa bersama untuk kesembuhan para pasien dan kekuatan bagi keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan di Jakarta. (Yl/Yd)

0 Comments

CFD Kembali Digelar, Wali Kota Metro Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Produktif

Metro – Usai bulan suci Ramadan, kegiatan yang dinantikan masyarakat, Car Free Day (CFD), kembali digelar di Bumi Sai Wawai pada Minggu (05/04/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang sejak pukul 06.00 WIB telah memadati kawasan Taman Kota Metro. Terlihat masyarakat dari berbagai kalangan turut meramaikan kegiatan tersebut dengan beragam aktivitas, mulai dari bersepeda, senam bersama, hingga jogging santai di seputaran taman kota. Suasana kebersamaan dan semangat hidup sehat begitu terasa di tengah-tengah masyarakat. Menariknya, pelaksanaan CFD kali ini yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporarekraf) menghadirkan inovasi baru. Masyarakat diminta melakukan scan barcode yang telah disiapkan panitia untuk berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize menarik. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan CFD tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “CFD ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, hiburan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujar Bambang. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Metro telah menyiapkan berbagai fasilitas guna menunjang kenyamanan dan kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami menyediakan layanan cek kesehatan gratis, perpustakaan keliling, donor darah, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi. Harapannya, CFD ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tambahnya. Dengan kembali digelarnya CFD ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat terus mendorong pola hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan geliat ekonomi lokal di tengah masyarakat. (Bsr)

0 Comments

Dari 55 Peserta, Motif Saka Pena Tampil Terbaik di Lomba Batik Metro

Aan Fergian sukses meraih juara pertama dalam Lomba Cipta Motif Batik kategori umum melalui karyanya, Motif Batik Saka Pena, setelah berhasil menyisihkan 55 peserta. Sementara itu, pada kategori pelajar, Nareswari Pavita Abinaya keluar sebagai juara pertama dengan karya Motif Batik Belangan Sinar. Puncak acara berlangsung meriah dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Halaman Kantor Dekranasda Kota Metro, Sabtu (4 April 2026). Dalam sambutan Ketua Dekranasda Kota Metro, Bunda Eni Bambang, mengatakan karya-karya pemenang dinilai unggul dari berbagai aspek, mulai dari kekuatan filosofi, komposisi desain, hingga kemampuan mengangkat identitas lokal yang khas dibandingkan peserta lainnya. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah penting bagi para perajin dan desainer batik untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui karya wastra. Prestasi ini juga mencerminkan besarnya potensi generasi muda dalam mengembangkan seni batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. “Tak luput juga kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak yang turut berkontribusi sebagai donatur, di antaranya Bank Lampung, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Syariah, Chandra Superstore, CV Wulandari, serta LPK JIEMA. Selain itu, acara ini juga semakin meriah dengan adanya sponsorship dari Kopi Kuda Cahaya, Susu Kambing Rizqiku, dan Toko Femina Metro, yang bersama-sama memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini,” katanya. Lomba cipta motif batik ini telah dimulai sejak 16 Februari 2026, melalui serangkaian tahapan yang meliputi pendaftaran, pengumpulan karya, hingga proses penjurian yang berlangsung ketat dan objektif oleh tim juri. Dari seluruh peserta, dewan juri menetapkan 20 finalis terbaik yang dinilai unggul dari segi estetika, makna filosofis, serta inovasi desain yang mencerminkan kearifan lokal Kota Metro. Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa lomba desain motif batik ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. “Batik bukan sekadar kain, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai-nilai luhur yang mencerminkan kearifan lokal daerah. Kegiatan seperti ini sangat strategis dalam memperkuat karakter budaya daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap melalui ajang ini akan lahir motif-motif batik khas Kota Metro yang mampu menjadi ikon daerah, memperkaya khazanah budaya, serta memiliki nilai ekonomi tinggi dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung, Dendi Mashuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan karya menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. “Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Hasil karya wastra dari perlombaan ini juga berpeluang didaftarkan pada ajang Griya Nusa maupun Inakraf sebagai desain baru karya pengrajin Kota Metro,” tuturnya. (Tm/Yd/Md)

0 Comments

Waspada Penyebaran Campak, Wali Kota Metro Minta OPD dan Masyarakat Tingkatkan Perhatian

Menyikapi perkembangan sebaran kasus campak di Provinsi Lampung, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meminta perhatian serius dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta masyarakat Kota Metro. Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, namun dapat sembuh apabila daya tahan tubuh penderita dalam kondisi baik. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang tepat dan berkesinambungan. Kepala Dinas Kesehatan dan para direktur rumah sakit diminta untuk secara intensif mengawal tatalaksana pasien campak, mulai dari penanganan awal hingga pasien dinyatakan sembuh. Upaya ini diharapkan dapat menekan penyebaran kasus serta mempercepat pemulihan pasien. “Selain itu juga, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, kebugaran, serta meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah penularan penyakit,” ujar Bambang. Dengan begitu, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran campak di wilayah tersebut. (Sr)

0 Comments

Aksi Jumat Berkah Wali Kota Metro, Peduli Pasukan Orange dengan Nasi Kotak Gratis

Wali Kota Metro menunjukkan bentuk perhatian yang lebih konkret kepada para petugas kebersihan atau “Pasukan Orange” melalui aksi sederhana namun bermakna, Jumat (02/04/2026). Tidak dalam bentuk seremoni, ratusan nasi kotak dibagikan langsung sebagai bagian dari komitmen pribadi kepala daerah kepada para pekerja lapangan di Dinas Lingkungan Hidup. Langkah ini juga menjadi penegasan bahwa perhatian terhadap petugas kebersihan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan formal, melainkan dapat hadir melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka di lapangan yang kerap luput dari sorotan, padahal peran mereka sangat vital dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Menariknya, pemberian nasi kotak tersebut merupakan bagian dari program “Jumat Berkah” yang diinisiasi langsung oleh Wali Kota Metro tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan berasal dari dana pribadi, yang merupakan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap para petugas kebersihan. Komitmen ini juga bukan muncul secara tiba-tiba tetapi merupakan janji yang telah disampaikan Wali Kota Metro pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada Jumat 20 Februari 2026 di Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan perhatian lebih kepada pasukan orange sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Perhatian yang diberikan kepada para petugas kebersihan tersebut dinilai bukan sekadar bantuan makanan, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras yang selama ini mereka lakukan dalam menjaga wajah Kota Metro tetap bersih dan tertata. Lebih jauh, pendekatan yang dilakukan Wali Kota Metro ini juga mencerminkan gaya kepemimpinan yang tidak berjarak, sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dari seorang pemimpin dapat menjadi pemicu bagi tumbuhnya solidaritas di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas. Apa yang dilakukan Wali Kota tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menghargai profesi yang seringkali dianggap sederhana. Melalui aksi “Jumat Berkah” ini, Pemerintah Kota Metro secara tidak langsung ingin menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan program besar, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan keadilan sosial dan perhatian kepada mereka yang berada di garis terdepan pelayanan publik.(Yl)

0 Comments

Pemkot Metro Berduka, Walikota Metro Salatkan Jenazah Bunga Rosana, Hafizah 30 juz

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, bersama ratusan masyarakat, melaksanakan takziah sekaligus mensalatkan jenazah almarhumah hafizah Al-Qur’an, Bunga Rosana (23), korban hanyut di kawasan wisata Wira Garden, Kamis (02/04/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Deswin Fitra, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat.Prosesi salat jenazah dilaksanakan di Masjid Baitul Akhlak, Gang Subur I, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, di mana masyarakat turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah yang dikenal sebagai sosok hafizah berprestasi. Dalam keterangannya kepada awak media, Wali Kota Metro menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhumah yang dinilai sebagai salah satu putri terbaik daerah. “Kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi Kota Metro. Beliau adalah aset terbaik yang kita miliki, seorang hafizah Al-Qur’an. Saya berharap kecintaan dan dedikasi beliau terhadap Al-Qur’an dapat menjadi teladan serta memotivasi generasi muda untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Bambang. Jenazah almarhumah sebelumnya telah melalui proses identifikasi di RSU Bhayangkara Polda Lampung, dan saat ini disemayamkan di rumah duka di Gang Subur I, RT 22 RW 05, Hadimulyo Barat, Metro Pusat. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan pada sore hari di Tempat Pemakaman Umum setempat. Diketahui, Bunga Rosana merupakan hafizah 30 juz yang kerap menorehkan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi. Almarhumah juga tercatat sebagai mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Lampung yang dikenal cerdas dan bersahaja. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas MIPA Universitas Lampung, Junaidi, turut menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok almarhumah. “Almarhumah adalah mahasiswi yang cerdas, santun, dan bersahaja. Ia juga pernah menjadi perwakilan Fakultas MIPA dalam ajang MTQ tingkat universitas,” ungkapnya. Berdasarkan informasi, almarhumah merupakan putri pertama dari pasangan Ismail Yusuf dan Heliana. Ia ditemukan pada Kamis (02/04/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di muara Pulau Pasaran, Teluk Betung Barat, setelah sebelumnya dilaporkan hanyut bersama rekannya di aliran sungai kawasan Wira Garden pada Rabu (01/04/2026). Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian selama kurang lebih 20 jam oleh tim gabungan Basarnas dan BPBD Kota Bandar Lampung. Pemerintah Kota Metro turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil hikmah dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di kawasan wisata alam.(Bsr)

0 Comments

Bambang Apresiasi Bantuan Alsintan, Tekankan Pentingnya Pemanfaatan dan Perawatan Optimal

Pemerintah Kota Metro melaksanakan kegiatan penyerahan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani se-Kota Metro. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Rajawali RW 05 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. Rabu (3/12/2025) Kegiatan tersebut dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro bersama jajaran Forkopimda, DPRD, para camat, lurah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Metro secara langsung menyerahkan bantuan alsintan kepada perwakilan kelompok tani sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan produktivitas pertanian di daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kota Metro. Kepala Dinas Pertanian Kota Metro Hery Wiratno, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan alsintan yang diberikan merupakan hasil dari upaya dan strategi Pemerintah Kota Metro dalam membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Kota Metro tidak terlepas dari komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam mengusulkan program-program pembangunan pertanian. Adapun bantuan alsintan yang disalurkan terdiri dari 19 unit traktor roda empat, 2 unit traktor tangan, serta 4 unit pompa air dengan total nilai mencapai sekitar Rp9,8 miliar. “Sebagian alat telah diterima dan diserahkan sementara, beberapa unit lainnya masih dalam proses pengiriman dan mengalami sedikit keterlambatan akibat faktor distribusi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami tegaskan bahwa bantuan ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Baik dari pemerintah daerah, kelompok tani, maupun pihak lain tidak diperkenankan melakukan pungutan,” katanya. Hery juga menegaskan, bahwa apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan masyarakat dapat langsung melaporkannya kepada Dinas Pertanian maupun melalui kanal resmi Kementerian Pertanian. Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2026 Pemerintah Kota Metro kembali mengusulkan berbagai bantuan alsintan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia di antaranya combine harvester, pompa air, serta teknologi modern berupa drone pertanian yang dapat digunakan untuk pemupukan dan pengendalian hama. Selain itu terdapat pula usulan program irigasi, penguatan sarana pertanian, serta dukungan sektor perikanan melalui program bioflok dengan total nilai usulan mencapai sekitar Rp23,3 miliar. Kemudian dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada petani di Kota Metro. Ia menilai bantuan alsintan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian. “Kita patut bersyukur karena di tengah keterbatasan anggaran daerah pemerintah pusat masih memberikan perhatian besar kepada Kota Metro. Bantuan ini bukan jumlah yang kecil dan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wali Kota. Wali Kota juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap bantuan yang telah diberikan. Ia juga menginginkan seluruh kelompok tani dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkan alsintan tersebut secara optimal demi keberlanjutan penggunaannya. “Walaupun bantuan ini tidak dibeli tetapi harus tetap dirawat dengan baik. Jangan sampai karena merasa ini bantuan gratis, lalu penggunaannya tidak dijaga. Justru kita harus menunjukkan bahwa kita mampu merawat dan memanfaatkan bantuan ini dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya. Selain itu, Bambang juga mendorong agar kelompok tani dapat membangun sistem pengelolaan bersama termasuk dalam hal pembiayaan operasional dan perawatan alsintan. Menurutnya, hal ini penting agar alat yang diberikan dapat terus digunakan dalam jangka panjang tanpa kendala. Tak hanya itu, Bambang juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga anggota DPRD untuk bersama-sama melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan alsintan di lapangan. Lebih jauh lagi, orang nomor satu di Kota Metro, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam menjaga dan memanfaatkan bantuan ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperoleh kembali dukungan dari pemerintah pusat di masa mendatang. “Saya optimistis bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, sektor pertanian di Kota Metro akan terus berkembang,” ungkapnya. Kegiatan penyerahan simbolis ini diakhiri dengan harapan agar bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian, efisiensi kerja petani, serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan komitmen kuat dari pemerintah daerah Kota Metro diharapkan mampu menjadi daerah yang mandiri dan unggul di sektor pertanian, serta mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa yang akan datang. (Md/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 , Tekankan Transparasi dan Akuntabilitas

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengikuti entry meeting pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara virtual melalui Zoom dari OR Setda, Kamis (02/04/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses audit yang menitik beratkan pada penguatan kualitas tata kelola keuangan daerah, bukan sekadar agenda rutin tahunan. Momentum ini juga menegaskan bahwa pemeriksaan LKPD tidak lagi dipandang sebagai formalitas administratif, melainkan instrumen strategis dalam memastikan setiap kebijakan fiskal daerah. Hal ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan pendekatan ini juga sejalan dengan upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan APBD di seluruh daerah, termasuk Kota Metro. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan bahwa kehadiran bahwa BPK RI memiliki peran krusial menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah atas komitmennya dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan negara di tingkat daerah. Ahmad Giri Akbar juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyelesaikan laporan keuangan secara tepat waktu sesuai ketentuan perundang-undangan, karena ketepatan waktu tersebut menjadi indikator awal komitmen pemerintah daerah dalam menjaga disiplin fiskal dan tata kelola yang baik. Lebih jauh, Ahmad Giri Akbar menekankan bahwa bagi legislatif, pemeriksaan BPK bukan sekadar rutinitas tahunan. “Ini adalah instrumen krusial untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD yang telah kita sepakatkan bersama benar-benar dikelola secara efektif, efisien dan yang terpenting bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Tak hanya itu target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan satu-satunya tujuan, oleh karena itu pemeriksaan yang dilakukan diharapkan mampu menghadirkan rekomendasi konstruktif guna memperbaiki sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap regulasi di lingkungan pemerintah daerah. Dalam konteks pengawasan, DPRD berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah daerah agar bersikap kooperatif, transparan, dan komunikatif dalam menyediakan data yang dibutuhkan oleh tim pemeriksa serta tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) juga menjadi perhatian utama agar setiap temuan dapat segera diselesaikan dan tidak berulang di masa mendatang. Selain itu, Ahmad Giri Akbar, juga menyoroti tantangan daerah dalam melakukan penataan dan realokasi keuangan yang tidak hanya bersifat fiskal, tantangan tersebut juga menyentuh aspek psikologis dalam pengambilan kebijakan di daerah, sehingga ia mendorong agar realokasi anggaran dilakukan secara terstruktur sejak awal tanpa mengurangi alokasi OPD, melainkan diarahkan pada penambahan berbasis prioritas pembangunan. Sementara itu, Anggota V BPK RI sekaligus Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V, Bobby Adhityo Rizaldi, menegaskan bahwa entry meeting ini merupakan bagian awal dari pemeriksaan terinci atas LKPD Tahun Anggaran 2025 yang melibatkan sinergi lintas wilayah, baik secara fisik maupun virtual. “Saya mengapresiasi atas kehadiran kepala daerah dan pimpinan DPRD yang menunjukkan komitmen kuat terhadap proses pemeriksaan. Menurutnya, partisipasi aktif tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses audit yang berkualitas dan akuntabel, “tuturnya. Bobby juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, meskipun ia mengakui bahwa tantangan realokasi anggaran tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga di internal BPK yang turut melakukan penyesuaian demi meningkatkan kualitas pemeriksaan. Ia menjelaskan bahwa adanya penyederhanaan pelaporan berdampak pada perubahan prioritas pemeriksaan, termasuk meningkatnya jumlah sampel data yang diminta. “Ini bukan karena ada pemotongan, tapi justru anggaran pemeriksaan ini ditambah untuk peningkatan kualitas,” jelasnya. Transformasi digital juga menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan tahun ini. Sebagai Pimpinan Pemeriksaan Keuangan ia juga menekankan pentingnya implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) secara menyeluruh, tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan regulasi, tetapi juga sebagai faktor penentu dalam peningkatan kualitas opini laporan keuangan. Menurutnya, Integrasi SIPD dengan sistem lain seperti pengelolaan aset, dinilai sangat krusial mengingat salah satu tantangan terbesar pemerintah daerah adalah penataan dan pencatatan aset yang akurat karena dampak yang ditimbulkan dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas opini audit. Selain itu, Bobby juga telah menerapkan pendekatan risk-based audit dan memanfaatkan big data analytics untuk meningkatkan kedalaman analisis pemeriksaan, dimana pendekatan ini memungkinkan identifikasi risiko secara lebih akurat serta mendorong perbaikan sistemik dalam pengelolaan keuangan daerah. “DPRD merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan akuntabilitas keuangan. Peran pengawasan DPRD dinilai sangat penting dalam memastikan setiap penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, “ungkapnya. Dalam pelaksanaannya, BPK RI sebagai sebuah lembaga juga tidak berada pada posisi mengkritisi kebijakan, melainkan fokus pada implementasi kebijakan tersebut dalam bentuk program dan kegiatan yang dijalankan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, pentingnya percepatan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaandengan melakukan penyelesaian temuan lama serta kebutuhan akan norma baru dalam beberapa kasus menjadi langkah strategis untuk mencegah permasalahan berulang yang berpotensi masuk ke ranah hukum. Lebih lanjut, Bobby mendorong adanya simplifikasi dan harmonisasi regulasi, khususnya dalam integrasi laporan kinerja dan laporan keuangan daerah yang dinilai penting agar evaluasi tidak hanya berfokus pada serapan anggaran, tetapi juga pada capaian output dan dampak pembangunan. “Integritas dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam pengelolaan keuangan negara, untuk itu saya berharap seluruh kepala daerah dan DPRD dapat mendukung proses pemeriksaan secara optimal. Mari kita jadikan pemeriksaan LKPD tahun 2025 ini sebagai momentum untuk selalu memperkuat akuntabilitas di tengah perubahan global yang dinamis,” pungkasnya.(Yl/Yd)

0 Comments

Walikota Metro Sampaikan LKPJ Tahun 2025, Tekankan Capaian Kinerja dan Tantangan Strategis

Wali Kota Metro menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Metro yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Metro, Rabu (01/04/2026). Penyampaian laporan ini merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2024 sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. LKPJ Tahun Anggaran 2025 memiliki nilai strategis karena memuat capaian kinerja pada tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kota Metro Tahun 2025–2029, sekaligus menjadi dasar atau titik awal dalam proyeksi pembangunan ke depan. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 memiliki nilai historis dan manajerial yang sangat strategis dalam merepresentasikan capaian kinerja pada tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Metro Tahun 2025–2029, sekaligus menjadi baseline atau titik tolak bagi proyeksi pembangunan kota kita di masa mendatang. Berkenaan dengan hal tersebut, Bambang rangkuman terkait kondisi makroekonomi, realisasi kebijakan fiskal, capaian pelayanan dasar, serta tata kelola pemerintahan sepanjang tahun 2025. “Pertama, Akselerasi Makroekonomi dan Kesejahteraan Sosialyang terjadi di tengah kompleksitas dinamika ekonomi regional maupun nasional, dimana berdasarkan data perekonomian Kota Metro pada tahun 2025 menunjukkan resiliensi yang kokoh,” ungkapnya. Hal tersebut, dapat dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,20 persen yang mencerminkan tren akselerasi positif dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada pada level 4,88 persen. “Pertumbuhan ini terutama didorong oleh produktivitas sektor jasa, perdagangan, serta industri kreatif. Capaian tersebut berimplikasi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang mencapai Rp51,74 juta, atau sebesar 99,69 persen dari target makro yang telah ditetapkan meskipun pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir jika tidak dibarengi dengan pemerataan,”bebernya. Melalui Rasio Gini di angka 0,291, kita telah membuktikan bahwa pembangunan di Kota Metro berjalan secara inklusif dan memitigasi risiko ketimpangan sosial yang sejalan dengan tingkat kemiskinan juga berhasil di tekan hingga 6,44 persen. Bambang juga mengungkapkan bahwa langkah ke depan Kota Metro akan berfokus pada kebijakan yang lebih progresif agar angka kemiskinan dapat terus ditekan menuju angka 5,40 persen sampai akhir periode RPJMD 2025-2029. “Kedua, Realisasi Pengelolaan Keuangan Daerah APBD 2025Capaian makroekonomi yang impresif tersebut merupakan manifestasi dari tata kelola fiskal yang responsif, efisien, serta senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence),” tuturnya. Dalam kaitan ringkasan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Metro Tahun Anggaran 2025, Bambang menjelaskan bahwa laporan ini merupakan data unaudited, mengingat proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI saat ini masih berlangsung. “Pada sisi Pendapatan Daerah, realisasi mencapai Rp1,050 triliun lebih atau 95,12 persen dari target sebesar Rp1,104 triliun. Secara rinci, pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp359,09 miliar atau 93,36 persen dari target Rp384,63 miliar, Pendapatan Transfer sebesar Rp691,08 miliar atau 96,06 persen dari target Rp719,38 miliar dan pos Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah pada tahun ini yang tidak terdapat realisasi,”jelasnya. Dari aspek Belanja Daerah total alokasi sebesar Rp1,13 triliun, terealisasi sebesar Rp1,07 triliun atau 94,78 persen. “Sementara itu, pada pos Pembiayaan Daerah, realisasi Penerimaan mencapai Rp23,72 miliar atau sebesar 98,73 persen dari target Rp24,02 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah dengan Pengeluaran Pembiayaan untuk penyertaan modal pemerintah daerah terealisasi penuh sebesar Rp2 miliar atau 100 persen dari target,”papar Bambang. Pada pertemuan tersebut, Bambang juga melaporkan terkait Kinerja Urusan Pelayanan Dasar dan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang memiliki esensi tertinggi dari penyelenggaraan pemerintahan adalah komitmen untuk memanusiakan manusia yang terefleksi secara nyata melalui capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro yang mencatatkan angka sebesar 81,22. “Realisasi ini tidak hanya melampaui target pembangunan, tetapi secara definitif menetapkan standar kualitas hidup masyarakat Kota Metro pada klasifikasi ‘Sangat Tinggi’ berkat ditopang oleh fondasi sektor pendidikan yang unggul dengan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 14,97 tahun, dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk dewasa berada pada angka 11,19 tahun yang menduduki posisi tertinggi di Provinsi Lampung, “jelasnya. Sebagai Wali Kota Metro, Bambang menyampaikan bahwa akselerasi ini merupakan hasil nyata dari intervensi afirmatif pemerintah melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan keberpihakan Kartu Metro Bahagia (KMB), guna menjamin hak pendidikan yang inklusif bagi seluruh siswa. “Di sektor kesehatan, komitmen perlindungan semesta diwujudkan melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup hampir seluruh penduduk. Namun demikian, penanganan gizi anak tetap menjadi tantangan strategis,” paparnya. Bahkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Metro tahun 2025 berada pada angka 14,8 persen sehingga data tersebut menjadi pijakan objektif bagi Pemerintah Kota Metro untuk mengeskalasi konvergensi penanganan lintas sektor guna memastikan generasi masa depan Metro tumbuh menjadi generasi emas yang berdaya saing. Berkenaan dengan pengembangan ruang fisik dan ekologi, Indeks Pembangunan Infrastruktur Kota Metro berhasil mencapai skor 0,579, melampaui target perencanaan yang telah ditetapkan sebesar 0,559. Keberhasilan tersebut dapat tercapai karena pemerintah secara konsisten menjaga kemantapan jaringan jalan kota untuk menjamin efisiensi sistem logistik daerah. “Sejalan dengan itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tercatat pada angka 63,40. Ke depan, strategi mitigasi lingkungan melalui perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan implementasi tata kelola persampahan sirkular akan terus diarusutamakan guna menjaga keseimbangan antara laju urbanisasi dengan daya dukung ekosistem jangka panjang, “ujarnya. Keempat, Bambang juga membahas Inovasi Daerah, Tata Kelola Pemerintahan, dan Harmoni Sosial yang mana Peningkatan kualitas pelayanan publik menuntut birokrasi yang lincah (agile), transparan, dan inovatif. Komitmen transformasi ini terefleksi pada Indeks Reformasi Birokrasi yang mencapai skor 77,97, mengindikasikan pergeseran orientasi aparatur dari sekadar pemenuhan administratif menuju pencapaian hasil (outcome) yang berdampak langsung bagi masyarakat. Adaptasi terhadap disrupsi teknologi juga diwujudkan melalui akselerasi digitalisasi layanan, dimana Indeks Pemerintah Digital mencapai angka 1,80 dan Indeks Smart City mencatatkan skor 2,14, melalui pilar Smart Governance, efisiensi perizinan, serta administrasi kependudukan berhasil memitigasi hambatan prosedural yang secara simultan mendorong Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ke level 86,98 persen. “Tradisi inovasi tersebut berjalan selaras dengan budaya akuntabilitas. Pemerintah Kota Metro kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sebuah pencapaian konsisten selama lebih dari satu dekade. Integritas ini didukung oleh penguatan nilai SAKIP yang memverifikasi bahwa anggaran daerah telah didedikasikan secara efisien dan tepat sasaran,”kata Wali Kota Metro. Diakhir sambutannya, Bambang yakin