Pemerintah Kota Metro bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro telah melaksanakan rapat evaluasi program pembangunan. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Operasional Rapat (OR) DPRD Kota Metro, Rabu (01/04/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, beserta jajarannya dengan tujuan memastikan keselarasan arah kebijakan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat serta mengukur capaian kinerja yang telah dicapai. Dalam pembahasan yang dilakukan, beberapa poin strategis menjadi fokus perhatian, di antaranya kerja sama antara Pemerintah Kota Metro dan PT Bank Lampung terkait pengendalian arus kas daerah yang sudah dirancang untuk memperkuat sistem manajemen keuangan daerah melalui pendekatan pengelolaan kas yang terstruktur dan dapat diukur secara akurat. Pelaksanaan pinjaman daerah tersebut juga dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas penuh sejalan dengan ketentuan peraturan yang berlaku dengan dasar hukum yang menjadi acuan adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025, tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mengatur tentang pengelolaan keuangan daerah. Menurut regulasi tersebut dijelaskan bahwa pemerintah daerah diperbolehkan melakukan peminjaman dengan ketentuan pinjaman yang dilakukan dipergunakan untuk membiayai belanja bersifat mengikat, seperti pembayaran gaji dan tunjangan pegawai sebagai bentuk pemenuhan hak yang harus dilaksanakan secara tepat waktu, belanja listrik, air, serta kebutuhan operasional perkantoran. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Metro, dimana penggunaan dana pinjaman dilakukan secara tepat sasaran dan sepenuhnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan . Seluruh proses penggunaan pinjaman daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Metro dilakukan dengan komitmen kuat, transparansi tinggi, dan akuntabilitas yang jelas sehingga setiap kebijakan keuangan dipastikan terbuka serta dapat dipertanggung jawabkan kepada publik. Dana pinjaman tersebut, juga tidak digunakan oleh Pemerintah Kota Metro untuk pembiayaan yang berada diluar regulasi seperti infrastruktur maupun untuk menutup kewajiban utang untuk menjaga kondisi fiskal daerah tetap sehat, stabil, dan berkelanjutan.
Rapat Evaluasi Pemkot Metro, Tekankan Kerjasama dengan PT Bank Lampung untuk Pengendalian Arus Kas
Halal Bihalal, Wali Kota Metro Pertegas Peran 2.519 Tenaga Pendidik dalam Masa Depan Metro
Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan berbasis nilai religius dan karakter sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal Wali Kota Metro bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu (01/04/2026). Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso didampingi Asisten I, Asisten II Sekda Kota Metro, serta Bunda PAUD Kota Metro tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial pasca-Idulfitri, tetapi dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan insan pendidikan untuk menyelaraskan arah kebijakan pendidikan menuju visi “Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religus”. Kepala Disdikbud Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, dalam laporannya menegaskan bahwa peran guru dan kepala sekolah sangat strategis dalam menentukan masa depan daerah, dimana para tenaga pendidik bukan hanya sebagai pelaksana kurikulum, tetapi juga pencetak generasi pemimpin Kota Metro di masa mendatang. “Yang hadir hari ini bukan sekadar kepala sekolah, tetapi para pencetak pemimpin masa depan. Di tangan mereka masa depan anak-anak kita dan kemajuan Kota Metro dititipkan,” ujarnya. Agus Muhammad Septiana, juga menekankan pentingnya penghargaan terhadap dedikasi guru yang selama ini dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dengan memperkuat kontribusi tenaga pendidik melalui dukungan kebijakan dan lingkungan kerja yang kondusif. Ia berharap juga seluruh proses pendidikan yang dijalankan di satuan pendidikan masing-masing tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai keikhlasan, dan spiritualitas peserta didik. Menurutnya, arah pembangunan pendidikan juga harus sesuai dengan tagline baru Kota Metro, yakni “Generasi Metro Bahagia: Investasi Pendidikan untuk Kebahagiaan Masa Depan”. Tagline untuk menjadi pijakan bersama dalam merancang program pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam arahannya menyoroti besarnya potensi sumber daya pendidikan di Kota Metro, dimana berdasarkan data terdapat 125 satuan PAUD, 64 sekolah dasar, dan 33 sekolah menengah pertama, dengan total 2.519 tenaga pendidik. “Ini kekuatan besar yang dimiliki Kota Metro. Tinggal bagaimana kita memastikan seluruh potensi ini bergerak dalam satu arah, yaitu menciptakan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Bambang. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari nilai keikhlasan dalam menjalankan tugas, tetapi juga profesi yang dimiliki guru dalam dimensi pengabdian yang tidak selalu diukur secara materiil, tetapi berdampak besar terhadap masa depan bangsa. Sebagai Wali Kota Metro yang pernah juga mengabdikan diri sebagai pengajar dengan motivasi utama pengabdian, bukan semata-mata penghasilan, tetapi juga keikhlasan dalam bekerja yang akan memberikan dampak jangka panjang, baik bagi individu maupun lingkungan sekitar. Tak hanya itu, Bambang juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan agar tidak menjadikan pekerjaan semata sebagai rutinitas administratif, tetapi sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral dalam membentuk generasi masa depan. “Bekerjalah dengan ikhlas dan lakukan yang terbaik. Jangan menggantungkan harapan pada manusia, tetapi niatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. Dengan begitu, kita tidak akan mudah kecewa dan justru akan terus termotivasi memberikan yang terbaik,” tegasnya. Momentum pasca-Ramadan juga harus menjadi titik awal untuk meningkatkan disiplin, kejujuran, dan integritas dalam bekerja, termasuk di sektor pendidikan. “Nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadan harus diinternalisasikan dalam proses pembelajaran, sehingga tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik,” tuturnya. Selain itu, ia juga mendorong agar insan pendidikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bebas dari sikap iri, dengki, dan konflik internal, sehingga mampu mendukung proses pendidikan yang optimal dan memulai kembali aktivitas kerja dengan semangat baru dengan memperkuat kolaborasi, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan amanah. “Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Kota Metro mampu mewujudkan sistem pendidikan yang unggul dan berkarakter sebagai fondasi menuju kota yang lebih maju dan bahagia,”ungkapnya. (Yl/Md/Agp)
Wali Kota Metro Serahkan LKPD Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI
Pemerintah Kota Metro secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025, kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung pada Selasa (31/03/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari kewajiban konstitusional pemerintah daerah, dalam rangka mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Dimana penyerahan LKPD tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, kepada Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, di Ruang Pahawang, Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung. Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemeriksa keuangan negara, dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik dan berintegritas. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa penyusunan dan penyerahan LKPD tepat waktu merupakan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung prinsip good governance. Ia menegaskan, bahwa seluruh jajaran perangkat daerah telah bekerja secara maksimal dalam menyusun laporan keuangan secara akurat, transparan, dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Penyerahan LKPD ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat,” ujar Bambang. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang mewakili 14 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, turut menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin antara pemerintah daerah dengan BPK selama ini. Eva juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari BPK dalam membimbing pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas laporan keuangan. “Kami berharap apa yang kami lakukan di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dapat memberikan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat. Harapan kami, seluruh daerah dapat meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” ungkapnya. Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, memberikan apresiasi atas ketepatan waktu penyerahan LKPD oleh seluruh pemerintah daerah di Provinsi Lampung. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen kuat kepala daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. “Alhamdulillah, seluruh pemerintah daerah dapat menyampaikan LKPD tepat waktu. Kami sangat mengapresiasi para bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung. Ini menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti hasil audit sebelumnya dan memperbaiki pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa penyerahan LKPD secara tepat waktu memberikan manfaat strategis bagi proses pemeriksaan. Dengan waktu yang lebih panjang, BPK dapat melakukan audit secara lebih komprehensif dan mendalam, sehingga hasil pemeriksaan dapat memberikan rekomendasi yang lebih konstruktif bagi pemerintah daerah. Ia juga menambahkan bahwa proses audit yang optimal akan berdampak pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah. Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki kesempatan lebih luas untuk segera menindaklanjuti temuan audit, sehingga kualitas pengelolaan keuangan dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Dengan diserahkannya LKPD Unaudited Tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat kembali meraih opini terbaik dari BPK, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel. (Yd/Sr)
Pemerintah Kota Metro Tetapkan 7 Program Strategis PBJ Tahun 2026
Pemerintah Kota Metro resmi menetapkan sejumlah program prioritas dalam kerangka Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Strategis Tahun 2026. Program ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta penguatan fasilitas pemerintahan guna mendukung pembangunan kota yang lebih maju dan berkelanjutan. Dalam rencana tersebut, terdapat tujuh kegiatan utama yang akan dilaksanakan. Di sektor infrastruktur jalan, pemerintah akan melakukan rekonstruksi Jalan Adipati Raya serta Jalan Piagam Jakarta melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan Tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi dan memperlancar mobilitas masyarakat. Selain itu, pembangunan kantor Kelurahan Banjarsari menjadi salah satu prioritas, guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada warga. Di bidang teknologi informasi, Pemerintah Kota Metro juga menganggarkan jasa langganan koneksi bandwidth internet untuk menunjang kinerja pemerintahan berbasis digital. Tidak hanya itu, perhatian terhadap fasilitas umum juga ditunjukkan melalui program rehabilitasi aula di Kelurahan Purwosari dan Rejomulyo. Perbaikan ini bertujuan untuk mendukung kegiatan masyarakat serta memperkuat fungsi ruang publik. Sebagai pelengkap, pemerintah juga akan melakukan pemeliharaan penerangan jalan umum di seluruh wilayah Kota Metro guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan, khususnya pada malam hari. Dengan adanya program strategis ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat mendorong pertumbuhan pembangunan yang merata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor pada tahun 2026. (Sr)
Pemkot Metro Perkuat Sinergi, Targetkan Kategori Utama Kota Layak Anak Tahun 2026
Pemerintah Kota Metro terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang ramah anak melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pencapaian Indikator Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar pada Senin (30/03/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mengevaluasi capaian indikator KLA secara menyeluruh. Rakor tersebut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA Kota Metro. Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Helmy Zain yang hadir mewakili Wali Kota Metro. Dalam sambutannya Helmy menegaskan bahwa penyelenggaraan Kota Layak Anak merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mendukung kebijakan nasional dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus mewujudkan Kota Layak Anak sebagai bagian dari sistem pembangunan daerah yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan,” ujar Helmy dalam sambutannya. Ia menambahkan komitmen tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 3 Tahun 2019 tentang Kota Layak Anak yang menjadi payung hukum dalam pelaksanaan program KLA di daerah. Selain itu, implementasi KLA juga selaras dengan visi pembangunan Kota Metro sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2021–2026, yakni terwujudnya kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. Helmy juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini dalam rangka mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Menurutnya kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana hak-hak anak dapat dipenuhi dan dilindungi sejak sekarang. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa jumlah anak di Kota Metro pada tahun 2025 mencapai sekitar 27 persen dari total penduduk atau sebanyak 49.938 jiwa. Dengan proporsi yang cukup besar tersebut tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya hak anak menjadi semakin krusial. “Permasalahan anak saat ini semakin kompleks, mulai dari pernikahan usia dini hingga kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dan keterlibatan aktif dari seluruh pihak baik pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dunia pendidikan, maupun media massa,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan 24 indikator KLA yang terbagi dalam lima klaster, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta perlindungan khusus, harus menjadi perhatian bersama. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB) Kota Metro Silvia Naharani dalam paparannya menjelaskan bahwa KLA merupakan sistem pembangunan yang mengintegrasikan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam perlindungan anak. “Kota Layak Anak bukanlah program yang berdiri sendiri melainkan sistem yang membutuhkan kerja bersama. Tidak bisa hanya satu atau dua OPD yang bekerja tetapi seluruh pihak harus terlibat aktif sesuai dengan peran masing-masing,” jelas Silvia. Ia menyampaikan bahwa Kota Metro telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam pelaksanaan KLA mulai dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Peraturan Menteri PPPA Nomor 12 Tahun 2022, hingga Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 3 Tahun 2019. Selain itu berbagai upaya telah dilakukan melalui pembentukan Gugus Tugas KLA yang dikukuhkan melalui Surat Keputusan Wali Kota dengan Ketua dijabat oleh Kepala Bappeda. Gugus tugas ini menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan dan evaluasi KLA di Kota Metro. Silvia juga memaparkan capaian Kota Metro dalam penilaian KLA selama beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2017 hingga 2019 Kota Metro berada pada kategori Pratama, kemudian meningkat menjadi kategori Nindya pada tahun 2022 dan berhasil dipertahankan hingga tahun 2024. “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Namun ke depan kita harus lebih fokus dan berkomitmen untuk minimal mempertahankan bahkan meningkatkan ke kategori Utama,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan dua kali penilaian yaitu di awal tahun untuk menilai capaian tahun 2024–2025 serta penilaian akhir tahun untuk capaian sepanjang tahun 2026. Oleh karena itu pengisian data indikator secara tepat waktu, lengkap, dan didukung dokumentasi yang valid menjadi sangat penting. Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Kota Metro Yerri Ehwan, menegaskan bahwa sekitar 30 persen penduduk Kota Metro merupakan anak-anak sehingga pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen. “Capaian Kota Metro menunjukkan tren positif, di mana kita telah meraih predikat Nindya dan saat ini sedang menuju target kategori Utama pada tahun 2026,” kata Yerri. Menurutnya capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh OPD sinergi dengan instansi vertikal, serta keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, dan media. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. “Beberapa hal yang perlu kita perkuat antara lain pemenuhan indikator KLA secara menyeluruh, peningkatan kualitas layanan ramah anak, serta penguatan peran di tingkat kecamatan dan kelurahan,” jelasnya. Yeri berharap melalui rakor ini dapat dilakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dan membangun komitmen bersama untuk percepatan pencapaian indikator KLA. Di akhir kegiatan, seluruh peserta rakor diharapkan dapat menindaklanjuti hasil koordinasi dengan langkah konkret di masing-masing sektor termasuk memperkuat data dukung meningkatkan kualitas program serta memastikan keberlanjutan sarana dan prasarana ramah anak yang telah tersedia. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak Pemerintah Kota Metro optimistis dapat mewujudkan kota yang benar-benar aman, nyaman, dan layak bagi anak, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045 (Md/Sr)
Halal Bihalal Pemkot Metro Perkuat Silaturahmi dan Semangat Pelayanan
METRO – Pemerintah Kota Metro menggelar kegiatan halal bihalal pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota Satlinmas, serta seluruh staf di lingkungan Pemkot Metro. Halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental dalam kegiatan yang diisi dengan saling bersalaman dan bermaaf-maafan tersebut. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna mendalam dalam membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai kebersihan hati. “Halal bihalal ini adalah momentum untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta memperkuat komitmen kita sebagai aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan hati yang bersih, kita dapat bekerja lebih optimal dan penuh keikhlasan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan profesionalisme di lingkungan kerja, terutama setelah menjalani bulan suci Ramadan yang penuh dengan pembelajaran nilai-nilai kesabaran dan kedisiplinan. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antarpegawai, menciptakan suasana kerja yang harmonis, serta meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas demi kemajuan Kota Metro.(tm/yd)
Kinerja Pemkot Metro 2025 Capai Hasil Positif, IPM Meningkat dan Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen
METRO – Pemerintah Kota Metro merilis Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 yang menunjukkan capaian kinerja positif di berbagai sektor pembangunan. Laporan ini menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat atas pelaksanaan program dan kegiatan selama satu tahun anggaran. Dalam laporan tersebut, Pemkot Metro mencatat realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,05 triliun atau 95,12 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,06 triliun atau 94,78 persen dari rencana anggaran. Dari sisi makro pembangunan, sejumlah indikator utama menunjukkan tren yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Metro pada tahun 2025 mencapai 81,22 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 80,41. Pertumbuhan ekonomi juga tercatat sebesar 5,2 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi maupun nasional. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,44 persen, sedangkan tingkat pengangguran berada pada angka 3,54 persen. Pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp51,74 juta. Dalam sektor pelayanan dasar, capaian kinerja juga cukup signifikan. Di bidang kesehatan, hampir seluruh layanan dasar seperti pelayanan ibu hamil, bayi, hingga penanganan penyakit menular mencapai 100 persen sesuai standar. Prevalensi stunting pun tercatat rendah di angka 2,95 persen. Sementara di bidang pendidikan, partisipasi anak usia sekolah menunjukkan angka tinggi, meskipun masih terdapat pekerjaan rumah terkait peningkatan kualitas sarana prasarana seperti ruang kelas dan fasilitas sanitasi sekolah. Di sektor infrastruktur, akses air minum layak telah menjangkau 99,40 persen masyarakat, serta kondisi jalan dalam kategori mantap mencapai 71,11 persen. Tak hanya itu, tata kelola pemerintahan juga menunjukkan capaian membanggakan. Pemkot Metro kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sebanyak 15 kali berturut-turut sejak 2010 hingga 2024. Sepanjang tahun 2025, berbagai prestasi turut diraih baik di tingkat nasional maupun provinsi, di antaranya penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya, Bhumandala Award, serta berbagai capaian di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam laporannya menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Ke depan, Pemkot Metro akan terus meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia sesuai tema pembangunan tahun 2025. “LPPD ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja pemerintah daerah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan dan pembangunan di masa mendatang,” ujarnya. (Sr) Untuk data lengkapnya bisa dilihat di tautan Ringkasan LPPD Kota Metro Tahun Anggaran 2025
Digelar Rutin Setiap Minggu, Pemkot Metro Matangkan Persiapan Car Free Day
Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro Kusbani. Rapat ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program tersebut. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kegiatan Car Free Day akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu di Kota Metro. Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang sehat, ramah lingkungan, serta mendorong gaya hidup aktif dan interaksi sosial masyarakat. Pj Sekretaris Daerah Kota Metro menegaskan pentingnya kolaborasi antar OPD dalam memastikan kelancaran dan keberlanjutan pelaksanaan CFD. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan UMKM, seni budaya, serta edukasi masyarakat. Kusbani selaku Pj Sekretaris Daerah Kota Metro, dalam arahannya menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh OPD dalam menyukseskan program ini. “Car Free Day bukan hanya sekadar kegiatan bebas kendaraan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, serta mengembangkan potensi ekonomi dan budaya lokal. Oleh karena itu diperlukan sinergi dan kesiapan seluruh OPD agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berkelanjutan”, ujar Kusbani. Sementara itu, Subehi selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar) Kota Metro, menyampaikan bahwa pihaknya akan menjadi leading sector atau penyelenggara utama kegiatan CFD. Disporapar akan berkoordinasi dengan OPD terkait dalam hal pengaturan teknis, pengamanan, kebersihan, serta pengisian kegiatan selama CFD berlangsung. “Kami siap menyelenggarakan Car Free Day secara optimal dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Metro”, ujar Subehi. Dengan adanya kegiatan Car Free Day setiap minggunya, diharapkan Kota Metro semakin dikenal sebagai kota yang peduli terhadap kesehatan, lingkungan, serta memiliki ruang publik yang aktif dan produktif. (Md/Sr)
Rafieq Hadiri Halal Bihalal di Kediaman dr. Wahdi, Tegaskan Pentingnya Silaturahmi dan Keteladanan Pemimpin
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menghadiri acara halal bihalal yang digelar di kediaman mantan Wali Kota Metro periode 2021-2024, Dr. dr. Drs. Med. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K)., S.H., MH. yang berlangsung di TMII Kota Metro, Kamis (26/03/2026). Kehadiran Wakil Wali Kota Metro dalam acara tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para tokoh yang telah berjasa dalam pembangunan Kota Metro. Dimana kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh, serta undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, M. Rafieq Adi Pradana menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan halal bihalal yang dinilai mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. “Alhamdulillah hari ini kita di acara halal bihalal yang diadakan oleh salah satu Wali Kota Metro, Bapak Wahdi Sirajudin. Kita lihat antusiasme masyarakatnya baik, menandakan bahwa beliau masih menjadi salah satu tokoh dan pemimpin yang memang dihormati dan disegani oleh masyarakat,” ujar Rafieq. Ia juga menilai, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata bahwa sosok dr. Wahdi masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat Kota Metro. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persatuan, serta menghormati jasa para pemimpin terdahulu. Lebih lanjut, Rafieq mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi dr. Wahdi agar tetap dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah. “Pesan-pesan kita, kita harus terus doakan semoga beliau selalu sehat, terus selalu juga beliau bisa memberikan kontribusi yang baik, terutama untuk Kota Metro,” tambahnya. Acara halal bihalal tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan, di mana para tamu yang hadir saling bersalaman, berbincang, serta mempererat tali persaudaraan pasca Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini juga menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong dan kebersamaan yang terus terjaga di tengah masyarakat Kota Metro, sekaligus menunjukkan harmonisasi antara pemimpin saat ini dengan para pemimpin sebelumnya. Dengan terjalinnya silaturahmi yang baik, diharapkan sinergi dalam membangun Kota Metro ke depan semakin solid, serta mampu menghadirkan berbagai kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Tm/Yd/Yl)
Wali Kota Metro Bersama Istri Laksanakan Halal Bihalal ke Rumah Mantan Pj. Sekda dan Kepala OPD
Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, bersama istri Ny. Eni Bambang melaksanakan kunjungan halal bihalal ke rumah mantan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro, dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kehadiran Wali Kota Metro yang bersahaja membuat kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pimpinan daerah dengan jajaran perangkat pemerintahan. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro menegaskan bahwa halal bihalal merupakan sarana strategis untuk memperkuat hubungan kerja yang harmonis. “Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun komunikasi yang lebih baik antar jajaran pemerintahan,” ujar Wali Kota Metro. Lebih lanjut, Bambang juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan sinergi seluruh perangkat daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan kekompakan, kebersamaan, dan rasa saling mendukung agar program-program pembangunan dapat berjalan dengan optimal,” tegas Bambang. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro juga ingin komunikasi seperti ini terus terjaga tidak hanya dalam forum resmi, tetapi juga dalam suasana santai sehingga kita bisa saling memahami dan menyamakan langkah dalam memajukan Kota Metro. Selain itu, Wali Kota Metro turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai aparatur pemerintah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, semangat kebersamaan harus diiringi dengan integritas dan profesionalisme,” lanjut Wali Kota Metro, Senin (23/03/2026). Tak hanya itu, Wali Kota Metro juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi atas capaian yang diraih berkat kerja keras seluruh Kepala OPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Metro dengan harapan momentum Idul Fitri dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kinerja ke depan. “Semoga setelah Idulfitri ini, kita semua dapat bekerja dengan semangat baru, menjaga kekompakan, dan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” tambah Wali Kota Metro. (Yl/Tm)