0 Comments

Pemkot Metro Perkuat Mitigasi Kemarau 2026, Sektor Pertanian Dipacu Tetap Produktif

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam dialog bersama para pelaku utama sektor pertanian atau kelompok tani se-Kota Metro sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih intensif dan menyerap langsung aspirasi di lapangan kegiatan ini berlangsung di Landbouw Pertanian, Kamis (30/04/2026). Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Hery Wiratno, menegaskan bahwa dialog ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan para petani dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem atau Fenomena anomali iklim El-Nino. “Tujuan utama dialog ini adalah menjalin komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan para pelaku utama sektor pertanian. Kita menyadari bahwa musim kemarau menjadi tantangan serius terhadap produktivitas pertanian, terlebih pada tahun 2026 diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino atau kemarau panjang,” ujar Hery. Menurut Hery, kekuatan sektor pertanian di Kota Metro saat ini didukung oleh jaringan kelembagaan yang solid, mulai dari 137 kelompok tani, 75 kelompok pembudidaya ikan, 74 kelompok wanita tani, 63 kelompok peternak, 52 lumbung pangan, hingga 24 kelompok P3A yang melibatkan lebih dari 5.000 kepala keluarga. “Potensi sumber daya manusia ini harus dikoordinasikan dengan baik agar distribusi bantuan, teknologi pertanian, dan penanganan masalah di lapangan bisa tepat sasaran dan efektif,” jelasnya. Dalam menghadapi ancaman kekeringan, Hery menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan Dinas PUPR dalam pengelolaan sumber daya air. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan sinergi kuat, terutama dalam manajemen air dan mitigasi risiko agar ketahanan pangan dan ekonomi daerah tetap terjaga,” katanya. Selain itu, percepatan masa tanam juga menjadi perhatian utama. Hery menegaskan batas waktu tanam padi hingga pertengahan Mei 2026. “Setelah tanggal 15 Mei, kami tidak menganjurkan lagi untuk menanam padi. Lebih baik beralih ke komoditas lain seperti jagung agar tidak berisiko gagal panen,” tegasnya. Ia juga mendorong petani untuk memanfaatkan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintah, termasuk 28 unit traktor besar yang telah tersedia, serta menggunakan varietas unggul berumur genjah yang dapat dipanen dalam waktu relatif singkat. “Gunakan varietas seperti Inpari 38, Inpari 46, atau jenis lain yang masa panennya sekitar 84 hari, sehingga lebih aman menghadapi musim kemarau,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. “Kami di Pemerintah Kota Metro akan terus hadir dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari sarana produksi, alat mesin pertanian hingga dukungan infrastruktur irigasi. Ini adalah komitmen kami agar petani tetap produktif meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem,” ujar Wali Kota Metro. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat hingga tingkat lapangan agar seluruh bantuan dan program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. “Saya sudah berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan tambahan bantuan, baik traktor, combine harvester, maupun pompa air. Tinggal bagaimana kita di lapangan memperkuat sinergi, menjaga dan merawat alat bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah,” tegasnya. Lebih lanjut, Hery memaparkan sejumlah langkah strategis yang harus segera diimplementasikan di tingkat lapangan, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan, penerapan sistem peringatan dini, serta optimalisasi infrastruktur irigasi. Ia menyebut, pada tahun 2026 Kota Metro mendapatkan alokasi bantuan dari pemerintah pusat berupa pembangunan jaringan irigasi di 10 titik, lima unit jaringan perpipaan, serta dua unit pompa air dalam. Sementara itu, ia turut mengapresiasi kerja keras seluruh petani yang telah berkontribusi terhadap peningkatan sektor pertanian di Kota Metro. Tak hanya itu, potensi sektor peternakan juga turut menjadi perhatian, di mana terdapat empat sapi asal Kota Metro yang masuk nominasi pilihan Presiden dengan bobot di atas satu ton. “Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Mudah-mudahan tahun ini seluruh nominasi bisa terpilih,” pungkasnya. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus dibangun, Pemerintah Kota Metro optimistis sektor pertanian dan perikanan akan tetap tangguh serta mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan perubahan iklim. (Bsr)

0 Comments

Metro Siaga El Nino 2026: Antisipasi Dini Hadapi Kemarau Panjang dan Ekstrem

Pemerintah Kota Metro bergerak cepat menghadapi ancaman fenomena El Nino 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan ekstrem. Melalui kegiatan koordinasi lintas sektor yang digelar di OR Setda, Kamis (30/04/2026), berbagai langkah strategis disiapkan guna meminimalkan dampak di sejumlah sektor vital. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Bandar Lampung yang memaparkan potensi perubahan cuaca serta dampaknya bagi wilayah Kota Metro. El Nino tahun 2026 diperkirakan membawa konsekuensi serius terhadap sektor pertanian, kesehatan, lingkungan hidup hingga stabilitas ekonomi daerah. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat. “Di sektor pertanian, masyarakat kami imbau menyesuaikan pola tanam, khususnya pada musim tanam kedua 2026, dengan memilih komoditas tahan panas seperti kacang-kacangan dan kedelai,” ujarnya. Tak hanya itu, Pemkot Metro juga akan memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari pembangunan sumur bor, embung, hingga optimalisasi sistem irigasi untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Kusbani juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan masyarakat. Ia mengajak warga untuk mengelola sampah secara bijak, termasuk mengolah sampah organik menjadi kompos guna menekan risiko kebakaran lahan. Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait akan terus ditingkatkan. Di sisi lain, peran informasi publik turut diperkuat. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik diminta aktif menyampaikan perkembangan terkini serta edukasi kepada masyarakat terkait fenomena El Nino. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan bahwa istilah “El Nino Godzilla” bukanlah istilah resmi BMKG, melainkan hanya ungkapan untuk menggambarkan potensi El Nino yang kuat. Berdasarkan data BMKG, fenomena ini diprediksi mulai terjadi pada Mei hingga Juli 2026 dengan intensitas maksimum kategori moderat, dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. “Musim kemarau di Provinsi Lampung diperkirakan berlangsung hingga 21 dasarian atau sekitar tujuh bulan. Puncaknya terjadi pada Juli hingga September, meski awal kemarau bisa berbeda-beda di tiap wilayah, mulai dari Mei hingga Juli,” jelasnya. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih yang cenderung menurun selama musim kemarau. Petani, khususnya di lahan tadah hujan, diminta mengantisipasi potensi gagal panen dengan menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air. Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan terbuka atau melakukan pengawasan ketat jika terpaksa dilakukan, guna mencegah kebakaran yang lebih luas. Dari sisi suhu, kondisi normal di Provinsi Lampung berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius, namun saat puncak kemarau suhu dapat meningkat hingga 34 derajat Celsius. Meski demikian, untuk wilayah Kota Metro, dampak kekeringan diperkirakan tidak terlalu signifikan karena ketersediaan air irigasi masih relatif mencukupi, sehingga risiko krisis air tergolong rendah. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Metro telah mengambil langkah antisipatif dengan membentuk tim Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari tenaga medis terlatih. Tim ini disiapkan untuk menangani potensi peningkatan kasus penyakit akibat dampak El Nino seperti ISPA, diare, dehidrasi, hingga demam berdarah. Dengan sinergi lintas sektor dan kesiapan sejak dini, Pemerintah Kota Metro optimistis mampu menghadapi tantangan El Nino 2026 serta menjaga stabilitas kehidupan masyarakat di tengah ancaman kemarau panjang. (Tm/Sr)

0 Comments

GOW Goes To School Sentuh Pelajar, Metro Perkuat Gerakan Cegah Pernikahan Dini dan Kekerasan

Dalam semangat peringatan Hari Kartini ke-147, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro bersama Dinas PPPAPPKB menghadirkan gerakan nyata melalui program GOW Goes To School di SMAN 2 Metro, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjelma sebagai ruang edukasi terbuka untuk menyuarakan isu krusial: pencegahan pernikahan dini serta stop kekerasan terhadap perempuan, anak, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Suasana interaktif langsung terasa ketika para pelajar diajak memahami dampak nyata dari keputusan besar yang kerap diambil tanpa pertimbangan matang. Diskusi yang dibangun tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menyentuh realitas yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Rafieq, menegaskan bahwa pernikahan dini bukan sekadar persoalan budaya atau pilihan pribadi, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. “Pernikahan dini memiliki dampak panjang. Bukan hanya menghentikan pendidikan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan ekonomi, kesehatan, hingga ketidaksiapan mental dalam membangun rumah tangga,” tegasnya. Ia mengungkapkan, berbagai kasus menunjukkan pelajar yang menikah di usia muda kerap dihadapkan pada tekanan hidup yang kompleks, mulai dari keterbatasan finansial hingga konflik rumah tangga yang berujung perceraian. “Ini yang harus kita cegah bersama. Masa sekolah adalah fase membangun kapasitas diri, bukan terburu-buru mengambil keputusan besar seperti menikah,” lanjutnya. Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menyoroti dampak luas pernikahan dini terhadap kualitas sumber daya manusia daerah. Menurutnya, keputusan menikah di usia pelajar membawa konsekuensi besar yang seringkali diabaikan. “Ketika pelajar menikah dini, pendidikan terputus, peluang kerja menyempit, dan risiko kemiskinan meningkat. Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi berdampak pada masa depan daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan risiko kesehatan, khususnya bagi perempuan yang mengalami kehamilan di usia muda. “Secara fisik dan psikologis, pelajar belum siap. Risiko bagi ibu dan anak sangat tinggi, bahkan dapat berkontribusi pada stunting dan persoalan kesehatan lainnya,” tambahnya. Rafieq pun mengajak seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah hingga masyarakat untuk memperkuat peran pengawasan dan edukasi terhadap remaja. “Pencegahan pernikahan dini membutuhkan kolaborasi. Tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah,” tandasnya. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Metro, Astri Mela Agustin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran GOW dan Pemkot Metro yang telah memberikan edukasi langsung kepada siswa. “Kegiatan ini sangat penting dalam membentuk pemahaman siswa terkait dampak pernikahan dini sebagai bagian dari perencanaan masa depan mereka,” ujarnya. Ia menambahkan, pihak sekolah terus melakukan langkah preventif melalui bimbingan konseling serta penguatan peran guru dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai tantangan pergaulan. “Sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk pola pikir dan kesiapan mental siswa. Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Sesi dialog interaktif menjadi ruang terbuka bagi mereka untuk menyampaikan pertanyaan dan keresahan, mulai dari tekanan sosial hingga perencanaan masa depan. Melalui program GOW Goes To School, diharapkan lahir kesadaran kolektif di kalangan pelajar bahwa masa depan tidak boleh dipertaruhkan oleh keputusan yang tergesa-gesa. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, gerakan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi muda Metro yang cerdas, tangguh, dan berdaya. (Yl/Sr)

0 Comments

Pelepasan 276 Jamaah Haji Metro, Wali Kota : Jaga Nama Baik di Tanah Suci

Kamis pagi pukul 06.00 WIB, Pemerintah Kota Metro secara resmi melepas keberangkatan ratusan calon jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 JKG dengan sebuah prosesi khidmat yang digelar di Masjid Agung Taqwa Kota Metro, 30/04/2026. Acara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, yang hadir didampingi jajaran pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti momen tersebut, ketika para calon jamaah haji bersama keluarga mengiringi prosesi dengan doa dan harapan. Wali Kota Metro, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci yang tidak semua orang dapatkan, sehingga harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh keikhlasan serta kesabaran. “Kesempatan ini adalah anugerah luar biasa. Saya berharap seluruh jamaah dapat menjaga kesehatan, kekompakan, serta mematuhi arahan petugas selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Bambang. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para jamaah dapat menjadi duta yang baik bagi daerah dan bangsa Indonesia, dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib, serta menjaga nama baik Kota Metro selama berada di Arab Saudi. Berdasarkan data yang dihimpun, jamaah haji Kota Metro yang tergabung dalam Kloter 11 JKG berjumlah 276 orang yang berasal dari lima kecamatan. Rinciannya meliputi Metro Pusat sebanyak 122 jamaah, Metro Utara 30 jamaah, Metro Barat 55 jamaah, Metro Timur 49 jamaah, dan Metro Selatan 20 jamaah. Sementara itu, secara keseluruhan jumlah jamaah yang diberangkatkan mencapai 276 orang, yang terdiri dari 127 jamaah laki-laki dan 149 jamaah perempuan. Tambahan jumlah tersebut mencakup petugas haji yang turut mendampingi rombongan selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Prosesi pelepasan ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dilanjutkan dengan pemberangkatan simbolis para jamaah menuju embarkasi. Isak haru keluarga yang mengantar turut mewarnai suasana, mencerminkan rasa bangga sekaligus doa agar seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Pemerintah Kota Metro berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali dalam keadaan sehat dan selamat, membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat Kota Metro. (Mdn/Bgs/Sr)

0 Comments

25 Tahun Mengabdi Tanpa Putus, Kader PKK Metro Terima Adhi Bhakti Utama di HKG ke-54

Dua kader PKK yang sudah mengabdi 25 hingga 30 tahun tanpa putus satu hari pun, hari ini berdiri tegak menerima Penghargaan Adhi Bhakti Utama di Aula Pemkot Metro, Rabu, 29/04/2026. Momen itu jadi puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 sekaligus Rakorda TP PKK Kota Metro bertema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. “Ini bukan penghargaan biasa. Ini bukti cinta ibu-ibu kader untuk Metro. 30 tahun itu bukan waktu sebentar. Mereka kerja nyata, tulus, dari dapur warga sampai balai kelurahan,” ujar Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang. Tak cuma bagi-bagi penghargaan, HKG tahun ini juga diisi aksi nyata. Baksos serentak digelar untuk warga yang membutuhkan. Ada juga gebrakan baru seperti peluncuran e-book resep pangan lokal “TELAM” alias Teras Pangan Lokal Kota Metro, hasil kolaborasi TP PKK dan DKP3. “Lewat TELAM, kita dorong ibu-ibu masak beragam, bergizi, seimbang, pakai bahan lokal. Bisa diakses digital, gampang banget,” kata Eni. Biar makin kompak dan sehat, TP PKK Metro juga resmi punya Senam PKK. Gerakannya simpel, tapi bikin kader dan warga makin akrab. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang hadir langsung kasih tantangan. “PKK jangan cuma seremonial. Harus jadi partner pemerintah yang kerja nyata. Bikin sejahtera warga,” tegasnya. Bambang bahkan ngasih ide out of the box di tengah efisiensi anggaran. “Kolaborasi sama Dekranasda. Buka lapak di halaman rumah dinas Wali Kota tiap CFD Minggu pagi. Jualan produk PKK. Untungnya buat baksos lagi. Jadi muter, dari warga untuk warga,” usulnya. Dengan 10 program pokok yang makin kuat, TP PKK Metro siap jadi motor penggerak keluarga sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (Tm/Yud/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Lepas 276 Calon Jamaah Haji Kloter 11, Termudah 18 Tahun dan Tertua 87 Tahun

Pemerintah Kota Metro secara resmi melepas keberangkatan ratusan calon jamaah haji dalam suasana penuh haru dan khidmat. Sebanyak 276 jamaah dilepas menuju Tanah Suci dalam sebuah seremoni yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Rabu (29/04/2026). Acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Metro, Raisan Sudiatama, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Metro, mulai dari pelaksanaan manasik hingga proses pemberangkatan jamaah. “Semoga sinergi dalam melayani masyarakat ini senantiasa mendapat ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya. Tahun ini, jamaah haji Kota Metro tergabung dalam Kloter 11 JKG dengan total 270 orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan, dengan rincian: Metro Pusat 122 jamaah, Metro Utara 30 jamaah, Metro Barat 55 jamaah, Metro Timur 49 jamaah, dan Metro Selatan 20 jamaah. Secara keseluruhan, jumlah jamaah mencapai 276 orang, terdiri dari 127 laki-laki dan 149 perempuan. Menariknya, keberangkatan tahun ini diwarnai kisah inspiratif dari jamaah tertua, Haji Suwito (87 tahun), hingga yang termuda, Felicia Putri (18 tahun), yang sama-sama berangkat dengan semangat ibadah yang tinggi. Para jamaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Rajabasa (Embarkasi Antara Bandar Lampung) pada pukul 07.00 WIB, sebelum bertolak melalui bandara pada 1 Mei 2026 pukul 11.00 WIB. Keberangkatan ini juga didampingi oleh tim petugas Kloter 11 yang terdiri dari Ketua Kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI), serta petugas haji daerah (PHD), guna memastikan kenyamanan dan keselamatan jamaah selama perjalanan. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan ibadah haji sebagai momentum memperdalam spiritualitas dan memperbaiki diri. “Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Jadikan momen ini untuk merefleksikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta membawa pulang nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak kalah penting, para jamaah diminta untuk menjaga nama baik Indonesia selama berada di Tanah Suci.“Jadilah duta bangsa yang menjunjung tinggi sopan santun, menjaga persatuan, dan menunjukkan akhlak mulia saat berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara,” tegasnya. Selain itu, kesehatan dan keamanan juga menjadi perhatian utama. Jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan mental, serta memastikan keselamatan diri dan barang bawaan. Dengan penuh harap, keberangkatan ini menjadi awal perjalanan spiritual yang membawa perubahan positif bagi para jamaah, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas sepulang dari Tanah Suci. (Yol/Sr)

0 Comments

Mahasiswa D3 Keperawatan Dharma Wacana Ucap Janji, Siap Terjun Layani Masyarakat

Tangis haru pecah di Aula AIdea Grande Hotel Metro, Rabu, 29/04/2026. Sebanyak 64 mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Dharma Wacana resmi mengenakan seragam perawat dan mengucap janji profesi, menandai langkah awal mereka praktik langsung di rumah sakit dan puskesmas. Momen sakral ini tak hanya disaksikan para dosen dan orang tua, tapi juga diapresiasi langsung Pemkot Metro. Mewakili Wali Kota Metro, yang tengah melepas jamaah haji, Pj Sekda Kota Metro Dr. Kusbani, hadir memberi semangat. “Ini bukan sekadar seremoni ganti baju. Ini simbol tanggung jawab besar. Mulai hari ini, adik-adik tidak lagi latihan dengan boneka di lab, tapi hadapi pasien sungguhan yang butuh senyum, sabar, dan ilmu kalian,” tegas Kusbani. Ia juga bangga karena Dharma Wacana dipercaya orang tua dari berbagai daerah di Lampung. “Ini tanggung jawab bersama. Kita harus pastikan mereka jadi perawat hebat yang bawa nama baik Metro,” tambahnya. Rektor Universitas Dharma Wacana Metro, Bigi Undadraja, mengingatkan tantangan di lapangan tak mudah. “Ketemu pasien dan keluarga itu butuh kesabaran ekstra. Komunikasi harus baik, hati harus kuat,” pesannya ke mahasiswa. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Ludiana, SKM., S.Kep.,M.Kes., menjelaskan 64 mahasiswa ini akan segera praktik klinik di rumah sakit, puskesmas, hingga ke masyarakat. Prodi D3 Keperawatan Dharma Wacana sendiri kini berstatus akreditasi “Baik Sekali” dengan visi unggul di bidang palliative care. Tak main-main, kampus ini sudah meluluskan lebih dari 2.500 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga Arab Saudi, Taiwan, dan Jepang. “Kami juga sedang siapkan Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners. Targetnya segera buka,” ungkap Ludiana. Di akhir acara, Kusbani berpesan agar mahasiswa tak hanya pintar secara akademik. “Junjung tinggi kode etik, layani dengan caring, dan jangan lupa nilai agama sebagai kompas. Perawat adalah profesi mulia,” tutupnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama orang tua yang tak henti memberi peluk dan doa untuk anak-anak mereka yang siap mengabdi. (Md/Sr)

0 Comments

Perkuat Sinergi, Danrem 043/Gatam Audiensi dengan Wali Kota Metro

Komandan Resor Militer (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., melakukan kunjungan audiensi ke Pemerintah Kota Metro, Selasa (28/04/2026). Kehadiran Danrem disambut langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di halaman Kantor Pemkot setempat dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas wilayah. Dalam pertemuan itu, Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan pentingnya sinergi yang solid melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara TNI dan pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa Korem 043/Gatam siap berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis di Kota Metro. “Kami siap mendukung pemerintah daerah, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat. “Sinergi yang terjalin ini diharapkan terus diperkuat, sehingga program pembangunan di Kota Metro dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya. Melalui audiensi ini, hubungan antara Pemerintah Kota Metro dan TNI diharapkan semakin solid, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah di Kota Metro. (Tm/Yd/Sr)

0 Comments

Metro Gaungkan Sinergi Pusat-Daerah di Peringatan OTDA 2026

Pemerintah Kota Metro memperingati Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-XXX Tahun 2026, dengan menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan sebagai kunci pembangunan berkelanjutan. Upacara yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (27/04/2026). Acara peringatan OTDA ke-XXX berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pejabat struktural, hingga seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Metro. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat. Ia menilai keberhasilan otonomi daerah tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga insan pers. “Kolaborasi dan partisipasi aktif inilah yang menjadi pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan dan akuntabel,” ujarnya. Dalam amanatnya, Bambang menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai aspek, mulai dari wilayah, jumlah penduduk, budaya, hingga sumber daya alam. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. “Sinergi pusat dan daerah adalah keniscayaan untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi,” tegasnya. Peringatan OTDA tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.” Tema tersebut menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi demi tercapainya visi besar Indonesia. Pemkot Metro juga menyoroti pentingnya koordinasi dan sinkronisasi kebijakan sebagai fondasi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu, Wali Kota turut mengutip pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan kesatuan visi dan langkah strategis antar tingkatan pemerintahan sebagai kekuatan menuju Indonesia Emas. Menutup sambutannya, Bambang mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam menetapkan prioritas pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan potensi lokal, agar pembangunan berjalan adil dan merata,” pungkasnya. (Bsr/Sr)

0 Comments

86 CPNS Resmi Jadi PNS di 2026, Awal Baru Pengabdian untuk Kota Metro

Kota Metro – Setelah penantian panjang sejak mengikuti seleksi pada tahun 2020, sebanyak 86 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2026. Momentum bersejarah ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) serta pengambilan sumpah janji yang berlangsung khidmat di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (27/04/2026). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani, menjelaskan bahwa pengangkatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Junto Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. Seluruh proses tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Metro Nomor 227 Tahun 2026. “Ini merupakan bentuk kepastian status kepegawaian bagi CPNS yang telah menuntaskan seluruh tahapan, termasuk pendidikan dan pelatihan dasar (Latsar), serta dinyatakan sehat jasmani dan rohani untuk menjadi PNS secara penuh,” ujar Elmanani. Dari total 86 PNS yang diangkat, terdiri dari 16 tenaga kesehatan dan 70 tenaga teknis. Selain menerima SK, para peserta juga mengikuti pengambilan sumpah janji—sebuah kewajiban yang mencerminkan komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta kesetiaan kepada negara dan pemerintah. Menariknya, jumlah peserta yang mengikuti pengambilan sumpah tahun ini mencapai 94 orang, termasuk peserta dari pengangkatan lainnya. Sumpah janji diucapkan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting kepada para PNS baru. Ia menegaskan bahwa status baru ini bukan sekadar pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara. “Ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan profesionalisme. Saudara bukan hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Kota Metro,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, dengan pengawasan publik yang kian ketat serta tuntutan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan. Oleh karena itu, integritas, loyalitas, dan profesionalisme harus menjadi prinsip utama dalam setiap tugas. “Saudara adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat. Jadilah ASN yang jujur, disiplin, inovatif, dan melayani dengan sepenuh hati,” pesannya. Lebih lanjut, ia mendorong para ASN baru untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai berAKHLAK serta aktif mengembangkan kompetensi sesuai bidang masing-masing. Pengangkatan ini, menurutnya, bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan panjang dalam mengabdi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Yol/Md/Yud/Sr)