Pemerintah Kota Metro menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan pendahuluan kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung terhadap RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi BPK dengan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso di ruang kerja Wali Kota, Rabu (2/9/2026). Audiensi tersebut merupakan bagian dari rencana kerja pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Lampung pada Semester II Tahun 2026. Dalam pertemuan itu, BPK menyampaikan pemberitahuan pelaksanaan Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja atas Upaya RSUD dalam Mewujudkan Tata Kelola Rumah Sakit yang Efektif untuk Mendukung Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Tahun 2025 dan 2026 sampai dengan Semester I pada RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro serta instansi terkait lainnya selama 20 hari. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menilai upaya RSUD dalam mewujudkan tata kelola rumah sakit yang efektif, khususnya dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Aspek tata kelola menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pelayanan rumah sakit berjalan secara efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan BPK merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui RSUD Jenderal Ahmad Yani. Pemerintah Kota Metro, lanjutnya, berkomitmen mendukung proses pemeriksaan dengan memberikan akses terhadap data, dokumen, maupun informasi yang dibutuhkan oleh Tim Pemeriksa BPK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pemerintah Kota Metro tentu menyambut baik dan mendukung pelaksanaan pemeriksaan ini. Kami berharap proses pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Bambang. Dalam pelaksanaannya, Tim Pemeriksa BPK meminta sejumlah data dan dokumen pendukung sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan pemeriksaan. Dokumen tersebut akan digunakan sebagai bahan dalam proses pemeriksaan sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditetapkan. Selain data dan dokumen yang telah diminta pada tahap awal, Tim Pemeriksa BPK dapat meminta informasi atau dokumen tambahan yang diperlukan selama pemeriksaan berlangsung. Pemerintah Kota Metro melalui perangkat daerah dan instansi terkait diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pemeriksaan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara efektif dan lancar. Pemeriksaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses evaluasi, tetapi juga dapat memberikan masukan konstruktif bagi Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat tata kelola RSUD Jenderal Ahmad Yani sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.(tm/yd)
BPK Evaluasi Tata Kelola RSUD Ahmad Yani Metro, Pemkot Siap Dukung Proses Pemeriksaan
Jalan Sehat 3,3 Kilometer Meriahkan Car Free Day dan HUT Korem 043/Gatam di Kota Metro
Car Free Day (CFD) Kota Metro akan berlangsung lebih meriah pada Minggu, 6 September 2026. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Korem 043/Garuda Hitam. Salah satu agenda utama yang telah dipersiapkan adalah jalan sehat dengan rute sepanjang sekitar 3,3 kilometer yang akan melibatkan masyarakat umum, jajaran Pemerintah Kota Metro, unsur TNI-Polri, komunitas, hingga keluarga besar TNI. Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengatakan persiapan kegiatan telah memasuki rapat besar kedua yang diharapkan dapat segera difinalkan, mulai dari rundown acara, lokasi kegiatan, kepanitiaan, rute jalan sehat, kantong parkir, hingga layout kegiatan utama yang berada di sekitar Taman Merdeka atau di depan Masjid Taqwa Kota Metro. Ahmad Hariyanto menegaskan, rundown yang telah disusun menjadi panduan penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, terarah, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan yang akan dimulai pada pukul 05.30 WIB tersebut, Ahmad Hariyanto meminta seluruh petugas dapat melakukan persiapan lebih awal agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal. Selain itu, koordinasi dengan pengurus Masjid Taqwa juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kegiatan yang melibatkan jamaah atau masyarakat dari luar Kota Metro pada waktu yang bersamaan. Hal tersebut penting dilakukan, terutama untuk mengantisipasi penggunaan bus dan kebutuhan penempatan parkir agar tidak mengganggu lokasi utama kegiatan. Ahmad Hariyanto juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak, mengingat jumlah peserta diperkirakan cukup banyak, bukan hanya masyarakat tetapi juga para veteran, PEPABRI, Warakawuri, serta unsur keluarga besar TNI lainnya. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya dalam menjaga kenyamanan dan keamanan peserta lanjut usia agar tidak terjadi desak-desakan maupun peserta yang terpisah dari rombongan. Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Subehi, menjelaskan sejumlah teknis pelaksanaan kegiatan yang telah dipersiapkan bersama jajaran Korem 043/Gatam dan perangkat daerah terkait. “Peserta diharapkan sudah berada di lokasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 06.00 WIB untuk melakukan persiapan, karena area Car Free Day harus dalam kondisi clear dan steril. Lewat dari jam tersebut kendaraan tidak diperbolehkan memasuki maupun parkir di kawasan yang telah ditetapkan sebagai area Car Free Day,” kata Subehi saat rapat di Ruang OR Setda Kota Metro, Selasa (1/9/2026). Untuk mendukung sterilisasi kawasan, Kepala Disporapar dan Parekraf meminta dukungan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta jajaran Satlantas Polres Metro. Sterilisasi akan dilakukan pada enam titik dengan pemasangan barrier dan banner bertuliskan “Kendaraan Dilarang Masuk”, guna memastikan kawasan CFD tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah peserta berkumpul, kegiatan akan dilanjutkan dengan senam bersama sebagai pemanasan sebelum mengikuti jalan sehat sepanjang 3,3 kilometer. Setelah peserta mendekati garis finis, rangkaian kegiatan akan dimeriahkan dengan hiburan musik dari Birokrat Band serta penampilan Reog Singo Bolang Joyo. Penampilan Reog tersebut juga akan menjadi bagian dari penyambutan Danrem 043/Gatam dan Wali Kota Metro ketika tiba di garis finis. Di sisi lain, Kasiintel Kasrem 043/Gatam, Letkol Inf Djarot Susanto, mengatakan Korem 043/Gatam akan menghadirkan stand militer yang ditempatkan di sebelah kiri panggung dengan diawaki personel Korem dan dilengkapi dengan sejumlah alutsista maupun persenjataan yang dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat. Menurutnya, keberadaan stand militer tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan lebih dekat Korem 043/Gatam kepada masyarakat Kota Metro. “Kegiatan ini menjadi momentum untuk lebih mengenalkan Korem kepada masyarakat Kota Metro,” ujarnya. Selain masyarakat umum, pihak Korem juga mendorong keterlibatan pelajar, khususnya dari SMA terdekat maupun sekolah lainnya, untuk turut memeriahkan kegiatan jalan sehat. Keluarga besar TNI, seperti PEPABRI, FKPPI dan Warakawuri, juga akan diundang dalam kegiatan tersebut. Mengingat sebagian peserta dari kelompok tersebut telah lanjut usia, Korem menyiapkan personel untuk membantu apabila terdapat peserta yang mengalami kesulitan selama mengikuti rute jalan sehat. “Kami juga akan menyiapkan personel untuk membantu apabila ada peserta yang sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan, termasuk apabila perlu dipandu atau dievakuasi. Mungkin perlu juga disiapkan kendaraan untuk mendukung proses tersebut,” kata Djarot. Untuk menambah kemeriahan selama perjalanan, pihak Korem juga membuka kemungkinan adanya personel yang turut bernyanyi atau memberikan semangat kepada peserta sepanjang rute jalan sehat. Ia juga meminta kepada seluruh pihak yang terlibat agar dapat melakukan koordinasi secara teknis di lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar dan aman. “Intinya, kegiatan ini adalah dari kita, oleh kita, untuk kita. Kami juga secara instansi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan nanti dapat berjalan dengan baik, lancar, tertib, dan aman,” pungkas Djarot. (Yl/Sr)
Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah, Pemkot Metro Dorong Tata Kelola Pendidikan yang Cerdas dan Religius
Pemerintah Kota Metro memperkuat kapasitas dan mental kepemimpinan kepala sekolah di tengah tantangan pengelolaan satuan pendidikan yang semakin kompleks. Melalui kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah, Pemkot Metro mendorong terwujudnya tata kelola pendidikan yang cerdas, modern, transparan, akuntabel, dan religius sebagai fondasi peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah untuk Mewujudkan Tata Kelola dan Manajemen Sekolah yang Cerdas dan Religius tersebut berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, dan diikuti oleh para kepala satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Dalam kegiatan tersebut, para kepala sekolah mendapatkan penguatan terkait administrasi dan manajemen satuan pendidikan, kepemimpinan, serta tata kelola sekolah yang mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengatakan peningkatan kompetensi kepala sekolah menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya sistem pengelolaan pendidikan yang lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan mutu. “Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan peningkatan administrasi dan manajemen kepala satuan pendidikan ini, para kepala sekolah mampu mewujudkan tata kelola sekolah yang modern, transparan, akuntabel, dan berbasis data guna mendorong peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan,” ujar Agus. Menurutnya, penguatan kapasitas kepala sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan administratif dan manajerial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat karakter dan mental kepemimpinan para kepala sekolah dalam menjalankan amanah yang diberikan. “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi administrasi dan manajemen, tetapi juga menjadi sarana untuk menguatkan mental kepemimpinan, membangun optimisme, dan menumbuhkan kembali semangat kepala sekolah dalam mengemban amanah kepemimpinan,” jelasnya. Agus mengungkapkan, penguatan tersebut menjadi semakin penting mengingat hingga saat ini terdapat sejumlah kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kota Metro yang mengundurkan diri dari jabatannya. “Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini sudah ada empat kepala sekolah SD dan satu kepala sekolah SMP yang mengundurkan diri,” ungkapnya. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar keberlangsungan tata kelola satuan pendidikan tetap berjalan optimal dan tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah dan kualitas penyelenggaraan pendidikan di satuan masing-masing. “Kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab terhadap administrasi sekolah, tetapi juga merupakan pemimpin yang harus mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan. Karena itu, kompetensi manajerial, kemampuan kepemimpinan, integritas, dan keteladanan harus terus diperkuat,” ujar Ahmad. Ia mengatakan, tata kelola sekolah yang baik harus dibangun melalui sistem yang transparan, akuntabel, berbasis data, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan karakter. “Kita ingin kepala sekolah memiliki keberanian untuk mengambil keputusan, mampu membaca persoalan berdasarkan data, membangun komunikasi yang baik dengan guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya. Ahmad juga menekankan bahwa amanah sebagai kepala sekolah merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan kesiapan mental dan komitmen yang kuat. “Menjadi kepala sekolah adalah sebuah amanah, bukan sekadar jabatan. Karena itu, saya berharap seluruh kepala sekolah dapat membangun kembali optimisme, menjaga semangat pengabdian, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah tentu akan terus memberikan dukungan dan penguatan agar kepala sekolah mampu menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. Melalui kegiatan peningkatan kompetensi ini, Pemerintah Kota Metro berharap para kepala sekolah dapat semakin siap menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan satuan pendidikan, sekaligus mampu membangun lingkungan sekolah yang adaptif, inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penguatan kepemimpinan kepala sekolah juga diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menciptakan manajemen pendidikan yang efektif, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di Kota Metro dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. (Bsr/Sr)
Sekda Kota Metro Tekankan Optimalisasi Aset, Pengendalian Inflasi dan Pengelolaan Sampah
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Ahmad Hariyanto, memimpin langsung apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Metro, 31/8/2026. Dalam arahannya Sekda menekankan pentingnya optimalisasi aset daerah, pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta pengelolaan sampah secara mandiri. Apel pagi tersebut dilaksanakan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro sebagai perangkat daerah yang bertugas.Dalam arahannya Ahmad Hariyanto mengatakan Disperindag memiliki peran strategis terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah. Namun demikian ia juga meminta agar aset milik Pemerintah Kota Metro khususnya yang berada di lingkungan pasar dan pertokoan, dapat dioptimalkan sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pemerintah Kota Metro memiliki banyak aset terutama di lingkungan pasar dan pertokoan yang harus kita optimalkan untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya. Menurutnya optimalisasi PAD menjadi semakin penting di tengah kondisi fiskal daerah dan kebijakan transfer pemerintah pusat ke daerah. Karena itu seluruh perangkat daerah diminta lebih proaktif dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang dimiliki pemerintah daerah. Ahmad Hariyanto kemudian menyoroti persoalan pengendalian inflasi dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok yang dinilainya menyangkut kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kondisi makroekonomi, fluktuasi harga global, serta perubahan iklim yang berdampak terhadap hasil panen dapat memberikan tekanan terhadap harga barang di pasaran.Kenaikan harga tersebut kata dia, paling dirasakan masyarakat terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. “Di sinilah perhatian sesungguhnya bagi kita sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau,” tegasnya. Ahmad Hariyanto mengapresiasi kinerja Disperindag yang telah berjalan selama ini. Namun ia meminta agar tantangan ke depan dijawab dengan kerja keras, cerdas dan cepat terutama melalui langkah konkret dalam pengendalian inflasi. Ia juga meminta monitoring harga tidak hanya dilakukan pada tingkat pedagang dan pengecer, tetapi diperluas hingga ke gudang dan distributor. “Harus turun langsung mengecek ke gudang-gudang dan distributor. Kita harus mencegah penimbunan dan memastikan tidak ada permainan harga,” katanya. Dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Metro juga mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca yang panas. Kebakaran khususnya yang terjadi pada lahan pangan dinilai dapat berdampak terhadap ketersediaan komoditas dan pada akhirnya berpengaruh terhadap stabilitas harga. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran termasuk terhadap material atau barang yang mudah terbakar di lingkungan masing-masing. Selain inflasi, Ahmad Hariyanto turut memberikan perhatian serius terhadap persoalan pengelolaan sampah khususnya terkait penanganan sampah di TPS Karangrejo. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup telah mengeluarkan surat edaran mengenai tata kelola persampahan. Pengelolaan sampah tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola akhir tetapi harus dimulai dari sumbernya, termasuk rumah tangga. Ahmad Hariyanto meminta para camat dan lurah untuk aktif mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat melalui RT, RW, maupun kelompok-kelompok masyarakat. “Kita harus membangun pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik, nonorganik, sampah yang memiliki nilai ekonomi maupun yang tidak memiliki nilai ekonomi harus dipilah dan dikelola sejak dari sumbernya,” jelasnya. Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kantor pemerintahan menjadi contoh dengan menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.Dengan pola tersebut TPS diharapkan nantinya dapat lebih difokuskan untuk menerima sampah residu yakni sampah yang sudah tidak memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Menurut Ahmad Hariyanto, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.“Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, swasta dan kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya. Lebih dari sekadar membangun sistem ia mendorong lahirnya budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya malu membuang sampah sembarangan dan budaya malu apabila tidak mengelola sampah dengan baik. Pada kesempatan ini juga, Ahmad Hariyanto, menegaskan pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan melainkan tanggung jawab seluruh perangkat daerah yang dikoordinasikan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Karena itu ia meminta OPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, serta jajaran camat dan lurah, untuk saling mendukung program pengendalian inflasi. “Kelancaran transportasi dan logistik ketersediaan hasil panen lokal serta edukasi belanja bijak di tingkat keluarga sangat memengaruhi stabilitas harga di Kota Metro yang kita cintai,” pungkasnya. Melalui apel tersebut Sekda Kota Metro berharap koordinasi lintas perangkat daerah semakin kuat sehingga berbagai persoalan strategis mulai dari inflasi, stabilitas harga, optimalisasi aset hingga pengelolaan sampah, dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan demi meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Kota Metro. (Md/Sr)
Putri Nuban Warnai Lampung Tapis Karnaval, Kota Metro Tampilkan Kekayaan Budaya di Festival Krakatau XXXV 2026
Nuansa budaya dan semangat kebersamaan mewarnai keikutsertaan Pemerintah Kota Metro dalam Lampung Tapis Karnaval yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Mengusung tema “Putri Nuban”, kontingen Kota Metro tampil membawa representasi kekayaan seni dan budaya daerah dalam gelaran yang mempertemukan berbagai unsur budaya dan kesenian dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Sebanyak 164 peserta dari Kota Metro turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Mereka mengikuti seluruh rangkaian prosesi hingga garis finis dengan menempuh rute sepanjang kurang lebih 4 kilometer dimulai dari Tugu Adipura, lalu melewati Jalan Kartini, Jalan Raden Intan, dan kembali menuju Lapangan Saburai, Minggu (30/08/2026). Sekretaris Daerah Kota Metro selaku Ketua Rombongan, Ahmad Hariyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro yang telah berpartisipasi serta meluangkan waktu untuk mengikuti Lampung Tapis Karnaval dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Menurutnya, keikutsertaan Kota Metro tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan karnaval, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap agenda kebudayaan dan pariwisata Provinsi Lampung sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan identitas lokal Kota Metro kepada masyarakat yang lebih luas. “Terima kasih kepada seluruh Staf Ahli, Asisten, kepala OPD, Kabag, Camat, Lurah, serta Kapus/Kapustu yang telah meluangkan waktu bersama-sama mengikuti kegiatan Karnaval Budaya dalam rangka Festival Krakatau XXXV 2026 mewakili Pemerintah Kota Metro,” ujar Sekretaris Daerah. Ahmad Hariyanto menjelaskan, rombongan Kota Metro terdiri atas berbagai unsur pemerintah daerah dan pelaku seni yang diikuti bukan hanya dirinya beserta istri, tetapi juga pejabat eselon II beserta pasangan, kepala bagian beserta pasangan, camat beserta pasangan, lurah, kepala puskesmas/kepala puskesmas pembantu, serta tim penari dan penampil dari sanggar seni. Dalam penampilannya, kontingen Kota Metro mengusung tema “Putri Nuban” sebagai representasi kekayaan budaya sekaligus identitas lokal yang diwujudkan melalui berbagai penampilan dan kreasi seni yang dibawakan para peserta sepanjang prosesi karnaval. “Yang kita tampilkan melalui tema Putri Nuban ini bukan hanya sekadar penampilan dalam sebuah karnaval, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Kita ingin menunjukkan bahwa Kota Metro memiliki potensi seni dan budaya yang dapat ditampilkan serta diapresiasi dalam berbagai kegiatan di tingkat Provinsi Lampung,” jelasnya. Menurutnya, antusiasme dan semangat peserta terlihat sepanjang perjalanan sebanyak 164 peserta Kota Metro mengikuti prosesi sejak awal hingga selesai dan berhasil menempuh rute sekitar 4 kilometer hingga garis finis dengan lancar. Keterlibatan berbagai unsur dalam rombongan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam membawa nama Kota Metro pada kegiatan tingkat Provinsi Lampung. “Partisipasi seluruh jajaran ini tentu menjadi bagian penting dalam membawa nama Kota Metro. Kita hadir bersama, mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib, dan memberikan penampilan terbaik sebagai representasi Pemerintah Kota Metro,” katanya. Lebih lanjut, ia berharap keikutsertaan Kota Metro dalam Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap pengenalan budaya daerah, sekaligus mendorong semakin luasnya promosi potensi seni, budaya, dan pariwisata Kota Metro. “Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang bagi kita untuk memperkenalkan budaya Kota Metro, memberikan kesempatan kepada para pelaku seni untuk tampil, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan pelaku seni. Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya kita lestarikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah,” pungkasnya. Keikutsertaan Kota Metro dalam Lampung Tapis Karnaval Festival Krakatau XXXV 2026 juga menjadi salah satu langkah untuk terus menghidupkan budaya lokal, memperluas promosi potensi daerah, sekaligus memperkuat posisi Kota Metro sebagai bagian dari kekayaan budaya dan pariwisata Provinsi Lampung.(Yl)
Pemkot Metro Perkuat Implementasi SAKIP 2026, Sekda Tekankan Kolaborasi Antar-OPD
Pemerintah Kota Metro terus memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Implementasi SAKIP Kota Metro yang digelar di Ruang OR Setda Kota Metro, Senin (31/08/2026). Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Metro dan dihadiri Asisten Administrasi Umum, jajaran Inspektorat, Kepala Bappeda beserta jajaran, Bagian Organisasi, serta anggota Tim Implementasi SAKIP Kota Metro. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi Kota Metro, Iin Indraswari menyampaikan bahwa rapat koordinasi merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di ruang Sekretaris Daerah yang diinisiasi oleh Inspektorat yang diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas implementasi SAKIP di Kota Metro. “Rapat hari ini mudah-mudahan dapat menjadi momentum penting bagi kita untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas implementasi SAKIP di Kota Metro,” katanya. Ia menegaskan bahwa SAKIP bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi merupakan sebuah siklus manajemen kinerja yang harus mampu menunjukkan hasil, outcome, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terdapat keterkaitan yang sangat erat antara tiga unsur, yaitu Bappeda, Bagian Organisasi, dan Inspektorat, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi, sampai dengan tindak lanjut perbaikan. “Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi ini, kami berharap dapat tercapai kesamaan persepsi, pembagian peran yang jelas, serta kesepakatan mengenai langkah-langkah tindak lanjut. Dengan demikian, implementasi SAKIP Kota Metro Tahun 2026 semakin berkualitas dan benar-benar berorientasi pada hasil,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menegaskan bahwa pelaksanaan tugas setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak boleh dipandang sebagai tugas yang berdiri sendiri, karena tugas satu OPD bukan hanya menjadi tugas individu atau hanya menjadi tanggung jawab OPD tersebut. “Saya pernah menganalogikan bahwa OPD itu bukan cabang dari Pemerintah Kota, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Kota. Yang membedakan hanyalah tugas pokok dan fungsinya. Namun, secara keseluruhan, setiap OPD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari batang tubuh Pemerintah Kota,” jelasnya. Namun, ia mengakui masih terdapat kepala OPD yang beranggapan bahwa tugasnya hanya berada dalam lingkup OPD masing-masing. Untuk menggambarkan keterkaitan antarsektor tersebut, Sekda memberikan contoh mengenai tugas Dinas Pemadam Kebakaran. Menurutnya, ketika terjadi kebakaran, misalnya di lahan ketahanan pangan, dampaknya bukan hanya persoalan kebakaran. “Secara ekosistem, kejadian tersebut dapat mengganggu rantai pasok pangan. Ketika lahan pangan terbakar, maka dapat terjadi kelangkaan bahan pangan dan pada akhirnya berpotensi menimbulkan inflasi,” ungkapnya. Dari kondisi tersebut, menurutnya, dapat dilihat bahwa tugas Dinas Pemadam Kebakaran tidak berdiri sendiri, tetapi juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap tugas-tugas pemerintahan di bidang lainnya. Hal serupa, lanjutnya, juga berlaku pada Dinas Perhubungan, khususnya terkait pengaturan tarif. “Ketika tarif tidak diatur dan dikelola dengan baik, maka akan memberatkan masyarakat. Pada akhirnya, harga bahan atau biaya produksi juga dapat meningkat karena tarif yang tidak terkendali,” katanya. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan harus mampu mengatur tarif, baik tarif batas bawah maupun tarif batas atas, sehingga tidak mengganggu rantai produksi maupun distribusi. Sekda menegaskan bahwa prinsip yang sama harus diterapkan dalam implementasi SAKIP Kota Metro keterkaitan antara sektor, bidang, dan Bagian Organisasi sebagai trident atau tiga poros penggerak yang akan melakukan akselerasi. “Bagaimana agar SAKIP Kota Metro ini, sebagaimana disampaikan sebelumnya, bukan hanya sekadar mengejar nilai.. Tetapi bagaimana kinerja yang kita lakukan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini poin utamanya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan konsep Whole of Government (WoG) yang menurutnya telah diajarkan dalam Diklat Dasar. “Pemerintahan itu harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintahan tidak boleh berjalan secara parsial. Artinya, apa yang dikerjakan oleh satu organisasi harus menunjang organisasi lainnya,” jelasnya. Ahmad Harianto juga mengungkapkan bahwa dalam implementasi SAKIP, apabila ada satu saja OPD yang tidak solid dalam melaksanakan programnya dan tidak mampu mencapai kinerja yang telah ditetapkan, maka akan berdampak terhadap total penilaian SAKIP secara umum di Kota Metro. Karena itu, Sekda meminta teman-teman sekretariat, Bappeda, dan Bagian Organisasi untuk melakukan pola kerja berdasarkan prinsip-prinsip Whole of Government baik diinspektorat, Bapperinda maupun Bagian Organisasi sehingga akan menghasilkan satu titik temu yang baik. “Kalau koordinasinya berjalan dengan baik, saya berharap kita dapat membuat pola kerja yang sesuai dengan timeline yang sudah disepakati ataupun yang menjadi acuan dan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian PANRB,” katanya. Sekda juga mendorong agar pola kerja berdasarkan ketentuan Kementerian PANRB kembali didiskusikan bersama Bappeda maupun Asisten, sehingga menghasilkan pola kerja yang betul-betul efektif. Tidak hanya itu, Sekda mengajak seluruh tim untuk menjadikan evaluasi SAKIP sebagai momentum menentukan pembagian peran dan pola kerja yang jelas sehingga jika nanti ditemukan bottleneck atau hambatan seluruh pihak dapat bersama-sama mencari penyebab sekaligus solusi yang tepat. Sekretaris Daerah Kota Metro tersebut juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dengan mengedepankan kelapangan hati, kesabaran, serta menghindari ego sektoral. “Mudah-mudahan kalau kita mempunyai kelapangan hati, kesabaran jiwa, tidak ego sektoral, dan tidak hanya berpikir bahwa yang penting investasi atau kepentingan saya lebih menonjol, mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan baik,” katanya. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan keyakinannya bahwa Kota Metro memiliki potensi yang luar biasa untuk menghasilkan capaian yang diharapkan bersama. Ia juga menegaskan, keberhasilan implementasi SAKIP bukan hanya menjadi harapan satu atau dua pihak, melainkan merupakan harapan bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro. (Yl)
Ratusan Warga Ganjar Agung Antusias Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI
Ratusan masyarakat Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, antusias mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat kebersamaan, kekompakan, dan semangat nasionalisme. Nuansa merah putih tampak mendominasi peserta yang mengikuti jalan sehat hingga kegiatan berakhir di halaman Kelurahan Ganjar Agung. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan jalan sehat sebagai salah satu wujud nyata tumbuhnya jiwa patriotisme dan nasionalisme masyarakat Kelurahan Ganjar Agung. “Kami atas nama Pemerintah Kota Metro memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Ini merupakan satu wujud nyata bahwasanya jiwa patriotisme dan nasionalisme yang terbangun oleh warga masyarakat yang ada di Kelurahan Ganjar Agung ini sungguh sangat luar biasa,” ujar Bambang saat menghadiri acara di Kelurahan Ganjar Agung. Bambang juga mengungkapkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pendahulu bangsa, melainkan dengan mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif. “Perjuangan kita dalam rangka kemerdekaan ini bukan lagi bertempur, bukan lagi membawa bambu runcing. Tetapi hari ini kita tinggal mengisi kemerdekaan,” katanya. Ia juga menilai, kegiatan masyarakat seperti jalan sehat, kegiatan budaya, serta berbagai aktivitas bersama lainnya merupakan bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan, kekompakan, gotong-royong untuk menciptakan generasi-generasi yang baik, dan generasi-generasi yang berakhlakul karimah. Tidak hanya itu, Bambang juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap semarak memperingati HUT ke-81 RI meskipun pelaksanaan kegiatan telah memasuki akhir Agustus. Menurutnya, nuansa pakaian merah putih yang menunjukkan suci dan berani juga, menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Ganjar Agung. Bambang berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Kelurahan Ganjar Agung dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari upaya membangun Kota Metro yang semakin sejahtera. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga memohon doa kepada masyarakat agar dalam menjalankan amanah sebagai Wali Kota Metro senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat. “Mudah-mudahan Bapak, Ibu, orang tua saya, guru-guru saya, semuanya doakan saya juga dalam memimpin Kota Metro ini senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, yang pada akhirnya kami bisa memberikan persembahan yang terbaik untuk seluruh warga masyarakat Kota Metro,” katanya. Ke depan Bambang juga berharap, Kota Metro menjadi kota yang masyarakatnya sejahtera dan benar-benar merasakan kebahagiaan. (Yl/Agp)
Semangatnya Tetap Muda, 5 Kecamatan di Metro Adu Kekompakan di Lomba Senam LLI
Semangat hidup sehat dan kebersamaan para lanjut usia (lansia) di Kota Metro terlihat dalam Lomba Senam Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) yang diikuti perwakilan dari lima kecamatan se-Kota Metro yang berlangsung meriah di Halaman Metro Garden, Minggu (30/08/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, jajaran Pemerintah Kota Metro, pengurus LLI, serta para peserta dan pendamping dari masing-masing kecamatan. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebugaran para anggota LLI. Para anggota LLI dari Kecamatan Metro Pusat, Metro Utara, Metro Selatan, Metro Barat, dan Metro Timur tampil dengan penuh energi mengikuti gerakan senam yang telah dipersiapkan. Ketua LLI Kota Metro, Lukman Hakim, mengatakan lomba senam tersebut merupakan bagian dari upaya LLI untuk mendorong para lanjut usia agar tetap aktif, sehat, dan produktif dan tidak menjadi penghalang untuk terus berkegiatan dan berkontribusi di tengah masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dari lima kecamatan yang telah mengikuti kegiatan ini,karena lomba yang diselenggarakan bukan hanya sekadar ajang bersaing, tetapi menjadi wadah bagi anggota LLI untuk bersilaturahmi, menjaga kesehatan, sekaligus menunjukkan bahwa para lanjut usia tetap memiliki semangat dan potensi yang luar biasa. ,” ujar Lukman. Ia menambahkan, LLI Kota Metro akan terus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi para lanjut usia, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun kebersamaan. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi tingginya antusiasme para anggota LLI yang mengikuti lomba senam tersebut sehingga menjadi contoh bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran dapat dilakukan pada setiap tahapan usia. “Saya melihat antusiasme para anggota LLI sangat luar biasa, semangatnya tetap muda, energinya luar biasa dan yang paling penting kebersamaannya sangat terasa, ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa menjaga kesehatan dan tetap aktif berkegiatan tidak mengenal usia,” kata Bambang. Pemerintah Kota Metro berharap dari kegiatan ini para lanjut usia di Kota Metro tetap sehat, bahagia, aktif, dan memiliki ruang untuk berkegiatan bersama dan semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilaksanakan. Lomba senam tersebut pun berlangsung penuh keceriaan. Kekompakan gerakan, kreativitas penampilan, serta semangat para peserta menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya mengejar kemenangan, para peserta tampak menikmati setiap rangkaian kegiatan sebagai momentum untuk berkumpul, berolahraga, dan memperkuat tali silaturahmi.(tm/bgs)
Muscab V Gerakan Pramuka Kota Metro 2026 Dibuka, Wali Kota Tekankan Penguatan Karakter Generasi Emas
Wali Kota Metro selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Metro, Bambang Iman Santoso, resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) V Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula SMK Negeri 1 Kota Metro, Sabtu (29/08/2026). Musyawarah Cabang V diselenggarakan dalam rangka melaksanakan amanah organisasi sebagaimana diatur dalam AD dan ART Gerakan Pramuka, mengingat masa bakti kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro Masa Bakti 2021-2026 akan berakhir pada tanggal 29 September 2026. Musyawarah Cabang V tahun ini yang mengangkat tema: “Pramuka Kota Metro Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak untuk Mendukung Terwujudnya Kota Metro Cerdas, Berkarakter, dan Berkelanjutan.” Juga sejalan dengan tema resmi Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, yaitu: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Ketua Panitia Musyawarah Cabang V Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, Joni Widodo, mengatakan Musyawarah Cabang merupakan forum tertinggi organisasi Gerakan Pramuka di tingkat Cabang. “Melalui forum ini, kita melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan organisasi, membahas dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban, menetapkan arah kebijakan dan rencana kerja organisasi, memilih Ketua Kwartir Cabang Masa Bakti 2026-2031, membentuk Tim Formatur, serta menetapkan berbagai rekomendasi bagi pengembangan Gerakan Pramuka Kota Metro,” ujarnya. Untuk mendukung kelancaran persidangan, seluruh materi Musyawarah Cabang telah dipersiapkan dalam Buku I, Buku II, dan Buku III, yang memuat pedoman dan tata tertib persidangan, Laporan Pertanggungjawaban Kwartir Cabang Masa Bakti 2021-2026, serta Rencana Strategis dan Rencana Kerja Kwartir Cabang Masa Bakti 2026-2031. Dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan Musyawarah Cabang V berkoordinasi dengan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) bekerja di bawah arahan dan bimbingan Panitia Pengarah (Steering Committee). Joni Widodo menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kakak Dr. Agus Muhammad Septian, S.IP., M.H. selaku Ketua Panitia Pengarah, yang telah memberikan arahan, bimbingan, perhatian, masukan, dan dukungan kepada Panitia Pelaksana dalam seluruh proses persiapan kegiatan ini. Dalam kedudukan beliau sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, beliau juga secara ex officio mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro Bidang Pembinaan Anggota Muda. Arahan dan bimbingan kepada Panitia Pelaksana juga senantiasa diterima dari Kakak dr. Silfia Naharani, S.P., KKP., M.M. selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, sehingga seluruh proses persiapan dan pelaksanaan Musyawarah Cabang V ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi. “Oleh karena itu, atas nama Panitia Pelaksana, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kakak Ketua Panitia Pengarah beserta jajaran Steering Committee, dan kepada Kakak Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, atas seluruh arahan, bimbingan, perhatian, dan dukungan yang telah diberikan,” kata Joni. Terima kasih juga disampaikan kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung, Pemerintah Kota Metro, Majelis Pembimbing Cabang, seluruh jajaran Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting, Kakak-Kakak Peserta Musyawarah Cabang, Kepala SMKN 1 Metro beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan bagi terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap Musyawarah Cabang V dapat berjalan dengan tertib, demokratis, transparan, akuntabel, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan dan kemajuan Gerakan Pramuka Kota Metro,”tuturnya. Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, dr. Silfia Naharani, menyampaikan bahwa dengan komitmen yang besar dari pemerintah, Pramuka ke depan akan lebih baik dari periode yang dipimpinnya. “Kepramukaan merupakan organisasi yang memberikan secara nyata kontribusi yang nyata dan aktif dalam membentuk generasi muda khususnya Kota Metro sehingga mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya. Menurutnya, harapan tersebut tidak dapat dipersiapkan begitu saja, tetapi membutuhkan proses dan sustainable ability agar pramuka di Kota Metro dapat terus kita kembangkan. Musyawarah Cabang hari ini, menurutnya merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi selama masa bakti 2021-2026, sekaligus menyusun langkah dan program Gerakan Pramuka Kota Metro untuk masa bakti 2026-2031. “Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti musyawarah dengan penuh semangat kekeluargaan, demokratis, aktif dan mengutamakan kepentingan organisasi. Saya juga mengajak seluruh peserta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan yang menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Gerakan Pramuka Kota Metro,” katanya. Sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro Periode 2021-2026, Silfia Naharani mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Metro atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini yang memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda. Silfia menyampaikan, selama periode kepengurusan terdapat 10 prestasi terbaik yang telah ditorehkan Gerakan Pramuka Kota Metro mulai dari terbaik tingkat kota, antar kota, tujuh terbaik tingkat provinsi, lima terbaik di nasional dan dua prestasi internasional. Ia berharap prestasi tersebut tidak hanya sekadar menjadi pencapaian, tetapi benar-benar memberikan dampak kepada anak-anak dan menjadi bagian dalam mempersiapkan generasi emas terbaik untuk Kota Metro. “Semoga ini tidak hanya sekadar prestasi, tapi betul-betul berdampak kepada anak-anak, menjadi anak-anak generasi emas yang terbaik untuk Kota Metro,” katanya. Silfia juga menyebut sejumlah Satuan Karya (Saka) terbaru yang telah dibentuk, di antaranya Saka BNN yang telah bekerja sama pada awal 2026 dan sebelumnya adalah Samudaya yang mungkin belum dimiliki oleh kabupaten/kota lain, termasuk Saka lainnya.“Dan tentunya sama dengan kabupaten kota lain. Ini tentunya tidak hanyalah terbentuk saja, tapi kami butuh pembinaan yang lebih. Dan era transformasi ini yang tentunya butuh dikedepankan lagi,” terangnya. Silfia yakin siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang akan menjadi yang terbaik karena merupakan kesepakatan bersama dan mampu mengemban amanah dengan baik. “Saya yakin siapapun nanti yang terpilih akan terpilih Kak kwarcab yang terbaik karena ini adalah kesepakatan kita semua dan dapat mengemban amanah dengan baik dan menjadi leadership yang terbaik sehingga betul-betul adik-adik kita, anak-anak kita dapat dipersiapkan menjadi generasi-generasi terbaik Kota Metro dalam upaya mencapai visi Kota Metro dan visi-visi kita,” imbuhnya. Wali Kota Metro selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan Musyawarah Cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi, refleksi, konsolidasi, serta merumuskan arah dan kebijakan Gerakan Pramuka Kota Metro untuk masa yang akan datang. “Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta dapat membangun suasana musyawarah yang demokratis, tertib, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya. Menurut Bambang, perbedaan pandangan dalam sebuah musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, dengan semangat Satya dan Darma Pramuka, setiap perbedaan dapat disatukan menjadi sebuah keputusan terbaik bagi kemajuan Gerakan Pramuka Kota Metro. “Saya juga
Pemkot Metro Bergerak Pulihkan Petani Terdampak Banjir, 116 Petani Rejomulyo dan Sumbersari Terima Bantuan
Pemerintah Kota Metro bergerak cepat membantu pemulihan petani yang terdampak bencana banjir di Kelurahan Rejomulyo dan Sumbersari. Sebanyak 116 petani menerima bantuan sarana produksi pertanian sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gagal panen. Bantuan tersebut diberikan kepada 75 petani Kelurahan Rejomulyo dan 41 petani Kelurahan Sumbersari, yang terdampak pada 140 titik lahan pertanian dengan total luas mencapai 55,1 hektare. Para penerima manfaat berasal dari sejumlah kelompok tani di kedua wilayah tersebut. Bertempat di Aula Kecamatan Metro Selatan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso melalui Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspitasari, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat, khususnya petani, menghadapi persoalan akibat bencana. “Kita semua memahami bahwa petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian Kota Metro. Karena itu, ketika terjadi bencana banjir yang berdampak pada lahan dan tanaman pertanian, pemerintah tidak boleh tinggal diam,” ujar Pipi, Jumat (28/08/2026). Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan material, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu petani kembali bangkit setelah mengalami kerugian akibat banjir. “Pemerintah berupaya untuk hadir, mendengar keluhan petani, dan memberikan dukungan agar para petani dapat kembali bangkit dan melanjutkan usaha taninya,” katanya. Dalam penanganan dampak banjir tersebut, Pemerintah Kota Metro bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk menyediakan bantuan bagi petani terdampak. Pemerintah Pusat memberikan bantuan benih padi varietas Inpari 32, sementara Pemkot Metro memberikan dukungan berupa Pupuk Organik Cair (POC), pupuk NPK non-subsidi, belerang, serta rodentisida untuk pengendalian hama tikus. Pipi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas dukungan benih yang diberikan untuk membantu petani memulai kembali usaha taninya. “Pada hari ini, kita menyerahkan bantuan untuk 116 petani, sebanyak 75 petani Rejomulyo dan 41 petani Sumbersari. Lahan yang terdampak sebanyak 140 titik lahan petani,” jelasnya. Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung musim tanam berikutnya sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi petani. “Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu pemulihan usaha tani Bapak/Ibu sekalian. Bantuan ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami akibat banjir, tetapi mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bahwa pemerintah hadir bersama petani dalam menghadapi kesulitan,” ungkap Pipi. Tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana produksi, Pemkot Metro juga memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Pipi menyampaikan bahwa pengajuan AUTP bagi petani terdampak telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan program tersebut mengikuti ketentuan, yakni setelah tanaman padi memasuki usia 10 hari setelah tanam (HST). “Untuk Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP, pengajuannya telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan AUTP tersebut memiliki ketentuan waktu, yaitu pada saat sudah tanam 10 HST,” terangnya. Program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada petani dalam menghadapi risiko usaha tani, terutama berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu produksi. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada sektor pertanian, karena ketahanan pangan tidak mungkin terwujud tanpa kesejahteraan petani,” tegasnya. Bagi petani, bantuan yang diberikan pemerintah menjadi dukungan penting untuk kembali memulai aktivitas pertanian setelah mengalami dampak banjir. Kayun, salah satu penerima bantuan dari wilayah Sumbersari Bantul, RW 05, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro atas perhatian yang diberikan kepada para petani. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi petani yang terdampak banjir. Semoga perhatian kepada petani terus diberikan,” ujar Kayun. Sementara itu, Ketua Gapoktan Sumbermakmur, Gunarto, memastikan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian pada Musim Tanam I (MT I) yang direncanakan berlangsung pada Oktober. “Bantuan ini nantinya akan kami tanam untuk MT I bulan Oktober. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Metro dan juga jajaran dari Pemerintah Kota Metro. Bantuan ini sudah tepat sasaran dan sangat membantu petani,” kata Gunarto. Penyaluran bantuan bagi petani terdampak banjir menjadi bagian dari langkah konkret Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat. Pemerintah menyadari bahwa sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganan dampak bencana terhadap lahan pertanian tidak hanya diarahkan pada pemulihan produksi, tetapi juga pada upaya memastikan petani tetap memiliki kemampuan untuk melanjutkan usaha taninya. Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kota Metro, kelompok tani, dan masyarakat, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Bantuan tersebut menjadi penegasan bahwa di tengah kesulitan yang dihadapi petani, pemerintah hadir bukan hanya untuk melihat persoalan, tetapi mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali berproduksi. (Bsr/Yd/Sr)