Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar pengajian akbar sekaligus Halal Bihalal yang menghadirkan para alumni serta wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, yang berlangsung di halaman Rumah Dinas Walikota Metro, Sabtu (11/04/2026). Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar pertemuan, melainkan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat. Menurutnya, sinergi antara ulama,pemerintah dan wali santri sangat krusial dalam membangun karakter kota sesuai dengan visi Kota Metro yaitu “Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”. Dimana nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang maju dan berdaya saing. “Kegiatan pengajian ini adalah langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Melalui doa dan kajian bersama, kita ingin mewujudkan keberkahan bagi Kota Metro,” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya menekankan kegiatan keagamaan menjadi sarana penting untuk mempertegas identitas Kota Metro. Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan menjaga keharmonisan sosial merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, dirinya berharap Kota Metro dapat bertransformasi menjadi kota yang religius, berbudaya, dan memiliki sumber daya manusia yang berakhlak mulia.(tm/yd/md)
Pemkot Metro Perkuat Peran Strategis dalam Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Lampung
Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah terintegrasi dan berkelanjutan di Provinsi Lampung melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat dan daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi dan rapat koordinasi pengelolaan sampah terpadu serta pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang digelar bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan Pemerintah Provinsi Lampung, Jumat (10/4/2026). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro siap menjadi bagian penting dalam transformasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen penuh untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ini bukan hanya soal kebersihan kota, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Bambang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci dalam menjawab tantangan peningkatan volume sampah yang terus terjadi setiap tahun. “Kami di Kota Metro terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, hingga penguatan infrastruktur dan tata kelola yang lebih modern,” lanjutnya. Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Metro juga mendukung penuh kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) regional serta penerapan sistem pengelolaan yang beralih dari metode open dumping menuju controlled land fill. Selain itu, Pemkot Metro menekankan pentingnya edukasi masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan program pengelolaan sampah. “Edukasi menjadi kunci. Kami terus mengajak masyarakat untuk membiasakan memilah sampah dari rumah, karena keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” tambahnya. Pemerintah Kota Metro juga siap mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperkuat pembiayaan dan inovasi dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama KLH/BPLH turut menekankan pentingnya percepatan pengelolaan sampah secara sistematis, termasuk pengaktifan kembali fasilitas pengelolaan yang belum optimal serta penguatan sistem dari hulu hingga hilir. Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro, turut menandatangani kesepakatan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), penyusunan rencana induk pengelolaan sampah, serta target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Dengan langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Metro optimistis mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bernilai ekonomi. (Bsr)
Penyegaran Birokrasi, Bambang Iman Santoso Resmi Lantik 43 Pejabat Pemkot Metro
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 43 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Kamis (9/4/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Pemerintahan Kota Metro tersebut meliputi jabatan administrator, pengawas, kepala sekolah, serta pejabat fungsional. Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro. Dalam sambutannya, Bambang menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Saya minta kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menunjukkan integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijaga dengan komitmen tinggi. “Jabatan ini adalah kepercayaan,oleh karena itu harus kita jalanu dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan komitmen untuk kemajuan Kota Metro,” ujarnya. Lebih lanjut, Bambang membuka peluang bagi pejabat eselon III yang ingin naik ke eselon II, dengan melalui mekanisme seleksi terbuka (selter). “Bagi pejabat eselon 3 yang memiliki kemampuan dan memenuhi syarat, silakan mengikuti seleksi terbuka untuk naik ke eselon 2. Saat inilah kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” ungkapnya. Ia berharap, seluruh pejabat yang dilantik mampu beradaptasi dengan dinamika kerja serta menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Ke depan, kita dituntut untuk lebih responsif, inovatif, dan mampu menjawab harapan masyarakat. Saya ingin ASN di Kota Metro benar-benar menjadi pelayan masyarakat yang profesional,” pungkasnya.(Bsr/Tm/Md) Untuk mengetahui lebih lengkap pejabat yang di lantik bisa lihat pada link ini nama-nama pejabat yang baru dilantik
Pemkot Metro Bangga Atas Capaian Lurah Rejomulyo Sabet Apresiasi Nasional
Serang Banten – Lurah Rejomulyo, Margono, menjadi salah satu tokoh dari Lampung yang berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional melalui ajang Peacemaker Justice Award 2025. Dalam ajang tersebut, Margono masuk sebagai 2 peacemaker terbaik nasional bersama kepala desa/lurah lain dari daerah berbeda di Indonesia. Bentuk apresiasi yang diraih berupa dua capaian sebagai Terpilih sebagai peserta terbaik nasional (Top 2) yang merupakan pencapaian utama yang menunjukkan kualitas kepemimpinan di tingkat nasional. Kedua sebagai pengakuan sebagai pelopor penyelesaian masalah hukum di masyarakat (Non Litigation Peacemaker/NLP). Hal ini bisa diartikan sebagai Lurah yang dinilai aktif menyelesaikan konflik warga melalui pendekatan mediasi tanpa pengadilan. Prestasi ini tidak lepas dari peran aktif lurah dalam membentuk Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di kelurahan. Menyelesaikan konflik masyarakat secara damai dan humanis. Dan yang terakhir mendorong akses keadilan berbasis masyarakat. Program ini bahkan menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat akses keadilan (access to justice) di tingkat desa/kelurahan. Dalam hal ini, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso merasa bangga dan senang atas capaian Lurah Rejomulyo yang berhasil mengharumkan nama Lampung karena, masuk Top 3 nasional Peacemaker Justice Award 2025 dan diakui sebagai pelopor penyelesaian konflik hukum berbasis masyarakat. “Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi di tingkat kelurahan bisa berdampak hingga level nasional. Dengan ini menandakan bahwa kinerja lurah melalui penekanan pada kualitas pelayanan, kepemimpinan, dan peran penting kelurahan dalam pembangunan daerah telah berhasil,” ujar Bambang, Rabu (08/04/2026). Selain itu juga, Bambang berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat peran dalam melayani masyarakat, serta membangun budaya penyelesaian konflik yang konstruktif di tengah kehidupan sosial. “Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang mendorong peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan akses keadilan bagi masyarakat,” ungkapnya. (Sr)
Pemkot Metro dan Kementerian Perumahan RI Bersinergi, Fokus pada Penyediaan Hunian Layak
Jakarta – Pemerintah Kota Metro bersama kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI dalam pelaksanaan program perumahan dan permukiman yang di gelar di Gedung Wisma Mandiri 2 Jl. M.H Thamrin Lt.21 No.05 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (06/04/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi urusan wajib pelayanan dasar yang memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa ketersediaan hunian yang layak, lingkungan permukiman yang sehat, serta dukungan infrastruktur dasar menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah. “Perumahan dan kawasan permukiman bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ujarnya. Sebagai salah satu pusat pelayanan regional di Provinsi Lampung, Kota Metro menghadapi dinamika pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian yang hingga kini masih dihadapkan pada berbagai tantangan. “Di antaranya masih ditemukannya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), adanya backlog perumahan, keberadaan kawasan permukiman kumuh, serta belum optimalnya pemanfaatan aset tanah daerah. Selain itu, ketimpangan dalam penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) juga menjadi perhatian serius pemerintah,” ungkap Bambang. Lebih lanjutnya, ia mengungkapkan permasalahan terkait adanya kesenjangan antara kebutuhan riil masyarakat dengan ketersediaan perumahan saat ini. “Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, tidak bisa hanya sektoral,” ujarnya. Dalam kesempatannya, Wali Kota Metro juga menyampaikan karakteristik persoalan perumahan dan permukiman bersifat multidimensional, mencakup aspek fisik, ekonomi, sosial, hingga legalitas. Hal ini menuntut adanya intervensi yang adaptif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Pemkot Metro memandang penting adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, guna mempercepat penanganan berbagai persoalan yang ada. “Kami berharap adanya dukungan program dan fasilitasi dari pemerintah pusat, sehingga upaya penanganan RTLH, pengurangan backlog perumahan, serta peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya. Melalui sinergi ini, Pemkot Metro juga mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah untuk penyediaan perumahan, serta peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai penunjang kawasan permukiman yang layak. “Dengan langkah strategis tersebut, diharapkan masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, dapat memperoleh akses terhadap hunian yang layak, aman, dan sehat. Pemkot Metro optimistis, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya saat ditanyai tim Humas Kominfo Metro. (Bse/Yd/Sr)
Pemkot Metro Buka Seleksi Terbuka Eselon II dan Sekda, Dorong Penguatan Antisipasi Bencana di Kecamatan
Pemerintah Kota Metro kembali melakukan seleksi terbuka untuk posisi Eselon 2 dan posisi Sekretaris Daerah, hal ini disampaikan oleh Pj. Sekretaris Daerah, Kusbani pada saat menjadi pembina apel pagi di Halaman Pemkot Metro,Senin (06/04/2026). Dirinya meminta kepada para ASN yang ingin mengikuti selter tersebut untuk segera melengkapi kelengkapan administrasi dan megumpulkan persyaratan yang diperlukan. Dalam apel, Kusbani juga mengusulkan penempatan beberapa personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup di masing-masing kecamatan, untuk bertugas sebagai relawan antisipasi penanggulangan bencana. “Saya mengusulkan penempatan sejumlah personel dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup di setiap kecamatan dengan dibentuk posko untuk bertugas sebagai relawan dalam upaya antisipasi dan penanggulangan bencana, seperti pencegahan pohon tumbang dan pembersihan drainase. Hal ini guna mengurangi risiko banjir di masing-masing kecamatan,” ungkapnya. Menurut Kusbani, penanganan bencana tidak hanya dilakukan saat kejadian, melainkan juga melalui upaya pencegahan. Selain itu juga, dirinya menyampaikan dua wacana,yaitu terkait pembatasan penggunaan kendaraan dinas di tengah efisiensi anggaran dan perubahan sistem pemungutan retribusi sampah untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Tm/Sr)
Atensi Kesehatan Anak: Pemkot Metro Lepas Pengobatan Pasien Jantung di RS Harapan Kita
Pemerintah Kota Metro kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam bidang kesehatan anak. Pada Minggu (05/04/2026), Wali Kota Metro melepas sekaligus memberikan bantuan kepada dua anak penderita penyakit jantung yang akan menjalani pengobatan lanjutan di Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Metro sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moril bagi warga yang membutuhkan penanganan medis intensif. Dalam arahannya, Wali Kota Metro menekankan bahwa penanganan kasus jantung pada anak memerlukan sinergi lintas sektor. Ia mengakui bahwa keterbatasan alat kesehatan di daerah masih menjadi tantangan besar, sehingga pasien harus dirujuk ke luar daerah. “Penanganan penyakit jantung pada anak butuh perhatian serius. Kami akan terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat maupun berbagai sektor agar fasilitas medis di Kota Metro ke depan bisa lebih lengkap,” ujar Wali Kota. Beliau menegaskan, bahwa langkah ini merupakan perhatian jangka panjang bagi seluruh anak di Kota Metro yang mengalami kondisi serupa agar mendapatkan sistem penanganan yang lebih terstruktur. Koordinator Rumah Singgah FIKI Kota Metro, Eka Kurniasih, menjelaskan bahwa keberangkatan kedua pasien ini difasilitasi oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Metro untuk dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Kedua pasien tersebut adalah Danu yang akan menjalani tindakan kateterisasi jantung. Kemudian Nabil, yang akan menjalani pemeriksaan pertama kali untuk tindakan penutupan jantung. “Proses pengobatan jantung ini bukan perjalanan singkat, bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Karena itu, dukungan moril bagi orang tua sangat penting agar mereka merasa tidak berjuang sendirian,” tambah Eka. Ibu Suliah, orang tua dari Nabil, menyampaikan rasa harunya atas dukungan yang diberikan. Putranya didiagnosis menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) sejak usia tujuh hari. Setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Ahmad Yani pada usia 9 bulan akibat sesak napas, kini di usia 2 tahun, Nabil memerlukan tindakan medis lanjutan di Jakarta. “Alhamdulillah, dengan bantuan dari Pemerintah Kota Metro dan Rumah Singgah FIKI, anak saya bisa berangkat ke Jakarta. Kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu dan tidak merasa sendirian lagi,” ungkap Suliah dengan penuh syukur. Acara pelepasan diakhiri dengan doa bersama untuk kesembuhan para pasien dan kekuatan bagi keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan di Jakarta. (Yl/Yd)
CFD Kembali Digelar, Wali Kota Metro Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Produktif
Metro – Usai bulan suci Ramadan, kegiatan yang dinantikan masyarakat, Car Free Day (CFD), kembali digelar di Bumi Sai Wawai pada Minggu (05/04/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang sejak pukul 06.00 WIB telah memadati kawasan Taman Kota Metro. Terlihat masyarakat dari berbagai kalangan turut meramaikan kegiatan tersebut dengan beragam aktivitas, mulai dari bersepeda, senam bersama, hingga jogging santai di seputaran taman kota. Suasana kebersamaan dan semangat hidup sehat begitu terasa di tengah-tengah masyarakat. Menariknya, pelaksanaan CFD kali ini yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporarekraf) menghadirkan inovasi baru. Masyarakat diminta melakukan scan barcode yang telah disiapkan panitia untuk berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize menarik. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan CFD tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “CFD ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, hiburan, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujar Bambang. Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Metro telah menyiapkan berbagai fasilitas guna menunjang kenyamanan dan kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami menyediakan layanan cek kesehatan gratis, perpustakaan keliling, donor darah, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi. Harapannya, CFD ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tambahnya. Dengan kembali digelarnya CFD ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat terus mendorong pola hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan geliat ekonomi lokal di tengah masyarakat. (Bsr)
Dari 55 Peserta, Motif Saka Pena Tampil Terbaik di Lomba Batik Metro
Aan Fergian sukses meraih juara pertama dalam Lomba Cipta Motif Batik kategori umum melalui karyanya, Motif Batik Saka Pena, setelah berhasil menyisihkan 55 peserta. Sementara itu, pada kategori pelajar, Nareswari Pavita Abinaya keluar sebagai juara pertama dengan karya Motif Batik Belangan Sinar. Puncak acara berlangsung meriah dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, di Halaman Kantor Dekranasda Kota Metro, Sabtu (4 April 2026). Dalam sambutan Ketua Dekranasda Kota Metro, Bunda Eni Bambang, mengatakan karya-karya pemenang dinilai unggul dari berbagai aspek, mulai dari kekuatan filosofi, komposisi desain, hingga kemampuan mengangkat identitas lokal yang khas dibandingkan peserta lainnya. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah penting bagi para perajin dan desainer batik untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui karya wastra. Prestasi ini juga mencerminkan besarnya potensi generasi muda dalam mengembangkan seni batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. “Tak luput juga kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak yang turut berkontribusi sebagai donatur, di antaranya Bank Lampung, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Syariah, Chandra Superstore, CV Wulandari, serta LPK JIEMA. Selain itu, acara ini juga semakin meriah dengan adanya sponsorship dari Kopi Kuda Cahaya, Susu Kambing Rizqiku, dan Toko Femina Metro, yang bersama-sama memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini,” katanya. Lomba cipta motif batik ini telah dimulai sejak 16 Februari 2026, melalui serangkaian tahapan yang meliputi pendaftaran, pengumpulan karya, hingga proses penjurian yang berlangsung ketat dan objektif oleh tim juri. Dari seluruh peserta, dewan juri menetapkan 20 finalis terbaik yang dinilai unggul dari segi estetika, makna filosofis, serta inovasi desain yang mencerminkan kearifan lokal Kota Metro. Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa lomba desain motif batik ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. “Batik bukan sekadar kain, tetapi juga identitas, cerita, dan nilai-nilai luhur yang mencerminkan kearifan lokal daerah. Kegiatan seperti ini sangat strategis dalam memperkuat karakter budaya daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap melalui ajang ini akan lahir motif-motif batik khas Kota Metro yang mampu menjadi ikon daerah, memperkaya khazanah budaya, serta memiliki nilai ekonomi tinggi dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Provinsi Lampung, Dendi Mashuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan karya menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. “Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Hasil karya wastra dari perlombaan ini juga berpeluang didaftarkan pada ajang Griya Nusa maupun Inakraf sebagai desain baru karya pengrajin Kota Metro,” tuturnya. (Tm/Yd/Md)
Waspada Penyebaran Campak, Wali Kota Metro Minta OPD dan Masyarakat Tingkatkan Perhatian
Menyikapi perkembangan sebaran kasus campak di Provinsi Lampung, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meminta perhatian serius dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta masyarakat Kota Metro. Ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, namun dapat sembuh apabila daya tahan tubuh penderita dalam kondisi baik. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang tepat dan berkesinambungan. Kepala Dinas Kesehatan dan para direktur rumah sakit diminta untuk secara intensif mengawal tatalaksana pasien campak, mulai dari penanganan awal hingga pasien dinyatakan sembuh. Upaya ini diharapkan dapat menekan penyebaran kasus serta mempercepat pemulihan pasien. “Selain itu juga, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, kebugaran, serta meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah penularan penyakit,” ujar Bambang. Dengan begitu, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran campak di wilayah tersebut. (Sr)