0 Comments

JMSI Lampung Gandeng Pemkot Metro Sukseskan HPN dan Rakornas 2027

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menerima audiensi jajaran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung yang didampingi Ketua JMSI Kota Metro beserta jajaran pengurus di Ruang Kerja Sekda Kota Metro, Senin (27/07/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) JMSI Tahun 2027 yang akan diselenggarakan di Kota Metro, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung pembangunan serta penyebarluasan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan, mengungkapkan tujuan audensi hari ini adalah untuk mempererat silaturahmi dan menyampaikan sejumlah agenda yang direncanakan dalam rangkaian peringatan HPN dan HUT JMSI 2027. Di antaranya meliputi kegiatan diskusi publik, bakti sosial, pelatihan jurnalistik, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. “Sebelumnya, saya telah menitipkan pesan kepada rekan-rekan JMSI Kota Metro untuk menjalin silaturahmi dengan Bapak Sekretaris Daerah. Sebenarnya, saya berencana melakukan audiensi dengan Wali Kota Metro sebelum berangkat ke China. Namun, karena adanya sejumlah agenda kunjungan ke beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, termasuk Pesawaran, Tanggamus, Lampung Utara, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Lampung Selatan, maka audiensi di Kota Metro baru dapat terlaksana pada hari ini,” ujar Ahmad Novriwan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke China merupakan bagian dari undangan Asia China Journalist yang mempertemukan para jurnalis dari berbagai negara selama delapan hari untuk membahas sektor pendidikan, ekonomi, teknologi, serta pengembangan komoditas unggulan seperti kopi dan teh. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran yang dapat diterapkan di daerah, termasuk di Kota Metro. “Saya melihat Kota Metro memiliki potensi yang sangat besar jika dilihat dari sisi infrastruktur, jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi yang dimiliki tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya,”pungkasnya. Menurutnya, tantangan ke depan Kota Metro adalah bagaimana memperkuat inovasi dan pemanfaatan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), yang saat ini menjadi fokus pengembangan di berbagai negara, termasuk China. “Tak hanya itu, china saat ini juga menunjukkan perkembangan yang sangat pesat di sektor pertanian dan diproyeksikan mampu menjadi pesaing utama Brazil maupun Indonesia dalam beberapa komoditas,”ungkapnya. Hal tersebut juga dibuktikannya secara langsung, bagaimana negara China penerapan sistem pertanian tumpang sari yang mengombinasikan komoditas kopi, teh, dan jagung. “Penataan serta pengelolaan yang dilakukan sangat baik dan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keberhasilan sektor pertanian di negara itu, termasuk sistem transportasi di China, khususnya kereta cepat yang mampu menempuh perjalanan dari Kunming dalam waktu empat jam dengan dukungan fasilitas yang memadai,”tuturnya. “Ketika kembali ke Indonesia, saya tetap membawa pemikiran tentang Metro, terutama terkait pendidikan. Karena itu, selain bersilaturahmi, kami juga ingin mengajak Pemerintah Kota Metro untuk membersamai pelaksanaan Hari Pers Nasional dan Rakornas JMSI Tahun 2027 di Lampung,” ujarnya. Pengalaman yang ada, membuat Ahmad Novriwan ingin bisa menerapkan hal tersebut di Indonesia, khususnya Kota Metro terkait penguatan sektor pendidikan. Oleh karena itu, selain untuk bersilaturahmi, JMSI juga bermaksud mengajak Pemerintah Kota Metro untuk turut membersamai pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JMSI Tahun 2027 di Provinsi Lampung. Terlebih, JMSI merupakan organisasi pemilik media siber yang berdiri di Kalimantan Selatan tujuh tahun lalu dengan berbadan hukum yang diwakili oleh pemilik atau pimpinan perusahaan. “Kalau di JMSI, keanggotaannya adalah perusahaan. Jadi satu anggota mewakili satu badan hukum. Sebagian besar anggota kami merupakan direktur atau pimpinan perusahaan media,” jelasnya. Lebih lanjut, Novriwan menyampaikan bahwa pelaksanaan HPN dan Rakornas JMSI semula direncanakan pada Februari 2027, namun masih menyesuaikan dengan kalender nasional dan bulan Ramadan. “Sebagai Ketua JSMI Provinsi Lampung, saya berharap Pemerintah Kota Metro dapat turut mendukung kegiatan tersebut,”harapnya. Kegiatan ajang konsolidasi insan pers tersebut, juga direncanakan menghadirkan forum informal business meeting dengan mengundang mitra internasional, termasuk Asosiasi Teknologi dan pelaku usaha dari China. “Kami berharap HPN dan Rakornas JMSI dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kami juga berencana mengundang sejumlah kepala daerah dan mitra dari China untuk membuka peluang kerja sama dan investasi di Lampung,” ungkapnya. Selain itu, JMSI Pusat dan JMSI Lampung saat ini telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian, dimana daerah yang menjalin kerjasama dapat memperoleh fasilitasi bantuan bibit pertanian sesuai kebutuhan dan ketersediaan lahan. “Jika Kota Metro membutuhkan dukungan bibit pertanian, kami siap memfasilitasi melalui kerja sama yang telah terjalin dengan Kementerian Pertanian,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, mewakili Wali Kota Metro, Sekda Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menyambut baik rencana pelaksanaan HPN dan HUT JMSI Tahun 2027 serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi JMSI dalam mendukung keterbukaan informasi publik di Kota Metro. Menurutnya, pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam diskusi tersebut, Ahmad Hariyanto juga menilai bahwa pelaksanaan HPN dan HUT JMSI berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui peningkatan kunjungan ke Kota Metro. “Momentum HUT dan HPN ini dapat menggerakkan orang untuk datang ke Metro, terlebih Kota Metro memiliki posisi yang strategis karena lebih dekat dengan Bandara Radin Inten II dibandingkan Bandar Lampung. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan,” ujar Ahmad Hariyanto. Sebagai Sekretaris Daerah ia yakin dengan dukungan fasilitas yang terus berkembang, Kota Metro memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga atau kota satelit yang mampu menjadi pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung. “Metro ini adalah kota satelit. Selain Bandar Lampung, Metro merupakan daerah yang perkembangannya paling mendekati, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan. Ke depan, kita perlu memikirkan konsep aglomerasi seperti Jabodetabek agar wilayah sekitar juga dapat tumbuh bersama,” jelasnya. Sekda juga menyoroti potensi pengembangan kawasan penyangga di wilayah perbatasan, termasuk peluang kolaborasi antardaerah yang dapat memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah. “Pemerintah Kota Metro mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan memperkuat peran pers, khususnya dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab. Momentum Hari Pers Nasional dan HUT JMSI hendaknya menjadi sarana mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan media,” tegas Ahmad Hariyanto. Sementara itu, Kepala Diskominfotik Kota Metro, Deddy Hasmara, menyampaikan bahwa Diskominfotik siap menjalin koordinasi dan komunikasi guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. “Saya berharap peringatan HPN dan HUT JMSI Tahun 2027 dapat menjadi ajang untuk menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan literasi digital dan kualitas informasi

0 Comments

ASN Diminta Jadi Contoh Taat Pajak, Sekda Metro Dorong Percepatan PAD dan Mutasi Kendaraan

Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mewakili Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk menjadi teladan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Arahan tersebut disampaikan saat memimpin apel mingguan di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (27/7/2026). Dalam amanatnya, Ahmad Hariyanto menegaskan bahwa ASN merupakan representasi pemerintah di tengah masyarakat sehingga harus memberikan contoh nyata dalam kepatuhan membayar pajak. Menurutnya, ajakan kepada masyarakat untuk taat membayar pajak akan lebih efektif apabila seluruh ASN terlebih dahulu menunjukkan kepatuhan yang sama. Sekda juga meminta seluruh Kepala OPD melakukan pengawasan sekaligus inventarisasi terhadap status kepatuhan pembayaran PKB dan PBB-P2 seluruh ASN di unit kerja masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada lagi tunggakan pajak hingga akhir tahun anggaran, termasuk memastikan seluruh kendaraan dinas milik pemerintah telah memenuhi kewajiban pembayaran PKB. Selain itu, Ahmad Hariyanto mengimbau seluruh ASN memanfaatkan kebijakan keringanan pembayaran pajak yang masih berlaku. “Manfaatkan sisa waktu ini untuk segera menyelesaikan kewajiban. Jangan menunggu hingga mendekati batas akhir. Program keringanan PKB masih berlaku hingga akhir Agustus 2026, sedangkan batas waktu pembayaran PBB-P2 telah diperpanjang hingga 31 Oktober 2026,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti masih banyak ASN yang telah ber-KTP Kota Metro, namun kendaraan bermotornya masih terdaftar di daerah lain. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan potensi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menjadi bagian dari pendapatan daerah belum optimal. Karena itu, ia mengimbau seluruh ASN yang berdomisili di Kota Metro untuk segera melakukan mutasi kendaraan ke Samsat Kota Metro agar penerimaan pajak dapat kembali ke daerah tempat kendaraan beroperasi. Selain menekankan kepatuhan perpajakan, Ahmad Hariyanto juga meminta seluruh OPD pengampu retribusi mengoptimalkan capaian Retribusi Daerah. Berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Metro, realisasi Pendapatan Daerah hingga saat ini baru mencapai 50,51 persen dari target APBD. Adapun realisasi Pajak Daerah telah mencapai 59,69 persen, sedangkan Retribusi Daerah masih berada pada angka 44,63 persen. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah melalui langkah-langkah konkret, mulai dari evaluasi objek retribusi, penggalian potensi yang belum tergarap, hingga peningkatan kualitas pelayanan yang menjadi dasar pemungutan retribusi. Ia meminta setiap Kepala OPD yang memiliki kewenangan pemungutan retribusi segera menyusun strategi percepatan serta melaporkan perkembangan pelaksanaannya secara berkala agar target pendapatan daerah dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran. Menutup arahannya, Ahmad Hariyanto mengusulkan pelaksanaan apel bulanan setiap tanggal 17 yang diikuti seluruh pejabat OPD, camat, dan lurah se-Kota Metro. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan sinergi antarpemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia berharap seluruh ASN terus menjaga semangat kerja dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK melalui peningkatan kepatuhan pajak, percepatan mutasi kendaraan ke Kota Metro, serta optimalisasi penerimaan retribusi daerah guna mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Metro. (Tm/Sr)

0 Comments

Gebyar Senam LLI Kota Metro Perkuat Komitmen Mewujudkan Lansia Sehat dan Kota Bebas Sampah

Pemerintah Kota Metro bersama Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Metro menggelar Gebyar Senam LLI Kota Metro sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan, mempererat silaturahmi, serta mendorong peran aktif para lanjut usia (lansia) dalam pembangunan daerah. Kegiatan yang diikuti ratusan lansia dari berbagai kelurahan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara diawali dengan sambutan Ketua LLI Kota Metro, yang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro atas perhatian dan pembinaan yang selama ini diberikan kepada para lansia. Menurutnya, keberadaan lansia di Kota Metro terus bertambah sehingga program pembinaan kesehatan dan pemberdayaan perlu terus diperkuat secara berkelanjutan. Ketua LLI Lukman Hakim, menegaskan bahwa para lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki pengalaman, keteladanan, serta nilai-nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan mereka harus mendapat ruang untuk tetap sehat, produktif, dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Kota Metro sebagai Kota Pendidikan yang maju, berdaya saing, dan menjadi barometer pendidikan di Provinsi Lampung. “Kami para sesepuh akan terus memberikan doa dan motivasi kepada Wali Kota beserta seluruh jajaran agar terus bekerja keras membangun Kota Metro menuju kota yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gebyar Senam LLI Kota Metro yang dinilai menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga, khususnya bagi kalangan lanjut usia. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro memiliki komitmen untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada para lansia agar tetap sehat, aktif, positif, serta memperoleh perlindungan sosial yang layak di masa tuanya. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi para lanjut usia sehingga mereka tetap dapat menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat. Wali Kota juga menilai bahwa para lansia memiliki kontribusi besar sebagai penjaga nilai-nilai budaya, norma sosial, serta teladan bagi generasi muda. Karena itu, hubungan harmonis antargenerasi harus terus diperkuat melalui budaya saling menghormati dan saling menyayangi. Selain mengajak masyarakat menjaga kesehatan melalui olahraga, Wali Kota turut mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Metro yang sehat dan nyaman. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Metro. Untuk itu, perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk membangun gerakan moral dengan menanamkan budaya malu membuang sampah sembarangan.”Mari kita mulai dari diri sendiri dengan membangun budaya malu membuang sampah sembarangan. Jika budaya ini tumbuh di masyarakat, maka Kota Metro akan menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga maupun para tamu yang datang,” tegasnya. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat melalui kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan setiap hari. Ia berharap semangat menjaga kebersihan tersebut dapat menjadi budaya yang terus diwariskan sehingga Kota Metro semakin terbebas dari berbagai bentuk pencemaran lingkungan. Gebyar Senam LLI Kota Metro juga menjadi momentum memperkuat semangat hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani para lansia, sekaligus mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Metro memastikan akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan lansia sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi lansia, serta seluruh lapisan masyarakat, Kota Metro optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, ramah lansia, dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai Kota Pendidikan yang maju serta menjadi kebanggaan Provinsi Lampung. ( Yd/Sr ).

0 Comments

Pemkot Metro Rencanakan Hibah Lahan untuk Dukung Pembangunan Fasilitas Kementerian Haji

Pemerintah Kota Metro membuka peluang kerja sama dengan pemerintah pusat melalui rencana hibah lahan milik daerah guna mendukung pembangunan fasilitas Kementerian Haji. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung program strategis nasional yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Rencana tersebut ditandai dengan peninjauan langsung lahan milik Pemerintah Kota Metro yang berada di Jalan FKPPI, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, dengan luas kurang lebih satu hektare. Peninjauan dilakukan oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santso bersama Sekjen kemenhaj RI Teguh Dwi Nugroho, Kabag TU kanwil kemenhaj Provinsi Lampung Djonie Adhan, Kepala kankemenhaj Metro Raisan Sudiatama serta para pendamping untuk melihat kondisi dan potensi lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas Kementerian Haji, Sabtu (25/07/2026). Wali Kota Metro menegaskan bahwa rencana hibah tersebut masih merupakan bentuk dukungan awal Pemerintah Kota Metro terhadap program pemerintah pusat dan akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta melalui mekanisme dan persetujuan yang berlaku. “Pemerintah Kota Metro pada prinsipnya siap mendukung program strategis pemerintah pusat yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Rencana hibah lahan ini masih akan diproses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” Katanya. Menurutnya, apabila rencana pembangunan tersebut dapat terealisasi, keberadaan fasilitas Kementerian Haji di Kota Metro diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan haji dan umrah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas masyarakat, peluang usaha, serta pengembangan kawasan di sekitarnya. “Kami berharap kehadiran fasilitas Kementerian Haji nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi Kota Metro, baik dari sisi pelayanan, ekonomi, maupun pengembangan wilayah, serta naiknya perekonomian masyarakat sekitar” Harap Wali Kota Metro. Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. “Dengan dukungan seluruh pihak, rencana tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Kota Metro sebagai daerah yang siap mendukung pembangunan nasional sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Bumi Sai Wawai,” pungkasnya. (Bsr)

0 Comments

TPAKD Kota Metro Tembus Penilaian Nasional, Wali Kota Ikuti Virtual Assessment Award 2026

Setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro terpilih mengikuti tahapan Virtual Assessment TPAKD Award Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, beserta jajarannya di OR Setda Kota Metro, Jumat (24/07/2026). Terpilihnya Kota Metro dalam ajang penilaian tersebut merupakan bagian dari TPAKD Award 2026 yang diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil mengakselerasi peningkatan akses keuangan dan mendorong pelaksanaan program kerja TPAKD secara optimal. Penilaian dilakukan oleh tim penilai utama yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, akademisi, dan World Bank. Direktur Sistem Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Sulaimansyah, menyampaikan apresiasi bagi TPAKD Kota Metro yang telah bersinergi secara optimal dalam meningkatkan akses keuangan di wilayah Kota Metro melalui berbagai program kerja TPAKD. Atas keberhasilan TPAKD Kota Metro menembus tahapan Virtual Assessment TPAKD Award Tahun 2026, Sulaimansyah, menyampaikan apresiasi dan menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat. “TPAKD Award tahun 2026 ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada TPAKD yang telah mengakselerasi peningkatan akses keuangan di daerah, serta guna mendorong seluruh TPAKD agar berkompetisi dalam menyusun dan melaksanakan program kerja TPAKD dengan sebaik-baiknya,”jelasnya. Dalam paparannya, ia juga menjelaskan bahwa TPAKD Award Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan penghargaan yang kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2019. Pada pelaksanaannya, penghargaan ini telah diberikan kepada 8 TPAKD terbaik pada tahun 2020, 10 TPAKD terbaik pada tahun 2021, 12 TPAKD terbaik pada tahun 2022, dan 15 TPAKD terbaik pada tahun 2025. “Khusus pada penyelenggaraan TPAKD Award Tahun 2026, peserta yang mengikuti penilaian berasal dari seluruh TPAKD tingkat provinsi serta kabupaten/kota yang telah terbentuk secara lengkap sejak November,”ungkapnya. Lebih lanjut, Sulaimansyah menjelaskan bahwa tahapan penilaian TPAKD Award Tahun 2026 dilaksanakan secara bertahap dan komprehensif guna memastikan objektivitas dalam menentukan peserta terbaik. “Tahapan penilaian TPAKD Award Tahun 2026 diawali dengan penyaringan awal berdasarkan laporan tahunan TPAKD Tahun 2025 yang disampaikan melalui Sistem Informasi TPAKD (SITPAKD), serta hasil konfirmasi yang dilakukan secara langsung oleh tim teknis TPAKD,”paparnya. Sementara itu, tahap kedua merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan oleh tim penilai utama untuk menentukan daftar pendek (shortlist) TPAKD yang berhak mengikuti tahapan Virtual Assessment. “Pelaksanaan Virtual Assessment hari ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih rinci dan komprehensif mengenai implementasi berbagai program kerja TPAKD sepanjang tahun 2025, termasuk capaian, inovasi, serta dampaknya dalam meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat di daerah,”imbuhnya. Sebagai Tim penilai, ia juga mempersilakan seluruh peserta untuk menyampaikan berbagai informasi tambahan, inovasi, maupun perkembangan terbaru yang belum tercantum dalam dokumen penilaian pada kesempatan Virtual Assessment tersebut.”Nanti akan ada dua sesi, sesi pertama yang akan disampaikan melalui pemaparan dan kemudian sesi kedua adalahdiskusi kelompok,”paparnya. Tak hanya itu, ia turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama proses pelaksanaan penilaian TPAKD Award Tahun 2026. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim penilai utama TPAKD Award Tahun 2026 setelah berhasil melalui proses seleksi yang dilakukan oleh tim penilai utama yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, kalangan akademisi, serta World Bank. “Bagi kami, kesempatan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Metro yang kami cintai,”ujar Bambang. Sejak dibentuk pada tahun 2020, TPAKD Kota Metro terus berkomitmen mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kolaborasi ini jug terus diperkuat untuk memperluas akses layanan keuangan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang belum memperoleh akses optimal terhadap layanan keuangan formal,”tambahnya. Sepanjang tahun 2025, TPAKD Kota Metro telah mengimplementasikan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani, pengembangan dan pemberdayaan UMKM, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Gerakan Menabung dengan Sampah, digitalisasi sektor pariwisata, serta pemanfaatan Galeri Pasar Modal. “Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan serta pengelolaan keuangan Sekaligus memperkuat daya saing dan kemandirian ekonomi lokal,”tuturnya. Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur TPAKD Kota Metro atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah diberikan sehingga menghasilkan kerja kolektif serta sinergi antar lembaga yang patut dibanggakan bersama. “Saya berharap momentum TPAKD Award 2026 ini semakin memperkuat semangat TPAKD Kota Metro untuk terus berinovasimelalui sinergi, kolaborasi dan inovasi, BPR di Kota Metro dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi daerah melalui akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,”kata Bambang. Wali Kota Metro menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Metro bersama TPAKD Kota Metro untuk menerima berbagai masukan, pandangan, serta pertanyaan dari tim penilai utama sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kinerja dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Metro. “Saya berharap proses ini dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja TPAKD Kota Metro ke depannya,” katanya. Melalui paparan ini, ia berharap berbagai program TPAKD di Kota Metro tahun 2025-2026 mulai dari dukungan ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, pengembangan sumber daya pelaku UMKM, Business matching hingga Ebix dapat memberikan gambaran atas komitmen dan upaya kami dalam meningkatkan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kinerja antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, akademisi, lembaga jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan, “ucapnya. (Yl)

0 Comments

Wali Kota Metro Perkuat Sinergi Pengelolaan Pertanahan untuk Optimalkan PAD, Tingkatkan Layanan Publik, dan Amankan Aset Daerah

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui sinergi lintas sektor di bidang pertanahan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Kerja Sama Pemerintah Daerah di Bidang Pertanahan yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/7/2026). Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola pertanahan. Fokus pembahasan meliputi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pengamanan Barang Milik Daerah (BMD). Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Metro didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Metro menunjukkan komitmen dalam mendukung kebijakan nasional yang berorientasi pada penguatan tata kelola aset daerah, peningkatan kapasitas fiskal, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas. Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor pertanahan melalui pengelolaan pajak dan retribusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, percepatan sertifikasi aset pemerintah juga menjadi perhatian sebagai langkah memberikan kepastian hukum dan mencegah potensi sengketa di kemudian hari. Peningkatan kualitas pelayanan pertanahan turut menjadi agenda penting. Pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan administrasi pertanahan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa pengelolaan aset dan tata kelola pertanahan yang baik merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Melalui sinergi dengan Kementerian ATR/BPN dan seluruh pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap aset milik Pemerintah Kota Metro memiliki kepastian hukum, memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah, serta menghadirkan pelayanan pertanahan yang semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” ujar Bambang. Ia menambahkan, penguatan tata kelola pertanahan merupakan bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta pembangunan yang berkelanjutan di Kota Metro,” tambahnya. Selain mendorong percepatan sertifikasi aset, rapat koordinasi juga menekankan pentingnya pendataan ulang seluruh aset pemerintah daerah agar tercatat secara akurat dan memiliki status hukum yang jelas. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat perlindungan aset daerah sekaligus mendukung optimalisasi pemanfaatannya. Digitalisasi pelayanan pertanahan turut menjadi salah satu strategi yang didorong dalam forum tersebut. Pemanfaatan sistem digital diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pelayanan, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan data pertanahan. Melalui partisipasi aktif dalam rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan aset daerah, mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Bsr/Yd/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Dorong Terwujudnya Hunian Layak Melalui Program BSPS 2026

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus berkomitmen meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026. Program yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan rumah layak huni. BSPS tidak hanya memberikan bantuan stimulan, tetapi juga menumbuhkan keswadayaan masyarakat dalam merencanakan, membangun, dan memperbaiki rumah sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro, Ismet, S.E., mengatakan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hunian agar memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kecukupan ruang, dan kelayakan huni. “Melalui Program BSPS, masyarakat diharapkan mampu lebih mandiri dan aktif dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan keberlanjutan dalam menjaga kualitas tempat tinggalnya,” ujarnya. Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI mengalokasikan kuota Calon Penerima Bantuan (CPB) Program BSPS untuk Kota Metro sebanyak 400 unit rumah. Disperkim Kota Metro berperan menerima usulan calon penerima bantuan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam penyampaian usulan untuk memenuhi kuota tersebut. Sementara itu, proses verifikasi administrasi maupun verifikasi lapangan dilakukan oleh Tim Fasilitator Lapangan (TFL) BSPS sesuai ketentuan program. Berdasarkan hasil verifikasi oleh TFL BSPS, saat ini terdapat 160 calon penerima bantuan yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan tersebar di lima kecamatan di Kota Metro. Rinciannya, Kecamatan Metro Utara sebanyak 62 unit, Metro Pusat 39 unit, Metro Timur 35 unit, Metro Selatan 16 unit, dan Metro Barat 8 unit. Dalam rangka memenuhi kuota sebanyak 400 unit, Disperkim Kota Metro juga terus berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk mengusulkan tambahan calon penerima bantuan. Usulan yang telah diterima selanjutnya disampaikan ke Kementerian PKP RI melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Program BSPS memberikan bantuan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Bantuan tersebut bersifat stimulan, sehingga pelaksanaannya juga memerlukan adanya swadaya atau partisipasi masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan atau peningkatan kualitas rumah. “Melalui program BSPS diharapkan menjadi salah satu instrumen dalam mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kota Metro, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan perumahan yang berkelanjutan,” pungkas Ismet. (Yl/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Peringati Hari Anak Nasional dengan Beragam Edukasi, Perkuat Komitmen Kota Layak Anak

Ribuan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Metro mengikuti Senam Sehat Anak Indonesia Hebat dalam rangka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Metro Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu dipusatkan di Taman Merdeka Kota Metro, Kamis (23/7/2026). Puncak peringatan HAN dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, jajaran Pemerintah Kota Metro, Forum Anak Kota Metro, para guru, orang tua, serta berbagai elemen masyarakat. Selain senam sehat, kegiatan juga diramaikan dengan lomba lego bagi anak PAUD, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, Kampung Dongeng, penyampaian Suara Anak Kota Metro Tahun 2026, pertunjukan seni dan kreativitas anak, penyerahan simbolis akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), serta Gerakan Makan Telur dan Minum Susu Bersama sebagai upaya pencegahan stunting. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum yang menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus mempererat hubungan antara anak dan orang tua. “Mudah-mudahan kita yang hari ini berkumpul, terutama para orang tua yang mendampingi anak-anaknya, merasa bahagia. Hari Anak Nasional ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi anak-anak karena mereka mendapatkan perhatian penuh dari orang tua dan kita semua,” ujarnya. Bambang juga berharap seluruh anak di Kota Metro dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui dukungan keluarga, sekolah, serta lingkungan yang kondusif. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045. Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Metro, Helmy Zain, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi dalam pembangunan. Helmy mengajak seluruh pihak memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, serta terbebas dari kekerasan, perundungan (bullying), eksploitasi, diskriminasi, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), maupun praktik perkawinan anak. “Pemerintah Kota Metro terus memperkuat perlindungan anak melalui berbagai program, antara lain edukasi perlindungan anak, pencegahan perkawinan anak, penguatan kualitas pengasuhan keluarga melalui PUSPAGA Gaharu dan Omah Peluk, penyediaan layanan inklusif bagi anak penyandang disabilitas, pengembangan ruang publik ramah anak, hingga pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda,” kata Helmy. Ia menambahkan, komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan Kota Layak Anak terus diperkuat melalui berbagai inovasi, seperti Sekolah Ramah Anak, Ruang Bermain Ramah Anak, serta program-program yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Helmy juga mengapresiasi penyampaian lima aspirasi Forum Anak Kota Metro yang berisi harapan agar perlindungan dan pemenuhan hak anak semakin ditingkatkan. Aspirasi tersebut meliputi penguatan edukasi tentang pencegahan perundungan, bahaya NAPZA, pencegahan perkawinan anak, perlindungan anak, penguatan pola pengasuhan positif bagi keluarga, perluasan kesempatan bagi anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, penambahan ruang publik ramah anak yang mengenalkan budaya lokal, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas melalui pelatihan bahasa isyarat dan huruf Braille. “Kami mengapresiasi aspirasi yang telah disampaikan Forum Anak Kota Metro sebagai bentuk partisipasi bermakna anak dalam pembangunan daerah. Kami juga mengajak seluruh orang tua, guru, masyarakat, dunia usaha, media massa, dan anak-anak untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya. Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro, Silfia Naharani, melaporkan bahwa rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tingkat Kota Metro telah berlangsung sejak 10 Juni hingga 23 Juli 2026 secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, media massa, Forum Anak Kota Metro, serta berbagai mitra pembangunan. Berbagai kegiatan pra-puncak yang telah dilaksanakan meliputi monitoring dan evaluasi PUSPAGA Omah Peluk, bimbingan teknis Konvensi Hak Anak, talkshow PUSPAGA bersama TP PKK Kota Metro, One Day for Children, Karnaval Sehat, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, motivasi belajar melalui metode hipnomotivasi, bimbingan remaja usia sekolah, pemeriksaan kesehatan anak di sekolah, hingga kegiatan Jejak Kreatif Anak Indonesia yang mencakup lomba public speaking, video kreatif, dan poster digital. Menurut Silfia, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, mendorong partisipasi anak dalam pembangunan melalui penyampaian Suara Anak Kota Metro, memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, media massa, dan keluarga dalam mewujudkan Kota Layak Anak, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai upaya pencegahan stunting. (Tm/Yl/Md/Sr)

0 Comments

Sekda Kota Metro Hadiri Entry Meeting Penilaian Maladministrasi Ombudsman RI Tahun 2026, Empat OPD Kota Metro Jadi Lokus

Bandar Lampung – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, mewakili Wali Kota Metro, didampingi Kepala Bagian Organisasi serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi lokus penilaian, menghadiri Entry Meeting Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan Ombudsman Republik Indonesia di Balai Keratun, Bandar Lampung, Rabu (22/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal pelaksanaan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026 yang dilaksanakan Ombudsman RI kepada pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di seluruh Indonesia. Dalam penilaian tahun 2026, empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Metro ditetapkan sebagai lokus penilaian, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Dinas Sosial Kota Metro, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan amanah konstitusi yang harus dijalankan oleh seluruh aparatur negara. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang lahir melalui pelayanan yang berkualitas. “Dengan pelayanan yang baik, negara akan berjalan dengan baik. Dengan pelayanan kepada masyarakat yang baik, maka kepercayaan masyarakat kepada negara akan baik. Modal pembangunan yang paling berharga adalah kepercayaan masyarakat,” ujar Gubernur. Mirzani menjelaskan, kualitas pelayanan publik yang diberikan aparatur pemerintah memiliki dampak langsung terhadap persepsi masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif akan meningkatkan kepercayaan publik, sedangkan pelayanan yang berbelit dan tidak sesuai standar berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Pelayanan publik adalah wajah negara di mata masyarakat. Ketika masyarakat percaya kepada negara, maka negara akan lebih kuat, lebih stabil, dan lebih mudah untuk maju. Sebaliknya, ketika masyarakat tidak percaya, maka berbagai program pembangunan akan sulit dijalankan,” tambahnya. Gubernur juga mengajak seluruh kepala daerah dan perangkat daerah di Provinsi Lampung untuk membangun budaya melayani sebagai budaya organisasi yang memiliki keteladanan pemimpin, penguatan integritas aparatur, serta percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik. “Pelayanan yang baik harus menjadi budaya kita, dilakukan setiap hari dan menjadi kebiasaan. Kita juga harus pastikan pelayanan benar-benar sesuai prosedur tanpa maladministrasi, mempercepat transformasi digital, mendengarkan suara masyarakat, dan memperkuat integritas aparatur,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf, menyampaikan bahwa penilaian yang dilakukan Ombudsman bukan semata-mata untuk memberikan penilaian, melainkan menjadi instrumen pengawasan dan pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Hadirnya ombudsman adalah sebagai mitra pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku dengan tujuan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik serta meminimalisasi potensi terjadinya maladministrasi yang dapat menjadi pintu masuk praktik korupsi. “Substansi kehadiran Ombudsman adalah memastikan proses pelayanan publik berjalan sesuai aturan yang ada. Kami ingin memastikan apa yang menjadi harapan dan kebijakan kepala daerah dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh perangkat daerah,” ujar Nur Rahman Yusuf. Sebagai Kepala Perwakilan Ombusman RI, ia turut mengapresiasi capaian Provinsi Lampung yang berhasil masuk dalam tiga besar nasional pada penilaian tahun 2025 dan berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan serta ditingkatkan oleh seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung, termasuk Kota Metro yang sebelumnya pernah mencatatkan capaian terbaik dalam penilaian Ombudsman. “Kami berharap apa yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Penilaian ini bukan semata-mata keinginan Ombudsman, melainkan menjadi kebutuhan bersama dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang baik,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan Entry Meeting dan sosialisasi yang diadakan oleh Ombusman RI tersebut menjadi sarana koordinasi dan penyamaan persepsi antara Ombudsman RI dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan penilaian yang objektif, transparan, dan akuntabel. Terlebih ditahun sebelumnya, tiga OPD Kota Metro yang menjadi lokus penilaian berhasil memperoleh nilai terbaik dalam penilaian Ombudsman, yakni Dinas Sosial dengan nilai 85,15, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan nilai 84,20, serta RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dengan nilai 83,98. “Meskipun begitu, capaian yang telah diraih tidak boleh membuat seluruh perangkat daerah berpuas diri. Tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana mempertahankan, bahkan meningkatkan, kualitas pelayanan publik di tengah ekspektasi masyarakat yang terus meningkat,” ujar Ahmad Hariyanto. Ahmad Hariyanto juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Pelayanan yang baik akan mendorong masyarakat untuk menyampaikan pengalaman positif yang mereka terima kepada lingkungan sekitarnya, sehingga turut membangun citra dan kepercayaan publik terhadap pemerintah,”tuturnya. Sebaliknya, pelayanan yang tidak optimal dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat yang berpotensi mengurangi tingkat kepercayaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. “Oleh karena itu, saya berharap seluruh perangkat daerah perlu terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,”tegasnya. Melalui Entry Meeting ini, Sekretaris Daerah Kota Metro berharap seluruh OPD yang menjadi lokus penilaian dapat mempersiapkan seluruh dokumen pendukung, melengkapi indikator yang dipersyaratkan, serta memperkuat koordinasi agar proses penilaian berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal. “Saya berharap penilaian yang dilakukan Ombudsman RI bukan hanya sebagai bentuk evaluasi, tetapi juga sebagai momentum untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan kepastian kepada masyarakat,”pungkasnya. (Yl/Sr)

0 Comments

Peringati HAN 2026, Pemkot Metro Kampanyekan Stop Perkawinan Anak dan Bullying

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Kampanye Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying, serta Sahabat Baik Anti Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) di SMA Negeri 4 Metro, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro, dan BNN Kota Metro itu dibuka oleh Wali Kota Metro yang diwakili Kepala DP3AP2KB Kota Metro, Silfia Naharani.Kampanye tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja agar mampu meraih masa depan yang lebih baik. Dalam kegiatan itu, puluhan siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya memanfaatkan masa remaja untuk membangun mimpi, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan melalui berbagai aktivitas positif. Para pelajar juga diajak menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, peningkatan kepercayaan diri, dan penguatan tekad dalam meraih cita-cita. Pada kesempatan tersebut, Silfia Naharani memperkenalkan inovasi Sekolah Keluarga Sai Bangga, program yang dikembangkan sebagai ruang belajar, pusat edukasi digital terpadu, sekaligus wadah pendampingan bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang berkualitas dan tangguh guna mendukung terwujudnya Kota Layak Anak. Program tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga melalui pendekatan Saling Asah dan Saling Asih, dengan layanan berupa edukasi pengasuhan positif, pencegahan stunting, peningkatan peran orang tua, serta bimbingan yang dapat diakses masyarakat. Silfia juga mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda dengan membangun karakter dan meningkatkan harga diri melalui berbagai kegiatan positif, seperti Pramuka dan Generasi Berencana (GenRe). “Hari ini setelah mengikuti hipnosis motivasi, jadikan diri kalian sebagai pribadi yang memiliki martabat dengan meningkatkan kepercayaan diri melalui berbagai kegiatan positif seperti Pramuka maupun GenRe,” ujarnya. Ia menambahkan, DP3AP2KB juga menyediakan layanan konsultasi bagi pelajar yang mengalami persoalan atau merasa tidak nyaman.”Kami selalu berupaya melindungi kalian dari berbagai bentuk kekerasan, namun kami juga membutuhkan agen perubahan yang berasal dari diri kalian sendiri. Semoga hari ini menjadi titik awal yang lebih baik untuk mewujudkan visi dan cita-cita kalian,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Metro, Diah Meirawati, menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.Menurutnya, remaja perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui berbagai kegiatan positif agar memiliki tujuan hidup yang jelas dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merugikan masa depan. “Anak-anak harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengejar cita-cita dengan menanamkan pendidikan karakter yang kuat. Dengan karakter yang baik, mereka akan berani mengatakan tidak terhadap ajakan menikah di usia dini maupun berbagai pengaruh negatif lainnya,” tegas Diah. Ia juga mengingatkan pentingnya peran teman sebaya sebagai agen perubahan yang saling menguatkan untuk tetap bersekolah, menjaga kesehatan, menghindari perundungan, serta merencanakan masa depan dengan baik. Selain memberikan edukasi, DP3AP2KB turut memperkenalkan Omah Peluk, layanan yang diinisiasi Pemerintah Kota Metro sebagai ruang aman bagi perempuan, anak, dan keluarga. Layanan tersebut menyediakan konsultasi dan konseling keluarga, edukasi pengasuhan anak, serta pendampingan bagi korban kekerasan, perundungan, dan berbagai persoalan sosial lainnya. “Omah Peluk hadir sebagai tempat konsultasi dan konseling keluarga, pusat edukasi pengasuhan anak, serta ruang perlindungan bagi perempuan dan anak. Kami ingin membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mewujudkan keluarga yang kuat, harmonis, dan mendukung terwujudnya Kota Metro sebagai Kota Layak Anak,” jelasnya. Selain membahas pencegahan perkawinan anak dan bahaya perundungan, kampanye tersebut juga menghadirkan sesi bimbingan psikologi yang mengajak para siswa mencintai diri sendiri, mengenali potensi, menjaga kesehatan mental, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi tekanan emosional maupun persoalan sosial. Melalui kampanye ini, Pemerintah Kota Metro berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik dan mental, percaya diri, berkarakter kuat, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan NAPZA, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Metro sebagai Kota Layak Anak. (Tm/Sr)