Nidia Irine Sari Rafieq Pimpin GOW Kota Metro Periode 2026–2031, Dorong Organisasi Perempuan Lebih Berdampak

Metro – Nidia Irine Sari Rafieq kembali terpilih sebagai Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI GOW Kota Metro Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (22/6/2026).

Musda yang mengusung tema “GOW Kota Metro Bersinergi Membangun Perempuan Berdaya, Maju, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah gerak organisasi perempuan di Kota Metro untuk lima tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Nidia Irine Sari Rafieq menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Musda serta mengajak seluruh peserta untuk kembali merenungkan tujuan utama keberadaan GOW sebagai organisasi perempuan.

Menurutnya, GOW harus dikenang sebagai organisasi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

“Kita ingin dikenang karena mampu mengubah kehidupan perempuan, memperkuat keluarga, membantu perekonomian masyarakat, melindungi hak anak, serta melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan baru di Kota Metro,” katanya.

Nidia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih ketua umum, melainkan menjadi momentum evaluasi dan pembaruan organisasi.

“Musda adalah audit keberanian kita sebagai organisasi. Apakah kita berani mengevaluasi diri, mengakui kekurangan, dan mengubah cara kerja lama yang tidak lagi relevan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa GOW merupakan organisasi milik bersama, bukan milik individu tertentu. Seluruh anggota memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat maupun mencalonkan diri sebagai pengurus.

Meski Indeks Pembangunan Gender Kota Metro mencapai 96,94 dan menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Lampung, menurutnya capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perempuan di masyarakat.

“Indeks yang tinggi belum tentu berarti setiap perempuan telah merasa aman. Belum otomatis seluruh pelaku usaha perempuan telah mandiri. Masih banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dan membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas ekonomi serta pendidikan,” ungkapnya.

Karena itu, peran GOW dinilai sangat penting dalam memberikan pelatihan dan pemberdayaan agar perempuan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Selain persoalan ekonomi, Nidia juga memberi perhatian terhadap perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga serta perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan seksual yang kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat.

“Jangan pernah merasa aman hanya karena lingkungannya baik. Kalau dipelajari, justru banyak kasus kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Nidia juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama masa kepengurusan 2021–2026, mulai dari penguatan UMKM perempuan, kegiatan sosial, bantuan bagi kelompok rentan, hingga program kesehatan perempuan dan anak.

Meski demikian, menurutnya masih terdapat sejumlah program yang perlu dievaluasi dan diperbaiki. “Ada program yang berhasil, tetapi kita juga harus mau mengakui masih banyak yang perlu dibenahi. Ada komunikasi yang telah berjalan baik, namun ada pula tata kelola organisasi yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.

Untuk lima tahun ke depan, Nidia menawarkan empat agenda perubahan bagi GOW Kota Metro. Perubahan pertama adalah mentransformasikan organisasi yang selama ini identik dengan kegiatan seremonial menjadi organisasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Bukan hanya datang untuk ha-hi-hi atau foto-foto saja, tetapi setelah pulang harus memberikan dampak bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan organisasi harus diukur dari meningkatnya usaha perempuan, jumlah keluarga yang mendapat pendampingan, korban kekerasan yang memperoleh perlindungan, hingga lahirnya kader perempuan yang tumbuh menjadi pemimpin.

Perubahan kedua adalah membangun gerakan bersama seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW melalui konsep “Satu Organisasi Wanita, Satu Dampak Unggulan”, sehingga setiap organisasi memiliki fokus program yang jelas dan terukur.

“Setiap organisasi tidak harus mengerjakan semuanya, tetapi harus memiliki satu kontribusi yang jelas, terukur, dan dapat dirasakan masyarakat. Saya berharap ada organisasi yang fokus pada kesehatan, ekonomi perempuan, UMKM, pendidikan keluarga, hingga pengembangan kepemimpinan perempuan muda,” jelasnya.

Perubahan ketiga yang ditekankan adalah penguatan tata kelola organisasi berbasis target, indikator keberhasilan, serta laporan yang terbuka kepada anggota. Sementara perubahan keempat adalah peningkatan literasi teknologi di kalangan perempuan.

“Perempuan di Kota Metro tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial dan konsumen teknologi. Perempuan harus menjadi pelaku ekonomi digital, pencipta konten yang sehat, pengelola data, inovator, serta pengguna kecerdasan buatan secara cerdas dan beretika,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota GOW untuk memproduksi konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau mau membuat konten, mulai sekarang kontennya yang edukatif. Berbagi resep, cara mendidik anak, atau ketahanan pangan keluarga sehingga konten kita memberikan inspirasi dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Nidia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. “Saya berharap Musda VI GOW Kota Metro mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, kepemimpinan yang amanah, kepengurusan yang representatif, serta program yang benar-benar menyentuh kehidupan perempuan dan masyarakat Kota Metro,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa GOW Kota Metro merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam menjembatani berbagai persoalan masyarakat dengan program-program pemerintah.

Menurutnya, organisasi perempuan memiliki keunggulan berupa kedekatan, kepekaan, serta kemampuan membaca persoalan yang terjadi di tengah masyarakat secara langsung. Di sisi lain, pemerintah memiliki keterbatasan karena harus bekerja melalui mekanisme dan birokrasi tertentu sehingga organisasi perempuan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergerak cepat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Rafieq mengatakan masih terdapat berbagai persoalan sosial yang memerlukan perhatian bersama, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, stunting, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Karena itu, ia berharap organisasi-organisasi wanita dapat menjadi penyambung aspirasi masyarakat dengan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga kepada pemerintah, sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dan program yang tersedia.

Ia juga menilai organisasi-organisasi yang tergabung dalam GOW memiliki jaringan yang luas dan tingkat kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan yang belum tersentuh secara optimal oleh program pemerintah.

“Pemerintah memiliki regulasi, anggaran, program, data, serta aparatur sebagai kekuatan utama. Sementara organisasi perempuan memiliki kekuatan lain berupa kedekatan sosial dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan perlu terus diperkuat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rafieq mengajak seluruh organisasi wanita untuk aktif mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih terjadi di masyarakat agar dapat ditemukan solusi yang tepat secara bertahap dan berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan organisasi perempuan maupun perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Metro yang lahir dari kreativitas dan kepedulian sosial serta telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak menginginkan GOW hanya menjadi perpanjangan tangan birokrasi. Sebaliknya, pemerintah membutuhkan mitra yang mampu menyampaikan kondisi riil di lapangan secara objektif, disertai data, etika, dan solusi yang konstruktif.

“Kritik dan masukan dari organisasi wanita sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Apabila masih terdapat program yang belum tepat sasaran atau pelayanan yang sulit diakses, agar hal tersebut disampaikan secara terbuka,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta Musda dapat menerima hasil musyawarah dengan lapang dada serta menjadikan forum tersebut sebagai momentum pembaruan, inovasi, dan penguatan peran organisasi perempuan dalam pembangunan Kota Metro.

“Saya mengajak seluruh peserta Musda untuk menerima hasil musyawarah dengan lapang dada serta menjadikan forum ini sebagai momentum melakukan pembaruan, inovasi, dan memperkuat peran organisasi perempuan dalam pembangunan Kota Metro,” pungkasnya. (Yl/Sr)

23 Juni 2026 20:05
20:05
23 Juni 2026 09:22
09:22
22 Juni 2026 16:12
16:12
21 Juni 2026 15:57
15:57
21 Juni 2026 15:13
15:13
20 Juni 2026 11:59
11:59
19 Juni 2026 16:05
16:05
19 Juni 2026 13:15
13:15
19 Juni 2026 11:10
11:10
18 Juni 2026 14:50
14:50
17 Juni 2026 20:28
20:28
17 Juni 2026 09:41
09:41

Berita Terkini

  • All Post
  • Agama
  • Artikel
  • Bantuan
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Campak
  • Covid-19
  • Creative
  • Demo
  • Digital
  • Ekonomi
  • Events
  • GOW
  • Haji
  • Hari Anti Narkotika Internasional
  • Hukum
  • HUT Kota Metro
  • HUT RI
  • HUT RI
  • info Kota Metro
  • Informasi lowongan pekerjaan
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Ketertiban
  • Kota Layak Anak
  • Kota Metro
  • Kota Metro
  • Lingkungan
  • Lomba
  • Lomba Kelurahan
  • LOMBA UKS
  • Mall Pelayanan Publik
  • Marketing
  • Menikah
  • MTQ
  • MUSRENBANG
  • New Normal
  • Olahraga
  • Opini
  • Organisasi
  • Otomotif
  • Otomotiv
  • Pariwisata
  • Pelantikan
  • Pembangunan
  • pemerintah kota metro
  • Pemerintahan
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • pengajian
  • Penghargaan
  • Pengumuman
  • Perdagangan
  • Peresmian
  • Perikanan
  • Peringatan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Pilkada
  • PKK
  • Pramuka
  • Safari Ramadan
  • Sosial Budaya
  • Teknologi
  • UMKM
  • Vaksin Covid-19
  • Zakat
    •   Back
    • Mall Pelayanan Publik
    •   Back
    • Nasional

Informasi Pemerintah Kota Metro
Alamat : Jl. AH Nasution No.3, Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34111

Website resmi Pemerintah Kota Metro 2025. Dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.