Semangat kebersamaan dan kemandirian masyarakat mewarnai pembukaan Festival Ekonomi Rakyat dan Aksi Sosial Berbasis Komunitas yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89 Kota Metro. Festival tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melalui pemukulan gong di Lapangan Samber Park, Selasa (9/6/2026).
Pemukulan gong yang dilakukan Wali Kota Metro menjadi tanda dimulainya festival yang menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi kerakyatan, aksi sosial, serta ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku UMKM, organisasi sosial, dan masyarakat umum dimana diketahui acara ini berlangsung selama 20 hari kedepan.

Dalam sambutannya, Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan murni berasal dari partisipasi dan gotong royong masyarakat.
“Penyelenggaraan kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Seluruh pembiayaan berasal dari partisipasi, gotong royong, dan dukungan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam komunitas. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemandirian masyarakat Kota Metro terus tumbuh dan berkembang dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Bambang.
Menurutnya, peringatan HUT Kota Metro ke-89 yang mengusung tema ‘Harmoni Nyata, Cerdas, Bahagia’ mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kota yang harmonis dalam keberagaman, cerdas menghadapi tantangan zaman, serta mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bambang mengatakan Festival Ekonomi Rakyat dan Aksi Sosial Berbasis Komunitas merupakan wujud nyata dari tema tersebut karena menghadirkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dalam menciptakan manfaat yang langsung dirasakan warga.

“Festival ini merupakan representasi nyata semangat Harmoni Nyata, Cerdas, Bahagia. Melalui kegiatan ini kita melihat bagaimana masyarakat, pelaku usaha, komunitas, organisasi sosial, dan pemerintah dapat berkolaborasi menciptakan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Metro,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ekonomi rakyat menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Keberadaan UMKM, pedagang, pengrajin, petani, serta pelaku ekonomi kreatif dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Ekonomi rakyat adalah fondasi penting bagi pertumbuhan daerah. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi masyarakat dalam berbagai situasi,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak masyarakat untuk terus mencintai produk lokal, mendukung usaha masyarakat, memperkuat semangat kewirausahaan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai produk lokal dan mendukung usaha-usaha masyarakat. Ketika ekonomi rakyat tumbuh dan kepedulian sosial semakin kuat, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin merata dan kebahagiaan bersama dapat terwujud,” katanya.
Festival yang menjadi bagian dari pesta rakyat HUT Kota Metro ke-89 ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi masyarakat untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi sesuai peran masing-masing demi kemajuan Kota Metro sebagai Bumi Sai Wawai yang harmonis, cerdas, dan sejahtera. (Bsr/Mdn/Bgs)

