Bawaslu Metro Berikan Arahan Pilkada di Masa Pandemi Covid-19

Bawaslu Kota Metro melalukan talkshow bersama Radio Metropolis, dengan bahasan pemilihan kepala daerah ditengah pandemi Covid 19, Senin (12/10/2020).

Ketua Bawaslu Kota Metro Mujib S.Ag mengatakan, Provinsi Lampung pada tahun 2020 menggelar Pilkada serentak sebanyak 8 dari 15 kabupaten/kota yakni Kota Bandar Lampung, Kota Metro Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Selatan.

“Dimana tugas Bawaslu sebagai pencegah, penindakan, pengawasan dan penyelesaian sengketa. Hal ini kami lakukan sebagai tujuan yaitu, memastikan Pilkada berjalan LUBER (Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia) dan JURDIL ( Jujur dan Adil). Kemudian kami juga bertugas sebagai menyadarkan tentang pentingnya pendidikan pemilih. Serta mendorong partisipasi pemilih dalam mewujudkan Pilkada berkualitas,” papar Mujib.

Wajib juga mengatakan, bahwa Bawaslu mempunyai kewajiban untuk bersikap adil, tidak pilih kasih, bersikap netral kepada pasangan calon dan masyarakat.

“Untuk saat ini KPU telah menetapkan 4 Paslon, kemudian sekarang ini memasuki tahapan kampaye dari tanggal 26 September sampai tanggal 5 Desember. Kemudian saat ini sudah tercatat 115.844 pemilih,” ujarnya.

Tambahnya, Wajib menegaskan mengenai bebrapa hal yang perlu mendapat perhatian secara serius dalam melaksanakan kampanye yaitu, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Ada beberapa tahapan yang dilakukan paslon terkait dengan pelaksanaan kampanye yaitu paslon harus meminta seluruh kegiatan kampanye harus mempunyai surat pemberitahuan kepada polisi, dan rekomendasi dari satgas covid,” ungkapnya.

Lanjutnya, para petugas akan mengawasi, memastikan seluruh prokes sudah terlaksana. Peserta kampanye tidak boleh melebihi 50 orang. “Tidak boleh melibatkan anak kecil, ibu hamil dan para lansia. Jika 2 ketentuan itu tidak di taati, kami akan memberikan teguran, mengeluarkan surat tertulis akan memberikan sanksi kepada pelanggar tersebut,” tegas Mujib. (TM/Ian)

KPU Metro Gelar Talk Show Pilkada Damai dan Sehat

KPU Metro Gelar Talk Show Pilkada Damai dan Sehat, yang berlangsung di Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Metropolis, Senin (05/10/2020).

Dalam rangka pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Metro yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan talk show terkait “Pilkada Damai dan Sehat”.

Komisioner KPU Metro, Yunita Dewi Nurbaya dari Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi lewat media ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tahapan Pilkada Metro untuk diketahui secara luas oleh masyarakat Kota Metro, yang sebentar lagi akan menggelar Pilkada.

Yunita juga menjelaskan bahwa Total TPS sebanyak 310 yang tersebar luas di Kota Metro, selain itu KPU juga menyediakan 1 TPS untuk narapidana, yaitu TPS 26 yang berlokasi di Metro Timur.

“Yang terpenting dalam setiap pelaksanaan harus tetap tertib dan patuh terhadap protokol kesehatan, mengingat pelaksanaan tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19,” ujarnya. (cv/nez)

KPU Metro Sosialisasikan PKPU Nomor 13, tentang Kampanye yang Dilarang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengadakan sosialisasikan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, di Aula Kantor KPU, Selasa (29/09/20).

Berdasarkan penyampaian Komisioner KPU Metro Yunita Dewi Nurabaya mengatakan, pemilihan 2020 saat ini telah memasuki masa kampanye. Tahapan ini juga penting dan harus diikuti dengan pemahaman yang baik dari semua pihak.

“Terlebih lagi dalam penyelenggaraan dan keterkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Sebagaimana digariskan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serentak, dalam Kondisi Bencana Non-alam Corona Virus Disease (Covid-19),” ujarnya.

Lanjutnya, pertemuan kampanye pada masa pandemi Covid-19 yang diadakan di dalam gedung dibatasi, paling banyak 50 orang. Dapat juga dilakukan melalui media sosial atau media daring.

Yunita juga mengatakan, pada PKPU No 13 tahun 2020 juga dijelaskan bahwa KPU dengan tegas melarang sejumlah kegiatan kampanye seperti rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, sepeda santai dan perlombaan, kegiatan sosial berupa bazar, donor darah serta peringatan hari ulang tahun partai politik.

“Bagi yang melanggar ketentuan tersebut, KPU mengatur sanksi sesuai Pasal 88C ayat (2) berupa penghentian dan pembubaran kegiatan berdasarkan koordinasi Bawaslu,” papar Yunita. (Sr)

KPU Menggelar Deklarasi Kampanye, Penandatanganan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Metro

Komisi Pemilihan Umum Kota Metro menggelar kegiatan Deklarasi Kampanye Damai dan Penandatanganan Pakta Integritas Pasangan calon Pilihan Walikota dan Wakil Walikota Metro tahun 2020, yang berlangsung di Ballroom Hotel Aidia Grande Metro, Kamis (24/09/2020).


Ketua KPU Sukatno dalam arahannya menyampaikan, sesuai dengan peraturan KPU Pemerintah Kota hari ini sudah melaksanakan rapat pleno terbuka, dan sudah memiliki nomor urut pasangan calon. Walaupun kegiatan deklarasi ini mempunyai tantangan, dimana penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi harus senantiasa menjalankan protokol kesehatan. 

“Kampanye akan dimulai pada 20 September, namun peserta harus mematuhi protokol kesehatan. Karena KPU telah berkomitmen dalam penyelenggarakan Pilkada pada bulan Desember ini harus secara adil dan sukses,” jelasnya. 

Selanjutnya, Walikota Metro yang juga menghadiri deklarasi kampanye menyampaikan bahwa, Pilkada serentak yang dilaksanakan pada tahun 2020 merupakan wujud dari demokrasi Pancasila yaitu dengan memberikan kewenangan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin daerahnya secara langsung. Dengan demikian, rakyatlah yang menjadi subyek penentu bagi siapa yang akan memimpin kedepannya.


“Tentunya Saya sangat berharap saat melaksanakan sosialisasi dalam masa kampanye calon yang menggunakan alat peraga berupa baliho, media banner, spanduk, poster, dan leaflet, agar tetap memperhatikan keindahan, ketertiban serta kebersihan kota sesuai dengan peraturan yang berlaku dan terus menaati protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona,” jelasnya. 

Walikota Metro Achmad Parin mengatakan bahwa pemungutan suara untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Metro akan kita laksanakan secara serentak bersama-sama dengan 8 kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada tanggal 9 Desember 2020. Tentunya, dalam masa pandemi ini untuk seluruh calon dapat menerima hasil dari Pilkada tersebut dan KPU pun diharapkan mampu bekerja secara profesional, transparan, serta akuntabel dan selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sehingga hasil Pilkada tahun 2020 ini nantinya dapat diterima oleh seluruh elemen masyarakat Kota Metro.

Menko Polhukam Pimpin Rapat Penegakkan Hukum Pilkada Serentak Tahun 2020

Rapat virtual penegakan hukum pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 dalam masa pandemi Covid-19 dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD di ruang OR Setda Kota Metro, Jumat (18/09/2020).

Pada kesempatannya, Mahfud MD mengatakan bahwa rakor tersebut diadakan untuk meneliti segi-segi mana saja yang rawan dan apa yang perlu dilakukan untuk mengantisipasinya. “Kini Inpres No.6 tahun 2020 tentang kedisiplinan dan penegakan hukum bagi pelanggar covid juga telah berlaku, sehingga Saya berharap dalam pelaksanaannya bisa dipatuhi oleh masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan telah menyelesaikan teknis berupa penyusunan Perbawaslu No 4 tahun 2020, dan mengintruksikan pada jajaran terkait untuk penerapan protokol dan pengawasan terhadap penerapan protokol. Selain itu juga, guna mengingatkan kepada Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk segera melakukan koordinasi dengan melibatkan beberapa pihak terkait seperti Satpol PP, Polres hingga Kecamatan untuk berkontribusi dalam pengawasan dan penegakan protokol kesehatan di masa Pilkada 2020.

Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana juga memberi beberapa masukan terhadapat rakor ini, diantaranya adalah kepada seluruh peserta Pilkada dimohon untuk menjunjung tinggi protokol kesehatan, KPU dan BAWASLU perlu melibatkan Satgas Covid terutama dalam kampanye dan perhitungan suara, mendorong sosialisasi Pilkada sehat kepada seluruh pemilih, dan Satgas perlu melakukan survei kepada masyarakat untuk mengantisipasi kelonjakan terutama pada Provinsi Banten, Sumut, Kalsel, Bali dan Papua.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan rapat ini sangat penting. Ada beberapa tahapan kritis terjadinya kerumunan masa yg mengakibatkan penularan Covid-19 dalam Pilkada tahun 2020. “Setiap daerah diminta untuk melaksanakan rapat koordinasi, kerumunan masa itu terjadi karena kurangnya koordinasi tentang jaga jarak. Oleh karena itu, Raperda harus dilaksanakan dan terdiri dari 3 poin yaitu mensosialisasikan tahapan Pilkada, mensosialisasikan aturan-aturan dari KPU, serta untuk mematuhi pelaksanaan Pilkada seperti adanya kegiatan deklarasi kontestan yang disaksikan Parpolnya di daerah masing-masing agar mereka patuh kepada protokol kesehatan,” tuturnya.

Lanjutnya beliau menjabarkan ada 2 hari yang berpotensi menyebabkan kerumunan masa. “Tanggal 23 September nanti penetapan pasangan calon oleh KPUD untuk masing-masing daerah, dimana ini akan menimbulkan kerumunan massal ataupun anarkis. Tanggal 24 September yaitu pengundian nomor pasangan calon. Sehingga ini tidak boleh terjadi pengumpulan massa baik dalam bentuk peraturan daerah, peraturan gubernur dan lain-lain,” tegasnya.

Rapat ini dihadiri oleh Asisten I Ridhwan, Asisten II Yeri Ehwan, dan Kepala Satpol PP Imron. (Ga/TM).

Kunjungan Wagub Lampung Menjelang Pilkada Metro

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengadakan kunjungan kerja dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak di ruang OR Setda Kota Metro, Kamis (17/09/2020).

Kunjungan kerja ini menunjukan pentingnya menjaga kesehatan dalam pemilihan yang demokratis sesuai dengan asas-asas Pemilu, serta mencegah pencegahan pelanggaran antara peserta Pemilu yang berkompetisi mengikuti Pilkada. 

Chusnunia menyampaikan, ada 8 (delapan) kabupaten/kota yang melakukan Pemilu dan salah satunya adalah Kota Metro. Dalam suasana yang berbeda di tahun ini kita harus melaksanakan Pilkada dengan antisipasi yang ketat.

“Kita harus tetap menjelaskan protokol kesehatan agar tetap terhindar dari virus corona. Saya tidak mau apabila nanti setelah Pilkada ada klaster baru dalam virus corona,” jelas Chusnunia.

Chusnunia juga mengingatkan, agar KPU bisa memperkecil faktor gangguan alam dan kemananan, menghindari konflik antara calon dan tim sukses. “Saya ingin dengan adanya Pilkada di tengah pandemi ini, tetap harus menjadi Pilkada yang sehat,” ujarnya.

Sementara Walikota Metro Achmad Pairin juga menyampaikan bahwa, ASN harus selalu bersikap netral dan nasional dalam Pilkada ini. “Saya juga berharap semua berjalan baik dan lancar,” ujarnya

Kepala KPU Nurris Septa Pratama, menyampaikan menjelang Pilkada sudah menerima 4 bakal pasangan calon dan pada 24 September akan diadakan pengundian nomor urut.

“Kemudian kami juga akan menindaklanjuti apabila ada masyarakat yag tidak melakukan protokol kesehatan dengan tepat. Tahun ini merupakan tahapan kampanye yang cukup sulit. Saya akan meminimalisir perkumpulan orang karena Pilkada kali ini harus menggunakan protokol kesehatan,” ujar Nurris. (Ian/Ns)