Pembahasan Rancangan Perwali tentang Tatacara Pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) mengadakan Rapat pembahasan Rancangan Peraturan Walikota (Perwali) tentang Tatacara Pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak, terhadap Pemenuhan Kewajiban Pajak, yang berlangsung di OR Setda Kota Metro, Kamis (21/03/2019).

Pada rapat ini dihadiri Herman Sismono selaku tim teknis Pemerintah Kota Metro, Kepala OPD terkait, Kabag Hukum Kota Metro dan perwakilan Kantor Pajak KPP Pratama Kota Metro. Kegiatan ini terkait pembahasan Perwali dalam rangka pencegaha aksi Korupsi, dimana pada tahun 2018 lalu Pemkot Metro telah melakukan MoU dengan Kepala Kanwil Ditjen Pajak Bengkulu.

Berdasarkan Sekretaris Dinas PMPTSP Kota Metro mengatakan, maksud dari pembentukan Perwaturan Walikota (Perwali) ini sebagai pedoman dalam pelayanan konfirmasi status wajib pajak. Dengan tujuan mengoptimallisasikan dana bagi hasil pajak dan meningkatkan keputusan wajib pajak.

“Dalam rapat ini juga kita akan membahas mengenai ruang lingkup Perwali yang meliputi, jenis layanan publik tertentu yang dilakukan KSWP dan tata cara pelaksanaan konfirmasi status wajib pajak,” ujar Sekretaris Dinas PMPTSP.

Lanjutnya, ia menyampaikan jenis layanan publik tertentu yang dilakukan keterangan status wajib pajak meliputi, Izin usaha perdagangan, izin usaha hiburan, izin mendirikan bangunan fungsi usaha, izin usaha restoran, izin trayek, izin usah perikanan.

“Selain itu, kita juga akan membahas mengenai Perwali Metro No. 17 Tahun 2018 tentang pendelegasian kewenangan Walikota di bidang perizinan dan non perizinan kepada Kepala Dinas PMPTSP. Maksud dari pendelegasian kewenangan untuk, mengatur dan memberikan kemudahan peyelenggaraan pelayanan administrasi perizinan dan non perizinan yang didelegasikan oleh Walikota kepada Kepala Dinas,” terangnya. (sr/yn)

Pemerintah Kota Metro Gelar Musrenbang Tingkat Kota

Pemerintah Kota Metro melaksanakan acara Musrembang RKPD Tahun 2020 Kota Metro yang berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah Kota Metro, Selasa (19/03/19).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Lampung, Walikota Metro,Wakil Walikota Metro, Anggota DPRD Provinsi Lampung mewakili Dapil kota Metro, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Metro, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Sekertaris Daerah Kota Metro, dan Para Asisten, Kepala Badan, Dinas Instansi se-Kota Metro, Camat se-Kota Metro dan Para Undangan.

Asisten II Setda Provinsi Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama periode Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung sudah banyak yang berhasil kita raih dibeberapa indikator pembangunan yang di tingkatkan dimana Provinsi Lampung mendapat peringkat ke-12 tingkat nasional dalam indeks daya saing, peningkatan IPM pada tahun 2017 sebesar 68,25, pengangguran terbuka sebesar 4,06 % lebih rendah dibandingkan angka nasional, pertumbuhan ekonomi diatas nasional sebesar 5,34 % dan laju inflasi sebesar 2,73 pada tahun 2017.

“Kami berpesan agar dalam penyusunan RKPD tahun 2020 dapat memformulasikan program yang tepat dan memberikan daya ungkit yang kuat, sehingga kota metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga mampu menjadi penopang laju pembangunan Provinsi Lampung dimana kita mempunyai tanggung jawabuntuk mendukung suksesnya pencapaian prioritas nasional pada tahun 2020,” Paparnya.

Selain itu, Provinsi Lampung telah mematok target yang cukup tinggi bagi kota metro untuk tahun 2020 dalam pertumbuhan ekonomi kota metro diharapkan mampu mencapai 5,9-6,2 %, untuk angka kemiskinan menjadi 7,51% dan angka IPM tetap yang tertinggi di lampung dan ditargetkan sebesar 78,61.

“Kita saat ini masih menghadapi berbagai masalah  stunting dan pekerja sektor informal, angka stunting pada tahun 2018 27,3% tentu memerlukan perhatian khusus, sedangkan kondisi pekerja informal masih meliputi 70% lebih dari seluruh tenaga kerja” ujarnya.

Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang berada di Kota Metro sebagai wahana mempersiapkan diri memasuki pasar kerja, sementara itu data program kerja provinsi yang ada di kota metro ada 8 (delapan) meliputi pemeliharaan Gedung Terminal Tipe B Mulyojati, pengadaan dan pemasangan marka jalan di jalan Provinsi Lampung, pemeliharaan berkala ruas jalan Budi Utomo (Metro), pembangunan jembatan STKIP PGRI Kota Metro (Tahap II), Pembangunan jalan strategis Objek Wisata Dam Raman, pembangunan Box Culvert strategis Metro-Lampung Timur, Pengadaan Bantuan ternak kambing perah dan pembinaan perpustakaan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Selanjutnya, Walikota Metro mengatakan bahwa Walikota, Wakil Walikota dan Sekertaris Daerah bersama seluruh kepala dinas dan jajaran aparatur perangkat daerah turun langsung ke 22 Kelurahan untuk mendengar dan menangkap langsung aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan tahun 2020.

“Kehadiran rombongan dari Provinsi Lampung dapat kita manfaat untuk menyamopaikan kebutuhan kita yang dapat di akomodir provinsi lampung, terutama pembangunan drainase Jalan AH. Nasution dan Jalan Jendral Sudirman, pelebaran dan perkerasan jalan  Sudirman yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi, serta normalisasi sungai Batanghari dan Way Sekampung,”Tuturnya

Sementara itu, Pada Tahun 2019 kita akan membangun Wisata Raman Asri yang berlokasi di Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara, dimana ada banyak potensi yang sudah ada dimasyarakat yang akan kami sempurnakan sehingga benar-benar menjadi destinasi Wisata bagi masyarakat Kota Metro dan masyarakat Lampung pada umumnya dan pembangunan Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai yang akan rampung pada tahun 2019 ,” Kata Pairin.

Tambahnya, Harapannya mudah-mudahan perhatian pemerintah provinsi lampung terhadap kota metro akan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tentunya pembangunan ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya kerjasama yang baik dari lingkungan pemerintah dan masyarakat.

Acara diakhiri dengan penandatangan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro di Kelurahan Hadimulyo Barat

Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro tahun 2019 berlangsung di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Senin (18/03/19).

Turut Hadir Tim Penilai Lomba, Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota Metro, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Metro (Disnakertrans) Kota Metro, Camat Metro Pusat, Lurah Hadimulyo Barat, Lurah se-Kecamatan Metro Pusat, OPD se-Kota Metro, Rt/Rw, serta Tamu undangan.
Herwan Efendi selaku Lurah Hadimulyo Barat dalam laporannya mengatakan, kalau dalam menjalankan roda Pemerintahan yang ada di Kelurahan Hadimulyo Barat ini pihaknya memiliki personil dengan rincian 8 (delapan), orang 1 (satu) Lurah, 1 (satu) Seklur (Sekretaris Lurah) dan dibantu 3 (tiga) Kasi dan 3 (tiga) Staff.
“Dan untuk diketahui kalau disini, Kelurahan Hadimulyo Barat tidak muluk-muluk dalam persiapan, hanya berusaha memberikan yang terbaik. Pada hari ini kelurahan kami siap untuk dinilai dan kami siap untuk menang,” tutup Herwan.
Pada kesempatan yang sama, Rahmad Zainudin selaku Ketua Tim Penilai Lomba mengarahkan bahwa, evaluasi lomba kelurahan dan gotong royong merupakan kegiatan rutin setiap tahun secara berjenjang, sesuai Permendagri Nomor 81 tahun 2015.
“Informasi perkembangan kelurahan ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya mulai dari tingkat kelurahan, tingkat Kecamatan, Tingkat Kota, hingga tingkat Provinsi dan untuk Kelurahan yang memenuhi syarat akan mewakili di Tingkat Nasional. Untuk Lomba Tingkat Provinsi tanggal 9 April 2019,” papar Rahmad.

Rapat Paripurna Hari Jadi ke-55 Provinsi Lampung

DPRD Kota Metro menggelar Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-55 Provinsi Lampung yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Pada Senin (18/03/19).

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Metro beserta Anggota, Fokorpimda Kota Metro, Sekda Kota Metro, Para Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD Se Kota Metro.

Walikota Metro, Achmad Pairin didalam sambutan Gubernur Provinsi Lampung menyampaikan mengapresiasi kepada jajaran Pemerintahan Provinsi  dan  kabupaten/kota  yang selama ini telah bekerja keras dan membangun sinergi yang kuat, sehingga Provinsi Lampung dapat berhasil meraih berbagai capaian pembangunan secara   positif.

“Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, bahkan melebihi pencapaian secara nasional,” Ujarnya.

Pada sambutan tersebut disampaikan, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tahun 2018 mencapai 5,25%, yang selalu lebih tinggi dari capaian rata-rata sumatera yang mencapai 4,72%, serta lebih tinggi dari capaian nasional yang mencapai 5,17% pada periode yang sama.

“Selain itu, persentase penduduk miskin Provinsi Lampung juga dapat terus diturunkan. Jika pada tahun 2014 persentase penduduk miskin kita mencapai 14,21 % maka tahun 2018  angka  tersebut dapat diturunkan menjadi 13,01 % atau sebesar 1,091 juta jiwa. Namun demikian harus kita akui bahwa capaian ini masih jauh dari capaian nasional yang sudah mencapai satu digit yaitu sebesar 9,66%,” Tuturnya.

Lanjut Pairin,  Pada tahun 2019 ini kami akan berupaya untuk   bisa    menurunkannya   lagi sebesar 0,8 % menjadi 12,36 %, dan kedepan diharapkan dapat terus ditekan prosentase kemiskinan menjadi satu digit, untuk mengejar ketertinggalan dengan target dan capaian nasional.

“Sementara itu di bidang Infrastruktur dalam membangun konektifitas antar wilayah, serta dalam rangka percepatan dan pemerataan pembangunan antar wilayah, pada tahun 2014 lalu tingkat kemantapan jalan Provinsi  baru  mencapai   65,05%, maka  pada tahun 2018 lalu tingkat kemantapan jalan Provinsi sudah mencapai 77,23%, bahkan pada beberapa  ruas  strategis di  Provinsi  Lampung telah ditingkatkan kapasitas kemantapan jalannya mendekati 100%,” Paparnya.

Di bidang Pendidikan, pemerintah Provinsi Lampung telah berhasil meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 7,48 tahun pada 2014 menjadi 7,79 tahun pada 2017.

Selanjutnya, keberhasilan di bidang Kesehatan dapat dilihat dari Usia Harapan Hidup Provinsi Lampung yang dari tahun ketahun terus meningkat, jika pada 2004 lalu Usia Harapan Hidup mencapai 69,66 tahun maka  tahun 2017  meningkat  menjadi   69,95 tahun.

“Keberhasilan Pembangunan di bidang pertanian  ditandai   dengan   naiknya  NTP   di Provinsi Lampung. Jika  pada  Tahun 2014  NTP Provinsi Lampung adalah sebesar 104,21, maka meningkat sebesar 1,65 poin menjadi 105,86 pada tahun 2018, Ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan/nilai tambah petani adalah sebesar 5,86 poin pada tahun 2018,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Metro, Anna Morinda, dalam rangka Hari Jadi Provinsi Lampung mengharapkan Provinsi Lampung dapat menjadi bagian Indonesia yang maju. Di Kota Metro sendiri, Hari Jadi ini dimaknai dengan bekerja keras untuk mencapai Misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata.

“Sebagai kota yang mencanangkan diri menuju Smart City, tentu kita harus melirik hal-hal berkenaan dengan digital, kita harus bisa bertransformasi untuk menjadikan Kota Metro yang maju dan  kemudian dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Lampung”, ungkapnya.

Rakor Sinkronisasi Program Bidang Kominfotik dan SPBE Provinsi Lampung

Pemerintah Kota Metro melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, menghadiri Rapat Koordinasi dan sinkronisasi terhadap program kegiatan dibidang komunikasi, informatika dan statistik.

Selain itu juga, kegiatan ini dilanjutkan dengan seminar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai katalis menuju smart city/smart province se-Propinsi Lampung, yang berlangsung di Hotel Bukit Randu, Kamis (14/03/19).

Dimana dalam kegiatan ini, menjadi salah satu kerjasama antara Diskominfo, Statistik Provinsi Lampung dengan Lembaga Pendidikan, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang di miliki pemerintah daerah.

Dalam sambutan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat mengatakan bahwa, diperlukannya sinkronisasi antara program dan kegiatan dibidang teknologi, informasi.

“Hal ini dimaksudkan guna mewujudkan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik untuk mewujudkan smart city hingga smart province,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten bidang ekonomi, Kepala Dinas Diskominfotik Provinsi Lampung Achamd Crisna Putra dan para Kepala Dinas se-Propinsi Lampung.

Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Di Kelurahan Tejoagung

Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro tahun 2019, yang di adakan di Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Rabu (13/03/19).
Suparyono selaku Lurah Tejoagung mengatakan, kalau dibidang ekonomi kelurahan Tejoagung memiliki pasar tersendiri, serta memiliki 9 RW. Besarnya kemajuan Tejoagung merupakan andil dari Pemerintah Kota Metro sehingga semua yang ada dapat berjalan dengan baik.
“Dengan adanya lomba kelurahan ini, semoga bisa menjadi acuan kinerja masyarakat di semua bidang yang ada. Dan apabila masih ada kekurangan, maka ke depannya akan diperbaiki. Sementara jika kelurahan lain siap menjadi pemenang, maka kami lebih siap untuk mewakili Kota Metro untuk Maju ke tingkat Provinsi,” tutup Sumaryono.

Sedangkan dalam sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Heryati Pairin menyampaikan, jika salah satu instrumen penilaian evaluasi perkembangan Kelurahan adalah keberadaan PKK yang merupakan gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat.

“Dimana pemberdayaan keluarga meliputi segala upaya bimbingan, pembinaan dan pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri. Tim penggerak PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatn, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak,” ungkap Heryati.

Lebih lanjutnya, Heryati mengungkapkan mengenai penilaian sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan Program PKK di Kelurahan Tejoagung.

“Saya mengharapkan kepada segenap jajaran TP PKK Kelurahan, agar secara berjenjang mampu menyusun rencana aksi dalam rangka akselerasi guna mempercepat program-program PKK. Tidak hanya melaksanakan 10 program pokok PKK secara normative, bahkan cenderung rutinitas saja. Karena saat ini perkembangan pemerintah dan masyarakat sangat pesat bervariatif,” tutup Heryati.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Penilaian Lomba Ridwan mengatakan bahwa, evaluasi lomba kelurahan dan gotong royong merupakan kegiatan rutin setiap tahun secara berjenjang. Kegiatan ini mulai dari tingkat Kelurahan, Kota hingga Provinsi sesuai Permendagri Nomor 81 tahun 2015.

“Dan seperti yang diketahui bahwa Kota Metro sudah menjuarai berbagai jenis lomba, misalnya Lomba Kelurahan, Lomba BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat) dan Lomba PKK. Lomba-lomba ini merupakan bukti bahwa motivasi setiap warga yang bekerjasama dengan pihak Pemerintahan, PKK maupun satu sama lain,” terang Ridwan.

Tampak hadir juga dalam Tim Penilai Lomba diantaranya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Assisten l Kota Metro, Camat Metro Timur, Lurah Tejoagung, Lurah se-Kota Metro Timur, Rt/Rw dan tamu undangan.