Pemerintah Kota Metro kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Nurul Iman, Jalan Proklamasi, Kelurahan Sumber Sari Bantul, Kecamatan Metro Selatan, Senin malam (02/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Metro, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias menyambut kehadiran rombongan Safari Ramadan. Pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini dibagi menjadi dua tim. Tim I dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, sementara Tim II dipimpin oleh Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana. Pembagian tim ini dilakukan agar kegiatan silaturahmi dapat menjangkau lebih banyak masjid dan mushola di wilayah Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro yang dalam hal ini di Wakilkan oleh Plh. Sekda, Kusbani menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin hadir lebih dekat, mendengar langsung aspirasi warga, serta bersama-sama membangun Kota Metro yang lebih baik,” ujar Kusbani. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro juga menyerahkan bantuan berupa Matrial rumah ibadah senilai Rp.9.379.000 Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plh. Sekda Kota Metro dan diterima oleh Ketua Taqmir Masjid Nurul Iman. Kusbani berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah. “Kami berharap bantuan ini dapat digunakan dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman, khususnya di bulan suci Ramadan ini,” tambahnya. Kegiatan Safari Ramadan di Mushola Al-Hikmah ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Buya Zakaria, yang mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Di tengah kegiatan tausiyah yang disampaikan oleh yang akrab dengan sapaan Buya ini, tampak suasana penuh keakraban dan keharmonisan antara jajaran Pemerintah Kota Metro dan masyarakat sekitar yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Bsr/Sr)
Safari Ramadan 1447H/ 2025 M di Kota Metro, Wali Kota Tekankan Pentingnya Silaturahmi dan Kebersamaan
Wali Kota Metro Lantik 100 Pejabat Baru, Fokus pada Pelayanan Publik Lebih Baik
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso mengambil sumpah jabatan dan melantik 100 pejabat yang terdiri dari pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, kepala puskesmas, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Senin (02/03/2026). Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa pelantikan kali ini berfokus pada pengukuhan dinas baru serta perangkat daerah yang mengalami perubahan nomenklatur. Ia menyebutkan, beberapa perubahan tersebut di antaranya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) yang kini resmi menjadi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Komunikasi dan Informatika yang berubah menjadi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro. Kemudian Disporapar menjadi Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dinas Perdagangan menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta terdapat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro. “Hari ini kita berfokus kepada pengukuhan atas perubahan nomenklatur dinas-dinas tertentu. Seperti yang saya sampaikan tadi, ASN harus betul-betul memperbaiki kinerja, terutama di Kota Metro yang benar-benar harus menunjukkan kinerja yang baik demi memberikan pelayanan yang baik,” ujar Bambang. Selanjutnya ia, juga turut menekankan bahwa sorotan masyarakat terhadap aparatur sipil negara (ASN) sangat besar, khususnya dalam hal pelayanan publik apabila pegawai mampu memberikan pelayanan terbaik, maka citra positif juga akan mengikuti. “Bagaimanapun sorotan masyarakat, jika pegawai memberikan pelayanan yang terbaik pasti akan disorot dengan hal-hal yang baik pula,” tambahnya. Tak hanya itu, Bambang juga menyampaikan harapannya agar seluruh ASN di Kota Metro mampu memberikan pelayanan dan suguhan terbaik kepada masyarakat dan pemerintah harus memiliki tekad kuat untuk menjadi pelayan masyarakat yang profesional dan responsif. “Kegiatan pelantikan dan mutasi pejabat merupakan bagian dari pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Pelantikan ini, menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yang berorientasi pada pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tandasnya. Sehingga dalam sambutannya, Bambang berpesan dan mengucapkaan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, agar amanah jabatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Semoga dengan jabatan yang diemban dapat menjaga dan menjadi bentuk kepercayaan dari pimpinan dan masyarakat, sehingga harus dijalankan dengan integritas, loyalitas, dan komitmen tinggi,” ungkapnya. Bambang juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Metro saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan daerah, reformasi birokrasi, hingga tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Tak sampai disitu, Pemkot juga meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk mampu beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi dinamika tersebut. Secara khusus, saya berharap pejabat pimpinan tinggi pratama mampu menjadi pemimpin sekaligus teladan yang dapat menggerakkan organisasi dan membangun sinergi lintas sektor,” harapnya. Kemudian, Bambang juga menginginkan pejabat administrator dan pengawas untuk terus meningkatkan kualitas manajerial, serta pengawasan kinerja agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. “Adapun pejabat fungsional diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas layanan sesuai bidang keahlian masing-masing, mengingat tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, tepat, dan transparan akan terus meningkat seiring dengan harapan masyarakat Kota Metro,” pungkasnya. (tm/bsr/mdn/Sr)
Buku Empat Sekawan Jadi Tema Utama Nongki ke-7 Dispustakarda Kota Metro
Semangat literasi kembali menggema dalam gelaran “Nongki” atau Nongkrong Literasi ke-7 yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispustakarda) Kota Metro yang berlangsung di Taman Merdeka Kota Metro, Minggu (01/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi para pegiat literasi untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik dalam membangun budaya baca dan tulis di tengah masyarakat. Sekretaris Dispustakarda Kota Metro, Fitri Luthfiana Immawati, menyampaikan bahwa Nongki merupakan wadah sinergi seluruh penggerak literasi se-Kota Metro, dimana Dispustakarda hadir sebagai fasilitator yang menghimpun berbagai entitas untuk bersama-sama mendorong tumbuhnya literasi. “Nongki ini adalah hasil kolaborasi seluruh penggerak literasi. Kami di dinas hanya sebagai fasilitator untuk menyinergikan gerakan agar literasi di Kota Metro terus berkembang,” ujar Fitri dalam sambutannya. Fitri juga menjelaskan bahwa pada gelaran kali ini, Dispustakarda Kota Metro menghadirkan 2 narasumber yaitu Camat Metro Barat yang juga merupakan Bunda Literasi Kecamatan Metro Barat, Risfania, serta Rosiana Putri yang merupakan pengelola Perpustakaan Kelurahan Tejo Agung yang berprestasi di tingkat nasional. “Selain itu, kita juga menghadirkan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Metro, Agus Pujianto, untuk berbagi kisah inspiratif tentang gerakan menulis buku di lingkungan sekolahnya yang telah menorehkan prestasi nasional,”tuturnya. Fitri mengungkapkan bahwa Nongki yang sudah gelaran ke-7 kali ini, Awalnya hanya merupakan kegiatan ngobrol santai, tapi karena dilakukan secara konsisten, akhirnya menjadi gerakan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan agar literasi tidak sekadar seremoni sehingga dapat menghasilkan perubahan besar. “Meskipun kecil, kalau kita lakukan terus-menerus, insyaallah dampaknya akan besar bagi masyarakat Kota Metro,” tambah Fitri memberi semangat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kelurahan se-Kecamatan Metro Barat dan Camat Metro Barat atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Sementara itu Kepala Sekolah Muhammadiyah 4 Metro (SMP Mudipat) Agus Pujianto, menyebut bahwa pada 16 Februari lalu SMP Mudipat berhasil meraih medali emas juara 1 tingkat nasional kategori best practice kepala sekolah berprestasi di Makassar, Sulawesi Selatan yang tidak lepas dari komitmen kuat dalam membangun gerakan literasi di sekolah. “Mudipat itu bisa diartikan mudah dan dipercepat. Kami punya komitmen bahwa semua urusan, termasuk literasi, harus mudah dan dipercepat,” jelas Agus. Ia menanamkan keyakinan bahwa setiap anak adalah emas, memiliki potensi dan kompetensi yang dapat dikembangkan, termasuk literasi melalui kreativitas dalam keterbatasan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak bisa atau tidak mungkin. “Karya yang bagus itu adalah karya yang jadi, bukan karya yang hanya ideal tapi sebatas angan-angan,” tegasnya. Salah satu wujud nyata gerakan tersebut adalah buku antologi berjudul Alkisah “Empat Sekawan” karya guru dan siswa SMP Mudipat yang telah diserahkan kepada Sekretaris Dispustakarda. Tak hanya Empat Sekawan, SMP Muhammadiyah 4 Metro sebelumnya juga telah terbit buku antologi berjudul “Angka” karya siswa Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang berhasil meraih juara 1 tingkat Kota Metro pada 2025 dalam lomba yang digelar MGMP.Sebagai Kepala Sekolah, Agus juga menulis buku berjudul “Bangkit Dari Keterpurukan dengan Semangat Berhasil” sebagai refleksi semangat tumbuh dan berkembang. “SMP Mudipat juga menerbitkan Movement Magazine ( Majalah Penggerakan) yang telah terbit empat edisi dan telah meraih dua kali meraih medali perunggu tingkat nasional dalam Olimpiade Ahmad Dahlan di Semarang dan Makassar,” paparnya. Bahkan di bidang sinematografi, film pendek karya siswa juga pernah meraih medali perunggu tingkat nasional, memperkuat literasi sebagai roh pembelajaran di sekolah tersebut. “Kalau ingin maju dan membuka cakrawala berpikir, literasi adalah kuncinya,” pungkas Agus. Sementara itu, Camat Metro Barat yang juga Bunda Literasi Kecamatan Metro Barat, Risfania, mengaku senang dapat hadir dalam Nongki untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai camat yang memiliki empat kelurahan yakni Mulyojati, Ganjar Agung, Ganjar Asri, dan Mulyosari, yang seluruhnya telah memiliki perpustakaan kelurahan aktif. Dahulu, kata dia, perpustakaan kelurahan dikenal sebagai rumah pintar dan belum terdapat struktur Bunda Literasi seperti sekarang, namun kini pengurus perpustakaan telah di-SK-kan oleh lurah dan dipilih dari warga yang memiliki kemauan serta inovasi dalam mengelola perpustakaan. “Kalau hanya ditunjuk tapi tidak mau bergerak dan berinovasi, itu akan sia-sia. Perpustakaan harus hidup dan menarik,” ujarnya. Ia berharap dengan dibentuknya struktur Bunda Literasi di setiap perpustakaan kelurahan tidak hanya sekadar membuka layanan, tetapi menghadirkan program kreatif agar anak-anak dan masyarakat tertarik berkunjung. Risfania juga mengapresiasi Mas Jarwo, pegiat literasi dari Kelurahan Ganjar Asri, yang menghadirkan dongeng serta kursus Bahasa Lampung dan Bahasa Inggris di perpustakaannya. “Saya berharap praktik baik tersebut dapat ditularkan ke seluruh kelurahan, sehingga semangat literasi di Metro Barat dan Kota Metro kian menyala dan berkelanjutan, “ungkapnya. (Yl/Sr)
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Serahkan Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Kota Metro
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Metro dalam rangka penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat di sejumlah kecamatan, Sabtu (28/02/2026). Berkolaborasi dengan Baznas Provinsi Lampung dan didampingi Ketua TP PKK Kota Metro Ny. Eni Sumiyati Bambang, Ketua TP PKK Provinsi Lampung yang akrab disapa Batin Wulan mengawali kunjungan kerja di Aula Kecamatan Metro Timur. Di lokasi ini, Batin Wulan menyerahkan bantuan beras dan bahan kebutuhan pokok kepada 40 penerima manfaat. Selain itu, TP PKK Provinsi Lampung juga menyalurkan bantuan susu dan telur untuk anak-anak guna membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga beresiko stunting serta meninjau langsung kondisi orang tua lansia serta menyerahkan bantuan beras, sembako dan tali asih. Batin Wulan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat agar dapat merasakan manfaat dan dukungan, khususnya menjelang bulan Ramadan. “Batin berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat bagi keluarga penerima”, sambungnya. Selanjutnya, kunjungan kerja dilanjutkan ke Aula Kelurahan Hadimulyo Barat yang diikuti peserta gabungan dari Kecamatan Metro Pusat dan Kecamatan Metro Utara dengan jumlah sekitar 80 orang. Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung kembali menyerahkan bantuan sosial berupa beras dan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat kurang mampu, serta meninjau langsung kondisi seorang anak yang beresiko stunting. Dalam kesempatan itu, Batin Wulan menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak perlu menjadi perhatian bersama agar pertumbuhan anak berjalan optimal dan berat badan sesuai dengan usianya. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak seperti telur dan susu serta mengurangi pemberian makanan manis atau jajanan yang kurang sehat. “Apabila anak tidak menyukai susu, kebutuhan protein tetap dapat dipenuhi melalui sumber makanan lain seperti telur”, jelas Batin Wulan. Rangkaian kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke Aula Kelurahan Mulyojati yang diikuti peserta gabungan dari Kecamatan Metro Selatan dan Kecamatan Metro Barat dengan jumlah sekitar 80 orang. Pada kesempatan tersebut, bantuan berupa beras dan bahan kebutuhan pokok diserahkan secara langsung oleh Batin Wulan bersama Ny. Eni Sumiyati kepada masyarakat penerima manfaat. Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga meninjau seorang anak yang beresiko stunting sekaligus berdialog dengan keluarga penerima manfaat. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya TP PKK Provinsi Lampung dalam memperkuat kepedulian sosial serta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga dan percepatan penurunan stunting di daerah. (Bsr/Yd/Sr)
Safari Ramadan Tim II Kota Metro Serahkan Hibah Karpet Masjid Senilai Rp6,9 Juta
Jumat, (27/02/2026) Pemerintah Kota Metro kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari agenda rutin tahunan pemerintah daerah dalam mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menyampaikan program-program pembangunan daerah secara langsung kepada warga. Safari Ramadan Tim II Pemerintah Kota Metro pada kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr. Achmad Redho Akbar. Kehadiran Tim II disambut hangat oleh pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah yang memadati area masjid. Dalam rangka mendukung sarana dan prasarana ibadah masyarakat Pemerintah Kota Metro menyerahkan bantuan hibah berupa karpet masjid dengan nominal sebesar Rp6,9 juta. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Pengurus Masjid sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah khususnya di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya dr. Achmad Redho Akbar menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan bukan hanya agenda seremonial melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat. “Safari Ramadan ini merupakan wujud silaturahmi sekaligus komitmen Pemerintah Kota Metro untuk terus mendukung kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus masjid dan jamaah atas sambutan yang hangat,” ujarnya. Ia berharap bantuan hibah yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah. “Semoga bantuan hibah karpet masjid ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk,” tambahnya. Lebih lanjut ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai religius. Menurutnya pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Safari Ramadan lanjutnya, menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan warga. Sementara itu Ketua Pengurus Masjid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Metro. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Tim II Safari Ramadan dan bantuan hibah yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masjid kami dan tentunya akan digunakan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah,” ungkapnya. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi kemajuan Kota Metro ke depan. Kegiatan Safari Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian acara diisi dengan sambutan, penyerahan bantuan tausiah singkat serta ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan demi terwujudnya Kota Metro yang religius, harmonis, dan sejahtera. (Md/Sr)
Safari Ramadan 1447 H, Pemkot Metro Perkuat Silaturahmi di Musholla Miftahul Jannah
Wakil Wali Kota Metro memimpin langsung kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang dilaksanakan di Musholla Miftahul Jannah, Jalan Budi Utomo, Kelurahan Margodadi, Kamis (27/02/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Metro dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Metro mengawali dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga jajaran Pemerintah Kota Metro bersama DPRD, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dapat kembali melaksanakan Safari Ramadan ke masjid dan musholla yang ada di Kota Metro. Ia menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menjadi sarana menyerap aspirasi warga secara langsung. Wakil Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada takmir, pengurus, dan seluruh jamaah Musholla Miftahul Jannah, serta Camat, Lurah, dan pamong setempat yang telah menyambut Tim Safari Ramadan dengan penuh kehangatan dan mempersiapkan pelaksanaan ibadah malam tersebut dengan baik. Dijelaskan bahwa Tim Safari Ramadan Pemerintah Kota Metro Tahun 1447 H/2026 M dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin oleh Wali Kota Metro yang melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al-Hikmah, Jalan Piagam Jakarta, Mulyosari. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Wakil Wali Kota Metro yang melaksanakan kegiatan di Musholla Miftahul Jannah, Jalan Budi Utomo, Margodadi.Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro juga menyerahkan bantuan hibah berupa bahan-bahan plafon PVC senilai Rp5.970.000 (lima juta sembilan ratus tujuh puluh ribu rupiah) kepada pengurus Musholla Miftahul Jannah. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk mendukung kenyamanan jamaah dalam beribadah. “Atas nama jajaran Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa serta memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Semoga Ramadan ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keluarga, dan meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota. Ia menambahkan bahwa melalui silaturahmi Safari Ramadan, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Metro yang lebih maju dan sejahtera. Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Metro, Kepala Kementerian Agama Kota Metro, Kepala BNN Kota Metro, Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum dan Politik, Plt. Asisten Administrasi Umum, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, perwakilan Dinas KP3, Kepala Dinas PM-PTSP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Porapar Ekraf, Plt. Sekretaris DPRD, Kabag Hukum, serta perwakilan Baznas Kota Metro. Hadir pula Dr. Gunawan, S.Ag., M.Pd.I sebagai penceramah dan Ustaz Nur Hanifurrohman sebagai imam dalam rangkaian ibadah malam tersebut. Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan PD Muhammadiyah Kota Metro, Camat Metro Selatan, serta para lurah se-Kecamatan Metro Selatan, termasuk Lurah Margodadi, Lurah Margorejo, Lurah Rejomulyo, dan Lurah Sumber Sari. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sambutan, penyerahan bantuan, hingga tausiyah Ramadan yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan motivasi spiritual. Dengan terselenggaranya Safari Ramadan ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam mewujudkan pembangunan Kota Metro yang berlandaskan semangat religius dan gotong royong. (Yd/Sr).
Safari Ramadan 1447 H, Pemkot Metro Pererat Silaturahmi dan Serahkan Bantuan AC
Pemerintah Kota Metro kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Mushola Al-Hikmah, Jalan Piagam Jakarta, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Metro, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias menyambut kehadiran rombongan Safari Ramadan. Pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini dibagi menjadi dua tim. Tim I dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, sementara Tim II dipimpin oleh Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana. Pembagian tim ini dilakukan agar kegiatan silaturahmi dapat menjangkau lebih banyak masjid dan mushola di wilayah Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kami ingin hadir lebih dekat, mendengar langsung aspirasi warga, serta bersama-sama membangun Kota Metro yang lebih baik,” ujar Bambang. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro juga menyerahkan bantuan berupa 1 unit pendingin ruangan (AC) senilai Rp5.000.000. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Metro dan diterima oleh Ketua Taqmir Mushola Al-Hikmah, Bapak Masum. Wali Kota berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah. “Kami berharap bantuan ini dapat digunakan dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman, khususnya di bulan suci Ramadan ini,” tambahnya. Kegiatan Safari Ramadan di Mushola Al-Hikmah ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jamal, yang mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Di tengah kegiatan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Jamal ini, tampak suasana penuh keakraban dan keharmonisan antara jajaran Pemerintah Kota Metro dan masyarakat sekitar yang hadir dalam kegiatan tersebut.(Bsr)
Pemkot Metro Gelar Rapat Penyusunan LPPD 2026, OPD Diminta Segera Sesuaikan Indikator Baru
Rapat penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) digelar di OR Setda Kota Metro, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Metro yang diwakili oleh Asisten Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Helmy Zain, serta seluruh operator LPPD perangkat daerah pengampu indikator kinerja. Dalam arahannya, Helmy Zain menegaskan bahwa penyusunan LPPD merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk akuntabilitas kinerja kepada pemerintah pusat. “Untuk tahun ini terdapat beberapa perubahan terkait indikator kinerja fungsi berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri tahun 2026, sehingga kita kumpulkan seluruh pengampu Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk menjelaskan perubahan baik pada IKK, bobot, maupun sistem penilaian pemerintah,mudah-mudahan dalam pertemuan ini kita bisa saling memahami sehingga apa yang dimaksud dalam rapat ini dapat mencapai tujuan yang kita inginkan,” tambahnya. Helmy menjelaskan, terdapat beberapa komponen yang mengalami penyesuaian, di antaranya indikator kinerja kunci makro sebanyak enam komponen yang pengampunya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro. Selain itu, terdapat 121 indikator kinerja outcome yang didistribusikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). “Saya minta seluruh OPD segera melakukan pengisian sesuai ketentuan terbaru,apa yang harus dirubah dan belum sesuai, saya beri batas waktu sampai satu minggu ke depan untuk diselesaikan,” tegasnya. Secara teknis, penyusunan LPPD terbagi dalam empat kategori urusan pemerintahan. Pertama, urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, meliputi enam bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman, serta sosial. Kedua, urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, seperti ketenagakerjaan dan sejumlah sektor lainnya. Ketiga, urusan pilihan yang mencakup perikanan, pertanian, dan pariwisata. Keempat, fungsi penunjang urusan pemerintahan seperti perencanaan, keuangan, dan pelayanan publik. Helmy juga menyampaikan bahwa pada awal Januari 2026 pihaknya telah menyurati seluruh perangkat daerah terkait penyusunan LPPD. Namun, pada saat itu pedoman resmi dari Menteri Dalam Negeri belum ditandatangani. “Pedoman yang sudah final dan ditandatangani oleh Bapak Menteri baru keluar pada 12 Februari, sehingga ada beberapa penyesuaian yang harus kita lakukan,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengisian indikator kinerja kini difokuskan pada indikator kinerja outcome. Indikator output yang sebelumnya cukup banyak, tidak lagi perlu diisi dalam sistem terbaru. Ia mengakui bahwa pembaruan aplikasi LPPD berpotensi menimbulkan kendala teknis, mengingat masih adanya fitur yang belum sepenuhnya dapat diakses secara optimal. “Ini masih baru, mungkin akan banyak kendala. Saya berharap Bapak dan Ibu sekalian dapat membantu dan bekerja sama, karena waktu kita sangat terbatas. Setelah dokumen tersusun, masih harus direviu oleh Inspektorat,” pungkasnya.(tm/yl)
Pengukuhan Bunda Literasi, Tim Literasi dan IPI Kota Metro Perkuat Gerakan Literasi Daerah
Pemerintah Kota Metro menggelar Pelantikan Tim Literasi Kota Metro, Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan, serta Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Metro Tahun 2026 di Ruang Auditorium UIN Jurai Siwo Lampung, Rabu (25/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen bersama membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Bumi Sai Wawai. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung gerakan literasi daerah. Farida menjelaskan bahwa di era transformasi digital saat ini masyarakat dituntut memiliki kecakapan literasi yang lebih luas, termasuk literasi informasi dan literasi digital. “Diperlukan upaya yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk membangun budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga komunitas,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah, dan salah satu indikator pentingnya adalah tingkat literasi masyarakat. Menurutnya, Kota Metro dengan visi “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius” memiliki potensi besar dalam pengembangan gerakan literasi. Namun demikian, Farida menegaskan bahwa penguatan ekosistem literasi membutuhkan peran aktif pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan keluarga. Farida juga menyebut keberadaan Bunda Literasi di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan sangat strategis dalam menumbuhkan budaya baca sejak usia dini hingga masyarakat umum. “Bunda Literasi diharapkan menjadi figur penggerak, inspirator, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya. Selain itu, pembentukan dan pengukuhan Tim Literasi Kota Metro dilakukan sebagai wadah koordinasi serta pelaksana program-program literasi yang terarah dan terukur. Di sisi lain, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) disebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan sebagai pengelola layanan informasi dan agen perubahan. Farida menerangkan bahwa kegiatan ini memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta sejumlah peraturan daerah dan peraturan wali kota terkait penyelenggaraan perpustakaan. Ia juga menyampaikan bahwa maksud kegiatan ini adalah mengukuhkan secara resmi Bunda Literasi, Tim Literasi, dan Pengurus IPI sebagai penggerak literasi daerah. “Kami ingin memperkuat komitmen dan sinergi antar pemangku kepentingan serta menegaskan peran strategis masing-masing unsur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui gerakan literasi,” jelasnya. Adapun tujuan kegiatan ini, lanjut Farida, antara lain meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas literasi, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong tumbuhnya budaya baca di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta mengoptimalkan program literasi yang terarah dan berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5 Bunda Literasi Kecamatan, 44 anggota Tim Literasi Kota Metro, dan 38 Pengurus IPI Kota Metro resmi dikukuhkan dan dilantik. Farida mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD, melainkan melalui partisipasi dan dukungan sukarela dari berbagai pihak sebagai bentuk komitmen bersama. “Melalui kolaborasi yang kuat, kami optimis gerakan literasi di Kota Metro akan semakin masif, inovatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam serta meneladani nilai-nilai yang diajarkan. Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. “Kota Metro sebagai Kota Pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat,” tegas Bambang. Ia menyebut pengukuhan Bunda Literasi, Tim Literasi, dan IPI bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menggerakkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Menurutnya, peran Bunda Literasi sangat strategis sebagai penggerak dan inspirator dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini. Sebagai Wali Kota Metro, ia juga menekankan pentingnya peran Tim Literasi sebagai motor penggerak program berbasis komunitas serta IPI dalam memperkuat profesionalisme pustakawan. “Saya berharap akan lahir berbagai program kreatif dan berkelanjutan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa literasi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan keluarga. Di akhir sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh Bunda Literasi, Tim Literasi, dan Pengurus IPI yang telah dikukuhkan, seraya mengajak semua pihak menjadikan literasi sebagai gerakan nyata demi kemajuan dan daya saing Kota Metro. (Yl/Md/Yd)
Beras Rp58 Ribu dan Minyak Rp14 Ribu, Bazar Ramadan Metro Diserbu Warga
Ratusan masyarakat tampak memadati antrian bazar sembako murah dan pakaian layak pakai yang diselenggarakan Panitia Syiar Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial Pemerintah Kota Metro menyambut bulan suci Ramadan yang berlangsung di Lapangan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Rabu (25/02/2026). Dalam bazar tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga 58.000 rupiah, Minyak goreng merek Minyakita 1 liter dijual Rp14.000, tepung terigu Gatot Kaca 1 kilogram dijual seharga 7.000 rupiah. Selain itu, susu merek 3 Sapi dijual Rp12.500, mi instan seharga 3.000 rupiah, tepung sagu Tani 1 kilogram dari Rp11.000 menjadi Rp10.000 kecap Bango dari Rp11.000 menjadi Rp10.000, serta telur ayam 1 kilogram seharga Rp27.000. Panitia juga melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bazar perdana dan akan digelar secara bergilir di lima kecamatan se-Kota Metro. Setelah di Hadimulyo Barat, kegiatan dilanjutkan di Lapangan Mulyojati, Metro Barat pada 28 Februari, Lapangan Banjarsari, Metro Utara pada 4 Maret, Lapangan Iringmulyo, Metro Timur pada 7 Maret, dan terakhir di Lapangan Rejomulyo, Metro Selatan pada 11 Maret. Di samping bazar sembako murah, panitia Syiar Ramadan turut mengadakan bazar pakaian layak pakai. Pakaian yang dijual telah dikumpulkan dan disortir dari Sekretariat Dharma Wanita sehingga dipastikan masih dalam kondisi baik dan layak pakai dengan harga terjangkau. Selain itu, digelar pula bazar produk pelaku usaha UMKM dan UP2K PKK Kota Metro yang dikemas dalam program “Bazuka” atau Bazar UP2K PKK Kota Metro. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, hadir secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga ruang penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. “Bulan Suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan bazar ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi wujud nyata semangat berbagi dan mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Kota Metro,” ujar Kusbani. Ia menambahkan, melalui kegiatan ini Pemerintah Kota Metro berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, baik menjelang maupun selama bulan Ramadan. Menurutnya, bazar pakaian layak pakai yang turut digelar menjadi simbol bahwa kepedulian dan kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam membangun Kota Metro yang berdaya dan berkarakter. “Kita ingin memastikan bahwa semangat Ramadan bukan hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Inilah syiar yang sesungguhnya, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan persaudaraan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Syiar Ramadan 1447 H, AC Yuliwati, menjelaskan bahwa bazar tersebut merupakan hasil kolaborasi organisasi wanita bersama sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Metro. Selain bazar, rangkaian kegiatan syiar Ramadan juga meliputi pengajian, pembagian takjil, serta penyediaan makan sahur bagi jamaah iktikaf. “Ini adalah bentuk dukungan untuk memakmurkan masyarakat, terutama di tengah kondisi daya beli yang sedang menurun. Selisih seribu atau dua ribu rupiah dari harga pasar sangat berarti bagi masyarakat. Dengan dukungan dinas terkait dan organisasi wanita, kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban mereka,” kata Yuliwati. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Program Kerja Majelis Agung Taqwa Kota Metro Tahun 2026 serta Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor 400.8.2.3126 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Bersama dalam Syiar Ramadan 1447 H. Program tersebut bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi, menumbuhkan budaya kepedulian sosial, memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta memberikan akses terhadap barang berkualitas dengan harga yang terjangkau. (Tm/Sr)