0 Comments

Paparkan Smart Village hingga ARSETI Iringmulyo Metro Siap Juara Lomba Kelurahan Lampung 2026

Bandar Lampung – Kelurahan Iringmulyo Optimistis Raih Juara Pertama pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung 2026, hal ini disampaikan Lurah Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur Kota Metro, Yulina Sari, S.Mn., saat memaparkan berbagai capaian pembangunan, inovasi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ketahanan sosial dan ekonomi di hadapan Tim Penilai Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Didampingi oleh Wakil Wali Kota Metro, Asisten Pemerintah dan Kesra, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Kadis Sosial, Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik dan Camat Metro Timur serta tim penggerak PKK. Dalam paparannya, Yulina Sari, menyampaikan bahwa Kelurahan Iringmulyo terus bertransformasi menjadi kelurahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing melalui penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital, pengembangan kampung tematik, pemberdayaan UMKM, serta berbagai inovasi di bidang kesehatan, lingkungan, dan pelayanan masyarakat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas PMDT Provinsi Lampung, Selasa, (23/06/2026). Berbagai program unggulan yang dipresentasikan antara lain penerapan Smart Village, Kampung Inggris, Kampung Banten, pengembangan produk unggulan UMKM, program penanganan stunting, ketahanan pangan, bank sampah, hingga inovasi kesehatan seperti Omah Peluk, Home Care Geliat, Pelangi, dan Arisan Sedot Tinja (ARSETI). Yulina Sari menjelaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayahnya. “Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan inovatif, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan wilayah. Semua yang kami capai hari ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kelurahan Iringmulyo,” ujar Yulina Sari. Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Lomba Kelurahan Berprestasi tidak semata-mata untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kami berharap Kelurahan Iringmulyo dapat meraih Juara 1 Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Namun yang lebih penting, berbagai inovasi dan program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan menjadi inspirasi bagi kelurahan lainnya. Kami optimistis, dengan dukungan masyarakat dan Pemerintah Kota Metro, Iringmulyo mampu memberikan yang terbaik pada lomba kelurahan tingkat Provinsi Lampung tahun ini,” kata Yulina. Melalui penilaian tersebut, Kelurahan Iringmulyo berharap dapat mengharumkan nama Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan transformasi kelurahan sebagai pilar ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (BSR/BGS)

0 Comments

Hari Bhayangkara ke-80, Wali Kota Metro dan Polres Metro Kenang Jasa Pahlawan di TMP Kemala Nusantar

Pemerintah Kota Metro menghadiri kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diselenggarakan Polres Metro dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kemala Nusantara, Kota Metro, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan disambut oleh Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K. Prosesi berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa para pejuang bangsa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Kapolres Metro di monumen TMP Kemala Nusantara serta doa bersama untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana penuh haru dan penghormatan semakin terasa saat para peserta melaksanakan tabur bunga di pusara para pahlawan. Kegiatan tersebut menjadi simbol penghargaan atas pengorbanan para pejuang yang telah mendahului, sekaligus pengingat bagi generasi saat ini untuk terus melanjutkan cita-cita perjuangan melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Wali Kota Metro Bambang Iman Santos, mengatakan ziarah dan tabur bunga memiliki makna filosofis yang mendalam dalam menanamkan nilai perjuangan, ketulusan, serta pengabdian kepada bangsa. “Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa. Dari mereka, kita belajar tentang keikhlasan, keberanian, dan semangat pengabdian tanpa pamrih,” ujar Bambang. Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan tersebut harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. “Filosofi tabur bunga merupakan wujud penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan. Dari ziarah inilah kita diajarkan untuk tidak melupakan sejarah. Semangat perjuangan mereka harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini juga menjadi penguat sinergi antara Pemerintah Kota Metro, Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah. Melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga di TMP Kemala Nusantara, Pemerintah Kota Metro berharap semangat perjuangan para pahlawan terus hidup dan menjadi teladan dalam mewujudkan Kota Metro yang aman, harmonis, berdaya saing, serta sejalan dengan cita-cita menghadirkan masyarakat yang cerdas dan bahagia. (Tm/Mdn/Bsr/Sr)

0 Comments

Nidia Irine Sari Rafieq Pimpin GOW Kota Metro Periode 2026–2031, Dorong Organisasi Perempuan Lebih Berdampak

Metro – Nidia Irine Sari Rafieq kembali terpilih sebagai Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI GOW Kota Metro Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (22/6/2026). Musda yang mengusung tema “GOW Kota Metro Bersinergi Membangun Perempuan Berdaya, Maju, dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah gerak organisasi perempuan di Kota Metro untuk lima tahun mendatang. Dalam sambutannya, Nidia Irine Sari Rafieq menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Musda serta mengajak seluruh peserta untuk kembali merenungkan tujuan utama keberadaan GOW sebagai organisasi perempuan. Menurutnya, GOW harus dikenang sebagai organisasi yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. “Kita ingin dikenang karena mampu mengubah kehidupan perempuan, memperkuat keluarga, membantu perekonomian masyarakat, melindungi hak anak, serta melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan baru di Kota Metro,” katanya. Nidia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda lima tahunan untuk memilih ketua umum, melainkan menjadi momentum evaluasi dan pembaruan organisasi. “Musda adalah audit keberanian kita sebagai organisasi. Apakah kita berani mengevaluasi diri, mengakui kekurangan, dan mengubah cara kerja lama yang tidak lagi relevan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa GOW merupakan organisasi milik bersama, bukan milik individu tertentu. Seluruh anggota memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat maupun mencalonkan diri sebagai pengurus. Meski Indeks Pembangunan Gender Kota Metro mencapai 96,94 dan menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Lampung, menurutnya capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perempuan di masyarakat. “Indeks yang tinggi belum tentu berarti setiap perempuan telah merasa aman. Belum otomatis seluruh pelaku usaha perempuan telah mandiri. Masih banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dan membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas ekonomi serta pendidikan,” ungkapnya. Karena itu, peran GOW dinilai sangat penting dalam memberikan pelatihan dan pemberdayaan agar perempuan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain persoalan ekonomi, Nidia juga memberi perhatian terhadap perlindungan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga serta perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan seksual yang kerap dilakukan oleh orang-orang terdekat. “Jangan pernah merasa aman hanya karena lingkungannya baik. Kalau dipelajari, justru banyak kasus kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya,” terangnya. Pada kesempatan tersebut, Nidia juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama masa kepengurusan 2021–2026, mulai dari penguatan UMKM perempuan, kegiatan sosial, bantuan bagi kelompok rentan, hingga program kesehatan perempuan dan anak. Meski demikian, menurutnya masih terdapat sejumlah program yang perlu dievaluasi dan diperbaiki. “Ada program yang berhasil, tetapi kita juga harus mau mengakui masih banyak yang perlu dibenahi. Ada komunikasi yang telah berjalan baik, namun ada pula tata kelola organisasi yang harus kita perbaiki bersama,” katanya. Untuk lima tahun ke depan, Nidia menawarkan empat agenda perubahan bagi GOW Kota Metro. Perubahan pertama adalah mentransformasikan organisasi yang selama ini identik dengan kegiatan seremonial menjadi organisasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Bukan hanya datang untuk ha-hi-hi atau foto-foto saja, tetapi setelah pulang harus memberikan dampak bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan organisasi harus diukur dari meningkatnya usaha perempuan, jumlah keluarga yang mendapat pendampingan, korban kekerasan yang memperoleh perlindungan, hingga lahirnya kader perempuan yang tumbuh menjadi pemimpin. Perubahan kedua adalah membangun gerakan bersama seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW melalui konsep “Satu Organisasi Wanita, Satu Dampak Unggulan”, sehingga setiap organisasi memiliki fokus program yang jelas dan terukur. “Setiap organisasi tidak harus mengerjakan semuanya, tetapi harus memiliki satu kontribusi yang jelas, terukur, dan dapat dirasakan masyarakat. Saya berharap ada organisasi yang fokus pada kesehatan, ekonomi perempuan, UMKM, pendidikan keluarga, hingga pengembangan kepemimpinan perempuan muda,” jelasnya. Perubahan ketiga yang ditekankan adalah penguatan tata kelola organisasi berbasis target, indikator keberhasilan, serta laporan yang terbuka kepada anggota. Sementara perubahan keempat adalah peningkatan literasi teknologi di kalangan perempuan. “Perempuan di Kota Metro tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial dan konsumen teknologi. Perempuan harus menjadi pelaku ekonomi digital, pencipta konten yang sehat, pengelola data, inovator, serta pengguna kecerdasan buatan secara cerdas dan beretika,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh anggota GOW untuk memproduksi konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau mau membuat konten, mulai sekarang kontennya yang edukatif. Berbagi resep, cara mendidik anak, atau ketahanan pangan keluarga sehingga konten kita memberikan inspirasi dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. Nidia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. “Saya berharap Musda VI GOW Kota Metro mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, kepemimpinan yang amanah, kepengurusan yang representatif, serta program yang benar-benar menyentuh kehidupan perempuan dan masyarakat Kota Metro,” tuturnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa GOW Kota Metro merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam menjembatani berbagai persoalan masyarakat dengan program-program pemerintah. Menurutnya, organisasi perempuan memiliki keunggulan berupa kedekatan, kepekaan, serta kemampuan membaca persoalan yang terjadi di tengah masyarakat secara langsung. Di sisi lain, pemerintah memiliki keterbatasan karena harus bekerja melalui mekanisme dan birokrasi tertentu sehingga organisasi perempuan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk bergerak cepat membantu masyarakat yang membutuhkan. Rafieq mengatakan masih terdapat berbagai persoalan sosial yang memerlukan perhatian bersama, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, stunting, hingga berbagai persoalan sosial lainnya. Karena itu, ia berharap organisasi-organisasi wanita dapat menjadi penyambung aspirasi masyarakat dengan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga kepada pemerintah, sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan dan program yang tersedia. Ia juga menilai organisasi-organisasi yang tergabung dalam GOW memiliki jaringan yang luas dan tingkat kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan yang belum tersentuh secara optimal oleh program pemerintah. “Pemerintah memiliki regulasi, anggaran, program, data, serta aparatur sebagai kekuatan utama. Sementara organisasi perempuan memiliki kekuatan lain berupa kedekatan sosial dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan perlu terus diperkuat,” imbuhnya. Lebih lanjut, Rafieq mengajak seluruh organisasi wanita untuk aktif mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih terjadi di masyarakat agar dapat ditemukan solusi yang tepat secara bertahap dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan organisasi perempuan maupun perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Metro yang lahir dari kreativitas dan kepedulian sosial serta telah

0 Comments

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Semangat Kemanusiaan Warga Metro Warnai HUT Kota ke-89 dan HUT Polri ke-80

Suasana di Gerai Makanan McDonald’s Metro, Jalan AH Nasution, Minggu (21/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya pengunjung datang untuk menikmati hidangan cepat saji, kali ini puluhan warga justru rela mengantre demi satu tujuan mulia, yakni menyumbangkan setetes darah untuk membantu sesama. Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari Gebyar Donor Darah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Metro bersama PSMTI Kota Metro, PMI Kota Metro, TNI, dan Polres Metro dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-89 serta HUT Polri ke-80. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan dan usia berdatangan dengan penuh antusias. Senyum dan semangat terpancar dari wajah para pendonor yang secara sukarela menyisihkan waktu untuk berbagi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah. Di tengah kegiatan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso hadir meninjau langsung jalannya donor darah. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang tengah mengikuti proses donor. Tak hanya itu, Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana bersama sang istri juga turut hadir dan mendonorkan darahnya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kemanusiaan tersebut. Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan, donor darah merupakan wujud kepedulian sosial yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Hari ini kita melihat bagaimana masyarakat Metro dengan sukarela datang untuk membantu sesama. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan penyelamat bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan,” ujarnya. Menurut Bambang, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih tumbuh kuat di Kota Metro. Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, PMI, TNI hingga Polri. “Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Semangat berbagi yang ditunjukkan masyarakat hari ini menjadi energi positif untuk membangun Kota Metro yang semakin peduli, sehat, dan harmonis,” katanya. Lebih lanjut, Bambang berharap donor darah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saat peringatan hari besar, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah. “Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, kegiatan ini juga membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi warga yang membutuhkan. Inilah semangat kebersamaan yang ingin terus kita bangun di Kota Metro,” ungkapnya. Sementara itu, salah seorang peserta donor darah, Yuli (40), mengaku bangga dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut donor darah hari ini. Walaupun kita tidak tahu siapa yang menerima darah yang kita donorkan, setetes darah itu bisa menjadi penyelamat bagi orang lain. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Melalui setetes darah yang didonorkan, tersimpan sejuta harapan bagi mereka yang tengah berjuang untuk sembuh. Di usia ke-89 Kota Metro dan peringatan HUT Polri ke-80, semangat kemanusiaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun kota yang sehat, tangguh, dan penuh empati. (Tm/Sr).

0 Comments

Pengukuhan Pengurus Kosti Provinsi Lampung Periode 2025–2029, Perkuat Pelestarian Budaya dan Persaudaraan

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Provinsi Lampung resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2025–2029 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Nuwon Budayo, Kota Metro, Minggu (21/06/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP KOSTI Pusat, perwakilan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, perwakilan Pemerintah Kota Metro yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro, unsur Forkopimda, pengurus KORMI Provinsi Lampung, komunitas sepeda tua dari berbagai kabupaten/kota, serta tamu undangan lainnya. Ketua KOSTI Provinsi Lampung terpilih periode 2025–2029, Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan eksistensi KOSTI di Provinsi Lampung. Menurutnya, KOSTI bukan hanya komunitas pecinta sepeda tua, tetapi juga wadah yang mempersatukan lintas generasi melalui semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap sejarah bangsa. “KOSTI berdiri bukan semata-mata karena nilai sepeda tuanya, tetapi karena kecintaan terhadap sejarah yang terkandung di dalamnya. Nilai kebersamaan, persaudaraan, serta pelestarian budaya menjadi fondasi utama organisasi ini,” ujarnya. Darmawan juga menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program, termasuk pengembangan jalur wisata dan jalur sepeda yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM serta sektor pariwisata daerah. Selain itu, KOSTI juga berkomitmen aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebencanaan. Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Menurutnya, keberadaan KOSTI memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa. Sepeda tua bukan sekadar alat transportasi masa lalu, melainkan simbol perjalanan sejarah yang menyimpan nilai perjuangan serta identitas bangsa yang perlu diwariskan kepada generasi penerus. “Pengukuhan ini bukan hanya penanda terbentuknya kepengurusan baru, tetapi juga amanah untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memajukan komunitas yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang penting bagi masyarakat,” ungkapnya. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, mendukung penguatan kolaborasi antara KOSTI, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan olahraga masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Ketua KORMI Provinsi Lampung yang diwakili Doni Harianto mengapresiasi pelaksanaan pengukuhan yang dirangkaikan dengan kegiatan Rolling Thunder sepeda tua. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menghidupkan kembali budaya bersepeda sekaligus memperkenalkan olahraga rekreasi kepada masyarakat. Menurutnya, KOSTI memiliki peran penting dalam menjaga warisan sejarah sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, aktif, dan ramah lingkungan. “Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan komunitas, serta menghadirkan kegiatan yang kreatif, edukatif, dan menarik bagi generasi muda,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum DPP KOSTI Pusat dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan memperkuat semangat pengabdian. Ia mengingatkan bahwa seluruh pengurus merupakan relawan yang bekerja atas dasar kecintaan terhadap sejarah dan budaya bangsa. Menurutnya, KOSTI harus terus berkembang menjadi organisasi yang semakin solid, kuat, dan maju melalui berbagai inovasi kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Jargon Satu Sepeda Sejuta Saudara harus menjadi semangat yang diwujudkan dalam setiap langkah organisasi. KOSTI harus menjadi rumah persaudaraan yang mampu merangkul seluruh komunitas sepeda tua dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan olahraga masyarakat serta pariwisata daerah,” tegasnya. Melalui pengukuhan kepengurusan periode 2025–2029 ini, KOSTI Provinsi Lampung diharapkan semakin berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya bangsa, mempererat persaudaraan antar komunitas, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan pariwisata. (Md/Sr)

0 Comments

Parade Wastra Pesona Kota Metro, Merajut Warisan Menenun Harapan di Usia Ke-89 Kota Metro

Semarak Hari Jadi ke-89 Kota Metro terus berlanjut melalui gelaran Parade Wastra Pesona Kota Metro yang berlangsung meriah di Samber Park, Sabtu malam. Mengusung tema “Merajut Warisan, Menenun Harapan”, kegiatan ini menjadi panggung kolaborasi antara budaya, kreativitas, dan penguatan ekonomi lokal yang melibatkan para pengrajin, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta seluruh unsur masyarakat. Ketua Dekranasda Kota Metro, Eny Sumiyati, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Metro ke-89, merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, melalui tema Pesona Kota Metro, masyarakat diajak merayakan kekayaan kreativitas daerah yang diwujudkan melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari parade wastra khas Kota Metro karya para pengrajin lokal, pertunjukan seni dan musik, hingga penyerahan sertifikat merek secara simbolis kepada pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. “Parade wastra ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam mendukung dan mempromosikan produk-produk unggulan Kota Metro. Selain itu, pemberian sertifikat merek kepada pelaku UMKM merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas,” ujar Eny. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari sponsor, komunitas seni kreatif, para pengrajin, seniman, hingga pelaku UMKM yang terus konsisten berkarya dan menjaga identitas budaya Kota Metro. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh komunitas dan elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89. Menurutnya, keterlibatan berbagai komunitas dalam penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap Kota Metro yang sangat luar biasa. Bahkan, berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga aktivitas kemasyarakatan lainnya turut mewarnai rangkaian perayaan hari jadi kota. “Warisan budaya yang kita miliki hari ini merupakan hasil karya, nilai, dan kearifan yang diwariskan para pendahulu. Tugas kita bukan hanya menjaga dan melestarikannya, tetapi juga mengembangkannya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” ujar Wali Kota. Ia menegaskan bahwa wastra Nusantara merupakan identitas budaya yang mencerminkan keberagaman, kreativitas, dan kekayaan tradisi bangsa. Melalui setiap motif, warna, dan teknik pembuatannya, tersimpan nilai filosofi serta sejarah yang patut dijaga dan dibanggakan. Lebih jauh, Wali Kota menilai pengembangan wastra tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga nilai ekonomi yang sangat besar. Kehadiran para pengrajin, desainer, pelaku UMKM, dan insan kreatif menjadi bukti bahwa budaya mampu menjadi kekuatan ekonomi yang menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, karakter, dan warisan budayanya,” tegasnya. Salah satu daya tarik utama dalam Parade Wastra Pesona Kota Metro adalah penampilan para kepala perangkat daerah bersama pasangan yang mengenakan busana berbahan batik karya pengrajin lokal Kota Metro. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan nyata terhadap industri kreatif daerah sekaligus upaya mempromosikan produk-produk lokal kepada masyarakat. Menariknya, seluruh busana yang dikenakan merupakan hasil pembelian pribadi sebagai bentuk dukungan langsung kepada para pengrajin batik Kota Metro. Langkah tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam memajukan ekonomi kreatif sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kota Metro ke-89. Parade Wastra Pesona Kota Metro tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang kreatif yang memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui semangat “Merajut Warisan, Menenun Harapan”, Kota Metro terus meneguhkan dirinya sebagai kota yang kreatif, berbudaya, dan terbuka terhadap berbagai inovasi demi mewujudkan masa depan yang lebih maju dan berdayasaing. (Md/Ag/Sr)

0 Comments

RSUD Ahmad Yani Metro Tingkatkan Budaya Pelayanan Prima Melalui In House Training

RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) Pelayanan Prima yang diikuti oleh tenaga kesehatan dan seluruh unsur pelayanan rumah sakit, Jumat, (19/06/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang profesional, ramah, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pasien. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Dr. Eko Hendro, mengatakan bahwa pelayanan prima merupakan fondasi penting dalam mewujudkan rumah sakit yang berkualitas dan dipercaya masyarakat. “Pelayanan prima bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas yang berhadapan langsung dengan pasien, tetapi harus menjadi budaya kerja seluruh insan rumah sakit. Kompetensi teknis yang baik harus diimbangi dengan sikap yang ramah, empati, komunikasi yang efektif, serta kepedulian terhadap kebutuhan pasien dan keluarganya,” ujar Eko Hendro saat membuka kegiatan. Ia menjelaskan, penerapan pelayanan prima di lingkungan rumah sakit mengacu pada prinsip 6A, yaitu Attitude, Ability, Attention, Action, Accountability, dan Appearance. Menurutnya, keenam unsur tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. “Setiap senyuman, sapaan, respons yang cepat, dan sikap profesional yang kita tunjukkan akan memberikan kesan positif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Karena itu, pelayanan yang kita berikan harus lebih baik dari yang diharapkan oleh pasien,” katanya. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berfokus pada kepuasan pelanggan. Eko Hendro turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya berharap pelatihan ini memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan mutu pelayanan di RSUD Ahmad Yani Metro. Mari kita jadikan momentum ini untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. Kegiatan In House Training Pelayanan Prima ini menjadi salah satu langkah strategis RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien. (Bsr/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Hadiri Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kota Metro Masa Bakti 2024–2029

Metro – Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., menghadiri acara Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Metro Masa Bakti 2024–2029 yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (19/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan DWP Kota Metro dari Ketua sebelumnya, Ny. Istri Sariati Kusbani, kepada Ketua baru, Ny. Erika Virlia Hariyanto. Dalam sambutannya, Ketua DWP Kota Metro Masa Bakti 2024–2029, Ny. Erika Virlia Hariyanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DWP Kota Metro. Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar tugas organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat. “Dharma Wanita Persatuan bukan hanya tentang aktivitas rutin organisasi, tetapi juga menjadi rumah bagi kreativitas, ruang penguatan kapasitas perempuan, serta jembatan untuk menghadirkan perubahan sosial yang lebih baik,” ujarnya. Ny.Erika juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DWP sebelumnya, Ny. Istri Sariati Kusbani, yang telah memimpin organisasi dengan penuh dedikasi dan memberikan fondasi yang kuat bagi keberlangsungan program-program DWP. “Program-program yang telah berjalan baik akan terus kami lanjutkan dan kembangkan, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan keluarga, pembinaan mental spiritual, pelatihan ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan produktif lainnya,” katanya. Tak hanya itu, sebagai Ketua DWP yang baru Ny. Erika mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan komunikasi, serta membangun kerja sama yang solid demi mewujudkan organisasi yang inklusif, adaptif, mandiri, dan bermanfaat bagi seluruh anggota. “Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya membutuhkan dukungan, loyalitas, ide kreatif, serta kerja sama dari seluruh pengurus dan anggota. Mari kita jadikan DWP Kota Metro sebagai organisasi yang membawa manfaat nyata bagi anggotanya,” ungkapnya. Sementara itu, Penasehat DWP Kota Metro, Ny. Eni Sumiati Bambang, mengatakan bahwa pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses regenerasi, penyegaran, dan keberlanjutan organisasi. Terlebih, Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, melalui penguatan ketahanan keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Sebagai istri ASN, kita tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga menjadi pilar ketahanan keluarga sekaligus motor penggerak sosial di tengah masyarakat,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Ny. Eni menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ny. Istri Sariati Kusbani atas dedikasi, pengorbanan, serta pengabdiannya selama memimpin DWP Kota Metro. “Banyak program kerja yang telah berjalan dengan sangat baik dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah,” ujarnya. Kepada Ketua DWP yang baru, Ny. Erika Virlia Hariyanto, ia mengucapkan selamat dan berharap kepemimpinan yang baru mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai sekaligus menghadirkan inovasi-inovasi baru yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan masyarakat. “Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka, kerja sama tim yang solid, dan kemampuan merangkul seluruh unsur pelaksana yang ada di Kota Metro,” katanya. Ny. Eni juga mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP Kota Metro untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan yang baru agar organisasi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. “Jadikan momentum serah terima jabatan ini sebagai pemacu semangat baru untuk terus belajar, berdaya, dan berdampak bagi kemajuan perempuan serta kesejahteraan keluarga di Kota Metro,” tambahnya. Dalam arahannya, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ny. Istri Sariati Kusbani atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin DWP Kota Metro. Ia menilai berbagai program yang telah dijalankan selama masa kepemimpinan sebelumnya telah memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Istri Sariati Kusbani atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin DWP Kota Metro,” ujar Bambang. Bambang juga mengungkapkan bahwa segala kebaikan dan program yang telah dilakukan akan menjadi bagian dari sejarah organisasi yang tidak akan dilupakan. “Semoga seluruh pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal saleh dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” katanya. Kepada Ketua DWP yang baru, Bambang mengucapkan selamat mengemban amanah dan berharap dapat melanjutkan capaian yang telah diraih sekaligus menghadirkan berbagai inovasi baru. “Lanjutkan catatan terbaik yang telah ditorehkan kepengurusan sebelumnya dan terus berinovasi agar DWP Kota Metro semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pesannya. Bambang juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam berkarya dan menjalankan program-program organisasi. “Jangan hanya karena ada atau tidak ada anggaran lalu semangat menjadi berkurang. Dengan kekompakan, kebersamaan, dan gotong royong, saya yakin semua program dapat dilaksanakan dengan baik,” tegasnya. Bambang menilai para anggota DWP merupakan perempuan-perempuan hebat yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan keluarga maupun pembangunan daerah. “Di balik keberhasilan seorang ASN, ada peran besar seorang istri yang selalu memberikan dukungan dan semangat. Karena itu saya yakin ibu-ibu DWP mampu menciptakan sejarah baru dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Metro,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap DWP Kota Metro dapat menjadi organisasi yang aktif melaksanakan kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menjadi contoh bagi daerah lain. “Saya ingin DWP Kota Metro berbeda dan mampu menjadi organisasi percontohan, setidaknya di tingkat Provinsi Lampung. Jika kita memiliki keyakinan, semangat, dan kerja sama yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai,” katanya. Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat sinergi, serta bersama-sama mendukung pembangunan Kota Metro menuju masyarakat yang sejahtera, bahagia, dan berdaya saing. “Selamat kepada Ketua DWP Kota Metro yang baru. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, dan mari bersama-sama memajukan Kota Metro agar menjadi kota yang semakin maju, sejahtera, dan membahagiakan masyarakat,” pungkasnya. (Yl/Yd)

0 Comments

Sekda Kota Metro Pimpin Rapat Persiapan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026

Metro – Pemerintah Kota Metro mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Aula OR Pemerintah Kota Metro, Kamis (18/06/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam rangkaian kegiatan HAN tingkat Kota Metro. Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), tokoh pendidikan sekaligus akademisi Bunda Sowiyah, forum anak, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai agenda dan rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Selain menjadi momentum perayaan, kegiatan HAN juga diarahkan sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Metro sebagai Kota Layak Anak dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anak-anak melalui berbagai program edukatif, kreatif, dan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan hak anak, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak,” ujarnya. Sementara itu, DP3AP2KB Kota Metro selaku leading sector memaparkan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama rangkaian HAN 2026. Berbagai program tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, lingkungan hidup, hingga forum anak. Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, motivasi belajar bagi pelajar, Pertemuan Ilmiah Tahunan Forum Anak, Karnaval Sehat, lomba kreativitas anak, Kampung Dongeng, penyerahan dokumen kependudukan bagi anak, hingga berbagai kegiatan edukatif dan hiburan yang berpusat pada pemenuhan hak anak. Partisipasi Kemenag, akademisi, tokoh pendidikan, serta berbagai OPD diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Kota Metro. Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap rangkaian kegiatan HAN ke-42 dapat menjadi sarana edukasi, penguatan karakter, serta wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dan mengembangkan potensi mereka. Dengan melibatkan forum anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasionalke 42 Tahun 2026 tingkat Kota Metro, dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, dengan melibatkan ribuan anak dari berbagai jenjang pendidikan dan komunitas anak di Kota Metro. Tak hanya itu, kegiatan ini bertujuan untuk penyampaian suara anak, yang menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. (Sr)

0 Comments

Staf Ahli dan Kadis Kominfotik Metro Ikuti RAPIMNAS Senkom 2026, Bahas Stabilitas Kamtibmas dan Bela Negara Menuju Indonesia Emas

METRO, Lampung – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Metro bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Senkom Mitra Polri Tahun 2026 yang diikuti secara hybrid dari Aula Polres Metro, Lampung, Kamis (18/6/2026). RAPIMNAS Senkom Mitra Polri 2026 dipusatkan di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Percepatan Peran Senkom Mitra Polri dalam Harkamtibmas, Bela Negara dan Kebencanaan guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas, Nasionalisme Tangguh dan Kedaulatan Bangsa Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan berskala nasional tersebut diikuti sekitar 750 peserta secara langsung dari 38 provinsi dan terhubung secara daring oleh sekitar 10.000 personel Senkom Mitra Polri di seluruh Indonesia melalui studio mini yang tersebar di tingkat Polda, Polres, dan Polsek. Ketua Steering Committee RAPIMNAS 2026, Lukman Abdul Fatah, menjelaskan bahwa forum nasional ini menjadi wadah konsolidasi organisasi sekaligus implementasi hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) IV Tahun 2022 ke dalam program kerja yang terukur dan berkelanjutan. “RAPIMNAS 2026 diselenggarakan untuk menjabarkan dan mengimplementasikan hasil ketetapan MUNAS IV Tahun 2022 ke dalam program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Forum ini juga menjadi sarana konsolidasi nasional guna memperkuat soliditas organisasi dalam bidang harkamtibmas, bela negara, dan kebencanaan,” ujarnya. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabareskrim, Kabaintelkam, Kabaharkam, Asisten SDM Kapolri, serta Kakorlantas. Hadir pula para pimpinan lembaga mitra strategis seperti Basarnas, BNPB, Kementerian Pertahanan, dan sejumlah kementerian terkait. Sementara itu, Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, menegaskan bahwa RAPIMNAS merupakan forum strategis tertinggi organisasi di bawah Musyawarah Nasional yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi program dan merumuskan arah kebijakan organisasi. “RAPIMNAS merupakan forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, merumuskan arah kebijakan, serta mempersiapkan berbagai keputusan penting menuju MUNAS V Senkom Mitra Polri Tahun 2027,” kata Katno Hadi. Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran Senkom dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan semangat bela negara, serta memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Ketua Organizing Committee RAPIMNAS 2026, Herlan Maulana, menambahkan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah dilakukan secara matang. Selain agenda persidangan organisasi, peserta juga memperoleh berbagai materi strategis dari Mabes Polri, BNPB, Basarnas, Kementerian Pertahanan, dan lembaga mitra lainnya. “Forum ini tidak hanya menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui materi kebijakan nasional yang disampaikan langsung oleh pejabat dan narasumber kompeten,” jelas Herlan. Keikutsertaan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta Kepala Diskominfotik Kota Metro dalam RAPIMNAS Senkom Mitra Polri 2026 menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mendukung penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, pembangunan karakter bela negara, serta peningkatan kesiapsiagaan kebencanaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. RAPIMNAS Senkom Mitra Polri 2026, diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang semakin mempererat kemitraan antara Senkom, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas kamtibmas, memperkuat ketahanan nasional, serta menjaga kedaulatan bangsa di masa mendatang. (Yd/Sr).