0 Comments

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Metro Kampanyekan Stop Perkawinan Anak, Bullying, dan Penyalahgunaan NAPZA

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Kampanye Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying, dan Sahabat Baik Anti Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) di Aula SMP Negeri 1 Metro, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diikuti para pelajar tersebut menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kota Metro, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Kampanye dimoderatori oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Metro, Diah Meirawati, yang mewakili Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso. Kampanye ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Metro untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak, remaja, serta masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai ancaman, seperti perkawinan usia anak, perundungan (bullying), dan penyalahgunaan NAPZA. Ketiga persoalan tersebut dinilai dapat berdampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, perkembangan psikologis, hingga masa depan generasi muda. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga bertujuan membangun lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak sekaligus mendorong lahirnya generasi Kota Metro yang berkualitas, berdaya saing, serta memperoleh pemenuhan hak-haknya secara optimal. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2024 tentang Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak serta Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun Anggaran 2026. Mewakili Wali Kota Metro, Diah Meirawati mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak. “Melalui kampanye ini kami ingin meningkatkan pemahaman anak-anak, remaja, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat tentang bahaya perkawinan anak, bullying, serta penyalahgunaan NAPZA. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama agar dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Ia menegaskan, kolaborasi antara DP3AP2KB, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi yang komprehensif kepada para pelajar. “Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya memahami risiko dan dampak perkawinan anak, bullying, maupun penyalahgunaan narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi edukatif, mulai dari dampak perkawinan anak terhadap kesehatan dan masa depan, bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, hingga upaya pencegahan bullying guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Melalui kampanye ini, Pemerintah Kota Metro berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kota Metro dalam mewujudkan Kota Layak Anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berprestasi di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan. (Tm/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro: PWRI Jadi Teladan Pengabdian dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Memasuki usia ke-64, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para purnabakti aparatur sipil negara, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga kesinambungan nilai pengabdian, pengalaman, dan kebijaksanaan bagi pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Metro saat menghadiri peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Metro. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pengurus PWRI, kepala OPD, camat, tokoh masyarakat, serta para anggota PWRI, di Wisma Haji Al-Khairiyah, Selasa (21/7/2026). Dalam hal ini Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota PWRI yang dinilai masih memiliki semangat pengabdian meskipun telah memasuki masa purna tugas. Menurutnya, para purnabakti ASN tersebut tetap menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan masyarakat Kota Metro.. Menurutnya, anggota PWRI menjadi teladan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena meskipun telah memasuki masa purna tugas, mereka tetap memiliki semangat pengabdian dan terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat. “Semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh anggota PWRI menjadi teladan bagi ASN yang masih aktif. Meski telah purna tugas, mereka tidak pernah berhenti berbuat baik, terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial demi kemajuan Kota Metro,” ujar Wali Kota Salah satu kegiatan yang mendapat apresiasi adalah program Jumat Berkah yang berhasil membagikan lebih dari 2.000 paket makanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dan swadaya oleh seluruh anggota PWRI. Terinspirasi dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Metro berencana menjalin kolaborasi bersama PWRI melalui program berbagi yang melibatkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Wali Kota juga berharap kondisi keuangan daerah dapat terus membaik sehingga pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap berbagai kegiatan PWRI sesuai kemampuan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Metro dan PWRI terus terjalin. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian yang selama ini ditunjukkan PWRI menjadi energi positif bagi pembangunan Kota Metro,” tutupnya. Ada moment menarik ketika peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Metro ketika Wali Kota Metro mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi putri Wakil Wali Kota Metro yang saat ini sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ajakan tersebut disambut khidmat oleh para anggota PWRI dan tamu undangan sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, serta harapan agar diberikan kekuatan, kesembuhan, dan kesehatan. Ketua PWRI Kota Metro, Ridhuwan Sory Maoen Ali, mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI bukan sekadar momentum seremonial, melainkan menjadi ajang memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian para purnabakti aparatur sipil negara (ASN) untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “Memasuki usia ke-64, PWRI terus berkomitmen menjadi wadah yang menjaga semangat silaturahmi, persaudaraan, serta pengabdian para purnabakti ASN. Walaupun telah menyelesaikan tugas kedinasan, kami percaya pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan yang dimiliki anggota PWRI masih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Metro,” ujar Ridhuwan Sory Maoen Ali. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro yang selama ini terus memberikan perhatian dan ruang bagi PWRI untuk tetap berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Peringatan HUT ke-64 PWRI Kota Metro berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan kepada para purnabakti ASN yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, negara, dan khususnya Kota Metro.(Bsr/Yd/Rm/Sr)

0 Comments

Pemkot Metro Gelar Nobar Akbar Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan dan Dongkrak Ekonomi UMKM

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar nonton bareng (nobar) akbar pertandingan Piala Dunia 2026 di kawasan depan Taman Kota Metro pada Senin dini hari (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyaksikan turnamen sepak bola terbesar di dunia secara bersama-sama sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Ratusan masyarakat tampak memadati lokasi nobar yang difasilitasi melalui layar lebar. Antusiasme warga terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai, menciptakan suasana meriah di ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Metro. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., mengatakan kegiatan nobar merupakan inisiatif Pemerintah Kota Metro sebagai bentuk dukungan terhadap antusiasme masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026. “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh kami, Pemerintah Kota Metro, dalam menghadirkan acara-acara yang dapat menyatukan kebersamaan masyarakat di Kota Metro,” ujar Ahmad Hariyanto, Senin (20/7/2026). Menurutnya, sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang sosial, usia, maupun profesi. Karena itu, momentum Piala Dunia dinilai tepat untuk menghadirkan ruang publik yang positif dan inklusif. Ia berharap penyelenggaraan nobar di Taman Kota Metro tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat interaksi sosial serta menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah kehidupan perkotaan. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap Taman Kota menjadi ruang yang mempererat silaturahmi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi,” tambahnya. Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia secara bersama-sama, kegiatan nobar juga membawa manfaat ekonomi. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan ramainya pengunjung dengan menjajakan berbagai makanan, minuman, dan produk lainnya. Pemkot Metro berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang sehat, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Dengan tingginya antusiasme warga, nobar Piala Dunia di Taman Kota Metro diharapkan menjadi agenda yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. (Bsr/Bg/Yd/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Terima Audiensi Kakanwil Kementerian HAM Lampung, Dukung Pembentukan Kampung REDAM di Dua Kelurahan

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Provinsi Lampung, Basnamara, di Ruang Kerja Wali Kota Metro, dalam rangka koordinasi pembentukan Kampung REDAM (Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian) sebagai proyek percontohan di Kota Metro, Senin (20/07/2026). Dalam audiensi tersebut disampaikan bahwa Kota Metro menjadi salah satu dari lima daerah di Provinsi Lampung yang ditetapkan sebagai pilot project Program Kampung REDAM. Di Kota Metro, program tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Rejomulyo dan Kelurahan Banjarsari. Program Kampung REDAM merupakan inovasi unggulan Kementerian Hak Asasi Manusia yang bertujuan membangun budaya damai, memperkuat ketahanan sosial, serta mengarusutamakan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di tingkat desa dan kelurahan. Program ini juga menjadi model penyelesaian konflik sosial secara damai melalui mekanisme non-litigasi dengan melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Lampung, Basnamara, mengatakan Kampung REDAM tidak hanya menjadi wadah penyelesaian konflik, tetapi juga sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. “Program ini merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat untuk mendeteksi sejak dini potensi konflik sosial sekaligus menyelesaikannya melalui pendekatan musyawarah dan perdamaian. Saat ini hanya terdapat lima lokasi pilot project di Provinsi Lampung, yaitu dua kelurahan di Kota Metro, dua desa di Kabupaten Lampung Selatan, dan satu desa di Kabupaten Pringsewu,” ujar Basnamara. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kota Metro dalam menyukseskan Program Kampung REDAM. Menurutnya, penunjukan Kelurahan Rejomulyo dan Kelurahan Banjarsari sebagai lokasi percontohan merupakan bentuk kepercayaan yang harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Pemerintah Kota Metro siap mendukung penuh pelaksanaan Program Kampung REDAM. Program ini sejalan dengan visi kami untuk membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Kehadiran Kampung REDAM diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui dialog dan musyawarah,” kata Bambang. Bambang menambahkan, tujuan Kampung REDAM selaras dengan upaya Pemerintah Kota Metro dalam menjaga stabilitas sosial melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Metro bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Provinsi Lampung akan membentuk struktur kelembagaan dan gugus tugas Kampung REDAM di tingkat kelurahan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya damai, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Hak Asasi Manusia, serta menjadikan Kota Metro sebagai contoh daerah yang berhasil membangun rekonsiliasi dan perdamaian berbasis masyarakat. (Bsr/Yd/Sr)

0 Comments

Wali Kota Metro Hadiri Peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa, Perkuat Komitmen Membangun Pendidikan Berkarakter

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa Kota Metro yang diselenggarakan pada Senin (20/7/2026). Mengusung tema “Membangun Sarana, Menyongsong Masa Depan Pendidikan yang Lebih Cerah”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pengembangan pendidikan keagamaan Buddha sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Metro. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Drs. Supriyadi, M.Pd., Ketua Pembina Yayasan Buddha Gaya Indonesia Suhu Nyanamaitri Mahasthavira, Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia Provinsi Lampung Bhante Pannajoto Thera, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Metro, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Yayasan Buddha Gaya Indonesia, para pendidik, serta tamu undangan. Ketua Pelaksana, Yuslim Suryawan dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Dhammasekha Vidya Dipa merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan sarana pendidikan yang representatif, nyaman, dan memadai bagi peserta didik. Pembangunan tersebut berhasil diselesaikan berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari panitia pembangunan, pemerintah, yayasan, para donatur, hingga dukungan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun berkat semangat kebersamaan kerja keras serta doa dari seluruh pihak seluruh hambatan dapat dilalui hingga gedung tersebut dapat diresmikan. Yuslim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan pihak yang telah memberikan bantuan berupa tenaga pikiran maupun dukungan material. Menurutnya kehadiran gedung baru ini diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik serta mendukung para tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang semakin optimal. “Semoga gedung ini menjadi awal lahirnya generasi penerus bangsa yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu Ketua Yayasan Buddha Gaya Indonesia Fenny Anggraini, menyampaikan bahwa peresmian gedung sekolah merupakan tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Buddha Gaya Indonesia untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu Yayasan Buddha Gaya Indonesia berkomitmen membangun lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, serta mampu membentuk karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Buddha Dharma. Fenny menjelaskan bahwa Dhammasekha Vidya Dipa memiliki visi menjadi lembaga pendidikan Buddhis yang berkualitas dalam keyakinan, pengetahuan, praktik, budi pekerti, bakti, dan pengamalan ilmu. Adapun misinya adalah meningkatkan keyakinan peserta didik terhadap Buddha Dharma, membentuk generasi yang berpengetahuan, berbudi pekerti luhur, serta memiliki bakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah masyarakat orang tua tenaga pendidik hingga mitra pendidikan untuk terus bersinergi memajukan Dhammasekha Vidya Dipa sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada kesempatan tersebut Fenny Anggraini turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia Pemerintah Kota Metro para donatur, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pembangunan gedung sekolah dapat terselesaikan dengan baik. Dalam sambutannya Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Gaya Indonesia beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung Dhammasekha Vidya Dipa. Atas nama Pemerintah Kota Metro ia mengucapkan selamat atas diresmikannya gedung tersebut dan berharap keberadaannya menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan Buddha sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan bangsa. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki integritas, karakter luhur, kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujar Bambang. Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, kedisiplinan, kasih sayang, toleransi, serta kebijaksanaan kepada peserta didik. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban. Menurutnya peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik yang representatif, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Wali Kota berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, dan penguatan nilai-nilai kebajikan sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Metro. Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan Gedung Dhammasekha Vidya Dipa yang menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan keagamaan Buddha. Ia menjelaskan bahwa Dhammasekha merupakan bagian dari sistem pendidikan keagamaan Buddha yang diselenggarakan secara formal sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2024 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha. Menurutnya Dhammasekha Vidya Dipa telah menyelenggarakan dua jenjang pendidikan yakni Nava Dhammasekha yang setara dengan Pendidikan Anak Usia Dini serta Mula Dhammasekha yang setara dengan Sekolah Dasar. Dalam kesempatan tersebut Dirjen Bimas Buddha juga mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Metro, khususnya dalam penguatan mutu pendidikan melalui proses akreditasi serta pemenuhan kebutuhan guru agama Buddha pada satuan pendidikan. Lebih lanjut Supriyadi menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui implementasi nilai-nilai Pancasila Buddhis secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya ajaran tersebut tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam membangun sikap menghargai kehidupan, kejujuran, integritas, toleransi, kepedulian, serta pengendalian diri. Ia juga mengajak para pendidik untuk tidak hanya menjadi pengajar tetapi juga menjadi pembimbing dan sahabat spiritual bagi peserta didik agar mampu mendampingi perkembangan karakter mereka sejak usia dini. “Melalui pendidikan yang mengedepankan moral, etika, dan nilai-nilai kebajikan, kita berharap lahir generasi yang cerdas, berintegritas, serta mampu menjadi penerus bangsa yang membawa kemajuan bagi Indonesia,” ujarnya. Sebagai puncak acara dilakukan peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI bersama Wali Kota Metro yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Peresmian ini menjadi simbol dimulainya pemanfaatan gedung sebagai pusat pendidikan keagamaan Buddha yang modern, representatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing. Melalui peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan demi menyongsong masa depan pendidikan yang lebih cerah (Md/Rma/Agg/Sr)

0 Comments

Buka Interviu EPSS 2026, Sekda Ahmad Hariyanto Dorong Penguatan Statistik Sektoral yang Berkualitas

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Ahmad Hariyanto, membuka pelaksanaan Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 dalam Program Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Metro di Aula OR Setda Kota Metro, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun penyelenggaraan statistik sektoral daerah yang berkualitas guna mendukung Sistem Statistik Nasional serta mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat, mutakhir, efisien, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam sambutannya, Ahmad Hariyanto mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa penyelenggaraan statistik sektoral merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. “Penyelenggaraan Statistik Sektoral bukan hanya menjadi tanggung jawab produsen data saja, walidata saja ataupun pembina data saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh OPD sebagai produsen data, sinergi antara BPS sebagai pembina data, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik sebagai Walidata, dan Bapperida selaku Koordinator Forum Satu Data,” ujarnya. Sinergi tersebut, menurutnya menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan berbasis data yang akurat, mutakhir, efisien, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Ahmad Hariyanto mengungkapkan bahwa pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh nilai yang baik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana kualitas tata kelola statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kota Metro telah dilaksanakan serta menjadi bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada masa mendatang. “Melalui evaluasi ini, saya memandang bahwa penilaian bukan semata-mata untuk memperoleh nilai yang baik, tetapi lebih dari itu menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana kualitas tata kelola statistik sektoral di Pemerintah Kota Metro ini telah dilaksanakan serta menjadi bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa mendatang,” ungkapnya. Sebagai Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto juga mengapresiasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi sampel dalam pelaksanaan evaluasi, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro yang telah berkomitmen mendukung penyelenggaraan statistik sektoral. “Harapan saya, seluruh catatan hasil interviu dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan kualitas data sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik,”harapnya. Kepada seluruh peserta yang mengikuti tahap interviu, Ahmad Hariyanto berpesan agar dapat memberikan informasi, penjelasan, serta bukti dukung secara objektif, terbuka, dan sesuai dengan kondisi yang telah dilaksanakan. “Jadikan proses ini sebagai momentum untuk menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam mewujudkan tata kelola data yang semakin baik,” katanya. Tak hanya itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut dan berharap proses Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang menghasilkan keluaran Indeks Pembangunan Statistik (IPS) dapat berjalan dengan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi Pemerintah Kota Metro. “Semoga proses Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang menghasilkan keluaran Indeks Pembangunan Statistik (IPS) pada hari ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan hasil yang terbaik bagi Pemerintah Kota Metro, serta semakin memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan penyelenggaraan statistik sektoral yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah hari ini juga diharapkan dapat membawa perubahan yang berdampak nyata bagi kemajuan Kota Metro,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro, Arum Purbowati, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi Pemerintah Kota Metro dalam pelaksanaan tahapan interviu EPSS Tahun 2026 yang merupakan tahun ketiga bagi Kota Metro dengan capaian Indeks Pembangunan Statistik yang terus mengalami peningkatan. Dalam laporannya, Arum Purbowati mengatakan bahwa pelaksanaan pertama Kota Metro memperoleh nilai 1,4 dan meningkat menjadi 2,67 pada tahun berikutnya dengan kategori baik, namun masih perlu ditingkatkan pada pelaksanaan evaluasi tahun ini. “Saya masih ingat pesan Pak Wakil pada pembinaan statistik sektoral beberapa waktu yang lalu agar sebisa mungkin kita dapat meningkatkan nilai dari 2,67. Mudah-mudahan dengan komitmen dari Dukcapil, Diskominfotik, serta dukungan dari Kementerian Dalam Negeri dan BPS yang terus mengawal pembinaan, kita bisa melampaui capaian tersebut,” ujarnya. Melalui sinergi seluruh pihak, Kepala BPS Kota Metro berharap Pemerintah Kota Metro mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dan memperoleh hasil evaluasi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Metro, Deddy Hasmara, menegaskan pentingnya pelaksanaan evaluasi yang dilakukan secara objektif dan transparan karrna merupakan cerminan dari kondisi yang sebenarnya dan menjadi dasar perbaikan di masa mendatang. “Kita memiliki komitmen yang sama untuk memastikan bahwa hasil evaluasi yang diperoleh benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi yang ada. Apabila masih terdapat kekurangan, hal tersebut justru menjadi bahan evaluasi agar kita mengetahui langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan ke depan. Karena itu, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi ataupun dimodifikasi, sehingga hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar yang objektif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Kota Metro,” tegasnya. Deddy juga meminta komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk melaksanakan evaluasi dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya sehingga data yang dihasilkan merupakan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. (Yl/Sr)

0 Comments

Pimpin Apel Perdana Pekan, Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah

Asisten Wali Kota Metro Bidang Administrasi Umum, Triana Aprisia, memimpin apel pagi Pemerintah Kota Metro yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (20/7/2026). Apel awal pekan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur sipil negara (ASN) terhadap nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sekaligus mengonsolidasikan pelaksanaan tugas pemerintahan. Dalam amanatnya, Triana menegaskan bahwa sebagai pelayan masyarakat, ASN dituntut memiliki dedikasi tinggi, integritas, profesionalisme, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Pada apel tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro bertindak sebagai petugas apel. Ia menyampaikan bahwa momentum apel pagi menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengingatkan seluruh perangkat daerah mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan manajemen aset daerah sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan Kota Metro. “Perlu kita sadari bersama bahwa setiap rupiah yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan amanat rakyat. Oleh karena itu, tata kelola keuangan daerah harus dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas,” ujar Triana. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari tingginya tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga dari sejauh mana anggaran tersebut mampu menghasilkan manfaat nyata (outcome) bagi masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Triana menyampaikan tiga penekanan utama yang harus menjadi perhatian seluruh kepala perangkat daerah beserta jajaran pengelola keuangan. Penekanan pertama adalah penguatan akuntabilitas dalam proses pengelolaan keuangan, khususnya pada verifikasi Surat Perintah Membayar (SPM). Ia meminta seluruh Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan ketelitian, kecermatan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Menurutnya, verifikasi dokumen dan kelengkapan administrasi belanja harus dilakukan secara cermat guna meminimalkan kesalahan administrasi maupun substansi. Selain itu, setiap pengeluaran daerah wajib memiliki dasar hukum yang jelas dan didukung bukti pertanggungjawaban yang sah serta lengkap. Penekanan kedua berkaitan dengan optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Triana menegaskan bahwa pengelolaan aset tidak hanya sebatas pencatatan administratif, tetapi juga mencakup perencanaan yang akurat, pemanfaatan secara optimal, pengamanan legalitas, hingga proses penghapusan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah selaku pengguna barang agar segera melakukan inventarisasi sekaligus pengamanan terhadap seluruh aset yang berada di bawah penguasaannya. Sementara itu, penekanan ketiga berkaitan dengan pelaksanaan subkegiatan prioritas di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Triana mengingatkan bahwa dengan pagu anggaran yang relatif terbatas, setiap kegiatan harus difokuskan pada output utama yang memberikan dampak langsung terhadap pencapaian target kinerja daerah, sekaligus mengurangi belanja pendukung yang tidak bersifat mendesak. Ia juga meminta seluruh penanggung jawab kegiatan untuk berkoordinasi secara aktif dengan fungsi perbendaharaan sebelum mengajukan dokumen pencairan anggaran. Pelaksanaan kegiatan harus disesuaikan secara bertahap mengikuti jadwal pencairan guna menjaga stabilitas dan likuiditas kas daerah, mengingat kondisi ketersediaan dana daerah saat ini masih terbatas. Menghadapi kondisi tersebut, Triana mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro untuk tetap bersabar, bijaksana, serta menjaga semangat kerja. Menurutnya, penyesuaian jadwal pelaksanaan kegiatan maupun keterlambatan pencairan anggaran bukanlah hambatan, melainkan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap seluruh perangkat daerah tetap memperkuat sinergi, menjaga komitmen, dan bekerja secara optimal agar seluruh program prioritas Pemerintah Kota Metro dapat terlaksana dengan baik meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Mengakhiri amanatnya, Triana menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN atas dedikasi dan pengabdian yang terus diberikan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh aparatur untuk terus menyatukan tekad dan langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi dan misi Pemerintah Kota Metro. (Tm/Sr)

0 Comments

2.300 Pelajar SD dan SMP Kota Metro Meriahkan Karnaval Sehat Hari Anak Nasional ke-42

Sebanyak 2.300 peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Karnaval Sehat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Metro, Minggu (19/7/2026). Kegiatan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu dipusatkan di depan Rumah Dinas Wali Kota Metro. Peserta berasal dari sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota Metro maupun Kementerian Agama. Mereka tampil semarak dengan mengenakan beragam kostum, mulai dari pakaian adat, pakaian profesi, hingga busana bertema kreativitas lainnya. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengapresiasi antusiasme ribuan peserta didik yang turut memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional melalui kegiatan tersebut.Menurutnya, Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat, cerdas, berkarakter, dan bahagia. “Melalui kegiatan Karnaval Sehat ini, kita tidak hanya mengajak anak-anak menerapkan pola hidup sehat dan aktif, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, kreativitas, kecintaan terhadap budaya, serta semangat gotong royong sejak usia dini,” ujar Bambang. Ia menegaskan, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan baik tidak dapat dibentuk secara instan ketika anak telah dewasa, melainkan harus ditanamkan sejak kecil melalui peran aktif orang tua dan guru.”Kita sebagai orang tua dan guru harus terus menanamkan, membiasakan, serta memberikan teladan dalam berbagai kebiasaan baik, tanpa melupakan pentingnya mengajarkan konsekuensi atas setiap kesalahan yang dilakukan anak,” katanya. Bambang berharap Karnaval Sehat tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk menanamkan pola hidup sehat, memperkuat karakter, melestarikan budaya daerah, serta meningkatkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Kota Metro tahun ini menerima sekitar 2.000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Malahayati yang berasal dari lima fakultas. Para mahasiswa akan ditempatkan di 22 kelurahan dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengatakan Karnaval Sehat merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai 19 Juli hingga puncak peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026. Menurut Agus, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen bangsa dalam menjamin terpenuhinya hak hidup, hak tumbuh, hak berkembang, dan hak berpartisipasi bagi setiap anak sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. “Dalam dunia pendidikan, momentum ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan etika kepada peserta didik. Kegiatan ini juga bertujuan mendorong pemerintah dan masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan pendapat, aspirasi, dan kreativitas mereka,” ujarnya. Agus mengajak seluruh orang tua, keluarga, dan masyarakat untuk terus bergandengan tangan melindungi hak-hak anak serta memastikan mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia. (Tm/Sr)

0 Comments

Kota Metro Jadi Magnet Atlet Renang Nasional, Kejuaraan Radar Metro Aquatic Open Series 3 Tahun 2026 Resmi Dibuka

Kolam Renang Tejosari dipenuhi semangat sportivitas dan antusiasme ribuan atlet saat menjadi lokasi pembukaan Kejuaraan Renang Radar Metro Aquatic Open Series 3 Tahun 2026, Jumat (17/7/2026). Ajang bergengsi yang diikuti 1.112 atlet dari berbagai daerah di Indonesia ini kembali menegaskan Kota Metro sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga renang yang diperhitungkan di tingkat nasional. Kejuaraan yang menghadirkan atlet dari Gorontalo, Makassar, Palembang, Banten, serta kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Haryanto, yang mewakili Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso. Pembukaan turut didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro, Subehi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Akuatik Indonesia Kota Metro Ibnu, perwakilan KONI Kota Metro, Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia Lampung, Ketua Panitia Hermansyah, para pelatih, ofisial, serta ratusan orang tua atlet yang memadati arena perlombaan. Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Hermansyah menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang jauh melampaui target awal. Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu atlet menjadi bukti bahwa Radar Metro Aquatic Open Series telah berkembang menjadi salah satu agenda kejuaraan renang yang mendapat perhatian luas dari komunitas olahraga nasional. Hermansyah menjelaskan bahwa kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet renang Kota Metro menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Lampung Tahun 2026. “Event ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung seleksi ketat bagi atlet-atlet andalan Metro menuju PORPROV 2026. Kami optimistis dengan kehadiran atlet nasional asal Metro seperti Bona Emanuel Simon Junta dan Delena, capaian prestasi kita di PORPROV mendatang akan melampaui raihan tiga medali emas pada tahun 2022,” ujar Hermansyah. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Haryanto mewakili Wali Kota Metro dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Metro sebagai tuan rumah kejuaraan renang berskala nasional. Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga seperti ini membuktikan bahwa Kota Metro memiliki kapasitas untuk menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus destinasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga. Ia menegaskan bahwa meskipun Kota Metro tidak memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tambang maupun wilayah laut, daerah ini memiliki modal besar berupa kualitas sumber daya manusia yang unggul serta semangat masyarakat dalam mengembangkan dunia olahraga. “Olahraga merupakan sarana terbaik dalam membentuk karakter. Melalui olahraga, kita belajar tentang sportivitas, kerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan keikhlasan menerima setiap hasil pertandingan. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” ujar Ahmad Haryanto. Lebih lanjut, ia menilai penyelenggaraan kejuaraan dengan ribuan peserta tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga peserta dari berbagai wilayah diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Metro. “Kami sangat bangga karena kompetisi ini mendatangkan ribuan pengunjung yang memberikan dampak langsung terhadap geliat ekonomi kreatif dan wisata kuliner di Kota Metro. Bersama Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga agar Kota Metro semakin siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala regional maupun nasional,” tegasnya sebelum secara resmi membuka kejuaraan. Pemerintah Kota Metro berharap Radar Metro Aquatic Open Series dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan atlet usia dini, sekaligus sarana meningkatkan jam terbang para perenang muda. Konsistensi penyelenggaraan event seperti ini diyakini akan memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Kota Metro dan melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Radar Metro Aquatic Open Series tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol berkembangnya olahraga renang di Kota Metro. Kejuaraan ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing melalui pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah. (Md/Ilm/Ang/Sr)

0 Comments

HUT ke-64 PWRI Metro Bagikan 1.500 Nasi Kotak dan Gelar Senam Bersama

Pensiun bukan berarti berhenti mengabdi. Semangat itulah yang ditunjukkan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Metro dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI dengan menggelar kegiatan Jumat Berkah berupa pembagian 1.500 Nasi Kotak dan senam bersama di Jalur Lambat Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama jajaran Pemerintah Kota Metro dan pengurus PWRI Kota Metro. Selain menjadi momentum berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa para purnabakti aparatur sipil negara masih terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ketua PWRI Kota Metro, Ridhuwan Sory Maoen Ali mengatakan, rangkaian peringatan HUT PWRI ke-64 telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan anggota PWRI, baik di tingkat daerah maupun provinsi. “Kemarin kami juga sudah mengikuti lomba di tingkat provinsi. Tenis meja kita berhasil meraih juara satu dan menjadi juara umum baik putra maupun putri. Hari ini juga berangkat 15 orang untuk mengikuti lomba paduan suara. Ini luar biasa kegiatannya,” ujarnya. Ridhuwan Sory Maoen Ali juga mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan HUT PWRI ke-64 ini juga akan dilanjutkan dengan lomba karaoke yang akan digelar pada 18 Juli mendatang. “Besok tanggal 18 ada karaoke di Semilir. Karena dulu waktu muda Bapak-Ibu ini belum ada karaoke, yang ada kerokan,” ujarnya disambut tawa para peserta. Dalam laporannya, Ketua PWRI Kota Metro, Ridhuwan Sory Maoen Ali, menyampaikan bahwa sebanyak kurang lebih 1.500 nasi kotak juga akan dibagikan pada hari ini kepada masyarakat dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut. “Salah satunya bantuan tersebut berasal dari sedekah pribadi Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang disalurkan secara non-APBD, sedekah dari Salma Travel yang merupakan usaha milik Wali Kota Metro di bidang penyelenggaraan perjalanan ibadah haji dan umrah, serta dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak lainnya,”jelasnya. Menurutnya, dipilihnya lokasi kegiatan di kawasan Masjid Agung Taqwa yang berada di pusat pemerintahan Kota Metro memiliki makna tersendiri bagi para anggota PWRI yang sebagian besar telah mengabdikan diri sejak Kota Metro masih menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Tengah. “Mereka ini dari zaman Lampung Tengah sudah mengabdi di sini. Pengabdian itu tidak boleh putus setelah menjadi Kota Metro. Kami ingin mereka tetap nostalgia, tetap cinta dengan Metro, cinta dengan Pemerintah Daerah dan cinta dengan Wali Kotanya,” ungkapnya. Diakhir laporannya, Ridhuwan Sory Maoen Ali berharap Wali Kota Metro dapat ikut berpartisipasi untuk menyerahkan bingkisan kepada masyarakat yang lewat dan mengikuti senam bersama anggota PWRI Kota Metro. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas berbagai kiprah dan kontribusi PWRI Kota Metro yang terus aktif berkegiatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun telah memasuki masa purnatugas. Ia menilai, PWRI menjadi contoh bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan kesempatan untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama. “Kami sebagai kepala daerah merasa bangga dan sangat bahagia dengan berbagai kiprah kegiatan yang sudah dilakukan PWRI. Semoga di usia yang ke-64 tahun ini PWRI semakin memberikan contoh yang baik bagi kita semuanya,” ujarnya. Bambang juga memberikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan oleh para anggota PWRI dan patut menjadi teladan bagi aparatur sipil negara yang masih aktif bekerja. “Rasanya malu ketika senior-senior kita yang sudah memasuki masa pensiun, yang mestinya menikmati usia pensiun, justru tidak pernah berhenti untuk bergerak dan senantiasa berbuat kebaikan. Ini bisa menjadi contoh bagi kita semuanya,” katanya. Diharapkan, usia panjang yang dianugerahkan kepada para anggota PWRI menjadi anugerah yang penuh keberkahan serta senantiasa dimanfaatkan untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga benar-benar merupakan umur panjang yang barokah, yang senantiasa digunakan untuk berbuat kebaikan dan pada akhirnya menjadi wasilah kita semua untuk meraih husnul khatimah,” ucapnya. Wali Kota Metro juga menegaskan bahwa partisipasinya dalam pembagian nasi kotak merupakan sedekah pribadi dan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. “Alhamdulillah, saya bersyukur dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebagaimana disampaikan oleh Pak Ketua PWRI, bantuan yang diberikan sepenuhnya berasal dari dana pribadi dan bukan dari APBD. Mudah-mudahan ikhtiar kecil ini dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan dalam hidup dan kehidupan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Sebagai pembina organisasi, ia pun memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kota Metro serta dapat terus mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat. “Semoga dalam saya memimpin ini Allah memberikan kesehatan, kekuatan dan kami ingin bersama-sama mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Metro yang kita cintai. Semoga ke depan Metro senantiasa sejahtera dan semuanya bahagia,” ungkapnya. Selain itu, Bambang turut menyampaikan perkembangan kerja sama Pemerintah Kota Metro dengan Universitas Malahayati melalui program Kuliah Kerja Lapangan-Pengabdian kepada Masyarakat (KKL-PPM) yang melibatkan 2.200 mahasiswa dari lima fakultas dan ditempatkan di 22 kelurahan di Kota Metro. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan, Teknik, Hukum, dan Ekonomi yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan serta perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan. “Semoga ini juga bisa memberikan arti khusus dan menambah perkembangan serta menghidupkan ekonomi di kelurahan masing-masing. Mudah-mudahan pada saat tertentu kita juga bisa mengundang anak-anak yang sedang mengikuti KKL-PPM untuk melaksanakan kegiatan bersama PWRI,” pungkasnya. (Yl/Yd)