Walikota Metro mendatangi kediaman ibu Nanik yang mendapatkan bantuan CSR bedah rumah dari RS Mardi Waluyo, Senin (30/08/2021). Selaku Direktur RS Mardi Waluyo Metro, Budiono, mengatakan di setiap masing-masing program memberikan CSR untuk masyarakat. “Saat ini kami memberikan bantuan berupa bedah rumah di kediaman ibu Nanik yang berlokasi di belakang Disporapar Kota Metro. Semoga menjadi berkat bagi Kota Metro terutama bagi ibu Nanik,” ungkapnya. Masih menurut Direktur, “Bantuan yang kami berikan berupa renovasi rumah terhadap atap rumah sampai selesai, dengan estimasi mencapai 30 juta lebih, dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang membutuhkan. Program seperti ini setiap tahunnya ada, dan telah kami lakukan sebanyak 1 atau sampai 2 kali dalam setahun melihat dari situasi,” terangnya. Pada kesempatan yang sama, Walikota Metro Wahdi juga menyampaikan, bahwa Pemerintah mengapresiasi sebaik-baiknya, terhadap bantuan CSR yang telah diberikan dari RS Mardi Waluyo tersebut melalui Dinas Sosial Kota Metro. “Dengan hal tersebut, diharapkan juga kegiatan ini tidak terselenggara hanya satu kali, melainkan dapat berkelanjutan, semoga bantuan ini sangat bermanfaat dalam membangun Kota Metro bersama-sama, dan bermanfaat bagi masyarakat yang mendapatkan,” ucapnya. (cv/la).
Walikota Metro Wahdi Hadiri Forum Diskusi Ilmiah Masyarakat
Walikota Metro menghadiri Forum Diskusi Ilmiah Masyarakat (FODIM) bersama Pimpinan PK IMM FH UM Metro dan DPD GEMMA dengan tema Teladan Gotong Royongan Masyarakat Di Tengah Pandemi, di Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro, Senin (30/08/2021). Walikota Metro Wahdi secara langsung membuka acara Forum Diskusi Ilmiah Masyarakat (FODIM) tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan forum diskusi ilmiah ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam membangun Kota Metro demi terwujudnya Kota Metro berpendidikan, Sejahtera dan Berbudaya. Pemerintah Kota Metro telah melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19. “Kami telah berupaya mempercepat pelaksanaan Testing, Tracing, Treatment (3T), untuk membangkitkan ekonomi di masa pandemi ini bukanlah perkara yang mudah, diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik dari pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha,” paparnya. Lanjutnya, melalui forum diskusi ilmiah merumuskan permasalahan atau kendala guna menciptakan program agar mampu menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi daerah Kota Metro. “Dengan forum ini, diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Kota Metro dalam pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 terkait dengan penyediaan lapangan kerja atau peluang usaha baru yang dapat disediakan bagi masyarakat Kota Metro,” jelasnya. (cv/la).
Wakil Walikota Metro Meninjau Simulasi PTM di Sejumlah Sekolah di Kota Metro
Wakil Walikota Metro bersama dengan Sekda Kota Metro meninjau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah jelang pemberlakuan belajar tatap muka, Senin (30/08/2021). Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman mengatakan, Pemerintah Kota Metro melaksanakan simulasi tata cara PTM kepada sekolah-sekolah dengan melakukan edukasi mulai dari PAUD, TK, kemudian SD dan SMP. “Simulasi belajar tatap muka dilakukan di tiap sekolah jelang pembelajaran yang akan datang. Simulasi ini dilakukan sekaligus agar guru dan siswa menjadi terbiasa dalam pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 nantinya,” ungkapnya. Pembelajaran tatap muka disimulasikan di tiap sekolah agar murid dan guru bisa berinteraksi secara mudah. Simulasi pembelajaran ini juga mengajarkan agar setiap murid tidak terjadi Learning Loss yaitu situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan. Sementara itu, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo mengatakan, bahwa simulasi tersebut sudah sesuai dengan penerapan protokol kesehatan. Kapasitas kelas juga sudah sesuai, yakni 50 persen dari jumlah siswa. Selain itu, hanya ada empat mata pelajaran, sehingga tidak ada istirahat, dan para siswa langsung pulang, serta memastikan sampai di rumahnya masing-masing. “Simulasi harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan, sehingga diharapkan para siswa dan tenaga pendidik harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Covid-19 ini masih ada, walaupun di Kota Metro ini kondisinya menurun dan masih membaik. Harapannya adik-adik bisa kembali belajar tatap muka dengan lancar, dan nantinya sekolah-sekolah di Kota Metro juga bisa dibuka kembali,” tuturnya. Lanjutnya, Sekda mengatakan Pemerintah Kota Metro akan terus berkeliling untuk memastikan sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka-benar mematuhi protokol kesehatan, agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Namun justru menjadi pelopor masyarakat, pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Sambung Wakil Walikota, nantinya pada saat belajar tatap muka dimulai maka lebih baik diadakan di ruang terbuka. Selanjutnya, siswa dapat masuk kelas dengan terlebih dahulu mencuci tangan dan sebelum memasuki sekolah sudah memakai masker serta menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, jalur masuk dan jalur keluar bagi siswa berada pada arah berbeda yang disiapkan oleh guru. Ia pun meminta agar di tiap sekolah disiapkan ruang isolasi bagi siswa yang memiliki gejala sakit atau demam untuk dilakukan pemeriksaan. Qomaru juga menambahkan, dalam satu ruangan kelas SD dan SMP hanya diisi oleh 15 orang siswa dari kapasitas total siswa 40 orang. Sedangkan untuk satu ruangan kelas PAUD dan TK diisi hanya 5 orang. Waktu pembelajaran sendiri dibatasi untuk siswa SD perkelas hanya 2 jam, sedangkan siswa SMP 3 jam. “Di kelas maksimal 15 orang, jadi apabila biasanya 40 orang maka dilaksanakan menjadi 3 kelompok pembelajaran hanya 15, 15, 10. Jadi satu kelas 40 dibagi tiga kelompok agar tidak terjadi penumpukan di dalam kelas, kecuali untuk PAUD dan TK hanya 5 orang di dalam kelas, pembelajaran untuk SD dilaksanakan selama 2 jam dan untuk SMP 3 jam pelajaran,” katanya. Imbuhnya Qomaru mengatakan bahwa pelaksanaan simulasi PTM di TK Negeri Pembina Metro Barat dan SDN 11 Metro Pusat relatif berjalan dengan baik. Para siswa sudah menerapkan protokol kesehatan dengan dipantau langsung oleh para guru. (ag/ins)
Walikota Metro Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Almarhum dr.Soeradi Soedjarwo, Sp.S
Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin, berikan penghormatan terakhir dan melepas Almarhum dr. Soeradi Soedjarwo, Sp.S di RSUD Jend A Yani Metro. Almarhum merupakan dokter spesialis saraf yang meninggal dunia tadi malam pukul 21.15 WIB. “Saya disini menyampaikan kepada sejawat almarhum, kepada teman-teman seperjuangan almarhum, bahwa beliau sosok orang yang sangat kita cintai, yang juga telah mengabdi di RSUD Jend A Yani Metro. Di masa pandemi ini juga beliau masih menangani dan mengkaryakan apa yang didapat ilmunya selama ini,” ucapnya. Wahdi berpesan, kepada teman sejawat dokter, perawat, tenaga kesehatan secara keseluruhan, dan keluarga besar almarhum untuk tetap menjaga kesehatan kita dan tentunya selalu berdoa. “Kami atas nama Pemerintah Kota Metro, mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang tidak terukur terhadap almarhum dan juga keluarga yang selalu mendampingi almarhum di semasa hidupnya. Dan kami selalu mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT atas amal dan ibadahnya,” tutup Walikota Metro.
Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Kota Metro Tahun 2021
Walikota Metro menghadiri Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Kota Metro Tahun 2021, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Sumbersari Bantul, Sabtu (28/08/2021). Pada acara tersebut turut hadir juga Wakil Walikota Metro, dan Sekda Kota Metro beserta jajaran yang ikut menyaksikan Grand final Muli Mekhanai Kota Metro. Adapun peserta Muli Mekhanai yang berkompetisi dalam ajang tersebut terdiri dari utusan umum, perguruan tinggi, dan sekolah menengah atas, dengan jumlah sebanyak 30 peserta dari 15 Muli dan 15 Mekhanai. Dalam kesempatannya Walikota Metro Wahdi mengapresiasi atas terselenggaranya Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Kota Metro Tahun 2021. “Terselenggaranya kegiatan ini tentu Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas terlaksana kegiatan Grand Final pemilihan Muli Mekhanai Kota Metro Tahun 2021 yang diselenggarakan dengan baik, dan tentu tidak lepas dari protokol kesehatan,” jelasnya. Lanjutnya, sebagai salah satu kota yang berada di Provinsi Lampung tentunya diperhitungkan juga dalam semua aspek kegiatan utama dalam pemilihan, tentu harapannya didalam kegiatan ini akan menghasilkan perwakilan yang dapat mengharumkan nama Kota Metro di ajang tingkat Provinsi, tentunya dengan menyampaikan potensi wisata, potensi budaya yang ada, kearifan lokal, serta karya-karya yang bisa dihasilkan. Sesuai dengan visi Kota Metro yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya ini memiliki nilai-nilai yang harus dipegang. “Dengan ini saya berpesan, tentu dalam pemilihan lakukanlah dengan sebaik-baiknya dan yang terpilih betul-betul menjaga nilai-nilai budaya akhlakul karimah dalam segala aktivitas. Wahdi juga menambahkan, ini merupakan peluang dan kesempatan baik bagi peserta, dan lakukan dengan sebaik-baiknya supaya dapat menghasilkan Muli Mekhanai yang betul-betul hebat, dan menjadi salah satu generasi Kota Metro yang hebat. “Saya berharap juga nanti yang mendapatkan peringkat juara benar-benar harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam ajang Provinsi dan tentu pada kesempatan ini, saya mengharapkan dukungan dari semuanya, tidak hanya dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata saja,” ucapnya.(gt/la)
Penambahan Kasus Baru Konfirmasi Covid-19 di Kota Metro Sebanyak 12 Orang
Tanggal 28 Agustus 2021, terdapat penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Metro, yakni sebanyak 12 kasus baru, diantaranya P2561; RIL, 43th dan P2562; S, 63th, merupakan suami istri warga Imopuro Metro Pusat Kota Metro. P2563; S 56 th dan P2564; P58 th Yakni suami istri warga Margodadi Metro Selatan Kota Metro. P2565; AS, 41th warga Tejoagung Metro Timur Kota Metro. P2566; H 72 th warga Banjarsari Metro Utara Kota Metro. P2567; LA,13th warga Banjarsari Metro Utara Kota Metro. P2568; MR L 26th dan P2569; OM, 25thP adalah suami istri warga Purwoasri Metro Utara Kota Metro. P2570; AP, 34th warga Yosorejo Metro Timur Kota Metro. P2571; M, 30th warga Mulyojati metro barat Kota Metro. P2572; BS, 54th Warga Yosomulyo Metro pusat Kota Metro. Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.
Pemerintah Kota Metro Terima CSR Bank Eka
Pemerintah Kota Metro menerima bantuan CSR dari Bank Eka Kota Metro berupa Alat Pelindung Diri (APD) di Halaman Pemkot setempat, Jumat (27/08/2021). Dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo secara langsung terima bantuan APD sejumlah 500 paket dari Bank Eka. Dimana berdasarkan keterangan Dari Lukito Sari selaku Direktur Kepatuhan Bank Eka, mengatakan bantuan ini diberikan dalam rangka HUT Bank Eka yang ke-49. Dan rasa pedulinya kepada tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Kota Metro. (Sr)
Wahdi Bersama Anggota DPD RI Jihan Kunjungi Rumah Cagar Budaya Dokter Swoning
Walikota Metro dampingi sekaligus menghadiri kerja bakti dan pengambilan gambar dokumenter anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela, di Rumah Cagar Budaya Dokter Swoning, Jumat (27/08/2021). Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela mengapresiasi Pemkot Metro, yang menjadi pemerintahan satu-satunya yang mendukung penuh untuk menghidupkan kembali rumah cagar budaya, yang meski di tengah pandemi tidak ada ruang untuk tidak bersyukur. “Tujuan kedatangan kami kesini, selain silaturahmi dan mengunjungi rumah cagar budaya, juga untuk menyerahkan buku secara simbolis kepada rumah cagar budaya. Kami pun mewakili DPD RI, bersiap untuk mengawal rumah cagar budaya sampai menjadi Museum di Kota Metro. Untuk itu kami minta dukungan agar relawan sejarah tidak pasang surut semangatnya,” katanya. Walikota Metro Wahdi mengharapakan dengan adanya kunjungan semoga kerja sama antar daerah, Provinsi dan Pusat dapat bersinergi dalam pembangunan, serta dapat memberikan cerita kepada DPD RI tentang gambaran rumah cagar budaya yang cukup bersejarah bagi Kota Metro. “Kita memang membutuhkan satu tempat untuk bercerita tentang sejarah rumah pertama di Kota Metro. Dari sinilah cagar budaya semua sejarah masa lampau tentang titik Kota Metro akan diceritakan kembali. Dengan tujuan agar anak-anak penerus bangsa di Kota Metro tidak buta akan sejarah daerah sendiri,” ujarnya.(cv/nv)
Pemkot Metro Siapkan Simulasi Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Walikota Metro Wahdi tinjau persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi jelang pembukaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Xaverius, Jumat (27/08/2021). Adapun tujuan simulasi tersebut dilaksanakan sebagai persiapan saat PTM dapat diberlakukan di Kota Metro. Untuk waktu simulasi dilaksanakan mulai 24 Agustus hingga 2 September 2021 mendatang. Dengan catatan jumlah guru atau tenaga kependidikan yang diperbolehkan mengikuti simulasi di sekolah maksimal hanya 25 %. Wahdi mengimbau, sebelum PTM diterapkan diharapkan vaksinasi tenaga pendidik/guru sudah mencapai lebih dari 90 %. “Kita pastikan vaksinasi untuk tenaga pendidik di Kota Metro sudah mencapai 90%. Meskipun pemberlakuan PTM nantinya masih dilakukan secara bertahap,” kata Wahdi (cv/nv)
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BPJS Dengan Pemerintah Kota Metro
Pemerintah Kota Metro melakukan kerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Metro, terkait kepesertaan program Kesehatan Nasional bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemkot Metro. Acara yang berlangsung di Guest House, Walikota Metro Wahdi dan Wahyudi Putra Pujianto Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro, tanda tangani adendum perjanjian kerja sama, Jumat (27/08/2021). Kepala Dinas Kesehatan Erla Andrianti dalam laporannya menyampaikan, dengan adanya perubahan peraturan yang ke dua, maka diperlukan perubahan yang sesuai dengan peraturan pemerintah kota. “Adapun nilai anggaran perjanjian dalam satu tahun tersebut sebesar Rp. 12.164.000.000 (Dua belas milyar seratus enam puluh empat juta rupiah). Dimana dana ini diperuntukan untuk pendanaan kurang lebih 35.000 jiwa penduduk Kota Metro,” jelas Erla. Tambahnya, Erla mengatakan Pemerintah Kota Metro memiliki target sebesar 86%, yang pada saat ini baru mencapai 83%, penduduk Kota Metro yang masuk dalam jaminan kesehatan daerah. Walikota Metro Wahdi mengatakan dengan penandatanganan adendum perjanjian kerja sama ini terkait kepesertaan program Kesehatan Nasional, bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemkot Metro. Maka Pemkot dan BPJS Kesehatan telah membuat langkah baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih dimasa pandemi seperti saat ini. “Mari kita bergotong- royong dalam membantu masyarakat yang memerlukan Jaminan Kesehatan, serta bersama mewujudkan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional dengan pelayanan yang terbaik. Tolong juga diperhatikan visi Kota Metro dengan nilai-nilai jangka waktu yang akan tercapai melalui satu misi, namun tetap pikirkan semua tindakan untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro Wahyudi Putra Pujianto, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Metro, dimana esensi dari penandatanganan untuk peserta BPJS kesehatan yang sudah dibiayai oleh APBD Kota Metro dapat aktif sampai dengan Desember 2021. “Adapun potensi untuk penambahan target RPJMD tahun 2021 dapat terlampaui untuk mencapai target 98 % yang saat ini masih di angka 83%. BPJS kesehatan selaku mitra Pemkot mengupayakan penambahan dari segmen keluarga pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah. Sehingga dari upaya ini mampu memudahkan Pemkot untuk mencapai target di tahun 2024, yang tidak hanya mengandalkan APBD Kota Metro,” katanya. Lebih lanjutnya, BPJS Kesehatan mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan jaminan kesehatan dengan pelayanan bermutu, yang salah satunya melakukan penyesuaian iuran kesehatan bagi segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal dengan segmen peserta mandiri. Sebagaimana UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dengan tegas dinyatakan bahwa urusan kesehatan merupakan urusan yang bersifat wajib dilaksanakan. “Semoga segala sesuatunya dimudahkan dalam mencapai target di tahun 2024, yang berkaitan dengan arahan dan Instruksi Walikota terkait BPJS kelas III yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Untuk yang ingin mempergunakan kesempatan ini, akan dilayani oleh BPJS dengan maksimal sesuai ketentuan yang ditetapkan,” tuturnya. (nv/cv)