Minggu berbagi, Pemerintah Kota Metro melakukan giat bantuan logistik dan sembako bagi warga dan pedagang di Kelurahan Yosodadi dan Yosorejo, (18/07/2021). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigran, Sekretaris Camat Metro Timur dan para Lurah Metro Timur, Bhabinkamtibmas, anggota Satgas Covid-19 Kelurahan dan anggota KTN setiap kelurahan. Acara yang berlangsung pukul 08.30 waktu setempat ini, ditujukan kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dan pedagang kaki lima yang terdampak PPKM diperketat. Dalam kesempatan ini, diharapkan bantuan yang diberikan mampu sedikit meringankan dampak pandemi, terutama bagi warga yang isolasi mandiri yang terbatas untuk bepergian. (Sr)
Tim Cyber Buru Pembuat Video Hoaks Kericuhan Pedagang Dengan Aparat
Masyarakat Kota Metro dihebohkan dengan beredarnya video kericuhan para pedagang dan aparat, yang diduga berlokasi sekitaran terminal Kota Metro. Dimana video tersebut bertuliskan “Di Terminal Metro Pusat”. Video berdurasi 30 menit itu disebar melalui media sosial seperti grup-grup di WhatsApp sejak Kamis sore (14/7/2021). Dalam menyikapi hal ini, Kepala Satpol PP yang terwakili Kabid Penegakan Perda Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Metro, Yoseph Nenotaek, STTP, mengatakan semua pedagang terlihat aman-aman saja dan sibuk dengan aktifitasnya. ” Tidak ada kejadian sebagaimana isi video yang disebarkan, situasi aman kondusif. Dengan beredarnya video tersebut, pihak TNI Polri melalui Tim Cybernya sedang melacak si pembuat dan penyebar video hoaks. Kami yakin nanti akan terbongkar. Kita tunggu saja hasilnya,” ujar Yoseph. (Sr)
Kota Metro Raih 17% Capaian Vaksinasi Tertinggi di Lampung
Sasaran vaksinasi di Kota Metro sudah mencapai 17% dari 126 ribu sasaran vaksinasi. Capaian ini merupakan tertinggi di Provinsi Lampung dari Kabupaten/Kota yang lain. Hal ini diungkapkan, Walikota Metro, dr.H.Wahdi,Sp.OG(K), Jumat (16/7/2021). “Alhamdulillah sasaran vaksin ada 126 ribu orang sasaran dan sudah mencapai 17% tercatat sampai hari ini, Jumat 16 Juli 2021. Tentunya Pemerintah Kota Metro mengucapkan terimakasih kepada seluruh Forkopimda yang sudah terlibat,” katanya. Wahdi juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas kesadarannya untuk melakukan vaksinasi. Dengan harapan selain vaksinasi terus ditingkatkan, kesadaran masyarakat terhadap penerapan Protokol Kesehatan (Protkes) juga harus tetap ditingkatkan. “Masyarakat harus tetap patuh pada Protkes. Diharapkan masyarakat terus bersabar sampai tanggal 20 Juli, karena instruksi PPKM Mikro diperketat. Mudah-mudahan setelah tanggal 20 Juli, zona kita menurun lagi,” katanya. Di samping itu, Wahdi menjelaskan, kekompakan antara Pemerintah Kota Metro, TNI dan Polri serta Forkopimda yang lain, merupakan kunci sukses dalam penanganan Covid-19 ini. “Tentunya permasalahan Covid-19 harus diatasi dengan bersama-sama. Terkait ketersediaan oksigen, kami juga terus berkoordinasi agar ketersediaan oksigen tetap terjaga,” katanya. Pemerintah Kota Metro juga membuat tim pengendalian dengan berbagai macam fungsi. Diantaranya ada tim Monev KTN, Tim siaga Oksigen Metro (OM), Tim Data Olah Lapor (DOL), hingga Tim Pemantau Pengendalian Obat dan Plaasma Rekonvalense untuk memantau ketersediaan dan keterjangkauan obat. Walikota Metro Wahdi, juga menyinggung terkait ibu hamil dengan reaktif Covid-19 untuk tidak khawatir, akan ditangani di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Kota Metro. “Kepada ibu hamil yang reaktif Covid-19, jangan khawatir tidak diberikan tindakan. Tentunya rumah sakit akan menerima ibu hamil tersebut, sampai dengan tindakan persalinan,” tutur Wahdi. (Ys)
Pemkot Metro Adakan Rapat Forum CSR, Terkait Penanganan Covid-19
Pemerintah Kota Metro melakukan rapat forum Coorporate Social Responsibility (CSR) tahun 2021, yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Walikota, Jumat (16/07/2021). Rapat yang bertujuan untuk menginformasikan situasi terkini Covid-19, terkait pencegahan Covid-19, mengetahui kondisi dunia usaha saat ini dan dukungan dunia usaha. Pelaku usaha yang hadir diataranya dari PT. Sinar Jaya Inti Mulya, PT. Sekawan Chandra Abadi Metro, Bank Eka Bumi Artha dan pelaku usaha lainnya secara virtual. Bantuan melalui CSR dari PT. Sinar Jaya Inti Mulya berupa APD dan uang tunai 100 juta. Sementara pelaku usaha lainnya, akan memberikan bantuan berupa APD. Walikota Metro Wahdi mengatakan pandemi selama 16 bulan ini sangat berdampak banyak terutama kepada masyarakat di sektor perekonomian. “Saat ini kasus mengalami peningkatan hingga level 2 (dua). RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro merupakan rujukan regional 2 yang menampung pasien dari daerah lain seperti Kabupaten Mesuji, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. Lanjutnya, Wahdi menegaskan status PPKM di Kota Metro diperketat, yang artinya krisis. Kondisi sekarang terdapat 3 daerah yang berzona merah di Lampung diantaranya, Lampung Timur, Pesawaran dan Pringsewu. “Terlebih lagi pemerintah pusat menambah kebijakan kepada 43 kota di Indonesia, termasuk Bandar Lampung dan Kota Metro. Kita ingin segera pulih dan terlepas dari masa transmisi. Semua rumah sakit membuat kebijakan yang melindungi tenaga kesehatan, karena para garda terdepan sudah dalam kondisi kelelahan berat,” kata Wahdi. Wahdi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang akan diberikan. Dan meningatkan para pelaku usaha untuk terus melakukan screening kepada karyawan dan memperketat prokes. Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, mengharapkan adanya partisipasi pelaku dunia usaha untuk memberikan sembako, peminjaman tabung oksigen dan vitamin kepada KTN di Kota Metro. “Saya juga minta kepada pelaku usaha untuk melaporkan terkait karyawan yang sudah divaksin dan dirapid antigen kepada Kementerian Kesehatan. Untuk bantuan ini juga akan kami laporkan kembali ke Kementerian Perekonomian setelah Idul Adha,” jelas Bangkit. Asisten II Pemerintah Kota Metro Yeri Ehwan, menjelaskan tentang kondisi terkini Covid-19 di Kota Metro sudah ada gambaran umum baik dari sisi pencegahan dan penanganan. Tanggal 10 April 2021 pada tingkat RT di Kelurahan Tejoagung, Purwoasri, Margorejo dan Purwosari sudah melakukan kegiatan pencegahan Covid-19 dengan melibatkan seluruh masyarakat dengan membagikan logistik dan masker. “Hampir seluruh rumah sakit di Kota Metro sudah melakukan secara maksimal dalam penanganan. Pasien Covid-19 yang berasal dari daerah kita mencapai 10-15 persen,” ungkap Yeri. Tambahnya, terkait status di PPKM Mikro Diperketat, Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro sudah melakukan penyekatan di 12 titik. “Hal ini bertujuan untuk menekan dan membatasi mobilitas warga . Yang terpenting, kondisi sekarang dilakukan guna menyelamatkan warga dan semua pihak, untuk segera memulihkan kondisi,” ujar Yeri. (Gt/Tm)
Pemerintah Kota Metro Melakukan Operasi Yustisi Dalam Rangka PPKM Diperketat
Walikota Metro didampingi Sekda Metro, Kapolres Metro, Dandim 0411/KM, beserta anggota Polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan Giat Operasi Yustisi untuk mengecek penyekatan dan pemberlakuan PPKM diperketat di Kota Metro, Rabu, Pukul 21:00 WIB (14/07/21). Operasi dimulai dari Masjid Taqwa Kota Metro, menuju Lapangan Samber, Iringmulyo Kampus, perbatasan Metro Timur, Jl. A.H Nasution dan Jl. Hasanuddin. Pada kesempatan ini, Wahdi mengatakan ada beberapa titik yang harus diperhatikan seperti daerah Kampus, dan Lapangan Samber. “PPKM sekala mikro harus diperketat karena angka kematian di Kota Metro saat ini cenderung meningkat. Semoga dengan melakukan penyekatan di perbatasan Kota Metro dan di beberapa titik membawa dampak lebih baik. Kemudian setiap warga luar yang masuk ke Metro, harus membawa hasil rapid antigen guna keselamatan warga Metro,” ungkap Wahdi. Wahdi juga menyampaikan pencapaian vaksin saat ini cukup tinggi, rata-rata mencapai 9% untuk wilayah Lampung, dan saat ini sudah masuk 14%, pelan-pelan di 15%. “Kita mau Herd Immunity terjadi di Kota Metro, dengan cara memperkuat PPKM di tingkat RT. Oleh karena itu, saya imbau masyarakat agar selalu menggunakan masker dan mencuci tangan, agar menutup transmisi penyebaran virus,” katanya. (cv)
Pemkot Metro Bina Kerja Sama Terkait WASH in HCF
Kick Off Meeting Program Air, Sanitasi dan Kebersihan untuk Fasilitas Kesehatan Puskesmas Kota Metro, Walikota Metro Wahdi membuka acara ini terkait, Water Sanitation and Hygiene in Health Care Facilities (WASH in HCF) secara virtual, di Guest House Rumah Dinas , Rabu (14/07/2021). Melalui program WASH in HCF yang dilakukan oleh Yayasan Konservasi Way Seputih dengan Pemerintah Kota Metro bisa menjadi kolaborasi yang baik selama 18 bulan. Dengan dukungan Simavi dan SNV diharapkan menjadi penguatan fasilitas air sanitasi dan kebersihan yang kondusif di Puskesmas Kota Metro. Walikota Metro Wahdi, menyampaikan pada Kick Off Meeting dari WASH in HCF untuk fasilitas kesehatan Puskesmas Kota Metro. “Puskesmas adalah garda terdepan. Tentunya kita harus menyiapkan pelayanan yang terbaik, terutama dalam pelayanannya harus diperbaiki. Hal ini terkait visi misi dalam program ini,” ujar Wahdi. Lanjutnya, Wahdi mengatakan bahwa hingga saat ini, warga kita yang mencuci tangan menggunakan sabun hanya 10% dari 40% data saat ini. Sementara 60% lainnya warga acuh dalam kegiatan cuci tangan. Dengan ini OPD dan tempat fasilitas kesehatan, diimbau membuat tempat cuci tangan secara permanen. “Terkait dengan 5 (lima) indikator WASH in HCF yaitu, akses air, sanitasi, kebersihan, pengelolaan sampah, dan kebersihan lingkungan di dalam dan di luar lingkungan Puskesmas. Saya minta Dinas Kesehatan Kota Metro, mampu mengendalikan sampah P3K, agar tidak berada lagi di lingkungan masyarakat,” tegas Wahdi. Kepala Yayasan Konservasi Way Seputih Febrya Ekawati, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi sinergi yang sudah terbangun saat ini. Karena yayasan kami pada tahun lalu telah berkolaborasi dengan beberapa pihak, guna membantu membuka akses air bersih dan sanitasi di Kota Metro. Saat ini Puskesmas di Indonesia, belum ada yang mengakomodir kebutuhan khusus, seperti fasilitas air sanitasi dan kebersihan. Oleh karena itu, dengan adanya program ini Puskesmas dapat lebih baik dalam melayani masyarakat.(Gt/Lia)
Kasus Covid-19 Bertambah : Wahdi Minta Rumah Sakit Cek Ketersediaan Oksigen
Dari hasil kunjungan Walikota Metro Ke RSUD Jend Ahmad Yani semalam, Wahdi menyampaikan sebanyak 102 pasien terpasang alat bantu oksigen. Hal tersebut diungkapkannya saat diwawancarai dari Tim Peliput Dinas Kominfo Metro, di Guest House Walikota, Senin (12/07/2021). Di sela kunjungannya, Wahdi juga melihat ketersediaan oksigen di RSUD Jend Ahmad Yani. Dari sejumlah 102 pasien diantanya terdapat 20 persen warga Kota Metro dan lainnya dari daerah luar Kota Metro. “Bila terjadi kekosongan, segera dihitung dengan baik, dan minta agar persiapan terus ada. Salah satunya dengan menghubungi distributor oksigen, serta meminta usul kepada Kementerian mengenai oksigen agar tidak terjadi kendala kedepannya,” ujar Wahdi. Wahdi mengimbau agar masyarakat Kota Metro tetap mematuhi dan memperkuat protokol kesehatan. Dengan cara tidak berkumpul, tidak berkerumun dan tetap menggunakan masker. (cv/nv)
Tim Satgas Covid-19 Kota Metro Gelar Rapat Bahas Perda No 1 Tahun 2021
Pemerintah Kota Metro melakukan Rapat Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro melalui Zoom meeting, di ruangan Guest House Rumah Dinas Walikota, Senin (12/07/2021). Sampai saat ini dampak pandemi Covid-19 masih terasa diberbagai sektor, berbagai langkah dan strategis telah dilakukan, namun masyarakat masih saja ada yang tidak menaati bahkan banyak masyarakat yang keluar rumah tanpa menggunakan masker. Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo mengatakan, dengan permasalahan ini Pemerintah Kota Metro mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2021, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. “Dengan dikeluarkannya Perda bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi kebiasaan baru dan mencegah penularan serta penyebaran Covid-19. Mencegah kasus baru Covid-19 pada sektor kegiatan masyarakat, meningkatkan angka kesembuhan, mengendalikan angka kematian, dan pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi secara produktif dan aman,” ujar Sekda. Lanjutnya, Bangkit meminta seluruh aparatur pemerintah baik Camat dan Lurah, untuk bekerja sama dalam menangani PPKM Mikro Diperketat di Kota Metro. Seluruh OPD dalam hal operasi PPKM diperketat juga harus melakukan WFO sebanyak 25%,” ucap Sekda. Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, mengungkapkan bahwa Camat dan Lurah harus bisa mendeteksi dini masyarakat yang terdampak, dengan melakukan isolasi mandiri dengan gejala ringan, apabila gejala memberat harus segera dilarikan ke Rumah Sakit. “Kami juga sudah membentuk tim siaga oksigen, dan beberapa tim yang lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diingkan. Pemberian vaksin di Kota Metro juga sudah ditingkatkan, pesta pernikahan dan hajatan ditiadakan,” ucap Wahdi. Sementara itu, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, menuturkan sesuai Surat Edaran Menteri Agama No 15 tahun 2021, semua kegiatan takbiran dilarang, penyelenggaran pemotongan hewan kurban difokuskan di rumah potong hewan dan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ditiadakan dan harus dilaksanakan di rumah masing-masing. Imron Kasat Pol PP Kota Metro mengungkapkan, Perda juga menerapkan sanksi dan denda administrasi, baik bagi perorangan ataupun Pelaku Usaha, Penanggung jawab tempat dan fasilitas umum, yang melanggar protokol dan tidak menyediakan sarana pencegahan Covid-19. “Bagi pelanggar akan dikenakan denda administrasi dan sanksi sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Tahapan pemberian sanksi yaitu Pembinaan, Pengawasan dan Penegakan dilakukan oleh Perangkat Daerah bersinergi dengan TNI, POLRI melalui sosialisasi, patroli atau operasi penertiban. Operasi ini juga akan dilakukan di depan Masjid Agung Taqwa Kota Metro bersama Pengadilan dan juga Kejaksaan,” ungkapnya. Lanjutnya, dalam hal penertiban dan Operasi Yustisi akan dibantu oleh 30 personil dari Batalyon Infantri 143 Tri Wira Eka Jaya dari Candi Mas. (Ins/Ian)
Walikota dan Wakil Walikota Metro Tinjau Vaksinasi di 5 Kecamatan
Pemerintah Kota Metro Lakukan Peninjauan Vaksin yang berlangsung di 5 (lima) Kecamatan se-Kota Metro, Senin (12/07/2021). Walikota Metro beserta Wakil Walikota Metro lakukan tinjauan di 5 (lima) Kecamatan Kota Metro, yaitu Kecamatan Metro Pusat, Kecamatan Metro Timur, Kecamatan Metro Selatan, Kecamatan Metro Barat, serta Kecamatan Metro Utara. Dalam peninjauannya Walikota Metro, Wahdi, menyampaikan dalam upaya Pemerintah untuk melindungi dan menyelamatkan masyarakat Kota Metro. “Pada pukul 01.30 WIB dini hari, saya mengunjungi rumah sakit dan terdapat 20% masyarakat Metro, yang terkonfirmasi yang sudah dirawat di rumah sakit. Dari mereka yang dirawat artinya ada peningkatan dan saat ini Kota Metro salah satu kota yang diperketat,” jelasnya. Wahdi juga meminta kepada masyarakat dan tenaga kesehatan, untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan, serta mampu menjelaskan efektivitas vaksin kepada masyarakat. “Mari tingkatkan kesehatan dan jaga imunitas. Upayakan tidak terjadi proses transmisi, tetap menggunakan masker dengan cara yang benar, serta menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Walaupun masyarakat sudah divaksin tetapi efektivitas vaksin hanya 60%, artinya jika 100 orang divaksin hanya 60% yang mendapatkan kekebalan, sisanya 40% membentuk kekebalan secara periodik. Hal itu tentu masyarakat harus menjalankan vaksin yang kedua,” paparnya. Tambahnya, Wahdi mengucapkan terima kasih kepada Polri dan TNI dalam upaya penyelenggaraan vaksin. Untuk masyarakat yang divaksin untuk dapat mensosialisasikan kepada saudara dan tetangga, agar tetap patuh dalam protokol kesehatan, serta meningkatkan imunitas tubuh. (Cv/Lia)
Walikota Metro Pantau Pasien Covid-19 dan Ketersediaan Oksigen di 3 Rumah Sakit
Walikota Metro Wahdi melakukan peninjauan terkait pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Kota Metro, Minggu malam (11/07/2021). Pada kunjungan tersebut, Wahdi mengatakan pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Metro sebanyak 102 orang. “Berdasarkan 102 pasien yang dirawat diataranya sebanyak 20 persen berasal dari Kota Metro,” ujarnya. Wahdi juga menegaskan bahwa saat ini Kota Metro melakukan PPKM Mikro Diperketat. Oleh karena itu, perlunya ada deteksi dini di tingkat RT dan RW. Sampai pukul 01.00 WIB, Wahdi melakukan kunjungan ke 3 Rumah Sakit yaitu Rumah Sakit Ahmad Yani, Rumah Sakit Mardi Waluyo dan Rumah Sakit Muhammadiyah Metro, guna melihat ketersediaan oksigen. (sr)