Kota Metro – Setelah penantian panjang sejak mengikuti seleksi pada tahun 2020, sebanyak 86 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhirnya resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2026. Momentum bersejarah ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) serta pengambilan sumpah janji yang berlangsung khidmat di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (27/04/2026). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani, menjelaskan bahwa pengangkatan ini memiliki dasar hukum yang kuat, mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Junto Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. Seluruh proses tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Metro Nomor 227 Tahun 2026. “Ini merupakan bentuk kepastian status kepegawaian bagi CPNS yang telah menuntaskan seluruh tahapan, termasuk pendidikan dan pelatihan dasar (Latsar), serta dinyatakan sehat jasmani dan rohani untuk menjadi PNS secara penuh,” ujar Elmanani. Dari total 86 PNS yang diangkat, terdiri dari 16 tenaga kesehatan dan 70 tenaga teknis. Selain menerima SK, para peserta juga mengikuti pengambilan sumpah janji—sebuah kewajiban yang mencerminkan komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta kesetiaan kepada negara dan pemerintah. Menariknya, jumlah peserta yang mengikuti pengambilan sumpah tahun ini mencapai 94 orang, termasuk peserta dari pengangkatan lainnya. Sumpah janji diucapkan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting kepada para PNS baru. Ia menegaskan bahwa status baru ini bukan sekadar pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara. “Ini adalah langkah awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan profesionalisme. Saudara bukan hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Kota Metro,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, dengan pengawasan publik yang kian ketat serta tuntutan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan. Oleh karena itu, integritas, loyalitas, dan profesionalisme harus menjadi prinsip utama dalam setiap tugas. “Saudara adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat. Jadilah ASN yang jujur, disiplin, inovatif, dan melayani dengan sepenuh hati,” pesannya. Lebih lanjut, ia mendorong para ASN baru untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai berAKHLAK serta aktif mengembangkan kompetensi sesuai bidang masing-masing. Pengangkatan ini, menurutnya, bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan panjang dalam mengabdi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Yol/Md/Yud/Sr)
Wali Kota Metro Serap Inspirasi di Ajang Nasional, Intip Daerah-Daerah Terbaik 2026
Palembang – Komitmen meningkatkan kinerja daerah terus ditunjukkan Pemerintah Kota Metro. Hal ini terlihat dari kehadiran Wali Kota Metro dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026). Meski hadir sebagai peserta, momen ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menyerap berbagai strategi unggulan dari daerah-daerah terbaik di Indonesia. Dalam forum nasional tersebut, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, mengikuti langsung pemaparan capaian dari sejumlah pemerintah daerah yang sukses mencatatkan prestasi gemilang. Mulai dari pengendalian inflasi, inovasi pembiayaan (creative financing), penurunan kemiskinan dan stunting, hingga upaya menekan angka pengangguran. Dari hal semua itu menjadi bahan pembelajaran penting bagi Kota Metro. Ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang strategis berbagi pengalaman. Para kepala daerah diajak memahami arah kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait insentif fiskal berbasis kinerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 dan diperkuat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019. Sejumlah daerah pun mencuri perhatian dengan capaian terbaiknya. Pada kategori pengendalian inflasi tingkat kota, Langsa keluar sebagai juara pertama, diikuti Prabumulih dan Bukittinggi. Sementara Kabupaten Tebo, memimpin di tingkat kabupaten, disusul Musi Rawas Utara dan Labuhan Batu Utara. Di kategori creative financing, Bandar Lampung menjadi yang terbaik di tingkat kota, sedangkan Kabupaten Bintan unggul di tingkat kabupaten. Untuk penurunan kemiskinan dan stunting, Sungai Penuh dan Kabupaten Mesuji masing-masing menempati posisi teratas. Adapun dalam kategori penurunan pengangguran, Pagar Alam dan Kabupaten Solok Selatan berhasil menjadi yang terbaik di kelompoknya. Bagi Wali Kota Metro, keikutsertaannya ini menjadi peluang emas untuk memperkaya perspektif. Berbagai inovasi dan praktik baik yang dipaparkan diharapkan dapat diadaptasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan di Kota Metro ke depan. Kegiatan di Palembang ini juga menjadi awal dari rangkaian agenda nasional yang akan digelar di enam pulau di Indonesia. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah pusat, dalam mendorong daya saing, serta peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah secara merata di seluruh penjuru negeri. (Yd/Sr)
Satgas MBG Metro Sidak Dapur SPPG Ganjar Asri 2, Soroti Limbah Berbau dan IPAL Belum Rampung
Kota Metro — Keluhan warga soal bau tak sedap akhirnya mendapat respons cepat dari Tim Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Metro turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ganjar Asri 2, Jumat (24/4/2026). Lokasi dapur yang berada di RT 23 RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat itu sebelumnya dilaporkan warga, karena limbahnya menimbulkan aroma menyengat dan mengganggu lingkungan sekitar. Dipimpin Ketua Satgas MBG Kota Metro, Wahyuningsih, SKM, M.Kes., tim gabungan lintas sektor bersama instansi vertikal dan Koordinator Wilayah MBG langsung meninjau kondisi di lapangan. Fokus utama sidak adalah memastikan sistem pengelolaan limbah dapur berjalan sesuai standar. “Keluhan masyarakat ini menjadi perhatian serius kami. Jangan sampai program pemenuhan gizi justru berdampak pada kesehatan lingkungan maupun warga sekitar,” tegas Wahyuningsih. Ia menekankan bahwa laporan warga sangat penting sebagai bentuk kontrol sosial. Di sisi lain, hal ini menjadi pengingat bagi pengelola dapur, agar tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjaga aspek sanitasi dan lingkungan. Dalam inspeksi tersebut, tim menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi kunci pengendalian limbah belum sepenuhnya rampung. Padahal, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki sistem IPAL yang memadai untuk mencegah pencemaran dan bau tidak sedap, terutama dari limbah organik seperti sisa makanan. Perwakilan mitra pengelola, Harley Davidson, bersama Kepala SPPG Ganjar Asri 2, Origo Hasiholan, menjelaskan bahwa pembangunan IPAL sebenarnya sudah berjalan dan kini mencapai sekitar 85 persen. Namun, penyelesaiannya masih terkendala pengiriman peralatan dari luar provinsi. Mereka pun berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan tersebut paling lambat 3 Mei 2026. Komitmen itu dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh seluruh pihak terkait, termasuk unsur Kejaksaan Negeri Metro, Polres Metro, PPNS Satpol PP, serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial. Tak hanya soal IPAL, Satgas MBG juga memberikan sejumlah catatan penting lainnya untuk perbaikan sistem dapur ke depan. Seluruh temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola. Sebagai perpanjangan tangan Wali Kota Metro dalam pengawasan program MBG, Satgas memastikan bahwa setiap temuan tidak berhenti pada laporan semata. Hasil inspeksi ini juga akan diteruskan ke Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai bahan evaluasi lebih lanjut. Langkah cepat ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga sekaligus memastikan program Makanan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. (Ds/Sr)
Empat Pasang Capaskibraka Kota Metro Siap Berlaga di Seleksi Provinsi Lampung
Sebanyak empat pasang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terbaik asal Kota Metro siap mengikuti seleksi tingkat Provinsi Lampung. Pelepasan sekaligus pamitan peserta berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Sabtu (25/4/2026), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, menjelaskan bahwa para peserta merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan pelajar terbaik di Kota Metro. “Dari total 382 peserta, disaring menjadi 110 orang, hingga akhirnya terpilih 31 terbaik. Dari jumlah tersebut, kita kirim empat pasang atau delapan orang untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi,” ujarnya. Ia menambahkan, kuota pengiriman tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tiga pasang, pada 2026 Kota Metro mendapat kesempatan mengirim empat pasang peserta. Para capaskibraka dijadwalkan berangkat ke Bandar Lampung pada Minggu dini hari dan akan mengikuti rangkaian seleksi selama lima hari. Dalam proses tersebut, peserta akan menjalani berbagai tahapan penilaian untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tingkat nasional. “Kami berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dan tidak ada yang terhenti di tengah jalan. Ini adalah putra-putri terbaik Kota Metro yang siap bersaing di tingkat provinsi,” kata Bangkit. Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga uji fisik dan mental. Kesbangpol pun memastikan pembinaan dan pendampingan terus dilakukan guna menjaga kesiapan peserta. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui para peserta hingga mencapai tahap ini. “Ini adalah kesempatan besar. Kalian adalah anak-anak terpilih yang harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya. Bambang juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik, pengetahuan, dan mental spiritual. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh fisik, tetapi juga ilmu pengetahuan dan keyakinan yang kuat. Jangan mudah pesimis, tetap percaya diri saat bersaing dengan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Lampung,” pesannya. Ia berharap, dari delapan peserta yang dikirim, ada perwakilan Kota Metro yang mampu melaju hingga tingkat nasional dan bertugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara. “Pemerintah Kota Metro bangga dan terus mendoakan agar perjuangan kalian membuahkan hasil terbaik,” tambahnya. Adapun delapan peserta yang mewakili Kota Metro terdiri dari Muhyi Dermawan Agung (SMA Negeri 3 Metro), Putu Getha Agni Sivananda (SMA Negeri 1 Metro), Muhammad Zaki Falih Arifin dan Muhammad Akhdan Maulana (SMA Negeri 4 Metro). Sementara dari peserta putri yakni Jasmine Alya Nur Syarafana dan Alvia Nurmilla (SMA Negeri 1 Metro), R.R. Intan Ayu Dewi Hapsari (SMA Negeri 3 Metro), serta Najwa Zahra Pradinta (SMA Negeri 5 Metro). (Yol/Md/Sr)
Wali Kota Metro Apresiasi Kemajuan Universitas Wirabuana dan Pembukaan Prodi Kebidanan
Metro – Wali Kota Metro menghadiri kegiatan peresmian penggunaan seragam dan ucap janji mahasiswa serta pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan di Universitas Wirabuana. Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pendidikan tinggi di Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah II atas perhatian dan dukungan terhadap perkembangan perguruan tinggi di daerah. Ia juga mengucapkan selamat kepada pimpinan Universitas Wirabuana atas capaian akademik yang diraih, termasuk peningkatan jabatan menjadi profesor. “Perkembangan Universitas Wirabuana ini sangat luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari pendampingan dan perhatian langsung dari LLDIKTI, sehingga kepercayaan yang diberikan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wali Kota Metro. Wali Kota menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kami berharap perguruan tinggi dapat terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Pemerintah Kota Metro sangat mendukung peningkatan kualitas pendidikan demi terwujudnya kota pendidikan yang maju dan berdaya saing,” lanjutnya. Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. “Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Metro dan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah,” tambahnya. Ke depan, Pemerintah Kota Metro berharap Universitas Wirabuana dapat terus berkembang dengan membuka program studi dan fakultas baru, termasuk fakultas kedokteran. “Mudah-mudahan ke depan Universitas Wirabuana tidak hanya berkembang di bidang kebidanan, tetapi juga dapat membuka fakultas lain seperti kedokteran,” harapnya.Wali Kota juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjaga profesionalisme dan semangat belajar. “Jagalah seragam profesi ini dengan sebaik-baiknya dan belajarlah dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi bidan yang profesional dan bertanggung jawab,” pesannya. Sementara itu, Rektor Universitas Wirabuana, Dr. Andi Warisno, M.M.Pd, menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah II atas dukungan dalam proses perizinan hingga terbitnya SK pembukaan Prodi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada LLDIKTI yang telah mendampingi proses pengajuan hingga SK dapat terbit sesuai harapan,” ujarnya. Ia berharap kehadiran program studi baru ini dapat meningkatkan jumlah mahasiswa serta berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan perekonomian di Kota Metro.Rektor juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi uji kompetensi sebagai syarat kelulusan. “Uji kompetensi tidak bisa dimanipulasi, sehingga mahasiswa harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik agar dapat lulus tepat waktu,” tegasnya. Sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan, Universitas Wirabuana berencana mengembangkan kurikulum dengan peningkatan porsi praktik hingga 50 persen serta mendorong pelaksanaan uji kompetensi lebih awal. Selain itu, Universitas Wirabuana juga merencanakan pembangunan gedung baru guna mengakomodasi peningkatan jumlah mahasiswa dan program studi. Mengakhiri kegiatan, Wali Kota Metro dan Rektor Universitas Wirabuana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi serta memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara. (Yd/Bsr/Sr).
Pemkot Metro Bentuk Tim Transformasi Budaya Kerja ASN, Dorong Kinerja Lebih Fleksibel dan Efisien
Pemerintah Kota Metro terus berbenah dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur. Salah satunya melalui pembentukan Tim Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang resmi dibahas dalam rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (24/04/2026). Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, di ruang kerjanya. Pembentukan tim ini menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tertanggal 31 Maret 2026, serta Surat Edaran Wali Kota Metro Nomor 15 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah. Melalui kebijakan ini, Pemkot Metro mendorong penerapan sistem kerja yang lebih adaptif dengan mengombinasikan Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH). Skema ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sekaligus efisiensi kinerja ASN, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Kusbani menegaskan, kebijakan efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai kesempatan untuk bersantai. Sebaliknya, fleksibilitas kerja harus dibarengi dengan tanggung jawab yang lebih tinggi dari setiap aparatur. “Efisiensi bukan berarti libur panjang. Ini adalah komitmen kita bersama untuk tetap bekerja optimal dengan cara yang lebih cerdas,” tegasnya. Ia juga meminta seluruh kepala OPD untuk melakukan penghitungan realisasi penghematan anggaran sebagai dampak dari transformasi budaya kerja tersebut. Penghematan ini mencakup berbagai komponen, mulai dari biaya operasional pegawai, listrik, bahan bakar minyak (BBM), air, hingga telepon. Menurutnya, efisiensi anggaran yang dihasilkan nantinya akan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas bagi masyarakat. “Penghematan yang kita lakukan akan difokuskan untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama pada sektor infrastruktur di Kota Metro,” tambah Kusbani. Dalam implementasinya, pemantauan dan evaluasi sistem kerja fleksibel akan dilakukan secara berjenjang oleh masing-masing kepala OPD dan dilaporkan kepada Wali Kota melalui Sekretaris Daerah. ASN yang menjalankan WFH pun diwajibkan tetap produktif dengan menyampaikan laporan harian melalui sistem E-Kinerja, lengkap dengan bukti dokumentasi aktivitas kerja. Kusbani berharap tim yang dibentuk dapat bekerja secara solid dan profesional, terutama dalam mengoordinasikan serta menyusun laporan secara sistematis dan tepat waktu. Sebagai bagian dari mekanisme pengawasan, OPD diwajibkan menyampaikan laporan setiap tanggal 28 setiap bulan. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan oleh Wali Kota kepada Gubernur pada tanggal 2 bulan berikutnya. Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun birokrasi yang modern, adaptif, dan berorientasi pada hasil, demi pelayanan publik yang lebih optimal. (Tm/Sr)
Pemkot Metro Lantik 17 Pejabat, Dorong Birokrasi Lebih Adaptif dan Berintegritas
Pemerintah Kota Metro kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat kinerja birokrasi dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan 17 pejabat administrator, pengawas, kepala sekolah, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Metro. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, di Ruang Sekretaris Daerah, Kamis (23/04/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan birokrasi, guna meningkatkan efektivitas jalannya pemerintahan serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Kusbani menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian dalam setiap langkah serta koordinasi ke depan. “Tujuan kita diberi amanah ini adalah untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua dalam menentukan langkah dan sikap ke depan, serta mengedepankan kehati-hatian dalam koordinasi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjunjung tinggi integritas, loyalitas, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan. Oleh karena itu, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berpikir strategis, bertindak responsif, serta membangun kerja kolaboratif. “Jabatan yang diemban bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus belajar dan berinovasi,” tegasnya. Kusbani menambahkan, pelantikan ini bukanlah akhir dari perjalanan karier, melainkan bagian dari proses evaluasi berkelanjutan yang membuka peluang bagi peningkatan jenjang jabatan di masa mendatang. “Melalui evaluasi pimpinan, diharapkan kinerja kita terus meningkat sehingga ke depan berpeluang untuk mendapatkan kepercayaan pada posisi yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Tm/Yd/Sr) Untuk melihat nama-nama beserta penempatan dapat dilihat pada link berikut ini. DAFTAR PNS PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN ADMINISTRATOR, PENGAWAS,KEPALA SEKOLAH DAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA METROKamis, 23 April 2026
Pemprov Gelontorkan Rp 15 Miliar untuk Jalan Metro – Wates, Pemkot Metro Kawal Langsung
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro antusias mengawal rencana perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi, salah satunya dengan mendampingi kunjungan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ke beberapa titik infrastruktur strategis di wilayah setempat, Rabu, (22/05/2026). Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kusbani, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Metro Sri Mulyani, serta jajaran terkait sebagai bentuk komitmen Pemkot dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Metro dengan daerah sekitar. “Ya, tadi Pak Wali mendampingi Gubernur meninjau beberapa ruas jalan, di antaranya Jalan Metro–Wates, Jalan Pattimura, dan Jalan Metro–Kota Gajah,” ujar Plt Kepala Dinas PUPR Kota Metro, Sri Mulyani. Dari hasil tinjauan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung direncanakan akan menggelontorkan anggaran cukup besar untuk perbaikan sejumlah ruas jalan prioritas. Salah satunya adalah Jalan Metro–Wates yang akan diperbaiki dengan anggaran sekitar 15 miliar rupiah untuk panjang penanganan 1,3 kilometer. Dampingi Gubernur, Wali Kota Metro pastikan sejumlah ruas jalan segera diperbaiki. Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan di ruas Jalan Pattimura, Kecamatan Metro Utara, dengan nilai anggaran mencapai Rp 10,4 miliar. Proyek ini tidak hanya mencakup peningkatan jalan, tetapi juga pembangunan drainase, guna mengatasi persoalan genangan. “Penandatanganan kontrak direncanakan berlangsung pada akhir April hingga pertengahan Mei 2026,” jelas Sri Mulyani. Tak hanya itu, ruas Jalan Soekarno-Hatta juga masuk dalam daftar perbaikan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1 miliar, dengan jadwal pengerjaan yang sama dengan proyek Jalan Pattimura. Pemkot Metro menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya mendukung visi dan misi kepala daerah, sekaligus memperkuat realisasi program pembangunan yang tertuang dalam RPJMD. Sementara itu, untuk ruas Jalan Budi Utomo, Pemkot Metro melalui Dinas PUPR mengaku telah berkoordinasi dengan UPT perwakilan provinsi. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait rencana pembangunan di lokasi tersebut. Pemkot Metro memastikan akan terus menjalin koordinasi dengan pihak Pemprov, guna mendorong percepatan perbaikan infrastruktur, terutama pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses vital masyarakat dan penghubung antarwilayah (Bsr/Yd/Sr)
Perkuat Strategi 4K, Pemerintah Kota Metro Gelar Rapat Pengendalian Inflasi Gandeng BI dan Bulog
Pemerintah Kota Metro menggelar rapat peningkatan kapasitas (capacity building) dalam rangka penguatan strategi 4K pengendalian inflasi daerah di OR Setda Kota Metro, Rabu (22/04/2026). Kegiatan-kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia Provinsi Lampung, Perum Bulog Kota Metro, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Metro Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Komaruddin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan ekonomi daerah. Pengendalian inflasi daerah merupakan salah satu prioritas utama pemerintah, khususnya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan barang penting di tengah masyarakat. Fluktuasi harga yang terjadi pada sejumlah komoditas strategis memerlukan langkah antisipatif yang terintegrasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memegang peran sentral melalui implementasi strategi 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Strategi ini menjadi kerangka kerja utama dalam menjaga keseimbangan pasar. Dalam arahannya, Komaruddin, menekankan pentingnya keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan setiap tahapan kegiatan, mulai dari aspek proses hingga output dan outcome. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi memerlukan komitmen bersama dari seluruh jajaran. “Beberapa hal terkait dengan aspek proses, aspek output dan outcome tentunya semua kegiatan yang kita laksanakan ini harus terselenggara secara baik. Dan melihat kesungguhan mulai dari tingkat pimpinan sampai ke pelaksana yang akan menindaklanjuti strategi apa saja dalam menanggapi permasalahan inflasi,” ujarnya. Dirinya berharap, kegiatan ini sebagai penguatan pengendalian inflasi di Provinsi Lampung, terutama di Kota Metro. “Dengan itu segera merumuskan secara kelembagaan terkait strategi apa saja yang harus disiapkan,” katanya. Lebih lanjut, Komarudin juga menegaskan peserta rapat yang hadir, untuk seluruh kegiatan yang dilaksanakan harus berjalan dengan baik dan menunjukkan kesungguhan. Baik dari tingkat pimpinan hingga pelaksana, dalam menindaklanjuti berbagai strategi pengendalian inflasi. Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, memaparkan sejumlah tantangan dalam pengendalian inflasi pangan, baik dari sisi hulu maupun hilir. Penurunan produktivitas serta disparitas produksi antar waktu menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas harga. Selain itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai, masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah serta dipengaruhi fluktuasi musiman, yang diperparah oleh struktur tata niaga yang dinilai belum efisien. “Kemungkinan potensi terjadinya El Nino pada Semester II tahun 2026, diperkirakan akan menekan produksi pangan dan berisiko meningkatkan inflasi apabila tidak diantisipasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi berupa penguatan komunikasi risiko, penyesuaian kalender tanam, pembentukan satgas terpadu, serta penguatan sarana produksi dan manajemen pasokan pangan yang menjadi fokus pengendalian inflasi di Provinsi Lampung tahun 2026. Hal ini meliputi bawang merah, aneka cabai, beras, daging ayam ras dan telur ayam ras,” ungkapnya. Berbagai langkah konkret juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, seperti intensifikasi pemantauan harga dan stok bahan pokok, pelaksanaan operasi pasar, serta pengembangan Toko Mapan sebagai instrumen stabilisasi harga. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, turut berperan melalui pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti peningkatan jaringan irigasi dan pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil panen. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan juga aktif menjalankan program Gerakan Pangan Murah, serta Gerakan Tanam Pangan Keluarga (Gertapaga) sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi dari tingkat rumah tangga.(Tm/Sr)
Wali Kota Metro Pimpin Upacara Kartini TK Pertiwi, Tekankan Pendidikan Karakter dan Kesetaraan
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, TK Negeri 1 Metro (TK Pertiwi) Kota Metro menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat kesetaraan sejak usia dini. Upacara peringatan Hari Kartini ke-147 ini dihadiri oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, Bunda PAUD Kota Metro, Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Camat Metro Pusat, serta jajaran pemerintah daerah, kepala OPD, tenaga pendidik, komite sekolah, dan para orang tua/wali murid. Dalam suasana penuh kebersamaan Wali Kota Metro mengapresiasi kekompakan seluruh peserta. Ia menilai bahwa meskipun upacara dikemas secara sederhana ala taman kanak-kanak pelaksanaannya tetap berjalan dengan sangat baik, tertib, dan penuh makna. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan wali murid menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini. Wali Kota juga menyoroti keunikan busana nasional yang dikenakan para peserta. Dominasi penggunaan batik dengan sentuhan desain modern dinilai mampu mencerminkan semangat pelestarian budaya sekaligus adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa mengurangi nilai nasionalisme yang telah diwariskan para pahlawan bangsa. Dalam amanatnya Wali Kota menegaskan pentingnya meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini. Ia menyampaikan bahwa Kartini merupakan sosok pelopor emansipasi perempuan di Indonesia yang telah memperjuangkan kesetaraan hak terutama dalam bidang pendidikan. Melalui pemikiran dan perjuangannya Kartini membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. “Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tetapi momentum penting untuk mengenang perjuangan beliau dalam memperjuangkan hak perempuan. Dari pendidikan usia dini inilah kita mulai menanamkan nilai keberanian, kepercayaan diri, serta semangat meraih cita-cita tanpa batas,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan pesan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar rajin belajar, berani bermimpi besar, dan saling menghargai tanpa membedakan gender. Menurutnya masa depan bangsa Indonesia berada di tangan generasi muda yang saat ini sedang ditempa melalui pendidikan. Selain itu, Bambang turut menekankan pentingnya peran orang tua khususnya ibu sebagai “madrasah pertama” bagi anak-anak. Ia mengajak para orang tua untuk memberikan teladan terbaik di rumah serta mendukung peran guru dalam mendidik anak dengan penuh kesabaran, keteladanan, dan kasih sayang. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa disiplin kepada anak merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Hal tersebut bertujuan agar anak memahami adanya konsekuensi dari setiap tindakan tentunya dengan pendekatan yang bijak dan penuh kasih sayang. Suasana upacara berlangsung meriah dengan nuansa budaya nasional yang kental. Kekompakan antara guru murid dan orang tua menjadi cerminan nyata semangat Kartini yang terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain tidak hanya di Kota Metro tetapi juga di Provinsi Lampung hingga tingkat nasional dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Di akhir amanatnya Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Semangat Kartini harus terus kita hidupkan. Perempuan adalah motor penggerak yang mewarisi nilai perjuangan demi kemajuan Bangsa dan Negara,”tutupnya. Kegiatan tersebut diahiri dengan fashion show yang diperagakan oleh para murid dan orang tua murid, menambah semarak peringatan Hari Kartini tahun ini. (Bgs/Md/Agg)