Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret Tahun 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Metro, Dr. Kusbani, S.Pd., M.Pd., di OR Setda Kota Metro, Senin (09/03/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Dinas Sosial, Perum Bulog Cabang Kota Metro, serta perwakilan TNI dan Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses distribusi bantuan pangan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Metro, Heri Wiratno, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret tahun 2026.
Heri menjelaskan bahwa pelaksanaan program bantuan pangan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas yaitu Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bahan Pangan untuk bulan Februari dan Maret Tahun 2026.

Tujuan utamanya yaitu penyaluran cadangan pangan pemerintah adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Tujuan penyaluran cadangan pangan pemerintah ini adalah untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan, menangani kerawanan pangan, mengatasi kekurangan pangan, serta mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi, sekaligus mendukung produsen dan konsumen,” jelasnya.
Dalam laporannya, Heri juga memaparkan bahwa Kota Metro mendapatkan alokasi bantuan yang cukup besar pada tahun 2026 sebanyak 18.056 Penerima Bantuan Pangan (PBP). “Masyarakat nanti akan mendapatkan beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk dua bulan penyaluran,” ungkapnya.
Pada rapat tersebut, Heri juga meminta dukungan dari aparat keamanan agar proses distribusi bantuan dapat berjalan dengan aman dan tertib.“Kami mohon dukungan dari TNI dan Polri untuk membantu pengamanan, mengingat situasinya menjelang Hari Raya Idul Fitri sehingga memerlukan kewaspadaan yang cukup baik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi global yang berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok di dalam negeri. “Apalagi di tengah isu perang di Timur Tengah yang konon kabarnya membuat harga minyak mulai naik, hal ini tentu bisa berdampak pada sektor bahan pokok yang memerlukan distribusi karena biaya transportasi meningkat,” jelasnya.
Tak hanya itu, kenaikan harga bahan bakar juga dapat berpotensi menyebabkan harga kebutuhan pokok ikut mengalami peningkatan. “Jika harga minyak naik maka hampir dipastikan harga bahan pokok yang membutuhkan distribusi juga ikut melambung,” katanya.
Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan dari aparat keamanan untuk mencegah terjadinya kepanikan di masyarakat. “Mudah-mudahan dengan bantuan TNI dan Polri tidak terjadi panic buying yang dapat memicu pemborongan mendadak dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan pangan merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan pada periode-periode sebelumnya yang diharapkan penyaluran bantuannya benar-benar dapat menjangkau masyarakat yang berhak menerima. “Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, sehingga kita harapkan penyalurannya tepat sasaran,” katanya.

Kusbani juga menekankan pentingnya ketepatan data agar tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. “Jangan sampai muncul gejolak atau isu di masyarakat akibat data yang belum terselesaikan sehingga menimbulkan kecemburuan sosial,” tegasnya.
Menurutnya, permasalahan data sering kali menjadi kendala dalam penyaluran bantuan sosial di daerah karena adanya tumpang tindih. “Kadang data dari Dinas Sosial, Bulog, maupun dari statistik bisa saja terjadi tumpang tindih, sehingga perlu dilakukan sinkronisasi,” jelasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Metro terus berupaya melakukan pembaruan dan pemutakhiran data secara berkala untuk memastikan data kesejahteraan masyarakat di Kota Metro lebih valid sehingga program bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Selain itu, Kusbani juga menyampaikan bahwa pada alokasi bantuan kali ini masyarakat akan menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. “Alhamdulillah pada alokasi bulan Februari sampai Maret ini masyarakat akan menerima beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Teman-teman semua harus menjaga amanah dalam penyaluran bantuan ini,” tegasnya.
Selanjutnya ia, menyoroti adanya rumor di berbagai daerah mengenai penyalahgunaan bantuan sosial yang tidak sesuai dengan ketentuan.“Di media sering muncul rumor bahwa bantuan untuk masyarakat berpenghasilan rendah kadang masih disalahgunakan hingga di tingkat pemerintahan paling bawah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar kejadian serupa tidak terjadi di Kota Metro dan masyarakat penerima PBP mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang ada. “Harusnya masyarakat menerima 20 kilogram beras maka diberikan 20 kilogram, jangan sampai diberikan lebih sedikit.Jika minyak yang diberikan 2 liter per bulan maka sampaikan 2 liter, jangan dikurangi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perum Bulog Cabang Kota Metro, Ferdian Darmaatmadja, menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Badan Pangan Nasional yaitu penerima bantuan pangan akan mendapatkan alokasi beras dan minyak goreng setiap bulannya. “Alokasinya adalah 10 kilogram beras per PBP/ per bulan dan 2 liter minyak goreng per PBP per bulan,” jelas Ferdian.
Namun untuk penyaluran bulan Februari dan Maret, Ferdian mengungkapkan bahwa bantuan akan disalurkan sekaligus dalam satu tahap. “Penyaluran untuk Februari dan Maret akan dilakukan sekaligus sehingga setiap PBP akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah penerima bantuan di Kota Metro tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun ini penerima bantuan pangan di Kota Metro mencapai 18.056 PBP yang tersebar di lima kecamatan. Jumlah tersebut meningkat cukup besar dibandingkan tahun lalu sekitar 8.000 PBP, maka tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat,” ungkapnya.
Dalam mekanisme penyaluran, Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan pengecekan kualitas terhadap beras dan minyak goreng sebelum disalurkan kepada masyarakat.
“Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan pengecekan kualitas beras dan minyak di gudang Bulog atau di lokasi pabrik terdekat sebelum penyaluran dilakukan,” jelas Ferdian.
Setelah dinyatakan layak, maka akan diterbitkan berita acara koordinasi sebagai dasar pelaksanaan distribusi bantuan dari gudang Bulog menuju titik distribusi yaitu di masing-masing kelurahan yang ada di seluruh Kota Metro pada tanggal 11 dan 12 Maret 2026. (Yl/Sr)

