Artikel Perekonomian Pemerintah Kota Metro

Musrenbang di Kelurahan Tejoagung

Walikota Metro terus melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang),  yang saat ini berlangsung di Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Rabu (13/02/19).

Pada sambutannya Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan bahwa musrenbang ini dilakukan untuk mencermati usulan yang diajukan masyarakat dan memverifikasi ke lapangan untuk memastikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta sarana diskusi untuk mewujudkan Metro yang sejahtera.
Selain itu, Achmad Pairin juga berharap agar Camat dan Lurah mampu menyusun skala prioritas untuk pembangunan di wilayah masing-masing. “Dalam skala prioritas pun pemerintah Kota Metro memperhatikan, terutama kapasitas anggaran yang kita miliki yakni dari pajak,”  jelasnya.
Selanjutnya, adapun penguatan pembangunan yang datang dari pemerintah pusat melalui pengelokasian dana Kelurahan sebesar Rp. 352.941.000 dan juga Pemkot Metro memiliki kegiatan Gerbang Bumi Sai Wawai yang diperuntukkan untuk membangun infrastruktur di wilayah Kelurahan dan diarahkan untuk lampu penerangan di lingkungan (LPL) di Kota Metro.

Wakil Walikota Metro Djohan, Minta Masyarakat Terus Amati Musrenbang

Musrenbang Tingkat Kelurahan yang kali ini berlangsung di Kelurahan Tejosari di hadiri langsung oleh Wakil Walikota Metro Djohan, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD,  kepala puskesmas, Babinsa, Kantipmas, Rabu (13/02/2019).

Berdasarkan laporan Lurah Tejosari Amsori mengatakan, atas nama warga dan pamong Kelurahan Tejosari pada tahun 2018 pencapaian pajak di PBB  86%.

 

“Untuk pelakasanaan Program Gerbang Bumi Sai Wawai, telah diserap ke12 titik lokasi pembangunan dari RW 1 sampai dengan RW 9. Kemudian digunakan 8 pokja untuk pembangunan jalan dan gorong gorong,” papar Lurah Tejosari.

Lanjutnya, ia juga berterimakasih kepada Walikota, Wakil Walikota beserta jajarannya atas terealisainya pembangunan jalan dan drainase menggunakan dana DAK. “Sebelumnya, acara ini dilakukan dengan pra musrenbang,” ungkapnya.

 

Pada amanantnya, Wakil Walikota Metro Djohan, menegaskan perihal Kelurahan Tejosari yang memiliki potrnsi sebagai Wisata Keluarga, hal ini mengarah kepada visi Kota Metro.

“Pada kesempatan ini juga saya sampaikan bahwa, untuk penguatan pembangunan di tahun mendatang, Pemerintah Pusat melalui pengalokasian dana Kelurahan sebesar Rp. 352.941.000. Oleh karena itu, Lurah dan Camat semestinya mampu menyusun skala prioritas untuk pembangunan di wilayahnya masing-masing,” kata Djohan.

Tambahnya, Djohan mengajak masyarakat untuk terus perpartisipasi dalam kegiatan musrenbang dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota. “Sehingga masyarakat tau, rencana mana yang akan terreaslisai dan yang tertunda di setiap daerah. Dan ingat musrenbang ini untuk pembangunan di Tahun 2020,” tandasnya.

Musrenbang Kelurahan Yosorejo

Pemerintah Kota Metro kembali melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, Senin (11/02/19).

Plt. Lurah Yosorejo Heri Suparmi mengapresiasi atas kehadiran Walikota Metro di Aula Kelurahan untuk menyampaikan sambutan dan dengar pendapat langsung dari masyarakat Kelurahan Yosorejo, sehingga walikota metro dapat lebih dekat lagi dengan masyarakat dan memahami keluhan masyarakat.

“Dengan kehadiran Walikota Metro dapat memberi semangat pada kami semua dalam membantu memajukan pembangunan Kota Metro,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Metro dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadirannya bukan hanya karena adanya musrembang, tetapi juga silaturahmi saya dan teman-teman kepada masyarakat.

“Kehadiran saya dan kawan-kawan di hadapan masyarakat kelurahan Yosorejo yang berjumlah 6430 jiwa adalah untuk bersilaturahi, sehingga kita mengajak semua RW, RT dan Tokoh Masyarakat  agar dapat lebih dekat,” tuturnya.

Lanjutnya, Kita semua tahu bahwa perencanaan yang kita lakukan hari ini merupakan modal awal kita untuk melakukan perbaikan pembangunan yang ada di lingkungan Kota Metro.

“Kita berkumpul ini guna untuk membahas perencanaan di tahun 2020 sehingga kita dapat menghasilkan banyak pembangunan yang dibutuhkan semua masyarakat, dimana tahun ini kelurahan  mendapatkan anggaran yang berbeda dari tahun sebelumnya,” ungkap.

Walikota Metro mengatakan, tahun ini dana kelurahan sudah adanya kebijakan terkait operasional dana desa yang mengatur penggunaan dan fungsi dana desa agar semakin tepat sasaran dengan memberikan anggaran ke setiap kelurahan yang ada di Indonesia secara merata yakni Rp. 352.000.000,- yang di setujui oleh presiden.

“Selain itu juga, Kota Metro mendapatkan tambahan anggaran untuk penerangan sebesar Rp.150.000.000,- untuk masing-masing kelurahan untuk 300 titik yang akan di pasang lampu jalan dengan anggaran untuk setiap titik sebesar Rp. 500.000,-’’ tutupnya.

Achmad Pairin Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat

Musyawarah Rencana Pembangunan atau yang disingkat dengan Musrenbang Tingkat Kelurahan, yang kali ini berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat. Dalam acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Metro Achmad Pairin, Rabu (06/02/2019).

Pada kesempatan ini turut dihadiri para Staf Ahli dan Asisten Setda Kota Metro, Kepala OPD se-Kota Metro, serta para Camat dan Lurah. Tak luput juga dihadiri para LPM, Kader PK,  tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh wanita di Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat.

Berdasarkan laporan Lurah Ganjar Asri, Anton Hartono mengatakan, dalam bantuan pembangunan Gerbang Bumi Sai Wawai di pergunakan untuk pembangunan jalan peving blok, pembangunan drainase, dan perbaikan masjid dan mushola sekitar.

“Dimana di Kelurahan Ganjar Asri penduduknya sebanyak 9.177 jiwa. Sementara untuk pendapat pajak PBB di Kelurahan Ganjar Asri memperoleh sebesar Rp 166 juta atau 76,76 %,” ujar Lurah Ganjar Asri.

Kemudian dalam sambutan Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan, Kelurahan Ganjar Asri memiliki daerah yang strategis, dimana dilewati jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota. Oleh karena itu, rencananya akan adanya pelebaran jalan pada tahun 2019.

“Kemudian, setiap Kelurahan kini mendapatkan bantuan dana dari Pusat sebesar Rp. 352 juta, yang akan diberikan pada tahun ini langsung kepada Kelurahan. Oleh karena itu, dana tersebut perlu adanya rancangan yang matang, dan perlu di awasi untuk pembangunan daerah yang bersangkutan,” kata Pairin.

Tambahnya, Walikota Metro menyampaikan bahwa, di Kelurahan Ganjar Asri terdapat 30 keluarga yang belum mempunyai WC sehat.

“Oleh karena itu saya minta kepada warga Kota Metro untuk membantu masyarakat yang kurang mampu membuat WC sehat. Hal ini di perkirakan setiap WC membutuhkan dana 3 juta, jadi total di Kelurahan Ganjar Asri membutuhkan dana 90 juta rupiah,” ungkapnya.

Pada akhir penyampaian, Pairin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Metro 100% memiliki WC Sehat. “Dan pada tahun ini akan diadakan peningkatan tempat wisata sebesar Rp. 1,7 Miliar untuk pembangunan tempat wisata di Dam Raman. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman masyarakat serta mewujudkan visi Kota Metro,” tutup Pairin dalam amanatnya.

Musrenbang di Kelurahan Ganjar Agung

Musrembang di Kelurahan Ganjar Agung dibuka langsung oleh Wakil Walikota Metro untuk membahas musyawarah perencanaan pembangunan, yang berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Agung, pada Senin (04/02/19).

Dalam laporan Lurah Ganjar Agung kegiatan yang diadakan untuk membahas musrembang bersama-sama dengan masyarakat secara langsung, agar segala kegiatan atau rencana yang akan dilakukan kelurahan dapat berjalan transparan.

“Luas Kelurahan Ganjar Agung adalah 288 Km dengan jumlah jiwa 6904 jiwa, untuk jumlah pencapaian PBB di lingkungan Kelurahan Ganjar Agung per Desember mencapai 67,5 %,” tuturnya.

Lanjutnya, prioritas kami  RW 1 di Jl. Kamboja berbatasan dengan lampung tengah dan metro perlu adanya perbaikan jalan dikarenakan banyak sekali lubang dan aspal yang sudah terkelupas,drainase yang ada di Jl. Jayabaya dimana merupakan dataran rendah dan adanya drainase yang kurang tepat disisi kiri dan kanan sehingga menimbulkan  tumpang tindih yang menyebabkan terjadinya banjir sehingga butuh pelebaran jalan sampai adanya wilayah yang tidak memiliki drainase.

“Harapan kami, kebijakan pemerintah dapat memprioritaskan ditahun anggaran 2020”papar Lurah Ganjar Agung.

Sementara itu Wakil Walikota Metro mengatakan bahwa yang dibahas di aula hari ini merupakan musrembang untuk tahun 2020 bukan 2019.

“Saya yakin sebelum adanya musrembang sebelumnya telah dilakukan pra-musrembang terlebih dahulu dimana semua warga kelurahan ganjar agung telah memegang data musrembang tahun 2018 yang akan kita kerjakan ditahun ini, sehingga masing-masing sudah paham betul ada saja yang akan kita lakukan di tahun 2019,” ujarnya.

Djohan menegaskan, bahwa musrembang  bukan hanya membahas fisik  tetapi ekonomi dan sosial budaya, tugas kami dari pemerintah hanya memberikan pengarahan disinilah kita menampung dan menerima usulan masyarakat.

“Kegiatan yang ada di kelurahan perlu adanya keterbukaan jumlah anggaran yang masuk dalam kelurahan agar masyarakat mengetahui jumlah yang turun untuk kepentingan seluruh warga kelurahan, masyarakat juga mempunyai kewajiban yakni membayar PBB karena pajak hukumnya jelas merupakan kewajiban,” ucapnya.

Harapannya, kedepan semua lurah yang ada di lingkungan kota metro bisa menghitung PBB agar masyarakat menjadi pintar dalam menghitung PBB sehingga bisa lebih transparan.

“Mudah-mudahan kelurahan ganjar agung yang merupakan pintu masuk lampung tengah lebih baik lagi kedepannya” tutup Djohan.

Wakil Walikota Metro Djohan Pimpin Musrenbang Kelurahan Sumbersari

Wakil Walikota Metro Djohan hadiri sekaligus pimpin Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, yang bertempat di SD Negri 8 Metro Selatan, Rabu (30/01/2019).

Turut hadir Staf Ahli, Asisten I, Asisten II, Sekretaris Bappeda, Kepala OPD se-Kota Metro, Camat dan Lurah Metro Selatan. Tak hanya itu, dihadiri ketua RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, agama, wanita, pemuda se-Kelurahan Sumbersari.

Dalam laporan Lurah Sumbersari Rafiudin menyampaikan mengenai kenaikan pokok PBB sebesar 1,2% dengan perhitungan pokok PBB Rp 52 juta rupiah realisasi 100% dengan periode yang sama tahun 2018.

“Tentu saja hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat akan kewajibannya bayar pajak. Kemudian juga dalam program Gerbang Bumi Sai Wawai di Kelurahan Sumbersari telah menyerap dana sebesar Rp.105 juta, hal ini bisa terlaksana karena di dukung oleh swadaya masyarakat Sumbersari yang rasa gotong royong nya masih kuat,” ungkap Lurah Sumbersari.

Sedangkan dalam sambutan Wakil Walikota Metro Djohan, Musrenbang yang kita bahas ini untuk pembangunan pada tahun 2020. “Kemudian untuk pembangunan yang telah di ajukan akan di seleksi sesuai dengan prioritasnya, sesuai dengan bidang fisik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya,” ungkapnya

Lanjutnya, Djohan menegaskan bahwa, untuk tahun 2019 Kelurahan Sumbersari akan membangun drainase dan sebagian besar peningkatan, rehabilitas dan pembangunan jalan Gatot kaca, Punto dewo dan Arjuna RW 01 dan pembangunan drainase.

“Kemudian akan di bangunan juga Gedung Kantor Kelurahan Sumbersari, di mana bangunan yang dulu dipergunakan untuk Rumah Sakit Sumbersari Bantul,” ungkap Djohan.