0 Comments

Terbaik ke Dua, Kelurahan Imopuro Upayakan Pengguna Baru Taat Bayar Pajak

Kelurahan Imopuro terus menunjukkan dedikasinya dalam menjaga prestasi setelah berhasil meraih peringkat kedua terbaik di Kota Metro dalam program PBB Tahun 2022. Prestasi gemilang ini juga tonggak awal yang memotivasi Kelurahan Imopuro untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti dalam pembangunan Kota Metro. “Kalau untuk di tahun ini, kita sudah terealisasi mencapai kurang lebih 40% sampai di bulan Juni dengan nilai sebesar Rp. 299.499.967,-. Sementara itu, untuk terealisasinya hingga di bulan ini mencapai Rp. 92.699.284,-, “ujar Maryani selaku Lurah Imopuro, Rabu (31/07/2024). Kelurahan Imopuro juga melakukan pertemuan dengan para pamong dan kolektor yang bertugas dalam membantu proses pembayaran PBB, dimana dalam pertemuan tersebut para petugas diberikan arahan dan petunjuk terkait tata cara pembayaran yang efisien dan transparan. Langkah ini merupakan upaya kelurahan Imopuro untuk memastikan bahwa proses pembayaran PBB berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Alhamdulillah, selain melalui pamong dan kolektor yang bertugas, warga Kelurahan Imopuro juga diberikan edukasi terkait pembayaran. Mereka dapat langsung datang ke MPP, Indomaret, dan Alfamart untuk memudahkan proses pembayaran, “terangnya. Diakuinya dalam proses pemungutan pembayaran PBB di Kelurahan Imopuro dirinya sempat mengalami kendala dalam proses penagihan atau penarikan yang dilakukan. “Selama ini, kendala yang kami hadapi adalah pemilik ruko yang mengalami pergantian di pasar, sehingga kami harus mencari informasi terkait tunggakan pembayaran,” terangnya. Dalam proses penyelesaian kendala pembayaran PBB, Kelurahan Imopuro menunjukkan kolaborasi yang efektif dengan BPPRD Kota Metro dalam menggerakkan strategi Jemput Bola, untuk menemukan solusi atas masalah tunggakan pembayaran. “Kami melakukan pencarian alamat-alamat yang memiliki tunggakan pembayaran, termasuk pemilik yang baru, dengan cara mendatangi tempat tersebut secara langsung,”jelasnya. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Metro memberikan insentif kepada para pamong sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam memberikan kontribusi terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat. Insentif ini bertujuan untuk memotivasi para pamong agar terus bersemangat dan berperan aktif dalam memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Kota Metro. “Para pamong di Kelurahan Imopuro sangat berterima kasih atas insentif yang mereka terima. Kebahagian tersebut juga dirasakan masyarakat Kelurahan Imopuro yang merasakan dampak positif dari seluruh program yang dicanangkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro,” katanya. Selanjutnya, warga sendiri dapat merasakan dampak positif dari bantuan dan program yang diberikan oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro, terutama dalam bidang kesehatan, Jama-Pai, Home Care, Geliat, Tabuh dan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selain itu, Kelurahan Imopuro dan Polsek menjalin kerjasama yang erat dengan menggelar program “Jumat Berkah dan Jumat Curhat” yang dicanangkan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dengan pihak kepolisian serta menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung di lingkungan sekitar,” ungkapnya. Melalui kegiatan tersebut, warga Imopuro memiliki kesempatan untuk berkumpul dan berinteraksi dengan petugas kepolisian dalam suasana yang santai serta memberikan kesempatan bagi warga untuk berbagi cerita, curhat, serta mendapatkan motivasi dan dukungan dari pihak kepolisian.”Harapannya dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Imopuro, “pungkasnya (Yl/Tm).

0 Comments

Dukung Perkembangan Anak Secara Optimal, Pemkot Metro Bentuk Tim TPPK Sekolah

Selasa (30/072024) Bertempat di SMPN 6 Metro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Suwandi, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan pembinaan hukum pada satuan pendidikan di Kota Metro merupakan upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. “Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 8 Tahun 2015 dan terbaru Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan,” ujar Suwandi. Pemerintah Kota Metro telah membentuk Tim Pencegahan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai amanat Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023. TPPK bertugas melayani, memproses, dan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan sekolah, khususnya terkait kekerasan. “Tidak hanya membentuk TPPK, kami juga terus bergerak melakukan tugas-tugas pencegahan dan penanganan kekerasan. Jika perlu, kami akan membentuk unit layanan pengaduan untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan laporan,” tambah Suwandi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Silfia Naharani Wahdi, mengingatkan pentingnya peran sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan generasi emas Indonesia pada 2045. “Pendidikan yang dilakukan di sekolah dan gerakan parenting dengan orang tua perlu terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal,” ujar Silfia. Lebih lanjut, Silfia menekankan peran guru dalam memperhatikan kondisi siswa-siswi di lingkungan sekolahnya dengan menelusuri permasalahan yang dihadapi siswa dari berbagai aspek, mulai dari keluarga hingga lingkungan tempat tinggal. “Mari saling peduli terhadap anak-anak kita. Kecakapan anak berbeda-beda, dan kita sebagai pendidik harus memahami dan mengembangkan potensi mereka secara holistik,” kata Silfia. Silfia juga mengimbau guru untuk bersinergi dengan TPPK dalam menangani kenakalan remaja dan kekerasan di lingkungannya. “Kemudian untuk Program Ayo Sekolah yang dicanangkan Wali Kota Metro tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan. Maka kesempatan ini saya mengajak seluruh warga sekolah di Kota Metro untuk optimalisasi salam pencanangan Program Ayo Sekolah,” ujarnya. (Yl/Sr)

0 Comments

Terus Membaik Progres Pembangunan Infrastruktur dan POKMAS Kelurahan Metro

Lurah Metro Ferry Wahyudi menyebutkan adanya kemajuan yang signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Kelurahan Metro pada era kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro. “Luar biasa semenjak Pemerintahan Bapak Wahdi dan Bapak Qomaru ini, di Kelurahan itu sudah banyak sekali pembangunan jalan-jalan yang sudah mulai diperbaiki, seperti jalan di AR Prawira Negara dan lainnya, termasuk perbaikan drainase, ” ungkapnya, Selasa (30/07/2024). Pembangunan juga dilakukan di Kelurahan Metro pada Gedung Kantor dengan melakukan renovasi atau perbaikan bangunan yang dilakukan pada tahun 2023. “Pada tahun 2024, program Kelompok Masyarakat (POKMAS) di Kelurahan Metro berhasil menyelesaikan pembangunan 7 titik drainase dan Jalan Cor Blok Beton. POKMAS di Kelurahan Metro 2024 telah selesai 100 persen,” bebernya. Selain perbaikan pembangunan infrastruktur, Kelurahan Metro juga memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada masyarakat melalui Kampung Restoratif Justice sebagai wadah konsultasi dan edukasi terkait masalah-masalah hukum ringan dalam masyarakat. “Kasus-kasus kecil seperti perkelahian atau pencurian kecil-kecilan bisa diselesaikan di sini, melalui musyawarah dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua RT, dan Tokoh Masyarakat. Namun, jika kasusnya berat maka akan dikonsultasikan dengan pihak Kejaksaan,” imbuhnya. Keberadaan Kelurahan Metro yang terletak di pusat kota, telah menjadi pionir dalam inovasi pengelolaan sampah melalui gerakan Bank Sampah yang menarik ratusan nasabah dengan melakukan pilihan terhadap sampah yang diproduksi. “Sampah-sampah di masyarakat dipilah terlebih dahulu. Plastik, kardus, dan lainnya yang kemudian nantinya akan dijual , sedangkan sisanya dibuang ke TPA 23,” pungkas Ferry. Keberhasilan Bank Sampah di Kelurahan Metro, menurutnya tidak lepas dari kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah setempat, dan pihak terkait lainnya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.(Yl/Tm)

0 Comments

Pemkot Metro Tengah Lakukan Normalisasi Saluran Pembuangan Air dan Pembenahan Infrastruktur Jalan

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan normalisasi saluran pembuang anak Sungai Way Bunut di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Barat. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro Wahdi mengungkapkan bahwa normalisasi dilakukan untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut, khususnya di depan Jalan Bambu Kuning. Proyek normalisasi ini meliputi area sepanjang 85 meter dan lebar 55 meter tersebut dikerjakan dengan cara melakukan rekonstruksi ulang saluran pembuang yang meliputi pembongkaran saluran existing yang telah dipenuhi oleh sedimentasi yang kemudian dilakukan pembangunan saluran baru. “Monitoring yang kita lakukan hari ini untuk melihat secara langsung pekerjaan perbaikan infrastruktur dan sistem drainase untuk mengatasi banjir yang seringkali terjadi di Jalan Imam Bonjol dengan melakukan pelebaran drainase di sisi kanan , karena disisi lain sudah banyak yang tertutup, “ujarnya saat lakukan monitoring, Senin (29/07/2024). Wahdi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Metro telah menyiapkan master plan untuk pembangunan sistem drainase terintegrasi, guna mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayahnya. Namun, menurutnya pembangunan sistem drainase terintegrasi ini tidak bisa dilakukan secara cepat. “Sistem drainase terintegrasi ini akan membangun sistem drainase dari hulu ke hilir, mulai dari titik pengumpulan air hingga ke saluran pembuangan, karena tanah di Metro ini seperti bukit teletabis, banyak kanal yang tertutup sehingga harus dilakukan revitalisasi dan membutuhkan biaya yang besar,” tambahnya. Lebih lanjut, Wahdi juga membeberkan jika pembangunan yang dilakukan saat ini lebih berfokus pada sport-sport skala prioritas. “Kalau kita membangun jalan ya notabene kualitasnya nggak bagus, sama saja dengan sesuatu yang percuma. Oleh karena itu kita harus membangun mulai dari trotoar dan drainase dan jalan dengan kualitas yang baik dan terintegrasi,” ungkapnya. Sebagai Wali Kota Metro, Wahdi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan, dengan ikut berkontribusi untuk mengontrol proses pembangunan jalan serta memantau angkutan kendaraan yang melintas melebihi kapasitas. Selain itu juga, Wahdi menekankan pentingnya peran aktif pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur dan tanggung jawab sosial di Kota Metro. Hal ini disampaikan pada saat kunjungannya ke beberapa titik proyek infrastruktur, termasuk Jalan Kaca Piring dan Jl. WR. Supratman yang menjadi jalur utama bagi truk-truk pengangkut barang. “Kita lakukan kunjungan disini dikarenakan untuk melihat langsung aktifitas lalu lintas pada jalur ini, dimana banyak sekali kendaraan seperti truk yang notabene daerah ini banyak yang menjadi gudang,” ungkapnya. Diakhir kunjungan, Wahdi berharap kepada pihak swasta agar dapat saling bersinergi dengan pemerintah, serta turut berperan aktif dalam menjaga dan membangun infrastruktur di Kota Metro. (Yl/Sr)

0 Comments

Tumbuhkan Rasa Patriotisme, Pemerintah Kota Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih ke Warga

Ratusan bendera merah putih dibagikan kepada masyarakat Kota Metro yang sedang melintas di Jalan A.H. Nasution. Pembagian bendera tersebut dilakukan usai Apel Mingguan di Pemerintah Daerah Kota Metro di Halaman setempat, Senin (29/07/2024). Kegiatan pembagian bendera merupakan tindak lanjut berdasarkan surat edaran dari Kemendagri Nomor : 400.10.1.1/2152/SJ Tanggal 8 Mei 2024 untuk mendukung kegiatan “Gerakan 10 juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia. Pada jegiatan tersebut dilaksanakan usai pencanangan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT Republik Indonesia ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024. Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin berharap dengan pembagian bendera tersebut dapat dikibarkan pada saat HUT RI dan menumbuhkan rasa semangat patriotisme dan nasionalisme. “Hari ini Pemerintah Kota Metro membagikan ratusan lembar bendera untuk masyarakat. Kita berharap bendera yang dibagikan dapat dikibarkan pada saat 17 Agustus , untuk mengenang jasa pahlawan yang telah mendahului kita. Dimana mereka sudah berjuang mati matian nyawa taruhannya dan kita saat yang masih hidup tinggal mengisi hari kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Wahdi. Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rosita menjelaskan bendera tersebut sudah disalurkan ke seluruh Kecamatan di Kota Metro untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayahnya. “Kami juga sudah membagikannya ke seluruh kecamatan untuk disalurkan kembali kepada warga yang tinggal di kecamatan masing-masing,” ujar Rosita. Pembagian Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih ini dilaksanakan dengan pemikiran bahwa bendera merah putih merupakan identitas, simbol, dan alat pemersatu Masyarakat Indonesia. “Maka dari itu Gerakan ini menggalang partisipasi Masyarakat, baik secara pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintah, maupun swasta,” pungkas Rosita kepada awak Tim Humas Kominfo. (Dns/Sr)

0 Comments

Reog Ponorogo Menambah Kemeriahan Metro Sport And Tourism di Sumbersari, Metro Selatan

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro kembali menggelar Metro Sport And Tourism (MST) yang kali ini berlangsung di Lapangan Sumbersari Bantul, Metro Selatan, Minggu (28/7/2024). Dalam sambutannya Walikota Metro, Wahdi mengatakan, MST ini merupakan salah satu upaya Pemkot setempat untuk meningkatkan perekonomian warga lewat sektor olahraga maupun pariwisata. “Iya dalam MST ini banyak yang bisa ditampilkan seperti olahraga, budaya dan lainnya. Jadi melalui kegiatan ini salah satu bukti bahwa pembangunan di Metro ini bukan hanya infrastruktur, perekonomian, tetapi juga SDM, budaya dan pariwisata,” kata Wahdi usai pembukaan. Ia menjelaskan, dalam MST ini banyak yang ditampilkan kesenian seperti reog ponorogo, barongsai dan lainya. Selain itu beberapa olahraga tradisional dan olahraga umum juga masuk dalam kegiatan ini. “Jadi banyak yang ikut serta di MST. Menurut saya pribadi ini sangat bagus, terlebih ada reog ponorogo, kemudian olahraga tradisional,” jelasnya. Menurut Wahdi, MST ini akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Sai Wawai. Dimana, nantinya kecamatan bisa menampilkan keunggulan dari masing-masing wilayahnya. “Misal disini unggulannya reog ponorogo, menjadi upaya promosi keunggulan masing-masing wilayah,” ucapnya. Ia mengimbau camat, lurah maupun OPD untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan MST ini. Sebab, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk masyarakat dimana salah satunya yakni peningkatan ekonomi. “Lurah juga harus dukung penuh, kemudian yang lain juga. Karena kegiatan ini untuk masyarakat dan kita adalah pelayan masyarakat,” tandasnya. Selanjutnya Walikota Metro Wahdi, menyambangi warga lansia dan disabilitas di seputaran Kelurahan Sumbersari Bantul, dikesempatan ini, Wahdi meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dapat memaksimalkan program layanan Home Care. (Dns/Sr)

0 Comments

Wahdi Isi Seminar Kesehatan Bertajuk Menjaga Pola Hidup Sehat Untuk Indonesia Emas

Dengan tema Menjaga Pola Hidup Sehat Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045, Walikota Metro Wahdi Sirajuddin menghadiri Seminar Kesehatan Perempuan Nasional, di Balai Keratun Kompleks Kantor Gubernur Lampung Sabtu 27/07/2024. Dalam Sambutannya Walikota Metro Wahdi Sirajuddin sekaligus sebagai Presidium majelis Wilayah KAHMI Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu media dalam menjaga pola hidup sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. “Atas nama pribadi saya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini yang mana kegiatan ini merupakan salah satu media untuk menyongsong Indonesia emas 2045”, pungkasnya. Ia juga menjelaskan bahwa pola hidup sehat adalah pondasi utama bagi kesehatan yang baik dan memainkan peran penting dalam mencapai potensi maksimal individu dan kemajuan bangsa. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam mempertahankan pola hidup sehat, seperti urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif. Selanjutnya Wahdi mengatakan bahwa di tengah tantangan ini, Majelis Wilayah FORHATI Lampung memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan di tingkat lokal. “Melalui berbagai kegiatan advokasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Majelis Wilayah FORHATI Lampung telah aktif dalam menyuarakan pentingnya pola hidup sehat dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif,” ungkapnya. Oleh karena itu, Wahdi meminta kepada Majelis Wilayah FORHATI Lampung akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan dalam rangka memberikan kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045″, ujarnya. Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, hukum, dan politik Ganjar Jationo mewakili PJ Gubernur Lampung, mengatakan bahwa Indonesia memiliki visi Indonesia emas 2045, Indonesia berupaya mengejar untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 5 di dunia, namun tantangan tidak mudah di antaranya Indonesia harus meningkatkan pendapatan nasionalnya. “Di tengah tantangan tersebut majelis forhati lampung harus memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya upaya kondisi kesehatan di tingkat lokal melalui berbagai kegiatan advokasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat forhati Lampung harus terus menyuarakan pentingnya hidup sehat dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan kesehatan preventif”, katanya. Oleh karena itu Pemprov Lampung menyambut baik seminar ini dengan tema menjaga pola hidup sehat untuk menyongsong Indonesia emas 2045 yang diselenggarakan oleh forhati lampung. “Kami juga mengapresiasi upaya ini mudah – mudahan ini senantiasa meninggalkan manfaat dan menghasilkan manfaat kepada kita semua masyarakat lampung, kami juga pemrov lampung yang kami hakikat instansi pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri”, ucap Ganjar. (Dns/Sr)

0 Comments

Pemerintah Kota Metro targetkan Pendapat Perkapita Naik

Pemerintah Kota Metro menargetkan pada tahun 2025 sampai tahun 2045 pendapatan perkapita kota setempat naik dari 49,32 juta menjadi 72,05 juta pertahun. Hal ini dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam jawabannya atas pandangan umum fraksi DPRD Metro saat rapat paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro tahun 2025-2045, Jumat (26/7/2024). Wahdi mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita tersebut terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Metro, produksi perikanan berjumlah 250,73 ton per tahun dan kontribusi PDRB industri pengolahan 15,54 persen. “Peningkatan pendapatan per kapita itu akan dicapai melalui upaya pembangunan antara lain pembangunan infrastuktur, dukungan sektor UMKM, peningkatan investasi daerah, pembangunan SDM dan lainya,” katanya. Selanjutnya Wahdi menjelaskan, pada tahun 2023 ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan per kapita Kota Metro sebesar Rp 45.236.830. Nilai ini merupakan nilai PDRB Kota Metro yang dihitung Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) setiap tahun. “Sedangkan nilai Rp 29.907.123 merupakan nilai PDRB yang dihitung Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) serta faktor yang mempengaruhi perkembangan harga barang dan jasa,” jelasnya. Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan tahun 2025-2045, Pemkot Metro memproyeksikan tingkat kemiskinan di Bumi Sai Wawai juga turun menjadi 2 persen, lalu rasio gini (indeks) atau kesenjangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,202 sampai 0,197. “Kemudian kontribusi PDRB Kota Metro terhadap PDRB Provinsi Lampung sebesar 2,50 persen,” ucapnya. Wahdi menuturkan, dalam RPJPD Kota Metro tahun 2005-2025 angka kemiskinan di Bumi Sai Wawai pada tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 8,47 persen. Namun pada tahun 2023 ini persentase penduduk miskin telah mencapai angka 7,28 persen. “Angka ini menunjukkan bahwa capaian pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkot Metro sudah lebih rendah daripada pemerintah pusat maupun provinsi,” paparnya. Tal hanya itu, kedepan Pemkot ingin Kota Metro yang di pimping siapa saja dapat meningkatkan pamor serta indeks daya saing daerah ke kanca internasional. Dimana indeks Kota Metro meningkat ditunjukkan dengan meningkatnya indeks daya saing daerah menjadi 4,940. “Dan pada tahun 2045 indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro di kisaran 83,51 sampai 85,13. Selain itu kita juga ingin emisi gas rumah kaca (GRK) Metro pada tahun 2045 turun hingga 93,17 persen,” pungkasnya.(Dns/Sr)

0 Comments

Komitmen Cegah dan Penurunan Stunting, Kota Metro Berada pada Angka 7,1 dari 14 Persen Nasional

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, memimpin acara penandatanganan komitmen bersama untuk aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di Kota Metro tahun 2024 yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (26/07/2024). Dalam acara tersebut, Wahdi Siradjuddin menyampaikan bahwa berdasarkan data secara nasional, penurunan angka stunting di Indonesia mengalami perlambatan sebesar 0,1 persen. Data tahun 2022 menunjukkan angka stunting mencapai 21,6 persen, sedangkan pada tahun 2023 angka tersebut turun menjadi 21,5 persen. “Di antara 37 provinsi di Indonesia, Lampung telah mendekati standar yang ditetapkan secara global maupun nasional yaitu angka 14 persen, dimana angka stunting di Lampung saat ini mencapai 14,9 persen, “paparnya. Wahdi juga membeberkan jika saat ini di Provinsi Lampung, terdapat 5 kabupaten dan 1 kota yang mengalami peningkatan angka stunting. “Tapi ada juga yang mengalami penurunan yang sangat signifikan, termasuk adalah Kota Metro. Berdasarkan data angka stunting Kota Metro saat ini berada pada angka 7,1 persen, ” ungkapnya. Selanjutnya, Wahdi menekankan dalam proses penurunan angka stunting, diperlukan upaya bersama yang dibangun melalui kesepakatan sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada bangsa dan Pemerintah Kota Metro. “Hadirnya kolaborasi dalam pemerintahan merupakan hal yang paling penting dalam upaya penurunan stunting, dimana pemerintah berperan sebagai agen pemberdayaan, dan kolaborasi antar berbagai sektor sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan zero stunting yang lebih cepat , “ujar Wahdi. Untuk mencapai hal tersebut, yang terpenting adalah membangun trust building, berkomitmen, dan adanya kompilasi dalam pembangunan keberlanjutan. Pada paparannya, Wahdi juga menyoroti peran penting Bapak dalam gerakan penurunan stunting dimulai dari Ibu mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus anak, mengurus bayi 1000 hari pertama kehidupan. Sementara itu, Wakil Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kota Metro , Anang Risgianto, mengungkapkan dasar pelaksanaan Rembuk Stunting dan Rapat Koordinasi TPPS Tingkat Kota Metro Tahun 2024 pada Perpres Republik Indonesia No.72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Dalam Perpres RI tersebut, mengamanatkan percepatan penurunan stunting yang dilakukan harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi antar kementerian, pemerintah daerah, provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa/kota, serta pemangku kepentingan. “Percepatan penurunan stunting ini merupakan upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang harus dilaksanakan secara kompleks, politik, integratif, dan berkualitas melalui kerjasama multisektoral baik di tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan, dan kelurahan yang bergerak secara serentak dan bukan kerja bergerak secara berpisah-pisah. Karena faktor risiko stunting tidak hanya disebabkan dari satu faktor, tetapi disebabkan oleh banyak faktor, “tegasnya. Untuk itu, melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat memantapkan kembali fokus pada tujuan percepatan penurunan stunting Kota Metro melalui rembuk stunting di tingkat Kota Metro agar sesuai dengan tujuan dan strategi nasional percepatan penurunan stunting. “Ada pun proses dalam upaya-upaya percepatan penurunan stunting antara lain adalah upaya menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan di kehidupan keluarga, menjamin penuh rohani asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan butuh pelayanan kesehatan, meningkatkan akses air minum dalam sanitasi, “tambahnya. Oleh sebab itu, mewakili Ketua TPPS Kota Metro, Anang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak mulai dari Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, TPPS Kota dan Kecamatan, Kelurahan, Tim Pendamping Keluarga, Camat, Kelurahan, Organisasi Wanita, Instansi Vertikal, Perguruan Tinggi, Organisasi Profesi, Pengusaha, Forum anak, dan semua pihak yang sudah berkontribusi aktif dalam penurunan angka stunting di Kota Metro. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen dan upaya kita bersama dalam keberhasilan menurunkan stunting di bawah angka nasional, Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kita bersama, “ungkapnya. Hal tersebut dapat diraih, berkat program-program Pemerintah Kota Metro yaitu JAMA-PAI, Bapak Asuk Anak Stunting, maupun berbagai program kegiatan yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan dan mitra kerja lainnya yang saling bersinergi untuk menurunkan stunting. “Meskipun kerja keras kita bersama telah mendapatkan apresiasi yang diraih dengan berbagai penghargaan sekala nasional, terkait percepatan penanganan stunting. Namun perjuangan kita juga belum selesai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, masih banyak potensi yang belum diperdayakan, masih banyak juga waktu untuk terus meningkatkan sinergi dalam rangka menurunkan atas stunting di Kota Metro, “terangnya. Menurutnya, Rembuk Stunting merupakan forum yang tepat untuk saling berembuk, bermusyawarah, dan memberikan saran guna menyelesaikan permasalahan terkait upaya percepatan penurunan stunting di Kota Metro. Anang menilai perlu adanya dorongan kekompakan, penguatan kerjasama lintas sektor untuk saling memadukan potensi kekuatan melalui gotong-royong bersama masyarakat dapat mencapai zero stunting. (Yl/Sr)

0 Comments

Untuk Kelancaran Pilkada, KPU Serahkan LHKPN 25 Anggota DPRD Setempat kepada Wali Kota Metro

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro menyerahkan bukti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 25 Anggota DPRD Kota Metro terpilih periode 2024-2029 kepada Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, pada Jumat (26/07/2024). Penyerahan LHKPN tersebut dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh PKPU, yaitu 21 hari sebelum masa pelantikan anggota DPRD terpilih pada 19 Agustus 2024. Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama, menuturkan bahwa kewajiban melaporkan LHKPN tersebut telah tertuang dalam Pasal 52 PKPU Nomor 6 Tahun 2024. “Setelah selesainya tahapan pemilu, KPU Kota Metro diminta oleh KPU RI untuk menyerahkan semua dokumen terkait 25 anggota DPRD di Kota Metro yang terpilih,” ujar Nurris. Selain menyerahkan LHKPN, KPU Kota Metro juga melaporkan bahwa proses Coklit (Pencocokan dan Pemutakhiran Data Pemilih) untuk Pilkada 2024 telah mencapai 100%. “Alhamdulillah berdasarkan data yang di dapat pada kemarin coklit sudah selesai, sudah kami lakukan di 22 kelurahan dan di 5 kecamatan yang melibatkan 468 petugas insya Allah sudah selesai 100 persen. Tinggal nanti proses rekap berjenjang dari Kelurahan, Kecamatan, Kota dari BPS DPP, ” ujarnya. Nurris juga berharap, KPU Kota Metro dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan tahapan Pilkada yang akan dilakukan pada tahun 2024. Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menyambut baik atas laporan dari KPU Metro dan menyatakan dukungannya untuk kelancaran Pilkada. “Dengan persiapan yang matang, kita berharap Pilkada 2024 di Metro dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” ujar Wahdi. Wahdi juga membeberkan bahwa dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kota Metro dapat berjalan dengan baik, bahkan Kota Metro menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Lampung yang telah menyelesaikan dana hibah tersebut. Terkait Hasil laporan KPU, Wahdi juga akan melakukan ditindaklanjuti dengan merahkan laporan tersebut kepada ke Pemerintah Provinsi Lampung. (Yl/Sr)