Dari hasil pelaksanaan Job Convassing pada Minggu ke-4 bulan April 2025 oleh tim Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Metro ke perusahaan-perusahaan di luar wilayah Kota Metro, terdapat 9 (sembilan) perusahaan yang membuka lowongan kerja dengan berbagai jabatan pekerjaan. Hal-hal mengenai informasi mengenai nama dan alamat perusahaan lowongan pekerjaan dan persyaratan lainnya sebagai terlampir
Penilaian Lomba Kelurahan Metro 2025: Mulyojati Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat
Aula Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, menjadi saksi pelaksanaan Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tahapan evaluasi dan penilaian penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 Jum’at (16/05/2025). Penilaian ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penilai Lomba, Supriyadi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Metro. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lomba kelurahan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari mekanisme evaluatif terhadap kinerja dan inovasi yang dilakukan kelurahan dalam rangka mendukung program-program pemerintah, memperkuat pelayanan publik, dan menghadapi tantangan sosial serta ekonomi secara berkelanjutan. “Pelaksanaan lomba kelurahan merupakan upaya Pemerintah Kota Metro untuk mendorong lahirnya kelurahan-kelurahan berprestasi yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Kelurahan yang terpilih nantinya akan menjadi percontohan (labsite) dan mewakili Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung”, ujar Supriyadi. Lomba Kelurahan Tahun 2025 ini mengusung tema “Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”, sebuah tema strategis yang sejalan dengan arah pembangunan nasional dan upaya penguatan swasembada pangan di tingkat masyarakat paling bawah. Tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian yaitu Evaluasi Bidang Pemerintahan Kelurahan, Evaluasi Bidang Kewilayahan dan Evaluasi Bidang Kemasyarakatan. Adapun tahapan lomba meliputi, penilaian administrasi, pemaparan peserta lomba, dan klarifikasi lapangan. Dalam kesempatan yang sama, Lurah Mulyojati Ngadiono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Tim Penilai. “Lomba ini bukan semata-mata ajang kompetisi, tapi juga momentum evaluatif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun sinergi antar elemen masyarakat. Kami siap menampilkan berbagai inovasi, capaian, dan potensi yang dimiliki Kelurahan Mulyojati,” ucapnya. Kelurahan Mulyojati, yang memiliki luas wilayah 2,944 km² dengan jumlah penduduk mencapai 8.612 jiwa, menampilkan berbagai inovasi berbasis digital yang mendukung peningkatan pelayanan publik. Di antaranya E-Sikam (Sistem administrasi surat berbasis digital), Bot Pelayanan (Chatbot pelayanan otomatis untuk memudahkan warga), Survei Kepuasan Masyarakat berbasis QR Code, Informasi Kelurahan Digital melalui media sosial, website, dan YouTube. Di bidang kewilayahan, Kelurahan Mulyojati telah menjalankan sejumlah program unggulan seperti pengelolaan lingkungan melalui Bank Sampah, pembentukan Gapoktan, kelompok ternak, kelompok tani dan KWT, serta kesiapsiagaan bencana yang ditangani oleh tim relawan aktif. Pada sektor kemasyarakatan, berbagai elemen turut berkontribusi seperti Karang Taruna yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan pemuda. PKK dengan kegiatan edukatif, kesehatan, dan ekonomi kreatif. LPM dan LINMAS yang berperan dalam perencanaan pembangunan dan keamanan lingkungan. Produk unggulan lokal juga turut mendukung ekonomi masyarakat seperti, Kelanting (Delima), Aneka Keripik (Restu Ananda), Madu Trigona dari Rumah Madu Andini, Beras organik Mentik Susu Wangi, Jamu Sehat Tanaman (Jamu Bumi). “Sementara itu, kegiatan gotong royong masih menjadi budaya yang terus dipertahankan oleh warga Mulyojati, seperti pembersihan saluran air, perbaikan jalan, serta penghijauan lingkungan. Mulyojati juga mengembangkan perpustakaan kelurahan sebagai pusat literasi, tempat belajar, dan ruang komunitas. Dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet, perpustakaan ini menjadi tempat interaktif bagi masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan,” jelasnya. Sementara itu, LINMAS Kelurahan Mulyojati menunjukkan perannya dalam menjaga keamanan dan kesiapsiagaan bencana melalui patroli, apel, pelatihan, dan koordinasi rutin bersama aparat terkait. Menutup kegiatan, Lurah Mulyojati mengungkapkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan kelurahan. “Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kami optimis dapat membangun kelurahan yang lebih baik dan siap membawa nama Kota Metro ke tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh kelurahan di Kota Metro untuk terus berinovasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. (Md/Sr)
Dukung Pemberantasan DBD, Wali Kota Metro Pimpin Langsung Gerakan PSN 3M-Plus
Wali Kota Metro melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M-Plus yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kota Metro. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi, 16 Mei 2025 yang dipusatkan di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Gerbang Prasanti, Metro Pusat. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Camat Metro Pusat, serta para lurah setempat. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap gerakan pemberantasan penyakit demam berdarah. Wali Kota Metro dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan seperti PSN 3M-Plus tidak akan berjalan efektif tanpa peran aktif warga. “Agenda kita pagi ini adalah pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan Prasanti. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian sangat kami apresiasi. Ini bukti bahwa masyarakat mulai sadar dan peduli akan kesehatan lingkungan,” ujar Wali Kota. Menurut Bambang, partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Pemerintah hanya bisa mendampingi, tetapi peran utama tetap berada di tangan warga. Gerakan 3M-Plus sendiri meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta tindakan tambahan seperti menggunakan obat nyamuk dan memperbaiki saluran air. Menurut Wali Kota, keberadaan nyamuk pembawa virus dengue dapat diminimalisir jika seluruh masyarakat secara rutin dan sadar melakukan tindakan pencegahan di rumah masing-masing. “Jangan sampai kita menunggu sakit dulu baru bergerak,” ujarnya. Beliau juga menegaskan pentingnya peran lurah dan camat untuk terus menghimbau masyarakat. “Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Camat, dan Lurah, jangan bosan-bosan mengingatkan warga. Edukasi itu harus dilakukan terus-menerus,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro turut memberikan laporan dan imbauannya kepada warga. Ia menyampaikan bahwa kegiatan PSN 3M-Plus hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh 22 kelurahan di Kota Metro. Kepala Dinas Kesehatan Eko Hendro Saputra, menyebutkan bahwa kasus demam berdarah di Kota Metro pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi latar belakang kuat dilaksanakannya gerakan PSN secara masif. “Penyakit demam berdarah tidak bisa diatasi hanya oleh petugas kesehatan. Masyarakat juga harus terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungannya,” ujar Kadinkes dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue, sangat cepat berkembang biak jika lingkungan tidak bersih dan banyak genangan air. Oleh karena itu, upaya pembersihan harus menjadi kebiasaan. Gerakan ini merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk. “PSN secara gotong royong dinilai sebagai strategi yang telah terbukti ampuh dalam pengendalian DBD. Tak hanya itu juga, seluruh elemen masyarakat tetap semangat dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya hidup bersih. Kalau kita semua peduli, maka risiko tertular DBD bisa ditekan secara drastis,” katanya. Kepala Dinas Kesehatan juga mengajak semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga tempat kerja, untuk terus memantau dan memastikan tidak ada tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. “Kegiatan ini tidak hanya sehari, tapi harus menjadi kebiasaan harian,” tambahnya. Sementara itu, warga yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif inisiatif dari pemerintah. Banyak dari mereka mengaku senang karena lingkungan mereka mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan penyakit. Salah satu warga Prasanti menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Ia berharap pemerintah dapat mengadakan kegiatan serupa secara rutin di masa mendatang. Partisipasi masyarakat terlihat antusias. Mereka tidak hanya mengikuti arahan petugas, tetapi juga turut membersihkan lingkungan sekitar dan mengajak tetangga untuk bersama-sama berkontribusi. Kegiatan ini diakhiri dengan pengecekan langsung oleh Wali Kota dan rombongan ke beberapa rumah warga untuk memastikan langkah-langkah 3M telah diterapkan. Pemerintah juga membagikan brosur dan alat pembersih kepada warga. Dengan semangat kebersamaan, Kota Metro berharap bisa terbebas dari ancaman demam berdarah. Gerakan PSN 3M-Plus ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kota yang sehat dan bahagia bagi seluruh warganya. (Yd/Sr)
Purwosari Wakili Kecamatan Metro Utara Dalam Ajang Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro
Pemerintah Kota Metro kembali menggelar Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro sebagai upaya strategis untuk mengevaluasi dan memperkuat kinerja pemerintahan kelurahan. Tahun ini Pemerintah Kota Metro mengusung tema nasional ‘Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, namun juga menjadi sarana kolaboratif untuk mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat kelurahan, Kamis (15/05/2025). Asisten I Kota Metro, Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian luar biasa yang telah diraih Kota Metro dalam ajang lomba kelurahan pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Kota Metro melalui Kelurahan Tejoagung berhasil menjadi juara tingkat provinsi. Kemudian, pada tahun 2023, Kelurahan Yosorejo melaju ke tingkat nasional dan berhasil meraih juara pertama. Prestasi ini kembali dilanjutkan pada tahun 2024 oleh Kelurahan Yosodadi yang juga berhasil menyabet gelar juara nasional. Supriyadi menegaskan bahwa lomba kelurahan ini hanya mengacu pada tiga variabel utama, yaitu aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan, sementara unsur lainnya merupakan pelengkap. Ia menekankan bahwa mempertahankan gelar juara nasional merupakan tantangan yang berat dan membutuhkan kerja keras serta komitmen dari seluruh pihak. Selanjutnya, Supriyadi pun mengimbau kepada seluruh tim penilai agar memberikan penilaian secara jujur dan objektif tanpa rekayasa, demi mendapatkan yang terbaik di antara yang baik. Ia juga menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan kelurahan di berbagai aspek. Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat menampilkan berbagai inovasi dan terobosan dari tiap kelurahan, termasuk Kelurahan Imopuro yang menjadi bagian penting dari pusat pemerintahan.Tema lomba tahun ini menggambarkan pentingnya peran kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kelurahan didorong untuk menjalin kolaborasi lintas sektor dalam rangka menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Supriyadi juga menyoroti pentingnya sinergi antara lurah, camat, masyarakat, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan kelurahan yang mandiri dan kreatif, khususnya melalui pengembangan UMKM dan urban farming. “Mari seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung jalannya lomba dan mengingatkan tim penilai agar menjaga profesionalisme serta bersikap santun selama proses penilaian berlangsung,” kata Supriyadi. Lurah Purwosari dalam sambutannya menyatakan bahwa Kelurahan Purwosari ditunjuk untuk mewakili Kecamatan Metro Utara dalam lomba ini, bersaing dengan lima kecamatan lain. Ia menyebutkan bahwa potensi unggulan Kelurahan Purwosari terletak pada sektor pertanian, jasa, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kelurahan ini terbentuk berdasarkan Perda Kota Metro No. 25 Tahun 2000 tentang pemekaran kecamatan dan kelurahan, yang sebelumnya merupakan bagian dari Desa Purwosari.Dalam pelaksanaan lomba tahun 2025, Kelurahan Purwosari menampilkan berbagai inovasi seperti penerapan e-SIKAM, portal PNS, dan e-kinerja di bidang pemerintahan,” jelasnya. Pada bidang kewilayahan, Kelurahan Purwosari aktif mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat, seperti pengelolaan sampah bersama pondok pesantren dan pengembangan Bank Sampah Podomoro yang aktif dalam berbagai event kota. Lurah Purwosari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan lomba, termasuk tim penilai dan Ketua Tim Penggerak PKK, atas kontribusinya dalam pembangunan kelurahan. “Dengan terselenggaranya lomba ini, Pemerintah Kota Metro menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian masyarakat, menjaga keberlanjutan prestasi nasional, dan membangun kota yang tangguh serta berdaya saing tinggi,” ungkapnya. (Yd/Sr)
GELAR LOMBA KELURAHAN TINGKAT KOTA 2025: PEMKOT METRO KOMITMEN PERTAHANKAN GELAR NASIONAL DAN PERKUAT KETAHANAN PANGAN
Pemerintah Kota Metro kembali menyelenggarakan Lomba Kelurahan Tingkat Kota sebagai upaya strategis untuk mengevaluasi dan memperkuat kinerja pemerintahan kelurahan. Kegiatan ini tak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga media kolaboratif untuk mempromosikan inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta ketahanan sosial dan ekonomi, sejalan dengan tema nasional, Rabu (14/05/2025). Dengan tema ‘Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas’ Asisten I Kota Metro Supriyadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian luar biasa Kota Metro dalam ajang lomba kelurahan di tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah tahun 2022 kita dari Metro yang diwakili Kelurahan Tejoagung dan berhasil menang di tingkat provinsi. Tahun 2023, kita maju melalui Kelurahan Yosorejo dan alhamdulillah berhasil menjadi juara satu tingkat nasional. Tahun 2024, Kelurahan Yosodadi kembali berhasil meraih gelar juara nasional”, ujar Supriyadi. Supriyadi juga menekankan bahwa mempertahankan gelar juara nasional adalah tantangan yang berat. Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh tim penilai dari kota agar tetap objektif dalam memberikan penilaian. “Untuk tim juri, nilai lah dengan sejujur-jujurnya, apa adanya. Kita mencari yang terbaik di antara yang baik, bukan memaksakan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari upaya evaluasi menyeluruh dalam aspek penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan oleh kelurahan. “Melalui lomba ini, kita berharap bisa mengenalkan berbagai inovasi dan terobosan dari kelurahan-kelurahan, termasuk Imopuro yang menjadi bagian penting dari pusat pemerintahan Kota Metro, lanjut Supriyadi. Tema tahun ini, “Kelurahan Tangguh Pangan, Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”, menunjukkan betapa pentingnya peran kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan yang dekat dengan masyarakat. Kelurahan diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Supriyadi juga menyoroti pentingnya sinergi antara Lurah, Camat, masyarakat, serta tokoh-tokoh masyarakat dalam membangun kelurahan yang mandiri dan kreatif, khususnya melalui pengembangan UMKM dan pertanian kota atau urban farming. Lomba kelurahan ini dinilai berdasarkan tiga komponen utama yaitu administrasi, pemaparan peserta, dan indikator-indikator evaluasi sesuai Permendagri 81 Tahun 2015, yang meliputi bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan. Selanjutnya, Supriyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung jalannya lomba ini dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan para tim penilai agar tetap profesional dan bersikap santun kepada masyarakat selama proses penilaian. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Ny. Eni Sumiyati Bambang, S.IP, menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan masyarakat. PKK sebagai gerakan nasional yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat terus berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan. “Visi PKK adalah mewujudkan keluarga sehat, cerdas, berdaya, beriman dan bertaqwa menuju Indonesia maju 2025, ungkapnya.Ia juga menjelaskan bagaimana 10 Program Pokok PKK dijalankan secara bertingkat mulai dari dasawisma hingga tingkat kota, mencakup bidang keagamaan, pendidikan, keterampilan, kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi kreatif,” kata Eni Bambang. PKK menjadi mitra strategis pemerintah dengan menyerap aspirasi masyarakat, menyusun perencanaan, dan melaksanakan kegiatan yang menyentuh langsung semua bidang kehidupan masyarakat, tambahnya. Sementara itu, Lurah Imopuro dalam paparannya memperkenalkan berbagai potensi dan inovasi yang dimiliki oleh wilayahnya. Kelurahan Imopuro memiliki sejumlah UMKM unggulan seperti Batik Echo print dan Sibori dari Godong Asri, Belita Raju, Jamu Berkah Sehat, serta Bolu Kenong. Selain itu, potensi seni dan budaya juga tumbuh subur melalui pertunjukan Tambur Minang Lestari. Di bidang pertanian perkotaan, Kelurahan Imopuro dikenal dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) seperti Sejaim, Serasi, dan Jaya Imopuro, yang aktif menanam dan membudidayakan tanaman untuk konsumsi masyarakat sekitar. Kegiatan pertanian ini sangat membantu kebutuhan keluarga dan lingkungan sekitar. “Kami juga aktif dalam kegiatan keagamaan melalui BKMT Permata serta gotong royong bersama pamong, PKK, dasawisma, dan Karang Taruna,” tutur Bu Lurah. Lurah Imopuro juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk tim penilai dan Ketua Tim Penggerak PKK.Dengan penyelenggaraan Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro ini, Pemerintah Kota Metro menunjukkan keseriusan dalam mendorong kinerja kelurahan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mempertahankan prestasi nasional sebagai kota yang adaptif, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (Md/Sr)
Wamendagri Buka Munas VII APEKSI 2025, Wali Kota Metro Hadiri dan Apresiasi Kolaborasi Antar Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2025 yang digelar di Kota Surabaya, Kamis (8/5/2025). Pembukaan Munas APEKSI VII 2025 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tambora. Pembukaan Munas ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam. Kegiatan ini mengusung tema “Dari APEKSI untuk Negeri”, dan diikuti oleh seluruh wali kota dari 98 kota se-Indonesia, termasuk Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso. Ketua Dewan APEKSI Eri Cahyadi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Munas VII di Kota Surabaya. Baginya, APEKSI adalah rumah seluruh kota yang ada di Indonesia. “Maka ketika ada yang mengatakan rumahku adalah surgaku, maka APEKSI ini harus kita jadikan surga seluruh wali kota yang ada Indonesia,” ujarnya. Menurut dia, semangat kebersamaan dalam APEKSI, harus menjadi landasan utama dalam mendorong pemerataan pembangunan antar kota. Nah, ketika APEKSI menjadi rumah bagi seluruh kota, maka tidak ada yang lebih baik di antara yang lainnya. “Selalu saya katakan APEKSI ini gagal ketika ada kota yang terlalu maju, tapi ada kota yang tertinggal karena kota yang maju tadi. Tapi bagaimana kita menjadi keluarga, ketika kita satukan semuanya menjadi satu kekuatan, yang akhirnya tidak ada kesenjangan yang jauh antara satu kota dengan kota yang lainnya,” tutur Cak Eri sapaan lekat Wali Kota Surabaya. Dalam kesempatan ini, Cak Eri juga menekankan pentingnya penyelarasan antara visi dan misi kota dengan visi misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Karenanya, salah satu tujuan utama dari Munas VII APEKSI 2025 adalah bagaimana menyelaraskan program antara pemerintah kota dengan pusat. Di waktu yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Menurutnya, wali kota adalah mitra strategis pemerintah provinsi. “Ini sebabnya berbagai kebijakan yang diambil oleh Gubernur prinsip kami adalah kolaboratif, bukan instruktif terhadap bupati dan wali kota. Kita berjalan bersama-sama, setiap daerah punya kekhasan dan kekhususannya masing-masing. Mari kita bersama-sama mewujudkan cita-cita Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ajaknya. Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai bahwa penyelenggaraan Munas VII APEKSI 2025 menjadi ruang sinkronisasi antara program daerah dan pusat. Dalam sambutannya, Wamendagri menekankan bahwa menjadi seorang wali kota bukanlah tentang ketenaran, popularitas, atau kekuasaan, melainkan tentang pengabdian yang tulus kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya sebagai kota dengan kapasitas fiskal terkuat di Indonesia, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 8 triliun. “Ada sepuluh kota dengan kapasitas fiskal yang kuat, yaitu Surabaya, Semarang, Bekasi, Tangerang Selatan, Denpasar, Tangerang, Bogor, Bandung, Batam, dan Medan,” ungkap Bima. Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa mimpi besar Indonesia menuju 2045 adalah agar seluruh kota, termasuk 98 anggota APEKSI, memiliki kapasitas fiskal yang semakin kuat dari tahun ke tahun. Efisiensi dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut. “Efisiensi bukan hanya soal pemangkasan, tetapi merupakan investasi jangka panjang. Ini menyangkut pembangunan kultur baru, pendekatan baru, dan cara kerja yang lebih efektif. Contohnya, efisiensi anggaran perjalanan dinas telah menurun dari Rp 44 triliun menjadi Rp 34 triliun, serta pengurangan anggaran untuk acara seremonial sebesar Rp 4 triliun,” jelasnya. Bima juga menyoroti pentingnya mendorong peningkatan pendapatan dan belanja daerah agar uang beredar di daerah dapat meningkat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia turut menyampaikan apresiasi Presiden atas keberhasilan pengendalian inflasi nasional, yang saat ini menjadi salah satu yang terendah di dunia. “Terakhir, saya mengimbau kepada seluruh kepala daerah untuk memperkuat hubungan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bangun stabilitas politik atas dasar kekeluargaan dan sinergi,” pungkasnya. Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyambut baik pelaksanaan Munas VII APEKSI 2025 ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi Kota Metro dalam memperluas jejaring antar daerah, memperkuat kolaborasi, dan bertukar inovasi kebijakan. Selain agenda musyawarah utama, Munas VII APEKSI 2025 juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan pendukung seperti forum diskusi tematik, pameran produk unggulan daerah, serta pawai budaya yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi dari berbagai kota di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro turut mengunjungi Indonesia City Expo 2025 yang dilaksanakan di Grand City Surabaya pada 8–10 Mei 2025. Pameran ini menghadirkan booth dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Kota Metro yang menampilkan produk unggulan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta berbagai produk lainnya. (Yn/Sr)
Ketua TP PKK Kota Metro Hadiri Ladies Program Munas VII APEKSI 2025 di Surabaya
Ladies Program menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Hotel Sheraton Surabaya. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, S.IP., turut menghadiri acara tersebut, Kamis (08/05/2025). Dengan mengusung tema ‘Dari Perempuan untuk Negeri’, kegiatan ini diikuti oleh para Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dari 98 kota di seluruh Indonesia, termasuk Kota Metro. Ladies Program bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar-istri Wali Kota selaku Ketua TP PKK. Tidak hanya berfokus pada kerja sama antar pemerintah kota, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peran penting istri kepala daerah dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat. Dalam program ini, ditampilkan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan angklung, pemutaran video dari masing-masing kota, peragaan busana (fashion show), serta penampilan artis nasional Budi Doremi yang turut memeriahkan acara di penghujung kegiatan. Pada sesi fashion show, Kota Metro menampilkan wastra khas daerah berupa kain bermotif corak siger Lampung Kapal, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan promosi kekayaan tekstil tradisional kepada peserta dari berbagai kota di Indonesia. Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada seluruh peserta yang telah hadir. “Selamat datang, sugeng rawuh kepada ibu-ibu hebat dan seluruh delegasi APEKSI yang hadir di Surabaya. Semoga jenengan berkenan di Surabaya dan pulang membawa kesan luar biasa. Terima kasih sudah mau memamerkan wastra dari daerah masing-masing sehingga kita dapat mengetahui kekayaan wastra Nusantara dari seluruh Indonesia. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami jika jenengan bisa hadir kembali di Surabaya dalam kesempatan yang lain,” ujarnya. Kehadiran Ketua TP PKK Kota Metro Eni Bambang dalam acara ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran perempuan dalam pembangunan daerah, serta wujud partisipasi aktif Kota Metro dalam memperkuat jejaring antarwilayah melalui forum strategis APEKSI. (Yn/Sr)
Pemkot Metro Genjot Pembayaran Pajak Kendaraan dengan Strategi Edukasi dan Sosialisasi Menyeluruh
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro gencar meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor melalui audensi dengan Kepala UPT Wilayah 3 Samsat Metro dan Kepala Jasa Raharja Cabang Metro yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Metro, Kamis (08/05/2025). Untuk membahas strategi efektif dalam mengoptimalkan program pemutihan pajak dan meningkatkan pelayanan publik di kantor Samsat, Kepala UPT Wilayah 3 Samsat Metro, Soleha Hardiyana Yulianti, menyampaikan beberapa strategi kunci untuk mendukung peningkatan PAD di Kota Metro. Dalam paparannya, Soleha menyebutkan bahwa salah satu strategi kunci yang harus dilakukan adalah melakukan edukasi kepada masyarakat terkait program pemutihan pajak mengingat masih banyak masyarakat yang kurang memahami detail program, termasuk rincian biaya yang harus dibayarkan, digratiskan dan yang dibebaskan. “Kami memohon dukungan dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk membantu menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan demi kenyamanan masyarakat saat membayar pajak di Samsat, sekaligus membantu mengedukasi mereka mengenai apa yang dibayarkan, apa yang digratiskan, dan dibebaskan dalam program pemutihan ini,” jelas Soleha. Oleh karena itu, Samsat Metro meminta dukungan Pemkot untuk melakukan edukasi komprehensif melalui berbagai media, termasuk konten digital yang mudah dipahami oleh masyarakat. Pada laporannya, Kepala UPT Wilayah 3 Samsat Metro menuturkan beberapa langkah yang sudah dilakukan dengan mengunakan mobil Samsat Keliling di wilayah Metro Utara dan Selatan. Hal ini didorong dari antusias masyarakat Kota Metro yang tinggi menunjukkan hasil positif. Tak luput juga berkat peran aktif para camat dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya. Ke depan, Samsat Metro berencana mensosialisasikan kebijakan baru Gubernur Lampung terkait sistem pembayaran pajak pada pemutihan 2025, yang akan dikoordinasikan dengan Jasa Raharja dan dilakukan secara langsung hingga tingkat RW/RT dan Babinsa. Guna mendukung capaian PAD Kota Metro, Jasa Raharja juga akan menargetkan wilayah dengan tunggakan pajak tertinggi untuk mensosialisasikan fungsi mereka dan pentingnya membayar pajak kendaraan. “Kami akan fokus ke wilayah kecamatan yang banyak wajib pajak menunggak. Di situ kami melakukan sosialisasi fungsi Jasa Raharja sekaligus menyampaikan pentingnya membayar pajak kendaraan,” terang Nila. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman Kepala Cabang Jasa Raharja yang juga bertangungjawab pada Lampung Tengah, dimana korelasi antara tingkat kecelakaan tinggi merupakan salah satu pengaruh dari rendahnya kesadaran membayar pajak. “Di Lampung Tengah, kami telah melakukan intervensi pada ruas jalan terusan Unyai yang memiliki angka kecelakaan lalu lintas tertinggi. Uniknya, di wilayah ini juga tercatat tingkat kepatuhan wajib pajak dan kesadaran masyarakatnya menurun, ” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mendukung adanya pendekatan langsung kepada masyarakat melalui RT dan RW melalui lurah untuk menerima sosialisasi langsung dari Samsat dan Jasa Raharja di 22 kelurahan. Langkah ini dinilai lebih efektif daripada kampanye besar-besaran mengingat waktu yang dimiliki terbatas dari 1 Mei sampai 31 Juni 2025. “Mengingat waktu tinggal 2,5 bulan, kita mungkin tidak bisa kampanye besar-besaran. Tapi kita bisa menggerakkan ke RT-RW, itu jauh lebih efektif, “tutur Rafieq saat melakukan audensi. Sebagai upaya tambahan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rafieq menjelaskan bahwa Pemkot Metro juga menerapkan kebijakan penahanan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Kebijakan ini juga disusul dan sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan gerakan dan menjadikan ASN sebagai contoh bagi masyarakat. (Yl/Sr)
Sinergi Pendidikan Islam dan Pemkot Metro: Launching Buku dan Wisuda Siswa MA Muhammadiyah
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, memberikan apresiasi tinggi kepada Madrasah Aliyah Muhammadiyah Metro atas terselenggaranya kegiatan Intihaussanah (perpisahan siswa kelas XII) sekaligus Launching Buku karya guru dan siswa, yang dilaksanakan di Aula Gedung Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Metro, Kamis (08/05/2025). Sebanyak 52 peserta didik resmi dinyatakan lulus dan dikembalikan kepada orang tua wali. Dimana acara ini mencerminkan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan islam dan Pemerintah Kota Metro dalam mendorong kemajuan pendidikan. Pemkot Metro berkomitmen terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa yang menumbuhkan semangat belajar, literasi, dan pembangunan karakter generasi muda. Wakil Wali Kota Metro Rafieq Adi Pradana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MA Muhammadiyah Metro telah menunjukkan peran aktif dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan literasi di Kota Metro. “Madrasah ini menjadi salah satu penggerak pendidikan Islam di Kota Metro. Semangat literasi yang ditunjukkan melalui peluncuran buku karya guru dan siswa menjadi bukti bahwa pendidikan Islam mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul”, ujar Wakil Wali Kota. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Metro akan terus mendukung institusi pendidikan yang mendorong kemajuan sumber daya manusia, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter. “Kalau hari ini belum tahu mau jadi apa, sekolah tetap menjadi jawabannya. Pendidikan adalah jalan membuka berbagai pintu masa depan,” kata Rafieq. Menurut Wakil Wali Kota Metro, peluncuran buku sebagai Bukti Budaya Literasi. Momentum ini juga diwarnai dengan peluncuran tiga buku karya guru dan siswa, yang merupakan langkah nyata dalam mendorong budaya menulis dan berpikir kritis di lingkungan madrasah. “Dengan peluncuran ini diharapkan jumlah karya yang diterbitkan akan terus bertambah setiap tahunnya.Tahun ini tiga buku, insyaallah tahun depan lima atau lebih. Kota Metro harus menjadi pelopor literasi Islami, dan MA Muhammadiyah Metro telah memberi contoh yang baik,” ucapnya. Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Metro, yang turut hadir juga menyampaikan kesiapan UM Metro dalam menerima lulusan MA Muhammadiyah Metro melalui berbagai program studi dan beasiswa, termasuk beasiswa potongan 50% bagi siswa berprestasi. UM Metro kini memiliki lebih dari 30 program studi, termasuk Fakultas Kedokteran yang sedang berkembang, dan membuka kesempatan bagi lulusan madrasah untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar dari Kota Metro. “Kami menyambut dengan tangan terbuka generasi muda dari MA Muhammadiyah Metro. Kota Metro punya potensi besar di sektor pendidikan dan kami siap mendukung,” ujar Wakil Rektor. Diakhir acara Kepala MA Muhammadiyah Metro, secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua. Ia menyampaikan bahwa selama tiga tahun, madrasah telah berupaya maksimal dalam menjalankan amanah pendidikan dan membentuk karakter Islami pada siswa. “Kami mohon maaf atas segala kekurangan. Tapi yakinlah, kami mendidik mereka dengan hati. Hari ini kami serahkan kembali, semoga mereka menjadi pribadi yang bertaqwa, cerdas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Ia juga berpesan kepada para siswa untuk tetap menjaga ibadah, menghormati orang tua, serta melanjutkan hafalan Al-Qur’an bagi yang telah mengikuti program tahfidz. Acara Intihaussanah ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan tanda kelulusan, dihadiri oleh para tokoh pendidikan, pimpinan sekolah Muhammadiyah, orang tua siswa, serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat. (Md/Sr)
Momentum Perkuat Kolaborasi Antar Kota, Walikota Metro Hadiri Gala Dinner Munas APEKSI VII Tahun 2025 di Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut hangat seluruh wali kota se-Indonesia dalam acara Gala Dinner Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Ke-VII Tahun 2025, yang digelar di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Rabu malam (07/05/2025). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan komitmen kolaboratif antar pemerintah kota. Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, hadir bersama Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, S.IP. turut bergabung bersama para wali kota lainnya dari seluruh penjuru Indonesia. Turut hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya, yang memberikan dukungan penuh terhadap semangat sinergi dan kerja sama yang digaungkan dalam Munas APEKSI kali ini. Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Munas dan menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menjawab tantangan pembangunan nasional. “Selamat datang Bapak dan Ibu Wali Kota seluruh Indonesia di Surabaya. Saya mengajak kita semua untuk merapatkan kolaborasi demi mensukseskan pembangunan kota kita untuk Indonesia yang lebih hebat,” ujar Eri Cahyadi. Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa keberhasilan APEKSI bukan ditentukan oleh siapa yang paling menonjol, tetapi oleh kekuatan kebersamaan seluruh kota yang tergabung di dalamnya. “Ini bukan soal persaingan, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk negeri melalui kota-kota yang kita pimpin. Mari satukan kota-kota kita di bawah APEKSI sebagai kekuatan dan contoh bahwa potensi kota adalah untuk Indonesia, sesuai tagline Dari APEKSI Untuk Negeri,” tegasnya. Acara gala dinner dikemas dengan nuansa budaya yang kental. Para tamu disuguhi sajian kuliner khas Surabaya dan dihibur dengan berbagai penampilan seni, termasuk tarian tradisional. Sebagai puncak hiburan, diva Indonesia Krisdayanti turut memeriahkan suasana dengan membawakan lagu-lagu terbaiknya. Acara juga diwarnai dengan pertukaran cinderamata antar kepala daerah sebagai simbol persahabatan dan kerja sama. Usai acara, Wamendagri Bima Arya menyempatkan diri bertemu dengan Wali Kota Metro untuk berdiskusi singkat dan berfoto bersama. Gala dinner ini menjadi pembuka yang menggugah semangat dalam rangkaian Munas APEKSI VII, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun Indonesia dari kota-kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing. Tak hanya itu, para tamu VIP termasuk wali kota didampingi istri ,disambut Cak dan Ning Surabaya. Seni musik gamelan yang berada tepat di depan pintu masuk juga turut meramaikan acara gala dinner Munas Apeksi. (Yn/Sr)