Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Deddy Hasmara, menjadi pembina apel sekaligus memberikan sosialisasi Pembinaan Hukum Bagi Satuan Pendidikan di Kota Metro yang berlangsung di SD Negeri 4 Metro Utara, Senin (20/10/2025). Dalam amanatnya saat apel pagi itu diikuti dengan antusias oleh para siswa, guru, serta perwakilan orang tua murid, Deddy Hasmara, menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pendidikan karakter, kedisiplinan, serta sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua. Deddy mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir langsung di hadapan para siswa, dimana semangat dan keceriaan anak-anak menjadi cerminan dari lingkungan pendidikan yang sehat dan positif. Dia juga mengingatkan pentingnya sarapan pagi sebelum bagi anak sebelum berangkat sekolah, karena sarapan menjadi kunci utama untuk menjaga energi dan konsentrasi selama mengikuti kegiatan belajar. “Anak hebat adalah anak yang tidak lupa sarapan pagi. Dengan energi yang cukup, kalian bisa belajar dengan lebih semangat dan fokus,” pesannya. Ia juga berpesan kepada siswa untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. “Kalian datang ke sekolah bukan hanya untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Tapi juga untuk belajar disiplin, peduli, menghormati guru, serta sayang kepada teman dan orang tua,” lanjutnya. Pada pesan yang disampaikan, Deddy juga meminta kepada siswa untuk saling menyayangi dan menghormati antartingkatan, serta pentingnya sikap saling peduli dalam menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah. “Kakak kelas harus menyayangi adiknya, dan adik kelas harus menghormati kakaknya. Kalau kalian saling peduli, tidak akan ada hal buruk yang terjadi,” tegasnya. Kepada para orang tua, Deddy juga menyampaikan bahwa dinamika anak-anak di sekolah adalah hal yang wajar, tapi harus memiliki batas wajar. “Kalau ada perselisihan, sampaikan ke guru. Tidak perlu berkelahi, karena di sekolah ini kalian semua adalah saudara,” ujarnya lembut. Selanjutnya, ia pun mengingatkan bahwa para siswa adalah kebanggaan orang tua, sekolah, dan Kota Metro. “Meskipun kita berasal dari keluarga yang berbeda, di sekolah ini kita adalah saudara kandung. Sakit satu, sakit semua. Kesedihan menimpa kita semua jika ada satu yang terluka, bukan hanya teman, kakak, adik, bahkan guru pun merasakan hal yang sama,” tuturnya. SD Negeri 4 Metro Utara yang dinilainya telah menjadi salah satu sekolah paling tertib dalam pelaksanaan upacara, ia juga mengingatkan bahwa belajar adalah bentuk investasi jangka panjang atau tabungan yang akan kita rasakan hasilnya 15 hingga 20 tahun ke depan. Usai apel, kegiatan yang dilanjutkan dengan sosialisasi pembinaan hukum, Deddy juga menekankan pentingnya memahami aturan hukum di dunia pendidikan dengan menyelaraskan pemahaman antartenaga pendidik dan wali murid. “Di kesempatan kali ini, intinya saya ingin mengajak kita semua untuk bisa jalan bareng-bareng. Menginggat adanya beberapa kejadian-kejadian di dunia pendidikan kita, enggak cuma di dalam Metro maupun di luar Metro,” ujarnya. Dia juga mencontohkan kasus viral anak murid merokok yang berujung adanya pemukulan oleh guru sebagai salah satu gambaran yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, karena adanya ketidaksesuaian dengan harapan, terutama dalam hal karakter siswa maupun guru. “Perlu kita ingat bahwa itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan harapan kita, terutama di dalam hal baik siswa maupun guru dalam hal karakter. Maka pendidikan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah,” tegasnya. Untuk menghindari terjadinya hal yang sama di Kota Metro, Ia juga meminta seluruh kepala sekolah untuk selalu memperbarui tata tertib di sekolah sesuai dengan perkembangan zaman. “Jadi jangan dari tahun 45 sampai tahun 2025 sama. Jadi biar dia selalu menyesuaikan dengan kondisi perkembangan anak sesuai masanya,” pintanya. Komunikasi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak menurutnya merupakan hal yang penting karena keduanya adalah mitra yang harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan. “Guru dan orang tua adalah partner. Kalau ada perubahan pada anak, bicarakan bersama. Kita awasi bersama, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Sementara itu, Kepala seksi intelijen Kejaksaan Negeri Kota Metro, Puji Rahmandian, juga turut memberikan materi menilai kegiatan pembinaan hukum ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada guru dan orang tua dalam mendidik anak yang merupakan bagian dari pembentukan karakter kepribadian yang rendah hati, menghormati, dan menghargai sesama. Puji juga menyoroti masalah perundungan atau bullying yang sering terjadi di tingkat sekolah dasar. Ia menjelaskan bahwa bullying dapat dicegah jika orang tua memberikan perhatian yang cukup kepada anak di rumah. “Karena bullying atau kerudungan itu dilakukan oleh pelaku-pelaku perudungan tersebut terjadi karena pengabaian di rumah, anak tersebut diabaikan sehingga lebih dekat ke gadget, jadi di sekolah ingin memvalidasi dirinya dengan cara memperlakukan teman-temannya dengan tidak baik,” jelasnya. Pengaruh gadget, juga memberikan dampak terhadap perkembangan emosional anak yang menyebabkan terjadinya bullying. (Yl/Sr)
Plt. Kadisdikbud Kota Metro Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dan Sinergi Sekolah–Orangtua
Lomba Senam Kreasi Metro Bahagia AWPI Jadi Wadah Masyarakat Wujudkan Kota yang Sehat
Pemerintah Kota Metro kembali menghidupkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat melalui Lomba Senam Kreasi “Metro Bahagia”, yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat dilaksanakan di Halaman Wisma Haji Al-Khairiyah, Sabtu (19/10/2025). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kegiatan lomba senam yang bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta menumbuhkan kreativitas masyarakat Kota Metro, Bumi Sai Wawai. “Senam kreasi adalah olahraga yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyatukan berbagai lapisan masyarakat melalui gerakan yang dinamis, penuh semangat, dan menghibur,” ujar Wali Kota. Menurutnya, kegiatan yang diadakan pagi hari ini juga sangat sejalan dengan semangat “Metro Bahagia”, yang mencerminkan upaya bersama membangun masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Sebagai Wali Kota Metro, dirinya juga menegaskan bahwa masyarakat sehat merupakan pondasi utama dalam pembangunan yang dapat meningkatkan produktifitas sehingga interaksi sosial menjadi positif, dan kebahagiaan pun hadir dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kita memperkuat jalinankebersamaan antar masyarakat. Di sinilah makna penting dari “Bahagia” itu kita rasakan yakni saat kita bisa tertawa bersama, bergerak bersama, dan mendukung satu sama lain dalam semangat persatuan, “ungkapnya. Bambang juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat Kota Metro untuk menjadikan momen ini sebagai awal dari gerakan masyarakat hidup sehat yang lebih luas serta bagian dari gaya hidup dan ajang silaturahmi antarwarga. Dia berharap, Lomba Senam Kreasi Metro Bahagia ini dapat dilaksanakan secara rutin dan terus berkembang, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai gaya hidup sehat masyarakat yang diawali dengan senyum bahagia sebagai kunci kesuksesan. “Saya melihat seragam-seragam PWRI pada beliau-beliau yang sudah pensiun, tetapi tetap bahagia karena sering senyum. Pensiun tidak dirasakan seperti pensiun karena kegiatan-kegiatan tetap dilaksanakan. Bahkan, umur yang sudah lebih dari 50 tahun kelihatan 10 sampai 15 tahun lebih muda, itu gara-gara senam bahagia, “tutur Bambang dalam sambutannya. Tak hanya itu, Bambang juga mengungkapkan bahwa aktivitas masyarakat Metro yang gemar berolahraga juga menjadi salah satu faktor meningkatnya angka harapan hidup di Kota Metro. Sementara itu, Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Metro, Very Sudarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari bakti organisasi kepada masyarakat yang diikuti oleh 40 Group Peserta yang berjumlah Anggota tiap group antara 7 hingga 9 orang. “Acara hari ini adalah bentuk bakti AWPI untuk negeri. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan 10 tahun berdirinya DPC AWPI Kota Metro,” ungkap Very. Kegiatan yang diikuti oleh 2 kategori itu juga dimeriahkan dengan hadiah pembinaan bagi para pemenang dari juara pertama hingga harapan tiga, dengan total hadiah mencapai sekitar Rp.10 juta. “Sementara itu, untuk ritmen dari lagu yang dimatikan hari ini sendiri memiliki maknanya mendorong untuk Kota Metro terus melangkah maju bersama antara pemerintah dan masyarakat, “terangnya. Dengan mengusung tema “Bakti AWPI untuk Negeri Bersama Senam Bahagia Menuju Kota Metro Bahagia dan Sehat”, AWPI berkomitmen untuk terus bermitra dengan Pemerintah Kota Metro, mengawal setiap kegiatan positif demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (Yl)
Wali Kota Metro Apresiasi Festival Musik Gerejawi, Dorong Kerukunan Antar Umat Beragama
Kota Metro kembali menjadi pusat perhatian masyarakat Lampung melalui penyelenggaraan Festival Musik dan Lagu Gerejawi Kota Metro Tahun 2025, yang berlangsung meriah di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Metro ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni rohani, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara gereja, masyarakat, dan Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat nilai-nilai budaya religius. Ketua Festival Musik dan Lagu Gerejawi Kota Metro 2025, Hendri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan LPPD Kota Metro merupakan amanat dari Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2025 tentang pembentukan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN). Dalam peraturan tersebut, LPDP memiliki tugas yaitu menyelenggarakan Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) secara berjenjang setiap dua tahun. “Puji Tuhan, pada tahun 2024 kami telah sukses menggelar Pesparawi pertama di Kota Metro, dan tahun ini kami kembali melanjutkan dengan Festival Musik dan Lagu Gerejawi,” ujarnya. Meskipun tahun 2025 bukan agenda penyelenggaraan Pesparawi resmi, LPPD Kota Metro tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi seni, musik, dan budaya di Kota Metro melalui festival ini. “Festival ini bukan hanya untuk warga Kota Metro, tetapi juga diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, kecuali Lampung Barat yang berhalangan hadir karena jarak yang cukup jauh,” tambah Hendri. Hendri menuturkan bahwa peserta paling jauh pada Festival Musik dan Lagu Gerejawi Kota Metro Tahun 2025 berasal dari Baradatu dan Way Kanan. “Antusiasme mereka adalah bukti bahwa Kota Metro kini menjadi sentra kegiatan musik dan lagu gerejawi di Provinsi Lampung,” jelasnya. Pada kegiatan tersebut, Hendri juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro atas dukungan besar terhadap penyelenggaraan kegiatan, dimana 90 persen dana kegiatan berasal dari Pemerintah Kota Metro. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Metro atas dukungan dan izin penggunaan gedung megah ini untuk kedua kalinya dan harapan kami pada ajang Pesparawi mendatang, panitia kembali mendapat izin untuk menggunakan fasilitas pemerintah tersebut agar acara bisa terselenggara lebih megah dan berkesan, “ucapnya. Dia juga menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan Festival Musik dan Lagu Gerejawi Kota Metro Tahun 2025 adalah menerapkan musik dan lagu-lagu gerejawi sebagai sarana untuk memuji Tuhan dan memupuk rasa persaudaraan sebagai ungkapan kesetiaan kepada Tuhan Yang Maha Besar. “Kemudian menggerakkan potensi organisasi dan lembaga kristen serta umat kristiani, memberikan wadah kesempatan berprestasi di Bidang Pesparawi serta menciptakan event wisata kristiani dengan harapan even seperti ini dapat membawa orang-orang di luar untuk bermain di Kota Metro, “tuturnya. Lebih lanjut, Hendri menjelaskan bahwa festival tahun ini memiliki empat kategori lomba, yaitu Solo Song Anak, Solo Song Remaja, Musik Pop Gerejawi, dan Paduan Suara Dewasa Campuran. “Alasan kami menambahkan kategori musik pop gerejawi karena pada Pesparawi Nasional Tahun 2026, Provinsi Lampung menunjuk LPPD Kota Metro untuk mewakili bidang tersebut di tingkat nasional,” ungkapnya. Sebelumnya Hendri mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Kota Metro dipercaya mewakili Provinsi Lampung dalam kategori Paduan Suara Wanita, dan berhasil meraih medali perak di tingkat nasional. Sebagai Ketua Pelaksana dirinya juga berharap dukungan Pemerintah Kota Metro terus mengalir, terutama menjelang ajang nasional di Papua tahun 2026 mendatang. Sementara itu, Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival tersebut, sebagai wadah positif untuk menyalurkan bakat seni rohani sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat. “Ajang ini rutin diadakan setiap tahun dan diikuti oleh peserta se-Provinsi Lampung. Ke depan, saya berharap festival ini bisa berkembang dan diikuti juga oleh peserta dari luar Provinsi Lampung,” kata Bambang. Walikota Metro, Bambang juga menilai kegiatan festival yang menghadirkan peserta dari luar Kota Metro semacam ini memiliki dampak ekonomi yang positif baik bagi para Pengusaha Perhotelan hingga UMKM Kota Metro. Bambang juga menjelaskan bahwa kegiatan seni gerejawi bukan hanya tentang hiburan, melainkan juga bentuk penghayatan iman dan doa yang dinyanyikan. “Melalui lagu-lagu gerejawi, kita menyampaikan pesan damai, kasih, dan pengharapan yang juga sejalan dengan visi Kota Metro yang kini berkembang dari Kota Pendidikan menjadi Kota Cerdas berbasis Jasa dan Budaya yang Religius, “katanya. Dia juga percaya, kebhinekaan yang kita Junjung tinggi pada kegiatan ini dapat memperkaya budaya rohani serta memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. “Mudah-mudahan ke depan tagline-nya kita buat Metro Bahagia itu benar-benar dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Kota Metro,” tegasnya. Bambang juga berharap, festival musik dan lagu gerejawi Kota Metro dapat terus dilaksanakan dengan kualitas semakin baik dari tahun ke tahun yang menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas iman, mempererat persaudaraan, serta membangun Kota Metro yang lebih harmonis dan sejahtera. (Yl/Sr)
Peringati Hari Pangan Sedunia, DKP3 Kota Metro Dorong Kesadaran Masyarakat untuk Stop Boros Pangan
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2025, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menggelar serangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Kepala DKP3 Kota Metro, Hery Wiratno, S.P., menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menyusun empat kegiatan utama dalam peringatan HPS, yaitu B2SA Goes to School, Pasar Tani Metro Bahagia Spesial HPS, Gerakan Selamatkan Pangan Metro Peduli Pangan, serta Puncak HPS yang akan dikolaborasikan dengan Jambore PKK Kota Metro. Hery menjelaskan bahwa kegiatan B2SA Goes to School dilaksanakan di lima sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di lima kecamatan tersebut dengan mengusung tema Keamanan Pangan bagi Konsumen/Penerima MBG. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang serta kebiasaan tidak boros pangan sejak usia dini. “Melalui kegiatan ini, kami mensosialisasikan konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), keamanan pangan, serta gerakan Stop Boros Pangan. Alhamdulilah antusiasme sekolah dan para siswa sangat luar biasa, mereka aktif berdiskusi dan menunjukkan minat tinggi terhadap pentingnya pola makan sehat,” ujar Hery. Tak hanya itu, DKP3 juga mengelar Pasar Tani Metro Bahagia Spesial HPS yang akan digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Lapangan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. “Pasar Tani Metro Bahagia yang akan diadakan besok merupakan kegiatan rutin yang dikemas spesial dalam momentum HPS dengan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi pangan lokal, ” ujarnya, Kamis (16/10/2025). Dalam pelaksanaanny, Pasar Tani Metro Bahagia DKP3 melakukan kolaborasi bersama Teras Pangan Lokal, dan Tim Penggerak PKK Kota Metro untuk mengenalkan masyarakat berbagai produk pangan lokal yang berkualitas dan memiliki nilai gizi tinggi, sekaligus bagian dari bentuk dukungan kepada para petani dan pelaku UMKM pangan di Kota Metro. Selain itu, terdapat juga Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) merupakan gerakan nyata kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mengampanyekan gerakan penyelamatan pangan yang dilaksanakan dengan membagikan buah potong gratis hasil kerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) Metro. “Pada kegiatan GSP, DKP3 juga melakukan pembagian xbanner bertema Stop Boros Pangan ke 20 pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Kota Metro. Upaya ini menjadi bagian dari edukasi publik agar sektor usaha turut berperan dalam mengurangi pemborosan makanan, ” tuturnya. Puncak acara HPS tahun ini juga akan dikolaborasikan dengan kegiatan Jambore PKK dengan berbagai lomba menarik akan diselenggarakan, seperti lomba senam, lomba cipta menu B2SA berbasis ikan, serta lomba penyuluhan ketahanan pangan oleh kader PKK dari seluruh kecamatan di Kota Metro. “Kegiatan yang akan kita gelar pada 29 Oktober 2025 di Gedung Sesat Agung Kota Metro ini. Selain lomba, kegiatan Jambore PKK juga akan diramaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM), Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (Gertapaga), serta sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Stop Boros Pangan,”terangnya. Harapannya, ketiga kegiatan yang bertujuan membangun awareness atau kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan pangan bersama, meningkatkan pola konsumsi pangan bergizi seimbang, dan mengajak masyarakat untuk menyelamatkan pangan dengan mengurangi food loss and food waste. Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, Pipi Puspita, menambahkan bahwa keamanan pangan menjadi isu utama dalam pembangunan pangan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012. Ia menjelaskan bahwa pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan yang bila dikonsumsi secara seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi tanpa terkontaminasi bahan berbahaya. Konsumsi makanan beragam sangat penting agar tubuh memperoleh zat gizi makro dan mikro yang lengkap. “Dalam kunjungan kami ke sekolah hari ini juga menjelaskan terkait rantai distribusi pangan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian yang harus betul-betul dijaga titik kritis keamanan pangannya, ” jelasnya. Pipi juga menekankan bahwa hal ini perlu dilakukan, pengingat penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan produk dengan memperhatikan beberapa faktor seperti jenis pangan, kadar air, kandungan protein hewani, suhu penyimpanan, tingkat keasaman, serta lama waktu tunggu sebelum dikonsumsi. “Untuk mencegah terjadinya keracunan massal, DKP3 Kota Metro akan terus melakukan audit, monitoring rutin, pelatihan higiene personal, serta pengujian sampel pangan sebelum didistribusikan kepada masyarakat atau penerima manfaat makanan bergizi (MBG), “kata Pipi. Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia, dirinya menerangkan bahwa penerima MBG juga diwajibkan menerapkan prinsip kebersihan pribadi dan memeriksa keamanan pangan sebelum dikonsumsi, termasuk memastikan tidak ada perubahan bau, warna, bentuk, atau munculnya jamur pada makanan. “Keberhasilan program MBG dan keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif produsen dan konsumen,” tambahnya. Selain aspek keamanan, Pipi juga menekankan pentingnya aksi Stop Boros Pangan sebagai gerakan moral dan sosial yang dapat mengurangi peningkatan limbah dan pemborosan sumber daya. Berdasarkan data nasional, timbulan susut dan sisa pangan di Indonesia tercatat mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun, yang berarti terdapat kehilangan zat gizi dalam jumlah besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Untuk itu, kami DKP3 mendorong hierarki penyelamatan pangan melalui berbagai cara, mulai dari mencegah food loss dan food waste, mendonasikan pangan berlebih, hingga memanfaatkannya untuk pakan ternak, kompos, atau industri turunan pangan, ” ungkapnya. (Yl/Sr)
Pemkot Metro Gelar Rakor SP4N–LAPOR 2025, Tegaskan Komitmen terhadap Pelayanan Publik
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Rapat Koordinasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N–LAPOR) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di OR Setda Kota Metro, dihadiri oleh para admin pengelola SP4N–LAPOR dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan se-Kota Metro, Rabu (15/10/2025). Wali Kota Metro H. Bambang Irawan, S.H., M.M. diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Metro Sri Amanto, S.H., M.H. yang sekaligus membuka kegiatan dan menyampaikan arahannya. Dalam sambutannya, Sri Amanto menegaskan bahwa kehadiran SP4N–LAPOR bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata komitmen moral dan tanggung jawab pemerintah untuk mendengar suara rakyat. “SP4N–LAPOR adalah wujud keseriusan pemerintah dalam merespons cepat setiap aspirasi dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara tuntas. Karena itu, setiap laporan yang masuk tidak boleh diabaikan atau ditunda-tunda,” tegasnya. Ia menilai, pengelolaan pengaduan masyarakat merupakan indikator penting kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Semakin cepat dan tepat respon yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan warga terhadap birokrasi, ” tuturnya. Dalam forum tersebut, Sri Amanto mengajak seluruh admin SP4N–LAPOR, baik di OPD maupun kelurahan, untuk tidak hanya menjadi penerima laporan, tetapi juga motor perubahan di unit kerja masing-masing. “Setiap aduan adalah peluang untuk memperbaiki diri. Dari situ kita bisa tahu di mana sistem kita lemah dan bagaimana memperbaikinya agar pelayanan publik lebih baik lagi,” ujarnya. Tak hanya itu, Amanto juga menekankan pengelolaan laporan tidak boleh berhenti pada tahap administratif, tetapi juga perlu menganalisis pola pengaduan, mengidentifikasi akar masalah, serta memastikan tindak lanjut kebijakan perbaikan dilaksanakan secara berkelanjutan. “Dengan demikian, SP4N–LAPOR bukan hanya sekadar wadah pengaduan, melainkan sumber data strategis bagi perumusan kebijakan publik yang lebih responsif,” tambahnya. Dia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak boleh anti terhadap kritik terhadap laporan masyarakat, karena kritik merupakan bentuk kontrol sosial yang sehat, selama disampaikan dengan cara santun dan konstruktif. “Setiap masukan masyarakat adalah bahan berharga untuk introspeksi dan pembenahan. Pemerintah harus terbuka dan profesional dalam menanggapinya,” ungkapnya. Sinergi dan koordinasi antaradmin SP4N–LAPOR, merupakan hal penting agar sistem dapat berjalan optimal, terintegrasi, dan memiliki tindak lanjut internal yang jelas serta terdokumentasi dengan baik. “Saya berharap hasil rapat ini tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan. Kita ingin memastikan bahwa pelayanan publik di Kota Metro terus membaik,” katanya. Kepala Dinas Kominfo itu menambahkan, SP4N–LAPOR adalah wajah keterbukaan Pemerintah Kota Metro—wajah yang mendengar, merespons, dan bertindak untuk kepentingan masyarakat. “Kita ingin rakyat percaya bahwa setiap laporan mereka tidak akan sia-sia. Inilah wujud pemerintahan yang hadir dan melayani,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi, Informasi, dan Statistik Diskominfo Kota Metro, Achmad Ansori, menjelaskan dasar hukum pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi yang dilakukan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, serta Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor 000.8.4.309 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Koordinasi SP4N–LAPOR Tahun 2025. “Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan pengaduan masyarakat yang lebih terarah, terkoordinasi, dan transparan, ” paparnya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat, tepat, dan tuntas, serta memperkuat sinergi antaradmin SP4N–LAPOR di seluruh OPD dan kelurahan agar proses penyelesaian pengaduan berjalan lebih efektif. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa pengelolaan pengaduan masyarakat merupakan tolok ukur kepercayaan publik terhadap pemerintah,” jelas Ansori. Ia berharap, para admin SP4N–LAPOR dapat memahami prosedur teknis dan standar pelayanan dalam menangani laporan masyarakat, meningkatkan ketepatan dan kecepatan respon, serta mengoptimalkan fungsi SP4N–LAPOR sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di akhir kegiatan, Achmad Ansori meminta para peserta agara dapat berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan pengaduan masyarakat, agar sistem SP4N–LAPOR benar-benar menjadi alat transparansi dan akuntabilitas yang efektif di Kota Metro. (Yl/Sr)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Hadiri Stadium General Bersama Menko AHY di Universitas Lampung
Wali Kota Metro, Wakil Wali Kota Metro, Kepala Dinas PUTR Kota Metro, serta Plt. Kepala Bappeda turut menghadiri Stadium General yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila), bertempat di GSG Unila, Selasa (14/10/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A (AHY)sebagai pembicara utama. Stadium General kali ini mengangkat tema Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovasi untuk Masa Depan Bangsa. Dalam pidatonya, Menko AHY menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemerataan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Hari ini, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan arah pembangunan jangka panjang lima hingga sepuluh tahun ke depan. Kami di berbagai lini, baik pusat maupun daerah, eksekutif, legislatif, termasuk TNI-Polri ingin mengawal visi besar ini secara bersama-sama,” ungkap AHY. Ia menekankan bahwa arah pembangunan nasional saat ini berfokus pada prinsip keadilan dan kesetaraan, baik dalam hal pemerataan ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kunci utama adalah kualitas SDM yang unggul. Selain itu, AHY menyebutkan bahwa infrastruktur tetap menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi, khususnya di daerah. Ia menyoroti pentingnya konektivitas serta peningkatan fasilitas publik di Provinsi Lampung. “Dalam diskusi tadi, banyak yang menyampaikan harapan agar pembangunan infrastruktur di Lampung terus ditingkatkan — baik jalan, transportasi, akses energi, maupun air bersih. Infrastruktur inilah yang menopang produktivitas petani dan pemerataan ekonomi,” jelas AHY. Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa Unila yang dinilainya mencerminkan semangat baru dan optimisme generasi muda untuk masa depan Indonesia. Sementara itu, Rektor Universitas Lampung, Prof. Lusmeilia Afriani, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Menko AHY, BEM Unila, dan seluruh jajaran penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, ini adalah kesempatan berharga bagi kita semua. Saya mengimbau adik-adik mahasiswa untuk mengikuti kuliah umum dari Bapak Menteri hingga selesai, dan menyimak bersama arahan serta pengalaman beliau yang dapat menjadi suri teladan,” tutur Rektor. Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang juga hadir dalam acara ini, menyampaikan bahwa tema yang diusung mencerminkan semangat mahasiswa untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme dan rasa tanggung jawab. “Pemimpin muda harus memiliki wawasan luas, terbuka, mampu berkolaborasi lintas sektor dan lintas generasi. Kepemimpinan hari ini bukan lagi soal siapa yang paling berkuasa atau paling kuat, tetapi siapa yang mampu memberdayakan, mendengar, dan bekerja sama dengan orang lain,” ujarnya. Dalam paparannya, AHY juga menyampaikan tiga agenda besar yang perlu dihadapi generasi muda Indonesia yaitu, Tren global, Tantangan pembangunan dalam negeri dan Persiapan kepemimpinan masa depan. Selanjutnya, Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi global yang diprediksi mencapai 10 miliar pada tahun 2045–2050 akan berdampak besar terhadap ketersediaan komoditas vital seperti pangan, energi, dan air bersih.Selain itu, perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan berpotensi menggantikan banyak pekerjaan konvensional. Oleh karena itu, AHY menekankan pentingnya upskilling dan reskilling agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi disrupsi industri. Isu keberlanjutan dan perubahan iklim juga menjadi perhatian utama. Pada kesempatan yang sama, AHY menyoroti perlunya transisi energi sebagai solusi jangka panjang, serta pentingnya memperkuat posisi Indonesia di tengah ketatnya persaingan geopolitik dan ekonomi global. Menutup pemaparannya, AHY memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak menunda-nunda dalam mewujudkan cita-cita dan mimpi mereka. “Kita ingin mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi perubahan zaman. Diperlukan langkah nyata untuk mencapai tujuan besar itu,” pungkasnya. Acara ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Unila, khususnya para mahasiswa, untuk menyerap wawasan strategis dari pemangku kebijakan nasional serta memahami tantangan yang akan dihadapi Indonesia dalam dekade mendatang. (Yn/Sr)
PMII Kota Metro Gelar Konfercab ke-XXX, Fokus pada Penguatan SDM dan Sinergi dengan Pemerintah
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXX sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah gerakan, mengevaluasi kinerja organisasi, serta memperkokoh kolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro dalam pembangunan sumber daya manusia. Kegiatan tersebut menjadi ajang refleksi dan konsolidasi kader PMII di Kota Metro untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan, semangat kebersamaan, serta arah pergerakan yang berorientasi pada kemajuan masyarakat. Ketua PC PMII Kota Metro, Bayu Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momen introspeksi bagi seluruh kader PMII. Menurutnya, momentum ini harus dimaknai sebagai ruang untuk mengevaluasi dan memperkuat struktur organisasi, baik secara kaderisasi maupun secara pribadi dalam menjalankan roda pergerakan selama satu periode kepengurusan. “Konfercab ini bukan hanya tentang siapa yang akan menjadi pemimpin selanjutnya, tapi tentang bagaimana kita semua bisa melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan apa yang harus diperbaiki ke depan,” ujar Bayu. Ia menambahkan, PMII PC Kota Metro dalam perjalanannya terus berupaya menjaga relevansi gerakan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia di kalangan mahasiswa. Bayu juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, dirinya bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) telah melakukan dialog dengan Wali Kota Metro untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah. “Beberapa waktu lalu, kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali Kota. Kami, Cipayung Plus di Kota Metro siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengembangan SDM, baik di ranah kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan,” ungkapnya, saat memberikan sambutan di Gedung PCNU Kota Metro, Sabtu (11/10/2025). Hal itu tersebut, menurutnya sejalan dengan PMII Metro yang memiliki visi semangat pembangunan daerah, yakni mewujudkan kemajuan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan mahasiswa. Sebagai Ketua, dirinya menegaskan bahwa tanggung jawab kader PMII tidak hanya sebatas ruang akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap kebijakan publik yang berpihak pada rakyat. “Membangun Metro bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Kita harus ikut terlibat dalam setiap kebijakan agar tetap berpihak kepada masyarakat,” tegasnya. Pada pertemuan tersebut, Bayu mengajak seluruh kader untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para senior dan alumni PMII. “PMII Metro hari ini sudah besar secara kuantitas, tinggal kita tingkatkan kualitasnya. Nilai-nilai perjuangan yang sudah diwariskan jangan sampai hilang,” katanya. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar seluruh kader tidak terjebak dalam dinamika politik praktis di dalam organisasi, tetapi yang ditanamkan PMII harus politik edukatif serta mengedepankan nilai dan pendidikan kader. “Kita bukan partai politik, tapi organisasi kader. Jadi, politik yang kita jalankan adalah politik yang mendidik, politik yang mencerdaskan,” ujar Bayu dengan tegas. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Metro, Dra. Rosita, M.M, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Metro, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab ke-XXX PMII Metro yang menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengonsolidasikan visi, mengevaluasi arah gerakan, dan merumuskan strategi baru dalam menjawab tantangan zaman. PMII sebagai organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, dinilai memiliki kekuatan nilai dan visi yang kokoh dalam membentuk kader bangsa berkarakter, intelektual, dan berintegritas . “Melalui konferensi ini, saya berharap akan lahir pemimpin baru yang tidak hanya mampu melanjutkan estafet perjuangan tetapi juga menghadirkan inovasi dan terobosan adaptif terhadap perkembangan zaman dengan menjadi pelopor perubahan sosial, penjaga nilai keislaman dan keindonesiaan, serta mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, “paparnya. Dalam pertemuan tersebut, ia juga berpesan agar mahasiswa tetap menjadi agen perubahan yang aktif, kritis, produktif, namun tetap santun serta beretika sebagai jati diri mahasiswa sejati dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Rosita menilai bahwa komunikasi yang baik antara mahasiswa dan pemerintah menjadi kunci terciptanya suasana kondusif dalam pembangunan daerah yang bisa disampaikan melalui dialog yang baik. “Pemerintah Kota Metro akan selalu terbuka terhadap kritik membangun dari mahasiswa, selama dilakukan dengan cara yang beretika dan konstruktif. Silakan datang, pintu kami selalu terbuka. Saya, Wali Kota, maupun Sekda siap berdiskusi dengan adik-adik mahasiswa untuk bersama membangun Kota Metro yang lebih baik,”terangnya. Rosita menyampaikan bahwa aspirasi dan pengamatan mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah pada dasarnya sejalan dengan harapan bersama, yakni mewujudkan kebijakan yang pro terhadap masyarakat dan berlandaskan pada prinsip keadilan. “Aspirasi, kemudian pengamatan kalian semua sebagai mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang diingikan adalah kebijakan-kebijakan pro masyarakat, yang berkeadilan itu memang sama-sama kita inginkan sebagai unsur pemerintah, “ungkapnya.(Yl/Yd)
Wakil Wali Kota Metro Terima Audiensi AMPI, Bahas Sinergi Pemuda dan Pemerintah untuk Kemajuan Kota
Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menerima audiensi dari jajaran Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian rencana pelantikan pengurus AMPI Kota Metro periode 2025–2030, di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025). Ketua AMPI Kota Metro terpilih, Muhammad Rizky Rabbani, memimpin langsung audiensi tersebut didampingi para calon pengurus yang akan segera dilantik menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Metro. “Kami di sini adalah calon pengurus AMPI periode 2025–2030. Tujuan kami menyampaikan pemberitahuan sekaligus mengundang Bapak Walikota Metro dan Wakil Wali Kota Metro untuk hadir dalam acara pelantikan kami,” ujar Rizky. Rizky menjelaskan, pelantikan pengurus AMPI akan digelar pada Sabtu, 11 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB di Gedung Golkar Kota Metro. “Sebelum pelantikan, akan dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada pukul 08.00 WIB dan kemudian akan dilanjutkan dengan acara pelantikan AMPI periode 2025-2030, “terangnya. Dalam laporannya, Rizki juga mengungkapkan bahwa jumlah pengurus yang akan dilantik sebanyak 45 orang, terdiri dari unsur pimpinan dan bidang-bidang strategis, belum termasuk anggota lapangan yang jumlahnya jauh lebih banyak. Rizky juga menegaskan bahwa AMPI tidak hanya berfokus pada kegiatan politik, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan. “Untuk program kesejahteraan, kami turun membantu masyarakat melalui kegiatan gotong-royong, kebersihan lingkungan, hingga pelatihan kader dengan narasumber yang dihadirkan dari DPP,” ungkapnya. Selain kegiatan sosial, AMPI juga aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi generasi muda dan berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah. “Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro, terutama dalam hal pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat. AMPI siap menjadi mitra pemerintah,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada AMPI yang telah datang bersilaturahmi. “Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman AMPI yang sudah berkenan mengundang untuk hadir di acara pelantikan AMPI,” ujar Rafieq. Rafieq juga menyampaikan kesiapannya untuk hadir bersama Walikota Metro pada pelantikan AMPI yang diharapkan ke depan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Metro, khususnya dalam hal pemberdayaan masyarakat. “Kalau teman-teman punya program di tahun 2026, saya harap bisa bersinergi dengan pemerintah kota Metro agar kegiatannya bisa berjalan bersama,” katanya. Sebagai Wakil Walikota Metro, Rafieq menilai bahwa kolaborasi lintas sektor tidak memandang latar belakang politik, karena pembangunan daerah akan berjalan baik jika semua elemen bersatu. “Hari ini jangan lihat partai politiknya. Siapa pun yang mau kerja bareng untuk Metro, ayo sama-sama. Saya yakin makin banyak program besar masuk ke Metro, teman-teman AMPI bisa jadi motor penggeraknya,” ucapnya. Ia juga menyebutkan bahwa sinergi antara AMPI yang merupakan underbouw dari Partai Golkar dapat memperkuat hubungan dengan pemerintah secara kelembagaan, terutama dalam konteks membangun sumber daya manusia muda yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. “Kami juga mengucapkan trima kasih atas dukungan AMPI melalui pelatihan dan kegiatan sosial yang telah dilakukan di masyarakat,” ujarnya. Dirinya juga berharap berkoordinasi yang sudah dilakukan dengan Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP dapat membawa lebih banyak program nasional ke Kota Metro. “Dengan harapan sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan AMPI bisa memberi manfaat nyata untuk masyarakat. Kalau AMPI sukses, hubungan antara pemerintah dan Golkar pasti makin kuat, dimulai dari generasi mudanya,” pungkas Rafieq. (Yl/Sr)
DPR RI Kunjungi Telaga Rizqi, Dorong Metro Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Lampung
Kunjungan DPR RI ke Telaga Rizqi di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, memperkuat posisi Kota Metro sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. Sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha menjadi kunci utama keberhasilan Kota Metro untuk tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota yang produktif, kreatif, dan mandiri dalam mengembangkan potensi lokal. Dalam kunjungannya, Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, MBA, menilai bahwa Telaga Rizqy merupakan contoh konkret bagaimana semangat wirausaha dan dukungan program kemitraan dapat melahirkan model ekonomi kreatif yang berhasil. “Hari ini kita melihat langsung bagaimana proses pengelolaan peternakan kambing yang terintegrasi, mulai dari perkawinan, pengambilan susu, sampai dijadikan dari cair menjadi kering, jadi bumbuk, “kata Rycko. Menurutnya, keberhasilan Telaga Rizqy tidak lepas dari peran pelaku usaha yang mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal seperti produksi pakan ternak yang dibuat sendiri oleh Winarko Heri Setiono menjadi salah satu bentuk inovasi. “Unsur ekonomi kreatifnya sangat kuat. Mereka bisa menghasilkan bahan baku pakan sendiri untuk kambing. Jadi saya kira ini kan perlu mendapatkan perhatian. Jadi ini menjadi catatan saya,” ujarnya. Rycko juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang telah membantu penyediaan beberapa mesin pendukung dan hal ini harus terus diperkuat di Kota Metro agar keberlanjutan usaha dapat terjamin. “Dengan melihat ini, saya akan mengusulkan ke Kementerian Perindustrian terkait apa yang dibutuhkan supaya proses produksi tidak berhenti di sini, tapi benar-benar bisa masuk dan bisa dipasarkan secara luas,” jelasnya. Perluasan pasar, menurutnya saat ini menjadi langkah penting berikutnya, untuk mendukung produk lokal seperti susu kambing etawa yang memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar nasional bahkan ekspor, jika difasilitasi dengan baik. “Kita dorong supaya pelaku usaha ini aktif mengikuti pameran-pameran ekonomi kreatif sehingga bisa dipertemukan dengan para pembeli dan supplier sehingga bisa terbangun jejaring pemasaran dengan para pengguna khusus,” tambahnya. Rycko juga berharap Susu Etawa yang merupakan produk lokal di Kota Metro bisa menjadi salah satu usaha yang terkenal di Provinsi Lampung sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi di masyarakat. Lebih lanjut, Rycko susu etawa ini dapat berkolaborasi dengan program nasional seperti MBG (Makan Bergizi) untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui produk lokal. “Susu kambing ini sangat bergizi, dan cocok dijadikan alternatif untuk anak-anak. Ini bisa menjadi sinergi yang baik antara dunia usaha dan program pemerintah. Saya kira dari sisi gizinya tidak kalah dengan susu yang ada di hewan sapi,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi para pelaku ekonomi kreatif industri lokal seperti Telaga Rizqy menurutnya perlu terus dikembangkan. “Kami dari pemerintah daerah terus mencoba memberikan mendukung baik dari segi anggaran maupun dari segi bantuan promosi bagaimana caranya produk-produk lokal seperti susu etawa ini bisa berkembang,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalin komunikasi dengan DPR RI dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku industri kecil dan menengah di Kota Metro Rafieq juga mengungkapkan bahwa salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan alat untuk memproduksi susu cair, yang banyak diminati pasar modern. “Selama ini kami baru bisa memasarkan susu bubuk, sementara retail besar mencari susu cair. Untuk itu, kami sudah mengajukan bantuan alat ke Kementerian Perindustrian,” jelasnya. Meski proses bantuan tersebut sempat tertunda karena adanya efisiensi anggaran di tingkat kementerian, namun pemerintah daerah akan terus berupaya agar alat tersebut bisa terealisasi pada tahun 2026. (Yl/Sr)
Metro Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Workshop Seni dan Teknologi Informasi
Pemerintah Kota Metro berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk memperkuat kapasitas pelaku seni dan pelaku ekonomi kreatif di Bumi Sai Wawai melalui kegiatan Workshop Promosi dan Pemasaran bagi Pegiat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan serta Workshop Pengembangan Kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar di Aidea Grande Hotel, Kamis (9/10/2025). Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf, Dr. Dadam Mahdar, M.Hum, dan Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dr. H. Abdul Malik, S. P. M. Ap. , MH. Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang didukungan dari Kementerian dan DPR RI sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi kreatif yang dimiliki masyarakat Metro. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik. Artinya, hari ini kita mendapat bantuan dan dukungan dari Kementerian maupun DPR RI. Pemerintah Kota Metro siap menjawab, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat, khususnya para pelaku seni rupa dan seni pertunjukan,” ujarnya. Wakil Walikota Metro tersebut juga menekankan pentingnya promosi seni untuk memperkenalkan karya-karya seniman Metro yang berkualitas namun belum banyak dikenal, dimana workshop menjadi wadah untuk merumuskan strategi promosi yang efektif. “Karena seni itu, hari ini tidak cuma pentas mengenalkan budaya tetapi juga ada nilai ekonomi yang mau kita jual, makanya judulnya ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif Artinya kita jual adalah kreatifitas-kreatifitas kita, terutama sebagai pelaku Seni, ” terangnya. Rafieq juga menyayangkan masih minimnya kehadiran dan platform digital media sosial yang menampilkan serta mempromosikan pelaku-pelaku seniman di Kota Metro. Selain itu, Rafieq menekankan bahwa seni yang ditampilkan juga haruslah seni yang berkualitas dan diakui oleh dewan kesenian Kota Metro, selaras dengan visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya. “Kita adalah kota pendidikan. Apa yang kita tunjukkan adalah seni yang sudah diakui oleh dewan kesenian. Kita tunjukkan bahwa Metro sangat menjaga nilai budaya, sesuai dengan visi Walikota yaitu Metro menjadi kota cerdas berbasis jasa dan budaya,” paparnya. Dalam kesempatan itu, Rafieq juga memberikan motivasi kepada para peserta dari berbagai latar belakang mulai dari guru, komite sekolah, pelaku seni, hingga aktivis budaya. “Saya senang, pelaku seni di Metro datang dari berbagai latar belakang, ada yang otodidak, ada yang profesional. Ini menandakan semangat luar biasa,” ucapnya. Rafieq juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Metro berencana untuk mengalokasikan dana dalam APBD 2026 untuk mendukung pertunjukan seni, dengan harapan dapat menciptakan “Broadway” ala Metro yang menampilkan pertunjukan berkualitas. “Walaupun dukungan anggaran masih terbatas di tahun ini, kami optimis bahwa pada tahun 2026, bersama Bapak Walikota, kami dapat menyelenggarakan setidaknya satu atau dua pertunjukan yang berkualitas, ” paparnya. Sebagai Wakil Walikota Metro, dirinya optimis bahwa Kota Metro memiliki potensi besar dalam mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, dimana beberapa sektor unggulan yang ada seperti fotografi, seni rupa, fashion, dan kuliner. Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, MBA, menyampaikan bahwa pemilihan Metro sebagai lokasi kegiatan merupakan keputusan strategis, karena Kota Metro adalah kota kedua di Provinsi Lampung dengan masyarakat kreatif dan SDM lebih unggul dibandingkan kabupaten lain. “Mudah-mudahan dengan ditempatkannya kegiatan-kegiatan workshop seperti ini dari Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan kontribusi yang nyata khususnya kepada pemerintah di masyarakatnya, ” ungkapnya. Rycko juga menyebutkan bahwa Metro memiliki peluang besar untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung yang bisa menumbuhkan semangat baru dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. “Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini yang lebih digandungi Gen Z, bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan-kegiatan mereka di samping apa yang bisa dihasilkan bukan hanya rupiah, tetapi hingga dolar, “paparnya. Menurutnya, ekonomi kreatif berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru di tengah tantangan ekonomi global seperti seni, konten digital, dan kreatifitas anak muda yang bisa menjadi mesin ekonomi potensial. (Yl/Sr)