Guna menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan, Perpustakaan Daerah Kota Metro bekerja sama dengan Pengurus Perpustakaan MA Muhammadiyah Metro menggelar kegiatan Nongki Bedah Buku bertajuk “Meniti Tangga Mengemban Amanah”.
Kegiatan ini berlangsung di area Taman Kota Metro dan menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas literasi, pelajar, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan ruang publik sebagai sarana edukatif.

Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kegiatan intelektual yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat luas, menumbuhkan budaya baca sekaligus memperluas ruang diskusi literasi di tengah masyarakat Kota Metro.
Selain melibatkan komunitas literasi, kegiatan Bedah Buku juga menampilkan Tari Kreasi dari MA Muhammadiyah Metro, hafalan kosakata bahasa Inggris oleh Perpustakaan Cahaya Ilmu Ganjar Asri, serta pembacaan puisi dari perwakilan MA Muhammadiyah Metro dan SMPN 8 Metro yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Eka Syafrianto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Nongki Literasi ini merupakan pertemuan kelima yang digelar di Kota Metro.

“Kegiatan Nongki ini adalah pertemuan yang ke-5 dalam kegiatan literasi di Kota Metro, dan hari ini juga terdapat lapak baca dari sembilan komunitas literasi yang hadir,” ujar Eka Syafrianto, Minggu (01/02/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa geliat literasi saat ini di Kota Metro menunjukkan perkembangan yang positif dan semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Dimana budaya membaca tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga membaca kondisi sosial dan lingkungan sekitar agar masyarakat menjadi lebih adaptif dan bijak.
“Kami berharap masyarakat Kota Metro menjadi masyarakat yang religius serta mampu menerapkan terus membaca kondisi baik secara literasi buku maupun membaca kondisi hari ini,” katanya.

Eka juga mengapresiasi dukungan serta support yang telah diberikan komunitas literasi dalam mendukung program-program literasi Pemerintah Daerah Kota Metro.Ia berharap ke depan jumlah lapak baca yang dibuka dalam kegiatan serupa semakin bertambah dan dapat menjadi magnet bagi masyarakat setelah beraktivitas olahraga di Taman Merdeka Kota.
“Kami ingin setelah olahraga, masyarakat bisa mampir membaca. Selain kebugaran fisik, kebugaran otak juga penting agar kita mampu mencari peluang dan mendapatkan inspirasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eka Syafrianto juga berharap kegiatan bedah buku ini dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk menulis dan menerbitkan karya sendiri, seperti inspirasi yang diberikan Kepala MA SD Muhammadiyah Metro yang mampu menerbitkan buku dalam waktu singkat.
“Kami berharap nanti bapak kepala sekolah dapat memberikan tips dan trik kepada teman-teman yang hadir pada hari ini agar bisa menerbitkan sebuah buku yang menceritakan tentang “Meniti Tangga Mengembang Amanah” dalam kurun waktu 3 bulan. Sehingga nanti bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mengikuti jejak langkah yang beliau lakukan,”tuturnya.

Sementara itu, Budiyanto, S.Pd., selaku pemantik Bedah Buku menjelaskan bahwa buku “Meniti Tangga Mengemban Amanah” merupakan perjalanan hidupnya hingga diamanahi sebagai Kepala MA SD Muhammadiyah Metro.
“Buku ini pada dasarnya adalah perjalanan hidup saya, dari seorang anak petani hingga akhirnya dipercaya oleh persyarikatan Muhammadiyah menjadi kepala madrasah,” ujar Budiyanto.

Budiyanto menceritakan bahwa cita-citanya menjadi guru telah tumbuh sejak kecil, meskipun harus melalui berbagai tantangan dan keterbatasan ekonomi. Meskipun begitu, dirinya tetap berjuang menempuh pendidikan, bekerja, hingga akhirnya kuliah dan memulai karier sebagai guru di SD Muhammadiyah Metro pada tahun 2003.
“Sejak Agustus 2003, saya sebagai guru bahasa Inggris di SD Muhammadiyah Kota Metro, sekaligus menyadarkan saya bahwa jika keinginan kita kuat dalam meraih cita-cita insya Allah bisa, “ungkapnya.
Menurutnya, kekuatan tekad dan konsistensi menjadi kunci utama dalam meraih cita-cita, meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. “Adik-adik yang memiliki cita-cita untuk tanamkan dalam hati apapun itu raih, supaya nanti cita-citanya bisa terwujud, “pesannya.

Ia juga meminta kepada para pelajar agar berani bermimpi dan menuliskan gagasan sejak dini, karena menulis tidak selalu membutuhkan waktu panjang.“Menulis bisa dilakukan di sela-sela waktu luang, kumpulkan inspirasi, dan Insya Allah bisa menjadi sebuah buku,” katanya.
Harapannya, kegiatan Bedah Buku ini dapat memotivasi generasi muda Kota Metro untuk mencintai literasi dan berani menuangkan ide dalam bentuk karya tulis serta dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya literasi yang kuat dan inklusif di Kota Metro.(Yl/Agp/Md/Sr)

