Musrenbang Kelurahan Yosorejo

Pemerintah Kota Metro kembali melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di Kelurahan Yosorejo, Metro Timur, Senin (11/02/19).

Plt. Lurah Yosorejo Heri Suparmi mengapresiasi atas kehadiran Walikota Metro di Aula Kelurahan untuk menyampaikan sambutan dan dengar pendapat langsung dari masyarakat Kelurahan Yosorejo, sehingga walikota metro dapat lebih dekat lagi dengan masyarakat dan memahami keluhan masyarakat.

“Dengan kehadiran Walikota Metro dapat memberi semangat pada kami semua dalam membantu memajukan pembangunan Kota Metro,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Metro dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadirannya bukan hanya karena adanya musrembang, tetapi juga silaturahmi saya dan teman-teman kepada masyarakat.

“Kehadiran saya dan kawan-kawan di hadapan masyarakat kelurahan Yosorejo yang berjumlah 6430 jiwa adalah untuk bersilaturahi, sehingga kita mengajak semua RW, RT dan Tokoh Masyarakat  agar dapat lebih dekat,” tuturnya.

Lanjutnya, Kita semua tahu bahwa perencanaan yang kita lakukan hari ini merupakan modal awal kita untuk melakukan perbaikan pembangunan yang ada di lingkungan Kota Metro.

“Kita berkumpul ini guna untuk membahas perencanaan di tahun 2020 sehingga kita dapat menghasilkan banyak pembangunan yang dibutuhkan semua masyarakat, dimana tahun ini kelurahan  mendapatkan anggaran yang berbeda dari tahun sebelumnya,” ungkap.

Walikota Metro mengatakan, tahun ini dana kelurahan sudah adanya kebijakan terkait operasional dana desa yang mengatur penggunaan dan fungsi dana desa agar semakin tepat sasaran dengan memberikan anggaran ke setiap kelurahan yang ada di Indonesia secara merata yakni Rp. 352.000.000,- yang di setujui oleh presiden.

“Selain itu juga, Kota Metro mendapatkan tambahan anggaran untuk penerangan sebesar Rp.150.000.000,- untuk masing-masing kelurahan untuk 300 titik yang akan di pasang lampu jalan dengan anggaran untuk setiap titik sebesar Rp. 500.000,-’’ tutupnya.

Achmad Pairin Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat

Musyawarah Rencana Pembangunan atau yang disingkat dengan Musrenbang Tingkat Kelurahan, yang kali ini berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat. Dalam acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Metro Achmad Pairin, Rabu (06/02/2019).

Pada kesempatan ini turut dihadiri para Staf Ahli dan Asisten Setda Kota Metro, Kepala OPD se-Kota Metro, serta para Camat dan Lurah. Tak luput juga dihadiri para LPM, Kader PK,  tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh wanita di Kelurahan Ganjar Asri, Metro Barat.

Berdasarkan laporan Lurah Ganjar Asri, Anton Hartono mengatakan, dalam bantuan pembangunan Gerbang Bumi Sai Wawai di pergunakan untuk pembangunan jalan peving blok, pembangunan drainase, dan perbaikan masjid dan mushola sekitar.

“Dimana di Kelurahan Ganjar Asri penduduknya sebanyak 9.177 jiwa. Sementara untuk pendapat pajak PBB di Kelurahan Ganjar Asri memperoleh sebesar Rp 166 juta atau 76,76 %,” ujar Lurah Ganjar Asri.

Kemudian dalam sambutan Walikota Metro Achmad Pairin mengatakan, Kelurahan Ganjar Asri memiliki daerah yang strategis, dimana dilewati jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kota. Oleh karena itu, rencananya akan adanya pelebaran jalan pada tahun 2019.

“Kemudian, setiap Kelurahan kini mendapatkan bantuan dana dari Pusat sebesar Rp. 352 juta, yang akan diberikan pada tahun ini langsung kepada Kelurahan. Oleh karena itu, dana tersebut perlu adanya rancangan yang matang, dan perlu di awasi untuk pembangunan daerah yang bersangkutan,” kata Pairin.

Tambahnya, Walikota Metro menyampaikan bahwa, di Kelurahan Ganjar Asri terdapat 30 keluarga yang belum mempunyai WC sehat.

“Oleh karena itu saya minta kepada warga Kota Metro untuk membantu masyarakat yang kurang mampu membuat WC sehat. Hal ini di perkirakan setiap WC membutuhkan dana 3 juta, jadi total di Kelurahan Ganjar Asri membutuhkan dana 90 juta rupiah,” ungkapnya.

Pada akhir penyampaian, Pairin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Metro 100% memiliki WC Sehat. “Dan pada tahun ini akan diadakan peningkatan tempat wisata sebesar Rp. 1,7 Miliar untuk pembangunan tempat wisata di Dam Raman. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman masyarakat serta mewujudkan visi Kota Metro,” tutup Pairin dalam amanatnya.

Musrenbang di Kelurahan Ganjar Agung

Musrembang di Kelurahan Ganjar Agung dibuka langsung oleh Wakil Walikota Metro untuk membahas musyawarah perencanaan pembangunan, yang berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Agung, pada Senin (04/02/19).

Dalam laporan Lurah Ganjar Agung kegiatan yang diadakan untuk membahas musrembang bersama-sama dengan masyarakat secara langsung, agar segala kegiatan atau rencana yang akan dilakukan kelurahan dapat berjalan transparan.

“Luas Kelurahan Ganjar Agung adalah 288 Km dengan jumlah jiwa 6904 jiwa, untuk jumlah pencapaian PBB di lingkungan Kelurahan Ganjar Agung per Desember mencapai 67,5 %,” tuturnya.

Lanjutnya, prioritas kami  RW 1 di Jl. Kamboja berbatasan dengan lampung tengah dan metro perlu adanya perbaikan jalan dikarenakan banyak sekali lubang dan aspal yang sudah terkelupas,drainase yang ada di Jl. Jayabaya dimana merupakan dataran rendah dan adanya drainase yang kurang tepat disisi kiri dan kanan sehingga menimbulkan  tumpang tindih yang menyebabkan terjadinya banjir sehingga butuh pelebaran jalan sampai adanya wilayah yang tidak memiliki drainase.

“Harapan kami, kebijakan pemerintah dapat memprioritaskan ditahun anggaran 2020”papar Lurah Ganjar Agung.

Sementara itu Wakil Walikota Metro mengatakan bahwa yang dibahas di aula hari ini merupakan musrembang untuk tahun 2020 bukan 2019.

“Saya yakin sebelum adanya musrembang sebelumnya telah dilakukan pra-musrembang terlebih dahulu dimana semua warga kelurahan ganjar agung telah memegang data musrembang tahun 2018 yang akan kita kerjakan ditahun ini, sehingga masing-masing sudah paham betul ada saja yang akan kita lakukan di tahun 2019,” ujarnya.

Djohan menegaskan, bahwa musrembang  bukan hanya membahas fisik  tetapi ekonomi dan sosial budaya, tugas kami dari pemerintah hanya memberikan pengarahan disinilah kita menampung dan menerima usulan masyarakat.

“Kegiatan yang ada di kelurahan perlu adanya keterbukaan jumlah anggaran yang masuk dalam kelurahan agar masyarakat mengetahui jumlah yang turun untuk kepentingan seluruh warga kelurahan, masyarakat juga mempunyai kewajiban yakni membayar PBB karena pajak hukumnya jelas merupakan kewajiban,” ucapnya.

Harapannya, kedepan semua lurah yang ada di lingkungan kota metro bisa menghitung PBB agar masyarakat menjadi pintar dalam menghitung PBB sehingga bisa lebih transparan.

“Mudah-mudahan kelurahan ganjar agung yang merupakan pintu masuk lampung tengah lebih baik lagi kedepannya” tutup Djohan.

Pemerintah Kota Metro Peringati GERTAK PSN DBD serta Tanam Pohon

Walikota Metro menghadiri acara Kerja Bakti dalam rangka Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang nyamuk DBD (GERTAK PSN DBD) dan dilanjutkan dengan menanam pohon di area Lapangan Kelurahan Yosodadi, Jumat (01/02/19).

Dalam acara tersebut turut hadir Sekda Kota Metro, para Asisten I, Kepala OPD se-Kota Metro, para Camat dan Lurah se-Kota Metro, turut serta juga Masyarakat dan siswa-siswi SD sekitar.

Dalam sambutan Walikota Metro Achmad Pairin, menghimbau masyarakat agar menjaga lingkungan sekitar, dengan tujuan nyamuk aedes aegypti tidak dapat berkembang biak.

“Untuk itu, marilah kita semua menggalakkan 4M, yakni Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, Mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan Memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Plus disini artinya menghindari gigitan nyamuk menggunakan repelen anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan larvasidasi, dan menggunakan kelambu,” ujar Pairin.

Tambahnya ia menegaskan akan usaha ini bertujuan untuk memberantas dan mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua dalam kegiatan ini untuk bersama-sama mendukung dan melaksanakan nya, terutama seluruh lapisan masyarakat. Saya meminta tolong sampaikan kembali kepada masyarakat akan pengetahuan tentang penyebaran dan mencegah penyakit DBD, agar masyarakat dapat mencegah penyebaran nyamuk penyakit tersebut,” tutupnya.

Kemudian acara di lanjutkan dengan penyerahan bubuk Abate secara simbolis kepada Camat, dan berlanjut dengan menanam pohon serta kerja bakti.

Wakil Walikota Metro, Tegaskan Pajak PBB Harus Dibayar, Saat Musrenbang di Margorejo

Wakil Walikota Metro Djohan memimpin langsung Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang bertempat di Aula Kelurahan Margorejo, Senin (28/01/19).

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli, Asisten I, Asisten II, Kepala Bappeda, Kepala OPD se-kota Metro, Camat dan Lurah Metro Selatan. Tak hanya itu, ketua RT, RW LPM, tokoh masyarakat, agama, wanita, pemuda dan masyarakat se-Kelurahan Margorejo.

Tema dalam Musrenbang tahun ini yaitu, Pemantapan Pembangunan Manusia,  Dengan Musrenbang Kita Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur dan Wisata Keluarga untuk Metro Sejahtera.

 

Berdasarkan laporan Lurah Margorejo, Maryanto mengatakan kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti masukan masukan dari masyarakat Margorejo melalui pra-Musrenbang.

“Dan allhamdulilah pada tahun 2018 kemarin, program Gerbang Bumi Sai Wawai berjalan dengan baik. Kemudian berdasarkan hasil pra-Musrembang masyarakat Margorejo mengusulkan mengenai normalisasi anak sungai RW 01, pembangunan drainase di Jl. Letjen Suprapto dan pembangunan jalan yang masih berbentuk tanah,” papar Maryanto.

Tambahnya, Maryanto mengungkap bahwa PBB per 31 Desember 2018, di Kelurahan Margorejo mencapai 79,74%.

Sementara dalam arahan Wakil Walikota Metro Djohan mengajak masyarakat Margorejo untuk mengeluarkan aspirasinya, melalui acara Musrenbang. Mari kita manfaatkan moment ini untuk bersama-sama mengawasi dalam pembangunan di Kota Metro khususnya Kelurahan Margorejo,

“Mudah-mudahan hasil dari musrenbang tahun depan, lebih baik dari pada Musrenbang sekarang. Saya juga berharap pada tahun ini, masing masing RW bisa menghitung PBB, agar jelas dan bisa mencapai 100%. Dimana  bayar pajak PBB dari tahun ke tahun akan tetap di tagih. Serta cepet laporkan jika ada tanah kosong dan walet tidak berpemilik yang tidak jelas PBB nya,” tegas Djohan.

Pemerintah Kota Metro dan Polres Metro Pantau Malam Perayaan Natal

Walikota Metro bersama Wakil Walikota Metro meninjau langsung malam perayaan Natal di Kota Metro, Senin (24/12/18).

Tidak tanggung-tanggung, Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro yang di dampingi oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganda M.H Saragih, Komandan Distrik Militer (Dandim) Kota Metro Burhannudin bersama Kepala Pol Pamong Praja Kota Metro Imron meninjau langsung ke gereja-gereja di Kota Metro .

Peninjauan ini dimulai dari Gereja Hati Kudus menuju 2 (Dua) Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang ada di Kota Metro dan berakhir di Pos Pelayanan Ops Lilin Krakatau Polres Metro yang bersebelahan dengan Pos Dinas Kesehatan Kota Metro.

Walikota Metro dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada malam natal ini kami melakukan kunjungan 3 titik gereja yang ada di Kota Metro.

“Kunjungan yang kita lakukan untuk kebersamaan antara pemerintah Kota Metro dan masyarakat sehingga dapat merasa aman dan nyaman melaksanakan ibadah di malam natal ini” Tutur Pairin.

Sementara itu Kapolres Kota Metro menambahkan bahwa pemantauan yang dilakukan forkopimda Kota Metro hari ini untuk mantauan dan memastikan masyarakat umat kristiani dapat menjalankan natal dengan aman.

“Dari pengecekan yang dilakukan Kota Metro terpantau aman dan kondusif, masyarakat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk,”Ucapnya.

Lanjutnya, semoga sampai berakhirnya operasi lilin ini situasi kantibmas Kota Metro tetap terjaga dan kondusif.

Ganda menghimbau kepada masyarakat agar dapat saling toleransi, dimana masyarakat Kota Metro merupakan Kota yang sangat mempererat persaudaraan.