0 Comments

Pemkot Metro Tengah Lakukan Normalisasi Saluran Pembuangan Air dan Pembenahan Infrastruktur Jalan

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan normalisasi saluran pembuang anak Sungai Way Bunut di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Barat. Dalam kunjungannya, Wali Kota Metro Wahdi mengungkapkan bahwa normalisasi dilakukan untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut, khususnya di depan Jalan Bambu Kuning. Proyek normalisasi ini meliputi area sepanjang 85 meter dan lebar 55 meter tersebut dikerjakan dengan cara melakukan rekonstruksi ulang saluran pembuang yang meliputi pembongkaran saluran existing yang telah dipenuhi oleh sedimentasi yang kemudian dilakukan pembangunan saluran baru. “Monitoring yang kita lakukan hari ini untuk melihat secara langsung pekerjaan perbaikan infrastruktur dan sistem drainase untuk mengatasi banjir yang seringkali terjadi di Jalan Imam Bonjol dengan melakukan pelebaran drainase di sisi kanan , karena disisi lain sudah banyak yang tertutup, “ujarnya saat lakukan monitoring, Senin (29/07/2024). Wahdi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Metro telah menyiapkan master plan untuk pembangunan sistem drainase terintegrasi, guna mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayahnya. Namun, menurutnya pembangunan sistem drainase terintegrasi ini tidak bisa dilakukan secara cepat. “Sistem drainase terintegrasi ini akan membangun sistem drainase dari hulu ke hilir, mulai dari titik pengumpulan air hingga ke saluran pembuangan, karena tanah di Metro ini seperti bukit teletabis, banyak kanal yang tertutup sehingga harus dilakukan revitalisasi dan membutuhkan biaya yang besar,” tambahnya. Lebih lanjut, Wahdi juga membeberkan jika pembangunan yang dilakukan saat ini lebih berfokus pada sport-sport skala prioritas. “Kalau kita membangun jalan ya notabene kualitasnya nggak bagus, sama saja dengan sesuatu yang percuma. Oleh karena itu kita harus membangun mulai dari trotoar dan drainase dan jalan dengan kualitas yang baik dan terintegrasi,” ungkapnya. Sebagai Wali Kota Metro, Wahdi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan, dengan ikut berkontribusi untuk mengontrol proses pembangunan jalan serta memantau angkutan kendaraan yang melintas melebihi kapasitas. Selain itu juga, Wahdi menekankan pentingnya peran aktif pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur dan tanggung jawab sosial di Kota Metro. Hal ini disampaikan pada saat kunjungannya ke beberapa titik proyek infrastruktur, termasuk Jalan Kaca Piring dan Jl. WR. Supratman yang menjadi jalur utama bagi truk-truk pengangkut barang. “Kita lakukan kunjungan disini dikarenakan untuk melihat langsung aktifitas lalu lintas pada jalur ini, dimana banyak sekali kendaraan seperti truk yang notabene daerah ini banyak yang menjadi gudang,” ungkapnya. Diakhir kunjungan, Wahdi berharap kepada pihak swasta agar dapat saling bersinergi dengan pemerintah, serta turut berperan aktif dalam menjaga dan membangun infrastruktur di Kota Metro. (Yl/Sr)

0 Comments

Tumbuhkan Rasa Patriotisme, Pemerintah Kota Metro Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih ke Warga

Ratusan bendera merah putih dibagikan kepada masyarakat Kota Metro yang sedang melintas di Jalan A.H. Nasution. Pembagian bendera tersebut dilakukan usai Apel Mingguan di Pemerintah Daerah Kota Metro di Halaman setempat, Senin (29/07/2024). Kegiatan pembagian bendera merupakan tindak lanjut berdasarkan surat edaran dari Kemendagri Nomor : 400.10.1.1/2152/SJ Tanggal 8 Mei 2024 untuk mendukung kegiatan “Gerakan 10 juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia. Pada jegiatan tersebut dilaksanakan usai pencanangan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di seluruh Indonesia kepada masyarakat dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT Republik Indonesia ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024. Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin berharap dengan pembagian bendera tersebut dapat dikibarkan pada saat HUT RI dan menumbuhkan rasa semangat patriotisme dan nasionalisme. “Hari ini Pemerintah Kota Metro membagikan ratusan lembar bendera untuk masyarakat. Kita berharap bendera yang dibagikan dapat dikibarkan pada saat 17 Agustus , untuk mengenang jasa pahlawan yang telah mendahului kita. Dimana mereka sudah berjuang mati matian nyawa taruhannya dan kita saat yang masih hidup tinggal mengisi hari kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Wahdi. Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Rosita menjelaskan bendera tersebut sudah disalurkan ke seluruh Kecamatan di Kota Metro untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayahnya. “Kami juga sudah membagikannya ke seluruh kecamatan untuk disalurkan kembali kepada warga yang tinggal di kecamatan masing-masing,” ujar Rosita. Pembagian Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih ini dilaksanakan dengan pemikiran bahwa bendera merah putih merupakan identitas, simbol, dan alat pemersatu Masyarakat Indonesia. “Maka dari itu Gerakan ini menggalang partisipasi Masyarakat, baik secara pribadi, kelompok, organisasi kemasyarakatan, unsur pemerintah, maupun swasta,” pungkas Rosita kepada awak Tim Humas Kominfo. (Dns/Sr)

0 Comments

Reog Ponorogo Menambah Kemeriahan Metro Sport And Tourism di Sumbersari, Metro Selatan

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro kembali menggelar Metro Sport And Tourism (MST) yang kali ini berlangsung di Lapangan Sumbersari Bantul, Metro Selatan, Minggu (28/7/2024). Dalam sambutannya Walikota Metro, Wahdi mengatakan, MST ini merupakan salah satu upaya Pemkot setempat untuk meningkatkan perekonomian warga lewat sektor olahraga maupun pariwisata. “Iya dalam MST ini banyak yang bisa ditampilkan seperti olahraga, budaya dan lainnya. Jadi melalui kegiatan ini salah satu bukti bahwa pembangunan di Metro ini bukan hanya infrastruktur, perekonomian, tetapi juga SDM, budaya dan pariwisata,” kata Wahdi usai pembukaan. Ia menjelaskan, dalam MST ini banyak yang ditampilkan kesenian seperti reog ponorogo, barongsai dan lainya. Selain itu beberapa olahraga tradisional dan olahraga umum juga masuk dalam kegiatan ini. “Jadi banyak yang ikut serta di MST. Menurut saya pribadi ini sangat bagus, terlebih ada reog ponorogo, kemudian olahraga tradisional,” jelasnya. Menurut Wahdi, MST ini akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Sai Wawai. Dimana, nantinya kecamatan bisa menampilkan keunggulan dari masing-masing wilayahnya. “Misal disini unggulannya reog ponorogo, menjadi upaya promosi keunggulan masing-masing wilayah,” ucapnya. Ia mengimbau camat, lurah maupun OPD untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan MST ini. Sebab, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk masyarakat dimana salah satunya yakni peningkatan ekonomi. “Lurah juga harus dukung penuh, kemudian yang lain juga. Karena kegiatan ini untuk masyarakat dan kita adalah pelayan masyarakat,” tandasnya. Selanjutnya Walikota Metro Wahdi, menyambangi warga lansia dan disabilitas di seputaran Kelurahan Sumbersari Bantul, dikesempatan ini, Wahdi meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dapat memaksimalkan program layanan Home Care. (Dns/Sr)

0 Comments

Wahdi Isi Seminar Kesehatan Bertajuk Menjaga Pola Hidup Sehat Untuk Indonesia Emas

Dengan tema Menjaga Pola Hidup Sehat Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045, Walikota Metro Wahdi Sirajuddin menghadiri Seminar Kesehatan Perempuan Nasional, di Balai Keratun Kompleks Kantor Gubernur Lampung Sabtu 27/07/2024. Dalam Sambutannya Walikota Metro Wahdi Sirajuddin sekaligus sebagai Presidium majelis Wilayah KAHMI Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu media dalam menjaga pola hidup sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. “Atas nama pribadi saya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini yang mana kegiatan ini merupakan salah satu media untuk menyongsong Indonesia emas 2045”, pungkasnya. Ia juga menjelaskan bahwa pola hidup sehat adalah pondasi utama bagi kesehatan yang baik dan memainkan peran penting dalam mencapai potensi maksimal individu dan kemajuan bangsa. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam mempertahankan pola hidup sehat, seperti urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif. Selanjutnya Wahdi mengatakan bahwa di tengah tantangan ini, Majelis Wilayah FORHATI Lampung memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan di tingkat lokal. “Melalui berbagai kegiatan advokasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Majelis Wilayah FORHATI Lampung telah aktif dalam menyuarakan pentingnya pola hidup sehat dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif,” ungkapnya. Oleh karena itu, Wahdi meminta kepada Majelis Wilayah FORHATI Lampung akan menyelenggarakan Seminar Nasional Kesehatan dalam rangka memberikan kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045″, ujarnya. Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, hukum, dan politik Ganjar Jationo mewakili PJ Gubernur Lampung, mengatakan bahwa Indonesia memiliki visi Indonesia emas 2045, Indonesia berupaya mengejar untuk menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 5 di dunia, namun tantangan tidak mudah di antaranya Indonesia harus meningkatkan pendapatan nasionalnya. “Di tengah tantangan tersebut majelis forhati lampung harus memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya upaya kondisi kesehatan di tingkat lokal melalui berbagai kegiatan advokasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat forhati Lampung harus terus menyuarakan pentingnya hidup sehat dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan kesehatan preventif”, katanya. Oleh karena itu Pemprov Lampung menyambut baik seminar ini dengan tema menjaga pola hidup sehat untuk menyongsong Indonesia emas 2045 yang diselenggarakan oleh forhati lampung. “Kami juga mengapresiasi upaya ini mudah – mudahan ini senantiasa meninggalkan manfaat dan menghasilkan manfaat kepada kita semua masyarakat lampung, kami juga pemrov lampung yang kami hakikat instansi pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri”, ucap Ganjar. (Dns/Sr)

0 Comments

Pemerintah Kota Metro targetkan Pendapat Perkapita Naik

Pemerintah Kota Metro menargetkan pada tahun 2025 sampai tahun 2045 pendapatan perkapita kota setempat naik dari 49,32 juta menjadi 72,05 juta pertahun. Hal ini dikatakan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin dalam jawabannya atas pandangan umum fraksi DPRD Metro saat rapat paripurna tentang Raperda RPJPD Kota Metro tahun 2025-2045, Jumat (26/7/2024). Wahdi mengatakan, peningkatan pendapatan per kapita tersebut terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Metro, produksi perikanan berjumlah 250,73 ton per tahun dan kontribusi PDRB industri pengolahan 15,54 persen. “Peningkatan pendapatan per kapita itu akan dicapai melalui upaya pembangunan antara lain pembangunan infrastuktur, dukungan sektor UMKM, peningkatan investasi daerah, pembangunan SDM dan lainya,” katanya. Selanjutnya Wahdi menjelaskan, pada tahun 2023 ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan per kapita Kota Metro sebesar Rp 45.236.830. Nilai ini merupakan nilai PDRB Kota Metro yang dihitung Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) setiap tahun. “Sedangkan nilai Rp 29.907.123 merupakan nilai PDRB yang dihitung Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) serta faktor yang mempengaruhi perkembangan harga barang dan jasa,” jelasnya. Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan tahun 2025-2045, Pemkot Metro memproyeksikan tingkat kemiskinan di Bumi Sai Wawai juga turun menjadi 2 persen, lalu rasio gini (indeks) atau kesenjangan pendapatan antar penduduk sebesar 0,202 sampai 0,197. “Kemudian kontribusi PDRB Kota Metro terhadap PDRB Provinsi Lampung sebesar 2,50 persen,” ucapnya. Wahdi menuturkan, dalam RPJPD Kota Metro tahun 2005-2025 angka kemiskinan di Bumi Sai Wawai pada tahun 2025 yang ditargetkan sebesar 8,47 persen. Namun pada tahun 2023 ini persentase penduduk miskin telah mencapai angka 7,28 persen. “Angka ini menunjukkan bahwa capaian pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkot Metro sudah lebih rendah daripada pemerintah pusat maupun provinsi,” paparnya. Tal hanya itu, kedepan Pemkot ingin Kota Metro yang di pimping siapa saja dapat meningkatkan pamor serta indeks daya saing daerah ke kanca internasional. Dimana indeks Kota Metro meningkat ditunjukkan dengan meningkatnya indeks daya saing daerah menjadi 4,940. “Dan pada tahun 2045 indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro di kisaran 83,51 sampai 85,13. Selain itu kita juga ingin emisi gas rumah kaca (GRK) Metro pada tahun 2045 turun hingga 93,17 persen,” pungkasnya.(Dns/Sr)

0 Comments

Komitmen Cegah dan Penurunan Stunting, Kota Metro Berada pada Angka 7,1 dari 14 Persen Nasional

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, memimpin acara penandatanganan komitmen bersama untuk aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di Kota Metro tahun 2024 yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro, Jumat (26/07/2024). Dalam acara tersebut, Wahdi Siradjuddin menyampaikan bahwa berdasarkan data secara nasional, penurunan angka stunting di Indonesia mengalami perlambatan sebesar 0,1 persen. Data tahun 2022 menunjukkan angka stunting mencapai 21,6 persen, sedangkan pada tahun 2023 angka tersebut turun menjadi 21,5 persen. “Di antara 37 provinsi di Indonesia, Lampung telah mendekati standar yang ditetapkan secara global maupun nasional yaitu angka 14 persen, dimana angka stunting di Lampung saat ini mencapai 14,9 persen, “paparnya. Wahdi juga membeberkan jika saat ini di Provinsi Lampung, terdapat 5 kabupaten dan 1 kota yang mengalami peningkatan angka stunting. “Tapi ada juga yang mengalami penurunan yang sangat signifikan, termasuk adalah Kota Metro. Berdasarkan data angka stunting Kota Metro saat ini berada pada angka 7,1 persen, ” ungkapnya. Selanjutnya, Wahdi menekankan dalam proses penurunan angka stunting, diperlukan upaya bersama yang dibangun melalui kesepakatan sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada bangsa dan Pemerintah Kota Metro. “Hadirnya kolaborasi dalam pemerintahan merupakan hal yang paling penting dalam upaya penurunan stunting, dimana pemerintah berperan sebagai agen pemberdayaan, dan kolaborasi antar berbagai sektor sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan zero stunting yang lebih cepat , “ujar Wahdi. Untuk mencapai hal tersebut, yang terpenting adalah membangun trust building, berkomitmen, dan adanya kompilasi dalam pembangunan keberlanjutan. Pada paparannya, Wahdi juga menyoroti peran penting Bapak dalam gerakan penurunan stunting dimulai dari Ibu mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus anak, mengurus bayi 1000 hari pertama kehidupan. Sementara itu, Wakil Ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kota Metro , Anang Risgianto, mengungkapkan dasar pelaksanaan Rembuk Stunting dan Rapat Koordinasi TPPS Tingkat Kota Metro Tahun 2024 pada Perpres Republik Indonesia No.72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Dalam Perpres RI tersebut, mengamanatkan percepatan penurunan stunting yang dilakukan harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi antar kementerian, pemerintah daerah, provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa/kota, serta pemangku kepentingan. “Percepatan penurunan stunting ini merupakan upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang harus dilaksanakan secara kompleks, politik, integratif, dan berkualitas melalui kerjasama multisektoral baik di tingkat pusat, provinsi, kota, kecamatan, dan kelurahan yang bergerak secara serentak dan bukan kerja bergerak secara berpisah-pisah. Karena faktor risiko stunting tidak hanya disebabkan dari satu faktor, tetapi disebabkan oleh banyak faktor, “tegasnya. Untuk itu, melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat memantapkan kembali fokus pada tujuan percepatan penurunan stunting Kota Metro melalui rembuk stunting di tingkat Kota Metro agar sesuai dengan tujuan dan strategi nasional percepatan penurunan stunting. “Ada pun proses dalam upaya-upaya percepatan penurunan stunting antara lain adalah upaya menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan di kehidupan keluarga, menjamin penuh rohani asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan butuh pelayanan kesehatan, meningkatkan akses air minum dalam sanitasi, “tambahnya. Oleh sebab itu, mewakili Ketua TPPS Kota Metro, Anang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak mulai dari Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, TPPS Kota dan Kecamatan, Kelurahan, Tim Pendamping Keluarga, Camat, Kelurahan, Organisasi Wanita, Instansi Vertikal, Perguruan Tinggi, Organisasi Profesi, Pengusaha, Forum anak, dan semua pihak yang sudah berkontribusi aktif dalam penurunan angka stunting di Kota Metro. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen dan upaya kita bersama dalam keberhasilan menurunkan stunting di bawah angka nasional, Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kita bersama, “ungkapnya. Hal tersebut dapat diraih, berkat program-program Pemerintah Kota Metro yaitu JAMA-PAI, Bapak Asuk Anak Stunting, maupun berbagai program kegiatan yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan dan mitra kerja lainnya yang saling bersinergi untuk menurunkan stunting. “Meskipun kerja keras kita bersama telah mendapatkan apresiasi yang diraih dengan berbagai penghargaan sekala nasional, terkait percepatan penanganan stunting. Namun perjuangan kita juga belum selesai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, masih banyak potensi yang belum diperdayakan, masih banyak juga waktu untuk terus meningkatkan sinergi dalam rangka menurunkan atas stunting di Kota Metro, “terangnya. Menurutnya, Rembuk Stunting merupakan forum yang tepat untuk saling berembuk, bermusyawarah, dan memberikan saran guna menyelesaikan permasalahan terkait upaya percepatan penurunan stunting di Kota Metro. Anang menilai perlu adanya dorongan kekompakan, penguatan kerjasama lintas sektor untuk saling memadukan potensi kekuatan melalui gotong-royong bersama masyarakat dapat mencapai zero stunting. (Yl/Sr)

0 Comments

Untuk Kelancaran Pilkada, KPU Serahkan LHKPN 25 Anggota DPRD Setempat kepada Wali Kota Metro

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro menyerahkan bukti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 25 Anggota DPRD Kota Metro terpilih periode 2024-2029 kepada Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, pada Jumat (26/07/2024). Penyerahan LHKPN tersebut dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh PKPU, yaitu 21 hari sebelum masa pelantikan anggota DPRD terpilih pada 19 Agustus 2024. Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama, menuturkan bahwa kewajiban melaporkan LHKPN tersebut telah tertuang dalam Pasal 52 PKPU Nomor 6 Tahun 2024. “Setelah selesainya tahapan pemilu, KPU Kota Metro diminta oleh KPU RI untuk menyerahkan semua dokumen terkait 25 anggota DPRD di Kota Metro yang terpilih,” ujar Nurris. Selain menyerahkan LHKPN, KPU Kota Metro juga melaporkan bahwa proses Coklit (Pencocokan dan Pemutakhiran Data Pemilih) untuk Pilkada 2024 telah mencapai 100%. “Alhamdulillah berdasarkan data yang di dapat pada kemarin coklit sudah selesai, sudah kami lakukan di 22 kelurahan dan di 5 kecamatan yang melibatkan 468 petugas insya Allah sudah selesai 100 persen. Tinggal nanti proses rekap berjenjang dari Kelurahan, Kecamatan, Kota dari BPS DPP, ” ujarnya. Nurris juga berharap, KPU Kota Metro dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan tahapan Pilkada yang akan dilakukan pada tahun 2024. Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menyambut baik atas laporan dari KPU Metro dan menyatakan dukungannya untuk kelancaran Pilkada. “Dengan persiapan yang matang, kita berharap Pilkada 2024 di Metro dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” ujar Wahdi. Wahdi juga membeberkan bahwa dana hibah untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kota Metro dapat berjalan dengan baik, bahkan Kota Metro menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Lampung yang telah menyelesaikan dana hibah tersebut. Terkait Hasil laporan KPU, Wahdi juga akan melakukan ditindaklanjuti dengan merahkan laporan tersebut kepada ke Pemerintah Provinsi Lampung. (Yl/Sr)

0 Comments

Jelang Penilaian UKS Tingkat Provinsi, 3 Jenjang Sekolahan Siap Upayakan yang Terbaik

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Supriyadi, memimpin kegiatan pembinaan persiapan penilaian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat provinsi di 3 sekolahan yang ada di Kota Metro, Kamis (25/7/2024). Pembinaan dilakukan di 3 lokasi berbeda yaitu, UPTD TK Negeri Pembina Metro Pusat, UPTD SD Negeri 11 Metro Pusat, UPTD SMP Negeri 5 Metro. Dalam arahannya, Supriyadi menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi penilaian UKS tingkat provinsi. “Tim pembina gabungan dari lintas sektor ini akan melakukan pembinaan, melihat, memotret persiapan sekolah. Serta kami mengimbau pihak sekolah menyiapkan tim untuk mendampingi selama proses pembinaan,” ujar Supriyadi. Selanjutnya pada kesempatan ini, Supriyadi menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara sekolah dan tim pembina untuk saling berdiskusi dan mencari solusi secara bersama-sama.Ia juga meminta pihak sekolah untuk mempersiapkan administrasi dan kelengkapan lainnya terkait UKS. “Prinsip pembinaan untuk adanya pihak yang membina dan dibina. Kami berharap pihak sekolah aktif dalam mempersiapkan diri dan menyelaraskan dengan indikator yang akan dinilai,” katanya. Ia juga menambahkan, jika kegiatan pembinaan yang dilakukan bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan jadwal sekolah dan tim penilai. “Selain itu juga, kami mengapresiasi upaya pihak sekolah dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian UKS tingkat provinsi. Mari kita bekerja sama dan kompak untuk meraih hasil terbaik,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Sekolah UPTD SD Negeri 11 Metro Pusat, Yuliana, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh tim pembina dan siap untuk menerima arahan dan bimbingan dari tim pembina. “Kami siap untuk didampingi dan melengkapi apa yang masih kurang. Kami juga siap mendukung program penilaian UKS tingkat provinsi dengan memenuhi 4 indikator penilaian yang ditentukan seperti kesehatan, kantin, lingkungan, dan logistik,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah, dalam menghadapi penilaian penilaian UKS tingkat provinsi akan dilaksanakan pada 3 September 2024, akan bersemangat mempersiapkan diri dan berupaya meraih hasil terbaik. “Berbagai upaya akan kami lakukan, untuk hasilnya kami serahkan kepada yang menilai. Yang penting, kami sudah berupaya maksimal mungkin,” pungkas Yuliana. (Yl/Sr)

0 Comments

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Metro Mengalami Grafik Baik

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi peningkatan nilai indek dan optimalisasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Pemda Kota Metro, Rabu (24/7/2024). Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Metro Bangki Haryo Utomo, selaku koordinator SPBE menyampaikan bahwa dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara nyata telah memberikan kontribusi terhadap efektifitas dan efisiensi dalam suatu layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik. “Keterpaduan TIK yang tentunya didukung dengan pengelolaan data pemerintah yang terpadu dapat memperpendek rantai birokrasi, sehingga memudahkan pengambilan keputusan bagi pemerintah. Pada ujungnya dapat mendorong perbaikan pelayanan, terutama kepada masyarakat,” kata Bangkit. Selanjutnya, Bangkit menekankan bahwa penilaian SPBE yang dilaksanakan oleh Menterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN–RB)  setiap tahunya adalah tanggung jawab kota bersama. Olehnya, dibutuhkan strategi dalam mengimplementasikan teknologi yang ada, agar nilai Indek SPBE Kota Metro yang dilakukan oleh MenPAN–RB dapat menjadi lebih baik. Kepala Dinas Kominfo, Subehi selaku sekretaris tim koordinasi juga mengatakan bahwa, perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan nilai indeks SPBE Kota Metro. Perlu dilakukan peningkatan untuk setiap domain dari domain kebijakan internal, Tata Kelola SPBE, Manajemen SPBE dan layanan SPBE, kolaborasi dan kerjasama  antar unit kerja sangat dibutuhkan. Berdasarkan keterangan Kepala Bagian Organisasi Zaki Mubarok, menyampaikan laporan akhir penilaian nilai indeks SPBE tahun 2023 yang dilakukan oleh Kemenpan RB, untuk evaluasi SPBE yang telah dilakukan terhadap Pemerintah Kota Metro menggambarkan predikat BAIK dengan adanya beberapa keunggulan dan kelemahan. “Keunggulan penerapan SPBE yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Metro pada penerapan Aspek Layanan Administrasi Pemerintahan dan Layana Publik Berbasis Elektronik. Keunggulan ini terlihat pada adanya kolaborasi dan pengintegrasian penggunaan aplikasi umum yang digunakan pada semua indikator layanan, kecuali layanan pengelolaan Barang Milik Daerah dan layanan Data terbuka,” terangnya. Kemudian, Zaki juga mengatakan bahwa, seluruh keunggulan tersebut dapat memberikan gambaran pelaksanaan SPBE di Pemerintah Kota Metro secara efektif dan efisien, baik dari sisi anggaran maupun kinerja. Sementara untuk Rakor ini dihadiri oleh seluruh tim Koordinasi SPBE Kota Metro yang melibatkan seluruh Unit Kerja Pemerintah Kota Metro. (Bsr/Sr)

0 Comments

Minat Baca Tertinggi di Provinsi Lampung, Menjadikan Kota Metro Berhasil Sebagai Kota Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Komarudin, mengungkapkan bahwa Kota Metro sebagai Kota Literasi berhasil meraih minat baca tertinggi di Provinsi Lampung berkat tujuh indikator utama. Hal tersebut di ungkapnya saat Tim Lipsus Dinas Kominfo menyambangi Dispusarda Kota Metro, Selasa (23/07/2024). “Alhamdulillah, Kota Metro memiliki minat baca tertinggi di Lampung. Ini berkat beberapa indikator, diantaranya pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi buku, ketersediaan tenaga perpustakaan yang memadai, tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan, adanya perpustakaan SMP berstandar nasional, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan, serta banyaknya anggota perpustakaan,” jelas Komarudin. Selain itu, Kota Metro juga memiliki koleksi e-book yang mencapai sekitar 2.400 judul serta pertumbuhan koleksi buku fisik sebanyak 20.159 yang terus bertambah setiap tahunnya. Kemudian ia jugam menuturkan bahwa pentingnya perputaran buku yang terjadi, termasuk buku yang mengalami kerusakan, serta pembaharuan buku yang mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat dalam literasi. Untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Metro Cemerlang (GEMERLANG) melalui literasi Dispusarda Kota Metro terus berkomitmen menjaga minat baca masyarakat di ruang publik melalui Pojok Baca Digital (POCADI). “POCADI yang dibantu oleh Perpusnas tahun 2019, merupakan wujud pengembangan dan memperluas akses bahan bacaan digital dari perpustakaan di Kota Metro dengan konsep outdoor yang ditempatkan diantara Taman Merdeka Kota Metro dan Masjid Taqwa, mudah diakses oleh masyarakat melalui e-book (buku Elektonik) ,” imbuh Komarudin. Komitmen tersebut juga tercermin melalui prestasi IPLM (Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Kota Metro yang mencapai posisi tertinggi di Provinsi Lampung. “Dari semua itu telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Kota Metro dari ANRI (Arsip Nasional RI) di bidang Kearsipan dalam pengelolaan kearsipan berdasarkan hasil Pengawasan Kearsipan tahun 2023 “BB” Sangat Baik dan Kota Metro mewakili Provinsi Lampung dalam memperoleh penghargaan di Tingkat Nasional yang diserahkan langsung oleh Plt. Kepala ANRI Imam Gunarto di Jakarta 6 Mei 2024,” paparnya. Masih pada kesempatan yang sama, Komarudin juga membeberkan penghargaan yang diraih Kota Metro dapat dicapai berkat keberhasilan Kota Metro dalam mengelola arsip yang baik. “Tak hanya POCADI, pada tahun 2023 Perpustakaan Nasional juga memberikan bantuan kepada Dispusarda Kota Metro untuk pengembangan program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) dari institusi yang dipusatkan atau diarahkan kepada pengembangan perpustakaan yang ada di tingkat kelurahan,” pungkasnya (Tm/Yl/Sr)