Metro Pusat — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Metro melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) VI, yang di selenggarakan di Gedung Sesat Agung Kota Metro, (8/01/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi organisasi serta penentuan arah kepemimpinan Partai Golkar Kota Metro ke depan.Musda VI DPD Golkar Kota Metro dihadiri oleh Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak, Ketua DPD Golkar Kota Metro Periode 2020–2025, Ketua DPRD Kota Metro, Wakil Bupati Lampung Timur, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan I dan III, para ketua partai politik, tokoh agama, serta elemen masyarakat dan kader Partai Golkar Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman Santoso menyampaikan harapan agar Musda VI ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kehidupan masyarakat Kota Metro. Hadirnya tokoh-tokoh penting di forum ini diharapakan dapat mempercepat pembangunan di Kota Metro, terutama melalui penguatan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Menurut Bambang, dukungan wakil rakyat di Senayan menjadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah.“Semoga para pemimpin yang hari ini bersama di tengah tengah kita bisa membawa dampak berkah untuk pembangunan di Kota Metro, kami mohon kepada anggota DPR RI bisa membantu di Senayan untuk menyuarakan dan mewujudkan Kota Metro yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” ujarnya. Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda VI DPD Golkar Kota Metro sebagai bagian dari proses demokrasi internal partai yang sehat dan konstruktif. “Kami atas nama Pemerintah Kota Metro mengucapkan selamat atas terlaksananya Musda VI DPD Golkar Kota Metro. Musyawarah Daerah ini merupakan forum strategis dan demokratis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan kepemimpinan organisasi ke depan,” ujarnya. Wali Kota Metro juga menekankan pentingnya sinergi antara partai politik, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antara partai politik, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Metro yang maju, sejahtera, dan bahagia,” tambahnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menyampaikan harapannya agar Musda VI DPD Golkar Kota Metro dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan anggota yang mampu mengayomi seluruh masyarakat. “Saya berharap Musyawarah Daerah ke-VI Partai Golkar DPD Kota Metro ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan yang dapat dirasakan seluruh anggotanya serta masyarakat Kota Metro,” ujar Hanan A. Rozak. Pelaksanaan Musda VI DPD Golkar Kota Metro diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta memperkokoh kontribusi Partai Golkar sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan Kota Metro.(BSR/AQL)
Musda VI DPD Partai Golkar Kota Metro Digelar, Wali Kota Tekankan Sinergi Pembangunan Daerah
Musrenbang Kelurahan Ganjar Asri Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Ganjar Asri menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Modal Manusia dan Modal Sosial sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi Sosial Berkelanjutan” tersebut melibatkan pemerintah daerah, unsur kelembagaan, serta perwakilan masyarakat, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Ganjar Asri Kecamatan Metro Barat, Kamis (08/01/2025). Lurah Ganjar Asri, Ruben Nugroho mengusulkan inovasi pemberdayaan masyarakat lewat program “Gowes Ganas” sebagai rute wisata sepeda yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM. “Jika Jalan panca Asri RW 05 arah ke Jalan Perjuangan RW 02 telah dilakukan perbaikan,saya berharap rute yang dilewati bisa menjadi rute bersepeda santai dan berpotensi menjadi wisata yang menampilkan pemandangan sawah dan banyaknya angkringan di sekitaran Kelurahan Ganjar Asri sehingga dapat membantu roda perekonomian warga ,” ungkapnya. kegiatan Jumat Bersih dan Jumat Beretika (Jemantik) bekerja sama dengan Polri, serta penguatan sistem pelayanan terpadu melalui gerai pelayanan bersama untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dan meningkatkan pendapatan sektor pajak. Selain itu, dirinya memaparkan realisasi pembangunan sarana dan prasarana kelurahan tahun 2025 yang bersumber dari dana kelurahan, meliputi pembangunan drainase di enam titik, pembangunan jalan cor blok di empat titik, serta pembangunan gorong-gorong dan drainase di satu titik. Pada kesempatan yang sama, terdapat bantuan sarana rumah ibadah melalui program Safari Ramadan dan LASQI berupa material bangunan untuk Mushola Nur Hidayah RT 11 RW 03 dan Masjid Nurul Iman RW 07, serta bantuan sarana prasarana Masjid Miftahul Huda RW 09. Di bidang pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Ganjar Asri juga merealisasikan bantuan sarana prasarana bagi rukun kematian RW 07, sarana olahraga kelurahan, delapan Posyandu, serta sarana prasarana TP-PKK Kelurahan Ganjar Asri. Kegiatan lain yang dilaksanakan meliputi realisasi program empat Pokja TP-PKK dan pendampingan pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi PAUD dan TK di wilayah setempat. Untuk pembangunan yang bersumber dari OPD pada tahun anggaran 2025, Ruben menjelaskan sejumlah kegiatan, antara lain rehabilitasi beberapa ruas jalan strategis seperti Jalan Khair Bras, Jalan Walisongo Timur dan Barat, Jalan Cemara, Jalan Sumbawa, Jalan Akar Tunggal, serta Jalan Nias dan dilakukan pembangunan drainase tersier, pemasangan bronjong di Kali Way Perak, dan pembangunan drainase di Jalan Andalas 7 RW 11. Dalam bidang pendapatan daerah, Kelurahan Ganjar Asri mencatat capaian positif pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Total realisasi PBB-P2 tahun 2025 mencapai 81 persen atau sebesar Rp251.478.375, yang merupakan capaian tertinggi di Kecamatan Metro Barat selama dua tahun terakhir. Musrenbang tersebut juga merumuskan sejumlah usulan prioritas pembangunan tahun 2027, di antaranya lanjutan pembangunan cor rigid Jalan Kaca Piring RW 02 sebagai akses utama logistik, normalisasi Kali Way Bunut untuk penanganan banjir, pelebaran Jalan Khair Bras di depan Masjid Jami’ul Anwar, perbaikan Jalan Panca Asri, pembangunan dan perbaikan irigasi tersier, normalisasi Kali Way Batanghari, serta peningkatan sarana prasarana Aula Kantor Kelurahan Ganjar Asri demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengapresiasi capaian dan paparan yang disampaikan Lurah Ganjar Asri. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan, khususnya tahun 2027, akan lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup. “Di tahun 2027 nanti, arah pembangunan akan lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, yakni bagaimana masyarakat dapat mandiri. Prinsipnya, anggaran yang ada harus mampu berkembang seperti meningkatkan kreativitas masyarakat melalui pertanian maupun UMKM. Jika saat ini di kelurahan tersedia sekitar Rp200 juta, dana tersebut tidak semata-mata dihabiskan untuk bantuan, melainkan diarahkan untuk mendorong masyarakat berusaha,” tegasnya. Menurutnya, Musrenbang menjadi ruang penting untuk mengidentifikasi persoalan utama masyarakat dan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan, sejalan dengan kebijakan nasional terkait pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Pemerintah Kota Metro, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan, baik pembangunan fisik maupun nonfisik, dengan pengawasan bersama demi terwujudnya pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di Kelurahan Ganjar Asri. (Tm/Sr)
Musrenbang Kelurahan : Walikota Metro Apresiasi Kepatuhan Pajak Margodadi yang Capai 96 Persen
Walikota Metro menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Margodadi Tahun 2026 digelar di Aula Margodadi, Rabu (07/01/2025). Kegiatan yang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah tersebut mengusung tema “Penguatan Modal Manusia dan Modal Sosial sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi-Sosial Berkelanjutan”. Musrenbang yang berlangsung di wilayah Kelurahan Margodadi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, unsur perangkat daerah, aparat kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan setempat. Dalam laporan pembuka, Lurah Margodadi, Mhd Erwan Musaddad S Sos M Si, menyampaikan kondisi demografis wilayahnya berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro, dimana jumlah Kartu Keluarga di Kelurahan Margodadi mencapai 1.135 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 3.327 jiwa. Lurah Margodadi juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan kelurahan telah berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pedoman Penataan Kelurahan dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan serta Peraturan Wali Kota Metro Nomor 50 Tahun 2020. “Berdasarkan regulasi tersebut, Kelurahan Margodadi telah melaksanakan pemilihan serentak Ketua RT dan RW untuk periode 2026–2030 pada Minggu, 14 Desember 2025,” ujar Lurah Margodadi dalam laporannya. Selain itu, Kelurahan Margodadi secara aktif melaksanakan komunikasi dan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sinergi tiga pilar, yakni Lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa bersama Ketua RT/RW, FKPM, Linmas, serta warga. “Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, Kelurahan Margodadi juga menjalankan program Jemput Bola Pajak Bumi dan Bangunan (Jebol PBB) dengan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, ” tuturnya. Lurah Margodadi melaporkan bahwa pokok ketetapan PBB tahun 2025 yang sebesar Rp43.368.685 dengan jumlah SPPT sebanyak 1.291 lembar. “Hingga 31 Desember 2025, realisasi pembayaran PBB mencapai Rp35.459.390 atau sebesar 96 persen, capaian tersebut menjadikan Kelurahan Margodadi sebagai kelurahan dengan realisasi PBB tertinggi kedua se-Kota Metro,” ungkapnya. Pada sektor pembangunan fisik, realisasi Dana Kelurahan Tahun 2025 telah digunakan untuk pembangunan cor block di Jalan Beringin V RT 025 RW 06 dan Jalan Pingled RT 005 RW 002.Selain itu, pembangunan gorong-gorong plat dilaksanakan di Jalan Suprapto RT 001 RW 001, serta pembangunan drainase di Jalan Jati IV RT 016 RW 004 dan Jalan Kenanga II RT 020 RW 005. Pada tahun 2026, Kelurahan Margodadi merencanakan pembangunan drainase dan cor block di tujuh lokasi, antara lain Jalan Supratman, Jalan Nusantara, Jalan Kenanga, Jalan Jati, Jalan Mawar, dan Jalan Beringin. Sementara itu, Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I. dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang kelurahan tidak hanya merupakan bagian dari siklus perencanaan tahunan, tetapi juga menjadi forum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Musrenbang kelurahan ini sangat penting karena menjadi ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan. Apa yang dibahas di sini akan menjadi dasar perencanaan hingga tingkat kota dan penganggaran daerah,” ujar Bambang. Bambang juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Margodadi atas dukungan yang telah diberikan sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik serta menekankan bahwa pembangunan yang berkualitas harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. “Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk mengawal usulan yang benar-benar prioritas dan menyentuh kebutuhan dasar warga, ” tegasnya. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa tema pembangunan Kota Metro Tahun 2027 selaras dengan RPJMD Kota Metro 2025–2029, yakni penguatan modal manusia dan modal sosial guna mendukung visi Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. Tema tersebut kemudian dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan profesionalitas aparatur, pemerataan infrastruktur dasar, hingga perluasan perlindungan sosial dan peningkatan kualitas keluarga. Bambang juga menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan akibat menurunnya dana transfer pusat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif, efisien, dan inovatif dalam merencanakan pembangunan dengan fokus pada program yang langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah Kota Metro melalui Bambang, telah menetapkan sejumlah strategi, di antaranya penajaman prioritas pembangunan, optimalisasi PAD, efisiensi belanja, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan pemanfaatan skema pembiayaan alternatif. “Dalam kondisi fiskal yang terbatas, Musrenbang harus menjadi forum penyaringan usulan yang paling mendesak dan realistis, bukan sekadar mengusulkan sebanyak-banyaknya program, ” paparnya. Menanggapi laporan Kelurahan Margodadi, Wali Kota Metro mengapresiasi capaian realisasi PBB yang mencapai 96 persen serta keberhasilan pembangunan fisik yang dinilai sangat baik.“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan yang lebih baik, khususnya di Kelurahan Margodadi dan wilayah Metro Selatan,” ujarnya. Dia juga berharap terkait rencana pembangunan jalan provinsi di wilayah Pattimura yang saat ini masih dalam proses koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dapat berjalan lancar. “Sebagai kepala daerah, saya tetap berkewajiban memperjuangkan aspirasi masyarakat, meskipun kewenangan pembangunan berada di provinsi,” tegas Bambang. (Yl/Md)
Pemkot Metro Dukung Program Swasembada Pangan Nasional
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Metro mengikuti Zoom Meeting Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dirangkaikan dengan kegiatan syukuran menuju swasembada pangan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Lanbouw Kota Metro, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pertanian dan dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait serta perwakilan petani dari seluruh wilayah Kota Metro, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur yang mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Dalam arahannya melalui Zoom Meeting, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan capaian-capaian strategis di bidang pertanian nasional, serta menekankan pentingnya penguatan program swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. Presiden juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan para petani guna menjaga keberlanjutan produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata Pemerintah Kota Metro terhadap program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan, pendampingan, serta fasilitasi kepada petani agar program swasembada pangan dapat terwujud secara optimal dan berkelanjutan. Usai mengikuti Zoom Meeting, acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara mitra Dinas Pertanian dan para petani. Sesi ini menjadi ruang komunikasi dan koordinasi terkait pengelolaan hasil pertanian, penguatan kemitraan, serta pembahasan berbagai kendala dan peluang yang dihadapi petani di lapangan. Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan juga penyerahan penghargaan kepada para petani berprestasi yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian, Hery Wiratno, Penyerahan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas peran dan kontribusi petani dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional. (Bsr/Sr)
Wali Kota Metro Hadiri Musrenbang Kelurahan Margorejo, Fokus Pembangunan Berkelanjutan dan Optimalisasi PBB
Pemerintah Kota Metro melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah, Rabu (07/01/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Metro Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, didampingi Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda Kota Metro, para Kepala UPD Kota Metro, Camat Metro Selatan, Kepala Bagian Sekretariat Daerah, Lurah Margorejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pamong Kelurahan Margorejo. Lurah Margorejo, Dwi Saptarini, melaporkan bahwa dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terdapat sejumlah wajib pajak yang pembayarannya difasilitasi oleh kolektor dan untuk objek pajak yang pemiliknya tidak dapat ditemukan,telah diterapkan penggarapan lahan yang hasilnya untuk membayar PBB tersebut. “Realisasi PBB dilakukan melalui solusi bersama dengan kolektor, yakni dengan mengizinkan penggarapan lahan dan hasil penggarapan tersebut digunakan untuk membayar kewajiban PBB,namun tunggakan tersebut akan terus kita tagih pada bulan berikutnya,” ungkapnya. Dirinya menambahkan, target PBB tahun 2025 sebesar Rp147.773.923, dengan realisasi mencapai Rp123.337.810 atau sekitar 83 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun belum dapat mencapai angka di atas 90 persen karena masih terdapat objek pajak bermasalah dan wajib pajak yang belum dapat ditagih secara optimal. Untuk rencana pembangunan tahun 2026, disampaikan sejumlah gagasan pembangunan, antara lain pembangunan gorong-gorong dan drainase, serta lanjutan dari pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 menggunakan anggaran kelurahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur yang meliputi pembangunan drainase makam RT 04 RW 01, Drainase Jalan Cempaka RT 10 RW 03, Drainase Jalan Cemara RT 15 RW 04, Drainase lanjutan belakang SD IT RT 18 RW 05, Drainase Gang Pengadulan RT 25 RW 06, Drainase Jalan Adipati 1 dan Adipati 4 RT 23 RW 06, Drainase Jalan Kencana Indah RT 08 RW 02, serta Drainase Jalan Kencana Ungu RT 03 RW 01. Selain kegiatan fisik, Dwi Saptarini juga melaksanakan kegiatan nonfisik dalam rangka pemberdayaan masyarakat,salah satunya yaitu membentuk Forum Kesehatan Keluarga (FKK). “Untuk kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat, terdapat sosialisasi forum kesehatan kelurahan (FKK), sosialisasi penguatan forum anak, sosialisasi pencegahan stunting, sosialisasi anti narkoba, serta rapor pembuatan profil kota layak anak,” paparnya. Wali Kota Metro,Bambang Iman Santoso menyampaikan bahwa Musrenbang ini adalah ajang silaturahmi dari kami selaku pemimpin kepada para pamong, tokoh masyarakat serta masyarakat secara keseluruhan, terlebih musyrenbang kelurahan tahun ini adalah Musrenbang yang pertama kali kami datangi selaku pemimpin baru yang dilantik pada bulan Februari 2025. Bambang juga mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk memanfaatkan forum tersebut secara optimal. “Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya, mudah-mudahan nantinya ada usulan-usulan yang menjadi skala prioritas untuk diwujudkan demi pembangunan keberlanjutan, khususnya di Kelurahan Margorejo untuk tahun anggaran 2027,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas keberhasilan pembangunan dan berbagai capaian yang telah diraih di Kelurahan Margorejo selama tahun 2025. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dibangun MTsN unggulan yang bertempat di Kelurahan Margorejo. Kegiatan Musrenbang dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh Camat Metro Selatan dan diawali dengan pengarahan dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Rosita, M.M. Dalam arahannya, Rosita menekankan pentingnya pelaksanaan tugas RT dan RW, khususnya terkait pencapaian pendapatan dari sektor PBB. Dalam sesi tanya jawab, salah satu Ketua RT menyampaikan usulan penambahan RT karena wilayahnya membawahi lebih dari 100 KK, serta harapan agar penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran. Widodo, mantan Ketua RW 04, menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Kelurahan Margorejo dan berharap ke depan pembangunan dapat semakin ditingkatkan. Ia juga mengapresiasi kenaikan insentif RT dan RW sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Usulan lainnya disampaikan oleh salah satu warga terkait pembangunan jalan tembus di RT 04 yang telah diusulkan sejak kepemimpinan wali kota sebelumnya. Sementara itu, salah satu kader posyandu mengusulkan pengadaan seragam baru serta peningkatan insentif, mengingat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh kader posyandu. Menanggapi hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra menjelaskan bahwa pemecahan RT dapat dilakukan sesuai prosedur, dimulai dari musyawarah masyarakat, pembuatan berita acara, dan pengajuan kepada lurah untuk ditindaklanjuti. Terkait usulan kenaikan insentif kader posyandu, ia menyampaikan bahwa hal tersebut akan diusulkan dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah, serta diharapkan tidak mengurangi semangat para kader dalam melayani masyarakat. (tm/yd/aql)
Wali Kota Metro Pastikan Kewajiban Kepada Rekanan Tetap Diselesaikan
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menanggapi isu keterlambatan pembayaran yang tengah mencuat, setelah sejumlah proyek infrastruktur dinyatakan rampung, namun ada beberapa pencairan dana yang belum terealisasi hingga tutup Tahun Anggaran 2025 di Kota Metro. Menurutnya, keterlambatan pembayaran beberapa proyek fisik Tahun Anggaran 2025 masih berada dalam koridor kewajaran fiskal dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan. Pemerintah Kota Metro memastikan kewajiban kepada rekanan tetap akan diselesaikan melalui mekanisme anggaran yang sah. Wali Kota Metro Bambang juga menjelaskan bahwa persoalan pembayaran tidak bisa dilepaskan dari sistem pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diatur ketat oleh regulasi. “Ini masih dalam kewajaran dan dalam koridor aturan perundang-undangan yang ada. Masih bisa diselesaikan pada termin anggaran 2026. Insyaallah nanti diselesaikan,” kata Wali Kota Metro Bambang usai Musrenbang di Rejomulyo, Metro Selatan, Selasa, 6/1/2026. Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menegaskan APBD bukan instrumen yang bisa digerakkan secara sepihak oleh Kepala Daerah. Setiap kebijakan penganggaran harus melalui mekanisme yang telah ditentukan serta dikoordinasikan lintas pemerintahan. “Pemkot Metro tetap akan membayar yang telah dijadwalkan ulang sesuai kemampuan kas dan ketentuan anggaran. Selain itu juga, Pemkot Metro tetap melanjutkan berbagai proyek infrastruktur yang ditujukan untuk menopang pelayanan publik. Jalan lingkungan, fasilitas kesehatan, hingga sarana pendidikan tetap dibangun, dan sebagian hasilnya Alhamdulillah telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Menurut Wali Kota Metro Bambang, tantangan utama Pemerintah Daerah saat ini bukan sekadar menyelesaikan proyek fisik, tetapi menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pembangunan dan stabilitas keuangan daerah. Ia mengakui kritik publik penting sebagai pengingat, namun harus diletakkan dalam konteks tata kelola fiskal yang kompleks. “Pemerintah memastikan tengah menyiapkan langkah penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga, melalui penyesuaian anggaran tahun berikutnya. Ukuran tanggung jawab tidak semata dilihat dari kecepatan membayar, tetapi dari kepatuhan pada aturan dan kemampuan menjaga kesinambungan keuangan daerah,” pungkas Wali Kota Metro. (Sr)
Pemkot Peduli : Wali Kota Metro Berikan Bantuan Kepada Mahasiswa Korban Bencana Sumatera
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menerima audiensi dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lampung yang sedang menempuh pendidikan di Kota Metro, di Ruang Kerja Wali Kota Metro, Selasa (06/01/2026). Kedua mahasiswi tersebut merupakan mahasiswa asal Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang keluarganya terdampak bencana alam di daerah asal, sehingga memerlukan perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga para mahasiswi tersebut, hadirnya Pemerintah Kota Metro tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab kemanusiaan. “Musibah bencana alam ini merupakan ujian berat bagi keluarga kedua ananda. Pemerintah Kota Metro turut merasakan duka yang sama dan berupaya hadir memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil,” ujar Wali Kota Metro. Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota Metro juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan kebutuhan dasar yang diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi para mahasiswi dan keluarganya. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Metro juga menyalurkan bantuan tunai sebagai bentuk perhatian dan solidaritas terhadap korban bencana alam dengan harapan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama dalam situasi pascabencana yang masih membutuhkan penanganan. “Kami ingin memastikan adik-adik kita tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik tanpa terbebani secara berlebihan oleh kondisi yang dialami keluarga di daerah Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” tambahnya. Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa Kota Metro sebagai kota pendidikan berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa. “Harapannya bantuan yang diterima, dapat menjadi penguat semangat bagi para mahasiswi agar tetap tabah, fokus belajar, dan tidak kehilangan harapan di tengah situasi sulit yang dihadapi, “tuturnya. (Yl/Yd/Sr)
Pemkot Metro Gelar Musrenbang Perdana 2026, Wali Kota Tekankan Peran Lurah dan Kesadaran Pajak
Pemerintah Kota Metro menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perdana tahun 2026 yang di laksanakan di aula Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, kegiatan dilakukan sebagai langkah awal penyusunan arah pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan, Selasa (06/01/2026). Dikesempatan ini Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif para lurah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya terkait kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu penopang utama pembangunan daerah. “PBB ini kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu, saya minta para lurah lebih aktif mensosialisasikan pentingnya membayar pajak demi pembangunan Kota Metro yang berkelanjutan,” ujar Bambang. Lebih lanjut, Wali Kota juga mendorong adanya inovasi dan pendekatan baru yang lebih humanis dan edukatif agar masyarakat semakin sadar akan kewajibannya sebagai wajib pajak. Menurutnya, pendekatan persuasif yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemanfaatan media informasi lokal dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Dirinya juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap setiap pelaksanaan pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan dan terhindar dari potensi penyimpangan. “Pengawasan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Jika pembangunan diawasi bersama, maka hasilnya akan lebih tepat sasaran dan berkualitas,” tegasnya. Dikesempatan itu juga ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, khususnya terkait perkembangan pembangunan. “Cerna setiap informasi dengan baik, jangan mudah terprovokasi, dan pastikan kebenarannya sebelum menyebarkan,” tambah Bambang. Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro akan terus berupaya mewujudkan tagline kepemimpinannya, yakni menjadikan Metro sebagai kota dengan infrastruktur yang baik, jalan yang mulus, serta penerangan jalan umum yang memadai. “Ciri-ciri kota itu sederhana, jalannya bagus dan lampunya terang. Itu yang terus kita upayakan bersama,” katanya. Menurut Bambang, keberhasilan pembangunan di Kota Metro merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah usulan warga dalam Musrenbang, seperti rehabilitasi aula kelurahan dan penanganan persoalan lingkungan, yang perlu ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Menutup arahannya, Bambang meminta agar seluruh usulan yang disampaikan dalam Musrenbang disusun secara prioritas dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kota Metro, sehingga program yang dihasilkan benar-benar berdampak dan berkelanjutan. “Musrenbang bukan sekadar rutinitas, tetapi forum strategis untuk menentukan prioritas pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Bsr/Sr)
Pemkot Metro Gelar Sertijab Camat Metro Barat dan Lurah Ganjar Asri, Sekaligus Lantik Ketua TP PKK Kecamatan
Pemerintah Kota Metro melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat Metro Barat dan Lurah Ganjar Asri sekaligus Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Metro Barat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Ganjar Asri, berlangsung di Aula Kelurahan setempat, Selasa (06/01/2025). Dalam sertijab tersebut, Risfania, S.STP., M.Si., resmi dilantik sebagai Camat Metro Barat menggantikan Triyono, S.Sos. Sementara itu, jabatan Lurah Ganjar Asri yang sebelumnya diemban oleh Kharisma Zarkasi Rusyadi Saputra, S.STP., M.Si., kini diserahterimakan kepada Ruben Nugroho, S.STP. Acara tersebut dipimpin dan disaksikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Metro, Dra. Bayana, M.Si., Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang serta dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam sambutannya, Pj Sekda Kota Metro Bayana, menyampaikan bahwa camat dan lurah memiliki tiga urusan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah masing-masing. Urusan tersebut meliputi pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, serta pendidikan masyarakat. Selain urusan pembangunan, Bayana menegaskan bahwa camat dan lurah juga bertanggung jawab terhadap urusan pelayanan yang mencakup seluruh sektor kehidupan masyarakat. Pelayanan publik harus dilaksanakan secara optimal, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa urusan pemberdayaan masyarakat menjadi aspek penting yang harus dijalankan melalui pelibatan aktif warga dalam setiap proses pemerintahan. Seluruh pelaksanaan tugas tersebut harus didukung oleh terciptanya kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. “Keberhasilan seorang camat dan lurah tidak hanya diukur dari banyaknya kebijakan atau penyelesaian administrasi, melainkan dari kemampuan membangun komunikasi yang baik, menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat, serta menjalin koordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat terkait, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tegas Bayana. Bayana juga menekankan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Menurutnya, penyelesaian persoalan masyarakat pada dasarnya dilakukan oleh masyarakat itu sendiri melalui pembinaan kader serta peran strategis RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan di lingkungan. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kecamatan Metro Barat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa tugasnya. Ia berharap kepengurusan TP PKK yang baru dapat melanjutkan serta meningkatkan peran PKK dalam mendukung program pembangunan dan kesejahteraan keluarga. “Langkah awal yang perlu dilakukan Ketua TP PKK adalah mengenali wilayah tugas, memperkuat tim, menetapkan program kerja sesuai kondisi wilayah, serta menjalin koordinasi dan konsolidasi secara internal maupun eksternal agar program PKK berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Tm/Md/Aql)
Apel Perdana 2026, Wali Kota Metro Ajak ASN Refleksi dan Perkuat Peran sebagai Pelayan Masyarakat
Pemerintah Kota Metro menggelar apel perdana tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro di halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (05/01/2026). Apel tersebut menjadi momentum refleksi dan evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selama tahun 2025, sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik di tahun 2026. Dalam arahannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, mengajak seluruh jajaran ASN menjadikan pengalaman dan dinamika sepanjang tahun 2025, sebagai pembelajaran berharga untuk menyongsong tahun 2026 dengan semangat perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Tahun 2025 harus kita jadikan bahan refleksi dan evaluasi bersama. Dari sana, kita perbaiki diri agar di tahun 2026 ini kita benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat yang lebih baik, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Wali Kota Metro. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 harus diisi dengan capaian yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi kinerja pemerintahan, pembangunan, maupun pelayanan publik. “2026 harus menjadi lebih baik lagi dari tahun 2025. Itu bukan sekadar harapan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, dan integritas seluruh aparatur,” tegasnya. Lebih lanjut, Wali Kota Metro ingin mendorong perubahan pola pikir dan perilaku ASN yang dimulai dari hal-hal kecil dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, tanpa menunda-nunda niat untuk berbuat baik dan meningkatkan kinerja. “Perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal kecil, dan dimulai sekarang. Jangan menunggu nanti-nanti hanya untuk menjadi baik,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyoroti pesatnya perkembangan informasi di era digital, khususnya terkait pembangunan infrastruktur. Menurutnya, masyarakat kini dengan mudah memantau dan menyebarluaskan informasi melalui media sosial, sehingga menuntut pemerintah untuk bekerja lebih transparan, responsif, dan akuntabel. “Perkembangan pembangunan hari ini sangat cepat diketahui publik. Melalui media sosial, masyarakat bisa langsung melihat dan menilai. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk bekerja secara sungguh-sungguh dan terbuka,” katanya. Selain itu, Wali Kota Metro menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menerapkan sistem manajemen kepegawaian yang bersih dan profesional, khususnya terkait mutasi dan pengisian jabatan. “Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Setiap jabatan yang diterima merupakan hasil dari kinerja, kompetensi, dan penilaian objektif,” pungkasnya. Apel perdana ini diharapkan menjadi titik awal penguatan integritas, etos kerja, serta sinergi seluruh ASN dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat Kota Metro sepanjang tahun 2026. (Bsr/Yd/Sr)