Tanggal 28 Agustus 2021, terdapat penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Metro, yakni sebanyak 12 kasus baru, diantaranya P2561; RIL, 43th dan P2562; S, 63th, merupakan suami istri warga Imopuro Metro Pusat Kota Metro. P2563; S 56 th dan P2564; P58 th Yakni suami istri warga Margodadi Metro Selatan Kota Metro. P2565; AS, 41th warga Tejoagung Metro Timur Kota Metro. P2566; H 72 th warga Banjarsari Metro Utara Kota Metro. P2567; LA,13th warga Banjarsari Metro Utara Kota Metro. P2568; MR L 26th dan P2569; OM, 25thP adalah suami istri warga Purwoasri Metro Utara Kota Metro. P2570; AP, 34th warga Yosorejo Metro Timur Kota Metro. P2571; M, 30th warga Mulyojati metro barat Kota Metro. P2572; BS, 54th Warga Yosomulyo Metro pusat Kota Metro. Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.
Pemerintah Kota Metro Terima CSR Bank Eka
Pemerintah Kota Metro menerima bantuan CSR dari Bank Eka Kota Metro berupa Alat Pelindung Diri (APD) di Halaman Pemkot setempat, Jumat (27/08/2021). Dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo secara langsung terima bantuan APD sejumlah 500 paket dari Bank Eka. Dimana berdasarkan keterangan Dari Lukito Sari selaku Direktur Kepatuhan Bank Eka, mengatakan bantuan ini diberikan dalam rangka HUT Bank Eka yang ke-49. Dan rasa pedulinya kepada tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Kota Metro. (Sr)
Wahdi Bersama Anggota DPD RI Jihan Kunjungi Rumah Cagar Budaya Dokter Swoning
Walikota Metro dampingi sekaligus menghadiri kerja bakti dan pengambilan gambar dokumenter anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela, di Rumah Cagar Budaya Dokter Swoning, Jumat (27/08/2021). Anggota DPD RI dr. Jihan Nurlela mengapresiasi Pemkot Metro, yang menjadi pemerintahan satu-satunya yang mendukung penuh untuk menghidupkan kembali rumah cagar budaya, yang meski di tengah pandemi tidak ada ruang untuk tidak bersyukur. “Tujuan kedatangan kami kesini, selain silaturahmi dan mengunjungi rumah cagar budaya, juga untuk menyerahkan buku secara simbolis kepada rumah cagar budaya. Kami pun mewakili DPD RI, bersiap untuk mengawal rumah cagar budaya sampai menjadi Museum di Kota Metro. Untuk itu kami minta dukungan agar relawan sejarah tidak pasang surut semangatnya,” katanya. Walikota Metro Wahdi mengharapakan dengan adanya kunjungan semoga kerja sama antar daerah, Provinsi dan Pusat dapat bersinergi dalam pembangunan, serta dapat memberikan cerita kepada DPD RI tentang gambaran rumah cagar budaya yang cukup bersejarah bagi Kota Metro. “Kita memang membutuhkan satu tempat untuk bercerita tentang sejarah rumah pertama di Kota Metro. Dari sinilah cagar budaya semua sejarah masa lampau tentang titik Kota Metro akan diceritakan kembali. Dengan tujuan agar anak-anak penerus bangsa di Kota Metro tidak buta akan sejarah daerah sendiri,” ujarnya.(cv/nv)
Pemkot Metro Siapkan Simulasi Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Walikota Metro Wahdi tinjau persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi jelang pembukaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Xaverius, Jumat (27/08/2021). Adapun tujuan simulasi tersebut dilaksanakan sebagai persiapan saat PTM dapat diberlakukan di Kota Metro. Untuk waktu simulasi dilaksanakan mulai 24 Agustus hingga 2 September 2021 mendatang. Dengan catatan jumlah guru atau tenaga kependidikan yang diperbolehkan mengikuti simulasi di sekolah maksimal hanya 25 %. Wahdi mengimbau, sebelum PTM diterapkan diharapkan vaksinasi tenaga pendidik/guru sudah mencapai lebih dari 90 %. “Kita pastikan vaksinasi untuk tenaga pendidik di Kota Metro sudah mencapai 90%. Meskipun pemberlakuan PTM nantinya masih dilakukan secara bertahap,” kata Wahdi (cv/nv)
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BPJS Dengan Pemerintah Kota Metro
Pemerintah Kota Metro melakukan kerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Metro, terkait kepesertaan program Kesehatan Nasional bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemkot Metro. Acara yang berlangsung di Guest House, Walikota Metro Wahdi dan Wahyudi Putra Pujianto Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro, tanda tangani adendum perjanjian kerja sama, Jumat (27/08/2021). Kepala Dinas Kesehatan Erla Andrianti dalam laporannya menyampaikan, dengan adanya perubahan peraturan yang ke dua, maka diperlukan perubahan yang sesuai dengan peraturan pemerintah kota. “Adapun nilai anggaran perjanjian dalam satu tahun tersebut sebesar Rp. 12.164.000.000 (Dua belas milyar seratus enam puluh empat juta rupiah). Dimana dana ini diperuntukan untuk pendanaan kurang lebih 35.000 jiwa penduduk Kota Metro,” jelas Erla. Tambahnya, Erla mengatakan Pemerintah Kota Metro memiliki target sebesar 86%, yang pada saat ini baru mencapai 83%, penduduk Kota Metro yang masuk dalam jaminan kesehatan daerah. Walikota Metro Wahdi mengatakan dengan penandatanganan adendum perjanjian kerja sama ini terkait kepesertaan program Kesehatan Nasional, bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemkot Metro. Maka Pemkot dan BPJS Kesehatan telah membuat langkah baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih dimasa pandemi seperti saat ini. “Mari kita bergotong- royong dalam membantu masyarakat yang memerlukan Jaminan Kesehatan, serta bersama mewujudkan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional dengan pelayanan yang terbaik. Tolong juga diperhatikan visi Kota Metro dengan nilai-nilai jangka waktu yang akan tercapai melalui satu misi, namun tetap pikirkan semua tindakan untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro Wahyudi Putra Pujianto, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Metro, dimana esensi dari penandatanganan untuk peserta BPJS kesehatan yang sudah dibiayai oleh APBD Kota Metro dapat aktif sampai dengan Desember 2021. “Adapun potensi untuk penambahan target RPJMD tahun 2021 dapat terlampaui untuk mencapai target 98 % yang saat ini masih di angka 83%. BPJS kesehatan selaku mitra Pemkot mengupayakan penambahan dari segmen keluarga pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah. Sehingga dari upaya ini mampu memudahkan Pemkot untuk mencapai target di tahun 2024, yang tidak hanya mengandalkan APBD Kota Metro,” katanya. Lebih lanjutnya, BPJS Kesehatan mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan jaminan kesehatan dengan pelayanan bermutu, yang salah satunya melakukan penyesuaian iuran kesehatan bagi segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih dikenal dengan segmen peserta mandiri. Sebagaimana UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dengan tegas dinyatakan bahwa urusan kesehatan merupakan urusan yang bersifat wajib dilaksanakan. “Semoga segala sesuatunya dimudahkan dalam mencapai target di tahun 2024, yang berkaitan dengan arahan dan Instruksi Walikota terkait BPJS kelas III yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Untuk yang ingin mempergunakan kesempatan ini, akan dilayani oleh BPJS dengan maksimal sesuai ketentuan yang ditetapkan,” tuturnya. (nv/cv)
Walikota Metro Meninjau Simulasi PTM di Sejumlah Sekolah di Kota Metro
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah jelang pemberlakuan belajar tatap muka mendatang, Kamis (26/08/2021). Walikota Metro Wahdi mengatakan Pemerintah Kota Metro melaksanakan simulasi tata cara pembelajaran tatap muka kepada sekolah-sekolah salah satunya edukasi mulai dari PAUD, TK, kemudian SD dan SMP. “Simulasi belajar tatap muka dilakukan di tiap sekolah jelang pembelajaran yang akan datang. Simulasi ini dilakukan sekaligus agar guru dan siswa biasa dalam pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 nantinya,” ungkap Walikota. Pembelajaran tatap muka disimulasikan di tiap sekolah agar murid dan guru bisa berinteraksi secara mudah. Simulasi pembelajaran ini juga mengajarkan agar setiap murid tidak terjadi learning loss yaitu situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan. Wahdi mengatakan pada saat dimulai belajar tatap muka, maka lebih baik diadakan di ruang terbuka. Selanjutnya, siswa dapat masuk kelas dengan terlebih dahulu mencuci tangan dan sebelum memasuki sekolah sudah memakai masker serta menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, jalur masuk dan jalur keluar bagi siswa berada pada arah yang berbeda disiapkan oleh guru. Ia pun meminta agar di tiap sekolah disiapkan ruang isolasi bagi siswa yang memiliki gejala sakit atau demam untuk dilakukan pemeriksaan. Wahdi juga menambahkan, dalam satu ruangan kelas SD dan SMP hanya diisi oleh 15 orang siswa dari kapasitas total siswa 40 orang. Sedangkan untuk satu ruangan kelas PAUD dan TK diisi hanya 5 orang. Waktu pembelajaran sendiri dibatasi untuk siswa SD perkelas hanya 2 jam sedangkan siswa SMP 3 jam. “Di kelas maksimal 15 orang, jadi apabila biasa 40, dilaksanakan menjadi 3 kelompok pembelajaran hanya 15, 15, 10. Jadi satu kelas 40 dibagi tiga kelompok agar tidak terjadi penumpukan di dalam kelas kecuali PAUD dan TK hanya 5 (orang) di dalam kelas,” katanya. Ia mengatakan, pembelajaran tatap muka di masa pandemi diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dalam hal menerapkan protokol kesehatan. “Dengan jam yang tidak lama tersebut, maka materi yang penting dan mana yang prioritas harus diberikan terlebih dulu. Sehingga proses belajar mengajar agar sampai tujuan,” katanya. Tutupnya Wahdi mengatakan bahwa pelaksanaan simulasi PTM di TK PGRI Kampus, SDN 2 Metro Timur, dan SMP N 3 Metro relatif berjalan dengan baik. Para siswa sudah menerapkan protokol kesehatan dengan dipantau langsung oleh para guru.”Alhamdulillah kita melihat seperti ini, ini baru pertama nanti berulang akan terbiasa sehingga anak akan tahu tugas dan kerjanya,” katanya. (ins/ian)
Walikota Metro : Perkuat Satgas Covid-19 Yang Ada di Kelurahan
Walikota Metro, Wahdi, meninjau Kelurahan Ganjar Asri Metro Barat dan memperkuat Satgas Covid-19 yang ada di kelurahan, Kamis (26/08/21) Wahdi mengatakan disaat pandemi Covid-19 perlunya koordinasi langsung antara Kelurahan dan Dinas Kesehatan agar tidak terjadi miskomunikasi terhadap data-data terkait kondisi kelurahan hingga di tingkat RT. “Data tersebut diantaranya warga yang terkonfirmasi positif, isolasi mandiri, warga yang bergejala, dirawat, meninggal dunia, serta warga yang sembuh,” ucapnya. Data-data tersebut dapat dilihat di posko kelurahan berdasarkan petunjuk SOP Instruksi Menteri Dalam Negeri 23 tahun 2021. Selain penyebaran Covid-19, warga yang sudah divaksin juga didata. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayah Ganjar Asri. “Perlu diingat bersama bahwa kita sudah masuk ke PPKM level 3, kita perlu bekerja sama lagi untuk mencapai di level 2. Agar semua aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya. Tambahnya, Wahdi mengatakan bahwa kelurahan kedepannya harus ada peningkatan layanan kepada masyarakat agar tetap stabil, dan apa yang dilakukan harus sesuai alur koordinasi dan komunikasi dengan tepat. Walikota Metro tersebut juga mengingatkan bahwa sarana dan prasana dalam menangani masyarakat harus terpenuhi. (ins/ian)
Walikota dan Wakil Walikota Metro Tinjau Jalan Rusak WR. Supratman
Walikota Metro Wahdi beserta Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman melakukan peninjauan jalan rusak di Kota Metro, Rabu (25/08/2021). Dalam peninjauan para rombongan langsung meninjau di titik Jalan WR. Supratman yang mengalami sedikit kerusakan setelah perbaikan. Walikota Metro Wahdi, juga meminta kepada dinas terkait agar segera diperbaiki untuk kenyamanan pengguna jalan tersebut. “Dengan adanya kerusakan ini, diharapkan segera diperbaiki demi kenyamanan masyarakat terutama pengguna jalan. Saya juga minya kepada masyarakat turut ikut merawat dan menjaga jalan,” katanya. (Lia/Ag)
Walikota Metro Lepas Peserta ke Peparpeda Provinsi Lampung
Pemerintah Kota Metro melepas 22 peserta Paralympic Kota Metro ke Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) Provinsi Lampung, di Halaman Rumah Dinas Walikota Metro, Rabu (25/08/2021). Walikota Metro Wahdi yang didampingi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro Tri Hendriyanto, melepas peserta Paralympic Kota Metro yang akan mengikuti ajang perlombaan yang pesertanya terdiri dari para atlet difabel. Dalam kesempatan ini, Wahdi menyampaikan harapan kepada peserta Paralympic dapat memberikan yang terbaik dan dapat mengharumkan nama Kota Metro. “Terus semangat kepada adik-adik dalam mengikuti ajang perlombaan. Berikanlah yang terbaik, tak lupa kita disini untuk selalu berdoa suapaya pulang ke Kota Metro dapat membawa penghargaan dan sehat selalu kepada kalian,” ujar Wahdi. (Lia/Ag)
Pemerintah Kota Metro Membuka MUSCAB ke-VII KWRI Kota Metro
Pemerintah Kota Metro Membuka Musyawarah Cabang (MUSCAB) ke-VII Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kota Metro, di Kantor DPC KWRI Metro, Rabu (25/08/2021). Ketua DPD KWRI Lampung Munzir, menyampaikan sejarah KWRI berdiri sejak tahun 1999 di Provinsi dan di Kota Metro berdiri tahun 2001, di bawah naungan Bapak Mustoha selama hampir 10 tahun memimpin. Sehingga bisa maju dan berkembang di Kota Metro dan bisa bersinergi dengan pemerintah Kota Metro. “Terima kasih atas antusias pelaksanaan Muscab ke-VII, yang telah disambut dengan baik oleh Pemerintah Kota Metro. Diharapkan dewan pers dan pemerintah daerah khususnya masyarakat dapat terjalin dengan baik. Bagaimanapun juga satu dengan yang lainnya harus saling ketergantungan, karena hal ini sebagai ujung tombak pemerintahan dari rakyat untuk menyampaikan informasi,” jelasnya. Walikota Metro Wahdi juga menyampaikan, Pemerintah Kota Metro tentu harapan kedepan akan berjalan dengan sebaik-baiknya lancar dan tentu dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik. “Semoga dari acara ini mampu mendukung visi Kota Metro terwujudnya Kota Metro berpendidikan sehat sejahtera dan berbudaya. Oleh karena itu Kota Metro dalam proses pembangunan, Pemerintah menjalankan fungsinya sebaik-baiknya dengan proses yang harmonis,” ujar Wahdi. Tambahnya Wahdi meminta kepada pengurus KWRI dapat memberikan hal-hal yang terbaik sebagai insan pers dalam mitra kerja baik dalam hal komunikasi massa, penyebar informasi pembangunan termasuk juga dalam pandemi Covid-19. “Kita berupaya semaksimal mungkin bersama dengan semua komponen masyarakat, termasuk juga lembaga-lembaga yang ada. Media kita terhadap profesi jurnalistik yang sangat mulia ini dapat memberikan nilai-nilai dalam peran aktif pembangunan di Kota Metro tetap menjunjung tinggi etika profesi dan kode etik jurnalistik,” tutupnya. (Lia/Ag)