Pemerintah Kota Metro Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, menggelar acara adat Lampung yaitu Cuwak dan Awek Mengan. Acara adat ini adalah rangkaian kegiatan Festival Putri Nuban dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Metro yang ke 86 tahun. Kegiatan ini melibatkan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kota Metro dan perwakilan tokoh masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Walikota Metro, Wahdi dengan gelar Adat Rajo Pemangku Bumei Sai Wawai III, Wakil Walikota Metro, Fokorpimda serta seluruh jajaran Pemkot Metro. Berlangsung di Gedung Sessat AgungBumi Sai Wawai, Sabtu (10/06/2023). Kegiatan diawali dengan menonton film tentang persaudaraan angkat Suku Lampung, yaitu tradisi “Angken Muaghi”, karya Produser Arif Surakhman. Walikota Metro Wahdi menuturkan bahwa acara Cuwak dan Awek Mengan merupakan ajang silaturahmi Jajaran Pemerintah dan Forkopimda Kota Metro dengan seluruh lapisan masyarakat baik tokoh adat, penyimbang adat, dan suku-suku yang tergabung dalam Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Kota Metro, Para Alim, Para Ulama, Ormas Pemuda dan Karang Taruna serta seluruh Masyarakat Kota Metro tanpa terkecuali. “Pada peringatan hari jadi Kota Metro di tahun 2023 yang sudah mencapai usia 86 Tahun berlalu sesuai dengan sejarah yang diawali dengan kolonisasi. Tentu kita patut bersyukur Kota Metro telah mencapai berbagai kemajuan di bidang pembangunan sebagai mana yang kita rasakan saat ini,” ujarnya. Harapannya, partisipasi segenap lapisan masyarakat Kota Metro dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Metro secara berkelanjutan sehingga Visi Kota Metro terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya dapat tercapai. Wahdi yakin dengan adanya berbagai budaya di Kota Metro maka akan menguatkan akulturasi budaya dan distorsi budaya yang ada di Kota Metro sebagai jati diri. “Saya Rajo Pemangku Bumei Sai Wawai III Walikota Metro dan Ratu Mangku Bumei Sai Wawai III Wakil Walikota Metro mengajak seluruh hadirin untuk makan bersama dalam acara cuwak dan Awek Mengan Puun, ” tuturnya. Ketua MPAL Kota Metro Hadri Abunawar menuturkan bahwa teradisi Cuwak dan Awek Mengan merupakan teradisi budaya mendasar bagi orang Lampung, di mana tradisi ini memiliki filosofi sebagai penghubung silaturahmi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. “Acara ini sebenarnya acara budaya yang sangat mendasar sekali dan ini perlu dilestarikan dan berkelanjutan. Event-event seperti ini perlu berkelanjutan dan ini bisa menjadi ekspose ya bagi dunia pariwisata Kota Metro ini, bahwa acara Cuwak Mengan ada di Kota Metro, kemudian selanjutnya, perlu dibuat event dengan tradisi Lampung yang lain, ” bebernya. Hadri Abunawar menekankan bahwa melalui Acara Cuwak dan Awek Mengan pemerintah kota metro ingin menyampaikan pesan ke masyarakat bahwa budaya Lampung di Kota Metro masih kental. (Yl/Bsr/yus)
Pawai Budaya Meriahkan Hari Jadi Kota Metro ke 86
Semarak Hari Jadi Kota Metro ke-86, Pawai Budaya utusan masing-masing Kecamatan yang ada di Metro tarik minat ribuan masyarakat. Dari pantauan, ribuan masyarakat padati Pawai Budaya yang berlangsung di sekitaran Rumah Dinas Walikota Metro tersebut. Pertunjukan dari berbagai kesenian dan budaya itu memikat perhatian masyarakat dari dalam kota maupun dari luar kota Metro yang sedang berkunjung. Puluhan kesenian dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari yang menggunakan baju adat, memainkan kesenian daerahnya menggunakan alat musik tradisional hingga atraksi silat dipertontonkan pada Pawai Budaya kali ini. Hal itu tentu menarik minat para penonton, mulai dari memvideokan hingga selfie didepan pawai budaya ini dan tidak sedikit yang ikut bergoyang ketika mendengarkan lantunan musik yang keluar dari alat musik tradisional yang dimainkan. Pawai Budaya tersebut dilepas langsung oleh Walikota Metro, Wahdi Sirajuddin di depan Rumah Dinasnya, Jumat siang (9/6/2023). Dalam sambutannya, Wahdi mengungkapkan ketakjubannya melihat antusias baik dari masyarakat maupun dari peserta pawai. Tak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan ini merupakan tradisi yang harus dilestarikan agar anak-anak penerus bangsa ini tahu adat budaya yang ada di Indonesia khususnya di Metro. “Ini merupakan bukti bentuk kecintaan kita terhadap Metro ini, mengingat tadi ramai sekali ya yang hadir ikut memeriahkan,” terangnya. Umi Khalsum (24) salah seorang penonton mengatakan dirinya cukup menikmati atraksi-atraksi yang dipertontonkan saat pawai tersebut berlangsung. “Iya ini tadi banyak sekali yang atraksinya, ada kuda lumping, Reog Ponorogo, terus pencak silat sama tadi juga ada yang memakai baju adat gitu,” ungkapnya. Wanita asal Kota Bandarlampung tersebut mengaku ia bersama kedua temannya sengaja mendatangi Pawai tersebut karena kebetulan sedang mampir ketempat kerabatnya. “Asik sih ini sampe lupa waktu, tapi ya kalau ini terus dilakukan juga bisa mengenalkan kita kembali agar ingat dengan budaya yang ada,” ujarnya. Tak jauh, Rahmat (23) warga kelurahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat mengaku sengaja mendatangi Pawai tersebut, pasalnya Pawai Budaya ini memang merupakan agenda tahunan yang cukup dinantikan masyarakat. “Kesini tadi bareng kawan tapi gak tau dia dimana kami terpisah karena ramai sekali disini,” terangnya. “Iya ini sengaja kesini emang mau nonton Pawai, karena cuma setahun sekali sih,” tambahnya.
Pemkot Metro Luncurkan Call Center MC 112 Usai Upacara Hari Jadi Kota Metro ke 86
Pemerintah Kota Metro meluncurkan Pelayanan Kegawatdaruratan bagi masyarakat yang berada di Bumi Sai Wawai melalui Call Center Metro Ceria (MC) 112 dengan bebas biaya. Peluncuran ini dilakukan, usai Upacara Hari Jadi Kota Metro yang ke 86 pada 9 Juni 2023 di Lapangan Stadion Tejosari, Kota Metro. Walikota Metro, Wahdi dalam sambutannya mengatakan bahwa Launching Pelayanan Kegawatdaruratan Call Center MC 112 ditujukan untuk memaksimalkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya yang bersifat kegawatdaruratan melalui layanan yang terintegrasi. Wahdi berharap layanan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan kepada OPD yang terlibat dalam memberikan layanan agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat. Dalam peluncurannya ditekan tombol peluncuran dan sirene serta pelepasan balon ke langit, tanda program sudah bisa dirasakan masyarakat Metro. Dihadiri Ketua DPRD Metro, Tondy MG Nasution, Wakil Walikota Metro, Qomaru, Seluruh Forkopimda, Organisasi Perangkat daerah, Ormas hingga organisasi wanita. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro, Subehi menyampaikan pelayanan MC 112 ini merupakan salah satu program Walikota Metro dimana diantara programnya ialah merealisasikan Kota Metro menjadi Smart City. Dikatakannya, salah satu penunjang Smart city itu Kota Metro harus sudah dapat menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan SPBE. “Jadi ini merupakan salah satu Quick Win kita tahun ini, karena berdasarkan data terakhir kita lolos Asessment pada tahapan Smart Goverment yang merupakan indikator menjadi Smart City,” terangnya usai meninjau Call Center MC 112 yang berada di gedung PSC Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Kamis (8/6/2023). “Pada program Walikota juga ia meminta segala sesuatunya itu sudah melalui digital atau IOT (Internet Of Think),” sambungnya. Selain itu, pada MC112 ini telah terdapat berbagai pelayanan darurat untuk masyarakat Metro dan bebas biaya pulsa atau Gratis. “Jadi, pelayanan darurat yang diberikan melalui Call Center kita ini meliputi pelayanan kegawat daruratan pada kecelakaan, kebakaran, bencana alam, kerusuhan, gangguan keamanan, kesehatan/medis dan lain-lain,” ungkapnya. Selain Gratis, Call Center MC 112 ini juga menyuguhkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, diantaranya masyarakat dapat menghubunginya meski tanpa membuka kunci handphonenya. “Karena dalam keadaan darurat, terkadang kan kita ada yang tidak membawa handphone ataupun tidak memiliki handphone bisa meminjam milik orang lain, dan itu sudah terdapat di menu panggilan darurat di layar kunci handphonenya itu,” bebernya. Tak hanya itu, MC 112 ini juga bekerja sama dengan berbagai provider yang ada, sehingga dapat menerima panggilan darurat hingga 10 pemanggil secara bersamaan. “Jadi ini memang siap menerima keadaan darurat apabila dialami oleh masyarakat, tanpa khawatir panggilannya akan terpental apabila bersamaan dengan pemanggil lainnya,” imbuhnya. Sementara, penyedia jasa yang sudah bekerjasama dengan Kementerian Kominfo yaitu General Manager Digital Sandi Informasi, Hary Fridayanti mengapresiasi Kota Metro dimana menurutnya Kota Metro merupakan pertama yang dapat langsung terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Sehingga dapat memaksimalkan pelayanan daripada Call Center 112 itu nantinya. “Jadi biasanya di Call Takker atau si penerima panggilan itu kalau di daerah lain hanya berasal dari Dinas Kominfo saja, Namun saya salut dengan yang ada di Metro ini sudah melibatkan OPD yang terlibat dalam kedaruratan itu,” terangnya. Meski bukan yang pertama melaunching di Indonesia, Namun Metro merupakan Kabupaten ke 3 di Lampung yang akan melaunching Call Center ini dengan nama MC 112. “Kalau yang terdaftar secara nasional di Kemenkominfo itu Metro masuk urutan ke 109, tapi untuk di Provinsi Lampung masuk urutan ke tiga,” paparnya. “Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Metro ini begitu peduli untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” tandasnya. (yus)
Wahdi Kunjungi Pasutri Lansia yang Sakit Parah
Walikota Metro, dr. Wahdi Siradjuddin mengunjungi pasangan suami istri (pasutri) lansia yang menurut kabar mengalami sakit parah di kediamannya, di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kamis (8/6/2023). Dalam kunjungannya, Walikota Metro disambut hangat keluarga yang berada di kediamannya, Wahdi juga memberikan tali asih kepada keluarga pasutri itu guna membantu biaya pengobatannya. Saat mengunjungi pasutri yang keduanya sedang dalam keadaan sakit itu Walikota Metro juga meminta pasutri tersebut untuk dapat dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan dan dapat dipantau secara berkala proses penyembuhannya. Walikota Metro, dr. Wahdi Siradjuddin menyampaikan ia langsung mengunjungi pasutri itu setelah mendapat kabar bahwa keduanya sedang menderita penyakit. “Tadi saya langsung kesini ketika dapat kabar itu, dan keadaannya juga sudah lemas ya,” ungkapnya. Wahdi menjelaskan, ia juga sempat menawarkan kepada pasutri itu untuk dapat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan. “Saya sudah ajak kerumah sakit, sudah saya tawarkan. Tapi kata dia tadi ingin membicarakannya dulu dengan keluarganya,” jelasnya. Ia pun berharap, agar penyakit yang menimpa pasutri itu untuk dapat segera diangkat dan diberikan kesembuhan, agar dapat melakukan aktifitas seperti sediakala. Tak hanya itu, ia juga telah memerintahkan Camat Metro Pusat beserta jajaran serta puskesmas setempat untuk dapat mengecek keadaan pasutri itu secara berkala dan tetap membujuk agar kedua pasutri itu dapat di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sementara, Camat Metro Pusat, Yahya Rachmat mengaku baru mengetahui pasutri yang sedang sakit itu. Ia menjelaskan, berdasarkan penjelasan anaknya, pasutri tersebut memang telah menderita sakit itu sudah sejak 1,5 tahun yang lalu. Namun dibawa di Metro baru 6 bulan yang lalu. “Memang kami kan sudah sering turun kebawah apabila mendapatkan laporan, namun memang untuk pasutri ini baru tahu sekarang,” ujarnya. Ia menjelaskan, pihaknya juga setelah ini akan terus melakukan pemantauan kerumah pasutri itu agar dapat mengecek secara berkala keadaannya. “Malam ini, pihak puskesmas dan dr. Kapus akan mengecek keadaan beliau sembari membujuknya agar mau dibawa kerumah sakit,” tandasnya. (ahm/yus)
Pemkot Metro segera Launching Nomor Telpon Kedaruratan
Pemerintah Kota Metro telah menyiapkan pelayanan kedaruratan bagi masyarakat yang berada di Bumi Sai Wawai melalui Call Center 112 bebas pulsa. Call center yang dinamakan Metro Ceria 112 (MC112) itu sudah diuji cobakan sejak Senin (5/6/2023) lalu dan telah siap untuk melayani masyarakat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro, Subehi menyampaikan pelayanan MC112 ini merupakan salah satu program Walikota Metro dimana diantara programnya ialah merealisasikan Kota Metro menjadi Smart City. Dikatakannya, salah satu penunjang Smart city itu Kota Metro harus sudah dapat menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau yang dikenal dengan SPBE. “Jadi ini merupakan salah satu Quick Win kita tahun ini, karena berdasarkan data terakhir kita lolos Asessment pada tahapan Smart Goverment yang merupakan indikator menjadi Smart City,” terangnya usai meninjau Call Center 112 yang bertepatan di gedung PSC Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Kamis (8/6/2023). “Pada program Walikota juga ia meminta segala sesuatunya itu sudah melalui digital atau IOT (Internet Of Think),” sambungnya. MC122 ini, lanjutnya, akan dilaunching besok (9/6/2023) pada saat pelaksanaan upacara Hari Jadi Kota Metro yang ke-86 di Stadion Tejosari, Metro Timur. Selain itu, pada MC112 ini telah terdapat berbagai pelayanan darurat untuk masyarakat Metro dan bebas biaya pulsa atau Gratis. “Jadi, pelayanan darurat yang diberikan melalui Call Center kita ini meliputi pelayanan kegawat daruratan pada kecelakaan, kebakaran, bencana alam, kerusuhan, gangguan keamanan, kesehatan/medis dan lain-lain,” ungkapnya. Selain Gratis, Call Center 112 ini juga menyuguhkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, diantaranya masyarakat dapat menghubunginya meski tanpa membuka kunci handphonenya. “Karena dalam keadaan darurat, terkadang kan kita ada yang tidak membawa handphone ataupun tidak memiliki handphone bisa meminjam milik orang lain, dan itu sudah terdapat di menu panggilan darurat di layar kunci handphonenya itu,” bebernya. Tak hanya itu, MC112 ini juga bekerja sama dengan berbagai provider yang ada, sehingga dapat menerima panggilan darurat hingga 10 pemanggil secara bersamaan. “Jadi ini memang siap menerima keadaan darurat apabila di alami oleh masyarakat, tanpa khawatir panggilannya akan terpental apabila bersamaan dengan pemanggil lainnya,” imbuhnya. Sementara, penyedia jasa yang juga merupakan General Manager Digital Sandi Informasi, Hary Fridayanti mengapresiasi Kota Metro dimana menurutnya Kota Metro merupakan pertama yang dapat langsung terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Sehingga dapat memaksimalkan pelayanan daripada Call Center 112 itu nantinya. “Jadi biasanya di Call Takker atau si penerima panggilan itu kalau di daerah lain hanya berasal dari Dinas Kominfo saja, Namun saya salut dengan yang ada di Metro ini sudah melibatkan OPD yang terlibat dalam kedaruratan itu,” terangnya. Meski bukan yang pertama melaunching di Indonesia, Namun Metro merupakan Kabupaten ke 3 di Lampung yang akan melaunching Call Center ini dengan nama MC112. “Kalau yang terdaftar secara nasional di Kemenkominfo itu Metro masuk urutan ke 109, tapi untuk di Provinsi Lampung masuk urutan ke tiga,” paparnya. “Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Metro ini begitu peduli untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” tandasnya. (ahm/yus)
Wahdi Terima Penghargaan dari Kemenkes di Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menerima penghargaan di acara puncak Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2023 dengan tema “Kita Butuh Makanan Bukan Rokok” yang diselenggarakan oleh Kementerian KesehatanKesehatan Republik Indonesia. Dalam penyerahan penghargaan ini, diterima langsung oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K),M.H di Aula Siwabessy, Gedung Prof Sujudi, lantai 2, Kementerian Kesehatan, Jalan HR. Rasuna, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2023). Penghargaan yang diterima di hari Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS 2023) yang diterima Pemkot Metro ini salah satunya karena tetap menerapkan regulasi tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan menjadi pilot project dasbord e-monev KTR. Menteri Kesehatan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah menetapkan regulasi tentang kawasan tanpa rokok, maupun penyelenggaraan layanan upaya berhenti merokok di fasilitas pelayanan kesehatan. Wahdi mengatakan, penghargaan ini juga karena Pemkot Metro senantiasa menekan penggunaan rokok oleh perokok aktif di Kota Metro. “Tentunya upaya menekan penggunaan rokok di Kota Metro dengan tetap menjalankan regulasi kawasan tanpa rokok, ini sejalan dengan Visi Kota Metro yaitu, Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” kata Wahdi. (yus)
HUT Pomad ke- 77 Dilakukan Donor Darah bagi Warga Metro
Memperingati HUT ke-77, Korps Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Pomad) Subdenpom II/3 Metro menggelar kegiatan donor darah yang diperuntukan bagi masyarakat umum di Subdenpom Persiapan Metro, jalan Ahmad Yani, Rabu (07/06/2023). Komandan Polisi Militer II/3 Metro, Peltu Samingan mengapresiasi warga Kota Metro karena sangat antusias untuk mengikuti donor darah ini dan menargetkan 200 kantong dari hasil kegiatan ini. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk berbagi kepada sesama dalam bentuk donor darah, dan hari ini peserta donor darah mulai dari TNI,Polri,anggota Forkopimda dan masyarakat umum dan sudah terkumpul sebanyak 105 kantong darah,” ucap peltu Samingan. Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana mengatakan bahwa Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu rangkaian beberapa kegiatan dalam memperingati HUT Polisi Militer Angkatan Darat ke-77 bertemakan “Polisi Militer Angkatan Darat yang Profesional, Modern, Adaptif dan Tangguh” yang dilakukan serentak seluruh Indonesia. “Donor darah merupakan suatu bentuk apresiasi sekaligus penghargaan terhadap semangat kemanusiaan yang tinggi bagi prajurit Polisi Militer, sehingga dapat menjadi contoh ajakan sebagai makhluk sosial untuk dapat menularkan dan memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama makhluk tuhan sebagai ungkapan bahwa setetes darah anda menyelamatkan jiwa sesama,” ucapnya melalui virtual. Sekretaris PMI, Mungky Porbo Rahayu mengatakan dengan diadakannya kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Metro. “Untuk stok darah di Kota Metro ini belum sampai 100 persen karena rata-rata kebutuhan darah di Metro ini 1200-1500 kantong darah,dan kita selalu menggunakan donor penganti dari keluarga yang mempunyai golongan darah yang sama,” kata Mungky. Kegiatan ini dihadiri Staff Ahli Walikota Bidang 1 dr.Silfia Naharani sekaligus Ketua PMI Metro, Pengurus PMI Metro, dan Pengurus Persatuan Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Metro. (tm/yus)
Peringatan Hari Jadi ke 86 Pemkot Metro Luncurkan Program “Kejar”
Pemerintah Kota Metro bersama BNI dan OJK Lampung melaunching Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) bagi pelajar SD dan SMP se Kota Metro di Rumah Asisten Wedana Metro, Rabu (7/6/2023). Peluncuran program ini sekaligus dalam rangka memperingati HUT Metro yang ke 86. Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto mengapresiasi inisiasi Kota Metro dalam mewujudkan program satu rekening satu pelajar sebagai wujud literasi inklusi keuangan. “Kalo surat edaran kepala daerah sudah banyak, tapi yang kongkrit dan langsung menggandeng bank itu baru Kota Metro di Lampung,” ungkapnya. Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman mengatakan Pemerintah Kota Metro mengapresiasi peran serta Perbankan, OJK, BI dan BNI Metro dalam mendorong literasi keuangan. “Pada saatnya anak-anak kita akan merasakan dari menabung dan tumbuh menjadi generasi yang hebat untuk membangun peradaban di Kota Metro,” ujarnya. Pimpinan Cabang BNI Metro Aan Sastradiningrat mengatakan bahwa program Simpel (Simpanan Pelajar) yang didukung BNI ini ditujukan bagi 14.000 pelajar se Kota Metro. “Hari ini bersama kaunching perdana kepada 200an siswa,yang selanjutnya terus bergulir untuk semua pelajar se Kota Metro,” jelasnya. Selain Program Simpel BNI juga telah mendukung pengembanganprogram bank sampah di Kota Metro. Selain launching Program Simpel juga diadakan sosialisasi Cinta Bangga Rupiah dan QRIS oleh BI Lampung,dan Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (Simolek) oleh OJK Lampung. Kabag Perekonomian Kota Metro Yulia Chandra menjelaskan acara ini merupakan kerja bersama sekaligus untuk memperingati Hari Jadi Kota Metro ke 86. “Lewat program ini juga sekaligus mengimplementasikan rekomendasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Metro,” jelasnya. Acara yang dihadiri oleh ratusan pelajar ini dihadiri dalam acara ini Deputi Perwakilan BI Lampung,Irfan Farulian,Kadisdikbud Kota Metro,Suwandi dan Rinvayati, Karo Perekonomian Propinsi Lampung. (gt/yus)
Wahdi Resmikan Destinasi Wisata Keluarga Metro Garden
Walikota Metro meresmikan Metro Garden di Jl. Diponegoro 22 Hadimulyo Barat, Pada Selasa 06/06/2023. Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp. OG(K),M.H. pada kesempatan ini secara resmi membuka Metro Garden sekaligus yang ditandai dengan pemotongan pita. Wahdi menjelaskan, Pemerintah Kota Metro sendiri sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kota Metro. “Dengan adanya Metro Garden tentunya dapat menjadi nilai pembaruan yang ada di Kota Metro, dimana harus mengedepankan kreatifitas dan inovatif, serta dengan adanya usaha ini tentunya dapat menciptakan lapangan kerja bagi warga Kota Metro,” katanya. Lanjutnya keberadaan Metro Garden akan memberikan nilai-nilai berkah bagi masyarakat lingkungan dan juga menambah tempat Pariwisata Keluarga yang ada di Kota Metro. Wahdi juga mengajak masyarakat untuk mendukung keberadaan Metro GardenPada kesempatan yang sama, Owner Metro Garden Hj. Adri Sutan Sikumbang dan Hj. Tismiati, S.e, M.M,. menyampaikan adanya Metro Garden ini dapat menambah tempat pariwisata di Kota Metro sekalligus dapat menjadikan ikon Kota Metro. Adapun harapan Hj. Andri Sutan Sikumbang dan Hj. Tismiati, S.e, M.m,. kedepan bisa berjalan dengan lancar dan baik sehingga menjadi barokah bagi masyarakat serta karyawan Metro Garden. Hadir juga dalam persemian tersebut, Kapolres Metro Polda Lampung, AKBP Heri Sulistyo Nugroho , Ketua TP-PKK Kota Metro, Silfia Naharani, serta tamu undangan yang lain. (bgs/yus)
Wahdi Diberikan Penghargaan sebagai “Walikota Sahabat Anak” oleh Kak Seto
Pemerintah Kota Metro mengadakan acara Seminar Nasional bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang bertemakan “Optimalisasi Peran Pendidikan dan Tenaga Pendidikan serta Orangtua untuk Mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang)”, Minggu (04/06/2023). Acara yang berlangsung di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai ini merupakan kegiatan seminar nasional yang dihadiri langsung oleh Ketua LPAI Pusat Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Psikolog atau yang akrab disapa Kak Seto. Dalam kesempatan ini Walikota Metro Wahdi Siradjuddin menyampaikan ucapan syukur atas dilantiknya pengurus LPAI Kota Metro yang mudah-mudahan dapat bersinergi terhadap pembangunan yang ada di Bumi Sai Wawai ini. “Alhamdulillah hari ini adalah pelantikan pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro, mudah-mudahan kepada yang sudah dilantik dapat menjalankan sinergitas pembangunan di Kota Metro,” ujarnya. Wahdi juga menyampaikan, dalam konteksnya juga membangun sumber daya manusia yang sudah jelas bahwa di RPJMD 2021-2026 pada Perda Kota Metro nomor 7 Tahun 2021, bahwa visi mewujudkan Kota Metro Berpendidikan Sehat Sejahtera dan Berbudaya, salah satunya melalui Program Gemerlang. Iya juga mengatakan merupakan kebanggaan karena hari ini Kota Metro telah kedatangan Kak Seto yang telah memberikan banyak sekali penyampaian tentang hak anak. “Kembali lagi Alhamdulillah bahwa profesor Doktor Seto Mulyadi telah hadir serta banyak sekali yang apa telah disampaikan oleh beliau tentang hak konvensi anak serta Kota Layak Anak dan alhamdulillah Metro sudah menjalankan dalam bentuk Perda dan Perwali nya,” ungkapnya. Dan dalam kesempatan yang Kak Seto sebagai psikolog anak dan sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia menambahkan kedatangannya ke Kota Metro dalam rangka kegiatan seminar, serta mengampanyekan betapa pentingnya untuk memenuhi hak-hak anak. “Iya saya sedang melakukan seminar dari LPAI di Lampung juga dalam rangka membentuk pengurus LPAI di Kota Metro, Intinya mengkampanyekan betapa pentingnya hak-hak anak ini dipenuhi yaitu hak tumbuh kembang hak perlindungan terhadap apa yang dinamakan kekerasan serta hak berpartisipasi atau didengar suara,” ujarnya. Dan dalam hal ini LPAI Pusat menggandeng Pemerintah Kota Metro serta telah mendapat dukungan sepenuhnya dari Bapak Walikota dan ini merupakan apresiasi yang terbesar. Di penghujung kegiatan, Kak Seto memberikan penghargaan kepada Walikota Metro, dr. Wahdi sebagai “Walikota Sahabat Anak”, karena program-program Pemkot Metro dinilai baik terhadap anak generasi Kota Metro. “Dan kali ini juga kami memutuskan akan mengangkat atau memberikan penghargaan kepada walikota sebagai Walikota Sahabat Anak,” tandasnya. (BSR/yus)