Artikel Lingkungan Pemerintah Kota Metro

Walikota Metro Meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara di Rejomulyo

Walikota Metro Wahdi meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara ke-18 di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Jumat (26/03/2021).

Pada kesempatan ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan bahwa peluncuran Kelurahan Tangguh Nusantara ini merupakan program dalam upaya percepatan penangan Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Metro.

“Kelurahan Tangguh Nusantara atau KTN di Rejomulyo merupakan penanganan Covid-19 berbasis masyarakat. Jadi seluruh masyarakat terlibat dalam penanganan Covid-19,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Wahdi berpesan kepada masyarakat Rejomulyo agar kegiatan seperti ini jangan dijadikan kegiatan seremonial saja, tetapi harus dilaksanakan dengan baik.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Metro Retno Prihawati, mengatakan bahwa Kampung Tangguh ini dapat menjadi pemberdayaan dan ketahanan pangan bagi warga.

“Seluruh ketahanan diterapkan di KTN, mulai dari ketahanan pangan hingga ketahanan keamanan. Sehingga dari terbentuknya KTN ini menjadi modal penting dalam situasi saat masa pandemi ini,” jelasnya. (Ins/Gt)

Walikota Metro Meresmikan Kampung Tangguh Nusantara kelurahan Yosomulyo

Walikota Metro, Wahdi, meresmikan Kampung Tangguh Nusantara Kelurahan Yosomulyo, di halaman Ketua RT 41, Kamis (25/03/2021).

Burhanudi selaku ketua KTN mengatakan, masyarakat Kelurahan Yosomulyo dalam menyikapi tentang adanya fase ini sudah sangat memahami dan masyarakat sudah mampu menampilkan produk yang ada di Kelurahan Yosomulyo diantaranya ada industri rumahan pembuatan kue donat, bahkan sudah ada 4 industri pembuatan kue donat, dan mampu menyerap tenaga kerja dalam arti dapat mengurangi penggaguran di Kelurahan Mulyosari.

“Di Kelurahan Yosomulyo ini dari sebelum adanya kasus Covid-19, sudah memiliki ketahanan pangan dan sudah berjalan, diantaranya pembibitan ikan serta memanfaatkan pekarangan rumah yang ada ditanami bibit seperti terong kacang-kacangan dan lain-lain. Dan dengan adanya KWT ekonomi kreatif juga bisa membatu ekonomi rumah tangga,” katanya.

Walikota Metro Wahdi, menyambut baik dan mengapresiasi atas dilaksanakan kegiatan peresmian KTN ini yang ke-16, dengan tujuan untuk mendukung Produktivitas masyarakat yang tangguh dalam berbagai sektor, terutama pada sektor ekonomi mandiri dan kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung.

Wahdi mengucapkan terima kasih kepada Polri dan TNI serta warga masyarakat karena telah mendukung terciptanya Kelurahan Tangguh Nusantara di Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat ini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada warga untuk bersama-sama dalam upaya mengatur Covid-19 sehingga suatu saat nanti Kota Metro dapat terbebas dari pandemi global,” jelasnya.

“KTN di Kelurahan Yosomulyo merupakan penanganan Covid-19 berbasis masyarakat, yang artinya seluruh masyarakat terlibat dalam penanganan Covid-19. Seluruh ketahanan diterapkan di KTN, mulai dari ketahanan pangan, hingga ketahanan keamanan, sehingga menjadi modal penting dalam menghadapi pandemi maupun wabah. Kami minta soliditas ini dapat dijaga serta dipertahankan dengan baik,” kata Wahdi dalam penyampaiannya.

Sementara itu, Kapolres Kota Metro AKBP Retno Prihawati mengapresiasi kegiatan yang berlangsung ini. Ia mengajak untuk bersama-sama membangun KTN dari konsep Kelurahan Nusantara, dan ini harus berkembang jangan hanya untuk menyelesaikan atau mengantisipasi penyebaran Covid-19 di saat ini saja.

“Kami berharap masing-masing RW di lingkungan Kelurahan Yosomulyo ini dapat membentuk kepengurusan baru, sehingga kelompok-kelompok bisa tersebar di semua RW Kelurahan Yosomulyo dan bisa menghasilkan sebuah produk kita bersama dan dapat kita nikmati bersama-sama,” ucapnya. (Ian/lia)

Peresmian Kelurahan Tangguh Nusantara Margodadi Oleh Walikota Metro

Walikota Metro Wahdi menghadiri dan meresmikan Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) yang berlokasi di Margodadi, Metro Selatan, Rabu (24/03/2021).

Suaji selaku Ketua KTN melaporkan bahwa, KTN di Kelurahan Margodadi ini merupakan bentuk kerja sama seluruh unsur masyarakat, yang saling bahu membahu untuk membantu yang terdampak Covid-19.

“Adapun untuk menunjang kampung tangguh maka didirikannya rumah isolasi, Posko Kesehatan Posyandu. Untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 diberikan bantuan berupa bahan pokok, beras, mi instan,” kata Suaji.

Kompol Zulkifli menyampaikan, kampung tangguh ini adalah kampung yang ke-15 terbentuk di Kota Metro. Adapun fungsi utama dari KTN adalah untuk memberantas dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang telah mewabah selama kurang lebih satu tahun di Indonesia.

Walikota Metro Wahdi  mengatakan, selamat atas peresmian KTN yang ke-15. Dengan harapan peresmian ini selesai dalam bulan Maret. Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa KTN adalah milik kita semua.

“Yang dimaksud dengan milik kita yaitu, bagaimana kita dapat sesegera mungkin menyelesaikan masalah Covid-19. Diharapkan Kota Metro menjadi kota percontohan oleh daerah lain. Dalam 100 hari kerja, Pemerintah Kota Metro berkonsentrasi kepada penanggulangan Covid-19. Maka kami meminta kepada seluruh elemen untuk saling bergotong-royong cegah dan tangani Covid-19,” papar Wahdi.

Tambahnya, Wahdi berpesan kepada warga sekitar untuk memunculkan kreatifitas. “Banyak sekali lahan kosong yang nanti bisa dibudidayakan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan warga. Diharapkan Metro menjadi kota yang layak huni, dan dapat membanggakan untuk nusa dan bangsa,” katanya (Nv/Cv)

Pemkot Metro Gelar Ekspose Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bulan Ramadan

Walikota Metro Wahdi membuka dan memimpin rapat terkait Ekspose Pencegahan dan Penanganan Covid-19, dalam rangka menyambut Bulan Ramadan tahun 2021, yang bertempat di OR Setda,  Rabu (24/03/2021).

Kepala Dinas Kesehatan drg. Erla Andrianti, melaporkan catatan kasus terkonfirmasi terendah selama satu tahun yakni pada Kelurahan Margodadi, Rejomulyo, Sumbersari Bantul, Purwosari dan Mulyosari. Kemudian kasus terkonfirmasi terendah pada satu bulan terakhir pada tanggal 1 – 23 Maret yakni Kelurahan Mulyosari, Sumbersari, Purwoasri dan Tejosari.

“Berdasarkan Perwali No. 39 tahun 2020, maka kewajiban pengurus tempat ibadah harus menyiapkan petugas untuk mengawasi prokes di area rumah ibadah, melakukan pembersihan dan disinfektan secara berkala di area rumah ibadah. Pengurus harus mempersingkat waktu ibadah, melakukan sosialiasi dan edukasi, melarang warga yang terkena flu untuk masuk ke rumah ibadah. Dan bagi jemaah yang datang dari luar kota, maka harus dipersiapkan tempat ibadah secara khusus dan terpisah,” ujar Erla.

Lanjutnya, Kadis Kesehatan menyinggung terkait pelaksanaan Safari Ramadan, maka Tim Safari Ramadan harus membatasi tim peserta, mempersingkat acara, tidak memberi makan minum pada saat acara berlangsung, tidak bersalaman, dan harus terapkan 5M.

Sementara itu Walikota Metro Wahdi, saat menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa, kelemahan yang ada di Kota Metro adalah keinginan manusia untuk beribadah sangat tinggi. Sehingga sulit untuk meniadakan ibadah, bahkan sampai menutup tempat ibadah itu sendiri. Yang mengakibatkan angka penderita Covid-19 terus meningkat dan tidak akan pernah hilang, jika sikap manusia itu sendiri tidak dapat dijaga.

“Alangkah baiknya apabila kegiatan Safari Ramadan ditiadakan. Ditakutkan pemerintah dinilai memberi contoh tidak baik kepada masyarakat, namun apabila tetap ingin diadakan maka benar-benar harus menerapkan upaya penanganan melalui 5M. Dan menempelkan larangan yang bertulis, Dilarang Masuk Masjid Apabila Tidak Memakai Masker,” tandas Wahdi.

Dalam arahanya juga, Wahdi meminta tim teknis untuk merundingkan kembali. Dimana pemerintah harus melindungi bukan memberi contoh tidak baik.

“Silakan dijadwalkan kembali dengan Kementerian Agama dan Ormas untuk merencanakan kembali program-program di Bulan Ramadan. Apakah baiknya tetap dilaksanakan safari atau digantikan di jam menjelang Salat Maghrib,” tuturnya. (Nv/Cv)

Rapat TKPRD Perizinan Pembangunan Perumahan di Kelurahan Mulyojati

Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Metro melakukan rapat terkait investasi pembangunan perumahan Tentrem Residence, di Aula Pemerintah Kota Metro, Rabu (24/03/2021).

Rapat yang dipimpin oleh Asisten II Pemerintah Kota Metro Yerri Ehwan mengatakan, rencananya pembangunan Perumahan Tentrem Residence yang terletak di Jalan Arjuna No. 12 RT. 027 RW. 006 Kelurahan Mulyojati Metro Barat.

Perwakilan dari Perumahan Tentrem Residence memaparakan, pembangunan ini akan memiliki 2 (dua) sertifikat tanah. Dimana lahan pertama memiliki luas tanah 1.570 m2 dan lahan kedua memiliki luas tanah 1.570 m2 dengan jumlah keseluruhan luas tanah 3.140 m2.

“Untuk luas tanah perkavling 87,50 m2 yang akan dibangun dengan jumlah rumah 28 unit bangunan dengan tipe rumah per unit 45 m2. Dengan sumber air masing-masing per unit menggunakan sumur bor, serta septik tank masing-asing unit rumah,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BPN Fauzimar menjelaskan, setelah melakukan survei dan melihat sertifikat lahan tanah mempunyai 2 (dua) sertifikat. “Diharapkan sebelum pembangunan, sebaiknya ada penggabungan sertifikat, sehingga 2 sertifikat ini menjadi 1. Hal ini merupakan syarat untuk mendapatkan APD pembangunan,” kata Rahmad.

Sedangkan pada penyampaian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Eka Irianta menyampakan, masalah septik tank pada perumahan untuk menggunakan septik tank komunal (satu tempat). Hal ini dikarenakan dari segi biaya lebih murah.

“Serta disarankan untuk memakai air PAM dan membangun tower untuk PAM. Untuk masalah sampah, bisa menghubungi Dinas Lingkungan Hidup, sehingga nantinya mendapatkan layanan pengambilan sampah di perumahan tersebut,” ungkap Eka Irianta.

Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Edwin Soni, menyampaikan saran untuk Tentrem Residence dalam pelaksanaan pembangunan, supaya dapat melibatkan warga setempat.

Di akhir rapat, terbentuk keputusan bersama bahwa permohonan diterima dengan catatan sesuai dengan rekomendasi berlaku 1 tahun, apabila keberlakuan itu tidak dilaksanakan maka rekomendasi tersebut gugur. (Lia/Ian)

Panen Padi Perdana di Tahun 2021, di Purwoasri Metro Utara

Walikota Metro Wahdi mengikuti Panen Padi Sawah MT. I Rendeng secara simbolis, di hamparan sawah Kelompok Tani Jaya, Purwoasri Metro Utara, Rabu (24/03/2021).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Hery Wiratno melaporkan bahwa, dari luas lahan sawah di Kota Metro sesuai Kementerian ATR/BPN yaitu 2.948 hektar petani di Kota Metro dapat menanam padi seluas 2.918 hektar (98,98%).

Syukur alhamdulillah, bahwa sampai dengan musim tanam ini, para petani kita telah mampu menanam padi selama 4 kali berturut-turut dengan produktivitas yang cukup baik yaitu berkisar antara 6,4 – 7,2 ton per hektar Gabah Kering Panen,” ucap Hery Wiratno.

Dalam kesmepatan ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan, dalam pembangunan nasional sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan sangat strategis dalam memajukan perekonomian nasional. Sektor pertanian bukan hanya berperan menyediakan bahan pangan, tetapi juga menjadi penopang keberhasilan pengentasan kemiskinan. Dan sektor pertanian juga menjadi lahan tersedianya lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi sebagian besar masyarakat.

“Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam pembangunan sektor pertanian dan telah berkomitmen untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Kesejahteraan Petani. Demikian juga pemerintah daerah telah menempatkan kesejahteraan sebagai hal yang utama, sebagaimana tertuang dalam Visi Kota Metro yaitu Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” ujar Wahdi.

Lanjutnya, Wahdi menambahkan Kota Metro sendiri, dengan luas lahan sawah 2.948 hektar, dengan rata-rata produktivitas 6,4 ton per hektar, maka target produksi pada tahun 2021 diprediksi sekitar 35.545,6 ton gabah kering panen. Pada musim tanam I seluas 2.923 hektar dan musim tanam II seluas 2.631,5 hektar.

“Hal ini dipengaruhi oleh wilayah di Indonesia sebagian besar mengalami kemarau. Dan ditambah saluran irigasi Sekampung Batanghari, mulai pintu air KBH 8A masih mengalami perbaikan, sehingga ada sebaian wilayah yang tidak dapat jatah gadu,” kata Wahdi.

Tambahnya, Wahdi mengungkapkan bahwa, dari kondisi tersebut mengakibatkan sekitar 10% areal persawahan, terutama di wilayah ujung atau yang posisi lahan lebih tinggi mengalami kurangnya aliran air. Sehingga di wilayah tersebut ditanami jagung atau tanaman palawija lainnya.

“Saya minta para jajaran, agar dapat memberikan berbagai kemudahan kepada para petani dalam mendapatkan sarana produksi dan mengurangi biaya produksi. Hal itu dapat dilakukan dengan berkoordinasi, bimbingan dan pengawalan menyediakan subsidi benih, pupuk bersubsidi, alat. Serta pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah yaitu 5% per tahun. Tak lupa Hasil produksi para petani harus pula dihargai sesuai dengan patokan harga pasar yang wajar. 

Diakhir sambutan, Wahdi juga mengucapkan terimaksih kepada para petani, yang telah memetik jerih payahnya melalui panen padi yang berhasil. “Dan saya ucapkan terimakasih kepada semua jajaran yang telah berupaya membimbing dan membina para petani serta memaksimalkan potensi lahan pertanian sehingga dapat dicapai hasil yang menggembirakan,” tutupnya. (Nv/Cv)