Wakil Walikota Metro Djohan Menghadiri Acara Musrenbang di Kelurahan Yosodadi

Wakil Walikota Metro Djohan menghadiri acara Musrenbang di Kelurahan Yosodadi, Jumat (08/02/19).

Fitri Minarni selaku Lurah Kelurahan Yosodadi menyampaikan laporannya bahwa, pada tahun 2018 target PPD realisasinya baru mencapai 85,19 %. Adapun usulan ditahun lalu sudah direalosasikan, misalnya 4 pembangunan jalan (Jl.gurame, Jl.mujair, Jl.belida dan Jl.tenggiri), beberapa Drainase, 4 bantuan bedah rumah serta beberapa program dan usulan lain yang tidak disebutkan.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Metro karena sudah banyak merealisasikan usulan kami. Namun kami memohon kedepan untuk merealisasikan Drainase karena masih banyak genangan yang masuk ke dalam rumah warga, sehingga kami mohon untuk di rehab kembali di tahun 2020,” tutup Fitri.
Sedangkan Kepada Bappeda Bangkit Haryo Utomo menyampaikan, Bappeda di bantu oleh Staf Ahli Walikota Metro telah menyusun tema untuk 2020 yaitu, Pemantapan Pembangunan Manusia infrastruktur dan wisata keluarga untuk metro sejahtera.
“Adapun tema ini kami susun berdasarkan masa kepemimpinan Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro yang akan berakhir pada bulan Februari tahun 2021. Dan pada kesempatan ini Walikota dan Wakilnya akan menghadiri masing-masing 9 (sembilan) wilayah,” ungkap Bangkit.
Lanjutnya, Bangkit meminta para peserta Musrenbang untuk aktif dalam menyampaikan masukan, karena rencana pada Musrenbang ini akan direliasaikan pada tahun 2020 mendatang.
“Allhamdulilah dikarenakan ini dihadiri Wakil Walikota dan juga wilayahnya, maka silahkan jika ada yang ingin menyampaikan masukan dan keluhannya, agar bisa langsung didengan Wakil Walikota,” ujar Bangkit.
Sementara dalam arahannya, Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan hasil Musrenbang tahun 2018 yang sudah disahkan maka akan segera diselesaikan secara tahapan.
“Saya hadir disini bukan hanya untuk mendengarkan atau melihat, namun untuk mengarahkan. Sebab untuk apa kita merencanakan terlalu banyak usulan namun bagaimana dapat tepat sasaran di dalam pembangunan,” kata Djohan.
Pada kesempatan yang sama, Djohan berharap kedepannya Kota Metro dapat meningkatkan wisata keluarga serta diisinya pusat centra jajanan untuk menjadi tempat pusat oleh-oleh khas Metro, sebagai pemasukan Pemerintah Kota Metri dapat terus meningkat.
“Jangan sampai ada usulan yang bolak-balik, namun tidak muncul karena diharapkan hasil dari Musrenbang ini adalah prioritas dalam pembangunan. Oleh karean itu Kota Metro baik, Yosodadi baik bahkan harus jadi lebih baik,” tutup Djohan.
Dalam acara ini, turut hadir Asisten II Prayitno, Staf Ahli bidang ll dan Bidang lll, Kepala OPD se-Kota Metro, Camat Metro Timur, Lurah Yosodadi, Babinsa, Kapolsek, Tim Tekhnis, Ketua RT/RT se Kelurahan Yosodadi, Tokoh Agama dan Masyarakat.

Sekda Kota Metro Memimpin Acara Musrenbang di Kelurahan Iring Mulyo

Sekertaris Daerah (SEKDA) Kota Metro A.Nasir memimpin acara Musrenbang di Kelurahan Iringmulyo,  Kecamatan Metro Timur, Kamis (07/01/19).

Selaku Lurah Iringmulyo Selamat menyampaikan, apresiasi karena baru pertama kali ini Sekda dan seluruh OPD dapat hadir di acara Musrenbang tingkat kelurahan.

“Kami telah mengawali musrenbang ini dengan pra-musrenbang. Dan allhamdulilah dalam kesempatan ini juga, kami sampaikan pembangunan di Iringmulyo dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Selamet.

Sementara Kepala Bappeda Bangkit Haryo Utomo menyampaikan tema untuk 2020 yaitu, Kita Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur, dan Wisata Keluarga Untuk Metro Sejahtera.

“Melalui musrenbang ini, kami mampu mendapatkan 5 prioritas yang sudah berhasil kita susun di tahun 2019 ini. Dan tema ini kami susun berdasarkan masa kepemimpinan Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro yang akan berakhir pada bulan Februari tahun 2021. Usulan-usulan yang tidak ditampung maka akan ditampung pada tahun selanjutnya,” terang Bangkit.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Metro A. Nasir menyampaikan hari ini kita akan membicarakan Musrenbang Kelurahan Iringmulyo, yang akan membahas usulan masyarakat guna pembangunan di Kelurahan ini.

“Dimana hal ini kita akan menyepakati keputusan yang akan menjadi prioritas pembangunan di Tahun 2020 mendatang. Saya sedikit kecawa, atas tokoh masyarakat yang tidak hadir pada kesempatan ini. Namun saya berharap, untuk semua yang hadir disini untuk bersama-sama bekerjasama demi kemajuan Kelurahan Iringmulyo.” tegasnya.

Dalam kegiatan ini juga, turut hadir Staf Ahli bidang ll dan Bidang lll, Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Prayitno, Kepala OPD se-Kota Metro, Camat Metro Timur, Lurah Iringmulyo,  Babinsa, Kapolsek, Tim Tekhnis, Rt/Rw se-Kelurahan Iringmulyo, Tokoh Agama dan Masyarakat.

Musrenbang di Kelurahan Ganjar Agung

Musrembang di Kelurahan Ganjar Agung dibuka langsung oleh Wakil Walikota Metro untuk membahas musyawarah perencanaan pembangunan, yang berlangsung di Aula Kelurahan Ganjar Agung, pada Senin (04/02/19).

Dalam laporan Lurah Ganjar Agung kegiatan yang diadakan untuk membahas musrembang bersama-sama dengan masyarakat secara langsung, agar segala kegiatan atau rencana yang akan dilakukan kelurahan dapat berjalan transparan.

“Luas Kelurahan Ganjar Agung adalah 288 Km dengan jumlah jiwa 6904 jiwa, untuk jumlah pencapaian PBB di lingkungan Kelurahan Ganjar Agung per Desember mencapai 67,5 %,” tuturnya.

Lanjutnya, prioritas kami  RW 1 di Jl. Kamboja berbatasan dengan lampung tengah dan metro perlu adanya perbaikan jalan dikarenakan banyak sekali lubang dan aspal yang sudah terkelupas,drainase yang ada di Jl. Jayabaya dimana merupakan dataran rendah dan adanya drainase yang kurang tepat disisi kiri dan kanan sehingga menimbulkan  tumpang tindih yang menyebabkan terjadinya banjir sehingga butuh pelebaran jalan sampai adanya wilayah yang tidak memiliki drainase.

“Harapan kami, kebijakan pemerintah dapat memprioritaskan ditahun anggaran 2020”papar Lurah Ganjar Agung.

Sementara itu Wakil Walikota Metro mengatakan bahwa yang dibahas di aula hari ini merupakan musrembang untuk tahun 2020 bukan 2019.

“Saya yakin sebelum adanya musrembang sebelumnya telah dilakukan pra-musrembang terlebih dahulu dimana semua warga kelurahan ganjar agung telah memegang data musrembang tahun 2018 yang akan kita kerjakan ditahun ini, sehingga masing-masing sudah paham betul ada saja yang akan kita lakukan di tahun 2019,” ujarnya.

Djohan menegaskan, bahwa musrembang  bukan hanya membahas fisik  tetapi ekonomi dan sosial budaya, tugas kami dari pemerintah hanya memberikan pengarahan disinilah kita menampung dan menerima usulan masyarakat.

“Kegiatan yang ada di kelurahan perlu adanya keterbukaan jumlah anggaran yang masuk dalam kelurahan agar masyarakat mengetahui jumlah yang turun untuk kepentingan seluruh warga kelurahan, masyarakat juga mempunyai kewajiban yakni membayar PBB karena pajak hukumnya jelas merupakan kewajiban,” ucapnya.

Harapannya, kedepan semua lurah yang ada di lingkungan kota metro bisa menghitung PBB agar masyarakat menjadi pintar dalam menghitung PBB sehingga bisa lebih transparan.

“Mudah-mudahan kelurahan ganjar agung yang merupakan pintu masuk lampung tengah lebih baik lagi kedepannya” tutup Djohan.

(Musrembang) Achmad Pairin Ajak RT/RW Rencanakan Pembangunan di Kelurahan Margodadi

Dengan Musrenbang Pemkot Metro Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur dan Wisata Keluarga Untuk Metro Sejahtera, Selasa (29/01/19).

Hadir dalam musrembang yang berlangsung di Kelurahan Margorejo yakni Walikota Metro, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Bapeda, OPD, Camat Metro Selatan, Lurah Margodadi, RT/RW se Kelurahan Margodadi serta Masyarakat.
Pada sambutan Walikota Achmad Pairin menyampaikan,  kegiatan ini merupakan sarana memecahkan masalah tentang pembangunan masyarakat, pembangunan infrastruktur maupun keluarga yang ada di Kelurahan Margodadi.
“Mari kita rencanakan bersama agar Metro lebih baik lagi di tahun 2020. Karena perencanaan merupakan modal utama dalam kebijakan pembangunan,” ujar Pairin.

Wakil Walikota Metro, Tegaskan Pajak PBB Harus Dibayar, Saat Musrenbang di Margorejo

Wakil Walikota Metro Djohan memimpin langsung Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang bertempat di Aula Kelurahan Margorejo, Senin (28/01/19).

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli, Asisten I, Asisten II, Kepala Bappeda, Kepala OPD se-kota Metro, Camat dan Lurah Metro Selatan. Tak hanya itu, ketua RT, RW LPM, tokoh masyarakat, agama, wanita, pemuda dan masyarakat se-Kelurahan Margorejo.

Tema dalam Musrenbang tahun ini yaitu, Pemantapan Pembangunan Manusia,  Dengan Musrenbang Kita Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur dan Wisata Keluarga untuk Metro Sejahtera.

 

Berdasarkan laporan Lurah Margorejo, Maryanto mengatakan kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti masukan masukan dari masyarakat Margorejo melalui pra-Musrenbang.

“Dan allhamdulilah pada tahun 2018 kemarin, program Gerbang Bumi Sai Wawai berjalan dengan baik. Kemudian berdasarkan hasil pra-Musrembang masyarakat Margorejo mengusulkan mengenai normalisasi anak sungai RW 01, pembangunan drainase di Jl. Letjen Suprapto dan pembangunan jalan yang masih berbentuk tanah,” papar Maryanto.

Tambahnya, Maryanto mengungkap bahwa PBB per 31 Desember 2018, di Kelurahan Margorejo mencapai 79,74%.

Sementara dalam arahan Wakil Walikota Metro Djohan mengajak masyarakat Margorejo untuk mengeluarkan aspirasinya, melalui acara Musrenbang. Mari kita manfaatkan moment ini untuk bersama-sama mengawasi dalam pembangunan di Kota Metro khususnya Kelurahan Margorejo,

“Mudah-mudahan hasil dari musrenbang tahun depan, lebih baik dari pada Musrenbang sekarang. Saya juga berharap pada tahun ini, masing masing RW bisa menghitung PBB, agar jelas dan bisa mencapai 100%. Dimana  bayar pajak PBB dari tahun ke tahun akan tetap di tagih. Serta cepet laporkan jika ada tanah kosong dan walet tidak berpemilik yang tidak jelas PBB nya,” tegas Djohan.

Musrenbang Kelurahan Rejomulyo. Metro Selatan

Sekretaris Daerah Kota Metro memimpin langsung Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang bertempat di aula kelurahan Rejomulyo, Jumat (25/01/19) yang mana merupakan rangkaian musrenbang pada hari yang ke lima. Turut mendampingi, Staf Ahli, Asisten I, Asisten II, Kepala Bappeda, Kepala OPD se-kota Metro, Camat dan Lurah Metro Selatan.

Acara yang berlangsung ba’da jumat tersebut dihadiri ketua RT, RW LPM, tokoh masyarakat,agama, wanita,pemuda se-kelurahan Rejomulyo serta masyarakat Rejomulyo pada umumnya.

Membuka acara, yaitu sambutan lurah Rejomulyo yang mana dalam sambutannya tak lupa mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan di aula kelurahan Rejomulyo. Kemudian juga menyampaikan terima kasih mengenai telah banyak usulan masyarakat yang telah direalisasikan dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga masyarakat Rejomulyo. “Banyak usulan masyarakat tahun lalu yang terealisasi pada tahun ini, yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Rejomulyo“, ucapnya.

Disampaikan juga mengenai kenaikan pokok PBB sebesar 1,2% dengan perhitungan pokok PBB Rp81.185.054 realisasi 90,2% dengan periode yang sama tahun 2018 realisasi sebesar 89%. “Tentu saja hal ini belum sebanding apabila dilihat dari pembangunan yang telah diberikan oleh Pemerintah lewat hasil-hasil pembangunan yang ada di kelurahan ini, oleh karena itu kami ucapkan terima kasih ” ,tutupnya.

Kepala Bappeda dalam sambutannya menjelaskan terkait Musrenbang tahun ini yang dirasa berbeda, di mana setiap Musrenbang dihadiri oleh Walikota Metro, Wakil Walikota Metro serta Sekretaris Daerah Kota Metro. Dengan rincian Walikota Metro 9 tempat kelurahan, Wakil Walikota 9 tempat kelurahan serta Sekretaris Daerah 4 tempat kelurahan.”Kami di sini ingin melihat, mendengar, bersama-sama merencanakan wilayah kelurahan Rejomulyo ini dengan baik di tahun 2020”.ucapnya.

Bappeda di bantu Staf Ahli Walikota Metro, Asisten Setda Kota Metro, Tim Teknis OPD Kota Metro, menentukan tema dan prioritas pembangunan di tahun 2020 yaitu “Pemantapan Pembangunan Manusia,  Dengan Musrenbang Kita Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur dan Wisata Keluarga untuk Metro Sejahtera.

Ada lima prioritas yang harus kita pedomani yakni pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing, pembangunan infrastruktur dan wisata keluarga yang berwawasan lingkungan, peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel, peningkatan perekonomian lokal melalui pemberdayaan masyarakat serta peningkatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

“ Penyusunan tema dan prioritas ini telah mempertimbangkan masa kepemimpinan bapak Walikota dan Wakil Walikota yang akan berakhir Februari 2021, serta telah disinkronkan dengan kebijakan provinsi dan pusat “, ucapnya.

Kemudian dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Daerah Kota Metro A Natsir bahwasanya kami di sini akan mendengar bapak/ibu musyawarah, menyepakati perencanaan pembangunan di kelurahan Rejomulyo agar semaksimal mungkin. Mengingat dana yang tersedia terbatas seyogiyanya mampu menyusun skala prioritas untuk pembangunan di wilayah masing-masing sesuai dengan regulasi juga dengan memperhatikan kebutuhan wilayah. “Kita tahu bahwa duit kita terbatas dengan kemauan pembangunan yang banyak,oleh karena itu kita bisa menyepakati kegiatan yang benar-benar harus direalisasikan”,ucapnya.

Untuk tahun ini kegiatan Gerbang Bumi Sai Wawai diarahkan untuk Lampu Penerangan lingkungan (LPL). Lampu Penerangan Lingkungan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk memberikan keamanan dan kenyamanan lingkungan. Metro terang, masyarakat tenang.

Disinggung juga mengenai sebagian kecil masyarakat yang belum mempunyai jamban. Beberapa ada juga  yang masih menumpang dengan orang lain. Untuk segera ditindaklanjuti sehingga tahun depan seluruh rumah warga sudah memiliki jamban. “ada juga kawan kita yang jambannya tidak ada, kita sisihkan sebagian dana kelurahan yang ada untuk membangun jamban”, tutupnya.

Di akhir sambutan Sekretaris Daerah Kota Metro A Natsir mengucapkan selamat bermusyawarah untuk seluruh masyarakat Rejomulyo. Sehingga dihasilkan keputusan yang terbaik yang dapat langsung bisa direalisasikan. “Semoga apa yang telah diputuskan nanti adalah keputusan bersama,bukan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kelompok”, tutupnya.