0 Comments

Sekda Metro Buka FGD TP2DD dan Capacity Building

Dalam rangka penguatan komitmen terhadap digitalisasi transaksi untuk mewujudkan Metro sebagai cashless society, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo menghadiri giat Forum Group Discussion (FGD) dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dihadiri oleh Kepala BPPRD dan Bapenda dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, berlangsung di Hotel Aidia Grande, Selasa (27/02/2024). Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Junanto Herdiyawan menjelaskan,salah satu cara mendorong pertumbuhan ekonomi ini adalah dengan digitalisasi. “Ini adalah cara yang cepat mendorong pertumbuhan ekonomi karena jika uang beredarnya cepat berarti perekonomiannya sehat, karena digitalisasi itu memperlancar peredaran uang, semakin mudah, semakin cepat, semakin murah maka semakin aman,” paparnya. Dirinya juga mengatakan bahwa,Bank Indonesia mempunyai konsen untuk mendorong pembayaran secara non tunai karena perputaran uang nya lebih cepat dibandingkan penggunaan uang fisik,serta mempercepat pembangunan ekonomi dan pendapatan daerah melalui elektronifikasi. Junanto memaparkan, indeks elektronifikasi Pemerintah Daerah pada semester 2 tahun 2023 secara umum sudah menggembirakan karena hasilnya mengalami peningkatan. “Jadi jumlah pemda digital di seluruh Indonesia sudah mencapai 449 pemda. jadi dari 542 pemda sama dengan 82 persen pemda itu sudah digital. Ini didorong oleh elektronifikasi jenis transaksi pendapatan dan belanja penyediaan alat pembayaran non tunai,”Untuk di pulau Sumatera, sebanyak 154 pemda telah berstatus digital. di Provinsi Lampung, dari 16 pemda,15 nya sudah berstatus digital dan berdasarkan indeks semester 2 tahun 2023 Pemda digital di Provinsi Lampung telah melampaui nilai 90 persen. Sedangkan penerapan ETPD, lanjutnya, diharapkan akan memperbaiki pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah menjadi lebih efisien, transparan, serta akuntabel, dan pada akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekda menambahkan, sebagai salah satu pos pendapatan daerah yang dapat kita optimalkan secara penuh dan mandiri, Retribusi Daerah merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan pengelolaannya dan harus dimulai dari cara berpikir tentang “mewirausahakan birokrasi”. “Artinya, kepuasan pelanggan menjadi tujuan utama pelayanan dengan membangun pemahaman yang utuh tentang proses elektronifikasi Retribusi Daerah,salah satunya UPT PAM Kota Metro sedang mengembangkan proses elektronifikasi pelayanan air minum dan masih memerlukan informasi, ilmu dan masukan untuk menyempurnakan pelaksanaannya, baik dari sisi regulasi, database, infrastruktur maupun sumberdaya aparatur,” ucapnya. Bangkit juga mengatakan tentang kepuasan pelanggan, maka kualitas produk dan kualitas pelayanan menjadi 2 (dua) hal fokus utama yang akan melahirkan keuntungan, dalam hal ini Pendapatan Daerah. Meskipun dalam operasionalnya, Pemerintah Daerah tetap memegang prinsip pelayanan publik dimana dukungan anggaran akan tetap dioptimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik. “Banyak hal yang terabaikan dalam pengelolaan retribusi Daerah selama ini. Pertama, dukungan operasional pelayanan yang masih sering di- anaktiri-kan oleh Kepala OPD. Akibatnya, infrastruktur pelayanan dalam kondisi tidak baik. Anggaran perawatan sangat minim yang berakibat biaya operasional yang tidak dapat dipenuhi melalui penerimaan retribusi. Ini kenyataan di lapangan yang kita tidak bisa menutup mata,” ungkapnya. Kedua, peningkatan kapasitas aparatur pengelola yang sangat minim sekali bahkan cenderung tidak ada. Padahal Retribusi Daerah merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus dihadirkan oleh aparatur-aparatur yang kompeten. Satu hal yang kita lupa adalah pelayanan Retribusi daerah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Harapannya sistem elektronifikasi retribusi daerah dapat mendorong pengelolaan retribusi secara profesional. Tidak hanya dari sisi transaksi yang lebih akuntabel tetapi juga sistem pelayanan yang baik. (tm/yus)

0 Comments

Gubernur Lampung Puji Walikota Metro dr. Wahdi atas Berdirinya RS Hewan Pertama di Lampung

Akhirnya Provinsi Lampung memiliki rumah sakit hewan pertama dan satu-satunya, yang dilakukan peresmiannya hari ini, Selasa 27 Februari 2024 langsung oleh Gubernur Ir. Arinal Djunaidi. Rumah sakit hewan pertama dan satu-satunya ini mendapat perhatian khusus oleh Ir. Arinal yang juga ketua KONI Provinsi Lampung, dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 khususnya Cabang Olahraga Pacuan Kuda. Ir. Arinal juga memuji inisiasi berdirinya rumah sakit hewan ini oleh dr. Wahdi, Walikota Metro. Menurut Arinal, dengan adanya rumah sakit hewan ini akan mampu menunjang kesehatan hewan baik dari Kota Metro, maupun daerah sekitarnya. Arinal juga menyinggung soal support dari Pemerintah Provinsi Lampung, bahwa support penuh akan diberikan kepada rumah sakit hewan ini, karena Kota Metro baginya memiliki memori kolektif tersendiri saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian di Kota Metro. “Terkait support tentunya kami bantu, pak kadis kalau ada yang kurang silahkan bilang. Karena provinsi saat ini sudah menjadi provinsi yang mandiri, bisa dikatakan sudah tidak ketergantungan dengan pemerintah pusat kita juga sudah bisa bergerak sendiri, bahkan saat ini Provinsi Lampung tidak memiliki hutang,” kata Arinal. Sehingganya, menurut Arinal program-program yang diberikan oleh Pemprov Lampung kepada Kota Metro adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia terampil baik dalam bidang pertanian maupun peternakan. Dengan adanya rumah sakit hewan ini juga, menurut Arinal Kota Metro bisa menjadi pusat hilirisasi ternak di Lampung. Sehingga meningkatkan taraf perekonomian selain melalui binatang ternak konsumsi juga binatang hias. “Bila perlu kita import kucing hias yang bagus dari luar negeri, kemudian dapat kita kembangbiakan, sehingga bisa memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi warga Metro,” kata Arinal. “Hilirnya di sini, sehingga saya menginisiasi beberapa program yang akan dilakukan. Karena secara luasan masih terbatas, namanya kota tetapi nuansanya masih desa. Nah desanya ini yang akan kita inisiasi akan kita kembangkan agar Metro ini menjadi kota harapan dengan ekonomi yang mapan,” imbuh Arinal. Selain pada peternakan, pihaknya juga sedang menggali potensi pertanian bawang merah, karena saat menjabat sebagai Kadis Pertanian Kota Metro dahulu ia pernah berhasil mengembangkan sapi perah, sehingga SDM nya akan ditingkatkan kualitasnya. “Kan ini baru pertama di Lampung, dan diinisiasi oleh Walikota Metro dan saya sangat senang, karena ada hewan yang kesehatannya harus terjaga, maka kita siapkan Rumah Sakit Hewan. Dan saya harapkan Rumah Sakit Hewan ini tidak hanya untuk hewan peliharaan hias tetapi juga hewan ternak pangan,” kata Arinal saat sesi doorstop. Di tempat yang sama, Walikota Metro dr. Wahdi mewakili Pemkot Metro mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung atas segala dukungan dan kesediaannya hadir meresmikan Rumah Sakit Hewan Metro ini. Wahdi juga mengapresiasi segala persiapan oleh DKP3 Metro sehingga rumah sakit hewan ini bisa diresmikan. Wahdi juga memberikan motivasi dan semangat kepada para tenaga medis kesehatan hewan di RS hewan ini. “Potensi di Metro sangat bagus, sebagai tuan rumah PON di Lampung harus ada rumah sakit hewan. Kolaborasi multidisiplin keilmuan juga harus dilakukan untuk peningkatan peran dan fungsi dari rumah sakit hewan ini,” imbuh Wahdi. Wahdi juga mengajak hospitalia rumah sakit hewan untuk semangat dalam memberikan pelayanan kepada warga Metro dan sekitarnya. Kepala DKP3 Metro Heri Wiranto menjelaskan, dalam rumah sakit ini ada beberapa pelayanan hewan mulai dari sakit ringan hingga berat yang ditangani oleh 9 dokter hewan yang berstatus PNS dan 2 PPPK. Pihaknya juga menjelaskan bahwa Metro memiliki UPT Puskeswan, UPT Rumah Potong Hewan, dan UPT KUB. “Metro tidak memiliki sumberdaya alam yang luas tapi kami yakin punya sumberdaya manusia untuk membantu Lampung dan sekitarnya. Dengan ini mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui kesejahteraan hewan,” kata Heri. Di tempat yang sama, Kepala Balai Karantina Provinsi Lampung Drh. Donni mengapresiasi berdirinya rumah sakit hewan ini. “Kami mengapresiasi atas berdirinya rumah sakit hewan pertama di Lampung ini. Harapannya layanan kesehatan hewan semakin bagus. Sehingga program kita terkait mitigasi penyakit dengan adanya lab mampu mencegah penyakit seperti PMK yang merebak satu tahun lalu. Terkait tugas kita perkarantinaan lalu lintas hewan bisa diperiksa di sini, kita lebih yakin perlaluintasannya hewannya sehat,” kata drh. Donni. (pkl/bsr/agg/yus)

0 Comments

Wujud Syukur Tiga Tahun Pengabdian Wahdi-Qomaru, Ajak Kepala OPD Berdoa dan Sarapan Nasi Tumpeng

Sebagai wujud syukur atas tiga tahun pengabdian sebagai Walikota Metro dan Wakil Walikota Metro dr. Wahdi dan Drs. Qomaru Zaman, dengan mengajak Kepala OPD se Kota Metro untuk sarapan Nasi Tumpeng, di Selasar Kantor Walikota, Senin (26/02/2024). Dengan nuansa sederhana dan penuh kekeluargaan kegiatan syukuran ini diadakan usai apel mingguan dengan pembina Walikota Metro dr. Wahdi, yang dalam apel menyampaikan ribuan terimakasih kepada seluruh Kepala OPD dan jajaran atas dukungannya selama ini. “Selama tiga tahun kepemimpinan saya dan pak Wakil Wali Kota mungkin masih banyak kekurangan tetapi kami terus belajar dan selalu menerima masukan, tentunya untuk membangun kota tercinta ini,” ucapnya. Wahdi menyampaikan Kota Metro harus terus bergerak maju ke depan, pembangunan dasar baik pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan harus terus ditingkatkan. “Pembangunan harus berjalan terus, kita memasuki tahun 2024 beberapa PR tentunya ada. Khususnya musim penghujan, mengantisipasi banjir maka saat saya memaparkan rencana detail tata ruang (RDTR) kepada Kementerian ATR/BPN bagaimana kesinambungan antara sumberdaya alam dan manusianya,” kata Wahdi. Ia juga mengingatkan kepada seluruh ASN dapat menjalankan kebijakan layanan publik serta senantiasa menerima segala masukan dan saran dari masyarakat demi perbaikan pelayanan. Dirinya juga berterimakasih kepada unsur camat dan lurah karena telah mengawal jalannya Pemilu di Kota Metro sehingga angka partisipasinya sangat tinggi. Usai apel dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh ulama Kota Metro, H. Buya Zakaria Ahmad, ia mendoakan agar kepemimpinan selama tiga tahun kemarin dan sisa waktu yang diberikan menjadi keberkahan bagi warga Metro, dan mendapat nilai pahala di sisi Allah SWT. (tm/yus)

0 Comments

Kecamatan Metro Selatan Gelar Musrenbang, Bahas Beberapa Potensi Sosial Budaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro kembali melanjutkan agenda musyawarah perencanaan dan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang mana kali ini Kecamatan Metro Selatan, Senin (26/02/2024). Mengusung tema penguatan pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berbudaya dan berakhlak mulia ini turut dihadiri anggota DPRD, para Staf Ahli, para Asisten setda, para Kepala OPD, Camat Metro Selatan, dan seluruh Lurah di Kecamatan Metro Selatan. Dalam kesempatan ini Camat Metro Selatan, Fajar Riatama memaparkan laporan terkait luas wilayah Kecamatan Metro Selatan dengan luas 14,33 km2 dan jumlah penduduk mencapai 18.377 Jiwa serta jumlah KK sebanyak 6.043. Ia juga mengatakan bahwa untuk menginovasi mengakselerasi percepatan pelayanan masyarakat Kecamatan Metro selatan mempunyai program yaitu sistem pelayanan kendaraan keliling (Si-Keling) dimana program ini menjadi program unggulan dimana masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor untuk mengurus perizinan. “Untuk mendukung program ini seluruh kendaraan Dinas (randis) Lurah yang ada di Kecamatan Metro Selatan digunakan untuk percepatan pelayanan masyarakat dimana masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor Kelurahan setempat tetapi cukup menggunakan Whatsapp (WA) center di masing-masing Kelurahan,” ujarnya. “Masyarakat cukup WA saja di nomor yang tertera di kelurahan masing-masing nanti petugas staff kami yang akan menghampiri di rumah, dan kami pastikan pelayanan administrasi akan kami layani dengan baik,” kata Fajar. Sementara itu Fajar juga menjelaskan untuk realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) Kecamatan Metro Selatan tahun 2023 mencapai 91,63% hal ini menunjukkan Kecamatan Metro selatan mengalami kenaikan PBB yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 71,6%. “Kesadaran warga penting PBB terus meningkat, ini semua hasil kerja kita semua berkat komunikasi dan koordinasi serta kolaborasi segenap warga Metro Selatan dan juga lurah. Karena pajak sejatinya adalah kewajiban yang harus dan segera di tunaikan,” tuturnya. Di kesempatan yang sama Walikota Metro Dr. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(k), M.H. mengatakan beberapa waktu lalu Pemkot telah melaksanakan Musrenbang Kelurahan dengan didampingi oleh Bappeda dan beberapa dinas teknis. dari sini pihaknya telah memperoleh daftar prioritas Musrenbang Kelurahan yang akan kita susun kembali menjadi daftar prioritas Kecamatan. Selanjutnya, hasil Musrenbang Kecamatan akan di bawa dalam Forum Perangkat Daerah untuk didiskusikan dan direncanakan dalam Renja OPD Tahun 2025. “Tentunya kita harus benar-benar menyusun prioritas usulan sesuai kebutuhan masyarakat. Jika merujuk pada kebijakan nasional, pemerintah pusat masih memfokuskan pada sektor pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, marilah kita bersama-sama merumuskan prioritas secara objektif,” katanya. “Saya meminta kepada para Camat dan Lurah untuk ikut berdiskusi secara langsung dengan perwakilan masyarakat guna penajaman dan kesepakatan atas usulan,” tambahnya. sementara itu untuk musrenbang tahun ini pihaknya telah menargetkan empat Prioritas Pembangunan yaitu Pembangunan Sumber daya Manusia, Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Pengembangan Infrastruktur, Sarana dan Prasarana Yang Berkesinambungan, dan juga Transformasi Birokrasi. “Saya berharap pada musrenbang kecamatan ini akan menghasilkan prioritas pembangunan yang merupakan isu-isu prioritas yang melibatkan lintas kelurahan pada kecamatan dan keterhubungan prioritas pembangunan antar kelurahan sehingga pembangunan berkelanjutanakan tercapai,” katanya. (bsr/yus)

0 Comments

Jaga Kelestarian RTH, Komunitas Buat Acara Seru di RTH Mulyojati

Menjaga kelestarian Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Dalam pasal 29 ayat 2, Undang-undang nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah Kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Proporsi minimal 30 persen tersebut digunakan sebagai RTH dimaksudkan untuk menjamin keseimbangan ekosistem dalam kota, sebagaimana yang disebutkan dalam bab penjelasan. Baik keseimbangan sistem hidrologi dan sistem mikroklimat, maupun sistem ekologis lain, yang selanjutnya akan meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota. Hal ini yang kemudian digerakkan oleh Komunitas Selingan Kota Metro, dengan menggelar acara yang seru bernama “Gelar Tikar” yaitu Gerak Menular Bhakti Lingkungan Sekitar. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup, acara yang dipusatkan di RTH Hutan Kota Mulyojati, Metro Barat, Minggu 26 Februari ini bertemakan “Berhenti Mengukur Masalah Mulailah Membangun Langkah”. Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen komunitas peduli lingkungan dan para pelajar di Kota Metro di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari 2024. Di lokasi tersebut juga diadakan berbagai macam kegiatan yang nampak seru. Hal ini juga untuk mendukung fungsi RTH selain fungsi ekologis juga fungsi sosial budaya kemasyarakatan. Hadir dalam acara ini, Ir. Yeri Ehwan selaku Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ardah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), komunitas, pelajar serta pihak swasta. Yerri Ehwan mewakili Walikota Metro dr. Wahdi mengapresiasi inisiatif komunitas maupun stakeholder mengadakan kegiatan ini. Kegiatan semacam ini menurutnya, harus rutin dilakukan karena mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga alamnya. Menurut Ardah, kegiatan ini diawali dengan penanaman pohon dilanjutkan lomba mewarnai terkait lingkungan, pameran karya bank sampah dan ditutup dengan bincang-bincang seputar pengelolaan sampah di Kota Metro. “Kegiatan ini masih dalam rangkaian HPSN 2024, di mana Pemkot Metro bekerjasama dengan komunitas Selingan atau aksi peduli lingkungan dalam upaya menjaga kebersihan dan peduli terhadap sampah di Kota Metro,” kata Ardah. Menurut Ardah, Komunitas Selingan dengan ketuanya yaitu M. Rahmad juga telah berperan aktif dalam menggandeng pihak swasta untuk berkolaborasi dalam acara ini. Ardah berharap, ke depan semakin banyak pihak swasta yang turut andil dalam kepedulian lingkungan di Kota Metro. (fai/yus)

0 Comments

12 Desainer Unjuk Karya di Ajang Fashion Show “KOMPASION”

Pemerintah Kota Metro bersama KOMPASION (Komunitas Penggiat Fashion Kota Metro) menggelar kreatifitas fashion SAY WAWAY (SAY no WAste is our WAY) di Gedung Sessat Agung Kota Metro, pada Minggu (25/02/2024). Acara yang digagas oleh KOMPASION ini setidaknya melibatkan 5 sektor Ekonomi Kreatif, yang juga merupakan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2024 dan sebagai wujud kepedulian komunitas kreatif Kota Metro terhadap isu pelestarian lingkungan hidup. Dalam sambutannya Walikota Metro, dr. Wahdi, Sp. OG (K), MH mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk hadir pada kegiatan ini. “Terimakasih kepada bapak/ibu yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menghadiri kegiatan ini, mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini akan semakin meningkatkan inspirasi dan inovasi kita semua serta semoga dengan adanya kegiatan ini akan semakin menggalakan pariwisata kota metro di bidang pemanfaatan dan pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang sebagai bahan busana dalam upaya mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” ucap dr. Wahdi. Sebelum sambutan, Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, menyerahkan SAY WAWAY Award 2024 kepada KOMPASION (Komunitas Pegiat Fashion Kota Metro) dan dana dari donasi melalui KOMPASION senilai Rp 6.000.000 kepada Yayasan Rumah Singgah “Mentari” Kota Metro. “Ini adalah momentum di mana Kota Metro dapat menyelenggarakan acara Say Waway Metro, yang dimana menjadi bukti bahwa masyarakat Metro, khususnya para penggiat fashion dapat mengeluarkan karyanya. Bukan hanya dari Kota Metro saja tapi juga dari luar Kota Metro,” kata Wahdi. Lanjutnya, ia juga berharap acara seperti akan diadakan setiap tahunnya, bahkan menjadi agenda rutin. Hal ini juga menjadi bukti bahwa SDM Kota Metro dapat bersaing di dalam negeri, bahkan di tingkat Internasional. “Saya apresiasi setinggi tingginya, walaupun gerimis, para model peraga busana tetap menunjukkan profesionalisme mereka dengan memberikan yang terbaik. Acara ini sangat luar biasa dan masyarakat sangat antusias untuk menyaksikan. Semoga acara seperti ini dapat menjadi penyemangat para desainer muda dan dalam menuangkan ide-idenya,” ucap Wahdi. Fashion show kali ini menampilkan 85 busana hasil karya 12 fashion desainer, masing-masing 5 desainer KOMPASION, 4 desainer tamu, dan 3 desainer dari Sekolah Menengah Kejuruan. Hasil karya para desainer diperagakan oleh 85 model siswa/siswi perguruan tinggi, SMA, SMK, dengan tata rias wajah oleh 51 Make-up Artist anggota komunitas MuA yang ada di Kota Metro. “Fashion show dan seluruh gelaran acara didokumentasikan dalam bentuk foto dan video oleh 15 fotografer anggota Komunitas Metro Photography. Keterlibatan berbagai elemen dalam gelaran SAY WAWAY merupakan bentuk kerja kolaborasi komunitas kreatif Kota Metro antara lain Women and Environment Studies (WES-Payungi), Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKD), Metro Photography, Komunitas Mak-up Artist/MuA HARPI MELATI DAN KATALIA, Komunitas Event Organizer dan Influencer, serta aktor pegiat seni budaya,” jelas Jan Ayu. Turut hadir dalam acara ini perwakilan Bank Indonesia Provinsi lampung, perwakilan Ketua Dekranasda Propinsi Lampung, jajaran Dekranasda Kabupaten/Kota di wilayah Propinsi Lampung, Anggota Forkopimda, Kepala OPD se – Kota Metro serta tokoh dan pegiat seni budaya. (bgs/yus)

0 Comments

Metro Sport Tourism, Ajang Unjuk Potensi Kelurahan dan Peningkatan UMKM di Kota Metro

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata memberikan ruang potensi pariwisata yang dapat dikembangkan oleh para investor untuk berinvestasi di Kota Metro. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk menarik minat investor tersebut adalah pelaksanaan Metro Sport Tourism (MST) yang diharapkan menjadi trobosan efektif dalam upaya peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian di Kota Metro. Hal ini disampaikan Walikota Metro dr. Wahdi Siraddjudin saat memberikan sambutan di kegiatan Metro Sport Tourism (MST) perdana di tahun 2024 ini yang berlangsung di Lapangan Banjarsari 29 Kecamatan Metro Utara, Minggu (25/02/2024). Wahdi juga mengungkapkan kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama untuk meningkatkan perekonomian lokal. Dengan dibukanya kegiatan Metro Sport Tourism (MST), diharapkan dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Metro. “Metro Sport Tourism ini sudah berjalan sejak tahun 2023 dimana kegiatan ini digagas supaya mereka yang dari luar Kota Metro bisa datang kesini sehingga menjadi daya tarik tersendiri, yang mana nantinya banyak kegiatan yang dapat dilakukan seperti kegiatan budaya, olahraga dan hiburan lainnya,” terangnya. “Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan peluang bisnis bagi masyarakat setempat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan olahraga. Dengan demikian, MST dapat menjadi trobosan efektif dalam menggerakkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Metro,” imbuhnya. Terlihat antusias warga yang mengikuti dalam kegiatan MST ini dikarenakan banyak yang dihadirkan seperti kesenian tradisional, pengenalan produk UMKM lokal, pengecekan kesehatan gratis dan layanan Disdukcapil juga ikut serta meriahkan kegiatan MST tersebut. Selain itu beberapa olahraga tradisional dan olahraga umum juga masuk dalam kegiatan ini. Dalam kesempatan tersebut Wahdi juga menyambangi rumah warga lansia dan penyandang disabilitas di sekitar kegiatan tersebut sekaligus memberikan bantuan berupa sembako dan tali asih sebagai wujud kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Arkan, salah seorang penyandang disabilitas warga Kelurahan Banjarsari penerima bantuan, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Walikota Metro atas perhatian dan kepeduliannya terhadap para penyandang disabilitas seperti dirinya, serta berharap Pemerintah Kota Metro dapat terus memperhatikan para penyandang disabilitas yang ada di Kota Metro. (bsr/yus)

0 Comments

MoU dengan Pemkot Metro, Walikota Surabaya Tertarik dengan Program dan Aplikasi JAMA-PAI

Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Kota Surabaya melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau MoU (memorandum of understanding) mengenai Jaringan Lintas Perkotaan yang berlangsung di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Jumat (23/02/2024). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Metro dr. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(k), M.H, dan juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, S.T., M.T. sepakat untuk menyinergikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat melalui kerjasama ini. Tujuan MoU ini juga untuk pertukaran informasi, pemberdayaan potensi dan peranan wilayah serta mengoptimalkan potensi sumber daya melalui percepatan pelayanan publik, serta pemenuhan pelayanan dasar masyarakat yang efektif dan efisien, demi meningkatkan kesejahteraan. Dalam sambutannya, Eri Cahyadi mengungkapkan apresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Metro yang telah berkenan melakukan kerjasama dengan Pemkot Surabaya. “Karena kita mempunyai tujuan yang sama-sama baik, yaitu dalam hal perizinan, maupun bidang kesehatan khususnya stunting hingga angka kematian ibu dan anak. Satu hal yang menurut saya Kota Metro bisa menjadi contoh yaitu terkait dengan program dan aplikasi Jama-PAI karena bisa memonitor angka kematian ibu dan anak, dimana warganya dapat memasukan sendiri data pribadinya lewat aplikasi, nah ini yang akan kita kolaborasikan nantinya,” katanya. Menurutnya semua yang didanai oleh APBD adalah milik bersama masyarakat yang bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang akuntabel, transparan, efektif dan efisien melalui kolaborasi antar daerah. “Jadi nantinya apa yang ada di Kota Surabaya ini bisa digunakan juga di Kota Metro dan begitu juga sebaliknya sehingga bisa terciptanya kolaborasi, karena seandainya ini nanti bisa dilakukan maka hal ini bisa menghemat keuangan negara karena kita bukan hanya saling membangun tetapi saling melengkapi di masing-masing kota. Insha Allah diawal bulan Maret 2024 ini, saya dan beberapa Kepala Dinas akan mengadakan kunjungan kerja balasan ke Kota Metro, untuk belajar juga, sehingga inovasi apa yang menarik yang ada di Kota Metro yang belum ada di Kota Surabaya akan kami adopsi juga”, ujar Eri Cahyadi. Dalam kesempatan yang sama Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, mengatakan penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan wujud ikhtiar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat demi menyongsong generasi Indonesia emas 2045. “Selain menjaga silaturahmi, MoU ini adalah bentuk usaha atau ikhtiar kita yang muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan sumber daya manusia. Banyak hal yang bisa kita ambil di Kota Surabaya ini salah satunya tentang System Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya terkait sistem Meritokrasi yang telah diterapkan di Kota Surabaya”, kata Wahdi. “Benar kata pak Eri Cahyadi tadi, ini dari dana APBD yang tentunya kita harus menggunakannya dengan tanggungjawab penuh, apalagi untuk pembangunan SPBE, kalau ada aplikasi yang yang bersifat membangun suatu daerah sebaiknya kita saling berbagi informasi sehingga bisa tercapai kolaborasi dan keseragamannya nanti. Kami pun akan dengan sangat senang hati menerima apabila Pak Eri Cahyadi dan kawan-kawan Kepala Dinas Kota Surabaya berkenan untuk berkunjung ke Kota Metro. Ini tentunya suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami Pemerintah dan masyarakat Kota Metro ” Sambung Wahdi. Berangkat dari kesamaan tujuan dalam organisasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Walikota Metro dan Walikota Surabaya mentargetkan MoU ini akan segera terealisasi, sehingga menciptakan pelayanan publik yang berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua Daerah tersebut. (bsr/yus)

0 Comments

Kelurahan Purwoasri Gelar Musrenbang, Susun Program 2024

Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kota Metro Tahun Anggaran 2024, Selasa (20/02/2023). Tujuan utama dari musyawarah ini adalah untuk menampung partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, sehingga program-program pembangunan yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kelurahan Purwoasri. Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman mengatakan bahwa setiap kelurahan mempunyai kebutuhan dan potensi masing-masing yang harus dilakukan penguatan. “Semua menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi, tentu penguatan Pemerintah Kota Metro kepada dua kelurahan ini pendekatannya berbeda. Untuk kelurahan purwosari lebih kepada infrastruktur dan disini lebih kepada sosial budaya, karena disini infrastrukturnya sudah lumayan bagus sehingga ke depan harus juga ditinjau kembali,” ucap Qomaru. Qomaru juga menyampaikan, penguatan ekonomi dan sosial budayanya harus disesuaikan dengan kebutuhan. “Terkait penguatan kebutuhan pada rumah ibadah terutama TPA, para tokoh agama seperti guru ngaji boleh ditambahkan sekitar 4 sampai 5 orang dan tentu juga perhatikan honornya juga,” paparnya. Untuk pembongkaran lahan Capit Urang, Wakil Wali Kota menyatakan sudah dilakukan pembahasan bagaimana pemanfaatan dan memperdayakan tempat tersebut sehingga punya nilai produktif. Sementara itu, Lurah Purwoasri Sutoyo menyampaikan anggaran yang akan direalisasikan sebesar 3 milyar rupiah. “Dari proses Musrenbang Tahun Anggaran 2024 dari tingkat RT, RW dan kelurahan sudah kita anggarkan dan prioritaskan kurang lebih 3 miliyar untuk bidang fisik, ekonomi dan sosial budaya,” jelasnya. Sutoyo juga memaparkan beberapa penguatan di bidang sosial budaya yang akan dilakukan di kelurahan Purwoasri. “Kita memberikan bantuan berupa AC, kipas angin dan lainnya termasuk guru ngaji di 11 masjid dan mushola sudah kita akomodir. Kita ada 5 masjid dan 5 mushola termasuk pondok dan 1 Gereja Santo Xaverius di RW 8, pembangunan kita sama ratakan baik muslim maupun non muslim. Dirinya juga akan mengajukan perbaikan jembatan penghubung antara kelurahan Purwoasri dan kelurahan Purwosari di tahun 2025 mendatang. (tm/yus)

0 Comments

Sekda Metro Tutup Kegiatan Lokakarya dari SNV

Sekretaris Daerah Kota Metro, Ir. Bangkit Haryo Utomo menutup kegiatan Lokakarya sanitasi perkotaan dalam rangka akhir program Wash SDGs dari SNV yang berlangsung di Hotel Aidia Grande, Kamis (22/02/2024). Bangkit mengatakan, kegiatan yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini harus dapat dipertahankan demi pembangunan berkelanjutan di Kota Metro. “SNV ini adalah lembaga konsultan dari Belanda yang membantu Indonesia dan Kota Metro sudah menjadi bagian dari program SNV. ini yang butuh kita pertahankan dan dapat membantu dari sisi sanitasi aman dan berkelanjutan di Kota Metro,” harapnya. Ia juga memaparkan beberapa kegiatan terkait dengan lokakarya tersebut seperti arisan sedot tinja, kemudian terkait dengan sanitasi, pelatihan pembangunan septic tank yang kedap air ini merupakan bantuan dari SNV. Koordinator SNV Jakarta, Dadang Ahmad Hidayat berharap Kota Metro dapat melanjutkan program yang sudah dibangun dan dikelola oleh SNV, terutama bidang sanitasi dan aseptik. “Kita mengajarkan bagaimana merubah aseptik di masyarakat dari tidak kedap air menjadi kedap air, sebetulnya Kota Metro secara akses sudah terbebas dari buang air besar sembarangan 100 persen, tetapi dari kepemilikan aseptik semua belum memiliki,” ungkap Dadang. Dirinya juga mengatakan agar UPTD Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Karang Rejo dapat ditingkatkan dan dikembangkan dengan baik. “Semoga pelayanan mulai dari pendataan pelanggan maupun infrastruktur di UPTD IPLT Karang Rejo dapat lebih ditingkatkan melalui pendanaan dari APBD maupun APBN. Kami berharap semuanya walaupun nanti SNV sudah tidak ada di Kota Metro ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan sehingga mencapai target sesuai dengan pembangunan berkelanjutan dan dapat mencapai target kedepannya,” tutupnya. (tm/yus)