0 Comments

Walikota Wahdi, Lepas 34 Atlet ke Ajang PON ke XXI, Yakin Bawa Pulang Emas

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar Apel mingguan sekaligus melepas 34 atlet yang akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI di Sumatera Utara (Sumut)-Aceh 2024 yang berlangsung di halaman kantor Walikota Metro (02/09/2024). Menjadi pembina apel, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, pelepasan atlet PON XXI ini merupakan bentuk keseriusan dan dedikasi para atlet dalam mengharumkan nama Bumi Sai Wawai di Kancah Nasional. “Pagi ini selain melaksanakan Apel mingguan, Kita melepas Para atlet PON XXI yang siap bertanding di Sumut dan Aceh. Di tahun ini ada 34 atlet dari 8 cabang olah raga masuk dalam kontingen Provinsi Lampung, ini adalah bentuk Komitmen kita dalam mendukung mereka,” ujarnya. 34 Atlet yang di lepas hari ini berasal dari Cabang olahraga (Cabor) diantaranya adalah Panahan, Judo, Baseball, Softball, Pencak silat, Karate, bulu tangkis dan Tinju, Wahdi menargetkan Atlet yang akan bertanding mewakili Kota Metro ini bisa mendapatkan medali emas. “Target kita tentunya dapat medali emas semua. Pemerintah akan terus berupaya memberikan apresiasi sesuai dengan kemampuan. Ada dunia usaha dan forum CSR yang siap berkolaborasi memikirkan prestasi anak bangsa,” lanjutnya. Di kesempatan yang sama Ketua KONI Kota Metro, Ampian Bustami mengatakan selain 8 cabor, pihaknya juga memberangkatkan pelatih serta wasit yang siap bersinergi di PON XXI “Kami memberangkatkan 8 cabor, mulai dari panahan, judo, baseball dan softball, pencak silat, karate, hoki putri, bulutangkis, dan tinju. Selain 34 atlet ada 6 pelatih dan satu wasit,” kata dia. Ampian juga menargetkan perolehan mendali Emas dari berbagai Cabor dengan fokus utama adalah Judo serta berharap panahan, karate, dan hoki putri juga bisa menyumbangkan medali emas. “Kami berharap agar setiap cabor bisa meraih mendali Emas, untuk Judo kami optimis karena mengirim 5 atlet sekaligus. Bonus langsung dari Provinsi Lampung. Jika meraih emas akan dapat bonus Rp300 juta per medali emas ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi para atlet,” pungkasnya. Selain itu di kesempatan yang sama dilaksanakan pemberian reward kepada peserta O2SN, OSN, Gala Siswa Indonesia (GSI), festival lomba seni siswa Nasional (FLS2N), dan LCC Kebudayaan permuseuman yang diberikan langsung oleh Walikota Metro di dampingi Wakil Walikota Metro. (bsr/yus)

0 Comments

Walikota Metro, Wahdi Dukung Panggung Apresiasi Pejuang Pendidikan Tingkatkan Budaya Literasi

Wali Kota Metro Wahdi secara resmi membuka kegiatan “Panggung Apresiasi Pejuang Pendidikan” di Taman Merdeka, Minggu (1/9/2028). Kegiatan tersebut merupakan gagasan pengurus Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Metro. Kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat budaya literasi di Bumi Sai Wawai. Selain itu, event tersebut juga sebagai upaya menciptakan ruang apresiasi untuk mengedukasi masyarakat. Wali Kota Metro, Wahdi menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menumbuhkan literasi di Kota Metro perlu dibudayakan. “Mudah-mudahan semua pada hari Minggu ini menjadi senang dan ceria, apresiasi yang masih masih ada setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Ini adalah suatu kegiatan yang sangat baik sekali, saya tentu menyambut baik panggung apresiasi pejuang pendidikan,” ucap Wahdi dalam sambutannya. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama membangun Kota Metro serta mengisi kemerdekaan dengan karya hebat. “Ayo kita bersama bangun Kota Metro lebih ceria lagi, maju berkelanjutan. Mari kita isi kemerdekaan kita dengan karya-karya hebat kita,” pungkasnya. Dalam kesempatan itu, Ketua Perempuan PGRI Kota Metro, Atut Dwi Sartika mengatakan bahwa perempuan PGRI Kota Metro berkontribusi mengisi kemerdekaan mewujudkan Metro menuju generasi emas. “Sebagai bagian dari anak bangsa yang menjadi bagian garda terdepan dalam menjaga idealisme, penjagaan karakter dan ikut membentuk generasi penerus bangsa, kami menciptakan ruang-ruang panggung apresiasi yang mana ini merupakan salah satu bentuk memperkuat budaya literasi di Kota Metro,” kata dia saat dikonfirmasi awak media, Minggu (1/9/2024). Menurutnya, dengan menghidupkan panggung sederhana apresiasi baca puisi, secara tidak langsung dapat mengedukasi masyarakat dengan melihat bagaimana semangat serta cita- cita yang dibawa para pemimpin yang mengurus kota ini. “Secara tidak langsung ikut mendorong geliat para warganya untuk gemar membaca dan memperluas bahan bacaan baik pengetahuan umum, keilmuan lain bahkan dunia sastra dan kepenyairan,” ujarnya. Wanita yang akrab disapa ibu Atut tersebut juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan para guru yang bergembira dengan fashion show bernuansa cinta Indonesia dan karnaval budaya, penggunaan bahan daur ulang dan kontemporer bagi murid. “Khusus kegiatan ini juga sebagai pemanasan dalam rangka program kerja Perempuan PGRI yang akan menggelar program lanjutan. Sebelumnya pelantikan duta literasi bagi pelajar di kota Metro pada bulan bahasa yang akan datang, dan ikut serta berpartisipasi dalam persiapan pemanasan sebagai tuan rumah Gelar Karya Pendidikan se Provinsi Lampung yang akan di gelar BGP Provinsi Lampung di Kota Metro pada bulan November,” jelasnya. Tak hanya itu, dirinya juga membiarkan tantangan serta peluang dalam garapan event tersebut. Menurutnya, Kota Metro juga menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan statusnya sebagai kota pendidikan dan literasi. “Tantangan utama adalah bagaimana mempertahankan kualitas pendidikan di tengah pertumbuhan jumlah penduduk dan keterbatasan anggaran. Selain itu, di era digital seperti sekarang, tantangan dalam menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda juga semakin besar karena mereka lebih cenderung menghabiskan waktu dengan gadget daripada membaca buku,” paparnya. Meskipun begitu, wanita yang menjabat sebagai Kepala SD Negeri 6 Metro Pusat itu mengungkap sebuah peluang untuk berkembang yang masih sangat besar. Pengembangan teknologi pendidikan dan literasi digital menjadi salah satu fokus yang bisa digarap oleh Kota Metro dalam mempertahankan dan bahkan meningkatkan posisinya sebagai kota pendidikan dan literasi. “Program-program seperti e-library, platform belajar daring, dan aplikasi literasi bisa menjadi solusi untuk menghadapi tantangan di era digital ini. Metro dengan segala potensi dan infrastruktur yang dimilikinya, telah berhasil membangun identitas kuat sebagai kota pendidikan dan literasi di Lampung,” terangnya. “Keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari peran aktif pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan yang ada di kota ini. Termasuk di dalamnya kontribusi dan keterlibatan organisasi kemasyarakatan yang salah satu diantaranya keberadaan Peran Perempuan PGRI Kota Metro,” tambahnya. Guru yang juga merupakan penyair Lampung tersebut menuturkan sejarah dan latar belakang Kota Metro yang telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan literasi di Lampung. Menurutnya, reputasi tersebut lantaran Metro telah memiliki sejarah panjang dalam bidang pendidikan yang menjadikannya unggul di antara kota-kota lain di provinsi Lampung. “Sejarah pendidikan di Metro bisa dilacak sejak masa kolonial Belanda, di mana pendidikan mulai diperkenalkan kepada masyarakat pribumi. Metro tumbuh sebagai salah satu pusat penyebaran pendidikan dasar hingga menengah di Lampung, dengan berdirinya sekolah-sekolah yang diinisiasi oleh pemerintah kolonial dan misionaris,” tuturnya. “Pasca kemerdekaan Indonesia, peran Metro sebagai pusat pendidikan semakin diperkuat dengan pendirian berbagai institusi pendidikan,” lanjutnya. Selain itu, menurut penyair dengan nama Adiska tersebut, Metro juga diklaim memiliki infrastruktur pendidikan yang relatif lengkap dan berkualitas. Terdapat banyak sekolah dari tingkat dasar hingga menengah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Metro. “Beberapa sekolah terkenal di Metro bahkan sering menjadi rujukan bagi siswa dari luar kota. Selain itu, Metro juga menjadi tempat berdirinya beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, seperti IAIN Metro, Universitas Muhammadiyah Metro total 14 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Kehadiran perguruan tinggi ini menjadikan Metro sebagai magnet bagi para pelajar dari berbagai daerah di Lampung bahkan luar provinsi untuk menimba ilmu,” ucapnya. Dirinya juga bahkan menuturkan budaya literasi yang menjadi program pemerintah maupun lembaga di kota Metro. Salah satu program andalannya yaitu Gerakan Metro Membaca yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan warga, khususnya anak-anak dan remaja. “Program ini melibatkan perpustakaan keliling, taman bacaan, dan berbagai kegiatan literasi lainnya yang tersebar di seluruh penjuru kota. Kota ini juga secara rutin menggelar berbagai acara literasi, seperti pameran buku, workshop menulis, serta diskusi sastra yang melibatkan penulis-penulis lokal maupun nasional. Hal ini semakin memperkuat citra Metro sebagai kota yang peduli dengan perkembangan literasi,” bebernya. Penulis Antologi Puisi berjudul Semacam Cerita Kasih itu juga menerangkan dukungan pemerintah dan masyarakat yang menjadi kunci penting dalam mengembangkan sektor pendidikan dan literasi di Bumi Sai Wawai. “Berbagai kebijakan yang pro-pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan bantuan bagi keluarga kurang mampu, telah meningkatkan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga sangat tinggi, yang terlihat dari antusiasme orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka,” tandasnya. (bsr/yus)

0 Comments

Berbagai Komunitas Meriahkan CFD Metro Bulan September

Pemerintah Kota Metro berkolaborasi dengan swasta dan seluruh lapisan masyarakat kembali mengadakan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD), CFD awal bulan September kali ini digelar di area Alun-alun Taman Merdeka yang diikuti ribuan masyarakat, Minggu (01/09/2024). Diawali dengan senam bersama kegiatan kali ini bertajuk sehat, gembira dan silaturahmi mengingat kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu terbukti berbagai komunitas seperti BMX, Sepatu Roda, pushbike para runner dan masih banyak yang lainnya memadati untuk mengikuti kegiatan CFD ini. Dalam sambutanya Walikota Metro, Wahdi mengatakan sehat menjadi landasan utama dalam kegiatan ini berbagai kalangan baik komunitas masyarakat dan juga para pegawai di instansi Pemerintah Kota Metro berkumpul seraya bersilaturahmi dengan mengikuti berbagai kegiatan yang dihadirkan di CFD ini. “Car Free Day ini menjadi momentum yang tepat bagi kita semua untuk bertemu, berinteraksi, dan saling mengenal satu sama lain, saya berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi seluruh warga Metro. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, berbahagia, dan menjalin hubungan yang harmonis dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya. “Melalui kegiatan CFD, mari kita gunakan momen ini untuk membangun hubungan yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari. Bersama-sama, mari kita menciptakan kota yang lebih inklusif, peduli lingkungan, dan penuh kebahagiaan,” lanjutnya. Dirinya juga mengatakan bahwa kegiatan seperti ini harus sering dilakukan disamping membuat sehat antusias warga sangat positif mengingat harapan hidup di Kota Metro paling tinggi di Provinsi Lampung. “Menurut BPS kita ini mempunyai angka harapan hidup yang tinggi nomor 1 di Provinsi Lampung, yaitu sekitar 70 tahun untuk laki laki dan Perempuan 74 tahun, jadi kalaumau awet muda pindah ke Kota Metro,” ujarnya. Salah satu mahasiswi di Poltekes Kota Metro, Indartiana mengatakan dirinya berserta teman temanya sangat antusias menghadiri acara CFD yang digelar pada tiap bulannya. Menurutnya, dengan adanya CFD ini menjadikan warga semangat dalam menyambut Minggu pagi untuk berolahraga. Bahkan, lanjut dia, dirinya telah bersiap-siap sejak pukul 05.30 WIB untuk berolahraga pagi di gelaran CFD Metro. “Senang rasanya ada CFD, tadi dari pukul 05.30 WIB sudah stand by. Ada acara senam juga tadi, yang datang juga ramai masyarakat, ada mungkin sampai ratusan sampai ribuan orang,” bebernya. Terpisah, Warga Metro Pusat, Herlambang yang juga menghadiri CFD Metro menuturkan hal serupa. Menurutnya gelaran CFD harus sering digelar di Metro. “Ramai yang datang, ada yang jogging, ada juga senam serta tadi saya melihat ada yang pijet urat keseleo, dan ada juga cukur secara gratis harapan saya sih semoga gelaran CFD ini ada terus di tiap bulanannya ya, kalau bisa malah seminggu dua kali,” tukasnya. Tak hanya itu untuk memeriahkan kegiatan ini Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan komunitas seperti Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) secara gratis , dan lazis NU yang membuka pangkas rambut secara gratis serta Bank Nasional Indonesia (BNI) yang membantu memudahkan masyarakat bertransaksi. (bsr/yus)

0 Comments

Busyro Muqaddas Isi FGD Anti Korupsi di Kota Metro

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo membuka giat Forum Group Discussion (FGD) Peningkatan Kesadaran Gerakan Anti korupsi yang dihadiri oleh bapak Dr. H. Busyro Muqaddas, M. Hum, diketahui beliau adalah Ketua KPK RI Periode 2011 hingga 2014. Kegiatan dilakukan di Aula Pemerintah Kota Metro (30/08/2024). Sekda Kota Metro Ir. Bangkit Haryo Utomo, menyambut mantan ketua KPK tersebut beserta jajaran kepala OPD se Kota Metro. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro saya mengucapakan selamat datang kepada bapak Dr. h. Busyro Muqaddas, M. Hum di Kota Metro. Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran bapak di sini dalam rangka memberikan sumbangsih pemikiran, inspirasi dan motivasi dari bapak dalam upaya peningkatan kesadaran Gerakan Anti Korupsi di Kota Metro,” ucapnya. Bangkit menjelaskan, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Metro guna meningkatkan kesadaran anti korupsi diantaranya, Fasilitasi Sosialisasi Roadshow Bus KPK tahun 2021, dengan tema “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” dengan target peserta ASN se Kota Metro, Sosialisasi anti korupsi untuk anggota legislatif, dan berbagai kegiatan kuliah umum tentang anti korupsi di berbagai perguruan tinggi di Kota Metro. “Dengan berbagai upaya yang telah dilaksanakan tersebut dan dengan dilaksanakan tersebut dan dengan dilaksanakannya kegiatan pada pagi hari ini, diharapkan akan dapat semakin menguat integritas jajaran pemerintah Kota Metro beserta seluruh Stakeholder terkait,” tutupnya. Dalam pemaparannya, Busyro berbagi pengalaman selama menjabat Ketua KPK RI. Ia juga memberikan wawasan bagaimana terciptanya lingkungan pemerintahan yang bersih bebas dari KKN. Bagi Busyro, penanganan KKN dalam pelaksanaannya kerap terjadi benturan kepentingan, sehingga penyelenggara negara harus memiliki jiwa integritas, sehingga tidak melakukan upaya-upaya dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri, kelompok atau golongan. “Korupsi merupakan kejahatan serius dan sangat membahayakan kehidupan berbangsa karena dapat menyengsarakan rakyat Indonesia. Sedangkan gratifikasi dan benturan kepentingan merupakan salah satu hambatan dalam keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih (good governance),” ucap Busyro Muqqadas. (bgs/yus)

0 Comments

Sekda Metro Pimpin Rakor Standar Pelayanan Minimal tahun 2025 dan evaluasi tahun 2024

Sekretaris Daerah Kota Metro, Ir. Bangkit Haryo Utomo memimpin rapat evaluasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2024 dan koordinasi rencana penerapan SPM tahun 2025 di lingkungan pemerintah kota Metro yang dilaksanakan di Ruang OR Sekretariat Daerah kota Metro, Kamis (29/08/2024). Dalam sambutannya, Bangkit Haryo Utomo menekankan pentingnya Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah. “SPM adalah hak warga yang harus dipenuhi secara minimal oleh pemerintah daerah,” jelasnya. Rapat evaluasi ini, menurutnya, dilakukan untuk mempersiapkan penerapan SPM tahun 2025 agar lebih optimal. Bangkit Haryo Utomo juga mengungkapkan bahwa pencapaian SPM Kota Metro pada tahun 2022 berhasil menempati peringkat ke-9 secara nasional, namun mengalami penurunan di tahun 2023 dengan menempati peringkat ke-15. “Tujuan utama dari rapat ini adalah untuk mengetahui kondisi data pelaporan SPM serta menyusun langkah-langkah strategis untuk tahun 2025. SPM ini juga menjadi salah satu syarat bagi daerah untuk mendapatkan insentif fiskal,” ujarnya. Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa penerapan SPM di Kota Metro didasarkan pada Pasal 18 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal. SPM yang dilaksanakan di Kota Metro mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, penanganan bencana daerah, pemadam kebakaran dan penyelamatan, serta sosial. Namun, Sekda juga mengakui adanya berbagai hambatan dalam penerapan SPM di Kota Metro. “Masih terdapat kendala mulai dari nomenklatur hingga penganggaran,” kata Bangkit. Dia menjelaskan bahwa dalam penyusunan anggaran tahun 2025, banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengalami kesulitan dalam hal anggaran. “Sebenarnya, hampir semua OPD ini mengalami masalah dalam hal anggaran. Namun, kami terus berusaha menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada. Meskipun nominalnya besar, kami akan memprioritaskan anggaran untuk SPM,” ujar Bangkit. Dia menekankan bahwa yang terpenting adalah mempertahankan keberadaan program dan kegiatan SPM, karena jika tidak dianggarkan, program tersebut akan sulit untuk dipertahankan. Bangkit Haryo Utomo juga berharap agar ada rencana kunjungan ke beberapa daerah lain di luar Kota Metro untuk mendapatkan pedoman dan arahan dalam upaya pencapaian target SPM. “Ini penting untuk memastikan kita dapat mencapai target SPM yang lebih baik di tahun 2025,” tutupnya. (tm/yus)

0 Comments

Staf Ahli I, dr. Silfia Kunjungi Warga yang terjatuh saat Gotong Royong Bedah Rumah

Staf Ahli I Wali Kota Metro yang juga menjabat sebagai Ketua TP. PKK Kota Metro didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan langsung turun tangan menjenguk warga yang terjatuh saat gotong-royong di kediaman Arum warga Rejomulyo penerima bedah rumah. Kepala Dinas Kesehatan Metro, Eko Hendro, mengatakan, dari tim medis sudah melakukan pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat khususnya warga yang terjatuh tersebut . “Keberadaan pemerintah harus dekat dengan masyarakat. Ini ada warga yang habis gotong-royong jatuh, makanya perlu kita tilik supaya kita dapat melihat status kesehatannya,” ujarnya, Selasa (27/08/2024). Berdasarkan hasil pantauan, Eko menuturkan bahwa warga yang terjatuh tersebut ternyata sudah dibawa ke rumah sakit. “Nanti kita arahkan juga untuk kontrol pulang ke rumah sakit supaya sehatnya sempurna, itu fungsi pemerintah. Mendekatkan diri dengan masyarakat, “tuturnya saat melakukan kunjungan ke rumah warga yang ada di Kelurahan Rejomulyo. Menurutnya, program Home Care yang dicanangkan oleh Wali Kota Metro dan Ketua TP. PKK Kota Metro merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat. “Pak Wali Kota ini, benar-benar sangat perhatian sama masyarakatnya. Jadi, kita tenaga kesehatan harus benar-benar respon dan dekat dengan masyarakat,” tambah Kepala Dinas. Ia juga menjelaskan bahwa program unggulan Pak Wali Kota mendorong tenaga kesehatan untuk bermanfaat bagi masyarakat dengan melakukan jemput bola. “Jangan sampai ada warga yang tidak ditangani kesehatannya. Kita yang turun, karena tidak semua masyarakat mampu mengakses pelayanan, jadi kita yang mengakses masyarakat,” tegasnya. Selain itu, turun langsung ke lapangan juga menjadi bukti nyata komitmen Dinas Kesehatan Kota Metro untuk memastikan kesehatan masyarakat terpenuhi dan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses pelayanan kesehatan. (yl/bsr/yus)

0 Comments

“Terimakasih Pak Wahdi” ujar Warga Rejomulyo Penerima Bantuan Bedah Rumah

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menyerahkan bantuan sosial untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bantuan bedah rumah kepada Arum Setya Ningsih (60) warga Jl. Mayjend, S. Parman RT.11/RW.03 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/08/2024). Sambil mengusap wajah, Arum penerima bedah rumah berkata. “Terimakasih pak Wahdi,” ungkapnya singkat di dapur sederhananya ditemani sejumlah anaknya, kepada awak media. Arum menghuni rumah tersebut yang sebelumnya berupa bangunan semi permanen selama puluhan tahun. “Ini kita beli sudah lama mas, dan kita beli ya untungnya sudah ada pondasi, jadi tinggal bangun, sebelumnya ya masih geribik semi permanen,” kata anak Arum. Untuk informasi, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni. “Hari ini kita berada di Rejomulyo, salah satu lokasi program Pemerintah Kota Metro untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni. Pada periode ini, ada 7 penerima bantuan yang akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah,” ujarnya. Wahdi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat dalam pembangunan Kota Metro dengan membentuk forum CSR dan mengajak para pelaku ekonomi untuk berpartisipasi aktif. “Kami ingin selalu mendorong partisipasi aktif di forum CSR, yang merupakan tanggung jawab bersama, khususnya bagi pihak swasta. Maka kami telah membentuk forum CSR yang melibatkan kurang lebih 56 perusahaan,” terangnya. Menurutnya, Pembentukan forum CSR ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Metro untuk mengoptimalkan peran sektor swasta dalam pembangunan Kota Metro dengan membagi forum-forum tersebut. “Karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kerjasama dengan sektor swasta sangat penting untuk mencapai tujuan bersama,” tuturnya. Lebih lanjut, Wahdi menjelaskan bahwa bantuan RTLH yang diberikan kepada Ibu Arum merupakan bagian dari program yang dianggarkan melalui APBD. “Untuk tahun ini, ada tujuh rumah yang mendapatkan bantuan RTLH dari APBD. Ke depan, kami berharap bantuan ini bisa bersumber dari berbagai pihak, seperti bank dan perusahaan swasta, dengan mekanisme kerjasama yang jelas dengan pemerintah,” harapnya. Terlebih, Kota Metro memiliki potensi untuk menjadi kota jasa, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. “Kita ingin menjadikan ini adalah kota jasa, jasa kesehatan dan jasa pendidikan sehingga Metro ini menjadi pusat yang diinginkan oleh sekitarnya yaitu kabupaten/kota,” jelasnya. Maka, diperlukan pergerakan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk di bidang perdagangan dan infrastruktur. “Bukan hanya infrastruktur, tapi juga rumah-rumah masyarakat juga harus kita perhatikan kesejahteraannya. Salah satu indikator kesejahteraan adalah kesehatan, pendidikan, dan perumahan,” bebernya. Wali Kota Wahdi menekankan bahwa keberadaan rumah kumuh menunjukkan bahwa kita belum mencapai tujuan kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jika masih ada rumah yang kumuh, berarti kita belum mencapai tujuan kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan yang kumuh tidak mencerminkan masyarakat yang sejahtera,” tegas Wali Kota Wahdi. Sementara itu , Asisten II Sekda Kota Metro, Yerri Ehwan, menyampaikan bahwa program RTLH di Kota Metro tersebar di 7 kelurahan, yaitu Kelurahan Rejomulyo, Metro, Yosorejo, Yosomulyo, Ganjar Agung, Karangrejo, dan Mulyojati. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening penerima, dengan total Rp.20.000.000,- per penerima. Rp.17.500.000, -dialokasikan untuk pembelian material dan Rp2.500.000 untuk upah kerja atau tukang. “Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu, dan tahun ini kita alokasikan untuk 7 rumah. Ke depannya, kita akan terus berupaya untuk membantu lebih banyak lagi warga yang membutuhkan,” tambah Yerri. Yerri juga menyebutkan bahwa ada 3 kriteria yang harus dipenuhi oleh masyarakat sebagai pemohon yang ingin mengajukan RTLH. “Pertama, rumah tidak layak huni dilihat dari keselamatan bangunan, kekuatan bangunan, kesehatan penghuni, dan ukuran minimal luas bangunan. Kedua, rumah harus milik warga yang kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah, “pungkasnya. Ketiga, lokasi tanah dan bangunan harus milik penghuni yang mengajukan permohonan. “Untuk pengajuan permohonan bantuan RTLH dapat dilakukan melalui musrenbang atau media lainnya. Setelah itu, tim kami akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” ungkapnya Yerri juga berharap, melalui program RTLH ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Metro dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni. (bsr/yl/yus)

0 Comments

Walikota Wahdi Hadiri Pengajian LDII tentang Bahaya Judi Online

Wali Kota Metro Wah di menghadiri kajian dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang bekerjasama dengan Polri, Kejaksaan tentang bahaya judi online bagi generasi muda yang bertempat di Masjid Khairul Huda Jl. Merica 1 Iringmulyo Metro. Ketua pengurus LDII Masjid Khairul Huda, Mahadi menyampaikan judi online (Judol) merupakan ancaman virus bagi seluruh kalangan masyarakat menurutnya aktivitas ini selain merusak finansial juga merusak moral setiap pengguna nya maka dari itu dirinya akan mendukung sepenuhnya kepada Pemerintah serta Polri dan instasi terkait untuk bisa memberantas segala aktivitas yang menyimpang termasuk Judol ini. “Banyak sekali yang sudah terjerumus di kegiatan yang menyimpang ini bukan hanya dikalangan masyarakat biasa tetapi di semua sektor bahkan anak dibawah umur sekarang sudah banyak yang terjerumus oleh Virus Judi online ini, maka dari itu kegiatan ini dilakukan guna memberikan pemahaman akan perilaku yang menyimpang ini,” Katanya. “Sebagai Organisasi yang berbasis keagamaan LDII akan siap terus mendukung upaya Pemerintah setempat untuk dapat memberantas aktivitas Judi Online yang semakin marak dan meresahkan masyarakat, bukan hanya materi Judol ini sudah merusak moral dan tatanan sosial dikalangan muda,” Imbuhnya. Dalam kesempatan ini Walikota Metro mengatakan Generasi muda, sebagai penerus bangsa dan aset yang sangat berharga. Namun, banyak yang belum sepenuhnya menyadari bahaya dampak negatif dari judi online. Judi online tidak hanya dapat merusak masa depan, tetapi juga dapat menghancurkan hubungan keluarga, kesehatan mental, dan integritas pribadi. “Kami berharap penyuluhan ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam kepada generasi muda dan pengurus lembaga dakwah tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya tersebut,” Ujarnya. “Kami mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi, bertanya, dan berdiskusi. Mari kita bersama-sama mencari solusi dan strategi untuk mengedukasi dan melindungi diri kita dan generasi muda dari bahaya judi online,” Tutup Wahdi. (bsr/yus)

0 Comments

Warga Metro Utara Bahagia, Ada MST dan Homecare oleh Pak Wali

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata memberikan ruang potensi pariwisata yang dapat di kembangkan oleh investor, Metro Sport Tourism (MST) ini menjadi trobosan efektif dalam upaya peningkatan perekonomian lewat sektor pariwisata di Kota Metro. Hal ini di sampaikan Walikota Metro Wahdi Siraddjudin saat memberikan sambutan di kegiatan Metro Sport Tourism (MST) di tahun 2024 ini yang berlangsung di persimpangan kelurahan purwosari Kecamatan Metro Utara, Minggu (25/08/2024). “Metro Sport Tourism ini sudah berjalan sejak tahun 2023 dimana kegiatan ini di gagas supaya mereka yang dari luar Kota Metro bisa datang kesini sehingga menjadi daya tarik tersendiri, yang mana nantinya banyak kegiatan yang dapat di lakukan seperti kegiatan budaya,olahraga dan hiburan lainnya,” terangnya. Dengan nuansa semarak HUT RI yang ke 79 kegiatan ini diawali dengan pelepasan jalan sehat serta senam bersama kegiatan ini di sambut meriah oleh ratusan masyarakat terlihat dari antusias masyarakat yang memadati tempat sejak pukul 06.00 WIB, sementara itu Walikota Metro, Wahdi menjelaskan bahwa MST ini merupakan salah satu upaya Pemerintah kota Metro, untuk meningkatkan perekonomian melalui pariwisata warga. “Iya dalam MST ini banyak yang bisa ditampilkan seperti olahraga, budaya dan lainnya. Jadi melalui kegiatan ini banyak pelaku UMKM yang menjajakan makanan ini salah satu bukti bahwa pembangunan di Metro ini bukan hanya infrastruktur, Sumber Daya Manusia, budaya dan pariwisata, tetapi perekonomian nya juga,” katanya. Dirinya mengungkapkan, dalam acara tersebut banyak yang ditampilkan diantara beberapa kegiatan, yaitu senam,jalan sehat,parade fashion show, lomba tumpeng dan penampilan seni budaya serta masih banyak lagi kegiatan olahraga lainnya. “Kita berharap dalam kegiatan ini masyarakat karang taruna, tokoh agama tokoh adat dapat bergotong royong, menjaga nilai silaturahmi. Dengan semangat baru kemerdekaan dan yang paling penting adalah menjaga kesehatan lahir dan batin,” pungkasnya. Tampah hadir dalan kegiatan ini Wakil Walikota Metro, Sekertaris Daerah, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, para Asisten Sekda Kota Metro,para Kepala OPD, Camat serta lurah Se-Kota Metro dan juga Masyarakat sekitar. Lebih lanjut kegiatan ini dilanjutkan dengan Home care di sekitar lokasi dimana salah satu warga yang dikunjungi yaitu bernama Ratna RW 5 Kader Posyandu yang mengalami penyakit Kanker Payudara. Kegiatan Home Care ini juga merupakan implementasi dari Visi Kota Metro, yakni terwujudnya Kota Metro yang Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya. Melalui kegiatan Home Care ini, Wahdi memimpin langsung kepada tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Metro serta didampingi Dinas Sosial , mengunjungi warga yang sakit dan memeriksa kondisinya untuk menentukan langkah medis selanjutnya baik ringan maupun berat. “Ini sebagai wujud kepedulian kepada warga Bumi Sai Wawai, serta wujud kepemimpinan untuk memotivasi tenaga kesehatan yang ada di Kota Metro, agar dapat bekerja lebih baik dan senantiasa ikhlas dalam memberikan pelayanan serta pengabdian,” kata Wahdi. Dalam kegiatan Home Care Wahdi juga memberikan tali asih dan paket sembako kepada warga yang dikunjungi. Ratna warga yang menderita sakit kangker payudara menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Metro atas perhatian dan kepedulian dengan mengunjungi sekaligus memberikan layanan kesehatan kepada dirinya, karena kunjungan dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro. “Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Metro atas segala kepedulian dan perhatiannya kepada saya. Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tandasnya. (bsr/yus)

0 Comments

Semakin Gemerlang, pelajar asal Kota Metro Boyong dua medali emas di Ajang O2SN tingkat Nasional

Dengan slogan Kota Metro, pada dunia pendidikan yaitu Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang) sebagai peta jalan Indonesia Emas 2045 nampaknya mendapat dukungan dari berbagai macam unsur. Salah satu unsur pendukung terpenting adalah generasi berprestasi sebagai bekal SDM masa depan Kota Metro. Yaitu merupakan suatu kebanggaan yang diukir oleh pelajar puteri asal SMP Muhammadiyah 1 Kota Metro, yang berhasil menyabet dua medali emas sekaligus di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Torehan ini membuktikan dan semakin menguatkan bahwa generasi Metro adalah generasi yang cemerlang. Pelajar puteri ini ialah Yolanda Ferri Saputri, yang berhasil menyabet dua medali emas pada kategori Gaya Dada Puteri 100 Meter dan Gaya Dada Puteri 50 Meter. A Kusnanto selalu Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Metro, mengapresiasi siswinya yang meraih medali emas tersebut. Ia mengaku, Yolanda Ferri Saputri sebelumnya meraih medali emas pada O2SN tingkat Provinsi Lampung, Selasa, 25 Juni 2024. “Saya ucapkan terimakasih kepada anakku Yolanda atas kerja kerasnya mengharukan nama almamater dan Kota Metro. Bahkan anak kami, kalau mau ada event, latihannya ditingkatkan. Kebetulan guru olahraga pelatih renangnya yang sekarang juga mendampingi sampai Jakarta,” katanya melalui pesan WhatsApp, Minggu (25/8/2024). Ia sebagai kepala sekolah yang mendukung program Gemerlang juga memberikan beasiswa kepada murid-murid berprestasi, salah satunya yang baru -baru ini adalah Yolanda, bahkan pihaknya menyebut akan membebaskan segala bentuk keuangan untuk bagi pelajar yang berprestasi sebagai dukungan Program Gemerlang. Walikota Metro, Wahdi mengapresiasi torehan prestasi ini, ia berpesan kepada para pelajar yang berprestasi untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap semangat dalam menggapai prestasi lebih cemerlang lagi. “Metro memiliki modalitas SDM yang baik, dengan modalitas yang kuat ini, tentunya membuat Kota Metro akan memiliki daya saing, dan memiliki kualitas yang unggul sehingga Metro menjadi kota yang maju berkelanjutan,” katanya. (yus)