Pemerintah Kota Metro berkomitmen tinggi untuk mengikatkan Predikat Kota Layak Anak. Hal ini dikarenakan banyak manfaat yang akan didapatkan apabila predikat tersebut mengalami peningkatan menjadi Utama. Keseriusan itu, diwujudkan dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dalam rangka persiapan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Tahun 2025. Mewakili Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Metro sekaligus Kepala Bappeda dan Ketua Gugus Tugas KLA Kota Metro, Ir. Yeri Ehwan, M.T., membuka kegiatan yang bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin (28/04/2025). Dalam sambutannya, Ir. Yeri Ehwan menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kota Layak Anak merupakan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Pemerintah Kota Metro berkomitmen membangun sistem pembangunan daerah yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan,” tegasnya. Lebih lanjut, Yeri menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia berkualitas sejak dini sebagai investasi menuju Indonesia Emas 2045. “Generasi emas ini harus dipersiapkan sejak masa pra-konsepsi hingga 1000 hari pertama kehidupan, agar tumbuh menjadi insan yang cerdas, sehat, unggul, dan berkarakter,” tambahnya. Sejalan dengan visi RPJMD Kota Metro 2021–2026, “Terwujudnya Kota Metro Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama, dengan pengarusutamaan nilai-nilai agama dan ideologi Pancasila. Komitmen Metro terhadap program KLA diperkuat dengan hadirnya regulasi daerah, yakni Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 3 Tahun 2019 tentang Kota Layak Anak, yang diperjelas dengan Peraturan Wali Kota Metro Nomor 32 Tahun 2019 tentang Tata Laksana KLA. Kelembagaan gugus tugas juga telah dikukuhkan melalui SK Wali Kota Metro Nomor 522/KPTS/D-08/2024. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro, Wahyuningsih, dalam laporannya menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan memperkuat kesiapan Metro untuk memenuhi 24 indikator KLA, yang meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta perlindungan khusus. “Persiapan ini krusial untuk memastikan seluruh data dukung kelembagaan dan klaster KLA lengkap, sebagai bekal menghadapi Verifikasi Lapangan Hybrid oleh Kementerian PPPA RI yang akan dilaksanakan pada 14 Mei 2025 mendatang,” ujar Wahyuningsih. Adapun peserta rakor terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media massa, serta Forum Anak. Materi utama meliputi pemaparan hasil penilaian mandiri KLA Tahun 2024 dan strategi pemenuhan data dukung 24 indikator KLA. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir. Yeri Ehwan, M.T. selaku Kepala Bappeda dan Ketua Gugus Tugas KLA Kota Metro, bersama dengan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Metro. Di akhir sambutannya, Yeri Ehwan mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kolaborasi demi mewujudkan Metro sebagai Kota Layak Anak dengan predikat “Utama”. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridai upaya kita dalam menjamin kualitas dan perkembangan anak-anak, demi tercapainya kehidupan yang lebih baik sesuai visi Kota Metro,” pungkasnya.(Dns/Ygy)
Pimpin apel Hari Otonomi Daerah, ini amanat tegas Wakil Wali Kota Metro
Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) Tahun 2025 bukan sekadar seremonial tahunan. hal ini menjadi pengingat akan semangat desentralisasi yang lahir dari harapan besar, agar pembangunan tak hanya terpusat, tapi merata dan berpihak pada seluruh rakyat Indonesia. Sinergi antara pusat dan daerah bukanlah pilihan, melainkan keharusan, pondasi bagi negeri ini untuk melangkah mantap menuju Indonesia Emas 2045. Dalam semangat otonomi, daerah merupakan motor penggerak inovasi, adaptasi, dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Kota Metro mengambil peran aktif dalam narasi besar ini. Dengan menggali potensi lokal dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, pemerintah kota Metro menunjukkan bahwa otonomi bisa dan harus berdampak langsung bagi kesejahteraan warganya. Hal tersebut mengemuka saat Pemerintah Kota Metro menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXIX di Halaman Kantor Wali Kota Metro yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Metro, M. Rafieq Adi Pradana pada Senin, (28/04/2025). Dengan mengusung tema nasional “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045,” upacara ini menjadi refleksi dan penguatan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan merata. Upacara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berjalan secara hikmat dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, di antaranya Sekretaris Daerah, Kepala OPD, camat, dan lurah se-Kota Metro. Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Metro, Rafieq Adi Pradana membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian. Mendagri menegaskan bahwa otonomi daerah adalah instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa. Tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel harus terus diperkuat. Lebih lanjut, Menteri menyampaikan delapan fokus strategis nasional yang harus menjadi perhatian daerah, antara lain swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, pemberantasan korupsi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM aparatur dan reformasi birokrasi. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Rafieq Adi Pradana menyatakan bahwa arah kebijakan nasional sangat sejalan dengan prioritas pembangunan Kota di Kota Metro. “Kita harus memastikan bahwa otonomi yang kita jalankan tidak hanya administratif, tapi memberikan hasil dan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Dengan tekad kuat dan sinergi yang terus dibangun, Pemerintah Kota Metro siap menjadi bagian dari langkah besar Indonesia menuju 2045, Indonesia yang adil, sejahtera, dan unggul di mata dunia. (bsr/ygy)
Diapresiasi Wali Kota Metro, masyarakat antusias ikuti Jalan Sehat bersama Tribun Lampung
Masyarakat Kota Metro antusias mengisi hari libur dengan berpartisipasi dalam event Jalan Sehat Gerak Semangat Tribun Lampung Bersama Kapal Api, Minggu (27/4/2025). Berangkat dari Lapangan Kampus 15A Metro Timur, para peserta melakukan jalan sehat dengan rute keliling sejauh 1,5 kilometer. Event ini pun diapresiasi Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso yang pada sambutannya diwakili oleh Kadis Kominfo Subehi. Subehi menyampaikan, kegiatan jalan sehat yang kali ini digelar oleh Tribun Lampung bukan hanya sebuah ajang untuk sebatas berolahraga. “Kegiatan ini adalah momentum untuk membangun semangat hidup sehat yang menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup kita, oleh karena itu kami mengapresiasi inisiasi yang dihadirkan Tribun Lampung,” kata Subehi saat menyampaikan sambutan. Subehi menjelaskan, pola hidup sehat tidak hanya dimulai dari pola makan yang baik, tetapi juga dengan menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga fisik yang rutin. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, lanjutnya, melalui jalan sehat kita juga dapat menjalin silaturahmi dan empererat hubungan antar warga. “Saya mengajak seluruh peserta untuk menikmati kegiatan ini berolahraga dengan gembira dan saling mendukung satu sama lain,” “Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk hidup lebih sehat dan aktif,” tutupnya. Sementara, Pimpinan Perusahaan Tribun Lampung Erniwaty Madjaga atau yang akrab disapa Mba Ninik mengatakan, sudah kali kedua kegiatan jalan sehat di Kota Metro. Dia menilai, dari dua event tersebut, antusiasme masyarakar Kota Metro sangat baik. Mba Ninik mengatakan, event jalan sehat periode ini akan berakhir di Kota Bandar Lampung. “Ini adalah acara tahunan kami, dan Kota Metro sudah kali kedua, dan semangat peserta luar biasa. Minggu depan event ini akan berakhir di Kota Bandar Lampung,” tutupnya. (bsr/win/ygy)
Meriah, Penutupan SMSI Fair 2025 Diakhiri dengan Konser Amal
Panggung SMSI Fair 2025 di Samber Park, Kota Metro, ditutup dengan penuh kemeriahan dan haru, Sabtu malam (26/4/2025). Penampilan solo song dari Tabina, siswi SMA Negeri 4 Kota Metro membuka malam puncak yang dilanjutkan dengan konser amal bertajuk Konser untuk Negeri hasil kolaborasi SMSI Metro dengan DT-Peduli. Dalam laporan resminya, Ketua Pelaksana SMSI Fair 2025, Gatot Subroto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian acara ini. “Alhamdulillah, dalam penutupan kali ini kita libatkan konser amal untuk negeri bekerjasama dengan DT-Peduli. Rangkaian kegiatan SMSI Fair yang telah kita laksanakan antara lain lomba bank sampah, penampilan pelajar, dan ekspedisi Gua Warak. Terima kasih kepada seluruh pihak, Pemkot Metro, OPD terkait, para sponsor, tokoh pemuda, aparat Kepolisian, TNI, hingga Satpol PP. Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan acara yang lebih meriah lagi,” jelas Gatot. Sementara itu, Ketua SMSI Kota Metro, Ali Imron Muslim dalam sambutannya menegaskan bahwa SMSI Fair bukan sekadar ajang pameran media digital, tetapi juga panggung kolaborasi, kreativitas, budaya, dan kepedulian sosial. “Selama 14 hari penuh, kita menyaksikan beragam kegiatan yang menggugah dan menginspirasi. Mulai dari lomba pidato Bahasa Inggris, pidato Bahasa Lampung, Hafizh Qur’an, hingga lomba pengelolaan bank sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup. Terima kasih kepada seluruh warga Samber Park dan pelaku UMKM yang turut memeriahkan acara ini dengan semangat gotong royong,” ungkapnya. Ali juga mengingatkan tentang pentingnya pelestarian Bahasa Lampung, mengingat minimnya peserta dalam lomba pidato Bahasa Lampung. “Ini alarm bagi kita semua. Bahasa adalah identitas. Kami berharap pelajaran Bahasa Lampung di sekolah-sekolah bisa diperkuat,” tambahnya. Selain itu, Ali menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan melalui kegiatan ekspedisi Goa Warak dan penanaman pohon Isêm Kembang sebagai simbol bahwa peradaban masa depan harus berpijak pada akar lokal. Puncak SMSI Fair juga diwarnai dengan konser amal untuk Palestina, sebuah langkah nyata dari SMSI dan Darul Tauhid Peduli untuk menyalurkan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang tengah berjuang dalam keterbatasan. “Palestina bukan sekadar nama dalam berita, mereka adalah manusia-manusia yang kehilangan masa depan. SMSI percaya, pena media boleh tajam, tetapi hati insan pers harus lebih dalam. Mari kita sisihkan sebagian rezeki kita,” pungkas Ali. Dalam kesempatan itu, Sekretaris SMSI Provinsi Lampung, H. Senin memberikan apresiasi atas kinerja SMSI Metro. Kesabaran dirinya bahkan memuji kekompakan seluruh pengurus SMSI di Bumi Sai Wawai tersebut. “Selama 14 hari, SMSI Fair berjalan sukses dan spektakuler. Ini adalah bukti kekompakan SMSI Kota Metro. Mudah-mudahan kekompakan ini terus terjaga,” ujarnya. Pemerintah Kota Metro pun menyambut positif suksesnya acara ini. Asisten II Setda Kota Metro, Yeri Ehwan dalam sambutannya berharap SMSI Fair dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. “Kegiatan ini memberi manfaat dari aspek ekonomi, sosial, budaya, hingga religi. Saya berharap SMSI Fair dapat mendukung program sosial kemasyarakatan dan membangun budaya sosial yang kuat, sejalan dengan visi Kota Metro 2025-2029,” kata Yeri. Ia juga menambahkan, keberhasilan SMSI Fair membuktikan bahwa Kota Metro tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan kemanusiaan. “Penutupan SMSI Fair 2025 malam itu berlangsung penuh kehangatan, sekaligus menandai semangat baru untuk terus berkarya, menjaga lingkungan, mempererat kolaborasi, serta memperkuat empati sosial di tengah masyarakat Kota Metro,” tandasnya. (win/ygy)
LuncurkanTeaching Factory Bersama Wali Kota Metro, Mendikdasmen : Mulai TA. 2025-2026 Dibuka Program SMK 4 Tahun
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, M. Ed didampingi Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso meresmikan Teaching Factory “Jahemu Mulyojaten” dalam rangkaian kegiatan Tabligh Pendidikan, Pekan Olahraga dan Seni SMK Muhammadiyah (PORSIKAM) II se-Lampung, berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Metro, Sabtu (26/04/2025). Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai tempat praktik bagi siswa-siswi SMK. Menurutnya, dengan adanya praktik di BLK, lulusan SMK nantinya tidak hanya mengantongi ijazah formal, tetapi juga memiliki sertifikasi keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja profesional. Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa mulai tahun ajaran baru 2025-2026, pemerintah akan membuka program SMK 4 tahun, merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2010. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan sehingga siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. “Tiga hal utama yang ditekankan yaitu penguatan bahasa, penguatan keterampilan sektor tertentu, dan pembangunan kesiapan mental untuk bekerja di mancanegara,” tegasnya. Selain itu, Menteri Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa MoU telah dilakukan dengan Kementerian P2MI untuk mempersiapkan lulusan SMK bekerja di luar negeri. “Bekerja di manapun itu baik, asal sesuai dengan keahlian dan passion mereka,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan jiwa wirausaha (entrepreneurship) di kalangan lulusan SMK, agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengaku bangga Kota Metro terpilih sebagai tuan rumah PORSIKAM II yang diikuti oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Lampung. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi dan penguatan karakter generasi muda Islam. Wali Kota Bambang menegaskan pentingnya iman dan ilmu sebagai pilar utama dalam membangun peradaban. Menurutnya, tabligh pendidikan dan PORSIKAM menjadi oase di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral generasi muda saat ini. “Kami mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi, bertukar gagasan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” pesannya kepada seluruh peserta yang hadir. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., juga memberikan sambutan dengan penuh semangat. Ia memaparkan bahwa SMK Muhammadiyah Metro kini telah memiliki 1500 peserta didik dan menjadi supplier tenaga kerja ke Jepang melalui program Erdiper. Prof. Sudarman juga mengungkapkan kebanggaannya atas peluncuran Teaching Factory “Jahemu” yang diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis produksi di SMK Muhammadiyah di Lampung. Selain itu, ia menyebutkan bahwa PORSIKAM II yang berlangsung hari itu diikuti oleh 510 peserta dalam berbagai lomba seni dan olahraga, dengan harapan acara berjalan lancar dan diberkahi Allah SWT. Di akhir sambutannya, Prof. Sudarman menekankan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, dan Muhammadiyah telah terjalin baik, termasuk dalam penguatan kualitas guru, demi pendidikan anak bangsa yang lebih bermutu. (tm/ygy)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Senam dan Kukuhkan Pengurus LLI se-Kecamatan Metro Pusat
Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, bersama Wakil Wali Kota, Dr. M. Rafiq Adi Pradana, menghadiri kegiatan senam bersama dalam rangka pengukuhan kepengurusan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) se-Kecamatan Metro Pusat, yang digelar pada Sabtu pagi, 26 April 2025, di Metro Garden. Kegiatan berlangsung semarak dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Metro, pengurus LLI dari seluruh kelurahan, serta para lansia yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti senam bersama. Momen ini sekaligus menjadi ajang pengukuhan kepengurusan baru, di mana Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, kembali terpilih sebagai Ketua LLI Kecamatan Metro Pusat. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro memberikan apresiasi mendalam terhadap peran penting para lansia dalam menjaga kualitas hidup masyarakat Kota Metro. “Para lansia inilah yang menjadi alasan angka harapan hidup di Kota Metro terus meningkat. Mereka adalah teladan bagaimana hidup sehat, aktif, dan penuh makna bisa dijalani dengan konsisten,” ujar Hi. Bambang Iman Santoso. Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program-program lansia sebagai bagian dari komitmen menjadikan Kota Metro sebagai kota ramah lansia. Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa LLI memiliki peran strategis tidak hanya dalam membina para lansia, tetapi juga sebagai pendorong keharmonisan antargenerasi. “Kita jangan melupakan generasi muda, karena mereka yang akan melanjutkan perjuangan kita. Tetapi lansia adalah pondasi—nilai, pengalaman, dan semangat hidup mereka adalah warisan yang harus dijaga,” tegasnya. Camat Metro Pusat, Yahya Rachmat, S.STP., MH, turut menyampaikan rasa bangganya atas sinergi positif yang telah terbangun dan memastikan dukungan penuh dari pihak kecamatan terhadap seluruh program LLI. “Kami siap mendukung penuh program-program LLI, agar semangat lansia tetap menyala dan menjadi inspirasi bagi semua kalangan,” ujarnya. Dengan pengukuhan ini, diharapkan kepengurusan LLI se-Kecamatan Metro Pusat semakin solid dan aktif dalam mendorong kegiatan yang produktif, menyehatkan, dan memperkuat hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat. (Dns/Ygy)
Festival Guru dan Siswa Tahun 2025 : Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Pendidikan di Kota Metro
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen-RI), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed hadir di tengah-tengah ribuan guru dan siswa di Stadion Tejosari, Sabtu 26 April 2025 pagi pada acara Festival Guru dan Siswa tahun 2025. Kegiatan ini merupakan dalam semangat menyambut Hari Pendidikan Nasional yang akan datang, kegiatan Festival Guru dan Siswa tahun 2025 ini digelar oleh Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Acara tersebut tak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap dedikasi insan pendidikan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen Kota Metro sebagai Kota Cerdas. Festival tahun ini mengangkat tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mencerminkan tekad pemerintah daerah untuk mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi masa depan. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen-RI), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Disambut antusias oleh ribuan guru, siswa, dan masyarakat, Abdul Mu’ti menyampaikan rasa bahagianya bisa hadir dan berinteraksi langsung dengan warga Kota Metro. “Saya cukup gembira bisa hadir di Stadion Tejosari ini, karena pada pagi hari ini saya bisa membersamai warga Metro,” ujar Prof. Abdul Mu’ti dalam sambutannya. Dalam pidatonya, ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan kebiasaan positif sejak dini. Ia memperkenalkan konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai kerangka dasar pembinaan generasi unggul di masa depan. Abdul Mu’ti juga memberikan apresiasi terhadap program-program strategis yang dijalankan Pemerintah Kota Metro, khususnya upaya menuju transformasi sebagai Smart City di bidang pendidikan. “Saya mendukung program Wali Kota Metro untuk menjadikan Kota Cerdas. Cerdas secara intelektual, cerdas secara sosial, cerdas secara spiritual, dan kecerdasan-kecerdasan lain yang ada pada kita semua,” ucapnya tegas. Menteri pendidikan Republik Indonesia itu juga memberikan dorongan semangat kepada para pelajar dan guru untuk terus mengembangkan potensi diri. “Mari senantiasa mengembangkan kemampuan diri karena dunia masa depan adalah dunia yang dikuasai oleh mereka yang berilmu, mereka yang mempunyai keterampilan dan berbagai macam kemampuan,” pungkasnya. Sementara itu, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Mendikdasmen dan seluruh jajaran kementerian. “Hari ini Kota Metro cukup bahagia karena telah hadir bersama kita tamu kehormatan, yaitu Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,” ujar Bambang. Ia juga menegaskan bahwa Metro bukan hanya kota pendidikan secara historis, namun kini sedang bertransformasi menjadi Kota Cerdas yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, penguatan karakter, serta pengembangan sumber daya manusia. “Kota Metro adalah kota pendidikan yang hari ini sudah kita tingkatkan menjadi Kota Cerdas. Semoga kehadiran Bapak Menteri dapat menambah semangat baru bagi seluruh warga Metro,” tambahnya. Dari pantauan media, kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan peserta terdiri dari guru, siswa SD hingga SMA/SMK se-Kota Metro memadati kawasan Stadion Tejosari. Hadir pula jajaran penting lainnya seperti Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Gogot Suharwoto, Ph.D., Wakil Wali Kota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico serta Forkopimda Kota Metro. Salah satu momen menarik dalam acara ini adalah penampilan inovatif dari siswa SDN 6 Metro Pusat yang menampilkan robotik hasil karya mereka. Robot tersebut bahkan tampak berdiri menyambut kehadiran Menteri, menjadi simbol semangat kreativitas dan teknologi di kalangan pelajar muda Metro. Festival Guru dan Siswa 2025 tak sekadar menjadi seremonial, melainkan titik tolak baru bagi Kota Metro dalam mempersiapkan generasi masa depan yang cerdas, adaptif, dan unggul di segala bidang. (bsr/ygy)
Gandeng mantan Bupati Banyumas dua periode, Pemkot Metro serius tangani sampah
Pemerintah Kota Metro menunjukkan langkah progresif dalam mengatasi permasalahan sampah dengan menghadirkan langsung mantan Bupati Banyumas dua periode, Achmad Husein, untuk memberikan pandangan dan pengalaman praktis dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Kegiatan ini berlangsung di TPAS Karangrejo, pada Jumat, 25 April 2025. Dalam pemaparannya di hadapan jajaran Pemkot Metro, Achmad Husein menyampaikan bahwa reklamasi landfill merupakan langkah strategis pertama yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan agar air lindi atau limbah cair dari sampah dapat ditangani secara tepat melalui proses treatment yang sesuai. “Yang utama adalah reklamasi landfill. Dengan begitu, air lindi bisa di-treatment secara baik. Selain itu, reklamasi juga mencegah penyebaran sampah hingga ke jalan. Nantinya bisa dibuatkan tembok pembatas, dan area yang sudah direklamasi dapat diambil gasnya, ditimbun tanah, lalu ditanami vegetasi agar tampak hijau,” jelas Achmad Husein. Lebih lanjut, ia menjelaskan pendekatan bertahap dalam pengolahan sampah segar (fresh waste) agar tidak lagi menumpuk di TPAS. “Sampah-sampah itu nantinya bisa ditreatment dan diolah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual. Itulah solusi konkret yang saya tawarkan,” tambahnya. Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, menyampaikan komitmen kuatnya dalam merealisasikan janji politik terkait penanganan sampah. Menurutnya, kehadiran para ahli seperti Achmad Husein menjadi bagian dari langkah nyata untuk mengakhiri persoalan klasik yang dihadapi kota ini. “Kalau saya melihat dari sisi kebijakannya, maka ketika saya sudah menemukan beberapa ahli yang bisa menjadi referensi, maka inilah saatnya saya hadir dengan membawa mereka ke lapangan. Apa yang pernah saya janjikan kepada masyarakat kini mulai kami wujudkan bersama,” ungkap Wali Kota Metro. Kolaborasi antara Pemkot Metro dengan tokoh yang telah terbukti sukses di daerahnya dalam mengelola sampah, seperti Achmad Husein, menjadi angin segar bagi masa depan lingkungan Kota Metro yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Yd/Dns/Ygy)
Jadi terbaik se-Lampung, Metro peringkat ke-13 dari 90 kota se-Indonesia Penilaian EPPD oleh Kemendagri
Kota Metro berhasil meraih Perikat ke 13 dalam rangka penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2024 oleh Kemendagri. Oleh data yang dirilis Kemendagri, Kota Metro meraih nilai 3,4395 kategoti tinggi, sedangkan Bandar Lampung berada pada urutan 85 dengan nilai 2,2778 kategori rendah. Jika dibandingkan dengan penilaian EPPD kabupaten se-Lampung Kota Metro juga tetap paling tinggi. Hasil ini berkat komitmen Pemerintah Kota Metro dalam menyajikan dan menjalankan roda pemerintahan yang baik atau Good Governance. Penghargaan ini berdasarkan SK Mendagri Nomor 100.2.1.7 – 2019 Tahun 2025 tentang Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional tahun 2024 berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2023. Atas hasil capaian ini, Wakil Wali Kota Metro Dr. M. Rafieq Adi Pradana mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. “Alhamdulillah barusan Kabag Tapem menginformasikan bahwa Kota Metro baru menuai prestasi baru. Kita Peringkat 1 se Propinsi Lampung, Peringkat 13 Nasional dari 90 kota,” kata M. Rafieq. Menurutnya. Tentunya prestasi ini harus dipertahankan, agar Kota Metro menjadi kota yang diminati oleh masyarakat luar untuk berkunjung hingga berinvestasi, sesuai dengan visi kota yaitu, Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius,” kata M. Rafieq, Jumat 25 April 2025. Kabag Tapem Kota Metro, Riri mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kinerja dan komitmen kepala daerah yg sangat memperhatikan pencapaian dan implemantasi penyelengaraan pemerintah daerah yg dibantu oleh seluruh kepala OPD di Kota Metro. “Dengan prestasi ini menjadi penyemangat dan evaluasi untuk lebih baik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah guna mewujudkan pelayanan yg terbaik kepada masyarakan dan mewujudkan masyarakan yg sejahterah adil dan merata dalam pembangunan daerah,” katanya. Terkait penilaian, menurutnya ada peningkatan kategori penilaian dari tahun 2022, yang semula kategori sedang meningkat menjadi kategori tinggi untuk penilaian tahun 2023. (Ygy)
Wakil Wali Kota Metro apresiasi Ekspedisi Gua Warak oleh SMSI Metro
Wakil Wali Kota Metro mengapresiasi kegiatan Ekspedisi Gua Warak sebagai rangkaian HUT organisasi pemilik media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Metro yang ke 8. Kegiatan ini merupakan kepedulian terhadap wisata alam lokal yang berpotensi bisa dikembangkan. Selain Ekspedisi dalam kegiatan ini juga dilakukan Jumat Bersih dan Penanaman Pohon Buah endemi langka serta sekitar Gua Warak, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Jumat 25/04/2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian SMSI Fair yang berlangsung selama dua pekan dan disambut antusias oleh masyarakat dan berbagai elemen. Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana, dalam membuka mengungkap bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Metro. Ia juga berpesan bahwa, pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam setiap proses pembangunan. Ia menyoroti dampak nyata perubahan iklim, termasuk kejadian banjir di beberapa titik kota yang terjadi baru-baru ini. “Kemarin ada perumahan di Tejosari dan toko di Sumur Bandung yang terendam, bahkan tembok SDN 2 sampai roboh. Ini menjadi pertanda bahwa lingkungan butuh perhatian serius dari kita semua,” ujarnya. Penanaman pohon buah, lanjutnya, merupakan langkah strategis karena memberikan manfaat ekologis dan ekonomis sekaligus. Ia berharap Kelurahan Rejomulyo dan wilayah lain dapat terus mengembangkan potensi ini. Wakil Wali Kota juga menyampaikan bahwa dirinya dan Wali Kota telah meminta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mendata ulang seluruh destinasi wisata di Metro, termasuk Gua Warak. “Kami pastikan Gua Warak harus masuk dalam daftar prioritas pembangunan pariwisata. Tidak hanya tempatnya, akses jalannya pun harus diperbaiki agar menarik wisatawan,” tegasnya. Wakil Wali Kota juga mengajak media untuk berperan aktif dalam promosi wisata. “Media adalah salah satu dari enam pemangku kepentingan utama pemerintahan. Mereka punya tanggung jawab mempromosikan potensi-potensi terbaik Metro, termasuk sektor pariwisata,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua SMSI Kota Metro, Ali Imron Muslim, menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan promosi wisata lokal. Ia menyampaikan bahwa SMSI tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi akan terus berperan aktif mendorong perhatian pemerintah terhadap lokasi-lokasi wisata seperti Gua Warak. “SMSI komitmen untuk terus mempublikasikan potensi ini. Hari ini kami mendorong Pemkot untuk benar-benar ambil alih pengembangan Gowa Warak, tidak hanya sebatas seremoni,” ujarnya. Ali Imron juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya pangan lokal, seperti pohon Mangga Isem Kebang dan Sawo Manila yang kini semakin langka. “Hari ini saya hanya bisa menanam lima karena sulit didapat. Kalau ada 100, saya tanam 100. Saya harap ke depan ada kawasan khusus atau kebun isim kumbang, bahkan bisa kita adakan festival saat musim panen nanti,” ujarnya optimistis. Ia pun berharap agar promosi Gua Warak lebih dieksplorasi secara serius. “Banyak warga Metro tidak tahu Gua Warak, atau tahu tapi belum pernah ke sini. Ini tugas kita bersama. Pemerintah, media, dan masyarakat harus bergandengan tangan,” katanya. Menutup acara, Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam. (Dns/Fq/Mcl/ygy)