0 Comments

Dukung ketahanan pangan, Wali Kota Metro serahkan bantuan Alsintan ke sejumlah gapoktan

Dalam rangka mendukung dunia pertanian demi terciptanya ketahanan pangan. Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada sejumlah gabungan kelompok pertanian (Gapoktan). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyerahkan langsung alsintan, yang secara simbolis kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sahabat Tani Sejahtera, Jalan Nuri, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin (04/08/2025). Satu unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI dan delapan unit handsprayer dan satu unit cultivator dari Dinas KP3 Kota Metro juga disalurkan untuk memperkuat dukungan kepada Gabungan Kelompok Tani. Adapun delapan kelompok tani yang menerima handsprayer tersebut meliputi: Kelompok Tani Panca Karya (Mulyosari), Ngudi Makmur (Yosomulyo), KWT Genta Tiga Sejahtera (Mulyojati), Ganjar Makmur (Ganjar Agung), Sido Rahayu (Sumbersari Bantul), Ngudi Rahayu (Ganjar Asri), Melati I (Tejo Agung), serta KWT Yoso Makmur Abadi (Yosomulyo). Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung petani. “Hari ini kita menyerahkan dua traktor dari Kementerian Pertanian RI serta beberapa bantuan dari Pemda Kota Metro melalui Dinas KP3. Semua bantuan ini telah disaksikan bersama penyerahannya kepada masing-masing penerima,” ungkap Bambang. Ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Metro. “Metro mungkin tidak memiliki lahan seluas kabupaten lain, tetapi melalui program intensifikasi pertanian, hasil yang dicapai bisa maksimal,” tegasnya. Bambang juga menambahkan bahwa dengan bantuan peralatan yang semakin modern, petani di Kota Metro dapat lebih efisien dalam proses tanam dan panen. “Dengan adanya teknologi ini, waktu kerja yang biasanya lebih lama dapat terpangkas, sehingga hasil panen bisa lebih cepat dan berkualitas,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas KP3 Kota Metro, Hery Wiratno, melaporkan bahwa saat ini luas pertanaman padi di Kota Metro mencapai 2.588 hektare. “Posisinya ada yang sedang panen dan ada yang baru berumur satu bulan. Kami berharap panen kali ini bagus karena pada September akan langsung dilanjutkan musim tanam ketiga,” ujarnya. Hery menambahkan, air irigasi tidak akan dihentikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sehingga proses tanam bisa langsung berlanjut tanpa hambatan. “Saya sampaikan bahwa bantuan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan ketahanan pangan di berbagai tingkatan, mulai dari kota hingga rumah tangga,” ungkapnya. Hery juga menyebutkan bantuan yang disalurkan meliputi dua unit traktor roda empat untuk Margodadi dan Banjarsari, Metro Barat menerima empat unit, Metro Timur satu unit, Metro Pusat dua unit, Metro Selatan satu unit, dan Metro Utara satu unit. “Mudah-mudahan dengan bantuan ini segala hal yang berkaitan dengan serangan hama dapat dikendalikan dengan baik,” imbuhnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Metro atas dukungan yang telah diberikan dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya terkait Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan sektor pertanian di Kota Metro semakin maju, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkesinambungan. (tm/md/win/ygy)

0 Comments

Wali Kota Metro, H. Bambang resmikan dapur MBG di Metro Timur

Menyukseskan Program Strategis Nasional sesuai Nawa Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Pemerintah Kota Metro memperkuat pemenuhan gizi masyarakat dengan meluncurkan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Metro Timur. Peresmian dapur tersebut dipusatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jalan Raya Stadion No. 133, Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Senin (4/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional yang digagas oleh Badan Gizi Nasional di bawah koordinasi pemerintah pusat. Dalam peluncuran tersebut, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menekankan pentingnya keterpaduan antarlembaga dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. “Masalah gizi adalah persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Program MBG ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memberikan perhatian nyata terhadap kebutuhan gizi warga,” kata Bambang kepada awak media. Wali Kota Metro menambahkan bahwa fungsi Dapur MBG tidak hanya berhenti pada penyediaan makanan bergizi semata. Dapur ini juga berperan sebagai pusat edukası gizi masyarakat, wadah kolaborasi lintas sektor, serta bagian dari strategi pemberdayaan sosial dan ekonomi. Bambang menyebut bahwa program in sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga lokal yang terlibat sebagai relawan, pengelola dapur, hingga penyedia logistik. Pemkot Metro juga menyatakan akan mendorong pemerataan pendirian dapur MBG di seluruh kecamatan untuk menjangkau lebih banyak sasaran. la juga menyerukan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat umun. Keterlibatan semua pihak dinilai menjadi kunci utama keberhasilan jangka panjang program MBG. “Kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung keberlangsungan program ini. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dipelihara agar program MBG berkembang secara berkelanjutan di Bumi Sai Wawai,” tegas Bambang Iman Santoso. Program MBG merupakan inisiatif nasional untuk mengurangi angka stunting, memperbaiki gizi masyarakat, dan memastikan akses terhadap makanan sehat bagi kelompok rentan. Pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Di Kota Metro, program ini menyasar sekolah-sekolah, puskesmas, dan komunitas yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap intervensi gizi. Kota Metro tercatat sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang mengadopsi program ini secara progresif. Dapur MBG Metro Timur yang baru diresmikan tersebut langsung mendistribusikan sebanyak 2.448 ompreng makanan bergizi pada hari pertama pelaksanaannya. Informasi ini disampaikan oleh Penanggung Jawab Dapur MBG Metro Timur, Randra Algifary. la menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan ke sejumlah lembaga pendidikan dan sasaran gizi prioritas “Sekolah yang menerima distribusi tersebut antara lain TK, SD, dan MTS TQ An-Nawawi, SDN 8 Metro Timur, SMPN 7 Metro Timur, dan SMAN 4 Metro Timur. Untuk hari ini, total ompreng yang kami distribusikan mencapai 2.448,” jelasnya. “Kami masih dalam tahap awal operasional dan akan terus mengevaluasi performa dapur serta kinerja para relawan,” imbuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa, berdasarkan petunjuk teknis dari pemerintah pusat, satu dapur MBG dapat menangani maksimal 4.000 ompreng per hari, dengan ketentuan 10 persen dari total ompreng harus dialokasikan untuk bayi, balita, dan lansia. “Angka 2.448 tersebut kemungkinan besar akan bertambah secara bertahap pada minggu-minggu berikutnya,” pungkas Randra. Pemerintah Kota Metro berencana menambah jumlah dapur MBG di beberapa titik wilayah lainnya dalam waktu dekat. Evaluasi dan monitoring berkala juga akan dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, proses distribusi, serta kepatuhan terhadap standar gizi nasional. (Bsr/ygy)

0 Comments

Wali Kota Metro, H. Bambang bersama ribuan masyarakat ikuti kegiatan Car Free Day

Setelah vakum beberapa bulan Pemerintah Kota Metro kembali mengadakan Car Free Day (CFD) perdana pada Minggu pertama di bulan Agustus tahun 2025 yang bertepatan di area seputar Alun-alun Taman Merdeka Kota Metro, berlangsung pada hari minggu (03/08/2025). Car Free Day kali ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Metro dalam mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan Dengan kawasan bebas kendaraan bermotor di pusat kota. Warga diharapkan dapat memanfaatkan ruang publik untuk berolahraga maupun berkumpul bersama keluarga. Di awali dengan senam bersama kegiatan kali ini bertajuk sehat dan berbahagia, tampak sekali ribuan masyarakat dengan berbagai komunitas di Kota Metro berantusias memadati untuk mengikuti kegiatan CFD ini. Dalam sambutanya Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan sehat menjadi landasan utama dalam kegiatan ini berbagai kalangan baik komunitas masyarakat dan juga para pegawai di instansi Pemerintah Kota Metro berkumpul seraya bersilaturahmi dengan mengikuti berbagai kegaiatan yang di hadirkan di CFD ini. “Car Free Day ini menjadi momentum yang tepat bagi kita semua untuk bertemu, berinteraksi, dan saling mengenal satu sama lain, saya berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi seluruh warga Metro. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, berbahagia, dan menjalin hubungan yang harmonis dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya. “Melalui kegiatan CFD, mari kita gunakan momen ini untuk membangun hubungan yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari. Bersama-sama, mari kita menciptakan kota yang lebih peduli lingkungan, dan penuh kebahagiaan,” lanjutnya. Car Free Day tidak hanya menjadi ajang rekreasi sehat, tetapi juga simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung perekonomian lokal. Keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan CFD ini juga bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal sehingga ia sangat mendukung kegiatan itu. Keberadaan lapak UMKM yang menjual berbagai produk lokal menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. “kami berharap kepada Pak Wali Kota Metro agar Car Free Day seperti ini selalu dilaksanakan di setiap bulannya, karena membantu kami para UMKM kecil untuk pengembangan usaha kami.” Ujar Yuli, salah satu pelaku UMKM kuliner. Yudha salah satu masyarakat yang sedang berolahraga bersama keluarga juga mengatakan dengan adanya CFD ini sangat berpengaruh sekali terutama di hari hari yang biasa penuh dengan polusi kendaraan, CFD ini menjadi moment dalam mensyukuri nikmat tuhan untuk bisa menghirup udara segar. “Saya bersama anak istri mas sangat senang yaa tentunya karena dengan adanya CFD ini kami bisa meraksakan udara segar secara geratis tanpa berdesak desakan karena ini salah satu nikmat tuhan yang harus kita syukuri, hidup sehat bahagia,” Ujarnya. (Bsr/yda).

0 Comments

Wali Kota Metro bantu korban angin puting beliung warga Metro Utara

Kembali, hujan deras disertai angin kencang diperparah dengan puting beliung menerjang Kecamatan Metro Utara pada Minggu (27/7/2025) lalu menyebabkan sedikitnya 225 rumah warga rusak, dengan dampak terparah terjadi di Kelurahan Karangrejo. Dalam menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso menginstruksikan agar bantuan bagi korban bencana disalurkan secepat mungkin, tanpa potongan, dan tanpa dipersulit oleh prosedur birokrasi. Dalam penyaluran bantuan simbolis yang digelar di wilayah RT 15 RW 04, Kelurahan Karangrejo, Wali Kota Metro didampingi Wakil Wali Kota, Dr. M. Rafieq Adi Pradana turun langsung menyapa para korban dan menyerahkan bantuan. “Terkait bantuan ini, saya minta semua OPD terkait melakukan pengawasan. Saya nggak mau dengar ada masyarakat yang kesulitan atau terlambat menerima bantuan,” tegas Wali Kota Bambang di hadapan warga, pada Jum’at (1/8/2025). Bambang mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari OPD, camat, lurah, hingga pihak bank, untuk tidak mempersulit proses penyaluran bantuan. Bila ada kendala administrasi dalam pencairan rekening, Wali Kota membuka opsi bantuan tunai langsung kepada warga, dengan catatan harus tepat sasaran dan tanpa potongan sepeser pun. “Kalau memang melalui rekening ada keterlambatan, karena buat rekeningnya susah, maka jangan ragu langsung diberikan tunai. Tapi tetap harus benar-benar tersampaikan, tanpa potongan serupiah pun,” bebernya. Wali Kota juga mengimbau warga untuk melapor langsung jika ada aparatur pemerintah yang lambat atau terkesan menghambat. “Masyarakat kalau kerja dinas terkait lambat, pak camat dan lurah lambat, langsung lapor ke saya. Harusnya dengan bencana ini kita bisa lebih saling peduli, bukan malah menyusahkan masyarakat,” pungkasnya. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro, sebanyak 255 Kepala Keluarga (KK) terdampak oleh angin puting beliung yang menerjang empat kelurahan yaitu Karangrejo, Banjarsari, Purwoasri, dan Purwosari. Plt Kepala BPBD Kota Metro, Renan Joko Sajarwo merinci kerusakan di Karangrejo sebanyak 118 rumah, Banjarsari, 79 rumah, Purwoasri, 49 rumah, Purwosari 9 rumah. Dari jumlah tersebut, 18 rumah rusak berat, 63 rusak sedang dan 174 rusak ringan. Mayoritas kerusakan berada pada bagian atap, genting beterbangan, asbes jebol, hingga rumah yang nyaris kehilangan atap sepenuhnya. “Beberapa rumah hanya menyisakan rangka bangunan. Proses pendataan dan asesmen kami lakukan sejak hari kejadian hingga kemarin, dan itu menjadi dasar untuk menyalurkan bantuan,” jelas Renan. Tim BPBD juga telah bekerja sama dengan perangkat kelurahan dan para relawan untuk melakukan pemetaan kebutuhan darurat. Pemkot Metro melalui BPBD juga telah mulai menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada para korban terdampak. Penyaluran uang tunai dilakukan melalui transfer ke rekening Bank Lampung milik warga, meskipun dalam situasi tertentu, pemberian bantuan tunai langsung juga dilakukan demi percepatan. “Pemerintah tidak tinggal diam. Kami telah berkoordinasi lintas sektor, dan hari ini Bapak Wali Kota sudah turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan,” tandasnya. Bencana yang melanda Metro Utara ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukanlah hal asing lagi di tengah perubahan iklim yang kian tak menentu. Diperlukan bukan hanya respon cepat, tapi juga perbaikan sistem mitigasi risiko di daerah rawan bencana. Kerja sama antara pemerintah, warga, relawan, dan media menjadi kunci untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal dalam penanganan maupun pemulihan pascabencana. (Bsr/yda/ygy)

0 Comments

M. Rafieq inginkan Data tunggal sosial dan ekonomi nasional mampu untuk realisasikan progam

Pemerintah Kota Metro terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang terarah dan berbasis bukti melalui Rapat Koordinasi Penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (31/07/2025). Rapat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana. Dalam sambutannya, Dr. Rafiq menekankan pentingnya DTSEN sebagai landasan utama bagi kebijakan yang presisi, adil, dan merata. Ia menyebutkan bahwa penggunaan data yang tidak sinkron antarinstansi kerap menjadi hambatan dalam pelaksanaan program sosial dan ekonomi. “Kami menyambut baik pelaksanaan rakor ini sebagai forum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan langkah, serta memperkuat komitmen dalam memanfaatkan DTSEN secara optimal,” ujar Dr. Rafiq. “DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, tapi merupakan dasar dari kebijakan berbasis bukti yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh perangkat daerah terkait, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan lintas sektor. Salah satu instansi kunci yang terlibat dalam implementasi DTSEN adalah Dinas Sosial Kota Metro. Kepala Dinas Sosial Kota Metro, AC Yuliwati, dalam keterangannya menyampaikan bahwa DTSEN akan menjadi game changer dalam tata kelola kesejahteraan sosial di Kota Metro. “Melalui DTSEN, kami dapat mengidentifikasi dan memetakan data masyarakat secara lebih akurat dan menyeluruh. Hal ini akan memudahkan dalam penyaluran bantuan sosial, pelaksanaan program perlindungan sosial, hingga pengawasan distribusi bantuan agar tepat sasaran,” jelas Yuliwati. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Bappeda dan Dinas Kominfo guna memastikan data yang masuk ke sistem DTSEN benar-benar valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ke depan, kita ingin menghindari tumpang tindih program dan bantuan. Dengan data tunggal, tidak ada lagi masyarakat yang terlewat atau mendapatkan bantuan ganda,” tegasnya. Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah konsolidasi awal sebelum DTSEN diintegrasikan ke seluruh sistem perencanaan daerah, termasuk dalam penyusunan RKPD dan penganggaran berbasis kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah Kota Metro berharap, dengan penguatan DTSEN, seluruh kebijakan dan program pembangunan akan semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Dns/Ygy)

0 Comments

Peringati Hari Anak, Wali Kota Metro, H. Bambang ungkap peran serta orang tua dalam parenting teknologi

Di tengah perayaan semarak Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama orang tua akan ancaman serius dari penyalahgunaan teknologi digital terhadap anak-anak sehingga diperlukan parenting yang tepat. Menurutnya, kondisi saat ini menuntut kewaspadaan dan keterlibatan aktif semua pihak untuk menjaga masa depan generasi penerus dari dampak negatif dunia digital yang semakin tak terkendali. Dalam sambutannya pada kegiatan gebyar HAN yang digelar di Cahaya Bangsa School, Kamis (31/7/2025), Wali Kota menyampaikan bahwa anak-anak adalah aset strategis bangsa yang harus dijamin hak hidup, tumbuh, berkembang, dan terlindungi dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan dan eksploitasi digital. “Anak merupakan potensi besar, generasi penerus dan penentu kualitas SDM yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Namun, hari ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa anak-anak kita berhadapan langsung dengan tantangan baru yaitu penyalahgunaan teknologi digital yang membahayakan masa depan mereka,” tegas Bambang. Bambang menyoroti bahwa di balik laju pesat kemajuan teknologi informasi, tersimpan sisi gelap yang menghantui kehidupan anak-anak dan remaja. Wali Kota menyebutkan berbagai bentuk penyimpangan digital seperti kecanduan game online, keterlibatan dalam judi daring, hingga paparan terhadap konten kekerasan dan pornografi digital sebagai persoalan krusial yang harus segera duntervensi. “Ini bukan lagi isu ringan. Ini adalah ancaman yang sistemik. Anak-anak kita, sejak usia dini, telah bersinggungan langsung dengan dunia digital tanpa kontrol dan pendampingan memadai. Akibatnya, nilai-nilai moral, psikologis, dan sosial mereka tergerus pelan-pelan,” tegasnya Selain aspek teknologi, Wali Kota juga menggarisbawahi faktor budaya, sosial, dan ekonomi sebagai kendala dalam upaya memberikan perlindungan yang menyeluruh dan berkelanjutan kepada anak. Perayaan HAN ke-41 di Metro digelar dengan konsep Outdoor Classroom Day (OCD), yaitu sebuah pendekatan edukatif yang mengajak anak-anak kembali berinteraksi secara langsung dengan alam, seni, permainan tradisional, dan nilai-nilai budaya lokal. Melibatkan seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMA, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan penguatan karakter anak Kegiatan seperti market day, senam bersama, panggung seni dan budaya, serta program Pagi Bahagia yang terintegrasi dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi pilar utama dalam merayakan hak dan kreativitas anak. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menyuarakan kembali pentingnya ruang tumbuh yang sehat bagi anak. Bukan hanya dalam fisik, tetapi juga secara mental dan sosial. Dunia maya tidak bisa menggantikan pengalaman nyata yang membentuk karakter,” tambah Wali Kota. Dengan tema nasional Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045, peringatan HAN di Kota Metro menjadi ajang konsolidasi moral dan sosial seluruh elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluru khususnya dalam menghadapi gelombang besar digitalisasi. “Anak-anak hari ini bukan sekadar pelengkap masyarakat, mereka adalah penentu arah bangsa. Mereka harus dididik untuk bijak dan cerdas di dunia digital, bukan menjadi korban dari ekosistem yang tidak berpihak,” pungkasnya. Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro, Subehi menegaskan bahwa HAN harus dijadikan momentum evaluasi terhadap kondisi pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi mereka di tengah kompleksitas zaman. “Perluasan akses terhadap layanan seperti call center SAPA 112 atau Sahabat Perempuan dan Anak harus diperkuat. Itu bagian dari sistem respons cepat atas kekerasan atau pelanggaran terhadap anak Begitu juga dengan upaya percepatan pembangunan satu data gender dan anak untuk memastikan kebijakan berbasis bukti dan kebutuhan riil anak-anak kita,” kata dia. Menurutnya, sejauh mana bangsa ini mampu menjamin hak anak, mencerminkan kualitas komitmen sosial-politik negara terhadap masa depannya “Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmen untuk terus membangun kebijakan yang responsif terhadap hak anak, memperkuat literasi digital di tingkat keluarga dan sekolah, serta memperluas kolaborasi lintas sektor demi masa depan anak-anak yang lebih aman, berdaya, dan bermartabat,” tandasnya. (bsr/mdn/yda)

0 Comments

Pelatihan kue dari APJI Metro diharapkan M. Rafieq bangkitkan perekonomian

Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Metro kembali menggelar demo masak kue tradisional di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Rabu (30/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana, Ketua TP-PKK Kota Metro Eni Sumiati Bambang, serta Ketua GOW Kota Metro Nidia Irine Rafieq beserta jajaran. Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti demo masak. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat. “Saya melihat antusias masyarakat sangat tinggi. Semoga ke depan acara-acara APJI selalu ramai diikuti peserta, baik dari Kota Metro maupun luar daerah. Kegiatan ini bermanfaat, karena mungkin dari ratusan peserta yang hadir ada yang termotivasi untuk membuka usaha kue sehingga dapat membangkitkan perekonomian di Kota Metro,” ungkap Rafieq. Ia juga berpesan kepada peserta agar ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dimanfaatkan dengan baik. “Pelajari dengan serius materi yang didapat hari ini. Hal ini sejalan dengan visi Wali Kota Metro yaitu Kota Cerdas Berbasis Jasa, salah satunya melalui jasa boga,” tambahnya. Rafieq menegaskan bahwa dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menciptakan produk boga yang aman dan berkualitas, terutama jajanan anak-anak. Hal ini penting mengingat banyak jajanan anak yang masih menggunakan bahan yang kurang baik. Selain memberikan pelatihan, kegiatan demo masak ini juga menjadi ajang APJI untuk meningkatkan kualitas pengusaha jasa boga di Kota Metro. APJI diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menjaga mutu produk makanan serta meningkatkan daya saing usaha lokal. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mengembangkan potensi kuliner tradisional. Dengan meningkatnya keterampilan peserta, diharapkan lahir wirausaha baru di bidang jasa boga. Melalui kerja sama APJI, pemerintah daerah, dan sponsor seperti Rose Brand, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif serta memperkuat sektor kuliner di Kota Metro. Kun Komariati selaku Ketua APJI didampingi Marketing Manager Rose Brand Lampung, Agus Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Pada hari ini kita melaksanakan demo memasak yang digelar oleh APJI Kota Metro. Kami juga berterima kasih atas dukungan APJI, khususnya yang telah melaksanakan pengukuhan anggota di tahun 2025,” ujarnya. Agus menambahkan bahwa Rose Brand turut mensponsori kegiatan ini karena sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempromosikan pola hidup sehat. “Melalui kegiatan ini, Rose Brand ingin memperkenalkan produk-produk berkualitas premium sekaligus mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat,” jelasnya.

0 Comments

Diterima H. Bambang, Menteri ATR BPN, Nusron Wahid menyerahkan sertipikat hak pakai

Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso menghadiri penyerahan surat hak pakai pertanahan Pemerintah Kota Metro yang diberikan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Di kesempatan ini Nusron Wahid juga mengimbau semua Kepala Daerah serta unsur organisasi keagamaan dan para tokoh agama di Provinsi Lampung untuk berperan aktif dalam mengawal proses sertipikasi tanah wakaf. Hal ini sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini penting agar aset umat terlindungi secara hukum dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Kami mohon kepada para pemuka agama, ketua organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, mohon dikawal oleh anggotanya masing-masing, jangan sampai tanah wakaf dan aset umat terbengkalai, apalagi menimbulkan konflik di kemudian hari,” tegas Menteri Nusron Wahid, di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (29/07/2025). Kerjasama ini ditujukan untuk mempercepat penyelesaian sertipikasi tanah wakaf di Provinsi Lampung. Menteri Nusron pun meminta jajaran Kementerian ATR/BPN di daerah agar tidak hanya fokus pada seremoni, melainkan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami mohon kepada Pak Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan jajaran Kantor Pertanahan agar tidak terlalu fokus pada seremoni. Yang terpenting adalah output dan kinerja, yakni sertipikasi tanah wakaf di Provinsi Lampung dapat diselesaikan. Ini target kita bersama,” ujarnya. Saat ini, dari total 761.909 bidang tanah wakaf, sertipikasi tanah wakaf di seluruh Indonesia telah mencapai 272.237 bidang atau mencapai 38 persen. Di Provinsi Lampung sendiri, sudah terdapat 6.732 bidang aset keagamaan yang telah memiliki sertipikat. Capaian ini menunjukkan langkah progresif dalam upaya perlindungan hukum atas aset keagamaan, yang ke depannya akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Menteri Nusron menegaskan bahwa sertipikasi tanah wakaf merupakan bagian penting dari administrasi pertanahan modern, khususnya dalam pilar land tenure yang menjamin kepastian hukum atas tanah. Ia menyoroti bahwa masih banyak konflik yang muncul akibat belum adanya kepemilikan sah atas tanah, terutama karena sistem hukum pertanahan di Indonesia masih berbasis pada penguasaan fisik. “Karena sistem kita ini masih menganut rezim penguasaan fisik, bukan kepemilikan. Artinya siapa yang menguasai lebih lama, bisa mengklaim hak. Ini yang berbahaya,” jelasnya. Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Lampung, Hasan Basri Natamenggala, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga tahun 2025 telah diterbitkan sebanyak 3.114.044 sertipikat, dengan cakupan pemetaan mencapai 3.715.268 bidang tanah. Ke depan, masih terdapat potensi pemetaan sekitar 853.442 hektare atau setara 716.185 bidang tanah yang siap untuk terus dioptimalkan melalui program-program strategis Kementerian ATR/BPN. “Dari jumlah yang belum terpetakan tersebut, terdapat potensi 27.654 bidang tanah rumah ibadah, termasuk di dalamnya 25.512 bidang tanah wakaf. Karena itu, momentum penandatanganan kerja sama ini kami anggap sangat penting untuk mengakselerasi pendaftaran tanah wakaf dan rumah-rumah ibadah di Provinsi Lampung,” ujar Hasan Basri Natamenggala. Dalam acara tersebut, Menteri Nusron didampingi Gubernur Lampung, Mirzani Djausal juga menyerahkan 10 sertipikat tanah, yang terdiri atas sertipikat hak milik, sertipikat wakaf hasil program PTSL milik organisasi keagamaan, dan sertipikat hak pakai atas nama Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, dilangsungkan pula penyerahan Surat Keputusan (SK) Hibah serta penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Gubernur Lampung kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Lampung. Acara ini turut dihadiri oleh Penasihat Utama Bidang Hukum dan Peraturan Perundang-Undangan, Jhoni Ginting; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis; Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Lampung, Bupati dan Wali Kota se-Lampung, Forkopimda Provinsi Lampung; serta para tokoh agama dan perwakilan organisasi keagamaan. (bsr/ygy)

0 Comments

APJI Kota Metro dilantik, M. Rafieq berharap mampu dongkrak industri jasa boga di Kota Metro

Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Metro mengukuhkan 60 orang anggota pengurus periode 2025-2030 yang berlangsung meriah di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Selasa (29/07/2025). Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APJI Kota Metro. Ia mengaku senang dengan adanya asosiasi ini dan berharap APJI dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kota Metro dalam mengembangkan sektor jasa boga. “Saya senang sekali akhirnya ada asosiasi pengusaha jasa boga di Kota Metro. Saya berharap,emoga APJI dan Pemkot Metro bisa bekerja sama di bidang jasa boga,” ujarnya. Selain itu, Rafieq menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk makanan yang beredar di masyarakat. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya kasus anak-anak di Kota Metro yang harus menjalani cuci darah sejak kecil akibat mengonsumsi jajanan yang tidak sehat. Oleh karena itu, ia berharap APJI dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas produk makanan di Kota Metro. “Saya berharap APJI dapat memberi andil besar dalam meningkatkan kualitas produk makanan di Kota Metro,” ungkapnya. Ketua DPC APJI Kota Metro, Kun Komariyati, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa APJI memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG). “Anggota APJI yang bergerak di bidang catering dan jasa boga dapat menjadi penyedia utama makanan bergizi dalam program MBG. Kami memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi,” jelas Kun Komariyati. Ia menegaskan, pengukuhan kepengurusan APJI kali ini menjadi momentum tepat untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan agar industri kuliner di Kota Metro dapat maju dan berkelanjutan. Dirinya menjelaskan, tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. “Dengan keyakinan kuat, kami bertekad meningkatkan kualitas dan daya saing pengusaha jasa boga di Kota Metro,” katanya. Organisasi ini juga akan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar anggota, sehingga mampu mendorong inovasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Selain pelantikan, APJI Kota Metro turut menggelar sejumlah kegiatan pendukung, seperti Bazar UMKM yang diikuti 40 tenant, demo memasak empat macam kue tradisional berkolaborasi dengan Rose Brand, serta lomba mewarnai dan mendongeng untuk anak-anak. Acara juga dimeriahkan dengan senam sehat, modeling, serta fashion show yang berlangsung selama dua hari, dengan dukungan sponsor dari Honda, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Lampung, dan sejumlah donatur lainnya. Kun Komariyati berharap, rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku jasa boga serta kuliner di Kota Metro, melalui pelatihan, sertifikasi usaha, promosi produk, hingga peningkatan kerja sama antar anggota asosiasi. (tm/ygy)

0 Comments

Hadiri Pisah Sambut Kajari, H. Bambang ingin sinergitas Pemkot Metro dengan Kejari terus terjalin positif

Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi kelembagaan melalui kehadiran langsung Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I, dan Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana pada acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Selasa (29/07/2025) di Wisma Haji Al-Khairiyah. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas instansi. Momen ini menjadi simbol apresiasi atas kinerja pejabat lama sekaligus penyambutan terhadap pimpinan baru Kejari Kota Metro. Dalam sambutannya, Wali Kota Metro menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kajari sebelumnya, Ibu Nurvita Kusuma Wardani, SH, atas dedikasi dan kerja sama selama menjalankan tugas di Kota Metro. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ibu Nurvita Kusuma Wardani atas dedikasi, pengabdian, dan kerja sama yang luar biasa selama bertugas di Kota Metro. Di bawah kepemimpinan Ibu, Kejaksaan Negeri telah menunjukkan kinerja yang profesional, akuntabel, dan humanis,” ucap Wali Kota. Ibu Nurvita Kusuma Wardani, SH, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik selama masa tugasnya. “Saya merasa terhormat pernah menjadi bagian dari Kota Metro. Kota ini bukan hanya tempat saya bekerja, tetapi juga tempat saya belajar tentang kolaborasi dan semangat melayani. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Metro atas dukungannya,” ungkapnya dengan penuh haru. Sementara itu, Kajari yang baru, Dr. Neneng Rahmadini, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan sinergi yang telah terbangun, sekaligus memperkuat peran Kejaksaan dalam mendukung pembangunan daerah. “Merupakan kehormatan bagi saya untuk bertugas di Kota Metro. Saya siap melanjutkan dan memperkuat sinergi yang telah terjalin antara Kejaksaan Negeri dengan Pemerintah Kota Metro. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan hukum yang tidak hanya tegas dan profesional, tetapi juga humanis, sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujar Dr. Neneng Rahmadini. Wali Kota Metro menyambut pernyataan tersebut dengan optimisme, dan menegaskan kesiapan Pemerintah Kota dalam mendukung langkah-langkah strategis Kejaksaan Negeri demi mewujudkan tata kelola hukum yang berkeadilan dan berintegritas. Acara pisah sambut ini berlangsung hangat, penuh rasa hormat, dan menjadi refleksi akan pentingnya kesinambungan serta kolaborasi antar-lembaga dalam membangun Kota Metro yang aman, tertib, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (Dns/Ygy)