DPRD Kota Metro mengadakan Rapat Paripurna DPRD Kota Metro tentang pengambilan keputusan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Rabu (21/06/2023). Dalam kesempatan ini, Walikota Metro, dr. Wahdi menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2022. “Ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban saya sebagai Kepala Daerah dalam memenuhi amanah konstitusi yang telah diamanatkan undang-undang atas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 yang sebelumnya telah kita susun bersama,” terangnya. Ia juga mengatakan setelah melalui beberapa tahapan yang dibarengi dengan proses hearing dan pembahasan yang insentif antara DPR Kota Metro dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akhirnya tiba pada agenda paripurna ini. “Berbagai masukan saran dan kritik telah disampaikan terhadap substansi laporan keuangan khususnya, maupun pelaksanaan program kegiatan pembangunan umumnya. Baik program yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan,” ujarnya. “Merupakan referensi yang penting bagi kami untuk terus melakukan pembelajaran, pembenahan serta perubahan di kemudian hari, guna tercapainya pengelolaan keuangan Daerah yang akuntabel, tepat sasaran, tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut Wahdi. Di kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Metro, Indra Jaya menyampaikan kesimpulan pembahasan Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022 oleh Badan Anggaran DPRD Kota Metro bersama tim anggaran Pemerintah Daerah serta OPD terkait sudah dilaksanakan secara maksimal. “Maka dari itu dapat dilanjutkan pada pembahasan bersama seluruh Anggota DPR Kota Metro dan kiranya nanti dapat disetujui bersama pada rapat Paripurna hari ini, untuk di tetapkan menjadi peraturan Daerah Kota Metro,” tuturnya. Dalam kegiatan ini tampak dihadiri juga Wakil Walikota Metro, Ketua DPRD berserta anggota, Sekertaris Daerah, para Asisten, para Staf Ahli, para Kepala OPD, serta para Camat dan Lurah se-Kota Metro. (bsr/yus)
Hore! Jalan Brigjen Katamso dan Pattimura Metro Diperbaiki
Sejumlah ruas jalan provinsi yang ada di Kota Metro saat ini sedang dalam masa rekontruksi. Dua ruas jalan tersebut yaitu Jalan Brigjend Katamso, Metro Barat menuju Lampung Tengah dan Jalan Pattimura, Metro Utara menuju Lampung Tengah. Pengerjaan jalan ini tentunya sesuai dengan perencanaan pembangunan pada tahun sebelumnya. Pengerjaan jalan ini dilakukan dengan kontrak pekerjaan selama 180 hari kalender, harapannya sebelum akhir tahun masyarakat sudah dapat merasakan manfaatnya. Dari data yang dihimpun, untuk peremajaan jalan Brigjend Katamso akan dilakukan dengan rabat beton, sedangkan di Jalan Pattimura akan dilakukan dengan pengaspalan kembali dan peremajaan median jalan. Rekontruksi jalan ini berdasarkan usulan dan atas hasil koordinasi yang baik antara Pemerintah Kota Metro dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Sehingga Provinsi Lampung dapat merealisasikan melakukan rekontruksi Jalan-jalan Provinsi yang ada di Kota Metro. Sejumlah masyarakat mengapresiasi peremajaan jalan tersebut, salah satunya adalah Irawan (27) warga Metro Barat, yang mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang melintas. “Wah. Tentu sangat membantu sekali, apalagi saya sering lewat sini, kalau ke Lampung Tengah, saya ucapkan terimakasih untuk Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Irawan, Rabu 21 Juni 2023. Robby Kurniawan, selalu Kepala Dinas PUTR Kota Metro menjelaskan, kepada dua ruas jalan tersebut dikerjakan berdasarkan anggaran dari APBD Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. “Untuk rekonstruksi jalan Brigjend Katamso, dilakukan perbaikan dengan anggaran sebesar Rp 3.718.234.000,00, sedangkan Jalan Pattimura dilakukan perbaikan dengan anggaran Rp 5.987.000.000,00, dengan pelaksana yaitu CV Widuri dan CV Bunga Mas Semesta,” kata Robby. Lebih lanjut, Robby juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Propinsi Lampung atas perhatian dan dukungannya kepada Kota Metro, sehingga jalan-jalan propinsi yang ada di Kota Metro dapat di rekonstruksi. Harapannya pihak rekanan yang mengerjakan perbaikan jalan tersebut dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil pekerjaan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. (yus)
Wahdi Hadiri Undangan di Istana Wakil Presiden dalam Soft Launching MPP Digital
Walikota Metro, dr.Wahdi,Sp.OG(K),M.H menghadiri acara Soft Launching Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital, bersama Wakil Presiden, K.H Ma’ruf Amin. Kegiatan yang dimotori oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) ini diadakan di Istana Wakil Presiden, Selasa 20 Juni 2023. “MPP Digital menjadi bagian dari strategi taktis guna mempercepat pelayanan publik, termasuk untuk meningkatkan investasi. Saya minta seluruh pemangku kepentingan di berbagai tingkatan untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan MPP Digital, seraya memperkuat kolaborasi untuk memastikan implementasinya,” ungkap Wapres dalam acara Soft Launching MPP Digital Nasional di Istana Wakil Presiden, Selasa (20/06). Dikutip dari official website KemenPANRB. Walikota Metro dr. Wahdi bersyukur atas capaian upaya peningkatan pelayanan di Kota Metro ini, capaian ini tentunya mendapat apresiasi berbagai pihak, karena menjadi 21 Kabupaten/Kota di Indonesia yang pertama memiliki MPP Digital. Terwujudnya MPP dan MPP Digital ini termasuk dalam sembilan Program Prioritas Walikota dan Wakil Walikota Metro, yang tertuang dalam RPJMD Kota Metro 2021-2026, yang mana hal ini juga tidak lepas dukungan dari berbagai pihak, mulai dari DPRD Metro, Forkopimda, Instansi Vertikal, Stack Holder, BUMN, BUMD, Swasta dan seluruh Elemen Masyarakat. Wahdi juga menginginkan dengan hadirnya MPP Digital di tengah masyarakat dapat memberi kemudahan dan kepuasan dalam mengurus berbagai dokumen baik pribadi maupun berusaha. “Tentunya Masyarakat ingin mendapat kemudahan dalam mengakses berbagai jenis pelayanan dan kota ini. Oleh karenanya tentu harus tersedia layanan yang terintegrasi dalam satu lokasi, sehingga ada sinergi antar pelayanan yang ada. Hal itulah yang mendorong Pemerintah Kota Metro menyediakan MPP ini. Kota Metro pertama bersama 21 kabupaten atau kota di Indonesia dalam MPP DIGITAL. Semoga dapat memberi pelayanan yang baik,” jelas Wahdi. Dalam acara ini, dihadiri juga Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dari data yang dihimpun, ada sebanyak 21 kota atau kabupaten yang diundang hadir di Istana Wakil Presiden untuk memenuhi undangan acara tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut di bawah ini. Daerah Tahap Awal dengan MPP Digital:1. Kab. Banyuwangi2. Kabupaten Banyumas3. Kabupaten Brebes4. Kabupaten Grobogan5. Kabupaten Hulu Sungai Selatan6. Kabupaten Kotawaringin7. Kabupaten Magetan8. Kabupaten Musi Rawas9. Kabupaten Sragen10. Kabupaten Tuban11. Kota Banda Aceh12. Kota Batam13. Kota Bukittinggi14. Kota Kendari15. Kota Magelang16. Kota Metro17. Kota Mojokerto18. Kota Samarinda19. Kota Surakarta20. Kota Tanjung Pinang21. Kota Yogyakarta. (yus)
Dihadiri Tim Ahli Smart City Kemenkominfo, Wahdi Buka Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City
Walikota Metro, Wahdi memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Bimtek Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan tahap 1 Kota Metro, berlangsung di OR Setda Kota Metro, Senin (19/06/2023). Di kesempatan ini Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Subehi melaporkan kegiatan fasilitas penyusun masterplan Smart City Kota Metro dengan Dirjen layanan Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Republik Indonesia tahun 2023 yang berlangsung selama dua hari. Maksud dan tujuannya acara ini yaitu, memberikan gambaran dan arahan bagi Pemerintah Kota Metro dalam menunjang implementasi Metro Smart City sesuai dengan amanah Perpres 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) dan investasi sistem informasi dapat direncanakan dengan matang sesuai dengan skala prioritas yang telah ditentukan di dalam dokumen masterplan smart city. “Dalam rangka mewujudkan Kota Metro sebagai kota cerdas (Smart City) serta untuk mendorong kemudahan penyelenggaraan layanan publik dan mendukung penerapan gerakan maju Kota cerdas (Smart City) dibutuhkan acuan yang menjadi pedoman berupa tahapan yang harus dilaksanakan,” ujarnya. “Dengan demikian tahapan itu tertuang dalam sebuah dokumen Masterplan Smart City yang di harapkan dapat mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga Kota Metro,” lanjut Subehi. Dikesempatan yang sama Walikota Metro menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan bimtek ini sebagai upaya bersama untuk membangun serta mengimplementasikan gerakan menuju kota cerdas di Kota Metro. “Acara ini merupakan langkah kongkrit guna merumuskan rancana strategis yang holistik dan terintegrasi dalam membangun kota cerdas, karena saya percaya bahwa transformasi menuju Smart City adalah langkah penting bagi pertumbuhan dan kesejahteraan sebuah daerah,” tuturnya. Wahdi juga berharap melalui bimtek masterplan Smart city di Kota Metro ini harus berbasis kearifan lokal sehingga pendekatannya tidak hanya government tapi governance. “Ada kelompok bisnis, ada kelompok masyarakat sehingga tidak hanya top-down tapi bottom-up, Bersinergi antara pemerintah dengan kelompok pembisnis, kalau perlu UMKM nya dikembangkan ekonominya, lingkungan hidupnya. Kita akan mendorong potensi lokal agar tumbuh otonomi setiap daerah dengan pengembangan potensi lokal tersebut,” paparnya. Selain itu Wahdi juga mengingatkan bahwa, meskipun teknologi akan menjadi tulang punggung implementasi Kota Cerdas tetapi sumber daya manusia akan tetap menjadi pusat inti dari segala upaya. “Kita harus memastikan bahwa penerapan teknologi selalu berlandasan pada prinsip kejujuran, keadilan, keamanan, penjagaan privasi, dan etika, semua keputusan harus mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya. “Dengan kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid, saya yakin kita akan mampu mewujudkan Kota cerdas yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, untuk itu saya mengajak semua pihak untuk dapat berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita ini,” lanjut Wahdi. Di Forum yang sama, ketua Tim Ahli Smart City Kementerian Kominfo RI, Prof. Lukito Edy Nugroho mengatakan kegiatan ini akan berlangsung bertahap dan berkelanjutan selama 4 tahap selama 4 bulan dengan harapan Kota Metro Smart city bisa terealisasi sesuai dengan amanah Perpres 95 tahun 2018. Ia juga menjelaskan terdapat beberapa kategori dalam smart city yakni smart ekonomi, smart goverment, smart people, smart lingkungan, smart society, dan smart living dimana hidup memanfaatkan teknologi. “Ini menjadi sebuah kebutuhan. Sebenarnya kondisi pandemi covid kemarin memaksakan kita bahwa yang dulunya kita tidak pernah membayangkan bahwa kita rapat dan melakukan pertemuan secara online. Asumsinya bahwa dalam sistem pemerintahan mengembangkan ekonomi, lingkungan, kehidupan, pemerintahan dan pelayanan akan lebih mudah jika berinovasi memanfaatkan teknologi, ” jelasnya. Acara ini selain di hadiri oleh Prof. Lukito Edy Nugroho sebagai Ketua Tim Ahli Smart City Kementerian Kominfo RI beserta tim rombongan, juga dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Metro, para kepala OPD Kota Metro, para Camat dan Lurah se-Kota Metro. (BSR/Yus)
Staf Ahli Bidang III Hadiri Program Fasilitasi Nikah
Dalam mewujudkan visi misi Program Pemerintah Kota Metro, Staf Ahli III, Juni Kuswati menghadiri acara akad nikah pada Fasilitasi Pernikahan mempelai. Pada kesempatan ini mempelai Fredi Prasetyo dan Zulia Ratna Sari, melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Metro Pusat, Senin (19/06/2023). Juni Kuswati dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang baru melangsungkan pernikahan di KUA Metro Pusat. “Semoga adinda semua dapat menjalankan amanah salah satu ayat Allah dalam Al-Qur’an, Surat An Nisa ayat 1 yaitu menjadi pasangan suami-istri yang bertaqwa dan mendapatkan barakah dari Allah SWT membentuk keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. Aamiin,” ujarnya. Sebagai Staf Ahli III Kota Metro, Juni menjelaskan bahwa Program Fasilitasi Nikah Pemerintah Kota Metro bekerja sama dengan KUA Metro Pusat, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama (Kemenag), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro. “Pemerintah Kota Metro berupaya membantu masyarakat melalui Program Fasilitas Nikah, dimana pasangan pengantin yang mengikuti akan mendapatkan KTP dan Kartu Keluarga secara langsung yang sudah di rubah dari Disdukcapil Kota Metro, dan snack juga makanan yang akan menjadi tugas Kesra,” tuturnya. (bgs/yus)
Staff Ahli Bidang III Hadiri Muskot PWRI
Musyawarah Kota PWRI ke-V, Juni Kuswati Harap Mampu Menyerap Aspirasi AnggotanyaStaf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Juni Kuswati berharap Musyawarah Kota (Muskot) ke-V ini akan mampu menyerap aspirasi, hal ini disampaikan pada saat membuka acara tersebut di Aula Pemerintah Kota Metro, Sabtu (17/06/2023). “Saya harap kegiatan ini dapat menyerap pendapat anggotanya untuk memilih kepengurusan yang baru dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi PWRI kota Metro,” ucap Juni. Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan ini juga merujuk pada besarnya komitmen pwri cabang kota metro untuk menjadi organisasi yang mandiridan profesional sebagai wadah bernaungnya para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). “kita ketahui bahwa Muskot ini dapat menjadi sarana bagi suatu organisasi guna menyusun program kerjanya sebagai pedoman dan arah kegiatan yang akan dilaksanakan,perbedan pendapat adalah hal yang biasa karena itulah bentuk demokrasi,” tuturnya. Ketua Panitia Muskot PWRI, Umar Yusuf melaporkan bahwasannya sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga dengan masa kerja pengurus akan berakhir pada bulan Juli 2023 dan memilih anggota yang baru periode 2023-2028. “Menurut ketentuan minimal 3 bulan harus dilakukan muskot untuk pemilihan kepengurusan yang baru, dan peserta berjumlah 100 orang yang terdiri dari pengurus kota dan pengurus kecamatan di Kota Metro,” papar Umar. Umar juga berharap dari terbentuknya kepengurusan yang baru dapat menjalankan organisasi ini dengan sebaik-baiknya untuk 5 tahun kedepan. (tm/yus)
Sekda Metro Sampaikan Beberapa Amanat dalam Apel Mingguan, Ini Pesannya…
Sekretaris Daerah Kota Metro, Ir. Bangkit Haryo Utomo menyampaikan bahwa banyak pegawai yang belum melaporkah SPT tahunan ke LHKPN, hal ini disampaikan pada saat apel pagi mingguan di Halaman Kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (19/06/2023). “Berdasarkan laporan dari Inspektorat terkait dengan laporan harta kekayaan yang telah dievaluasi ke seluruh OPD banyak ditemukan belum melaporkan SPT tahunan tersebut, saya berharap yang belum melaporkan harta kekayaannya agar segera melengkapinya,” katanya. Dari hasil evaluasi tersebut ditemukan bahwa diantaranya yaitu PNS di Sekretariat Daerah ada 12 orang dan Dinas Kesehatan ada 66 orang yang belum melaporkan SPT tahunan tersebut.Bangkit juga menegaskan kepada seluruh pegawai untuk mengembalikan uang tunjangan anak kepada daerah jika anak-anaknya sudah lulus sekolah ataupun lulus kuliah masih mendapatkan tunjangan. “Inspektorat juga melaporkan bahwa masih banyak ditemui nama anak-anak para pegawai yang sudah lulus sekolah ataupun lulus kuliah masih mendapatkan tunjangan dan harus mengembalikan uang tersebut, dan kepada seluruh OPD saya minta untuk mengevaluasi masalah keuangan masing-masing,” tegas Bangkit. Kemudian, berdasarkan imbauan dari Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pemberlakuan endemi covid, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti sedang flu dan sedang berkendara harus tetap memakai masker. Terakhir, Sekretaris Daerah Kota Metro meminta kepada Bappeda untuk memanggil seluruh kepala OPD terkait penyusunan RKPD 2024 dan diimbau juga untuk terus meramaikan Festival Putri Nuban. (tm/yus)
Etnis Tionghoa Meriahkan Festival Putri Nuban
Dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Metro yang ke-86, panggung Festival Putri Nuban dimeriahkan oleh pertunjukan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Kota Metro, berlangsung di Lapangan Samber Park Kota Metro, Minggu (18/06/2023). Dalam kesempatan ini Walikota Metro, Wahdi menyempatkan hadir dalam pertunjukan tersebut. Ia mengatakan Hari Jadi ke 86 tahun Kota Metro merupakan usia yang sangat matang bagi sebuah Daerah. “Apapun yang dihadirkan pada peringatan Hari Jadi Ke-86 Kota Metro, merupakan rasa kebahagiaan kita bersama dalam perayaan ini, mari bersama, kita bangun Kota Metro dengan penuh rasa tanggung jawab”, ujarnya. Wahdi juga mengucapkan terima kasih pada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. “Saya juga sangat mengapresiasi sekali kepada saudara saudara kita etnis Tionghoa yang juga mengambil peran dalam memeriahkan hari jadi Kota Metro yang ke 86 ini,” tuturnya. Selain itu Wahdi juga mengatakan perayaan ini turut melibatkan seluruh komponen masyarakat. Hal ini mengingat Hari jadi Kota Metro tidak saja menjadi kemeriahan yang dimiliki oleh aparatur pemkot saja, namun menjadi kemeriahan bagi seluruh masyarakat Kota Metro. “Hari Jadi Kota Metro ini diharapkan bisa memotivasi kita semua, untuk terus melestarikan adat dan budaya, sehingga menjadi salah satu event yang menjadi keunggulan dan daya tarik Kota Metro,” lanjutnya. PSMTI sendiri dalam kesempatan tersebut menampilkan grup vokal lagu Mandarin, kesenian tradisional Barongsai, dan lainnya. (BSr/yus)
Desainer Fhasion Metro Meriahkan Panggung Festival Putri Nuban
Panggung Festival Putri Nuban dimeriahkan dengan pertunjukan Seni dan Desainer Kota Metro, acara berlangsung di Lapangan Samber Park, Sabtu (17/06/2023) malam. Acara bertajuk Seni dan Kreatifitas Desainer Kota Metro ini tampak dihadiri oleh Sekda Kota Metro, Kadis Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Metro, Staff Ahli 1 sekaligus Ketua TP-PKK Kota Metro. Dalam kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi yang juga Ketua Dekranasda menyatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh Dekranasda dan dibantu oleh Pemerintah Kota Metro. “Malam ini yang ditampilkan Komunitas Penggiat Fhasion (KOMPASION) yaitu mereka kumpulan para desainer dan pengiat fashion Kota Metro, ada juga Sanggar Satu Kata, untuk menunjukan bahwa Kota Metro dalam hal kreatifitas cukup banyak dan dapat lebih dikenal lagi oleh Masyarkat,” ungkap Silfia Silfia juga berharap Kota Metro dalam kreatifitasnya lebih dikenal lagi, lebih baik Desainer dan Fashionnya. “Kita juga punya batik Leluwak Tehambugh kita memperkenalkan dan mensosialisasikan kita punya batik khas, kita memperkenalkan dan mensosialisasikan kita punya batik khas, harapannya Kota Metro dalam kreatifitasnya lebih dikenal lagi, lebih baik Desainer dan Fashionnya,” tutur Silfia Naharani. Dalam kesempatan tersebut hadir juga Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni (IMPAS) Kota Metro, yang menampilkan tarian-tarian, musik band Lokal. (BSR/Yus)
Walikota Metro Mengapresiasi Pertunjukan Seni dari Forum Anak Kota Metro
Panggung Festival Putri Nuban kali ini dimeriahkan dengan pertunjukan sosialisasi melalui seni tari dari Forum Anak Kota Metro, yang berlangsung di Lapangan Samber Park, Minggu (18/06/2023). Dalam kesempatan ini Walikota Metro, Wahdi mengapresiasi dengan hadir menyaksikan pertunjukan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa dalam memeriahkan hari jadi Kota Metro yang ke-86 ini Forum Anak tidak boleh ketinggalan dalam menunjukan bakatnya sebagai pelapor dan pelopor. Wahdi juga berharap, anak bisa menjadi investasi sumber daya manusia kedepannya untuk pembangunan di Kota Metro. “Forum Anak ini harus menjadi perhatian Pemerintah karena mereka juga ikut mengusulkan pembangunan mulai dari Musrenbang tingkat Kelurahan hingga Kecamatan,” ujarnya. “Melalui Forum Anak ini saya juga berharap agar mereka mampu merespon keinginan dan juga kegelisahan anak, yang kemudian disampaikan kepada Pemerintah Daerah,” lanjut Wahdi. Di kesempatan yang sama ketua Forum anak Kota Metro, Sifa mengatakan bahwa sebagai Forum Anak berharap banyak masukan, banyak saran dan juga banyak kritikan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait masalah anak. “Tentunya saran yang ada dari anak – anak itu sendiri untuk kami sebagai Forum Anak supaya kita tau arah kita mau kemana atau mungkin kita memajukan ke pembangunan fasilitas sarana dan prasarana atau mungkin kita lebih ke arah yang membuat mereka bisa mengungkapkan minat dan bakat,” kata Silfia. “Forum anak di Kota Metro itu harus ada karena secara tidak langsung kami adalah perpanjangan tangan dari anak ke kami sebagai pemerintah,” ungkapnya. Sowiyah penasehat Forum Anak, yang turut hadir mengatakan bahwa anak pada Hari Jadi Kota Metro ke 86 ini memang harus terlibat. “Memang harus tampil karena memang Kota ini sudah layak menjadi Kota Layak Anak sehingga anak- anak ini menjadi dua P yaitu pelopor dan pelapor dimana dia menjadi regenerasi kita untuk masa yang akan datang 2045 yang akan menjadi generasi Emas menjadi estafet kita. Dan tadi anak – anak ini tampil luar biasa,” katanya. “Saya mengapresiasi kepada anak-anak yang begitu mempunyai kepribadian yang dia mempunyai keberanian menyuarakan kebaikan dan bisa melaporkan tentang ketidakadilan di luar sana. Sowiyah juga berharap Forum Anak ini menjadi pelopor dan pelapor sehingga apapun kegiatan itu harus mengikutsertakan anak dan apapun kegiatan baik OPD maupun masyarakat itu anak harus tampil di depan. (BSR/DNS/YUS).