Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melakukan panen Bawang Merah di Kota Metro. GNIP yang merupakan inisiasi Presiden dalam menanggulangi inflasi pangan melihat Kota Metro mampu menjaga stabilitas harga bahan baku makanan khususnya Bawang Merah. Kegiatan panen Bawang Merah oleh GNIP yang merupakan gabungan Bank Indonesia dan Pemangku Kebijakan di Daerah, ini dilakukan di Demplot Kelompok Tani Ngudi Asri Makmur, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Kecamatan Metro Barat, Kamis 24 Agustus 2023. Dalam kegiatan panen ini juga dihadiri kelompok tani se Kota Metro. Dalam kegiatan ini Kota Metro juga menandatangani kerjasama dengan Kabupaten Brebes yang dikenal sebagai lumbung bawang nasional. Dalam pemaparan di depan audien, Walikota Metro dr. Wahdi Siradjuddin,Sp.OG(K),M.H menyampaikan jika kegiatan ini mampu mewujudkan Kota Metro yang Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya. Tentang inflasi, menurut Wahdi pengendalian di Kota Metro juga sudah berjalan sangat baik. “Tercatat pada bulan Juli 2023, Inflasi month to month sebesar 0,24%, akumulasi dari Januari sampai Juli tercatat inflasi sebesar 1,51% dan inflasi year to year sebesar 2.05%. Kita bisa pahami ini menunjukan inflasi Kota Metro masih dalam situasi aman dan terkendali,” ujar Wahdi. Menurut Wahdi, Metro yang memiliki potensi sebagai lumbung Bawang Merah sangat sesuai dengan empat pilar yang dijunjung untuk pengendalian inflasi, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. “Keempat pilar itu dilakukan dengan enam langkah seperti operasi pasar murah, sidak pasar, kerja sama antar daerah, gerakan menanam, realisasi belanja tak terduga dan dukungan transportasi dari APBD,” sambung Wahdi. GNIP menurut Wahdi, juga dinilai menjadi gerakan untuk bersinergi, berkoordinasi, dan juga berkolaborasi antar instansi maupun lembaga untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. “Di Kota Metro sudah terlaksana kegiatan gerakan tanaman pangan keluarga, ini didukung langsung oleh Bank Indonesia dengan pemberian bibit unggul komoditas bawang merah. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Brebes yang telah memberikan pelatihan kepada 20 orang petani Kota Metro,” papar Wahdi. Dalam doorstop kepada awak media, Wahdi juga mengingatkan kepada masyarakat Metro untuk tidak perlu panik terkait ketersediaan dan harga bahan pokok. “(Masyarakat) gak perlu gelisah semuanya aman, terkait ketersediaan bahan pangan pokok,” kata Wahdi. Dalam paparannya Kepala Bank Indonesia Budiono, S.E,M.M, menyampaikan, kesejahteraan masyarakat sangat berhubungan dengan inflasi, maka dari itu harus adanya pengendalian inflasi khususnya pangan. “Pemberian bibit bawang merah ini menjadi salah satu cara untuk membantu dan mengajak masyarakat dalam keikutsertaan mereka pada penggerakan kegiatan pengendalian inflasi pangan,” ujar Budi. Dalam doorstop kepada awak media, Budiono menjelaskan bahwa bantuan dari BI berupa bibit Bawang Merah kepada petani dengan skema getok tular. “Jadi gini ya, yang kita latih petani adalah kalau bibit 1 ton, itu kan 1 hektar itu yang nanti disebar (ke kelompok tani lain). Setelah orang (kelompok) pertama menerima, nanti ditularkan. Dia dapat manfaat pertama dibagikan ke kelompok lain, untuk digulirkan,” katanya. Terkait dengan perkembangan harga dan pasokan Asisten II Pemerintah Kota Metro Yeri Ehwan, menjelaskan penanggulangan inflasi Kota Metro berjalan dengan baik karena kerjasama. “Untuk menguatkan Kota Metro ini dengan penanaman Bawang Merah dan pengolahannya dapat memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang bisa menanam di lahan mereka sendiri,” ucap Yeri. Di kesempatan yang sama Staf Ahli Bupati Brebes, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Mohamad Furqon Amperawan, S.P, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh Kota Metro dengan Kabupaten Brebes terkait pengendalian inflasi komoditas pangan Bawang Merah. Sebagai lumbung bawang nasional, lahan pertanian di Kabupaten Brebes menurutnya 50% menjadi lahan pertanian bawang, 50% sisanya adalah komoditas lain. “Brebes menjadi penghasil utama di Indonesia dengan rata-rata luas lahan pertanian 30.000 hektar khusus bawang, dari jumlah lahan pertanian 60.000 hektar,” katanya. Untuk di Kota Metro menurutnya, perlu dipertimbangkan terkait teknologi perangkap penanggulangan hama. Karena dengan perangkap dapat mengurangi adanya kerugian dan penggunaan pestisida agar hasil pertanian lebih sehat dan hemat dalam produksi. Acara ini ditutup dengan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, penyerahan bibit bawang merah kepada kelompok petani. Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Perekonomian Pembangunan Kabupaten Brebes Ir. Muhamad Furqon Amperawan,S.P, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung Budiono, S.E., MM, Walikota Metro dr.H. Wahdi Siradjuddin,Sp.OG (K), Wakil Walikota Metro Drs. H. Qomaru Zaman, MA, Anggota forkopimda, Asisten II Pemerintah Kota Metro, Kepala OPD Kota Metro, Camat Metro barat, serta Lurah Ganjarasri. Di kesempatan yang sama pakde Wanto sebutan akrabnya yang merupakan Ketua Kelompok Tani Bawang Ngudi Asri Makmur menjelaskan proses penanaman bawang dari bibit yang sebelumnya diberikan oleh Bank Indonesia sangatlah baik. “Untuk proses penanaman bawang merah itu membutuhkan waktu kurang lebih 65 hari, kemudian masa panen dari nol memakan waktu 3 bulan karena setalah panen kita perlu proses penjemuran kemudian perobolan bawang merah,” ujarnya. Sementara untuk pemasarnya bawang merah sendiri di Kota Metro sangat mudah karena peminat pasar sangat tinggi. “untuk Kota Metro saja kalau untuk penjualan bawang merah kita gak bingung ya, ini saja sampai kekurangan karena minat pasar sangat tinggi dan kedepannya kami berharap petani bawang yang ada di Kota Metro bisa menyuplai itu,” lanjut Wanto. “Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Metro dan Bank Indonesia ini, saya harap potensi pertanian bawang merah di wilayah Kota Metro dapat semakin berkembang dan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan lokal maupun nasional,” harap Wanto. (bsr/yus)
Warga Metro Selatan ikuti Program Fasilitasi Nikah
Pasangan pengantin Annas Anggi Woro dan Kharisma Fadillah Putri memanfaatkan program fasilitasi nikah dari Pemerintah Kota Metro untuk melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Metro Selatan, Rabu (23/08/2023). Pada kesempatan tersebut, Staff Ahli Walikota Metro Bidang III Juni Kuswati menghadiri sekaligus mengucapkan selamat kepada kedua pengantin tersebut. “Semoga adinda semua dapat menjalankan amanah salah satu ayat Allah di dalam Al-Quran, Surat An Nissa ayat 1 yaitu menjadi pasangan suami- istri yang bertaqwa, kelak menjadi bapak dan ibu bagi putra-putri ananda berdua. Dan mendapatkan barakah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Wa Rahmah. Aamiin,” ujarnya. Juni Kuswati juga menjelaskan bahwa Program Fasilitasi Nikah Pemerintah Kota Metro melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro. “Pemerintah Metro berupaya membantu masyarakat melalui Program Fasilitasi Nikah, dimana pasangan pengantin yang mengikuti akan mendapatan KTP secara langsung yang sudah dirubah dari Disdukcapil Kota Metro, snack dan makanan yang akan di oleh Bagian Kesra, dan dokumentasi dari Dinas Kominfo Metro,” ungkap Juni. Pengantin wanita, Kharisma mengungkapkan rasa terima kasih dapat mengikuti fasilitasi nikah ini. “Alhamdulillah terima kasih buat Pemerintah Kota Metro telah membuat program nikah seperti ini, karena telah membantu pasangan seperti kami yang ingin menikah secara sederhana dan juga dipermudah untuk administrasi kependudukan,” ungkapnya. (tm/yus)
Pastikan Produktifitas Pertanian di Musim Kemarau, Walikota Metro Tinjau Irigasi Pertanian
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memperkirakan musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering dibandingkan tiga tahun lalu karena pengaruh fenomena El Nino. Menurut BMKG, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus dan September. Catatan BMKG, 63% wilayah di Indonesia sudah mengalami kekeringan. Untuk wilayah yang akan mengalami kekeringan lebih parah diperkirakan terjadi di wilayah Sumatera dan Jawa. Karena untuk dua wilayah ini masuk dalam kategori zona coklat, yang berarti lebih kering dari wilayah lainnya di Indonesia. Mengantisipasi dampak tersebut, Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K), MH meninjau sarana pengairan pertanian dan jalan usaha tani di wilayah Kecamatan Metro Selatan. Pemkot Metro berupaya menjaga stabilitas hasil panen menghadapi dampak suhu iklim yang tinggi akibat El Nino, dengan terus mengebut peningkatan kualitas infrastruktur pada sejumlah sarana dan prasarana penunjang produktivitas pertanian. “Pemerintah dalam menghadapi masalah yang akan muncul, itu tetap akan kita upayakan ya, salah satunya juga di sini kan ada lahan pertanian kita. Ya, kita hari ini meninjau beberapa pembangunan yang dilakukan oleh Pokmas ya,” kata Wahdi saat diwawancarai awak media, didampingi Asisten II, Yeri Ehwan, Kadis Kominfo, Subehi dan Camat Metro Selatan, Fajar Riatama, Selasa, (22/8/2023). Wahdi menyebut, pembangunan irigasi yang melintas di sekitar areal persawahan bertujuan memastikan distribusi air dapat mengaliri tanaman yang mengandalkan pasokan irigasi teknis. Sementara, Jalan Usaha Tani dibangun untuk mempermudah akses penunjang aktivitas petani, termasuk mengangkut hasil panen. “Jadi, dalam tinjauan tadi, tentu juga kita melihat ada beberapa drainase. Kemudian, jalan usaha tani yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat juga. Maka itu, LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) itu makanya saya minta betul-betul dikerjakan dengan baik,” tandasnya. Wahdi juga menyempatkan untuk monitoring pelayanan pemerintahan di Kelurahan, Kecamatan dan layanan pendidikan di Sekolah Dasar di wilayah setempat. “Monitoring ini bertujuan untuk dapat memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Kita juga melakukan inventarisasi kegiatan yang sudah terlaksana serta melihat permasalahan yang ada di wilayah Kecamatan, Kelurahan bahkan sampai dengan RT dan RW,” kata Wahdi. (tka/bgs/yus)
Rapat Paripurna, Wahdi Sampaikan Beberapa Hal, Utamanya tentang Retribusi Daerah
DPRD Kota Metro menggelar Rapat Paripurna tentang Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas penyampaian Raperda Usulan Pemerintah Kota Metro, di Gedung DPRD Metro, Selasa 22 Agustus 2023. Dalam Rapat Paripurna kali ini juga diagendakan, Jawaban Walikota Metro atas pandangan umum Fraksi-Fraksi dan tanggapan Walikota Metro atas penyampaian Raperda Inisiatif DPRD Kota Metro serta Jawaban Fraksi-Fraksi atas tanggapan Walikota Metro Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Metro, Yulianto bahwasanya untuk menguatkan literasi di lingkungan masyarakat perlu adanya aturan khusus. “Untuk meningkatkan itu (literasi) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Rendahnya literasi merupakan persoalan yang terjadi di beberapa sekolah. Maka, perlu adanya gerakan literasi. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) maka kami membuat turunan Raperda Metro Kota Literasi,” katanya. Dia menambahkan, Raperda Inisiatif tersebut dinilai dapat meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Sai Wawai. Terlebih, disaat kemajuan teknologi yang saat ini berkembang. “Kota Literasi merupakan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini perlu dilakukan kegiatan yang bersifat partisipasi yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Literasi tidak hanya dipahami sebagai membaca dan menulis, sekarang dikembangkan dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup,” kata dia. Dikesempatan yang sama Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, SP.OG(K), MH. menyampaikan, bahwa Raperda Usulan Pemerintah Kota Metro, yaitu Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Raperda Kota Metro tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kota Literasi. Menurut Wahdi, restrukturisasi Pajak Daerah dan Retibusi Daerah pasti akan menimbulkan fluktuasi atau pergerakan pada sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Pada sektor pajak parkir terjadi penurunan tarif pajak sementara pada sisi PBB P2 dimungkinkan untuk mengalami kenaikan yang disebabkan oleh perluasan jenjang tarif. Secara umum sisi pajak daerah akan mengalami kenaikan dengan diberlakukannya option PKB dan option BBNKB di tahun 2025,” kata Wahdi dalam pidatonya. Wahdi menjelaskan, pada sisi retribusi Daerah, dengan dihilangkannya 5 jenis retribusi yang empat diantaranya masih dipungut pada tahun 2023 tentu akan memberikan dampak penurunan pendapatan. Kemudian bahwa pada PKB dan BBNKB akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi PAD Kota Metro. “Pemerintah Kota Metro melalui BPPRD terus melakukan upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak yang dilaksanakan secara terintegrasi mulai dari pendataan pengawasan dan evaluasi,” paparnya. Pihaknya memaparkan, bahwa kendala yang ditemui dalam proses optimalisasi pemungutan pajak daerah adalah tingkat kepatuhan pembayaran pajak yang belum optimal. “Tingkat kepatuhan wajib pajak tercermin dalam ketidaktepatan waktu penyetoran dan pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Wahdi. Dalam Rapat Paripurna ini dihadiri Forkopimda, OPD se Kota Metro, serta Seluruh Anggota DPRD Kota Metro. (bsr/yus)
FKUB Kota Metro Gelar Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama tentang Moderasi Beragama
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Kesbangpol Kota Metro menggelar Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Moderasi Beragama, berlangsung di Gedung Pertemuan Pawon Mas Metro, Selasa (22/08/2023). Ketua FKUB Kota Metro, Sujino mengatakan bahwa melalui sosialisasi ini diharapkan camat, lurah dan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang sama dalam rangka menjaga serta meningkatkan kerukunan umat bergama di Kota Metro. “Kegiatan ini kita lakukan karena Metro tidak menghendaki adanya gesekan antar umat beragama, dalam kota yang kecil ini jika ada orang yang sengaja memporak porandakan kerukunan ini adalah hal yang sangat menyedihkan,” ucap Sujino. Dirinya juga memaparkan ada 3 tempat yang akan dijadikan Kelurahan Moderasi Beragama, salah satunya adalah Kelurahan Yosomulyo yang saat ini sedang didiskusikan bersama dengan dari Kanwil Kementrian Agama. Kemudian, Wakil Wali Kota Metro yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina FKUB Metro, Drs.Qomaru Zaman,MA menginginkan fungsi organisasi ini dilakukan dengan baik untuk menetralisir semua persoalan yang berkaitan dengan agama di Kota Metro. “Dengan hadirnya FKUB ini diharapkan agar menjadi percontohan suasana keagamaan yang indah dan bagus oleh semua masyarakat,” ungkap Qomaru. Beliau juga meminta agar dapat menjaga toleransi umat beragama dan menciptakan suasana damai di tahun politik ini. Kepala Kesbangpol Metro, Rosita mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dilakukan FKUB Kota Metro untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. “Ini fokusnya bagaimana ada penciptaan kondisi yang kondusif di dalam pembangunan, walaupun mungkin masih banyak yang harus diperbaiki, mudah mudahan kedepan semua diatasi dengan baik dan ini juga merupakan peran penting untuk FKUB. (tm/yus)
Qomaru Zaman Hadiri Jalan Sehat Kelurahan Yosorejo
Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman melepas Jalan Sehat di Jalan Kerinci I depan Masjid Al-Huda, Kelurahan Yosorejo, Kota Metro, Minggu (20/08/2023). Dalam kesempatan ini, Qomaru Zaman menginginkan kegiatan jalan sehat hari ini yang sedang berlangsung dapat menciptakan kegembiraan bagi seluruh peserta. Qomaru menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan hari ini yang dinilai dapat menumbuh kembangkan kegemaran dalam berolahraga. “Tentunya saya berharap kegiatan hari ini dapat memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan rasa memiliki sebagai masyarakat Metro,” pungkasnya. Camat Metro Timur, Ferry Handono, juga turut ambil bagian dalam serangkaian kegiatan di beberapa titik wilayah Metro Timur, dan dalam hal ini hadir di Kelurahan Yosorejo. Dengan kehadiran Camat Metro Timur tersebut, kemeriahan HUT RI ke-78 semakin diperkuat dengan semangat patriotisme dan kerjasama masyarakat di Metro Timur. “Acara-acara tersebut tidak hanya dalam merayakan momentum sejarah, tetapi juga upaya mengajak masyarakat untuk bersatu dalam memajukan bangsa Indonesia,” jelasnya. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Aprizal, selaku ketua panitia penyelenggara bahwa warga masyarakat sekitar sangat berantusias mengikuti berbagai perlombaan dari perlombaan untuk anak-anak hingga perlombaan untuk orang dewasa warga RW 01 dan RW 02. “Seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari warga baik berupa dana sumbangan berbentuk hadiah hingga voucer makanan, sehingga peringatan HUT RI ke-78 ini sangat meriah dan memberi rasa kepuasan bersama, dan dapat menjalin tali siraturahmi yang semakin erat,” jelas Aprizal. Dari pantauan, kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan acara pembagian hadiah dan hiburan serta makan bersama nasi tumpeng sebanyak sebelas tumpeng yang merupakan partisipasi dari masyarakat. (yl/yus)
Wahdi Hadiri Kirab Pemilu KPU Kota Metro, Apresiasi Keterlibatan Pemprov
Pemerintah Kota Metro melakukan Acara Serah Terima Bendera Kirab Pemilu Tahun 2024 dan Deklarasi Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa Serta Pawai Kirab Pemilu 2024 yang berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah Kota Metro, Senin (21/08/2023). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Lampung yang diwakili Sekda Propinsi Lampung Fahrizal Darminto, Ketua DPRD Propinsi Lampung, Kapolda Lampung dan anggota Fokorpimda Provinsi Lampung yang lainnya. Selain itu di hadiri juga oleh Ketua KPU Propinsi Lampung, Ketua Bawaslu Propinsi Lapung, Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, anggota Forkopimda Kota Metro, para Staf Ahli Walikota, Ketua dan anggota KPU Kota Metro, para Asisten Sekda Kota Metro, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah se-Kota Metro, serta seluruh perwakilan Partai Politik. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati menjelang pemungutan suara Pemilu Tahun 2024 dengan Tema “Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa” Walikota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K) dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan Pemerintah Provinsi Lampung yang sudah mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh Kota Metro. “Jika bukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung maka segala hal yang kami lakukan disini tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ucap Wahdi. Dengan dukungan yang diberikan dan untuk membangun peradaban yang lebih baik lagi dalam menggerakkan dan meningkatkan pemahaman terkait dengan kegiatan pemilu. “Generasi mudah harus paham dan sadar apa manfaat penting dari kegiatan pemilu ini, agar negara kita dapat membangun peradaban yang lebih baik lagi,” sambung Wahdi. Dilanjutkan sesi penyerahan dan peletakan 18 bendera partai oleh paskibra, yang selanjutnya serah terima bendera dari KPU Lampung Timur kepada KPU Kota Metro. Prosesi penandatanganan pemberitaan acara yang dilakukan oleh KPU Kota Metro dan KPU Lampung Timur dengan disaksikan langsung oleh KPU Provinsi Lampung. Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama S.Pd., M.Pd., M.M mengatakan bahwa sudah memasuki 167 hari lagi menuju momentum pemilu 2024 yang menjadi momen yang sangat istimewa untuk menyatakan pendapat melalui suara mereka bagi bangsa dan negara. “Bendera yang ada ini tidak bisa digantikan harus terlihat apa adanya walaupun terlihat kotor dan tidak layak, itu menjadi bukti dari perjalanan dari berbagai wilayah,” ujar Septa. Terdapat 2 jalur pelaksanaan Kirab Pemilu di Provinsi Lampung, jalur I titik peluncuran Provinsi Aceh ke Jakarta dan jalur II titik peluncuran Provinsi Kepulauan Riau ke Jakarta. 18 Bendera Partai ini akan berada di Kota Metro selama 7 hari. Dalam kesempatan ini Septa berharap bahwa dengan adanya Kirab Pemilu 2024 ini dapat menyukseskan kegiatan Pemilu 2024 di Kota Metro nanti. Kegiatan ini ditutup dengan pelepasan Pawai Kirab Pemilu 2024 yang berlangsung sampai tanggal 28 Agustus 2023. (tk/bgs/yus)
Dikunjungi Stafsus Wapres MPP Kota Metro akan Jadi Percontohan Nasional
Pemerintah Kota Metro menerima kunjungan kerja Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. Gatot Prio Utomo dan Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Senin (21/08/2023). Gatot mengatakan, peninjauan ini dilakukan untuk menjadikan Kota Metro sebagai salah satu pilot project percontohan nasional dari 21 Mall Pelayanan Publik digital di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dan menjalankan peran pemerintah untuk mensosialisasikan MPP tersebut ke publik sekaligus memberikan literasi kepada masyarakat. “Tinjauan kami ini untuk melihat sejauhmana MPP yang sudah berjalan selama 6 bulan ini. Dan ternyata sudah luar biasa ya, karena pelaksanaannya sudah berjalan baik, tinggal yang sebetulnya yang terpenting bagaimana fasilitas yang sekarang sudah dibangun bisa dimanfaatkan publik secara luas. Jadi tinggal mensosialisasikan tempat ini sehingga menarik masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan terbaik disini,” ucapnya. Gatot juga menyampaikan, dengan hadirnya Mall Pelayanan Publik berbasis digital ini diharapkan data masyarakat dapat diintegrasikan, sehingga tidak perlu melakukan pengisian data secara berulang-ulang, sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih lanjut antar instansi. “Nah MPP digital ini kita harapkan dapat melakukan terobosan ke arah yang lebih baik dengan data yang sudah terintegrasi. Masyarakat sudah tidak lagi harus mengurus a, mengurus b dengan mengisi data berulang kali. Selanjutnya tingkat kemudahannya. Kalau kita bicara MPP digital kita bicara tentang kecepatan, akuntabilitas dan transparansi. Jadi masyarakat bisa mengecek prosesnya ketika sedang mengajukan perizinan,” ungkap Gatot. Dirinya juga berharap dengan adanya MPP digital ini, masyarakat dapat mengecek setiap proses dari layanan yang diajukan hanya dari rumah saja tanpa perlu mengantre. Menurutnya, untuk pengerjaan pilot project ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan dikarenakan MPP digital ini menyimpan sejumlah data publik yang harus diperhatikan baik dari segi keamanan, kehandalan,aupun infrastruktur yang harus disimpan dengan baik. Kemudian, dirinya juga memaparkan ada dua layanan dasar yang di implementasikan di fase awal ini, yaitu ada 8 (delapan) layanan terkait dengan Dukcapil dan perizinan layanan kesehatan. Terakhir, Gatot berharap semua layanan goverment citizen itu bisa dilayani dari MPP digital seperti pembuatan sim, paspor dari satu aplikasi sehingga masyarakat tidak perlu kemana-mana dan akan membangun kemudahan yang menunjukkan negara hadir untuk masyarakat. (tm/yus)
Apel Mingguan, Asisten 1 Sampaikan Beberapa Hal
Supriyadi selaku Asisten 1 Kota Metro menjadi pembina apel pagi yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kota Metro, pada Senin (21/08/2023). Pada kesempatan ini, Supriyadi dengan tegas menyampaikan beberapa hal terkait etika pemerintahan kepada seluruh peserta apel pagi. “Saat ada permintaan dari pusat terhadap surat pelayanan atau yang lainnya, paling lama 14 hari harus dijawab, jika tidak akan dikenakan sanksi tegas. Sebagai sesama ASN, kita harus saling mengoreksi dan mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan saat pemeriksaan laporan,” ucap Supriyadi. Saat memberikan arahan pada apel pagi, Supriyadi Juga menjelaskan bahwasannya seluruh pegawai pemerintah juga harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugas terkhusus untuk bagian Administrasi. “Tentunya kita sebagai ASN harus mempunyai rasa tanggung jawab serta loyalitas, sehingga roda pemerintahan bisa berjalan secara efesien, khususnya untuk bagian pelayanan,” lanjutnya.(bsr/yus)
Kota Metro Raih Kejar Awards 2023 dari Otoritas Jasa Keuangan
Kota Metro berhasil meraih penghargaan “Kejar Awards 2023” Untuk kategori wilayah kabupaten/kota yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada puncak acara Hari Menabung Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur Minggu (20/8/2023). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala OJK Mahendra Siregar didepan ribuan Pramuka yang hadir dalam acara Raimuna Nasional XII dan diterima oleh Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo yang hadir mewakili Walikota Metro. Selain untuk kategori wilayah, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan juga menerima penghargaan untuk kategori Satuan Pendidikan agama yang diterima oleh Kepala Sekolah Ali Musyafa. “Kejar Awards” yang telah berlangsung sejak tahun 2018 ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah, Bank BUMN, Bank Daerah, sekolah atau satuan pendidikan yang berperan aktif dalam mendorong budaya menabung dalam rangka implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung. Penilaian Kejar award tahun 2023 untuk kategori wilayah sendiri dilakukan terhadap 34 propinsi dan 489 kabupaten/Kota. Untuk kategori bank tercatat 4 bank BUMN, 26 Bank Swasta, 8 bank syariah serta 357 BPR. Sementara untuk kategori satuan pendidikan umum diikuti oleh 226.265 dan 66.816 satuan Pendidikan berbasis agama. Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi dari upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Metro sebagai Kota Pendidikan. “Alhamdulillah pada Juni lalu Pemerintah Kota Metro melalui Disdikbud bersama BNI, OJK dan Kantor Perwakilan BI Lampung telah melaunching program KEJAR untuk 15.000 pelajar yang berlokasi di cagar budaya Rumah Asisten Wedana,” ujarnya. Bangkit juga menambahkan hal ini terjadi berkat kolaborasi berbagai pihak dalam hal ini Pemerintah, sektor Perbankan, OJK, BI dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Metro. Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto yang hadir langsung mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Metro dan SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan. “Kami akan terus mendorong seluruh daerah dan juga sektor perbankan yang ada di wilayah kerja OJK Lampung untuk mensukseskan Program Kejar ini,” ujarnya. Bambang juga berharap lewat penghargaan yang diterima akan semakin meningkatkan komitmen pemerintah daerah ,satuan pendidikan dan sektor Perbankan untuk terus menggalakan literasi keuangan khususnya di kalangan pelajar. Yulia Chandrasari Kabag Perekonomian Setda Kota Metro mengatakan bahwa pemberian penghargaan ini didasarkan pada penilaian borang penilaian yang diberikan oleh OJK. “Didalamnya ada berbagai indikator mulai dari kebijakan, intensitas sosialisasi, kerjasama dengan sektor Perbankan, dampak dan jumlah peserta program,”ungkapnya. Sementara itu Pimpinan Cabang BNI Metro Aan yang juga turut hadir mengatakan bahwa BNI sebagai salah satu bank BUMN yang ada di Kota Metro telah mendukung implementasi Program Kejar khususnya yang ada di Kota Metro. “Lewat penghargaan ini kami juga berharap bahwa budaya menabung sejak dini akan terus tumbuh di kalangan pelajar dan BNI akan terus berkomitmen untuk menjadi mitra,” ucapnya. Pada Kejar Awards 2023 BNI juga menjadi bank BUMN yang menerima penghargaan Kejar Award 2023 untuk kategori digitalisasi KEJAR dan kategori implementasi pencapaian Kejar Terbaik. (rls/yus)