0 Comments

Pemkot Metro rotasi 8 pejabat, upaya penyegaran birokrasi

Pemerintah Kota Metro melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik delapan pejabat administrator baru pada Rabu (31/12/2025). Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan responsivitas dan akuntabilitas pelayanan publik di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Dalam sambutan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang dibacakan Asisten III Setda Kota Metro Suwandi, ditegaskan bahwa rotasi jabatan ini lebih dari sekadar rutinitas. “Ini adalah upaya konkrit membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Setiap jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas dan kinerja nyata,” pesannya. Wali Kota mengingatkan para pejabat baru bahwa tantangan ke depan semakin berat, sehingga diperlukan komitmen penuh, kolaborasi lintas sektor, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. “Pimpinan akan memantau dan menilai kinerja Anda. Publik menanti bukti, bukan sekadar janji,” tegasnya. Berikut daftar delapan pejabat yang dilantik: Rama Prastawa – dari Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, menjadi Sekretaris BKPSDM Kota Metro. Amran Syahbani – dari Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian, menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan. Windy Kusuma Ningrum – dari Analis Kebijakan Setda, menjadi Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi & UMKM. Aprizal – dari Sekretaris BPKAD, menjadi Sekretaris Dinas Perdagangan. Dyah Widyani – dari Kabid Anggaran BPKAD, menjadi Sekretaris BPKAD. Pramadya – dari Kabid Perencanaan Bappeda, menjadi Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup. Sonny Apriadi – dari Analis Monev Bappeda, menjadi Kepala Bidang Perencanaan Bappeda. Fezal Aferizal – dari Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, menjadi Kepala Bidang Deposit & Layanan Perpustakaan Daerah. Pelantikan ini menjadi penanda bahwa Pemkot Metro serius dalam melakukan transformasi birokrasi. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana kedelapan nama tersebut mengubah amanah baru menjadi aksi nyata yang berdampak bagi pelayanan publik dan pembangunan Kota Metro. (bsr/ygy)

0 Comments

Pemkot Metro Gelar Rakor Internal terkait Tenaga Honorer Non Database

Pemerintah Kota Metro terus melakukan langkah-langkah koordinatif dalam menyikapi dinamika yang terjadi terkait tenaga honorer atau tenaga kontrak yang belum tercatat dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Honorer Non Database. Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan prinsip kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, serta perlindungan terhadap stabilitas pelayanan publik. Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Metro menggelar rapat koordinasi internal di Ruang Rapat Wali Kota Metro pada hari Selasa 30 Desember 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, yang dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah, Para Asisten dan kepala organisasi perangkat daerah terkait. Rapat tersebut membahas berbagai alternatif kebijakan guna merumuskan langkah yang paling tepat dan proporsional dalam menyikapi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Kota Metro memahami adanya perhatian dan aspirasi dari tenaga honorer non-database BKN yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil akan dilakukan melalui kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek regulatif, administratif, dan sosial. Pemkot Metro menegaskan bahwa pengelolaan tenaga honorer oleh Pemerintah Daerah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang harus dilaksanakan secara konsekuen. Namun demikian, Pemkot Metro tetap berupaya mencari solusi terbaik, dengan tetap merujuk pada prosedur dan regulasi yang berlaku, agar kebijakan yang diambil tidak keluar dari koridor hukum, menimbulkan dampak yang luas, serta tetap menjaga kondusifitas daerah. (Bsr/bgs)

0 Comments

Pemkot Metro Gelar Apel Mingguan dan Serahkan Sejumlah Penghargaan Kinerja Tahun 2025

Kota Metro — Pemerintah Kota Metro menggelar Apel Mingguan sekaligus penyerahan sejumlah penghargaan di lingkungan Pemerintah Kota Metro, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen aparatur sipil negara dalam meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan publik. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, secara langsung menyerahkan Penghargaan Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kinerja perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan akuntabel. Selain itu, diserahkan pula Penghargaan Pegawai Terbaik ASN dan Non-ASN Sekretariat Daerah Kota Metro periode Agustus hingga November 2025, kepada pegawai yang dinilai memiliki dedikasi, disiplin, serta kinerja terbaik dalam mendukung roda pemerintahan dan pelayanan administrasi. Dalam amanatnya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil. “ASN dan Non-ASN adalah motor penggerak pembangunan. Dengan semangat kerja kolaboratif dan budaya melayani, saya yakin Kota Metro akan terus melangkah maju sebagai kota yang tertib pemerintahan, kuat pelayanan publiknya, serta mampu mewujudkan kesejahteraan,” ujar Bambang Iman Santoso. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan secara berkelanjutan melalui inovasi dan penguatan integritas aparatur. “Pelayanan publik yang prima adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan semangat melayani,” tegasnya. Wali Kota Metro juga berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah. “Jadikan penghargaan ini sebagai pemacu semangat untuk bekerja lebih baik lagi, menjaga kekompakan, dan menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, serta berkeadilan bagi masyarakat Kota Metro,” ujarnya. Sebagai penutup, Bambang Iman Santoso menekankan pentingnya keselarasan visi dan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang unggul dan berdaya saing. “Ke depan, saya ingin seluruh aparatur Pemerintah Kota Metro bergerak dalam satu visi besar, membangun birokrasi yang adaptif, melayani dengan hati, serta mampu menjawab tantangan zaman demi terwujudnya Kota Metro yang maju, sejahtera, bahagia dan berkelanjutan,” pungkas Bambang Iman Santoso. Berikut Penghargaan Pemantauan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 diberikan kepada :Peringakat I : Kecamatan Metro Timur dengan indeks pelayanan publik 4,38 katagori A-Peringkat II : Kecamatan Metro Pusat dengan indeks pelayanan publik 4,34 katagori A-Peringakat III : UPTD Pusat Kesehatan Hewan dengan indeks pelayanan publik 4,11 katagori A-Peringkat IV : UPTD Rumah Sakit Hewan dengan indeks pelayanan publik 4,00 Katagori BPeringkat V : UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dengan indeks pelayanan publik 3,95 katagori BPeringkat VI : Kecamatan Metro Selatan dengan indeks pelayanan publik 3,71 katagori B Kegiatan apel mingguan dan penyerahan penghargaan tersebut berjalan khitmat dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, ASN, serta pegawai Non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro. (Bsr/mdn)

0 Comments

Wakil Wali Kota Metro apresiasi pelantikan Pengurus HMI Cabang Metro masa bakti 2025-2026

Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kohati (Korps HMI-Wati) Kota Metro masa bakti 2025–2026 berlangsung khidmat di Wisma Haji Al-Khairiyah, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, bersama sejumlah tamu undangan dari unsur organisasi kemahasiswaan. Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepengurusan HMI Kota Metro periode sebelumnya yang dipimpin oleh Chairul Aji Bangsawan, serta kepengurusan Kohati Kota Metro di bawah kepemimpinan Aisyah Salsabila. Estafet kepemimpinan resmi diserahkan kepada pengurus baru untuk menjalankan roda organisasi selama satu tahun ke depan. Adi Herlambang Saputra resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMI Kota Metro periode 2025–2026. Sementara itu, Anjar Novita Sari dipercaya memimpin Kohati Kota Metro sebagai ketua umum yang baru diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan peran mahasiswa di Kota Metro. Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada HMI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki kontribusi historis dalam perjalanan bangsa, termasuk di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis namun tetap konstruktif. “HMI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,” ujar Rafieq. Menurut Rafieq, Pemerintah Kota Metro membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan, termasuk HMI, dalam berbagai bidang pembangunan. Ia menilai kontribusi pemikiran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk merespons tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah. Sementara itu, Ketua Umum HMI Kota Metro yang baru, Adi Herlambang Saputra, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program kerja organisasi dengan mengedepankan kaderisasi, intelektualitas, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami berkomitmen menjadikan HMI Kota Metro sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang progresif, kritis, dan solutif, serta tetap berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan,” kata Adi Herlambang. Ia juga menegaskan kesiapan HMI untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Di sisi lain, Ketua Umum Kohati Kota Metro yang baru, Anjar Novita Sari, menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan pembangunan daerah. Ia berharap Kohati mampu melahirkan kader perempuan yang berdaya, berkarakter, dan aktif dalam ruang-ruang sosial kemasyarakatan. Pelantikan pengurus HMI dan Kohati Kota Metro periode 2025–2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Metro ke depan.(tm/dns)

0 Comments

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro serta Forkopimda monitoring pelaksanaan ibadah Natal 2025

Pastikan Ibadah Natal Berjalan Lancar, Walikota Metro bersama Fokorpimda Monitoring Gereja dan Lalu LintasWali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso bersama Wakil Wali kota Metro Rafieq dan Fokorpimda, melakukan pemantauan keamanan dan ketertiban lalu lintas dan ibadah Misa Natal, Minggu, 24/12/25. Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso bersama rombongan melakukan kunjungan untuk memantau kondisi Natal dan menjelang Tahun Baru (Nataru) pada malam Misa Natal. Monitoring malam itu menyasari Gereja Katolik Hati Kudus, Jalan AH Nasution, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Selanjutnya, Walikota Metro dan rombongan melanjutkan monitoring di Pos Pengamanan Nataru yang berada di Yosodadi, Kecamatan Metro Timur. Pengecekan ketertiban lalu lintas selanjutnya di Pos Pelayanan Nataru di Persimpangan Taman Kota Metro.Berdasarkan hasil monitoring di Pos Pelayanan dan Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, menurut Bambang belum ada peningkatan signifikan arus lalu lintas. “Malam hari ini bersama dengan Forkopimda meninjau tiga lokasi, arus kendaraan belum signifikan, dan umat kristiani menjalankan ibadah dengan khidmat dan lancar,” ujar Bambang usai gelaran monitoring di Gereja Katolik Hati Kudus Metro. Bambang juga menambahkan pihaknya sampai saat ini belum menerima adanya laporan tentang gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. (bg/ysf/bsr)

0 Comments

Wali Kota Metro lantik 35 pejabat struktural dan fungsional, upaya penyegaran birokrasi

Pemerintah Kota Metro menggelar momen regenerasi dan konsolidasi kepemimpinan birokrasi melalui pelantikan 35 pejabat struktural dan fungsional. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, dan berlangsung di Aula Pemerintah Daerah setempat, Rabu (24/12/2025). Dari total pejabat yang dilantik, 23 orang menempati jabatan struktural, sementara 12 orang lainnya mengisi jabatan fungsional tertentu. Pengisian jabatan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi, penguatan kinerja birokrasi, serta penempatan figur-figur yang dinilai mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Metro. Adapun 23 pejabat struktural yang dilantik, yakni: Dalam amanat pelantikannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni belaka. Menurutnya, mutasi dan promosi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan, namun memiliki makna strategis bagi peningkatan kinerja. “Ini adalah hal yang biasa dalam organisasi, tetapi maknanya luar biasa. Jabatan baru harus mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan, bukan hak atau hadiah. “Jabatan ini adalah amanah dari pimpinan dan rakyat. Kepercayaan tersebut harus dipertanggungjawabkan sesuai norma, aturan, dan etika sebagai Aparatur Sipil Negara,” tegasnya. Lebih lanjut, Wali Kota berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah melalui inovasi dan percepatan pelayanan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa seluruh pejabat yang dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh komitmen sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. Pelantikan 35 pejabat ini dinilai sebagai sinyal kuat dalam upaya mempercepat pembangunan serta meningkatkan akuntabilitas birokrasi di Kota Metro. Dengan komposisi jabatan struktural dan fungsional, diharapkan penguatan manajerial dan teknis dapat berjalan secara simultan dan berkelanjutan. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran ASN bahwa kepemimpinan di Kota Metro dijalankan berdasarkan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan integritas, demi terwujudnya Kota Metro yang semakin maju dan melayani. (bsr/yg)

0 Comments

Wali Kota Metro, H. Bambang serahkan SK bagi 1.913 PPPK Paruh Waktu, tekankan profesionalitas kerja

Pemerintah Kota Metro secara resmi menyerahkan petikan Keputusan Wali Kota tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Metro. Penyerahan SK berlangsung di Samber Park, Rabu (24/12/2025), dan diikuti oleh 1.913 PPPK Paruh Waktu dari berbagai perangkat daerah. Momentum ini menjadi penanda babak baru tata kelola sumber daya aparatur di Kota Metro. Di hadapan ribuan pegawai yang hadir, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso menegaskan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik. “Atas nama Pemerintah Kota Metro, kami mengucapkan selamat kepada 1.913 orang PPPK Paruh Waktu yang hari ini secara resmi menerima petikan keputusan pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Metro,” kata Bambang. Ia menegaskan, pengangkatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat disiplin, meneguhkan etos kerja, serta membangun karakter aparatur sipil negara yang profesional. Menurutnya, PPPK Paruh Waktu adalah bagian dari ASN yang dituntut untuk langsung beradaptasi dengan ritme kerja pemerintahan dan ekspektasi masyarakat. “Kegiatan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kinerja, disiplin, dan meneguhkan tekad untuk menjadi ASN yang profesional, baik dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan maupun sebagai bagian dari masyarakat Kota Metro,” tegasnya. Namun demikian, Wali Kota mengingatkan agar para PPPK Paruh Waktu tidak memaknai pengangkatan ini sebagai jaminan peningkatan status di masa depan. Bambang menekankan, seluruh peluang ke depan sepenuhnya ditentukan oleh kinerja nyata, bukan asumsi atau klaim sepihak. “Mudah-mudahan dengan adanya mereka yang sudah dilantik menjadi ASN, sebutannya ASN kan ya, ini bagian dari mengawali. Kalau misalnya nanti ke depannya pemerintah membutuhkan pengangkatan yang lebih dari itu, maka itu harus dinilai dari kinerjanya, dari paruh waktu yang saat ini mulai bekerja,” ujarnya lagi. Ia menegaskan, tidak ada mekanisme otomatis untuk peningkatan status. Seluruh evaluasi akan dilakukan secara objektif dan terukur. “Jadi tidak semerta-merta nanti ada peningkatan status. Tidak. Semua tetap dilihat dari kinerja yang dilakukan oleh 1.913 PPPK Paruh Waktu yang sudah diangkat hari ini,” tandas Bambang. Dalam konteks pelayanan publik, Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel akan terus meningkat, seiring dengan semakin ketatnya pengawasan publik. “Pelaksanaan tugas sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat semakin lama akan semakin berat serta pengawasan akan semakin ketat. Tantangan baru pasti akan muncul seiring dengan tuntutan masyarakat,” ujarnya. Karena itu, Bambang meminta seluruh PPPK Paruh Waktu untuk menunjukkan integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam setiap lini tugas. Ia menekankan bahwa ASN adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat, sehingga sikap, etika, dan kualitas pelayanan menjadi cerminan langsung dari kinerja Pemkot Metro. “Saudara adalah representasi pemerintah di tengah masyarakat. Maka jadilah ASN yang jujur, disiplin, inovatif, dan melayani dengan sepenuh hati,” pesannya. Lebih jauh, Wali Kota menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN ber-AKHLAK yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif serta mendorong peningkatan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing. “Pengangkatan sebagai PPPK bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang penuh tanggung jawab,” pungkasnya. Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa Pemerintah Kota Metro membuka ruang pengabdian yang adil dan profesional, namun menutup rapat praktik-praktik instan tanpa kinerja. (Bsr)

0 Comments

GOW Kota Metro gelar Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97, momentum pijakan untuk ciptakan Generasi Emas 2045

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro menggelar Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 tingkat Kota Metro, kegiatan yang berlangsung secara khidmat dan penuh rasa kekeluargaan digelar di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi tersendiri terhadap peran wanita dan sekaligus penguatan peran strategis wanita dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. Penasihat Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Metro, Eni Sumiati Bambang, menegaskan bahwa Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis yang mendalam. Menurutnya, Hari Ibu bukan sekadar perayaan Mothers Day, melainkan pengingat atas perjuangan perempuan Indonesia yang berakar dari Kongres Perempuan Pertama tahun 1928 sebagai tonggak kebangkitan kesetaraan dan kemerdekaan. “Bahwa perempuan kini memiliki peran strategis sebagai pilar bangsa dan betapa pentingnya kontribusi perempuan Kota Metro dalam mencetak generasi emas yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah tantangan global,” ungkapnya. Eni juga menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh perempuan dan anggota GOW Kota Metro, yakni terus berdaya melalui kemandirian ekonomi dan literasi, tidak berhenti berkarya di berbagai sektor kehidupan, serta memperkuat peran perempuan sebagai benteng ketahanan keluarga di era kemajuan teknologi dan globalisasi. Pada kesempatan tersebut, Eni menyampaikan apresiasi atas soliditas GOW Kota Metro sebagai wadah pemersatu organisasi wanita serta mengajak seluruh perempuan untuk terus saling mendukung dan memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam proses pembangunan di Bumi Sai Wawai. Rangkaian acara puncak PHI ke-97 juga diisi dengan penyerahan santunan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) kepada anak-anak disabilitas yang masih menempuh pendidikan di Kota Metro yang diharapkan mampu mendukung keberlangsungan pendidikan dasar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ketua GOW Kota Metro, Nidia Irine Sari Rafieq, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PHI ke-97 dilaksanakan sesuai dengan urusan pemerintahan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan merupakan bagian dari program kerja GOW Kota Metro Tahun 2025 yang bersinergi dengan Dinas PPPAPP dan KB. Nidia menjelaskan bahwa peringatan Hari Ibu bertujuan untuk menghormati perjuangan perempuan, meningkatkan martabat perempuan sebagai agen perubahan, memotivasi kemandirian perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial, serta memberikan ruang apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas perempuan di berbagai sektor. “Pemerintah Kota Metro melalui berbagai Organisasi Wanita akan terus menyiapkan generasi perempuan berkualitas sebagai fondasi pembentukan SDM unggul menuju 2045, memperkuat persatuan antarorganisasi wanita, serta menanamkan nilai kasih sayang, budi pekerti, dan semangat pantang menyerah kepada generasi muda,” tuturnya. Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan refleksi sekaligus akselerator pembangunan peran perempuan. Ia menekankan bahwa konsep berdaya dan berkarya harus diwujudkan dalam gerakan kolektif melalui peningkatan akses pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan partisipasi perempuan agar seluruh potensi dapat berkontribusi optimal bagi kemajuan Kota Metro dan Indonesia. (tmi/ygy)

0 Comments

Festival LASQI Metro, jaring peserta yang akan dibawa tingkat provinsi

Festival Lomba Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Tingkat Kota Metro digelar sebagai upaya penguatan syiar Islam melalui pengembangan seni Islami, sekaligus menjaring duta LASQI yang akan mewakili Kota Metro pada Festival LASQI tingkat Provinsi Lampung. Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi dan silaturahmi antar LASQI kelurahan se-Kota Metro. Pemerintah Kota Metro memandang kegiatan ini sebagai bagian dari strategi pembinaan seni keagamaan yang berkelanjutan, khususnya dalam menjaga eksistensi qasidah sebagai media dakwah yang telah mengakar di tengah masyarakat. Asisten Wali Kota Metro Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rosita, menjelaskan bahwa qasidah merupakan bentuk syair kesusastraan Arab yang dinyanyikan dengan lirik puji-pujian bernuansa dakwah keagamaan, diiringi alat musik tradisional seperti rebana dan kecrek. Menurutnya, pengembangan seni qasidah memiliki peran penting dalam membangun mental spiritual, budi pekerti luhur, serta karakter masyarakat yang berakhlakul karimah. “Festival LASQI juga diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi generasi muda Kota Metro di bidang seni Islami, agar mampu bersaing dan tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan seni modern, ” ujarnya. Dirinya menambahkan, selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan penguatan jejaring antar pelaku seni Islami di daerah. “Pelaksanaan Festival LASQI Tingkat Kota Metro dinilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan LASQI di tingkat kelurahan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Metro, khususnya dalam penguatan nilai keagamaan dan karakter masyarakat, ” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Metro, Eka Syafrianto, menyampaikan bahwa festival dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh seluruh kelurahan se-Kota Metro. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Metro, Eka Syafrianto, mengatakan bahwa Festival LASQI Tingkat Kota Metro dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh seluruh kelurahan se-Kota Metro. “Pada hari pertama kita mengadakan lima qasidah khusus bagi para remaja putra dan putri, sedangkan hari kedua diisi dengan lomba Bintang Vokalis dan Pop Religi dan akan kami tentukan langsung pemenangnya pada hari yang sama,” ujarnya. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terjaring bibit-bibit unggul seni Islami yang mampu mewakili Kota Metro di tingkat provinsi, sekaligus memperkuat pembinaan seni keagamaan di setiap kelurahan agar terus berkembang dan diminati generasi muda. Kelurahan Purwosari berhasil meraih juara pertama pada lomba Festival LASQI Tingkat Kota Metro, disusul Kelurahan Rejosari sebagai juara kedua, dan Kelurahan Yosomulyo menempati posisi juara ketiga. Penetapan pemenang tersebut menjadi hasil akhir dari rangkaian penilaian dewan juri terhadap penampilan peserta yang dinilai berdasarkan kualitas vokal, harmonisasi, penguasaan materi, serta kesesuaian dengan kaidah seni Islami. (tm/dns)

0 Comments

Wali Kota Metro ikuti APEKSI Outlook 2025 bahas isu lingkungan hingga kerjasama antar daerah

Bandar Lampung — Pemerintah Kota Metro yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menghadiri rangkaian kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Outlook 2025 yang digelar di Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025). APEKSI Outlook 2025 menjadi forum strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antardaerah guna menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan menjelang tahun 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda Begawi Jejama Wali Kota bersama pelaku UMKM dan masyarakat Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha sebagai fondasi penguatan ekonomi lokal dan kerja sama lintas daerah. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Metro dalam forum APEKSI merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat jejaring antarkota, khususnya dalam pengembangan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia. “Forum APEKSI ini menjadi ruang penting bagi pemerintah kota untuk saling bertukar gagasan, berbagi praktik baik, dan memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Bambang. Selanjutnya, Wali Kota Metro juga mengikuti Mayors Talk dengan tema Refleksi Akhir Tahun 2025, Tantangan Tahun 2026. Diskusi tersebut menjadi ajang penyelarasan strategi kebijakan perkotaan, inovasi pelayanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif melalui pembelajaran antardaerah. Dalam forum APEKSI Outlook 2025 yang dihadiri oleh 56 Wali Kota se-Indonesia, isu penanganan bencana alam dan solidaritas antardaerah menjadi perhatian utama. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, selaku tuan rumah, secara khusus menyoroti dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini memicu berbagai bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra Utara. Eva Dwiana menyampaikan rasa empati dan duka mendalam kepada para korban bencana, khususnya masyarakat di Sumatra Utara. Sebagai bentuk nyata kepedulian dan solidaritas, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah daerah terdampak, termasuk Aceh dan wilayah-wilayah di Sumatra Utara. Tidak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan APEKSI OUTLOOK tersebut juga dilakukan penggalangan dana kemanusiaan guna membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra Utara. Dari hasil penggalangan dana yang dilakukan bersama para wali kota se-Indonesia, berhasil dihimpun bantuan sebesar Rp150 miliar yang akan disalurkan untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Melalui partisipasi aktif dalam APEKSI Outlook 2025, Pemerintah Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya kemanusiaan lintas daerah, sekaligus berharap forum ini dapat melahirkan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman di masa mendatang. (Bsr/ydha)