0 Comments

Sekda Metro senam bersama LLI Metro Selatan sekaligus pengukuhan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Bangkit Suryo Utomo, M.T., menghadiri kegiatan senam bersama yang dirangkaikan dengan acara Pengukuhan Kepengurusan Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kecamatan Metro Selatan, Jumat pagi (16/5/2025). Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman Kantor Kecamatan Metro Selatan, dengan melibatkan seluruh anggota LLI kelurahan se-Kecamatan Metro Selatan. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif para lansia di Kota Metro, khususnya di wilayah Metro Selatan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik dan mental lansia sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Lansia bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang punya peran penting dalam menularkan nilai-nilai positif, seperti kedisiplinan, gotong royong, dan semangat kebangsaan. Kita ingin agar para lansia tetap sehat, bahagia, dan produktif,” ujar Bangkit. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kecamatan Metro Selatan, dengan dilantiknya kepengurusan baru LLI tingkat kecamatan. Pengukuhan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program-program pemberdayaan lansia di tingkat lokal, sekaligus menjadi wadah sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan para lanjut usia. Plt Camat Metro Selatan, Dedy Hasmara, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen pemerintah terhadap keberdayaan lansia. Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh anggota LLI dari berbagai kelurahan yang turut meramaikan kegiatan. “Dengan kepengurusan yang baru, kami berharap program-program yang menyentuh kebutuhan lansia dapat berjalan lebih baik dan terarah,” ujar Dedy. Kegiatan senam bersama yang digelar sebelum pengukuhan menjadi simbol semangat kebugaran lansia dan komitmen bersama untuk menjadikan usia lanjut sebagai masa yang tetap aktif dan bermakna. Senam berlangsung penuh semangat dengan iringan musik ceria, menciptakan suasana hangat dan kebersamaan di tengah masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan ini para lurah, pengurus LLI tingkat kota, serta jajaran perangkat daerah terkait. (Dns/Ys)

0 Comments

Komitmen atasi DBD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro terjun langsung ke rumah warga

Pemerintah Kota Metro di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota Dr. M. Rafieq Adi Pradana kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kali ini, keduanya turun langsung ke sejumlah wilayah di Kota Metro guna mengecek kondisi lingkungan dan potensi sarang nyamuk penyebab penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan serius itu. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara nasional yang juga dikombinasikan dengan program satu rumah satu Jumantik atau Juru Pemantau Jentik. Program tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam memantau dan menanggulangi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk di lingkungan warga. Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana menegaskan bahwa kunci utama dalam menekan kasus DBD adalah pencegahan. Menurutnya, identifikasi titik-titik genangan air di rumah-rumah warga sangat penting, mengingat nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di air bersih sekalipun. “Jadi dalam menangani kasus DBD ini, yang paling penting adalah pencegahan. Kita harus melihat mana saja titik-titik yang memungkinkan jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” kata Rafieq saat meninjau salah satu rumah warga secara acak di wilayah Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Jum’at (16/5/2025). “Tadi saat meninjau langsung, kami melihat banyak pot bunga dengan air menggenang, saluran air yang tersumbat, dan bak mandi yang tidak dikuras berhari-hari, itu semua bisa menjadi sarang nyamuk,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan bahwa nyamuk tidak hanya berkembang biak di air kotor, tetapi juga di air bersih. Rafieq juga menggarisbawahi bahwa masalah DBD bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan tahunan yang harus terus dikawal secara konsisten. “Target kita tahun depan, angka kasus DBD harus turun lebih rendah dari tahun ini. Kalau bisa, jangan sampai mencapai angka 100 kasus. Ini perlu menjadi perhatian bersama, air-air sisa seperti di botol atau gelas sebaiknya langsung dibuang atau disiram ke tanaman,” tambahnya. Dalam kunjungannya ke Kecamatan Metro Utara, Rafieq juga menyoroti lemahnya sosialisasi kader Jumantik di beberapa wilayah. Ia menekankan perlunya pendekatan yang berbasis bukti agar pemerintah dapat memastikan bahwa upaya edukasi benar-benar sampai ke masyarakat. “Tadi saya sudah sampaikan bahwa sebuah gerakan itu harus dibarengi dengan evidence, atau bukti. Misalnya, setelah kader jumantik melakukan sosialisasi, masyarakat diminta tanda tangan sebagai bukti telah menerima informasi. Ini penting agar pemerintah punya data yang akurat, dan saya akan melakukan pengecekan secara acak,” pungkasnya. Sementara itu, di tempat yang berbeda, Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso memimpin langsung kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan Perumahan Prasasti bersama petugas kesehatan dan para kader lingkungan. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah secara nyata di tengah masyarakat. “Hari ini kita menggelar gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk. Kami tidak ingin ini hanya menjadi kegiatan seremonial belaka. Hadirnya pemerintah di tengah masyarakat harus menjadi sumber motivasi bagi warga untuk terus menjaga kebersihan dan hidup sehat,” kata Bambang. Ia pun meminta kepada para camat dan lurah untuk berperan aktif dalam mengawal langsung upaya ini di wilayah masing-masing. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara rutin, termasuk oleh Kader Posyandu dan Jumantik, sangat penting untuk mendeteksi dini potensi sarang nyamuk. “Kami tekankan kepada para camat dan lurah agar terus hadir di tengah masyarakat. Mungkin ada kader posyandu yang setiap hari turun memantau rumah-rumah warga. Karena dari hasil kunjungan kita, masih banyak rumah yang genangan airnya tidak terpantau,” jelas Bambang. Ia menambahkan, meski lingkungan terlihat bersih, bukan berarti aman dari ancaman DBD. Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari potensi genangan air, harus terus ditingkatkan. “Walaupun kelihatannya bersih, tetap saja bisa menimbulkan penyakit jika tidak diawasi dengan benar. Itu sebabnya sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Ini bukan hanya tugas dinas kesehatan, tapi tanggung jawab kita semua,” tandasnya. (bsr/ygy)

0 Comments

LOWONGAN KERJA MEI 2025

Dari hasil pelaksanaan Job Convassing pada Minggu ke-4 bulan April 2025 oleh tim Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Metro ke perusahaan-perusahaan di luar wilayah Kota Metro, terdapat 9 (sembilan) perusahaan yang membuka lowongan kerja dengan berbagai jabatan pekerjaan. Hal-hal mengenai informasi mengenai nama dan alamat perusahaan lowongan pekerjaan dan persyaratan lainnya sebagai terlampir

0 Comments

Penilaian Lomba Kelurahan Metro 2025: Mulyojati Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

Aula Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, menjadi saksi pelaksanaan Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari tahapan evaluasi dan penilaian penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 Jum’at (16/05/2025). Penilaian ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penilai Lomba, Supriyadi selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Metro. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lomba kelurahan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari mekanisme evaluatif terhadap kinerja dan inovasi yang dilakukan kelurahan dalam rangka mendukung program-program pemerintah, memperkuat pelayanan publik, dan menghadapi tantangan sosial serta ekonomi secara berkelanjutan. “Pelaksanaan lomba kelurahan merupakan upaya Pemerintah Kota Metro untuk mendorong lahirnya kelurahan-kelurahan berprestasi yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Kelurahan yang terpilih nantinya akan menjadi percontohan (labsite) dan mewakili Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung”, ujar Supriyadi. Lomba Kelurahan Tahun 2025 ini mengusung tema “Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”, sebuah tema strategis yang sejalan dengan arah pembangunan nasional dan upaya penguatan swasembada pangan di tingkat masyarakat paling bawah. Tiga aspek utama yang menjadi dasar penilaian yaitu Evaluasi Bidang Pemerintahan Kelurahan, Evaluasi Bidang Kewilayahan dan Evaluasi Bidang Kemasyarakatan. Adapun tahapan lomba meliputi, penilaian administrasi, pemaparan peserta lomba, dan klarifikasi lapangan. Dalam kesempatan yang sama, Lurah Mulyojati Ngadiono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Tim Penilai. “Lomba ini bukan semata-mata ajang kompetisi, tapi juga momentum evaluatif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun sinergi antar elemen masyarakat. Kami siap menampilkan berbagai inovasi, capaian, dan potensi yang dimiliki Kelurahan Mulyojati,” ucapnya. Kelurahan Mulyojati, yang memiliki luas wilayah 2,944 km² dengan jumlah penduduk mencapai 8.612 jiwa, menampilkan berbagai inovasi berbasis digital yang mendukung peningkatan pelayanan publik. Di antaranya E-Sikam (Sistem administrasi surat berbasis digital), Bot Pelayanan (Chatbot pelayanan otomatis untuk memudahkan warga), Survei Kepuasan Masyarakat berbasis QR Code, Informasi Kelurahan Digital melalui media sosial, website, dan YouTube. Di bidang kewilayahan, Kelurahan Mulyojati telah menjalankan sejumlah program unggulan seperti pengelolaan lingkungan melalui Bank Sampah, pembentukan Gapoktan, kelompok ternak, kelompok tani dan KWT, serta kesiapsiagaan bencana yang ditangani oleh tim relawan aktif. Pada sektor kemasyarakatan, berbagai elemen turut berkontribusi seperti Karang Taruna yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan pemuda. PKK dengan kegiatan edukatif, kesehatan, dan ekonomi kreatif. LPM dan LINMAS yang berperan dalam perencanaan pembangunan dan keamanan lingkungan. Produk unggulan lokal juga turut mendukung ekonomi masyarakat seperti, Kelanting (Delima), Aneka Keripik (Restu Ananda), Madu Trigona dari Rumah Madu Andini, Beras organik Mentik Susu Wangi, Jamu Sehat Tanaman (Jamu Bumi). “Sementara itu, kegiatan gotong royong masih menjadi budaya yang terus dipertahankan oleh warga Mulyojati, seperti pembersihan saluran air, perbaikan jalan, serta penghijauan lingkungan. Mulyojati juga mengembangkan perpustakaan kelurahan sebagai pusat literasi, tempat belajar, dan ruang komunitas. Dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet, perpustakaan ini menjadi tempat interaktif bagi masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan,” jelasnya. Sementara itu, LINMAS Kelurahan Mulyojati menunjukkan perannya dalam menjaga keamanan dan kesiapsiagaan bencana melalui patroli, apel, pelatihan, dan koordinasi rutin bersama aparat terkait. Menutup kegiatan, Lurah Mulyojati mengungkapkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan kelurahan. “Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kami optimis dapat membangun kelurahan yang lebih baik dan siap membawa nama Kota Metro ke tingkat provinsi bahkan nasional,” pungkasnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh kelurahan di Kota Metro untuk terus berinovasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang cerdas, mandiri, dan berkelanjutan. (Md/Sr)

0 Comments

Dukung Pemberantasan DBD, Wali Kota Metro Pimpin Langsung Gerakan PSN 3M-Plus

Wali Kota Metro melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M-Plus yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kota Metro. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi, 16 Mei 2025 yang dipusatkan di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Gerbang Prasanti, Metro Pusat. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Camat Metro Pusat, serta para lurah setempat. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap gerakan pemberantasan penyakit demam berdarah. Wali Kota Metro dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan seperti PSN 3M-Plus tidak akan berjalan efektif tanpa peran aktif warga. “Agenda kita pagi ini adalah pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan Prasanti. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian sangat kami apresiasi. Ini bukti bahwa masyarakat mulai sadar dan peduli akan kesehatan lingkungan,” ujar Wali Kota. Menurut Bambang, partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Pemerintah hanya bisa mendampingi, tetapi peran utama tetap berada di tangan warga. Gerakan 3M-Plus sendiri meliputi Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta tindakan tambahan seperti menggunakan obat nyamuk dan memperbaiki saluran air. Menurut Wali Kota, keberadaan nyamuk pembawa virus dengue dapat diminimalisir jika seluruh masyarakat secara rutin dan sadar melakukan tindakan pencegahan di rumah masing-masing. “Jangan sampai kita menunggu sakit dulu baru bergerak,” ujarnya. Beliau juga menegaskan pentingnya peran lurah dan camat untuk terus menghimbau masyarakat. “Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Camat, dan Lurah, jangan bosan-bosan mengingatkan warga. Edukasi itu harus dilakukan terus-menerus,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro turut memberikan laporan dan imbauannya kepada warga. Ia menyampaikan bahwa kegiatan PSN 3M-Plus hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh 22 kelurahan di Kota Metro. Kepala Dinas Kesehatan Eko Hendro Saputra, menyebutkan bahwa kasus demam berdarah di Kota Metro pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi latar belakang kuat dilaksanakannya gerakan PSN secara masif. “Penyakit demam berdarah tidak bisa diatasi hanya oleh petugas kesehatan. Masyarakat juga harus terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungannya,” ujar Kadinkes dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue, sangat cepat berkembang biak jika lingkungan tidak bersih dan banyak genangan air. Oleh karena itu, upaya pembersihan harus menjadi kebiasaan. Gerakan ini merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk. “PSN secara gotong royong dinilai sebagai strategi yang telah terbukti ampuh dalam pengendalian DBD. Tak hanya itu juga, seluruh elemen masyarakat tetap semangat dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya hidup bersih. Kalau kita semua peduli, maka risiko tertular DBD bisa ditekan secara drastis,” katanya. Kepala Dinas Kesehatan juga mengajak semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga tempat kerja, untuk terus memantau dan memastikan tidak ada tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. “Kegiatan ini tidak hanya sehari, tapi harus menjadi kebiasaan harian,” tambahnya. Sementara itu, warga yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut positif inisiatif dari pemerintah. Banyak dari mereka mengaku senang karena lingkungan mereka mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan penyakit. Salah satu warga Prasanti menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya kebersihan. Ia berharap pemerintah dapat mengadakan kegiatan serupa secara rutin di masa mendatang. Partisipasi masyarakat terlihat antusias. Mereka tidak hanya mengikuti arahan petugas, tetapi juga turut membersihkan lingkungan sekitar dan mengajak tetangga untuk bersama-sama berkontribusi. Kegiatan ini diakhiri dengan pengecekan langsung oleh Wali Kota dan rombongan ke beberapa rumah warga untuk memastikan langkah-langkah 3M telah diterapkan. Pemerintah juga membagikan brosur dan alat pembersih kepada warga. Dengan semangat kebersamaan, Kota Metro berharap bisa terbebas dari ancaman demam berdarah. Gerakan PSN 3M-Plus ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kota yang sehat dan bahagia bagi seluruh warganya. (Yd/Sr)