DPRD

DPRD Kota Metro lakukan sidang paripurna yang kedua tentang pandangan umum fraksi-fraksi untuk segera tuntaskan Laporan Pertangungjawaban Keuangan Walikota tahun 2014 yang bertepat di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Kamis (30/07) pukul 11.00 WIB.

Dihadiri oleh Walikota Metro Lukman Hakim, Wakil Walikota Metro Saleh Chandra, Ketua DPRD Anna Morinda, Kepala Kapolres Kota Metro, Ketua Kejari Kota Metro, Ketua PM, Sekertaris Daerah Ishak, para Asisten Kota Metro, para Kepala Dinas, Pimpinan Instansi Kota Metro, Camat dan Lurah se-Kota Metro, dan 19 anggota dewan dari 25 anggota.

Penyampain laporan rancangan peraturan daerah tentang pertangungjawab pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014 (29/07/2015), mendapat tanggapan dan dilanjuti dengan pandangan umum fraksi, sekaligus jawab pandangan umum walikota. Setelah pandangan umum, dan jawaban walikota, dewan juga akan segera menyusun jadwal, dilanjuti dengan pansus dengan tim keuangan yang ditunjuk walikota, lalu pleno yang kemudian berakhir pengesahan.

“Ini kita lakukan sesegera mungkin, karena masa jabatan walikota akan berakhir tinggal hitungan hari lagi,”ujar Ketua Fraksi yang juga Ketua Komisi I DPRD Basuki, kemarin. Politisi PDI-P Basuki mengatakan sebelum masa jabatan walikota dan wakil habis LKPJ Pelaksanaan keuangan TA 2014 harus selesai.

Sementara pada rapat paripurna pandangan Fraksi dan jawaban walikota terungkap sejumlah fraksi mengkritisi mengenai pendapatan pajak restoran dan PBB yang tidak mencapai target. Selain itu juga, sejumlah fraksi juga mempertanyakan ketidak tercapai beberapa target retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi terminal dan ijin trayek. Dan belum sihnifikannya pembagian anggaran, untuk belanja pegawai dan belanja public. Fraksi DPRD, yang terdiri dari Demokrat, PKS, Kebakitan Bangsa, Grindra, PAN,dan Golkar menanggapi dan mengajukan pertanyaan yang tidak begitu berbeda.

Dalam jawabannya, Walikota Lukman Hakim menjelaskan secara terinci dan transparan mengenai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Untuk bagian jalan Budi Utomo dari Kibang menuju Bandar Lampung akan di jadikan jalan alternatif, sedangkan jalan nasional yang mengalami kerusakan pada saat ini, merupakan tanggung jawab Kementrian PU. Dan demikianlah kami mencoba dan memberikan serta menyampaikan semua catatatan dan saran agar semoga kedepannya lebih baik. Dari sini setiap masalah akan menjadi lebih jelas,” ungkapnya dalam mengakhiri jawaban.

There are no comments yet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).