Pemerintah Kota Metro Atur Jumlah Pegawai Dalam Pelaksanaan Tugas Kedinasan

Memperhatikan status penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia dan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 serta mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi di Lingkungan Kantor Instansi Pemerintah Kota Metro, maka Pemkot Metro mengatur banyaknya jumlah pegawai  yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak 75% pada unit kerja instansi yang bersangkutan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 tentang Perubahan atas surat edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro.

Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin meminta kepada Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor sesuai dengan kondisi Organisasi Perangkat Daerahnya masing-masing.

 “Saya minta setiap Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawainya masing-masing sesuai surat edaran ini, dan selain itu bagi yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor agar dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku”, ujarnya.

Diketahui, Surat Edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro masih tetap berlaku dan merupakan satu kesatuan dengan surat edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 ini. (dk)

Sosialisasi Komunitas Intelijen Daerah Menjelang Pilkada

Asisten I Pemerintah Kota Metro Ridhwan menghadiri acara sosialisasi tim Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA), yang berlangsung di LEC Kartika Kota Metro, Kamis (17/09/2020).

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Metro Deni Ferdinan, menyampaikan sosialisasi ini diharapkan dapat mencegah, serta mengendalikan konflik yang terjadi di setiap wilayah. Hal ini agar dalam pelaksanaan Pilkada tidak terjadi suatu kesalahan yang dapat menimbulkan ketidak harmonisan pada setiap hak pilih. 

Sementara itu, Asisten I Ridhwan mengatakan dengan dibentuknya KOMINDA merupakan wadah untuk dapat saling bertukar data dan informasi.

“Saya mengajak para peserta dan masyarakat untuk mendeteksi sedini mungkin segala kemungkinan ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas politik, sosial, budaya serta keamanan. Hal ini agar terhindar dari isu sara dan aliran sesat,” ujar Ridhwan.

Lanjutnya, Ridhwan menekankan bahwa stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan pemerintah daerah, khususnya menjelang Pilkada di tengah masa pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan kegiatan ini, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya konflik sosial guna deteksi dini, sebelum munculnya bahaya resiko yang nyata. Dan untuk mempersiapkan tindakan yang dirasa perlu untuk meminimalisir kemungkinan resiko yang terjadi, serta menciptakan suasana yang kondusif dan aman dalam pelaksanaan Pilkada,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Danramil Trimurjo, Kasat Intel Polres Metro, Kasat Intel Kejari Metro, Kepala Kesbangpol, Kepala Satpol-PP,  Badan Intelijen Negara Metro. (Cv/Va) 

Pengambilan Keputusan Bersama Terhadap Raperda Kota Metro Tentang Perubahan APBD TA 2020

DPRD Kota Metro kembali menggelar Rapat Paripurna DPRD Kota Metro, yang kali ini mengenai pengambilan keputusan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Metro tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Metro tersebut, dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, Kamis (10/09/2020).

Walikota Metro, Achmad Pairin, di dalam sambutannya menyampaikan kebijakan fiskal perubahan daerah Kota. Karena kebijakan fiskal merupakan proses penting untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Dengan kapasitas fiskal yang rendah dan ketergantungan terhadap dana perimbangan sangat tinggi. Namun demikian, Pemkot tetap  secara optimistis mengelola pendapatan dan belanja sehingga tercipta struktur anggaran yang berimbang. 

Dengan berakhirnya pembahasan terhadap rancangan APBD perubahan tahun 2020, artinya tinggal satu tahap lagi untuk mengimplementasikan seluruh rencana perubahan yang telah disusun. Tahap evaluasi dari Pemerintah Provinsi Lampung yang tentunya juga akan direspon dan ditindaklanjuti bersama untuk mewujudkan pembangunan yang akuntabel dan tepat sasaran. 

“Sekali lagi, perlu saya tekankan bahwa apa yang telah kita sepakati bersama ini akan menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, kita telah menyelesaikan pembahasan rancangan APBD perubahan Kota Metro tahun 2020, kita bersama-sama telah menyepakati kebijakan keuangan daerah, baik dari sisi pendapatan,  belanja maupun pembiayaan. Kita juga telah menyepakati prioritas program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan melalui mekanisme perubahan guna menyempurnakan pencapaian target tahun 2020,” ujarnya. 

Pairin juga mengucapkan terima kasih kepada kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro atas kerja samanya selama hampir lima tahun yang telah bekerja sama bergandeng tangan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Pendidikan dan Kota Wisata Keluarga yang berbasis ekonomi kerakyatan berlandaskan pembangunan partisipatif.

“Kerja kita memang tidak mudah karena kompleksivitas pembangunan. Kerja kita juga bukan sulit ketika hambatan kita jadikan sebuah tantangan  meningkatkan kualitas diri. Selanjutnya saya juga haturkan terima kasih kepada anggota DPRD atas kerja samanya untuk melengkapi dan menyempurnakan kebijakan yang dibuat oleh eksekutif pemkot, tujuan kita sama dan satu, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Metro.” tutup Pairin. (gt/va/dk) 

TP-PKK Sosialisasikan Tatanan Normal Baru

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Metro beserta jajaran Polres Metro menghadiri sosialisasi pelaksanaan tatanan normal baru di Kecamatan Metro Barat, Kamis (27/8/2020).

Ketua PKK Heriyati Pairin mengharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. “Diharapkan masyarakat Kota Metro dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru selama 5 bulan terakhir. Selalu memakai masker dan jaga jarak terutama untuk di wilayah pasar ini. Karena pedagang disini pasti selalu berinteraksi dengan warga lainnya, ditakutkan virus tersebut akan menyebar,” harapnya.

Kapolres Kota Metro Retno Prihawati mengatakan masyarakat harus memahami terlebih dahulu pengertian dari adaptasi normal baru. “Masyarakat harus mengerti terlebih dahulu apa itu normal baru, dikarenakan banyak dari mereka salah mengartikan normal baru yang tadinya tidak menggunakan masker sekarng harus memakai masker kemanapun dan dimanapun, mencuci tangan dan menjaga jarak. Nantinya akan diresmikan Perwali tentang penggunaan masker agar masyarakat tetal disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sebelumnya tim TP-PKK beserta rombongan melakukan pembagian masker kepada masyarakat di sekitar Pasar Shopping dan anggota dasawisma. (Tm/Gt).

Pemerintah Kota Metro Ikuti Penurunan Bendera Merah Putih Secara Virtual

Pemerintah Kota Metro mengikuti upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia secara virtual di Aula Pemerintah Kota Metro, Senin sore (17/08/2020).

Tampak hadir Wakil Walikota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, Kapolres Metro, Dandim 0411/LT, Kepala Kejaksaan Negeri serta Kepala Pengadilan Negeri.

Dalam upacara penurunan bendera yang berlangsung di Istana Merdeka Jakarta ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) selaku inspektur upacara dan didampingi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Merdeka, Jakarta. (Tm/Gt).

Bagikan 1000 Masker, Ketua TP-PKK Lampung Terjun Lansung Ke Metro

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal bagikan masker dan himbau masyarakat Kota Mtro untuk patuhi protokol kesehatan, Kamis (13/08/2020).

Dengan hashtag PKK #GebrakMasker. Riana Sari Arinal sebagai mitra pemerintah ikut berkontribusi Iakukan pencegahan penyebaran COVID 19 di Provinsi Lampung.

Riana berpesan, untuk seluruh warga agar saling mengingatkan disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa memberikan pemahaman dan disiplin yang sama, serta saling mengingatkan untuk tetap menggunakan masker,” ujar Ibu Riana.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung tersebut membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, yang didampingi Ketua TP-PKK Kota Metro Heriyati Achmad Pairin dan Wakil Ketua TP-PKK Kota Metro Siti Aisyah Djohan.

“Diharapkan dari interaksi terjun ke masyakarat ini menjadi pengingat untuk mewaspadai penyebaran COVID 19 dan disiplin protokol kesehatan dimanapun berada,” kata Riana Sari Arinal (sr/dk).