AWPI Gelar Pelatihan Tingkat Dasar Kejurnalistikan

Sekretaris Kominfo Metro Subehi mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Dasar Kejurnalistikan / Pra Uuji Kompetensi Wartawan, di Ballroom Grand Skuntum, Jumat (16/10/2020).

“Saya menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas Kominfo, karena beliau berhalangan hadir, sehingga saya yang mewakilkan. Kami sangat menyambut positif serta memberikan apresiasi terhadap acara ini dan sebagai bentuk dukungan baik dari Kominfo, kami mengutus tim peliputan untuk bergabung bersama dengan sangat antusias pada acara ini, agar lebih memahami bagaimana cara membuat produk jurnalis yang baik dan benar agar menghasilkan karya yang baik. Kamipun mengharapkan kerja sama atau kemitraan yang baik dengan saling memberi masukan satu sama lain,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Metro Verry Sudarto mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para peserta pra UKS, yang akan mengikuti pelatihan/diklat kejurnalistikan/pra uji kompetensi wartawan tahun 2020. Verry berharap peserta dapat mengikuti acara demi acara sampai dengan selesai.

Selanjutnya, Ketua Umum DPP AWPI Hengki Ahmad Jazuli mengatakan bahwa hari ini merupakan diklat angkatan ke-III. Adapun maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pendidikan kepada anggotanya sesuai dengan anggaran dasar AWPI. Salah satunya untuk kesejahteraan anggota atau lebih dikenal dengan trisula sakti sebagai program utama DPP AWPI, hal ini menjadi penting disampaikan karena semakin banyaknya media yang tumbuh saat ini menjadi persaingan yang semakin ketat.

Oleh sebab itu AWPI mengawal anggotanya sesuai amanat UU Pers No. 40 tahun 1999 dan sesuai dengan kode etik jurnalistik. “Karena setiap jurnalis dalam menghasilkan suatu karya tidak boleh melanggar satu pasal pun dalam kode etik, dan hal tersebut sebagai rambu-rambu yang harus dipatuhi, karena wartawan saat ini sangat rentan bersentuhan dengan hukum dengan adanya uu ite. Semoga apa yang kami sampaikan nanti bermanfaat untuk teman-teman sekalian, ” tuturnya. (in/va/ys)

Rapat Pembahasan Pelaksanaan Pesta/Hajatan di Masa Pandemi

Pj. Sekda Kota Metro, Misnan pimpin Rapat Pembahasan Pelaksanaan Pesta/Hajatan dan lainnya yang mengerahkan masyarakat di masa pandemi Covid-19, di Aula Pemkot, Kamis (24/09/2020).

Pada kesempatannya, Misnan mengatakan bahwa beberapa waktu terakhir angka pasien Covid-19 semakin meningkat, maka saat ini telah ditetapkan Perwali No.39 tentang Sanksi Pelanggar berupa sanksi teguran lisan dan tertulis, sanksi kerja sosial, serta sanksi penghentian atau penutupan sementara penyelenggara usaha.

“Kami mengimbau kepada Lurah dan Camat untuk bekerja sama dengan pihak RT/RW untuk mensosialisasikan aturan larangan resepsi pernikahan yang akan dibatasi. Mari kita bersama memberi masukan kepada masyarakat yang akan melaksanakan hajatan, baik itu pernikahan, khitanan atau juga aqiqah, agar dapat menyepakati peraturan yang ada seperti tidak mengumpulkan banyak orang dan menyambut tamu cukup ijab qobul akad nikah, langsung dibagi nasi kotak dan pulang,” tandasnya.

Selanjutnya, Sekda Kota Metro juga menambahkan mengenai pembatasan jam berjualan harus diberikan ketegasan. Pada kafe yang akan disepakati bersama mulai dari pagi hari sampai dengan jam sembilan malam, kemudian para penjual tenda di depan Supermarket Chandra dan Pertokoan Sumur Bandung akan dibatasi mulai dari jam 17.30 WIB sampai dengan jam 12 malam, serta rumah makan diharapkan tidak menyediakan makan di tempat melainkan hanya untuk dibungkus atau dibawa pulang dan akan ditentukan hanya boleh buka sampai jam lima sore, dan itu masih akan disepakati bersama mengenai aturan jam tersebut.

Sementara, Ika selaku Kepala Bagian Hukum memaparkan secara umum mengenai beberapa aturan bahwa dalam pelaksanaan acara diharapkan lebih cepat dan lebih pendek, jumlah pengunjung pun paling banyak 50% dan mewajibkan menggunakan, memeriksa suhu tubuh apabila suhu 37° keatas tidak boleh masuk, memastikan tamu dalam kondisi sehat, menyediakan sarana cuci tangan dengan air bersih, menghindari kontak fisik secara langsung (bersalaman/berpelukan), diarahkan agar tidak terjadi penumpukan pengunjung.

Bagi peserta nikah yang pelaksanaannya di KUA, dihadiri paling banyak 10 orang dan semua wajib menjalankan protokol kesehatan, jika berasal dari Jakarta/dari luar kota diharapkan melampirkan hasil rapid test. Di luar KUA, penghulu wajib menolak jika pelaksanaan tidak sesuai dengan protokol kesehatan. (gt/nv/ys)

KPID Lampung Koordinasi dengan LPPL Radio Metropolis Kota Metro

Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, KPID Lampung berkoordinasi dengan Lppl Radio Metropolis Kota Metro, Kamis (17/9/2020).

Wirdayati selaku Wakil Ketua KPID Lampung berharap, Lppl Radio Metropolis sebagai salah satu Lembaga Penyiaran Publik Lokal Milik Pemerintah Daerah Kota Metro, yang dapat netral dan tidak memihak salah satu calon kepala daerah.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Sri Wahyuni juga berharap agar Lppl Radio Metropolis dapat selalu berkoordinasi dengan KPID Lampung guna menyukseskan Pilkada yang akan segera dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Umum Lppl Radio Metropolis Antonius Heryuniadi juga menyambut baik atas arahan dari KPID Lampung.Menurutnya, informasi dari KPID Lampung sangat penting, sebab ini terkait regulasi dan kedudukan Lppl Metropolis dalam kenetralan pelaksanaan pemilukada dan kampanye.

“Jangan sampai menimbulkan masalah dikemudian hari dengan tetap mengikuti Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),”Jelasnya. (va,si)

Sosialisasi Komunitas Intelijen Daerah Menjelang Pilkada

Asisten I Pemerintah Kota Metro Ridhwan menghadiri acara sosialisasi tim Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA), yang berlangsung di LEC Kartika Kota Metro, Kamis (17/09/2020).

Kepala Kantor Kesbangpol Kota Metro Deni Ferdinan, menyampaikan sosialisasi ini diharapkan dapat mencegah, serta mengendalikan konflik yang terjadi di setiap wilayah. Hal ini agar dalam pelaksanaan Pilkada tidak terjadi suatu kesalahan yang dapat menimbulkan ketidak harmonisan pada setiap hak pilih. 

Sementara itu, Asisten I Ridhwan mengatakan dengan dibentuknya KOMINDA merupakan wadah untuk dapat saling bertukar data dan informasi.

“Saya mengajak para peserta dan masyarakat untuk mendeteksi sedini mungkin segala kemungkinan ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas politik, sosial, budaya serta keamanan. Hal ini agar terhindar dari isu sara dan aliran sesat,” ujar Ridhwan.

Lanjutnya, Ridhwan menekankan bahwa stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan pemerintah daerah, khususnya menjelang Pilkada di tengah masa pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan kegiatan ini, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya konflik sosial guna deteksi dini, sebelum munculnya bahaya resiko yang nyata. Dan untuk mempersiapkan tindakan yang dirasa perlu untuk meminimalisir kemungkinan resiko yang terjadi, serta menciptakan suasana yang kondusif dan aman dalam pelaksanaan Pilkada,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Danramil Trimurjo, Kasat Intel Polres Metro, Kasat Intel Kejari Metro, Kepala Kesbangpol, Kepala Satpol-PP,  Badan Intelijen Negara Metro. (Cv/Va) 

Rapat Pembahasan Terkait Pembelajaran Tatap Muka di Era Covid-19

Sebanyak 5 SMP serta 18 SD negeri dan swasta di Kota Metro telah memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid-19, dan siap lakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Ria Andari membenarkan bahwa dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem pembelajaran tatap muka di beberapa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Metro. Dengan catatan sekolah tersebut telah diverifikasi oleh tim dari Dinas Pendidikan yang kemudian mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan saat rapat pembahasan peningkatan mutu pendidikan pada masa pembelajaran di era Covid-19 yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan, Rabu (26/08/20). “Proses pembelajaran akan lebih efektif dan lebih baik lagi apabila bertatap muka, akan tetapi hal tersebut tetap atas rekomendasi Satgas Covid-19.

Adapun nama SD yang telah diusulkan adalah SD Teladan, SD N 2 Metro Timur, SD N 12 Metro Pusat, SD N 2 Metro Barat, SD N 11 Metro Pusat, SD N 4 Metro Selatan, SD N 4 Metro Timur, SD N 4 Metro Barat, SD N 2 Metro Selatan, SD N 1 Metro Selatan, SD N 6 Metro Pusat, SD N 8 Metro Barat, SD Xaverius, SD IT WU, SD Aisyiyah, SD Alquran, SD Al Mukhsin, SD Nurul Huda.

Kemudian SMP N 6, SMP N 8, SMP N 2, SMP N 9 dan SMP Muhammadiyah 1. Dan untuk sekolah yang belum mendapatkan rekomendasi masih bisa mengajukannya ke pihak Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Walikota Metro Djohan  berterima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah memberikan kesempatan untuk memberikan arahan terkait pembelajaran tatap muka di Kota Metro. 

“Pendidik harus memiliki kompetensi dalam mengajar agar menjadi lebih baik lagi, serta mau belajar dari pengalaman orang lain yang terdahulu. Apabila memang sudah siap bertatap muka dengan siswa maka segala sesuatunya harus dipersiapkan sedemikian rupa untuk kebaikan dan kesehatan siswa-siswi didik di sekolah.

Tetap terapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat untuk mencuci tangan, lakukan latihan kawasan wajib pakai masker, dan tempat duduk harus diberikan jarak,” tandasnya. (in/va/cv) 

Sosialisasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru di Rejomulyo

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Siti Aisyah Djohan meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan agar terhindar dari virus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan pada saat Sosialisasi Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Metro, yang berlangsung di Aula Kelurahan Rejomulyo, Selasa (24/08/2020).

“Saat ini kita tengah berhadapan dengan penyakit yang tidak nyata namun ada di sekeliling kita, untuk itu mari kita terapkan hidup sehat agar menghentikan penyebaran virus ini. Ajari diri sendiri, keluarga dan anak-anak kita untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan hindari kerumunan seperti arisan, dasawisma, pengajian dan lain sebagainya,” tandasnya.

Juanda Camat Metro Selatan, menyampaikan bahwa momen ini adalah yang pertama kalinya diadakan pasca pandemi. Dirinya berharap agar acara demi acara dapat berjalan dengan lancar.

Retno Prihawati Kepala Kepolisian Resor Kota Metro mengatakan bahwa angka penularan di Kota Metro pada saat diterapkannya stay at home menurun, akan tetapi ketika dicanangkan bahwa akan diadakan percobaan new normal masyarakat berkerumun menuju tempat pariwisata sehingga angka penularan menjadi meningkat.

“Dunia ini sedang berada pada gelombang kedua yakni new normal, yang kita ketahui bahwa gelombang pertama adalah stay at home. Ketika Metro mencanangkan percobaan new normal, masyarakat salah mengartikannya sehingga keluar untuk menuju tempat rekreasi dan hal tersebut menyebabkan penularan menjadi meningkat,” kata Retno.

Tambahnya, Retno mengajak para kader PKK untuk menyampaikan tentang 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

“Dimana dari kader inilah merupakan lapisan terbawah keluarga yang paling dekat dan mampu menjangkau masyarakat. Dari beberapa upaya saat ini masih banyak yang perlu di evaluasi, salah satunya meminta bantuan gugus tugas terdekat yakni Polsek dan Puskesmas. Karena kita tidak tau dari mana virus itu datang. Maka dari itu gunakan masker untuk mencegahnya,” tuturnya. (in/va)

figcaption { font-size: 10px; text-align: center; }