Walikota Metro Membuka Acara Pekan Panutan PBB-P2 Tahun 2019

Badan Pengelolan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro  Melaksanakan Acara Pekan Panutan PBB Kota Metro Tahun 2019 yang berlangsung di Halaman BPPRD Kota Metro, Pada Selasa (26/04/19).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Para Staf Ahli Walikota, Asisten Sekda, Anggota Forkopimda Kota Metro, Para Kepala Organisasi Perangkat daerah Kota Metro, Kepala PT. Bank Lampung Cabang Metro, Peserta Pekan Panutan PBB, Rekan Persa dan Para Undangan.

Walikota Metro Achmad Pairin membuka langsung kegiatan yang dilaksanakan BPRRD Kota Metro.

Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan Pekan Panutan PBB dengan harapan kegiatan ini dapat menjadi contoh dan keteladanan bagi semua dalam rangka kewajiban membayar pajak.

“Sejak diserahkan PBB menjadi urusan daerah sampai dengan 2018 dan mengingat sejak tahun 2002 sampai dengan 2018 nilai jual objek pajak di Kota Metro belum pernah mengalami perubahan sehingga tahun ini dilaksanakan penyesuain Zona Nilai Tanah (ZNT), hal ini seiring dengan berkembangnya pembangunan di Kota Metro sehingga penyesuaian ZNT sudah sangat layak dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutur Pairin dalam sambutannya.

Tambahnya, saya sebagai Walikota Metro mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Bank Lampung, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Metro dan berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya Sistem Pembayaran PBB di Kota Metro.

Selanjutnya Ketua Panitia Arif Joko Arwoko melaporkan  Realisasi PBB Tahun 2018 sebesar Rp. 2.653.359.821,- dengan target Rp. 3.232.431.310,- dengan persentase 85,52% jauh lebih baik dari 2017 yakni sebesar 81,34%

“Sementara untuk target PBB Tahun 2019 sebesar Rp. 4.500.000.000,- naik sebesar 39,21% dari target PBB dari tahun 2018,” Paparnya.

Arif mengatakan, Di tahun 2019 terdapat penambahan SPPT sebanyak 1.895 dari 51.272 SPPT tahun 2018 menjadi 52,935 tahun 2019 yang tentu menjadi tantangan kita dalam mencapai realisasi tersebut dan kenaikan target PBB-P2 tahun 2019 dikarenakan telah di sesuaikannya Zona Nilai Tanah yang sudah mendekati harga kondisi saat ini.

“Perlu kita ketahui bahwa  ZNT ini pertama kali dilaksanakan sejak tahun 2002, harapannya di tahun 2019 kami akan meningkatkan pelayanan untuk Pajak BPHTB, Pajak Hotel dan Pajak Restoran dengan menerapkan sistem SPTPD online yang saat ini sedang masa uji coba/penyempurnaan agar dapat mengatasi permasalahan-Permasalahan dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Diakhir acara dilakukan pemukulan gong dan pembayaran PBB diawali oleh Walikota Metro yang diikuti oleh Sekertaris Daerah Kota Metro atas Rumah Dinas yang ditempati.

Pemerintah Kota Metro Gelar Musrenbang Tingkat Kota

Pemerintah Kota Metro melaksanakan acara Musrembang RKPD Tahun 2020 Kota Metro yang berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah Kota Metro, Selasa (19/03/19).

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Lampung, Walikota Metro,Wakil Walikota Metro, Anggota DPRD Provinsi Lampung mewakili Dapil kota Metro, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Metro, Anggota Fokorpimda Kota Metro, Sekertaris Daerah Kota Metro, dan Para Asisten, Kepala Badan, Dinas Instansi se-Kota Metro, Camat se-Kota Metro dan Para Undangan.

Asisten II Setda Provinsi Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama periode Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung sudah banyak yang berhasil kita raih dibeberapa indikator pembangunan yang di tingkatkan dimana Provinsi Lampung mendapat peringkat ke-12 tingkat nasional dalam indeks daya saing, peningkatan IPM pada tahun 2017 sebesar 68,25, pengangguran terbuka sebesar 4,06 % lebih rendah dibandingkan angka nasional, pertumbuhan ekonomi diatas nasional sebesar 5,34 % dan laju inflasi sebesar 2,73 pada tahun 2017.

“Kami berpesan agar dalam penyusunan RKPD tahun 2020 dapat memformulasikan program yang tepat dan memberikan daya ungkit yang kuat, sehingga kota metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga mampu menjadi penopang laju pembangunan Provinsi Lampung dimana kita mempunyai tanggung jawabuntuk mendukung suksesnya pencapaian prioritas nasional pada tahun 2020,” Paparnya.

Selain itu, Provinsi Lampung telah mematok target yang cukup tinggi bagi kota metro untuk tahun 2020 dalam pertumbuhan ekonomi kota metro diharapkan mampu mencapai 5,9-6,2 %, untuk angka kemiskinan menjadi 7,51% dan angka IPM tetap yang tertinggi di lampung dan ditargetkan sebesar 78,61.

“Kita saat ini masih menghadapi berbagai masalah  stunting dan pekerja sektor informal, angka stunting pada tahun 2018 27,3% tentu memerlukan perhatian khusus, sedangkan kondisi pekerja informal masih meliputi 70% lebih dari seluruh tenaga kerja” ujarnya.

Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang berada di Kota Metro sebagai wahana mempersiapkan diri memasuki pasar kerja, sementara itu data program kerja provinsi yang ada di kota metro ada 8 (delapan) meliputi pemeliharaan Gedung Terminal Tipe B Mulyojati, pengadaan dan pemasangan marka jalan di jalan Provinsi Lampung, pemeliharaan berkala ruas jalan Budi Utomo (Metro), pembangunan jembatan STKIP PGRI Kota Metro (Tahap II), Pembangunan jalan strategis Objek Wisata Dam Raman, pembangunan Box Culvert strategis Metro-Lampung Timur, Pengadaan Bantuan ternak kambing perah dan pembinaan perpustakaan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Selanjutnya, Walikota Metro mengatakan bahwa Walikota, Wakil Walikota dan Sekertaris Daerah bersama seluruh kepala dinas dan jajaran aparatur perangkat daerah turun langsung ke 22 Kelurahan untuk mendengar dan menangkap langsung aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan tahun 2020.

“Kehadiran rombongan dari Provinsi Lampung dapat kita manfaat untuk menyamopaikan kebutuhan kita yang dapat di akomodir provinsi lampung, terutama pembangunan drainase Jalan AH. Nasution dan Jalan Jendral Sudirman, pelebaran dan perkerasan jalan  Sudirman yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi, serta normalisasi sungai Batanghari dan Way Sekampung,”Tuturnya

Sementara itu, Pada Tahun 2019 kita akan membangun Wisata Raman Asri yang berlokasi di Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara, dimana ada banyak potensi yang sudah ada dimasyarakat yang akan kami sempurnakan sehingga benar-benar menjadi destinasi Wisata bagi masyarakat Kota Metro dan masyarakat Lampung pada umumnya dan pembangunan Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai yang akan rampung pada tahun 2019 ,” Kata Pairin.

Tambahnya, Harapannya mudah-mudahan perhatian pemerintah provinsi lampung terhadap kota metro akan lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tentunya pembangunan ini tidak akan berjalan lancar tanpa adanya kerjasama yang baik dari lingkungan pemerintah dan masyarakat.

Acara diakhiri dengan penandatangan bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Rapat OR Membahas Menambah Rencana Penambahan Anggaran

Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Metro kembali mengadakan forum gabungan perangkat daerah bidang sosial budaya yang berlangsung di OR Setda Kota Metro, Selasa (12/03/19).

Dinas dan kecamatan yang tampil dalam forum, terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi, Dinas Kepemudaaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas PP PA PP KB Dinas Kependudukan dan sipil dan Kecamatan yang ada dilingkungan Kota Metro.

Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi, maka disepakati beberapa usulan yang telah ditampung oleh Kepala Bappeda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo di antarannya yang ada di dinas pendidikan dan kebudayaan salah satunya mengusulkan adanya tambahan fasilitas maupun anggaran untuk membantu anak-anak berprestasi ditingkat nasional dalam mendukung anak didik yang ada di Kota Metro.

Sementara dari Disporapar Kota Metro mengusulkan penambahan sarana olahraga di Kelurahan berupa dan hibah yang diberikan kepada karangtaruna yang ada di Kelurahan membawahi olahraga ditingkat Kelurahan, adanya buku wisata, dan pengembangan dalam bidang pariwisata yang masih banyak kekurangannya baik dari pengembangan pembinaan pariwisata, pelatihan usaha-usaha pariwisata dan mobil wisata di Sumbersari Bantul.

Selain itu, Yerry Ehwan mengatakan perlunya penahan tempat duduk di Samber Park, untuk menambah antusias masyarakat berkunjung ke Lapangan kebanggaan Kota Metro yang berlokasi di Metro pusat.

Dinas Sosial menyebutkan dalam forum dari berbagai usulan yang masuk kepala Bappeda Kota Metro berharap agar OPD-OPD dapat menampung skala prioritas di Kecamatan.

“Untuk Disporapar Kota Metro, kita mempunyai rencana untuk penambahan anggaran untuk mobil wisata di Sumbersari Bantul dan Website yang berada di Samber Park Kota Metro,” ujar Bangkit.

Lanjutnya, untuk PP PA PP KB kita akan mempersiapkan tempat bermain anak dimana Kota Metro saat ini adalah Kota layak anak dan juga gardu kampung KB di lingkungan Kota Metro.

“Sementara itu untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan ada perbaikan kantor untuk kenyamanan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat yang saat ini memang diperlukan adanya perbaikan. Sedangkan untuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kami menilai masih minimnya antusias masyarakat dalam mengikuti pelatihan sehingga perlu perhatian lebih,” tuturnya.

Tambahnya diakhir laporan Bangkit mengatakan, Dinas Kesehatan berharap adanya galakan asi 2 tahun kepada ibu-ibu menyusui di kota metro dimana saat ini banyak sekali ibu-ibu memberikan asi kurang dari 2 tahun dan saya berharap di setiap kantor dapat di sediakan ruang khusus untuk ibu menyusui.

Kepala Sekolah se-Kota Metro Ikuti Workshop Jurnalistik

Puluhan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Bendahara se Kota Metro mengikuti Workshop Jurnalistik, mengenai Tindakan Pidana Korupsi dan Undang-undang IT, yang berlangsung di Aula STO (Sekolah Tinggi Olahraga) Kota Metro, Selasa (05/03/19).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Walikota Metro yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Ketua AWPI Kota Metro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Ketua dan Panitia Pelaksana, Rekan-rekan jurnalis dan Para Narasumber/ Pemateri Kegiatan Workshop.

Ketua AWPI Kota Metro, mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara Workshop yang diadakan AWPI Kota Metro.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk memajukan Kota Metro terutama dibidang pembangunan, kita sebagai jurnalis khususnya DPC AWPI Kota Metro dituntut untuk menjadi wartawan yang profesional dan bekerja sebagai jurnalis yang sopan serta berjalan sesuai rel yang sudah ditentukan dalam UU Pers No 40,” tutur Verry Sudarto.

Lanjutnya, suatu program  bisa mendapatkan hasil yang baik jika dilakukan dengan rasa sadar, cinta serta aman,  nyaman maka akan mencapai hasil yang kita harapkan dengan tetap memperhatikan rambu-rambu yang ditentukan.

Sementara itu Walikota Metro yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Metro, Dra. Farida menyampaikan tujuan kegiatan Workshop adalah untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah dan bendahara di satuan pendidikan SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Metro tentang tindak pidana korupsi dan UU IT.

Sebagai mitra pemerintah para jurnalis harus turut serta dalam proses pelaksanaan dan pengawasan pembangunan di Kota Metro terlebih dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan tindak pidana korupsi dan pemahaman UU IT bahkan termasuk didalamnya Para Kepala Sekolah dan Bendahara,” ujarnya.

Tambah Farida, Harapan kami para rekan-rekan jurnalistik mampu menjadikan profesi yang mulia dan memiliki nilai tersendiri didalam proses pembangunan yang kita laksanakan, kegiatan semacam ini menjadi hal yang penting dan harus dipahami para peserta dengan baik.

Musrenbang di Kelurahan Hadimulyo Timur

Walikota Metro Achmad Pairin menghadiri acara Musrenbang di Kelurahan Hadimulyo Timur, Jumat (20/02/19).

Heri selaku Lurah Kelurahan Hadimulyo Timur menyampaikan laporannya bahwa, Kelurahan Hadimulyo Timur adalah merupakan kelurahan pecahan dari 3 kelurahan di Metro Pusat.Kelurahan  jumlah RW 15 dan Ketua RT 45.

“Kemudian realisasi pokok PBB tahun ini sebanyak Rp.150.000.000 per desember, dan sudah masuk sebesar Rp. 118.000.000  atau sebesar 89,32 %,” ungkapnya.

Kepala Bapedda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, menyampaikan tema untuk 2020 yakni “Kita Mantapkan Pembangunan Manusia, Infrastruktur dan wisata keluarga Untuk Metro Sejahtera”. Tema tersebut disusun oleh Bappeda yang di bantu oleh Staf Ahli Walikota Metro.

Sedangkan dalam sambutan Walikota Metro Achmad Pairin, mengucapkan terima kasihnya atas kehadiran saudara-saudara yang telah hadir di Musrenbang kali ini.

“Saya harapkan untuk saling berkordinasi antara Lurah, RW, RT agar dapat terjalin kerja sama, guna menyelesaikan apa yang belum selesai. Tapi saya salut seluruh Ketua RW, RT hadir semua pada kesempatan ini,” ungkap Pairin.

Diakhir sambutan Pairin mengatakan bahwaa, baru kali ini RT, RW semuanya hadir di acara Musrenbang.  “Semoga dengan pertemuan ini dapat mendapatkan solusi guna pembangunan di Keluarahan Hadimulyo Timur yang bermanfaat,” tutupnya Achamad Pairin.

Penyerahan Dana Insentif RT/RW di Metro Selatan

Asisten I Ridwan menghadiri sekaligus menyerahkan dana insentif RT/RW, guru TPA, sekolah minggu, juru makam berlangsung di Aula Kecamatan Metro Selatan, Jumat (21/12/2018).

Berdasarkan sambutan Asisten I Ridwan mengatakan, acara penyerahan  insentif RT/RW di Kecamatan Metro Selatan ini, merupakan salah satu wujud kepedulian Pemerintah Kota Metro, terhadap pelaksanaan kegiatan dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat Kelurahan termasuk di dalamnya para RT dan RW se-Kota Metro.

“Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan loyalitas dalam bekerja sehingga, terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang selalu mengedepankan asas pelayanan yang cepat, tepat terhadap masyarakat yang membutuhkan,” Ungkap Ridwan.

Lanjutnya, Ridwan membeberkan mengenai jumlah perangkat Kecamatan  jumlah keseluruhan 120 orang se-Kecamatan Metro Selatan.

“Kemudian kenaikan insentif untuk RW dari Rp 250.000 menjadi Rp 300.000 per orang dan kenaikan insentif RT dari Rp 200.000 menjadi Rp 250.000 per orang. Sedangkan dana yang akan diterima Pengajar TPA, sekolah minggu, Kaum sebanyak  Rp. 600.000 per tahun,” ungkap Ridwan.

Tambahnya, Ridwan mengungkapkan harapannya bahwa, dana yang diberikan dapat meningkatkan semangat dan loyalitas dalam bekerja sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Dapat menjadi faktor penggerak untuk menggali Swadaya dan partisipasi masyarakat sehingga membangun bidang sosial dan kemasyarakatan di Kota Metro dapat lebih meningkat pada masa-masa mendatang.

Bantuan yang kami berikan ini Mohon untuk tidak dilihat dari jumlahnya atau dari nilainya tetapi hendaknya dilihat dari seberapa besar bentuk kepedulian pemerintah kota metro dalam memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Terakhir saya minta kepada perangkat Kelurahan RT dan RW, mohon untuk tidak dilihat dari jumlahnya, tetapi hendaknya dilihat dari seberapa besar bentuk kepedulian Pemerintah Kota Metro dalam memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Kemudian kepada perangkat Kelurahan yang hadir menerima bantuan, agar dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Ridwan.