Walikota Metro dan Ketua TP-PKK Berikan Bantuan Sembako untuk Pasukan Orange dan Hijau

Walikota Metro Wahdi bersama Ketua TP-PKK Kota Metro Silfia Naharani berikan bantuan kepada pasukan orange (petugas kebersihan) dan pasukan hijau (petugas kebersihan dan pertamanan) Kota Metro, di Guest house rumah Dinas Walikota, Jumat (07/05/2021).

Ketua TP-PKK Kota Metro mengajak pasukan orange dan pasukan hijau untuk tetap menggunakan masker dan tetap disiplin prokes meskipun sedang bekerja menyapu jalanan dan merawat tanaman, sehingga dapat mencegah Covid-19 dengan maksimal.

“Pada bulan Ramadan ini PKK dibantu GOW dan DWP memiliki program pembagian takjil dan sembako tepat sasaran. Dengan harapan menjadikan berkah yang menerima dan yang terdampak Covid-19. Bantuan in ditujukan kepada penderita penyakit kronis, penyakit kanker dan yang berkebutuhan khusus, serta bagi pasukan orange dan pasukan hijau,” ujar Silfia Naharani.

Lanjutnya, Silfia Naharani mengatakan bahwa, bantuan yang diberikan baru sebanyak 230 paket. “Adapun sumber dana didapat dari dana yang tidak mengikat yakni pelaku usaha, pelaku kesehatan, swasta, muslim Singapur, GOW, PKK, serta DWP, semoga walaupun bantuannya sedikit namun dapat bermanfaat,” ucapnya.

Walikota Metro Wahdi, mengajak petugas kebersihan dan pertamanan untuk bersama sama membangun Kota Metro dengan cara membersihkan Masjid Taqwa, Taman Kota dan setiap sudut jalan di kota tercinta ini.

Wahdi juga mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan program PKK yakni pemberian bantuan sembako. “Jangan menilai bantuan dari nilai rupiahnya, sebab kebaikan yang diberikan walaupun hanya sedikit itu bernilai ibadah. Di masa pandemi seperti ini memiliki dampak yang sangat signifikan dalam tata kelola kehidupan dan bangsa,” ujarnya. (Gt/Nv).

Wahdi Salurkan Bantuan Rumah Ibadah di Masjid Al-Jihad

Pemerintah Kota Metro melalui Walikota dan Wakil Walikota Metro menjalankan Salat Jumat berjemaah dan memberikan bantuan kepada Masjid Al-Jihad Kecamatan Metro Pusat, Jumat (07/05/2021).

Adapun jemaah yang mengikuti Salat Jumat seluruhnya mematuhi prokes yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan membawa perlengkapan salat sendiri dari rumah.

Nasrianto Perwakilan Pengurus Masjid, melaporkan awal mulai berdirinya masjid yakni pada tahun 2000/2003 lalu, dan sehubungan dengan Covid-19 pengurus masjid memperketat prokes bagi jemaah yang hendak menjalankan ibadah di Masjid Al-Jihad.

“Bahkan untuk pendatang dari luar kota atau kurang enak badan, diperkenankan tidak memasuki area rumah ibadah demi kenyamanan bersama. Kemudian kegiatan-kegiatan ibadah tetap dilaksanakan, guna untuk memakmurkan Masjid Al-Jihad,” tutur Nasrianto.

Walikota Metro Wahdi mengatakan, saat ini sudah dilakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, mulai dari tingkat bawah RT/RW. Dengan harapan dilakukan PPKM berskala mikro, agar masyarakat semakin terjaga dari Covid-19.

“Kota Metro masih dalam zona orange dan ini sangat rawan sekali. Oleh karena itu kita harus proaktif dilingkungan masyarakat dari bawah, harus lebih giat lagi, mengawasi warga di sekitarnya. Kita juga harus sabar dalam menghadapi masa pandemi seperti saat ini, jangan mengganggap kalau Covid-19 itu tidak ada. Sehingga kita menjadi terlena dan angka penularan terus meningkat,” ujarnya.

Lanjutnya Wahdi mengharapkan masyarakat agar terus memakai masker. Adapun pemberian bantuan ini merupakan salah satu dari program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Metro dan penanggulangan dampak Covid-19 di Kota Metro.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa dua unit AC dan dari Kementerian Agama memberikan bantuan berupa uang tunai. (gt/nv/

Walikota Metro Meninjau Pembanguna Jalan dan Irigasi

Guna melihat pembangunan jalan dan saluran irigasi, Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, meninjau beberapa titik jalan di wilayah Kota Metro, Jumat (07/05/2021).

Peninjauan ini menuju pembuatan irigasi di Jl. Suprapto Margorejo, Jl.Hasanudin Yosomulyo dan pelebaran di Jl. Seminung Yosorejo.

Dalam peninjauan, Walikota beserta rombongan memastikan agar pelebaran dan rehabilitasi irigasi dibangun dengan baik dan sesuai spesifikasi bangunan.

Wahdi meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk segera merealisasikan pekerjaan dengan maksimal dan komitmen.(Nv/Gt)

Pemkot Metro Gelar Rapat Optimalisasi Serapan Anggaran OPD

Walikota Metro Wahdi memimpi rapat Optimalisasi Serapan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di OR Setda, Jumat (07/05/2021).

Dalam kesempatan ini, Wahdi meminta seluh OPD turut berupaya meningkatkan pembangunan, yang telah menjadi komitemen bersama.

“Hal ini seperti mengatasi mesalah covid-19, yang tugasnya bukan untuk  Satgas saja, melaikan menjadi tugsa seluruh OPD. Kita harus menjadi contoh dalam peningkatan pembangunan  terkait masalah covid-19 dan peningkatan PAD,” ujarnya.

Lanjutnya Wahdi mengatakan, pengembangan potensi, melakukan deteksi diri bertujuan untuk pembentukan zonasi per-RT dan Kelurahan, dalam membuat pergerakan ekonomi. 

“Dengan harapan kedepannya kita harus melakukan tindakan yang nyata, sehingga proses regenerasi dapat tercapai, dan untuk mencapainya diperlukan usaha keras,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, menyinggung terkait temuan BPK yang harus diurus dan diselesaikan, agar tidak menjadi boomerang. Kemudian terkait presentase tentang realisasi, khususnya dana bos di bulan ke lima,  jangan sampai terlambat agar dapat efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin tahun ini jangan sampai ada masalah. Lakukan yang terbaik untuk Kota Metro, secara terukur dan tetap tanggung jawab. Apapun yang dilakukan harus memakai regulasi yang tepat, “ kata Qomaru.

Plt. Sekda Bangkit Haryo Utomo, membacakan arahan Presiden Joko pada saat Musrenbangnas 2021 di Istana Negara. Pertama, sebaik apapun perencanaan yang sudah dibuat, harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat untuk menyesuaikan dengan tantangan dan peluang-peluang.

Kedua, sinergi kekuatan bangsa untuk memecahkan masalah yang dihadapi baik masalah kesehatan maupun masalah perekonomian sangat diperlukan. Sejumlah upaya seperti disiplin protokol kesehatan, 3T (testing, tracing, treatment), dan program vaksinasi massal membutuhkan dukungan dari semua komponen bangsa.

“Penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir ini semakin tidak bisa dihindarkan. Ketika pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan bisnis ritel tidak bisa secara luring, kita harus berubah cepat menggunakan instrumen daring. Ketiga, dalam menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, maka kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk bisa bersaing,” ungkap Bangkit.

Diakhir rapat, Plh Sekda menegasakan bahwa, Kepala Negara memandang bahwa perencana harus mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat, apalagi akan dimulainya konektivitas digital 5G, Kepala Negara mewanti-wanti agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna. (Nv/Gt).