Walikota dan Wakilnya Salurkan Insentif Rumah Ibadah, Masjid Nurus Sholihin dan Masjid Darusalam

Pemerintah Kota Metro Salurkan Insentif Rumah Ibadah, Masjid Nurus Sholihin dan Masjid Darusalam. Pemerintah Kota Metro melalui Walikota Metro Wahdi, melakukan Salat Isya dan Tarawih berjemaah di Masjid Darusalam, Margorejo, Metro Selatan, Rabu (28/04/2021).

Sebelumnya Wakil Walikota Metro, Qomaru juga melakukan salat subuh di Masjid Nurus Sholihin, Hadimulyo Barat, Metro Pusat.

Usai salat itu, Walikota dan Wakil Walikota Metro memberikan santunan rumah ibadah, yang termasuk dalam program kerja 100 hari penanggulangan dampak Covid-19.

Di Masjid Nurus Sholihin, Qomaru memberikan bantuan berupa semen 60 sak, pasir 10m², batu bata 2828 buah. Sedangkan di Masjid Darusalam, Wahdi memberikan bantuan berupa AC, Amply, Speaker, dan wirreles.

Walikota Metro Wahdi mengatakan, bahwa saat ini sudah dilakukan PPKM berskala mikro, mulai dari tingkat bawah RT/RW. Dengan harapan dilakukan PPKM berskala mikro, masyarakat semakin terjaga dari Covid-19.

“Metro masih dalam zona orange, tentunya ini sangat rawan sekali. Tentunya kita harus proaktif masyarakat dari bawah, harus lebih giat lagi, mengawasi warga di sekitarnya. Dan kita harus bersabar menghadapi masa pandemi seperti tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut Wahdi, masyarakat harus meningkatkan kesabaran karena ini adalah ujian. Walaupun sudah dilakukan penyekatan di pintu masuk provinsi, tentunya tetap harus waspada karena pasti bisa kecolongan.

Sebelumnya di Masjid Nurus Sholihin, Qomaru berbicara tentang waktu, yang genap menjabat selama 60 hari kerja. “Katakanlah itu 2 bulan, dalam proses kepemimpinan Kota Metro, tentu saya ingin sekali mengetahui tentang Kota Metro dan segala problematikanya. Metro harus ada yang dibanggakan istilah kerennya magnet. Magnetnya kerukunan warga, pendidikan bagus, kesehatan bagus, syukur-syukur jalannya bagus. Saya kira masyarakat gak muluk-muluk yang penting jalan bagus,” imbuhnya.

Lanjutnya Qomaru juga berkata bahwa, kami akan berupaya melakukan yang terbaik, meninggalkan yang terbaik.

“Pemerintah Kota Metro mengharapkan masyarakat Metro, memakai masker. Kami ingin memajukan Kota Metro, tentunya konsepnya sederhana, masyarakat Kota Metro ingin menjadi kota yang dibanggakan, kota yang terhormat. Saya berharap kedepannya, Kota Metro ini akan semakin bagus dan semakin bagus,” tuntasnya. (Uc)

Silaturahmi ke Disdagsar, Walikota Kenalkan PPKM Mikro

Walikota Metro melakukan silaturahmi ke Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar), Rabu (28/03/2021). Dalam silaturahmi ini, Walikota membahas tentang realisasi PPKM berbasis mikro.

Wahdi meminta, Disdagsar memahami secara mendetail apa itu PPKM berbasis mikro, sehingga penerapannya di lapangan dapat terealisasi dengan baik dan efektif.

Dalam kesempatan itu, Wahdi juga melakukan pengenalan visi misi, program kedepan, sehingga Disdagsar mampu menjadi ujung tombak si bidang nya.

“Kami tadi melakukan silaturahmi, tentunya yang menjadi poinnya adalah kedisiplinan, produktifitas ASN selama ramadan, serta pemantapan PPKM Mikro, apa itu PPKM Mikro penerapannya bagaimana,” kata Wahdi.

Selain itu, Wahdi juga mengimbau kepada Disdagsar untuk melalukan pemantauan stabilisasi harga dan membuat kerangka kerja berdasarkan analisis resiko. “Ke depan, dalam setiap pekerjaan harus mengedepankan analisis resiko, penataan dan penyelesaian masalah, sehingga ke depannya tidak jadi PR lagi,” katanya.

Wahdi juga berharap Kadis dan jajaran melakukan ekspos dan telaah ke Walikota. “SPID, Sistem Pengendalian internalnya, dokumentasi masalah yang akan muncul dan telaah , berkerja sama dengan stakekholder Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan OPD lain agar pekerjaan efektif efisien, bukan waktunya bekerja sendiri-sendiri, maka perlunya kolaborasi,” ujar Wahdi. (Uc)

Walikota dan Wakil Walikota Metro Ikuti Arahan Presiden RI Terkait Penanganan Covid-19 dan Ekonomi

Walikota dan Wakil Walikota Metro beserta jajarannya mengikuti pengarahan Presiden RI untuk Kepala Daerah seluruh Indonesia secara virtual, di Aula Pemda Kota Metro, Rabu (28/04/2021).

Dalam kesempatan tersebut Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, menyampaikan pertemuan pada hari ini diadakan karena ada dua hal, yakni berkaitan dengan Covid-19 dan peningkatan ekonomi.

“Kenapa Covid-19, karena perkembangan Covid-19 di India pada bulan November menuju ke bulan Januari  2021 berhasil melandaikan kurva penambahan kasus Covid-19, kuncinya adalah mikro lockdown. Oleh karena itu, kita akan menerapkan PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan 10.000 kasus perhari,” jelas Presiden RI, Joko Widodo.

Lanjutnya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif perhari. Hal ini menjadi perhatian untuk kita semua.

“Sekecil apapun kasus aktif yang ada di Provinsi dan di Kabupaten/Kota, jangan sampai kita kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurvanya. Dengan begitu naik sedikit segera ditekankan kembali agar terus menurun,” lanjut Presiden RI.

Presiden RI, Jokowi juga mengingatkan untuk terus berhati-hati dengan menjelang libur panjang. “Sebentar lagi kita akan libur panjang memasuki hari raya Idul Fitri. Ingat, tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melonjak yang dimana libur Idul Fitri tahun lalu naik sampai 93%, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119%, libur Oktober naik 95% dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78%. Oleh sebab itu untuk selalu tingkatkan kewaspadaan dan terus berhati-hati,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan berkaitan dengan ekonomi, kondisi sekarang yang kita kerjakan dapat menekan lajunya penyebaran harian kasus Covid-19.

”Bulan Maret dan April ini sudah kelihatan ekonomi sudah hampir menuju pada kondisi normal, sehingga target kita secara nasional ditahun 2021 ini target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai dengan 5,5 persen. Maka dari itu, kita sangat tergantung sekali pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021,” kata Jokowi.

Lanjutnya, bulan April, Mei dan Juni ini sangat-sangat menentukan penekanan Covid-19 nya tanpa membuat guncangan di ekonomi. Maka inilah sebuah keberhasilan dan target kita kurang lebih 7 persen harus tercapai, jika tercapai maka untuk kuartal yang berikutnya lebih memudahkan.

Presiden Jokowi juga mengajak kepada seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota segerakan belanja Pemda. “Segerakan perbelanjaan untuk APBD karena angka-angka yang saya lihat yang tinggi itu baru belanja pegawai tetapi juga baru di angka 63 persen. Belanja modal per Maret baru 5,3%. Padahal yang namanya perputaran uang di suatu daerah itu sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Saya sudah sampaikan kepada Mendagri untuk mengingatkan semua daerah agar menyegerakan belanja APBD, baik itu belanja aparatur dan belanja modal,” tutupnya. (Ins/Ian)

Wahdi Jadi Saksi Nikah Gratis, Pasangan Anggi dan Murniati

Pemerintah Kota Metro kembali memfasilitasi pernikahan di Balai Nikah Metro Barat, pasangan pengantin Anggi Febriawan Sugarwo dan Murniati. Prosesi pernikahan ini digelar sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat karena berada di tengah pandemi Covid-19, Rabu (28/04/2021).

Walikota Metro Wahdi Siradjuddin menghadiri sekaligus menjadi saksi pernikahan. Pada kesempatan ini, Wahdi memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai yang telah menjalankan nikah secara gratis, dengan difasilitasi kartu nikah, piagam yang ditandatangani langsung oleh Walikota Metro, KK, KTP, buku nikah serta bantuan konsumsi.

Dalam sambutannya, Wahdi menjelaskan mengenai program kerja 100 hari yang telah dicanangkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Metro. Salah satunya dengan memfasilitasi pernikahan, yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Di saat seperti ini kita perlu banyak waspada, dengan siapapun. Sebab penularan Covid-19 sudah sangat beragam, dan buat pasangan pengantin sebaiknya sebelum melakukan ijab kabul, sudah melakukan 3T, yaitu Testing, Tracing, Treatment, agar keluarga dekat aman terhadap virus covid-19,” ungkap Wahdi.

Lanjutnya, Wahdi juga mengatakan ada 3 hal yang perlu ditegaskan dalam program 100 hari penanggulangan Covid-19. Yang pertama, program 100 hari kerja bukanlah program yang berdiri sendiri, namun memperkuat dan bersinergi dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD.

“Yang kedua, program ini mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dan meringankan beban masyarakat akibat pandemi Covid-19. Dan yang terakhir, program ini tidak semata didasarkan pada besaran rupiah yang diberikan, namun didasarkan kepada nilai manfaat yang diterima oleh masyarakat dan penerima manfaat,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Wahdi mengucapkan selamat atas kedua mempelai semoga menjadi keluarga yang bahagia. “Selamat untuk menjalankan kehidupan yang baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dan saya juga meresmikan Program 100 hari Penanggulangan Covid-19,” tutupnya. (Ins/Ian)