Wahdi Pimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan Instruksi Walikota Tentang PPKM Mikro

Walikota Metro, Wahdi, pimpin rapat Pemantapan Pelaksanaan Instruksi Walikota tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro). Rapat berlangsung di OR Setda Kota Metro, Senin (27/04/2021). Rapat tersebut dihadiri juga oleh Wakil Walikota Metro, Kepala OPD, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Metro.

Dalam rapat, Wahdi menyampaikan beberapa hal yakni, mengenai penurunan jumlah kasus terkonfirmasi, suspect dan probable selama dua minggu terakhir, penurunan jumlah meninggal dari kasus terkonfirmasi dan dari kasus suspect dan probable selama dua minggu terakhir. Penurunan jumlah kasus positif, suspect dan probable yang dirawat di RS selama dua minggu terakhir, kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari os suspect dan probable selama dua minggu terakhir, penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan angka kematian, jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu, serta jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung jumlah pasien Covid-19.

Adapun Instruksi Presiden untuk vaksinasi Covid-19, diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali. Seluruh jajaran kabinet, Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah agar memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021, memprioritaskan dan merelokasi anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis. Presiden menjadi yang pertama mendapatkan vaksin, serta meminta masyarakat untuk terus menjalankan disiplin 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Tujuan vaksinasi adalah membentuk kekebalan, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktifitas serta meminimalkan dampak sosial dan ekonomi. Untuk jumlah nakes terlatih dalam hal ini dokter, perawat dan bidan, tata laksana Covid-19 adalah Puskesmas yang berjumlah 55 orang dari sebelas faskes, RS pemerintah dan swasta 45 orang dari 9 faskes, serta klinik yang berjumlah 9 orang dari 2 faskes,” terangnya.

Wahdi menambahkan, Pemkot Metro berupaya semaksimal mungkin dengan daya kekuatan melakukan PPKM skala mikro, yaitu dengan membentuk rumah isolasi melalui KTN dengan prioritas zona orange, meningkatkan kualitas RS penanganan Covid-19 dengan kapasitas perawatan dan ruang isolasi terstandarisasi. Pemkot Metro terus berusaha menaikan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU Covid-19, meningkatkan sosialisasi kedisiplinan prokes 5M, mempercepat vaksinasi terutama kepada masyarakat yang berpotensi terjangkit dan komorbid, namun dengan keterbatasan penyediaan vaksin tentu berpengaruh juga kepada angka insiden.

Selanjutnya adalah dengan melakukan skrining ketat di pintu-pintu masuk menuju Kota Metro, dimana kota kita merupakan daerah perlintasan dan tujuan dari pergerakan orang-orang dari wilayah sekitar, kemudian meningkatkan operasi yustisi dan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang melanggar Instruksi Walikota tentang PPKM Mikro, dan membuat tim monev rumah isolasi di kelurahan.

Sementara itu Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman, menambahkan tentang upaya penanganan Covid-19 adalah melalui promotif yang meliputi komunikasi, informasi dan edukasi, preventif yakni penerapan prokes, testing covid, tracing kasus, pelaksanaan vaksinasi, kuratif yang meliputi isolasi, pelayanan rujukan, peningkatan pelayanan kesehatan esensial, dan inovatif yang meliputi KTN. (gt/nv)

Misnan Membuka Pelatihan Manajemen Stres Bagi PNS Fungsional di Lingkungan Pemkot Metro


Asisten lll Administrasi Umum Sekda Kota Metro, Misnan, hadiri Pembukaan Pelatihan Manajemen Stress Bagi PNS Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Metro, berlangsung di Aula Lec Kartika Metro, Selasa (27/04/2021).

Dalam laporan Welly Adi Wantra selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan keprofesionalan dengan mengelola stres dalam tugas pemerintahan, dan diharapkan dalam rangka meningkatkan kompetensi, PNS mampu mengelola stres pada diri sendiri.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, peserta mempunyai tanggung jawab untuk mengimplementasikan hasil pelatihan ini di lingkungan kerja masing-masing dan bisa menjadi fasilitator serta dapat bekerja sama dengan tim atau teman sejawat,” katanya.

Sementara itu Misnan berpesan kepada peserta sosialisasi agar mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya, serta dapat mensosialisasikan hal-hal seputar manajemen stres dan bagaimana cara mengatasi stres di lingkungan kerja, keluarga, masyarakat di lingkungan sekitar.

“Kami berharap ASN di lingkungan Pemkot Metro memiliki kemampuan mengelola dan menangani stres pada diri sendiri, sehingga dapat mengoptimalkan kerja otak kanan dan mampu mengubahnya menjadi kekuatan positif untuk lebih produktif sehingga dapat mencapai kinerja yang berkualitas, serta dapat meningkatkan kompetensi dalam hal mengorganisir diri sendiri agar siap dan peduli terhadap kemampuan diri, orang lain dan lingkungan, serta mampu bekerja sama dalam tim,” ujarnya. (gt/nv)