Pengurus Ponpes Al-Muhsin Mendatangi Kantor Walikota Metro Dalam Rangka Silaturahmi

Silaturahmi antara Walikota dan Wakil Walikota Metro dengan pengurus ponpes Al-Muhsin, berlangsung di Ruang Kerja Walikota, Rabu (31/03/2021).

Dalam arahan Walikota Metro, Wahdi, menyampaikan bahwa ponpes merupakan sebuah asrama pendidikan Islam tradisional dimana para siswanya (santri) tinggal bersama dibawah bimbingan seorang atau lebih guru sebagai suatu bentuk pendidikan keislaman yang melembaga di Indonesia.

Sedangkan di Kota Metro banyak sekali yang harus dilakukan untuk peradaban Islam kedepannya, meskipun secara Nasional dalam pandemi Covid-19 ini tentu mengalami keprihatinan yang cukup berdasar mulai dari pusat, hingga ke daerah dan masyarakat.

“Kami berdua belum lama menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota, maka dari itu kami akan mempelajari dengan sebaik-baiknya serta tidak mau menyia-nyiakan waktu tanpa melakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat. Untuk itu kami menyikapi tugas masing-masing, dengan mempertimbangkan dari segala aspek dan dengan segala keterbatasan yang ada. Untuk itu, kami bekerja sama mengembangkan pembangunan dari semua lapisan,” ujarnya. (cv/nv)

BPPRD Kota Metro Serahkan SPPT PBB Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Metro

BPPRD Kota Metro serahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB dalam rangka wajib pajak tahun 2021 Rumah Dinas, di Rumah Dinas Walikota dan Wakil Walikota Metro, Rabu (31/03/2021).

Pencanangan ini sebagai simbolis wajib pajak, adapun SPPT PBB tersebut diberikan kepada pemilik untuk segera dilunasi sebagai bentuk kepatuhan wajib pajak, dan setelah mendapatkan surat panggilan maka dapat langsung dibayarkan melalui Bank Lampung di setiap hari Kamis.

Walikota Metro, Wahdi, mengatakan untuk hal-hal yang sifatnya berupa tunggakan pajak, agar segera diberikan surat resmi ke pihak terkait berupa pemberitahuan pelunasan pajak PBB.

Di tempat terpisah, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, juga menyampaikan bahwa Bapak Walikota Metro meminta dirinya untuk segera menghitung semua aset yang ada sebagai bentuk edukasi. Dirinya juga mendukung hal tersebut, agar dapat segera ditindaklanjuti terkait dengan pajak.

“Saya mengharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengecek kembali semua data setelah diberikan SPPT PBB, apabila ada yang salah maka bisa dikomunikasikan langsung dengan BPPRD Kota Metro. Selanjutnya saya mengajak kepada masyarakat untuk bayar pajak tepat waktu,” jelasnya. (cv/nv)

Wahdi Letakkan Batu Pertama Dalam Giat Bedah Rumah

Walikota Metro lakukan peletakan batu pertama bedah rumah ke-18, kerja sama antara PSMTI Kota Metro dan Polres Metro, di Jalan Salak, Yosomulyo, Rabu (31/03/2021).

Dedi Cahyana selaku Ketua PSMTI Metro dalam laporannya menyampaikan bahwa program gerakan bedah rumah PSMTI ini dilakukan sejak tahun 2016, adapun gerakan ini dilakukan bersama dengan Polres Metro.

“Diharapkan kepada penerima bantuan, yakni Ibu Sri Gunarsih dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya hingga diwariskan kepada anak cucu kelak,” katanya.

Kapolres Metro, AKBP Retno Prihawati dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan tahun yang ke dua terjalinnya kerja sama Polres Metro dengan PSMTI Metro dalam program bedah rumah dan pembagian sembako, adapun kegiatan ini didapat dari Babinkamtibmas yang berkunjung dan mendukung dalam mencari rumah-rumah yang dinilai layak untuk dilakukan bedah rumah kepada PSMTI.

“Di masa pandemi Covid-19, kondisi seperti ini memang harus dibangun empati kita. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin kedepannya. Kami berharap kepada Walikota di masa kepemimpinan ini dapat terus mendukung kegiatan kami dan semoga pada kesempatan bedah rumah ini dapat bermanfaat bagi ibu Sri Gunarsih,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Metro, Wahdi, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Metro atas terlaksananya kegiatan bedah rumah ini.
Program Bedah Rumah ini merupakan bukti nyata PSMTI dalam upaya membantu masyarakat dengan kategori kurang mampu agar dapat memiliki rumah yang sehat dan layak. Sekaligus memotivasi komponen masyarakat lainnya agar memiliki kepekaan dan kepedulian sosial terhadap berbagai kesulitan yang dialami oleh warga kurang mampu dilingkungannya masing-masing, khususnya di Kota Metro ini.

“Saya ucapkan selamat kepada Ibu beserta keluarga, telah terpilih menjadi peserta bedah rumah yang dilaksanakan oleh PSMTI. Saya berharap kepada PSMTI untuk dapat meneruskan partisipasinya dalam program ini. Saya juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, baik organisasi, perusahaan, maupun pribadi yang telah diberikan rezeki oleh Allah SWT untuk ikut serta dalam giat tersebut,” terangnya.

Usai memberikan arahan, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Metro, Kapolres Metro dan PSMTI Metro. (cv/nv)

Walikota Metro Hadiri Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Kejaksaan Negeri Metro

Walikota Metro hadiri Pencanangan dan Dukungan Komitmen Bersama Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kejaksaan Negeri Metro, Rabu (31/03/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Metro, Virginia Hariztavianne, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Zona Integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dan hari ini adalah sebuah momentum dalam memperoleh WBK Service Government dan merupakan tindak lanjut komitmen bersama penandatanganan kerja sama menuju WBK dan WBBM di Kota ini,kata Virginia Hariztavianne.

Sebagai mana diketahui untuk menuju WBK dan WBBM maka dibutuhkan beberapa hal, diantaranya manajemen perubahan, penguatan akuntabilitas kinerja dan peningkatan pelayanan kualitas publik.

“Hal ini adalah kedua kalinya kami berjuang dalam memperoleh WBK dan WBBM. Dengan ini, Saya secara resmi mencanangkan Satker menuju WBK dan WBBM di Kota Metro, Saya yakin Kejaksaan Negeri Metro dapat memperoleh Satker berpredikat WBK dan WBBM kedepannya. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, tanpa dukungan yang kuat maka akan sulit tercapai, untuk itu dibutuhkan komitmen yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu Walikota Metro, Wahdi, dalam sambutannya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, dengan harapan dapat mewujudkan wilayah bebas korupsi. Terlebih, karena saat ini Pemkot sedang berupaya untuk mewujudkan masyarakat madani dan menciptakan tata pemerintahan yang baik (good governance), di Kota Metro Bumi Sai Wawai ini.

Wahdi menambahkan, kegiatan Pembangunan Zona Integritas merupakan salah satu Program Percepatan Reformasi Birokrasi, yakni peningkatan transparansi dan akuntabilitas aparatur sebagai upaya mewujudkan brokrasi berintegritas tinggi. Integritas sangat dipengaruhi oleh penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi sebagai bagian dari prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, sebab tidak ada integritas tanpa akuntabilitas dan transparansi, dan selanjutnya tidak ada pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme tanpa integritas.

“Diharapkan kedepannya jajaran Kejaksaan Negeri Kota Metro dapat lebih terorganisir dan terarah dalam menjalankan rencana aksi pembangunan zona integritas, baik itu pada program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang merupakan komponen, yang diharapkan juga dapat menghasilkan sasaran pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” tandasnya.

Acara yang dihadiri oleh Forkopimda, dan Kepala Seksi di Lingkungan Kejaksaan Negeri Metro tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan piagam perencanaan pencanangan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. (cv/nv)

Wahdi dan Qomaru Hadiri Musda ke-IV MUI Kota Metro

Majelis Ulama Indonesia (MUI) gelar Musyawarah Daerah (Musda) IV Kota Metro dengan Tema “Membangun Khoiru Ummah Menuju Metro Maju dan Mandiri”, di Vintage Cafe, Tejo Agung, Rabu (31/03/2021).

M. Soleh selaku Ketua MUI Kota Metro dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pedoman dasar MUI, Musda ini memiliki makna yang penting yakni penyampaian pengurus dalam kepengurusan. Keaktifan pengurus di tengah kesibukan merupakan dasar dalam memperhatikan dasar untuk aktif dalam kepengurusan yang akan datang. Pada tahun 2020 MUI terkena refocusing pendanaan dari Pemkot sehingga tidak ada laporan yang bisa dilaporkan.

“Adapun kendala yang dihadapi MUI adalah sarana transportasi, mobilisasi kegiatan seperti kendaraan dinas belum ada, pendanaan dari APBD sangat minim dan tidak memiliki sekretariat sendiri. Untuk itu MUI berharap dapat segera dikabulkan dan direalisasikan oleh Pemkot,”,ucapnya.

Sekretaris Umum MUI Provinsi, Basyarudin Maisir juga menyampaikan tiga peranan MUI yang harus dipahami, bahwa MUI adalah pelayanan umat, bukan dilayani tapi melayani. Untuk itu, harus dapat menjawab masalah umat Islam di Kota Metro. MUI sebagai penuntut umat sehingga dapat berperan dan menentukan umat agar dapat memahami yang halalan toyiban, kemudian MUI harus bisa menjaga akidah umat Islam agar tidak terpengaruh paham radikal dan intoleransi, sehingga dapat membentengi umat Islam. Kemudian terkait masalah fatwa dan vaksin, peranan MUI sangat penting di tengah masyarakat, MUI juga sebagai mitra pemerintah.

Sementara itu, Walikota Metro Wahdi dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan MUSDA ke-IV MUI Kota Metro tahun 2021, yang diharapkan akan menghasilkan keputusan yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat di Bumi Sai Wawai.

Lanjutnya, Wahdi mengatakan, melalui Musda ini, MUI diharapkan dapat melahirkan program kerja sekaligus memilih pengurus MUI Kota Metro yang bertujuan untuk menetapkan kebijakan dan untuk meningkatkan peran serta ulama khususnya MUI Kota Metro dalam membangun hubungan relasi yang positif dalam tatanan kehidupan beragama yang rukun dan damai serta bersinergi demi terwujudnya Kota Metro yang berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa MUI merupakan wadah musyawarah dan wadah silaturahmi para ulama, zuama dan cendekiawan muslim yang mempunyai cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik, guna membangun masyarakat yang diridai oleh Allah SWT. Mudah-mudahan melalui Musda ini, dapat memberikan masukan dan solusi terhadap permasalahan pembangunan di Kota Metro, karena itu seluruh pengurus MUI Kota Metro dapat semakin cermat dalam menyikapi berbagai perkembangan dan tuntunan peradaban,” tandasnya. (cv/nv)

Walikota Metro Lepas 7 Atlet Persikomet


Walikota Metro Wahdi melepas sebanyak tujuh orang atlet Persatuan Sepak Bola Kota Metro (Persikomet) mewakili Lampung untuk seleksi Pemain Timnas di Jakarta 03-04 April 2021. Acara pelepasan ini berlangsung di Ruang Kerja Walikota, Rabu (31/03/2021).

Wahdi mengapresiasi semua kegiatan anak muda yang berprestasi ini, terlebih dalam proses kemajuan pembangunan Metro, yang diharapkan mampu membawa prestasi untuk nama baik Kota Metro. Menurutnya, kedepan Pemkot Metro akan lakukan pembinaan di dunia olahraga melalui pemerintah daerah dan Disporapar, dengan memperbaiki dan memanfaatkan stadion Tejosari agar dapat digunakan para atlet dan pesepak bola lainnya untuk berlatih, dengan harapan kedepan Metro akan mencetak bibit unggul pemain sepak bola sehingga dapat memperkuat kota ini melalui olahraga.

“Untuk semua yang hadir disini saya ucapkan terima kasih dan tetap semangat, dan saya minta untuk seluruh pihak, agar dapat mensuport seluruh kegiatan Persikomet. Selanjutnya kepada ketujuh atlet, saya minta bawa nama Metro sebaik mungkin dan jaga nama baik Kota Metro, tidak perlu beri janji namun tetap semangat dan tonjolkan prestasi,” tuturnya. (cv/nv)