6 Orang Positif Covid-19 Menambah Data Kasus Konfirmasi di Kota Metro

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 per Tanggal 22 Januari 2021 bertambah 6 Orang, kini total Kasus Konfirmasi mencapai angka 422 kasus.

Ke enam pasien positif tersebut adalah P417 D (25) warga Iringmulyo Metro Timur, P418 SM (37) warga Tejoagung Metro Timur, P419 CS (38) warga Yosomulyo Metro Pusat yang merupakan salah satu guru di Metro, P420 DS (36) warga Metro Metro Pusat yang merupakan salah satu ASN di Kota Metro.

Dok : Bappeda Prov Lampung

Selanjutnya adalah P421 RA (30) yang merupakan warga binaan LP Kota Metro, yang bersangkutan menjalani rapid pada tanggal 7 Januari dengan hasil reaktif, yang kemudian dilakukan swab tanggal 14 Januari, RA dinyatakan positif Covid setelah hasil swab menunjukkan hasil positif pada tanggal 20 Januari, yang bersangkutan kini menjalani isolasi mandiri di LP. Dan selanjutnya adalah P422 NE (56) warga Yosodadi Metro Timur Kota Metro.

Dengan penambahan tersebut, Kota Metro masih berada pada status zona merah. Diketahui, 8 Kabupaten/Kota di Lampung untuk per tanggal 22 Januari 2021 masuk dalam zona merah, yakni Lampung Utara, Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, dan Lampung Timur.

25 Orang Terjaring Saat OPS Yustisi di Kota Metro

Pemerintah Kota Metro melalui Satgas Covid-19 melakukan giat Operasi Yustisi penegakan Peraturan Walikota (Perwali) No. 39 tahun 2020 Kota Metro, Jumat (22/01/2021).

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro Imron mengatakan, giat Tim terpadu Operasi Yustisi kali ini berlangsung sejak pukul 09.00 sampai dengan 11.30 WIB. Yang terdiri dari anggota Polri, Anggota TNI, Anggota Pol PP, Anggota Dishub, Anggota Dinkes dan para Anggota dari kecamatan dan kelurahan.

“Dimana Operasi Yustisi dilaksanakan di area Jl. Semeru Iringmulyo, Jl. Raya Stadion Tejo Agung, Sumbersari Bantul, Margorejo Metro Selatan dan Jl. Ade Irmasuryani,” ujar Imron.

Lanjutnya, Imron juga memaparkan mengenai pelanggar dari yang tidak memakai masker dan berkerumun sebanyak 25 orang.

“Mengenai tindakan hukuman untuk 25 orang pelanggar yaitu, mengucapkan Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menandatangani perjanjian. Hal ini telah tertuang dalam Instruksi Walikota No. 1 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan dalam rangka penyebaran kasus Covid-19,” papar Imron.

Di akhir penyampaian Imron, juga mengatakan bahwa selama giat Yustisi berlangsung kondusif tanpa ada yang protes atau melawan aparat. (Sr).