Penambahan 5 Pasien Terkonfirmasi Kota Metro

Penambahan 5 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Metro, Kamis (21/01/2021). 

Pasien 412 Ny. M, 68tahun, dengan alamat di Mulyosari Metro Barat Kota Metro. Kronologisnya istri dari Tn. A (P395) Positif dan saat ini sedang isoman dirumah.

Pasien 413 Ny. S,  57 tahun beralamatkan di, Banjarsari Metro Utara Kota Metro. Kronologis pada 5 Januari akan melakukan kontrol kemoterapi, dan dirapid dengan hasil reaktif. Lalu pada 12 Januari melakukan rapid ulang dan masih reaktif, sehingga pada tanggal 14 diswab hasil dinyatakan positif pada 18 Januari. Pasien saat ini melakukan isoman dirumah.

Pasien 414 an. MDA, 2th, beralamat di Metro Pusat Kota Metro. Dengan kronologis MDA merupakan anak dari pasien Positif Tn. FR (P272).  Sehingga dilakukan swab pada 14 Januari dan keluar hasilnya pada tanggal 18 Januari dengan hasil positif dan saat ini sedang isoman dirumah. 

Pasien 415 Tn. AS, 33 tahun, beralamatkan di Tejoagung Metro Timur. Adapun pasien merupakan warga binaan LP Iringmulyo Kota Metro, yang pada 7 Januari melakukan rapid dengan hasil positif dan melakukan swab pada tanggal 14 Januari, pada 18 Januari  hasil menunjukkan positif. Dan saat ini melakukan isoman. 

Pasien 416 Tn. B, 80 tahun dengan alamat Kelurahan Imopuro Metro Pusat . Adapun kronologis dari pasien tersebut yakni pada 16 Januari pukul 11.15 WIB masuk UGD RS dengan keluhan sesak nafas berat, demam dan susah diajak komunikasi. Sehingga dirawat di ICU, lalu dilakukanlah rapid antigen dengan hasil reaktif,  dan diswab pada 20 Januari hasilnya positif. Saat ini masih di rawat di ICU. 

Rapat Pembahasan Kasus Covid-19 Di Kota Metro

Walikota Metro Achmad Pairin memperbolehkan pasien Covid-19 dimakamkan di daerah masing-masing dengan catatan yang melakukan pemakaman adalah tim Gugus Tugas Covid-19 pada rapat pembahasan terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kota Metro, yang berlangsung di OR Setda, Kamis (21/01/2021).

Wakil Walikota Djohan mengatakan bahwasannya bencana Covid-19 sudah terjadi kurang lebih hampir satu tahun, sejak Maret 2020, untuk itu diharapkan kepada Dinas Sosial provinsi yang telah ditunjukan dari Kementerian yang ditandatangani oleh Plt, untuk melakukan pendataan kepada pihak keluarga yang menjadi ahli waris agar mendapatkan santunan sebesar lima belas juta rupiah, dengan catatan diketahui oleh pihak puskesmas dan rumah sakit. Dan untuk diajukan kepada Kementerian sebab anggaran belum tersedia di Pemkot Metro.

Sementara itu, Wakapolres Kota Metro Kompol Gusti Iwan Wijaya juga mengharapkan pada saat pemakaman pasien Covid-19 setelah dilakukan secara prosedur Satgas Covid, agar tetap dilakukan pengawalan sampai ke rumah duka dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat, dan yang melakukan pemakaman adalah tetap tim gugus tugas sebab di luar daerah telah memiliki mekanisme tersendiri. Sehingga kedepannya akan diperbaiki lagi.

Pada kesempatannya juga, Rio Kajari juga menambahkan bahwa dalam Perwali per tanggal 25 Januari yang lalu, akan dilakukan perpanjangan kembali dengan ketegasan yang lebih ketat, agar dapat dipatuhi bersama. Terutama untuk kaitan penyelenggaraan hajatan, akan dilarang sebab dari hasil koordinasi dengan pihak Dinkes, ternyata peningkatan kasus di Kota Metro sudah melampaui persentase secara nasional akibat dari hajatan yang seharusnya sudah dilakukan PSBB, akan tetapi sedang menantikan izin dari pusat. (GT/NV)