Pembinaan TP-PKK-BK Kes di Metro Selatan

Hari kedua pembinaan Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK- Bangga Kencana- Kesehatan Kota Metro Tahun 2020 di Aula Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Senin (30/11/2020).

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memberi pembinaan kepada Kelompok Kegiatan (Poktan). Pembinaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan peran serta perempuan dalam menyejahterakan keluarga.

TP-PKK Kota Metro berusaha membina para poktan terutama di bidang sekretariat dari Kelompok Kerja (Pokja) satu hingga empat. Bidang kesekretariatan memberi pembinaan tentang pencatatan dan pelaporan tertib administrasi.

Pokja satu tentang penghayatan Pancasila, gotong royong dan keagamaan yang berdasar Ketuhanan yang Maha Esa. Pokja dua memberi pembinaan keterampilan dan pengembangan hidup. Sedangkan Pokja tiga memberi pembinaan tentang pengelolaan program sampah dan pangan, juga pelaksanaan rumah tangga. Lalu Pokja empat tentang kesehatan terutama Posyandu.

Program-program tersebut ada di PKK guna meningkatkan peran serta dari perempuan di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan untuk bisa menyejahterakan keluarganya. (Sr/Dk)

Pembinaan Kesrak PKK- Bangga Kencana- Kesehatan di Metro Selatan

Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK- Bangga Kencana- Kesehatan Kota Metro Tahun 2020 melakukan pembinaan terpadu yang berlangsung di Aula Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Jumat (27/11/2020).

Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP PA PP dan KB) Kota Metro Wahyuningsih, menyampaikan bahwa pada tahun 2019-2020 tidak diadakannya lomba seperti tahun biasanya.

“Saya juga berharap dari pembinaan para kader bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar, akan gerakan menerapkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga sebagai upaya kami akan mengingatkan kembali tugas dan gerakan PKK,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris PKK Kota Metro Ace, mengingatkan kembali akan tugas kader PKK setiap daerah sebagai penyuluh, penggerak dan pencatat baik dalam 10 program pokok PKK.

Pada kesempatan ini juga, Tim Gugus tugas Kota Metro melakukan pengecekan lokasi akan adanya pembinaan PKK, yang telah sesuai dan menerapkan protokol kesehatan.(Sr/Dk)

Tim Penilai Kesrak PKK Bangga Kencana Tinjau Lokus Metro Pusat

Tim Penilai Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK Bangga Kencana meninjau lokasi di Kecamatan Metro Pusat (26/11/2020).

Kunjungan ini dalam rangka mengevaluasi kegiatan yang sedang berlangsung serta pembinaan menjelang persiapan penilaian Tim Penilai Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK Bangga Kencana dari Pusat.

Adapun tinjauan yang berlangsung ini meliputi Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Posbindu, Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR).

Dalam kunjungan ini, ke Posyandu Melati II selain memiliki tugas mengurus, mengasuh, dan merawat anak, juga harus menerapkan kepada ibu balita dan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, yakni cuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker, menjaga jarak dan membawa sarung sendiri dari rumah untuk menimbang tumbuh kembang anak. (Ian/Nv)

Walikota Metro Hadiri Vicon Penyerahan DIPA dan TKDD Oleh Presiden RI

Walikota Metro Achmad Pairin mengikuti video conference dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Serta Dana Desa (TKDD) tahun 2021 pada hari Rabu, (25/11/2020).

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo kepada perwakilan 8 Kementerian/Lembaga. 

Presiden Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyerahkan DIPA dan Dana Alokasi untuk Daerah dan Dana Desa kepada seluruh Kepala Lembaga Tinggi Negara, Menteri, Kepala LPNK, dan kepada seluruh Gubernur seluruh Indonesia. Adapun 8 Kementerian yang menerima DIPA diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pertahanan. 

Dalam kesempatannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan arahan, dimana untuk saat ini keuangan negara menjadi instrumen penting, terutama untuk meningkatkan ekonomi di saat pandemi seperti ini. APBN merupakan instrumen utama dan sangat penting dalam menghadapi dampak pandemi, selain itu juga sebagai perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan kementerian di saat pandemi seperti ini. Momentum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di tahun 2021.  Perlu diingat sebagai instrumen penting APBN harus tetap dijaga, dan kita juga harus tetap menurunkan defisit di tahun 2021. Untuk mewujudkannya kita pun harus berkomitmen bahwa setiap pemerintah daerah, harus menghemat pengeluarannya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan dalam pelaksanaan program-program pemerintah tahun 2021 kepada Menteri, Pimpinan Lembaga, serta seluruh Gubernur. “Terkait dengan  pembangunan Sumber Daya Manusia, pembangunan infrastruktur, deregulasi, transformasi ekonomi dan debirokratisasi, di tahun 2021 kita masih akan menghadapi ketidakpastian, terutama masalah prekonomian global, kecepatan, dan ketepatan.

Selain itu, Presiden RI pun menjelaskan bahwa untuk Dana APBN 2021 akan fokus pada 4 hal, dan akan diutamakan pada penanganan kesehatan yang difokuskan ke vaksinisasi, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan reformasi struktur. “Adapun dana APBN berjumlah 2.705 T diantaranya Belanja K/L 1.032 T untuk kementerian dan lembaga, 795.5 T untuk DTD dan Dana Desa, sehingga total Anggaran Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi yaitu Kesehatan 169.7 T , Perlindungan Sosial 408.8 T, Pendidikan 550, Ketahanan Pangan 99 T, Pariwisata 14.2 T, Infrastruktur 417.4 T, Tech dan Informasi 26 T,” paparnya.

Selanjutnya, Joko Widodo juga mengajak agar kita melakukan lelang sedini mungkin untuk menggerakkan ekonomi di tahun 2021. “Disini saya juga meminta kepada seluruh negeri dan daerah untuk melakukan reformasi anggaran, APBN dan APBD harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat, dan perlu saya ingatkan kembali bahwa fleksibilitas sangat penting,”tutupnya.(inz)

Kota Metro Raih Status Kinerja Sangat Tinggi Tahun 2018

Pemerintah Kota Metro meraih nilai 3,3354 atau dengan Status Kinerja “Sangat Tinggi” berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Pemda) tahun 2018. Evaluasi penyelenggaraan Pemda tahun 2018 dilaksanakan pada tahun 2019, oleh Tim dari Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan hasilnya baru diumumkan pada tahun 2020. 

Penilaian dilakukan atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kota Metro Tahun 2018. Adapun LPPD adalah laporan yang disampaikan oleh pemerintah daerah kepada Pemerintah Pusat yang memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam pelaksanaan tugas pembantuan selama 1 (satu) tahun anggaran.

Penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan, untuk evaluasi awal dilakukan oleh tim daerah yang terdiri dari Pemerintah Provinsi dan BPKP Provinsi Lampung, selanjutnya evaluasi di tingkat nasional dilakukan oleh Tim nasional dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Jika pada tahun sebelumnya, pemberian penghargaan ini dilaksanakan pada Hari Otonomi Daerah Bulan April dan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Akan tetapi pada Tahun 2020 ini terjadi pandemi Covid-19, dan acara tersebut tidak dapat dilaksanakan. 

Atas hasil penilaian pada Tahun 2018 Pemerintah Kota Metro menempati peringkat pertama dari seluruh kabupaten/ kota se-Provinsi Lampung selama 2 (dua) tahun berturut-turut, setelah pada Tahun 2017 juga Kota Metro memperoleh status Kinerja Sangat Tinggi dengan nilai 3,2023. (Sr)

Tim Kesrak Bungga Kencana Roadshow di Kecamatan Metro Pusat

Tim Penilai Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK Bangga Kencana melakukan pembinaan di Kecamatan Metro pusat, Rabu (25/11/2020).

kepala Dinas PP PA PP dan KB yang dalam hal ini di wakilkan oleh Wahyuningsih menyampaikan bahwa Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, akan tetapi dikarenakan di masa pandemi ini, atas saran Pemerintah Provinsi maka kegiatan harus tetap ada namun dengan cara pembinaan secara berjenjang dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun kegiatan dilakukan secara rutin untuk tercapainya percepatan target kegiatan, yakni dengan tujua kesejahteraan masyarakat.

Wahyuningsih juga menambahkan, seperti kita ketahui bahwa kegiatan ini sudah sama-sama kita rasakan manfaatnya.Selain itu, kegiatan yang dalam rangka roadshow ini diharapkan dapat menambah wawasan serta dapat terus mentaati protokol kesehatan.(In/nv/ys)