Wakil Walikota Metro Tukar Cinderamata dengan Wakil Bupati OKI

Wakil Walikota Metro Djohan dan Wakil Bupati OKI HM Jafar Shodiq bertukar cinderamata di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Metro, Jumat (10/07/2020).

Tukar cindermata tersebut sebagai salah satu agenda kedatangan pemerintah kota dalam rangka studi lapangan dari Kepala Dinas Dukcapil terkait inovasi-inovasi Pemerintah Kota Metro dalam melayani masyarakat kotanya. “Saya kesini juga menimba ilmu dalam pelayanan catatan sipil, jadi dapat diterapkan disana untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga. Mudah-mudahan dengan kedatangan saya kali ini memberikan banyak manfaat,” tuturnya.

Sementara itu Djohan menyampaikan pelajaran kali ini dapat saling koreksi dan saling mengarahkan agar jadi lebih baik ke depannya.” Mari sama-sama kita saling koreksi supaya dapat terarah untuk selanjutnya. Tadi sudah dipaparkan beberapa hal penghargaan yang akan menjadi bahan untuk dibawa kesana, secara garis besar Metro ini penduduknya 171 ribu, akan tetapi tidak semuanya menetap, ada penduduk dari luar kota yang masuk kesini ada juga penduduk sini keluar kota untuk sekolah ataupun untuk bekerja,” ungkapnya. (Tm/Dk).

Bakti Sosial, Djohan Kunjungi Warga Disabilitas

Wakil Walikota Metro Djohan didampingi Camat Metro Timur Jonizar Arifin mengunjungi Kampung Tangguh Mandiri dalam rangka bakti sosial di RT 35 Tejo Agung ,Jumat (10/07/2020).

Djohan mengatakan ada laporan dari warga bahwa ada tiga orang yang kondisinya memprihatinkan.” saya diinformasikan dari warga sini,ada warga kita yg kesulitan,bahkan untuk operasi dibutuhkan 25 juta,baru terkumpul 10 juta,lalu ada yg disabilitas,kursi roda nya tidak berfungsi lagi dan gangguan jiwa,”ujarnya.

Selanjutnya,Djohan menegaskan kepada media agar dapat membantu dalam pelaksanaan program pemerintah ini.”saya mohon dari media jangan hanya mengangkat,tapi mencari solusinya agar berimbang,program yang disampaikan pemerintah sampai ke masyarakat,apa yang dibutuhkan masyarakat sampai ke pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu Jonizar menyampaikan bahwa untuk warga yang tidak mampu telah dilaporkan kepada dinas terkait. “Sementara sudah pernah ada pengajuan kepada Dinas Sosial melalui kelurahan,belum ada realisasinya,cuma kita usahakan bahwa warga yg butuh bantuan tetap kita mediasi kepada dinas terkait,untuk saat ini masih dalam pendataan karena warga yg sakit ini kan masih naik turun,jika datanya sdh akurat akan di ajukan kembali,”pungkasnya.(Tm/Dk)